Perencanan Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10105410000
Date: 17 April 2025
Year: 2025
KLPD: Kota Ambon
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 65,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 64,995,000
Winner (Pemenang): CV Bellvan Konsultan
NPWP: 09*4**2****41**0
RUP Code: 58762214
Work Location: Kota Ambon - Ambon (Kota)
Participants: 1
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN PERENCANAN PEMBANGUNAN   SISTEM            
                                                                     
                    DRAINASE PERKOTAAN                               
                                                                     
                                                                     
LINGKUP PEKERJAAN                                                    
Lingkup pekerjaan yang harus ditangani oleh Konsultan dapat dikelompokkan dalam kegiatan-
kegiatan sebagai berikut :                                           
                                                                     
a. Pengumpulan Data Lapangan                                         
   Pengumpulan data lapangan yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini dilakukan dengan
   menggunakan cara yang sederhana (simplified methode).             
b. Survey dan Investigasi                                            
                                                                     
  1. Pekerjaan Survey / Topografi                                    
    Pengukuran Topografi dilakukan pada daerah ruas jalan yang akan dilakukan pembuatan
    rencana detail, meliputi lebar daerah milik jalan sebelah kiri dan kanan dari daerah
    pengawasan jalan, sesuai dengan kebutuhan untuk perencanaan teknis.
    Pekerjaan pengukuran ini meliputi pekerjaan-pekerjaan :          
    a) Pengukuran titik-titik kontrol horizontal dan vertikal (polygon utama) titik kontrol/polygon
       utama dibuat pada titik awal/akhir dari setiap jarak maksimal 500 meter pada sumbu
                                                                     
       jalan yang dimaksud.                                          
    b) Pengukuran situasi, penampang memanjang dan penampang melintang.
    c) Penentuan koordinat pada awal ruas dan akhir ruas serta pada tempat yang diperlukan.
  2. Pengukuran Situasi                                              
                                                                     
    Pengukuran situasi harus dilakukan secara cermat, semua data lapangan bangunan
    permanen harus diukur misalnya : bangunan gedung, rumah-rumah permanen, pinggir bahu
    jalan, pinggir selokan, letak gorong-gorong serta dimensinya, tiang listrik, tiang telepon serta
    bangunan - bangunan lain yang dianggap perlu.                    
                                                                     
  3. Pengukuran Penampang Memanjang                                  
    Pengukuran penampang memanjang diambil dari sumbu lintasan yang diusulkan.
    Pengukuran beda tinggi titik-titik station diambil untuk setiap jarak 50 m. Titik-titik tersebut
    harus diberi tanda patok di lapangan.                            
                                                                     
 4. Pengukuran Penampang Melintang                                   
    Pengukuran penampang melintang diambil setiap jarak 50 m. Lebar pengukuran harus
    meliputi daerah seluas / sejauh yang dibutuhkan dalam perencanaan.
    a) Pemasangan patok-patok untuk titik ikat patok-patok tanda     
                                                                     
    Titik awal dan titik akhir sumbu jalan harus diikatkan pada titik-titik polygon yang telah dibuat
    sebelumnya, dan diikatkan pada masing-masing dua buah patok ikat beton yang diletakkan
    di tepi kiri dan kanan daerah penguasaan jalan sebagai titik-titik ikat / BM penolongnya.
    b) Perhitungan Penggambaran Peta                                 
                                                                     
    Titik polygon utama harus dihitung koordinatnya berdasarkan pada metode kuadrat terkecil.
    Penggambaran titik polygon tersebut sama sekali tidak diperkenankan secara grafis. Gambar
    ukur yang merupakan gambar situasi digambar dengan skala 1 : 1000 dan garis ketinggian
    dengan interval 1 m Ketinggian titik detail harus tercantum dalam gambar ukur, begitu pula
    semua keterangan yang penting. Titik ikat atau titik mati serta titik-titik ikat baru harus
    dimasukkan dalam gambar dengan diberi tanda khusus. Koordinat beserta ketinggian
    polygon utama harus dicantumkan dalam gambar dan dilampiri daftar data koordinat dan
    ketinggiannya dilampirkan.                                       
                                                                     
    c) Analisa Data Lapangan, Desain Dan Gambar - Gambar             
      Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan, konsultan harus mengadakan analisa
      data dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut :    
      1. Menganalisa hasil desain sehingga diperoleh hasil desain yang optimal dan selalu
        memperhatikan batasan-batasan dalam biaya proyek.            
      2. Menganalisa dan menghitung volume pekerjaan.                
      3. Menyiapkan gambar-gambar yang diperlukan.                   
    d) Penggambaran                                                  
      Pemilihan type dan material perkerasan harus didasarkan pada pertimbangan dari
      segi ekonomi, kondisi setempat, tingkat kebutuhan, kemampuan pelaksanaan,
      dan syarat teknis lainnya.                                     
     Gambar rencana harus dibuat dengan jelas dan lengkap dengan memperhatikan hal-hal
     sebagai berikut :                                               
     1. Rencana diplot di atas layout yang cukup luas dan digambarkan jelas adalah rencana
       yang akan ditangani/dikerjakan. Untuk membedakan dengan yang ada (existing) perlu
       ditunjukkan dengan garis terputus.                            
     2. Gambar situasi dibuat dengan perbandingan yang proporsional, dengan menampilkan
       informasi umum disekitar jalan tersebut.                      
     3. Potongan penampang memanjang.                                
     4. Potongan penampang melintang.                                
     5. Ukuran huruf disesuaikan dan harus jelas terbaca.            
     Susunan gambar rencana tersebut adalah sebagai berikut :        
     1. Sampul luar (cover) dan sampul.                              
     2. Lembar judul yang membuat layout jalan.                      
     3. Daftar isi.                                                  
     4. Lembar daftar volume pekerjaan.                              
                                                                     
     5. Typical Cross Section.                                       
     6. Gambar rencana trase jalan/alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal.
     7. Gambar detail potongan melintang.                            
    e) Perhitungan Volume Dan Perkiraan Biaya                        
                                                                     
      a. Perhitungan Volume                                          
        Setiap ruas jalan yang direncanakan harus dihitung volume pekerjaan untuk tiap
        bagian sesuai dengan masing-masing kontrak pelaksanaannya dan dikelompokkan
        dalam bebarapa pekerjaan utama.                              
      b. Perkiraan biaya                                             
        Analisa harga satuan menggunakan metode Cipta Karya berdasarkan faktor-faktor
        material, peralatan, sosial pajak overhead dan keuntungan yang berlaku di daerah
        setempat. Perkiraan biaya yang diperoleh dari analisa ini dibandingkan dengan proyek-
        proyek sebelumnya di daerah sekitar lokasi.                  
      c. Penyiapan Spesifikasi Teknik                                
        Konsultan harus mempelajari menggunakan spesifikasi teknik standar yang dikeluarkan
        oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. Apabila dalam spesifikasi teknik yang tersedia
        tidak tercakup jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan, maka kosultan harus
        menyiapkan Spesifikasi Khusus yang sesuai dengan pekerjaan.  
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                      Ambon,  April 2025             
                                                                     
                                     Pejabat Pembuat Komitmen        
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                        S. Marlissa, S.T.            
                                     Nip. 19910910 202203 1 006