URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEKERJAAN BEBAN JASA TENAGA AHLI
Dinas Arsip dan Perpustakaan
Kabupaten Bandung Barat
Tahun 2025
1. LATAR BELAKANG
Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan
fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa dan daerah. Dalam
konteks global dan nasional, tingkat literasi masyarakat menjadi
salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas sumber daya
manusia, yang tidak hanya terbatas pada kemampuan baca-tulis,
tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan modern.
Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan pembangunan
literasi sebagai agenda strategis untuk meningkatkan daya saing
bangsa di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Literasi modern didefinisikan dalam enam pilar yang saling
berkaitan: literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, dan
budaya-kewarganegaraan. Literasi digital, misalnya, krusial bagi
masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital dan
mengakses informasi secara aman. Literasi finansial penting untuk
mendorong kesejahteraan ekonomi individu dan keluarga.
Sementara itu, literasi budaya-kewarganegaraan membentuk
identitas yang kuat dan partisipasi aktif dalam pembangunan sosial.
Keenam pilar ini harus dikembangkan secara terpadu untuk
menciptakan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan karakteristik geografis
dan demografis yang unik, menghadapi tantangan sekaligus
memiliki potensi besar dalam upaya peningkatan literasi. Sebagai
wilayah penyangga ibu kota provinsi dan memiliki sektor pariwisata
serta pertanian yang berkembang, KBB memerlukan masyarakat
yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga cakap dalam
berbagai bentuk literasi fungsional. Namun, tanpa data yang akurat
dan komprehensif, perumusan kebijakan dan alokasi sumber daya
untuk program literasi akan kurang tepat sasaran.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian yang mendalam dan
terstruktur untuk mengukur Indeks Pembangunan Literasi
Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Bandung Barat. Kajian ini akan
menjadi landasan data yang kuat untuk memetakan kondisi aktual,
mengidentifikasi celah dan hambatan, serta merumuskan
rekomendasi kebijakan yang efektif dan terukur. Dengan adanya
IPLM, pemerintah daerah dapat memiliki alat ukur yang jelas untuk
memonitor kemajuan literasi masyarakat secara berkelanjutan dan
merancang intervensi yang benar-benar dibutuhkan oleh
masyarakat.
TUJUAN UMUM
Melakukan kajian ilmiah untuk mengukur Indeks Pembangunan
Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Bandung Barat.
RUANG LINGKUP
Kajian ini mencakup:
a) Penyusunan instrumen pengukuran literasi yang relevan
dengan konteks KBB.
b) Pengumpulan data primer melalui survei, wawancara, dan
Focus Group Discussion (FGD).
c) Pengumpulan data sekunder dari instansi terkait (Dinas
Pendidikan, Dinas Perpustakaan, BPS, dll.).
d) Analisis data dan perhitungan IPLM.
e) Penyusunan laporan kajian yang berisi temuan, analisis, dan
rekomendasi kebijakan.
WAKTU DAN JADWAL PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan ini adalah 60 hari kalender, adapaun jadwal
pelaksanaan sebagai berikut:
No. Tahapan Kegiatan Bulan 1 Bulan 2
Persiapan & Penyusunan
1. X
Instrumen
2. Pengumpulan Data Lapangan X
Analisis Data & Penyusunan
3. X
Laporan
4. Presentasi & Diskusi Hasil X
PEMBIAYAAN
Biaya pelaksanaan kegiatan akan dialokasikan dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat
Tahun Anggaran 2025 Dinas Arsip dan Perpustakaan.