URAIAN SINGKAT KEGIATAN
A. LATAR BELAKANG
Kebudayaan merupakan fondasi penting dalam membangun identitas dan jati diri suatu
daerah. Proses pelestarian dan pengembangan budaya tidak hanya dilakukan melalui
pendokumentasian terhadap karya-karya lama, tetapi juga lewat penciptaan karya baru
yang relevan dengan konteks zaman dan nilai-nilai lokal. Dalam upaya mendorong
keberlanjutan budaya tersebut, kegiatan Inventarisasi Karya Budaya menjadi strategi
penting yang tidak hanya bersifat kuratorial, melainkan juga kreatif.
Sebagai salah satu institusi penggerak kebudayaan di Aceh, UPTD Taman Seni dan
Budaya Aceh memiliki peran strategis dalam merawat dan mengembangkan ekspresi
budaya daerah. Salah satu bentuk aktualisasi dari kegiatan inventarisasi ini adalah
pengumpulan elemen kreatif khas Aceh baik dari segi nada, bahasa, maupun ekspresi
lokal untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk lagu mars kelembagaan. Mars ini tidak
hanya menjadi simbol kelembagaan semata, tetapi juga bagian dari khasanah karya
budaya yang dapat didokumentasikan dan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi,
edukatif, maupun pertunjukan.
Dengan demikian, pembuatan lagu mars ini merupakan bagian dari strategi inventarisasi
dan penciptaan karya budaya baru yang mencerminkan karakter, nilai, serta semangat
Taman Budaya sebagai rumah besar bagi seni dan budaya Aceh.
B. GAMBARAN UMUM
Kegiatan Inventarisasi Karya Budaya Tahun 2025 oleh UPTD Taman Seni dan Budaya
Aceh dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pelestarian, pendokumentasian, serta
pengembangan ekspresi budaya lokal melalui penciptaan karya baru. Salah satu bentuk
implementasi kegiatan ini adalah penggarapan lagu mars kelembagaan, yang diinisiasi
sebagai media simbolik dan representatif bagi institusi Taman Budaya.
Pembuatan lagu Mars Taman Budaya ini melibatkan proses pengumpulan dan
eksplorasi unsur-unsur budaya Aceh, mulai dari pemilihan diksi berbahasa lokal,
penggalian ritme musikal tradisional, hingga pengemasan musikal dalam bentuk
modern yang tetap mencerminkan kekhasan nilai budaya daerah. Kegiatan ini juga
didukung oleh keterlibatan seniman lokal yang memahami konteks artistik dan
kelembagaan Taman Budaya.
Secara teknis, kegiatan ini terbagi ke dalam tiga tahap utama, yaitu :
a) Pra Produksi, yang meliputi koordinasi awal, riset tematik, penggalian unsur budaya,
dan penyusunan konsep lagu mars.
b) Produksi, yaitu proses penciptaan lirik, penyusunan komposisi musik, aransemen,
hingga perekaman audio.
c) Pasca Produksi, berupa dokumentasi akhir, penyusunan partitur dan lirik resmi, serta
pengarsipan karya dalam bentuk digital dan cetak.
Dengan disusunnya lagu Mars Taman Budaya sebagai hasil akhir kegiatan ini,
diharapkan lembaga memiliki satu bentuk karya musikal resmi yang dapat digunakan
dalam berbagai kegiatan kelembagaan serta menjadi bagian dari data budaya yang
terdokumentasikan secara sistematis.