Latar Belakang
Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu kabupaten yang berada diprovinsi
Jawa Barat dengan Luas wilayah berdasarkan hasil analisis review RTRW tahun 2022 adalah
1.284,67 Km2 atau 128.467 Ha, yang secara administratif terbagi menjadi 16 Kecamatan dan
165 desa
Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan
Kabupaten Bandung Barat di Propinsi Jawa Barat, telah memberikan peluang sekaligus
tantangan bagi pelaksanaan otonomi daerah yang makin luas, nyata dan bertanggung jawab.
RPJPD Kabupaten Bandung Barat Tahun 2025 - 2029 yang memiliki visi
Mewujudkan Bandung Barat “Amanah” (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, Harmonis)
dengan Misi sebagai berikut :
1. Meningkatkan Kualitas SDM Unggul yang Berakhlak dan Berkarakter
2. Meningkatkan Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Berbasis Potensi Sektor
Unggulan Daerah
3. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Profesional, Inovatif, Transparan dan
Akuntabel
4. Mempercepat Pembangunan Infrastruktur dan Aksebilitas Wilayah
5. Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup yang Tangguh dan Berkelanjutan
6. Mewujudkan Kondisi yang Harmonis di Masyarakat Sesuai Kearifan Budaya Lokal.
Dalam rangka mewujudkannya RPJPD Kabupaten Bandung Barat khususnya Dinas
Koperasi Usaha Kecil Menengah mempunyai tujuan yaitu Menumbuh kembangkan
kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas serta produktivitas koperasi
Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Potensi UMKM Kabupaten Bandung Barat tersebar di
seluruh kecamatan yang terdiri dari produk kuliner, fashion, craft, jasa, pertanian dan
peternakan.
Dalam hal ini kapasitas sumber daya manusia dan pemasaran produk UMKM harus
mendapat prioritas pembinaan dan pengembangan, baik itu aparatur pembina, pelaku
UMKM maupun produk UMKM itu sendiri. hal itu sejalan dengan pesatnya perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi dan persaingan usaha, sehingga perlu adanya peningkatan
kualitas SDM dengan meningkatkan ilmu pengetahuan, wawasan dan keterampilan di
berbagai bidang melalui pelatihan-pelatihan serta pemasaran produk dalam hal ini adalah
Pelatihan, pembinaan dan peningkatan Sarana Prasarana pengembangan produk UMKM,
tentunya hal tersebut perlu didukung oleh tersedianya sarana/prasarana dan anggaran yang
memadai.
Produk-produk UMKM Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi pasar yang besar,
baik pasar Domestik maupun Eksport. Produk-produk UMKM Kabupaten Bandung Barat
harus terus dikembangkan melalui Program Pengembangan Produk secara komprehensip,
sehingga dapat diperoleh sebuah nilai tambah produk yang akan memberikan kontribusi bagi
pertumbuhan ekonomi. Produk-produk UMKM meskipun memiliki potensi pasar yang besar
akan tetapi masih memiliki keterbatasan-keterbatasan, diantaranya dalam hal standar
kualitas produk, design produk, kontinuitas produksi, kemasan produk dan pemasaran
produk yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang ada sekarang ini. Keterbatasan
tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi, tidak hanya oleh pelaku UMKM, tapi
juga oleh semua pihak termasuk oleh Pemerintah.
Dalam rangka peningkatan UMKM, harus ada upaya-upaya yang harus dilakukan
oleh pemerintah diantaranya berupa Pelatihan, pembinaan dalam rangka pengembangan
UMKM. Upaya tersebut penting dilakukan agar produk UMKM memiliki daya saing dalam
menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka dan kompetitif, yang pada akhirnya
dapat meningkatkan peran UMKM dalam pertumbuhan perekonomian, penyerapan tenaga
kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjadi pilar ekonomi kerakyatan.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemasaran UMKM yaitu dengan
promosi yaitu mengikuti kegiatan pameran baik ditingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional
maupun international. Pameran di Tingkat daerah merupakan salah satu event pameran
yang bertujuan untuk memperkenalkan produk lokal di wilayah sendiri, oleh karena itu
Pemkab Bandung Barat dalam rangka memperingati HUT KBB ke 18, HUT RI ke 80
dan Hari UMKM, akan mengadakan Bazar UMKM, Talkshow, Lounching UMKM naik
kelas, Baking Demo dan UMKM Award menghadirkan seluruh potensi ekonomi yang
ada di wilayahnya. Tentunya hal tersebut diharapkan berimbas pada meningkatnya
perekonomian masyarakat