| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0701689978304000 | Rp 3,649,936,119 | - | |
| 0018806786304000 | Rp 3,520,488,074 | Riwayat pengalaman kerja/refferensi kerja dari pengguna jasa dianggap kurang dari yang dipersyaratkan. | |
| 0029799442306000 | Rp 3,681,514,544 | - Wakil peserta yang hadir pada saat pembuktian kualifikasi tidak sesuai dengan IKP - Riwayat pengalaman kerja/refferensi kerja dari pengguna jasa tidak valid | |
| 0913306858315000 | - | - | |
| 0020928149308000 | Rp 3,578,000,000 | Riwayat pengalaman kerja/refferensi kerja dari pengguna jasa dianggap kurang dari yang dipersyaratkan. | |
| 0028949105315000 | Rp 3,562,320,271 | Riwayat pengalaman kerja/refferensi kerja dari pengguna jasa kurang dari yang dipersyaratkan. | |
CV Sampur Berkah Abadi | 09*9**3****04**0 | Rp 3,263,278,561 | Dokumen penawaran Teknis yaitu daftar peralatan utama tidak disampaikan beserta surat perjanjian sewa beserta bukti kepemilikan/penguasaan terhadap peralatan dari pemberi sewa untuk peralatan dengan status sewa |
CV Pranaja Utama | 09*1**3****25**0 | - | - |
| 0717968317304000 | - | - | |
| 0723097101305000 | - | - | |
| 0935718775304000 | - | - | |
| 0630164309321000 | - | - | |
| 0391814043301000 | - | - | |
| 0016278020304000 | - | - | |
| 0020925921305000 | - | - | |
| 0014957450305000 | - | - | |
| 0821190915304000 | - | - | |
| 0716074158304000 | - | - | |
| 0665484275301000 | - | - | |
| 0943097493304000 | - | - | |
| 0027623131315000 | - | - | |
| 0937437457315000 | - | - | |
| 0604093385304000 | - | - | |
| 0924586076305000 | - | - | |
| 0016279010304000 | - | - | |
| 0827115353444000 | - | - | |
| 0022036024429000 | - | - | |
Rizal Jaya Kosntruksi | 04*2**6****01**0 | - | - |
| 0859825317307000 | - | - | |
| 0727548513304000 | - | - | |
| 0944836097315000 | - | - | |
CV Mitra Karya Terbaik | 00*8**7****15**0 | - | - |
| 0210483871304000 | - | - | |
CV Belza Pratama | 00*1**7****12**0 | - | - |
PT Lantabur Jaya Karya | 09*7**8****23**0 | - | - |
URAIAN SINGKAT
LANJUTAN PEMBANGUNAN KOLAM RETENSI SUNGAI MUNTOK
KABUPATEN BANGKA BARAT
LATAR BELAKANG
Sungai Cuilong, yang terletak di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung memiliki daerah tangkapan air yang relatif luas dengan tata
guna lahan yang bervariasi dan dinamis, sehingga alirannya berlangsung sepanjang tahun
dan debit pengalirannya cukup besar. Aliran sungai tersebut melalui beberapa daerah
berupa cekungan dan dataran rendah yang berpotensi untuk terjadinya banjir.
Permasalahan saat ini adalah adanya genangan banjir yang terjadi sepanjang Sungai Ulu
dan Sungai Cuilong di Kabupaten Bangka Barat sehingga berakibat pada produktivitas
lahan, panen mengalami kegagalan dan rusaknya infrastruktur sehingga menghambat
laju pembangunan. Kejadian banjir ini hampir terjadi setiap tahun dan genangan yang
terjadi umumnya berkisar antara 0,5-1,10 meter tersebar di sepanjang aliran sungai Ulu
dan Sungai Cuilong.
Untuk membantu dan mendorong terlaksananya upaya pengendalian bencana
banjir, baik oleh masyarakat pada umumnya dan pemerintah pada khususnya, maka
diperlukan suatu pembangunan kolam retensi sebagai bentuk pengendalian dan
penanggulangan bencana banjir di suatu wilayah
Pihak penyedia jasa harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan
setiap bagian pekerjaan konstruksi yang dihadapi di lapangan, yang secara garis besar
adalah sebagai berikut :
Pekerjaan Persiapan
1. Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan.
2. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart, S-Curve, dan Net Work Planning yang
diajukan oleh kontraktor pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada pengelola
proyek untuk mendapatkan persetujuan.
3. Melakukan mobilisasi demobilisasi terhadap peralatan, tenaga kerja dan bahan-
bahan yang ada dilapangan
4. Melakukan pengukuran awal/stake out dilapangan
5. Melakukan pekerjaan dewatering/pengedaman sungai
6. Melakukan pekerjaan bongkaran terhadap material/bahan yang tidak
digunakan/terpakai
Pekerjaan Dinding Penahan Tanah
1. Melakukan pekerjaan tanah berupa galian tanah dan timbunan tanah
2. Melakukan pekerjaan struktur berupa urugan, pembesian, pembetonan, bekisting,
pasangan batu, plesteran, drain hole, cerucuk dan pasangan bronjong.
Pekerjaan jalan inspeksi
1. Melakukan Pekerjaan pengukuran, Setelah posisi titik ukur tetap ditentukan,
menurut titik tetap tersebut dilakukan pengukuran terhadap titik dan elevasi
galian tanah. Tandai hasil pengukuran dengan memakai patok kayu yang diberi
warna cat.
2. Melakukan Pekerjaan galian tanah. Pekerjaan galian tanah dengan memakai alat
secara manual/mekanis. Pasang patok dan benang untuk pola galian.
Gali tanah dengan pola patok dan benang yang telah dipasang.
Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak mengganggu
pelaksanaan pekerjaan.
Galian tanah dilakukan hingga kedalaman dan lebar sesuai rencana.
Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan
memakai alat ukur manual atau dengan theodolith.
Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa drainase secukupnya
semoga air sanggup segera dipompa ke luar, sehingga tidak mengganggu proses
pekerjaan.
3. Melakukan bekisting dan pembesian dengan wiremesh dia 6”
pekerjaan pagar panel BRC dan panel beton precast
1. Pemasangan Pondasi
Ada beberapa jenis pondasi yang digunakan pada pekerjaan pagar beton,
tetapi umumnya pondasi yang dipakai adalah pondasi batu kali. Pengerjaan
pondasi batu kali dilakukan dengan memperhatikan lubang sparing tempat
kolom pagar beton akan dipasang
2. Pemasangan Kolom Beton
Kolom pagar dipasang pada lubang/sparing pada pondasi batu kali
yang sudah tersedia, dengan uraian metode kerja seperti berikut :
Kolom diangkat dengan menggunakan tripod, kemudian dimasukkan
kedalam lubang/sparing yang telah disediakan.
Cek kelurusan horizontal dan vertical kolom agar posisi kolom presisi
terhadap kolom lainnya.
Setelah kolom selesai terpasang/berdiri lurus, maka lubang/sparing akan
ditutup dengan memasang batu kali sesuai dengan gambar.
3. Sloof Beton
Pekerjaan sloof beton berfungsi untuk menjepit kolom pagar oleh
karena itu sloof dilaksanakan setelah Kolom Pagar berdiri / terpasang,
pekerjaan sloof dilaksanakan dengan uraian metode kerja seperti berikut :
Tahap pertama adalah melakukan Pembesian untuk sloof beton
dengan ukuran sesuai gambar rencana, pada saat pemasangan besi
harus diperhatikan bahwa besi tulangan harus benar-benar menjepit
kolom.
Selanjutnya adalah pemasangan bekisting dengan ketentuan sesuai
dengan spesifikasi teknis. Setelah pembesian dan bekisting
terpasang serta telah disetujui oleh Pengawas Lapangan,
selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Sloof menggunakan
Beton K-250 atau sesuai spesifikasi teknis.
Sebelum dilakukan pengecoran sloof maka akan dilaksanakan
pemeriksaan akhir pekerjaan dan pembersihan lokasi pengecoran.
Pengecoran dilaksanakan menggunakan ready mix namun apabila
tidak memungkinkan, pengecoran dilaksanakan secara site mix
menggunakan beton molen mixer.
Campuran beton yang sudah homogen dituangkan ke dalam
bekisting. Setelah beton dituangkan kedalam bekisting, beton
tersebut akan dipadatkan menggunakan alat bernama concrete
vibrator agar udara yang masih ada didalam adukan keluar,
pemadatan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis
4. Panel Beton
Jika sloof sudah dicor maka tahap selanjutnya adalah pemasangan
panel beton. Pemasangan komponen ini bisa menggunakan tenaga
manusia saja atau dengan tambahan alat tripod. Pada umumnya
pemasangan pagar beton menggunakan tripod. Pemasangan pagar beton
hanya dengan tenaga manusia saja dapat mengakibatkan bagian sudut
panel beton pecah sedikit. Hal ini dikarenakan cara pemasangan kolomnya
digoyang masuk/turun agar panel beton masuk, sehingga kemungkinan
akan mengalami kerusakan-kerusakan kecil di beberapa bagian pagar
beton. Untuk itu, metode pemasangan panel beton yang baik adalah
dengan menggunakan alat bantu tripod. Jika tidak ada tripod, maka dapat
menggunakan kayu atau bambu 3 batang dan katrol sederhana.
Setelah panel beton terpasang, maka selesailah pengerjaan
pembuatan pagar panel beton. Namun demikian, jika ingin menambahkan
kawat duri di atas pagar beton maka perlu disampaikan diawal kepada
pihak vendor sehingga diujung kolom beton disediakan lubang untuk
memasang besi siku.
Adapun untuk cat sebagai finishing tergantung selera pemilik lahan,
biasanya pagar beton tidak di cat karena permukaannya sudah halus dan
rapi.
Pekerjaan Saluran U Ditch
1. Persiapan area pek pemasangan saluran U ditch
Cara pemasangan U ditch tahap persiapan , survey lokasi sekaligus
mengukur area. Untuk mengetahui lokasi tersebut untuk konstruksi
pengairan
2. Penggalian area kerja
Penggalian area dilakukan dengan baik menggunakan alat berat yaitu
excavator agar tidak terjadi kesalahan dan penyumbatan aliran air
3. Setting U ditch kedalam lubang
Proses peletakan atau pemasangan u ditch itu sendiri pada area yang
sudah digali sebelumnya. Metode pemasangan drainase U ditch dilakukan
menggunakan alat berat seperti excavator/crane. Kemudian disambung
menggunakan plat penyambung dan semen. Saluran drainase U ditch yang
sudah bisa dipasang atau diletakkan pada area konstruksi adalah yang
sudah berusia 7 hari setelah proses pabrikasi di pabrik beton dan telah
melalui standar mutu yang berlaku.
4. Pengurugan dan pemadatan area pek sal U ditch
Setelah U ditch dipasang, hal terakhir yang perlu dilakukan dalam metode
pelaksanaan pekerjaan saluran U ditch adalah pengurugan dan pemadatan
area konstruksi. Saat melakukan penggalian pada proses kedua, tentu ada
tanah galian yang biasanya diletakkan disamping kanan dan kiri area.
Tanah tersebut yang kemudian diurug dan dipadatkan secara hati-hati di
sisi-sisi U dtich agar saluran air tidak bergeser.
Konsultasi.
1. Melakukan konsultasi ke Pengguna Jasa untuk membahas segala masalah dan
persoalan yang timbul selama masa pembangunan.
2. Mengadakan rapat lapangan secara berkala, sedikitnya dua kali dalam sebulan,
dengan Pengguna Jasa, perencana dan pengawas pekerjaan dengan tujuan untuk
membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan, untuk
kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua Pihak yang
bersangkutan, serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian.
3. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak.
Laporan.
1. Memberikan Laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis kepada
Pengguna Jasa, mengenai volume, prosentase dan nilai bobot bagian-bagian
pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana.
2. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan dan dibandingkan
dengan jadwal yang telah disetujui.
3. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan alat
yang digunakan.
4. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh pemborong
terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan, yang dibuat
oleh Pemborong (Shop Drawing).
Dokumen.
1. Menerima dan menyiapkan berita Acara sehubungan dengan penyelesaian
pekerjaan di lapangan, serta untuk keperluan pembayaran angsuran.
2. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan, serta penambahan
atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran.
3. Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan bulanan, Berita Acara
kemajuan Pekerjaan, Penyerahan Pertama dan Kedua serta formulir-formulir
lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan.
Pangkalpinang, Maret 2024
Ditetapkan oleh,
Pejabat Pembuat Komitmen
dto
Kasta Agung Pertala, S.T., M.T.
NIP. 19770218 200701 1 010