Penilaian Teknis Aset Pipa, Aset Bangunan Dan Pendukung Lainnya Perumda Tirta Wibawa Mukti

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10642358000
Date: 1 December 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Bandung Barat
Work Unit: Sekretariat Daerah
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 96,715,500
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 75,791,609
Winner (Pemenang): PT Aqmal Jaya Abadi
NPWP: 745585570421000
RUP Code: 61299962
Work Location: Bagian Perekonomian - Bandung Barat (Kab.)
Participants: 1
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                                              
                                                                      
Penilaian Teknis Aset Pipa, Aset Bangunan, dan Pendukung Lainnya      
Perumda Tirta Wibawa Mukti                                            
                                                                      
    Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Wibawa Mukti sebagai       
                                                                      
badan usaha milik daerah yang bergerak dalam penyediaan air bersih    
memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas hidup   
                                                                      
masyarakat, pertumbuhan ekonomi regional, serta pemenuhan standar     
pelayanan minimal di bidang air minum. Dalam menjalankan fungsinya,   
                                                                      
Perumda mengandalkan jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang 
                                                                      
tersusun dari berbagai komponen aset teknis, mulai dari jaringan perpipaan,
instalasi bangunan, hingga fasilitas pendukung lain seperti reservoir, pompa,
                                                                      
valve, meter induk, dan perlengkapan operasional.                     
    Seiring bertambahnya jumlah penduduk, pertumbuhan kawasan         
                                                                      
permukiman, serta perubahan pola konsumsi air masyarakat, beban kinerja
                                                                      
sistem perpipaan dan bangunan penunjang semakin meningkat. Di beberapa
kecamatan, pertumbuhan pelanggan mencapai 3–5% per tahun, sehingga    
                                                                      
menuntut kesiapan infrastruktur dari sisi kapasitas maupun kehandalan 
operasi. Jaringan pipa yang dibangun secara bertahap selama lebih dari satu
                                                                      
dekade kini berada pada kondisi yang bervariasi; ada yang masih berfungsi
optimal, tetapi tidak sedikit yang menunjukkan tanda-tanda penurunan  
                                                                      
kualitas seperti kebocoran, karat, sedimentasi, atau penurunan tekanan (loss
                                                                      
of pressure).                                                         
    Data internal Perumda menunjukkan bahwa tingkat kebocoran non     
                                                                      
revenue water (NRW) rata-rata masih berkisar 28–35%. Angka ini tergolong
cukup tinggi dibandingkan standar nasional yang menargetkan NRW berada
                                                                      
di bawah 20%. Salah satu faktor terbesar penyebab tingginya NRW adalah
                                                                      
usia aset pipa yang sudah melewati umur teknis, penyambungan liar,    
kerusakan jaringan bawah tanah akibat pembangunan infrastruktur eksternal,
                                                                      
serta kelemahan sistem monitoring terhadap pipa-pipa lama yang tidak lagi
tercatat secara akurat dalam sistem inventaris aset.                  
                                                                      
    Selain jaringan perpipaan, keberadaan aset bangunan seperti reservoir,
                                                                      
kantor pelayanan, unit pengolahan air, rumah pompa, dan bangunan      
operasional lainnya memegang peranan penting untuk menjamin kualitas dan
                                                                      
                                                                      
                                                                      
kontinuitas layanan. Banyak bangunan yang dibangun pada periode 2005– 
                                                                      
2015, sehingga kini memasuki siklus usia 10–20 tahun—masa di mana     
dilakukan evaluasi menyeluruh terkait struktur, fungsi, kelayakan, serta
                                                                      
kebutuhan revitalisasi. Di beberapa titik, ditemukan indikasi penurunan
                                                                      
kualitas struktur bangunan, seperti retak rambut, penurunan daya dukung
pondasi, serta ketidaksesuaian kapasitas bangunan dengan beban        
                                                                      
operasional saat ini.                                                 
    Aset pendukung lain seperti pompa, genset, panel listrik, flow meter,
                                                                      
gate valve, dan hydrant juga harus mendapatkan perhatian serius, mengingat
                                                                      
komponen-komponen inilah yang menentukan kestabilan suplai air dan    
kemampuan  Perumda dalam mengatasi gangguan teknis di lapangan.       
                                                                      
Berdasarkan laporan operasional, beberapa equipment telah beroperasi lebih
dari 7–10 tahun tanpa dilakukan evaluasi komprehensif, sehingga rawan 
                                                                      
mengalami penurunan efisiensi dan kenaikan biaya operasional.         
                                                                      
    Selain faktor teknis, aspek legal, administratif, dan akuntabilitas
pengelolaan aset juga menjadi alasan pentingnya dilakukan penilaian teknis
                                                                      
ini. Pemerintah daerah melalui ketentuan akuntansi aset menuntut semua
BUMD   untuk memiliki data aset yang valid, mutakhir, dan dapat       
                                                                      
dipertanggungjawabkan. Sayangnya, pada banyak perusahaan daerah, data 
inventaris sering kali tidak sejalan dengan kondisi aset di lapangan. Beberapa
                                                                      
aset belum teridentifikasi lokasi koordinatnya, tidak memiliki catatan
                                                                      
pemeliharaan yang lengkap, atau belum dilakukan pembaruan nilai aset  
sesuai kondisi fisik. Ketidaksinkronan ini berpotensi menimbulkan masalah
                                                                      
dalam  auditing, perencanaan investasi, hingga penyusunan laporan     
keuangan.                                                             
                                                                      
    Selain itu, penilaian teknis juga menjadi dasar penting bagi Perumda
                                                                      
Tirta Wibawa Mukti dalam menyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan Air 
Minum (RISPAM) maupun dokumen rencana jangka panjang lainnya. Tanpa   
                                                                      
data teknis yang akurat, perencanaan kapasitas, rehabilitasi jaringan, dan
pengembangan layanan tidak akan dapat dilakukan secara efektif. Penilaian
                                                                      
ini juga penting sebagai acuan dalam menentukan prioritas pembangunan,
                                                                      
perhitungan kebutuhan anggaran, pemetaan risiko teknis, serta penyusunan
strategi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.                     
                                                                      
                                                                      
                                                                      
    Dari sisi pelayanan, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih terus
                                                                      
meningkat, sementara gangguan layanan seperti tekanan rendah, air tidak
mengalir saat jam puncak, dan kebocoran pipa di beberapa zona distribusi
                                                                      
masih terjadi. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kepuasan pelanggan, tetapi
                                                                      
juga berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan. Oleh karena itu,     
penilaian teknis aset menjadi momentum untuk memastikan bahwa seluruh 
                                                                      
infrastruktur yang dimiliki Perumda dapat memberikan manfaat optimal dan
mendukung keberlanjutan usaha.                                        
                                                                      
    Penilaian teknis juga mendukung penerapan prinsip good corporate  
                                                                      
governance (GCG) dalam pengelolaan perusahaan daerah. Dengan adanya   
data teknis yang akurat dan terukur, proses pengambilan keputusan akan
                                                                      
lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Perusahaan dapat    
memastikan bahwa setiap rupiah investasi yang dikeluarkan benar-benar 
                                                                      
berdasarkan analisis kebutuhan yang jelas dan tidak hanya karena asumsi
                                                                      
umum. Hal ini juga membuka ruang bagi peningkatan efisiensi operasional,
termasuk pengurangan kebocoran, penurunan biaya perawatan jangka      
                                                                      
panjang, peningkatan umur teknis aset, dan optimalisasi penggunaan    
anggaran.                                                             
                                                                      
    Berdasarkan seluruh kondisi tersebut, maka Penilaian Teknis Aset Pipa,
Aset Bangunan, dan Pendukung Lainnya Perumda Tirta Wibawa Mukti       
                                                                      
menjadi kebutuhan mendesak yang harus dilaksanakan secara profesional,
                                                                      
terukur, dan komprehensif. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi pijakan
strategis dalam menyusun rencana pengembangan, rehabilitasi, peremajaan
                                                                      
aset, serta perencanaan investasi jangka menengah dan panjang.        
    Penilaian ini diharapkan menghasilkan data faktual dan terverifikasi
                                                                      
mengenai kondisi teknis, umur ekonomis, tingkat kerusakan, prioritas  
                                                                      
penanganan, kebutuhan perbaikan, dan estimasi biaya, sehingga manajemen
Perumda Tirta Wibawa Mukti dapat mengambil kebijakan dengan dasar yang
                                                                      
kuat. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi
infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
                                                                      
Kabupaten Bandung Barat, menjamin ketersediaan air bersih yang aman,  
                                                                      
serta memperkuat kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah sebagai
penyedia layanan air minum yang profesional dan berkelanjutan.
Tenders also won by PT Aqmal Jaya Abadi
Authority
24 April 2019Belanja Jasa Penyelenggaraan Kegiatan Festival Musik Bambu 2 Tingkat Jawa Barat, Penyelenggaraan Kegiatan Pasanggiri, Rampak Kendang Dan Gelar Pendekar Pencaksilat Se-Kabupaten Bandung BaratKab. Bandung BaratRp 873,000,000
17 September 2024Belanja Makanan Dan Minuman Pada Fasilitas Pelayanan Urusan Kesehatan - Pmt Puskesmas BatujajarKab. Bandung BaratRp 789,600,000
22 February 2022Beban Jasa Kantor LainnyaKab. Bandung BaratRp 200,000,000
3 April 2023Belanja Kursi Rapat OscarKab. Bandung BaratRp 197,968,500
14 December 2022Pengadaan Barang Yang Akan Diserahkan Kepada Masyarakat Korban BencanaKab. Bandung BaratRp 195,678,500
1 December 2022Pengadaan Barang Yang Akan Diserahkan Kepada Masyarakat Korban BencanaKab. Bandung BaratRp 195,678,500
19 May 2022Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara (Event Organizer)Kab. Bandung BaratRp 175,000,000
15 November 2022Belanja Pengadaan Mesin Pemotong Rumput 8 UnitKab. Bandung BaratRp 148,176,000
5 April 2022Penyekatan Ruangan Bagian UlpKab. Bandung BaratRp 145,500,000
3 April 2023Belanja Modal Bahan Perpustakaan Tercetak (Buku Umum, Buku Agama Dan Buku Ilmu Bahasa)Kab. Bandung BaratRp 129,812,400