URAIAN SINGKAT KEGIATAN Perkembangan kesenian mengalami perubahan yang luar biasa, terutama dengan banyaknya platform2 media social yang dikonsumsi oleh masyarakat. Disamping itu kecenderungan jiwa sensasional yang dimiliki para kreator2 muda mendorong kreatifitas ke berbagai arah dengan cara yang tidak terkendali. bahkan banyak dari penggiat seni menggunakan alternatif alat-alat kesenian yang tidak lazim seperti sampah daur ulang dan lain sebagainya. Disamping manfaat positif pilihan media alternatif tersebut, kondisi ini menjadi sangat ironis karena media-media identitas justru terabaikan. Salah satunya alat kesenian Aceh dalam hal ini misalnya Rapai hanya mampu berfungsi sebagai alat musik konvensional daerah saja, padahal banyak sekali potensi yang bisa diperoleh dengan mengeksplorasi kegunaan instrument tersebut sebagai pengembangannya dan memungkinkn pencitraan kebanggaan pada instrument daerah sebagai identitas. Berangkat dari pemikiran di atas, kegiatan Pelatihan Alat Musik Tradisional kiranya dapat menjadi salah satu pemicu penggunaan instrument identitas ini dalam ekpresi penggarapan karya bagi pelaku seni di Aceh Peltihan alat musik tradisi tidak ditekankan pada kemampuan atau peningkatan skill, karena peningkatan skill tidak dapat dicapai dalam kurun waktu yang singkat. Namun pelatihan alat musik tradisional ini lebih ditekankan kepada: 1. Simulasi pengenalan alat, meliputi fungsi dan wujud sehingga dapat merangsang peserta untuk mengeksplorasi dan mendalami instrument setelah program terlaksana. 2. Simulasi penggunaan, simulasi penggunaan akan menggambarkan proses penggunaan alat/ instruman dalam sebuah fragmen Garapan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan daya imajinasi dan pencerahan - pencerahan dalam inovasi pertunjukan. 3. Simulasi kolaborasi, adalah percobaan penggunaan dua instruman dengan dua genre, ini memungkinkan penggunaan instrument nantinya dapat disebarluaskan secara global sebagai bagian dari instrument budaya milik dunia.