| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0761032630543000 | Rp 215,906,100 | 89.54 | 92.68 | - | |
| 0011188190429000 | Rp 220,779,000 | 92.29 | 93.94 | - | |
| 0016916140429000 | Rp 224,969,250 | 95.04 | 95.32 | - | |
| 0027790963423000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan kualifikasi pengalaman teknis karena tidak menyampaikan data yang diminta pada saat klarifikasi | |
| 0805022373541000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan kualifikasi pengalaman teknis karena tidak menyampaikan data yang diminta pada saat klarifikasi | |
| 0315528190423000 | - | - | - | - | |
| 0031972706304000 | - | 69.67 | - | nilai unsur pengalaman perusahaan tidak memenuhi ambang batas | |
| 0702831264429000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan kualifikasi pengalaman teknis karena tidak menyampaikan data yang diminta pada saat klarifikasi | |
| 0013416813013000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan kualifikasi pengalaman teknis karena tidak menyampaikan data yang diminta pada saat klarifikasi | |
| 0834001901304000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan kualifikasi pengalaman teknis | |
| 0313270324424000 | - | - | - | - | |
| 0032688483444000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi karena tidak menyampaikan data yang diminta pada saat klarifikasi | |
| 0026339085304000 | - | - | - | Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi pengalaman minimal dan nilai kualifikasi teknis dibawah ambang batas | |
| 0027786813423000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan kualifikasi pengalaman teknis karena tidak menyampaikan data yang diminta pada saat klarifikasi | |
| 0022497275401000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan kualifikasi pengalaman teknis karena tidak menyampaikan data yang diminta pada saat klarifikasi | |
| 0023905375429000 | - | - | - | Tidak lulus kualifikasi administarsi karena tidak melampirkan Bukti Kompetensi dan referensi pengalaman Tenaga Ahli | |
| 0024461253424000 | - | - | - | nilai kualifikasi teknis dibawah ambang batas | |
| 0014657134428000 | - | - | - | - | |
| 0024460586424000 | - | - | - | - | |
| 0718376338305000 | - | - | - | - | |
| 0024901464315000 | - | - | - | - | |
| 0902261619305000 | - | - | - | - | |
| 0014430045308000 | - | - | - | - | |
| 0014963276218000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
KONSULTANSI PERENCANAAN FEASIBILITY STUDY /FS
PENYEDIAAN AIR BAKU LINTAS KAB/KOTA WS BELITUNG
Gambaran Umum
Keberhasilan pengembangan potensi wilayah dalam kenyataannya akan
diikuti oleh peningkatan kebutuhan penyediaan baku (air bersih, air irigasi,
industri,dll). Sementara itu perubahan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan
pengembangan sumber –sumber air menyebabkan perubahan pada karakter
hidrologi yang pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan kapasitas persediaan
air didaerah yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu dijaga suatu kondisi dimana
minimal terjadi kesetimbangan air antara kebutuhan dan ketersediaan air.
Keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan harus dijaga dengan
menyelengarakan perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan yang terpadu.
Pengelolaan sumber daya air harus diarahkan untuk mewujudkan sinergi dan
keterpaduan yang harmonis antar wilayah, antar sektor dan antar generasi, dengan
memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi secara selaras.
Kebutuhan air baku untuk berbagai keperluan semakin meningkat terlebih di
Pulau Belitung yang merupakan pulau kedua terbesar setelah pulau Bangka.
Berdasarkan permen PUPR nomor 14 tahun 2015, tentang kewenangan wilayah
sungai, WS Belitung termasuk dalam wilayah sungai kewenangan pemerintah
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum Penataan
Ruang Dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung melakukan kegiatan studi kelayakan penyediaan air baku WS Belitung,
sebagai wujud pengembangan penyediaan air baku bagi daerah-daerah penyangga
Ibu Kota yang sangat rawan kekeringan dan sebagai upaya pemerataan hasil
pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat
kabupaten/kota. Studi ini diperlukan agar dapat diketahui pemenuhan ketersediaan
air baku untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan potensi sumber air yang
ada di wilayah sungai Belitung. Potensi sumber air diharapkan dapat dijadikan
indikator dalam jumlah pemenuhan kebutuhan air untuk kondisi wilayah, sehingga
KERANGKA ACUAN KERJA
air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan pengembangan sumber daya air
dapat dilaksanakan dengan tepat dan juga diharapkan dapat mengatasi
kekeringan/kelangkaan air di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur
Maksud kegiatan ini adalah melakukan inventariasasi secara menyeluruh
terhadap potensi sumber air baku yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air
baku.
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
a. Diperolehnya data-data potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan
sebagai sumber air baku bagi memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten
Belitung dan Kabupaten Belitung Timur
b. Tersedianya data untuk memberikan dukungan data untuk perencanaan
bangunan, termasuk informasi mengenai kebutuhan ruang yang disesuaikan
dengan fungsi dan kebutuhan.
Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
a. Terciptanya pedoman atau arahan teknis sebagai acuan yang jelas dalam
pelaksanaan/impelentasi Penyusunan Penyediaan Potensi Air Baku untuk
Pengembangan jaringan Sumber Daya Air
b. Terselenggaranya Perencanaan studi kelayakan penyediaan air baku sesuai
dengan standar (SOP) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sehingga
dapat dipertanggungjawabkan khususnya dari segi kualitas
Lokasi pelaksanaan studi adalah wilayah Kabupaten Belitung dan
Kabupaten Belitung Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Adapun output dari kegiatan ini:
1. Mendapatkan gambaran mengenai kondisi infrastruktur yang memberi
kontribusi ketersediaan air baik itu visual dan lokasi infrastruktur terpasang pada
jaringan air baku (lokasi, tahun, besaran debit, koordinat dan daerah layanan)
2. Mendapatkan hasil inventaris infrastruktur terbangun jaringan air baku untuk
mendukung kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan.
3. Mendapatkan hasil data base potensi air baku pada WS Belitung.
KERANGKA ACUAN KERJA
Manfaat dari kegiatan ini adalah Ketersediaan data terkait dengan data base
potensi air baku dan sistem penyediaan air baku yang terintegrasi sehingga
dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan air baku/air
bersih.
Total biaya yang diperlukan untuk kegiatan FS Penyediaan Air Baku Lintas
Kab/Kota WS Belitung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rp.240.000.000,-
(Dua ratus empat puluh juta rupiah) yang berasal dari DIPA Dinas Pekerjaan
Umum Penataan Ruang Dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung tahun anggaran 2024.
Lingkup pekerjaan meliputi sebagai berikut:
a. Kegiatan Persiapan
Persiapan Administrasi dan Teknis
Persiapan untuk melaksanakan pekerjaan yang menyangkut administrasi
(surat menyurat) maupun teknik (persiapan personil, persiapan
peralatan, dan koordinasi antar personil dan dengan pemilik pekerjaan).
Sehingga Kegiatan administrasi sesuai dengan kebutuhan kegiatan serta
dapat diciptakannya hubungan kerjasama yang baik antar personil
konsultan penyedia jasa dan dengan pemilik pekerjaan serta pihak-
pihak terkait dalam rangka mewujudkan pelaksanaan kegiatan yang
tepat biaya, waktu dan mutu.
Pengumpulan data Sekunder dan Survei Pendahuluan
Pengumpulan data dan survei pendahuluan dilakukan oleh Tenaga Ahli
yang terlibat. Survei pendahuluan ini merupakan tahap awal
pelaksanaan pekerjaan dan juga untuk pengenalan lapangan,
pengambilan data-data visual dan data sekunder awal yang digunakan
dalam pengecekan kondisi lokasi. Uraian kegiatan yang harus dilakukan
antara lain:
- Membuat konsep pengumpulan data sekunder
- Menyusun konsep format data sekunder dan primer yang
direncanakan.
- Pengumpulan data sekunder yang terkait dengan Air Baku.
KERANGKA ACUAN KERJA
- Melakukan pendekatan pada instansi terkait sehingga dapat tercapai
koordinasi dan komunikasi yang optimal
b. Kegiatan Survey
Pada tahap ini yang dilakukan oleh Konsultan adalah:
Pengumpulan Data Primer
Data Primer merupakan data yang diperoleh secara langsung
dilapangan sebagai data terbaru, tentunya data ini merupakan hasil
kondisi terakhir di lapangan seperti:
- Kondisi sistem jaringan penyediaan air baku terbangun
- Penyebaran kuisioner mengenai kondisi infrastruktur Air Baku serta
kondisi ketersediaan air dan data kebutuhan air.
c. Kegiatan Pengolahan Data
Dalam kegiatan ini, Konsultan wajib melaksanakan analisa terhadap
data survey yang telah dilakukan. Adapun analisa yang dilakukan
adalah:
Analisa Data Sekunder dan Hasil Inventaris
Dalam analisa data sekunder dan hasil inventaris dilakukan
pengolahan data baik data hasil pemantauan langsung dan
inventaris maupun data dari dokumen terdahulu. Analisa data ini
dilakukan berdasarkan dengan pembagian setiap cluster DAS dan
Administrasi Kabupaten/Kota. Dari hasil pengolahan data tersebut
akan dituangkan kedalam database jaringan penyediaan air baku
lengkap dengan atribut informasi didalamnya
Analisa Hidrologi
Analisa yang dilakukan diantaranya adalah menghitung potensi
sumber daya air, ketersediaan air dan mereview kebutuhan air dari
data sekunder yang ada di Wilayah Sungai Belitung.
Analisa Sosial dan Budaya
Pada kegiatan analisa sosial dan budaya ini diantaranya melakukan
evaluasi mengenai lembaga pengelola sumber daya air yang sudah
eksisting
d. Penyusunan Produk Akhir
KERANGKA ACUAN KERJA
Pembuatan Peta potensi Air Baku
Laporan yang berisi Potensi air permukaan dan kondisi debit
saat musim kemarau dan hujan, kebutuhan/kapasitas debit
Laporan Hasil Pengujian Laboratorium Air Baku
Potensi Pengembangan air baku untuk memenuhi SPAM akses
layak aman baik melalui jaringan perpipaan maupun non
perpipaan
e. Batasan Kegiatan
Agar suatu kajian dapat menghasilkan produk yang tepat, perlu
dilakukan pembatasan-pembatasan sehingga kajian dapat lengkap dan
terarah. Adapun batasan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah
konsultan harus sudah menggambarkan kondisi eksisting yang ada,
kondisi sekarang dalam lingkup study dan proyeksi kedepan dari
kegiatan ini. Untuk itu, dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu
ditetapkannya batasan kegiatan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
Pengumpulan data sekunder dilakukan pada instansi terkait dan
memiliki sumber yang jelas
Lingkup kegiatan adalah sebagai berikut:
- Untuk pengumpulan data sekunder meliputi data kondisi
penyediaan air baku yang pernah dibangun oleh pemerintah daerah
ataupun desa.
Pangkalpinang, April 2024
Pejabat Pembuat Komitmen
dto
Kasta Agung Pertala,ST
NIP.19770218 200701 1 010
KERANGKA ACUAN KERJA