URAIAN SINGKAT PEKERJAAN PERENCANAN PEMBANGUNAN SISTEM
DRAINASE PERKOTAAN
LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan yang harus ditangani oleh Konsultan dapat dikelompokkan dalam kegiatan-
kegiatan sebagai berikut :
a. Pengumpulan Data Lapangan
Pengumpulan data lapangan yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini dilakukan dengan
menggunakan cara yang sederhana (simplified methode).
b. Survey dan Investigasi
1. Pekerjaan Survey / Topografi
Pengukuran Topografi dilakukan pada daerah ruas jalan yang akan dilakukan pembuatan
rencana detail, meliputi lebar daerah milik jalan sebelah kiri dan kanan dari daerah
pengawasan jalan, sesuai dengan kebutuhan untuk perencanaan teknis.
Pekerjaan pengukuran ini meliputi pekerjaan-pekerjaan :
a) Pengukuran titik-titik kontrol horizontal dan vertikal (polygon utama) titik kontrol/polygon
utama dibuat pada titik awal/akhir dari setiap jarak maksimal 500 meter pada sumbu
jalan yang dimaksud.
b) Pengukuran situasi, penampang memanjang dan penampang melintang.
c) Penentuan koordinat pada awal ruas dan akhir ruas serta pada tempat yang diperlukan.
2. Pengukuran Situasi
Pengukuran situasi harus dilakukan secara cermat, semua data lapangan bangunan
permanen harus diukur misalnya : bangunan gedung, rumah-rumah permanen, pinggir bahu
jalan, pinggir selokan, letak gorong-gorong serta dimensinya, tiang listrik, tiang telepon serta
bangunan - bangunan lain yang dianggap perlu.
3. Pengukuran Penampang Memanjang
Pengukuran penampang memanjang diambil dari sumbu lintasan yang diusulkan.
Pengukuran beda tinggi titik-titik station diambil untuk setiap jarak 50 m. Titik-titik tersebut
harus diberi tanda patok di lapangan.
4. Pengukuran Penampang Melintang
Pengukuran penampang melintang diambil setiap jarak 50 m. Lebar pengukuran harus
meliputi daerah seluas / sejauh yang dibutuhkan dalam perencanaan.
a) Pemasangan patok-patok untuk titik ikat patok-patok tanda
Titik awal dan titik akhir sumbu jalan harus diikatkan pada titik-titik polygon yang telah dibuat
sebelumnya, dan diikatkan pada masing-masing dua buah patok ikat beton yang diletakkan
di tepi kiri dan kanan daerah penguasaan jalan sebagai titik-titik ikat / BM penolongnya.
b) Perhitungan Penggambaran Peta
Titik polygon utama harus dihitung koordinatnya berdasarkan pada metode kuadrat terkecil.
Penggambaran titik polygon tersebut sama sekali tidak diperkenankan secara grafis. Gambar
ukur yang merupakan gambar situasi digambar dengan skala 1 : 1000 dan garis ketinggian
dengan interval 1 m Ketinggian titik detail harus tercantum dalam gambar ukur, begitu pula
semua keterangan yang penting. Titik ikat atau titik mati serta titik-titik ikat baru harus
dimasukkan dalam gambar dengan diberi tanda khusus. Koordinat beserta ketinggian
polygon utama harus dicantumkan dalam gambar dan dilampiri daftar data koordinat dan
ketinggiannya dilampirkan.
c) Analisa Data Lapangan, Desain Dan Gambar - Gambar
Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan, konsultan harus mengadakan analisa
data dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Menganalisa hasil desain sehingga diperoleh hasil desain yang optimal dan selalu
memperhatikan batasan-batasan dalam biaya proyek.
2. Menganalisa dan menghitung volume pekerjaan.
3. Menyiapkan gambar-gambar yang diperlukan.
d) Penggambaran
Pemilihan type dan material perkerasan harus didasarkan pada pertimbangan dari
segi ekonomi, kondisi setempat, tingkat kebutuhan, kemampuan pelaksanaan,
dan syarat teknis lainnya.
Gambar rencana harus dibuat dengan jelas dan lengkap dengan memperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
1. Rencana diplot di atas layout yang cukup luas dan digambarkan jelas adalah rencana
yang akan ditangani/dikerjakan. Untuk membedakan dengan yang ada (existing) perlu
ditunjukkan dengan garis terputus.
2. Gambar situasi dibuat dengan perbandingan yang proporsional, dengan menampilkan
informasi umum disekitar jalan tersebut.
3. Potongan penampang memanjang.
4. Potongan penampang melintang.
5. Ukuran huruf disesuaikan dan harus jelas terbaca.
Susunan gambar rencana tersebut adalah sebagai berikut :
1. Sampul luar (cover) dan sampul.
2. Lembar judul yang membuat layout jalan.
3. Daftar isi.
4. Lembar daftar volume pekerjaan.
5. Typical Cross Section.
6. Gambar rencana trase jalan/alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal.
7. Gambar detail potongan melintang.
e) Perhitungan Volume Dan Perkiraan Biaya
a. Perhitungan Volume
Setiap ruas jalan yang direncanakan harus dihitung volume pekerjaan untuk tiap
bagian sesuai dengan masing-masing kontrak pelaksanaannya dan dikelompokkan
dalam bebarapa pekerjaan utama.
b. Perkiraan biaya
Analisa harga satuan menggunakan metode Cipta Karya berdasarkan faktor-faktor
material, peralatan, sosial pajak overhead dan keuntungan yang berlaku di daerah
setempat. Perkiraan biaya yang diperoleh dari analisa ini dibandingkan dengan proyek-
proyek sebelumnya di daerah sekitar lokasi.
c. Penyiapan Spesifikasi Teknik
Konsultan harus mempelajari menggunakan spesifikasi teknik standar yang dikeluarkan
oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. Apabila dalam spesifikasi teknik yang tersedia
tidak tercakup jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan, maka kosultan harus
menyiapkan Spesifikasi Khusus yang sesuai dengan pekerjaan.
Ambon, April 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
S. Marlissa, S.T.
Nip. 19910910 202203 1 006