URAIAN SINGKAT
Penyusunan Road Map Pengembangan GISTARU 2026
Geographic Information System Tata Ruang (GISTARU) merupakan sistem informasi
geospasial yang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN untuk meningkatkan
transparansi, efisiensi, dan kualitas penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia.
Melalui GISTARU, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengakses data
dan rencana tata ruang secara mudah, terbuka, dan realtime di seluruh wilayah
Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan penataan ruang dan pesatnya
perkembangan teknologi informasi, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap
kinerja dan fungsionalitas aplikasi yang ada, khususnya RTR Builder. Evaluasi ini
bertujuan untuk menilai efektivitas fitur spatial analysis, mengidentifikasi fungsi
yang belum berjalan optimal, serta menemukan kendala teknis dalam
penggunaannya. Hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam menentukan arah
perbaikan dan pengembangan sistem agar RTR Builder dapat berperan maksimal
sebagai platform analisis spasial dalam penyusunan rencana tata ruang.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, langkah selanjutnya adalah perlunya
penyusunan Road Map Pengembangan GISTARU 2026–2028. Dokumen ini akan
berfungsi sebagai panduan strategis untuk mengarahkan pengembangan fitur,
peningkatan integrasi data, serta penguatan kinerja sistem secara keseluruhan.
Dengan demikian, pengembangan GISTARU ke depan dapat lebih terarah dan
adaptif terhadap kebutuhan pengguna, dan selaras dengan kebijakan nasional di
bidang penataan ruang.
Ruang lingkup kegiatan ini, meliputi:
1. Menginventarisasi dokumen, data, dan informasi terkait GISTARU yang ada
saat ini. Termasuk dokumen desain atau arsitektur sistem RTR Builder, serta
kebijakan/standar teknis terkait (standar geospasial, dan sebagainya);
2. Evaluasi Fungsionalitas RTR Builder: Menelusuri dan menguji kinerja fitur-
fitur analytical tools pada RTR Builder guna menilai tingkat fungsionalitas
dan keandalannya. Setiap fitur, seperti overlay, buffering, dan analysis tools
lainnya yang tersedia dalam modul RTR Builder, akan dianalisis apakah telah
berjalan sesuai rencana, mengalami error, atau belum diimplementasikan
secara penuh. Seluruh temuan akan didokumentasikan secara sistematis
untuk menggambarkan kondisi aktual sistem;
3. Identifikasi akar permasalahan dari fitur-fitur RTR Builder yang tidak
berfungsi optimal berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya. Analisis mencakup
berbagai aspek penyebab, antara lain aspek perangkat lunak seperti bug pada
kode, kebutuhan pembaruan library, atau ketidaksesuaian versi sistem;
aspek infrastruktur seperti keterbatasan kapasitas server, konektivitas
jaringan, atau kecepatan pemrosesan data; serta aspek kualitas data,
termasuk ketidakseragaman format atau kesalahan pada data input yang
mengakibatkan analisis gagal dijalankan;
4. Menyusun rekomendasi solusi untuk setiap permasalahan yang ditemukan
pada RTR Builder. Rekomendasi bisa berupa perbaikan segera maupun
usulan pengembangan/modul baru yang perlu dimasukkan dalam road map
2026-2028. Prioritas rekomendasi ditentukan berdasarkan urgensi dan
dampak terhadap pengguna;
5. Penyusunan Road Map GISTARU 2026-2028: Merumuskan road map
pengembangan GISTARU untuk tiga tahun ke depan. Kegiatan ini mencakup
analisis kesenjangan (gap analysis) antara kondisi eksisting GISTARU dan
kondisi ideal yang diharapkan, penentuan target peningkatan di setiap
komponen sistem, serta tahapan implementasi per tahun. Ruang lingkup
road map meliputi: pengembangan fitur, peningkatan kualitas dan standar
data, peningkatan infrastruktur, serta mekanisme operasional dan
pemeliharaan. Setiap rencana tahunannya disertai target kinerja yang
terukur; dan
6. Penyusunan Laporan Akhir: Menyusun laporan akhir yang mencakup dua
komponen utama: (1) Dokumen Road Map Pengembangan GISTARU 2026-
2028, dan (2) Laporan Evaluasi dan Rekomendasi Optimalisasi RTR Builder.
Laporan dilengkapi lampiran-lampiran relevan (contoh screenshot kendala
RTR Builder, notulen diskusi, daftar referensi regulasi, dan lain-lain).
Konsultan juga menyampaikan paparan final di hadapan pejabat/Tim Teknis
Ditjen Tata Ruang mengenai temuan dan rekomendasi.