URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1.1 LATAR BELAKANG
Aceh dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu warisan
budaya yang paling berharga adalah kain tenun tradisional, yang sejak berabad-
abad lalu telah menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh. Di Kota Banda
Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, kerajinan tenun berkembang sebagai hasil
perpaduan antara nilai budaya, estetika, dan ketekunan para pengrajin lokal.
Tenun Aceh tidak hanya memiliki motif yang sarat makna seperti motif Pinto Aceh,
Bungong Jeumpa, dan Rumoh Aceh tetapi juga mencerminkan filosofi kehidupan
masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi keindahan, kehormatan, dan ketahanan.
Setiap helai benang ditenun dengan teknik turun-temurun, menghadirkan karya yang
unik, autentik, dan bernilai tinggi.
Di tengah perkembangan zaman dan kebutuhan pasar yang semakin modern, para
pengrajin tenun di Banda Aceh dan Aceh Besar terus berinovasi untuk menghadirkan
produk yang tidak hanya mempertahankan nilai tradisional, tetapi juga relevan untuk
gaya hidup masa kini. Melalui video promosi ini, ditampilkan proses pembuatan tenun,
keindahan motif, hingga potensi tenun sebagai produk unggulan daerah yang mampu
bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Video ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap kerajinan tenun Aceh,
memperluas jangkauan pasar, serta mendukung pemberdayaan ekonomi para
pengrajin lokal di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
1.2 SASARAN KEGIATAN
• Meningkatkan Pengenalan Produk Tenun Aceh
Menyebarluaskan informasi tentang keunikan, motif, kualitas, dan nilai budaya
tenun khas Banda Aceh dan Aceh Besar kepada masyarakat luas, baik di tingkat
lokal, nasional, maupun internasional.
• Menarik Minat Konsumen dan Pasar Baru
Menjadikan video sebagai media yang mampu menarik perhatian konsumen,
pelaku fashion, pengusaha UMKM, dan calon pembeli potensial sehingga
meningkatkan peluang pemasaran produk tenun Aceh.
• Mendukung Pemberdayaan Pengrajin Lokal
Mempromosikan peran pengrajin tenun di Banda Aceh dan Aceh Besar, sehingga
meningkatkan permintaan dan pendapatan mereka serta memperkuat ekonomi
kreatif daerah.
• Melestarikan Warisan Budaya Aceh
Menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan
tradisi menenun sebagai bagian dari identitas budaya Aceh yang bernilai tinggi.
• Mendorong Inovasi dan Daya Saing Produk
Menginspirasi para pengrajin dan UMKM untuk berinovasi dalam motif, warna,
maupun desain tenun agar dapat bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan
nilai tradisional.
• Meningkatkan Branding Daerah sebagai Sentra Tenun
Menjadikan Banda Aceh dan Aceh Besar dikenal sebagai daerah penghasil tenun
berkualitas tinggi yang memiliki potensi wisata budaya dan ekonomi kreatif.
1.3 TUJUAN
• Memperkenalkan keindahan dan keunikan tenun Aceh
Menjelaskan nilai estetika, filosofi motif, serta kualitas tenun khas Banda Aceh dan
Aceh Besar kepada masyarakat luas.
• Meningkatkan daya tarik pemasaran produk tenun
Menjadikan video sebagai media promosi yang efektif untuk menarik minat
konsumen dan memperluas jangkauan pasar, baik lokal maupun nasional.
• Menguatkan identitas dan citra budaya daerah
Menunjukkan kekayaan budaya Aceh melalui tenun sebagai bagian dari identitas
daerah yang perlu dilestarikan dan dibanggakan.
• Mendorong peningkatan pendapatan pengrajin dan UMKM
Dengan promosi yang lebih luas, diharapkan permintaan terhadap produk tenun
meningkat sehingga berdampak pada ekonomi pengrajin lokal.
• Mendukung pelestarian tradisi menenun
Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga tradisi tenun sebagai
warisan turun-temurun, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat.
• Memperkuat posisi Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai sentra kerajinan
tenun
Menunjukkan potensi daerah sebagai pusat produksi tenun yang berkualitas dan
memiliki nilai budaya tinggi.
• Menginspirasi inovasi dalam desain dan pengembangan produk
Memberikan dorongan agar pengrajin terus berinovasi dalam motif, warna, maupun
produk turunan sehingga dapat bersaing di pasar modern.
1.4 LINGKUP KEGIATAN
Adapun lingkup kegiatan Pembuatan video iklan dan promosi produk UMKM
Wilayah Lhokseumawe, meliputi:
- Tempat: Berlokasi di Wilayah Binaan Kabupaten/Kota.
- Peserta:
UMKM yang tergabung didalam binaan Kabupaten/Kota
- Kriteria Vidio:
Kesesuaian dengan Tujuan Promosi
o Video harus menonjolkan keunggulan produk dan pesan utama yang ingin
disampaikan kepada calon konsumen.
Kreativitas dan Daya Tarik Visual
o Tampilan video harus menarik, inovatif, dan mampu mencuri perhatian
penonton dalam waktu singkat.
Kualitas Gambar dan Audio
o Resolusi : Full HD (1080p) → 1920 × 1080 piksel
o Frame Rate (fps): 24–60 fps (sesuaikan dengan gaya video, minimal 30
fps untuk promosi)
o Rasio Aspek: 16:9 (standar untuk layar lebar YouTube)
o Resolusi video yang jelas, pencahayaan yang baik, serta suara yang
jernih agar pesan tersampaikan dengan maksimal.
Durasi yang Efektif
o Video berdurasi paling sedikit 25 Menit.
Branding dan Identitas Produk
o Menampilkan logo, nama merek, dan ciri khas produk agar mudah
dikenali dan diingat oleh konsumen.
Storytelling (Alur Cerita)
o Video harus memiliki alur cerita yang jelas dan emosional, sehingga
mampu membangun hubungan dengan audiens.
Kesesuaian dengan Target Pasar
o Konten dan gaya penyajian video harus disesuaikan dengan segmen
pasar yang dituju, baik dari segi bahasa, gaya, maupun pesan promosi.
Kepatuhan terhadap Etika dan Hak Cipta
o Video tidak boleh mengandung unsur SARA, kekerasan, atau melanggar
hak cipta seperti penggunaan musik, gambar, atau logo tanpa izin.
Optimasi untuk Media Digital
o Format video harus disesuaikan dengan platform yang akan digunakan
(Instagram, YouTube, TikTok, dll) agar promosi berjalan efektif.
1.5 HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Meningkatnya Daya Tarik Produk: Video promosi yang menarik dan informatif
diharapkan mampu menonjolkan keunggulan produk UMKM sehingga lebih
diminati oleh konsumen.
2. Peningkatan Penjualan dan Omzet: Melalui promosi visual yang menarik di
berbagai platform digital, penjualan produk UMKM diharapkan meningkat
secara signifikan.
3. Perluasan Akses Pasar: Video promosi dapat membantu produk UMKM dikenal
lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional dan nasional.
4. Penguatan Branding dan Citra Usaha: Video yang profesional akan
membangun identitas merek (brand identity) yang kuat dan meningkatkan
kepercayaan konsumen terhadap produk.
5. Dukungan terhadap Ekonomi Kreatif Daerah: Konten video yang berkualitas
akan memperkuat posisi UMKM sebagai bagian dari penggerak ekonomi
kreatif di daerahnya.
6. Terciptanya Konten Promosi Berkelanjutan: Video dapat digunakan secara
terus-menerus di berbagai media sebagai alat promosi jangka panjang yang
efisien dan efektif.
1.6 JADWAL PENGAMBILAN VIDIO
Jadwal pengambilan Vidio disesuaikan berdasarkan kebutuhan asalkan tidak
melebihi waktu kontrak yang telah ditentukan.
RANGKAIAN KEGIATAN
Rangkaian kegiatan Pembuatan video iklan dan promosi produk UMKM Wilayah
Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar meliputi:
1. Persiapan dan Koordinasi Awal dengan Pihak yang terkait, seperti pihak
Pemerintah Daerah, pihak UMKM.
2. Penetapan UMKM dan Materi Vidio (Disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran)
3. Produksi Video di Lapangan
4. Editing dan Penyusunan Video Promosi
5. Review dan Evaluasi Karya Video
6. Pelaporan
TIM KREATIF
Tim Kreatif yang dilibatkan dalam pembuatan Vidio, minimal memenuhi standar
keahlian dan kompetensi minimal 3 orang di tim inti memiliki sertifikat kompetensi dari
BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), adapun Tim yang bisa dilibatkan diantaranya:
o Penulis Naskah (Script Writer)
o Produser
o Director of Photography (DOP)
o Pilot Drone
o Kameramen
o Vidio Editor
o Lightngman
o Grafis
o Soundman
o Manager Lokasi
o Dubber / Narator
o Runner
HARGA PERKIRAAN SENDIRI
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) (Terlampir).
SPESIFIKASI
Spesifikasi (Terlampir).
Banda Aceh, November 2025
Kuasa Pengguna Anggaran
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan
Menengah Aceh
Rosti Maidar, SE., M.Si
Pembina (IV/a)
NIP. 19760507 200112 2 004