URAIAN SINGKAT KEGIATAN
A. LATAR BELAKANG
Seni rupa merupakan bagian penting dalam pemajuan kebudayaan, karena di
dalamnya tersimpan rekam jejak visual atas dinamika zaman, pemikiran, dan
identitas masyarakat. Di antara beragam bentuk seni rupa, sketsa menempati posisi
unik sebagai medium spontan, jujur, dan reflektif. Sketsa bukan hanya proses awal
dari sebuah karya, tetapi seringkali menjadi karya itu sendiri—mengandung gagasan,
emosi, dan kepekaan perupa dalam menanggapi realitas sekitarnya.
Dalam konteks pembangunan kebudayaan di Aceh, penting untuk memberikan
ruang bagi ekspresi individual yang mampu mengangkat nilai-nilai lokal sekaligus
merespons perubahan global. Pameran tunggal menjadi bentuk afirmasi terhadap
praktik seni yang berkesinambungan, serta penghargaan terhadap proses kreatif
seorang seniman secara utuh. Melalui pameran tunggal karya sketsa, publik diajak
untuk menyelami dunia perupa melalui garis-garis yang membentuk cerita, imajinasi,
dan tafsir personal atas lingkungan budaya kita.
Sejalan dengan program perlindungan dan pengembangan objek pemajuan
kebudayaan, serta dalam upaya memperkuat ekosistem seni rupa yang inklusif dan
berkelanjutan, UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh sebagai unit pelaksana teknis
dalam bidang seni dan kebudayaan, menyelenggarakan Kegiatan Pameran Karya
Budaya dengan tajuk “Pameran Tunggal Karya Sketsa”. Kegiatan ini tidak hanya
menjadi ruang apresiasi, tetapi juga menjadi upaya dokumentasi dan pengarsipan
praktik seni visual kontemporer di Aceh hari ini.
B. GAMBARAN UMUM
Kegiatan Pameran Karya Budaya tahun 2025 dengan tajuk “Pameran Tunggal Karya
Sketsa” ini dirancang sebagai ruang apresiasi dan penguatan ekspresi seni rupa,
khususnya dalam bentuk sketsa. Pameran ini menghadirkan karya-karya pilihan dari
satu perupa Aceh, yang secara konsisten mengeksplorasi bentuk, garis, dan gagasan
melalui medium sketsa sebagai refleksi personal sekaligus cerminan sosial budaya.
Melalui pameran ini, masyarakat diajak untuk lebih dekat dengan praktik seni rupa
kontemporer serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya dokumentasi visual
dalam konteks kebudayaan lokal. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana
edukatif dan inspiratif, baik bagi publik umum, komunitas kreatif, maupun generasi
muda seni.
Kegiatan ini terbagi dalam tiga tahap utama:
a) Perancangan Konsep Pameran
b) Produksi dan Penataan Ruang Pamer
c) Pelaksanaan dan Dokumentasi Pameran
Pameran ini akan dilaksanakan di UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh. Kegiatan ini
melibatkan tenaga ahli pameran, narasumber, serta pemandu acara. Selain pameran
karya dan sesi diskusi singkat (artist talk), sebagai bentuk interaksi antara perupa dan
pengunjung, kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop sketsa ringan bagi pleajar
dan pengunjung umum sebagai sarana eksplorasi kreatif dan pembelajaran langsung
dari perupa.
C. PENERIMA MANFAAT
Adapun penerima manfaat kegiatan ini adalah :
1. Pemerintah Aceh
2. Seniman
3. Para Pelaku seni budaya, seni rupa dan ekonomi kreatif.
4. Generasi muda seni dan budaya
5. Masyarakat Aceh