1
METODE PELAKSAAN
Belanja Pembangunan Siring Pasar Mentok
1) Pekerjaan Mobilisasi Tenaga kerja peralatan
Mempersiapkan tenaga kerja lapangan dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan lapangan serta
mempersiapkan Peralatan kerja seperti alat perlengkapan ukur / meteran, waterpas, selang, perancah yaitu atau alat
penyangga yang sanggup sangat bermanfaat untuk memudahkan pekerjaan para pekerja bangunan terutama ketika
sedang membangun bangunan yang tinggi. Tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, kendaraan
untuk memasukkan material. Perlengkapan pendukung seperti selang untuk memenuhi kebutuhan air, kabel untuk
kelistrikan, perangkat kerja pertukangan, Alat berat yang dapat mengoptimalkan kerja lapangan. Dalam
mempersuiapkan bidang harus dimulai dari tingkat yang paling bawah atau tingkat pertama dahulu dalam
mengambil elevasi. Selesaikanlah dahulu setiap tahap ini kemudian menuntaskan tahapan selanjutnya. Untuk
melaksanakan pemasangan steger beberapa tingkat ke atas dilakukan oleh banyak orang secara bersama sama
dengan tali tambang atau tali besar untuk membantu menaikkan scaffolding ke tingkat atas.
A. Tenaga Personil
1. Penyedia barang/jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja yang trampil dan berpengalaman, sesuai
keahliannya dalam jumlah yang cukup sesuai dengan jumlah kompleksitas pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia harus mempersiapkan tenaga terampil profesional :
Pelaksana :
a. TS028/TS045/Pelaksanaan Lapangan Pekerjaan Jalan (Jenjang 4) Atau pelaksanaan lapangan
pekerjaan jalan madya ( jenjang 5) Pengalaman 2 tahun
b. SKK Petugas Keselamatan dan kesehatan kerja K3 konstruksi ((jenjang 3) atau petugas
keselamatan konstruksi ( jenjang3)
2. Penyedia barang/jasa harus melaksanakan ketertiban, kebersihan, kesehatan dan keamanan
lokasi/pekerjaan, dengan menyediakan fasilitas sarana dan prasarana kerja yang memadai.
3. Memobilisasi tenaga kerja lapangan, seperti mandor, kepala tukang, tukang terampil, pekerja,
melaporkan kepada pengguna barang/jasa, dalam bentuk daftar tenaga kerja yang dilampiri identitas diri
dan tanda pengenal setiap tenaga kerja.
4. Penyedia barang/jasa harus meyediakan tempat tinggal yang memadai dan tidak mengganggu
lingkungan, untuk para tenaga kerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan.
B. Peralatan Utma
1. Bahan, peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dalam
Surat Perjanjian/Kontrak, adalah harus disediakan oleh penyedia barang/jasa, peralatan utama yang harus
disiapkan dan dimobilisasi berupa :
No Jenis Kapasitas Jumlah
1 Pick Up 750 kg 1 Unit
2 Dump Truck 4 - 5 m3 1 Unit
3 Genset 5 kva 1 Unit
4 Concrete Mixer 0.35/0.5 m3 1 Unit
Semua unit peralatan utama harus bekerja dalam keadaan baik, dalam kondisi siap di gunakan
Metode Pelaksanaan
2
BAB I
PENDAHULUAN
Metode pelaksanaan ini juga dapat dijadikan referensi dalam rangka menjamin pelaksanaan pekerjaan dapat
mencapai hasil yang dinginkan bersama. Pengendalian mutu akan selayaknya dilakukan oleh penyedia jasa dan
Satuan Kerja Penyelenggaraan Program kegiatan, dengan adanya metode pelaksanaan ini dapat menjadi
pedoman bersama selama masa pelaksanaan konstruksi di lapangan. Penyusunan metode pelaksanaaan inin
bertujuan untuk menjamin kualitas/ mutu hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa dan untuk
mengoptimalkan segenap material, peralatan dan personil dalam pelaksanaan di lapangan sehingga hasil
pekerjaan dapat sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar kontrak.
BAB II
TUJUAN, MAKSUD DAN LINGKUP PEKERJAAN
2.1 Tujuan dan Maksud Pekerjaan
Tujuan dibuatnya Metode Pelaksanaan ini adalah untuk memberikan referensi, preseden, dan prepektif
pedoman teknis untuk penyedia jasa, dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang dapat digunakan sebagai
pedoman praktis di lapangan. Metode pelaksanaan ini diharapkan dapat membantu para pekerja, personil, dan
penyelenggara kegiatan dalam memahami pekerjaan yang akan dilaksanakan pada paket pekerjaan
Rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya sebagai upaya untuk
dapat menghasilkan produk pekerjaan yang baik dan berdaya guna. Adanya Metode Pelaksanan ini dapat
membantu konsultan Pengawas dalam menginterpretasikan tahap teknis pelaksanaan dan memberikan
gambaran utuh pengawasan di lapangan sehingga tujuan dan maksud pekerjaan sesuai dengan harapan pihak
Sekolah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga sehingga pekerjaan dapat dicapai sesuai dengan
standar mutu. Output pekerjaan yang dilaksanakan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam
dokumen lelang dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
2.2 Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan Tertuang dalam bill Off Quantity (BOQ)
Metode Pelaksanaan
3
BAB III
METODE PELAKSAAN
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1) Pekerjaan Pasang papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek akan dibentuk dan dipasang pada awal pelaksanaan kegiatan. Papan Nama Proyek
ini dibentuk dari multiplek tebal 12 mm, ditopang kayu kaso (5/7) dengan ketinggian sesuai dengan kondisi
lapangan dan dilapis baner dengan abjad cetak, tulisan, dan garis berwarna hitam yang berisi informasi
mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Teknis pelaksanaan pekerjaan :
▪ Siapkan tenaga kerja, materi dan peralatan kerja.
▪ multiplek tebal 12 mm
▪ Papan nama dipasang pada tiang kaso ukuran 5/7 cm dengan ketinggian diadaptasi dengan lokasi.
▪ Digital printing Bahan Spanduk
▪ Jenis goresan pena menggunakan abjad cetak, goresan pena dan garis warna hitam.
▪ Setelah goresan pena jadi, tegakkan papan nama dengan menancapkan pada tanah
2) Pekerjaan Foto Dokumentasi Dengan Camera Digital
Foto proyek dibentuk 3 (tiga) tahap, sebelum pelaksanaan pekerjaan (kondisi eksisting), ketika pelaksanaan
pekerjaan dan selesai pelaksanaan pekerjaan. Pemotretan dilakukan dengan latar belakang yang sama
yang dilaksanakan pada kondisi 0% (kondisi eksisting),20%, 50%, 75% dan 100% (selesai pelaksanaan)
sesuai dengan pengajuan termijn, kemudian disusun/dimasukkan ke dalam laporan pengajuan
termijn/progress dan ke dalam album sebagai dokumentasi. Pengambilan foto proyek dilakukan secara
terus menerus hingga proyek selesai, terutama apabila ada momen-momen tertentu yang dianggap
penting.
3) Pekerjaan Perancah .
Perancah yaitu sebuah alat atau penyangga yang sanggup sangat bermanfaat untuk memudahkan
pekerjaan para pekerja bangunan terutama ketika sedang membangun bangunan yang tinggi. Dalam
memasang perancah harus dimulai dari tingkat yang paling bawah atau tingkat pertama dahulu.
Selesaikanlah dahulu tingkatan ini kemudian sanggup menuntaskan tingkat selanjutnya. Untuk
melaksanakan pemasangan steger beberapa tingkat ke atas dilakukan oleh banyak orang secara bersama
sama dengan tali tambang atau tali besar untuk membantu menaikkan perancah ke atas.
4) Pekerjaan Listrik dan Air Kerja
Penyediaan Listrik Kerja dengan Genset Listrik kerja diharapkan untuk membantu pekerjaan pemotongan
keramik, pemotongan besi, pompa air, penerangan kerja serta power untuk mengoperasikan alat bantu
kerja lainnya. Pengadaan listrik kerja dengan menciptakan meteran listrik gres dengan pengajuan ke PLN
atau dari Genset tergantung dari efisiensinya terhadap pelaksanaan pekerjaan.
Penyediaan Air Kerja Air kerja sangat diharapkan dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan, dimana air
kerja berfungsi untuk pekerjaan testing comissioning dan gabungan adukan pekerjaan lainnya. Untuk
pengadaan air kerja diharapkan satu buah mesin pompa untuk distribusi air kerja. Pemasangan pompa air
dilakukan dengan terlebih dahulu melaksanakan pemantekan untuk mendapatkan sumber air, kemudian
dilakukan pemasangan pipa dan kran air. Air untuk keperluan kerja ditampung dalam toren air atau drum
air. Air kerja sanggup juga diperoleh dari sumber existing yang ada dengan penyambungan dan membayar
sejumlah biaya yang telah ditentukan.
Metode Pelaksanaan
4
5) Pekerjaan Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi - K3
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yaitu kegiatan yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan
kesejahteraan pekerja yang bekerja di lokasi proyek. Tujuan K3 yaitu untuk memelihara kesehatan dan
keselamatan lingkungan kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja cukup penting bagi moral, legalitas, dan
finansial. Konstruksi yaitu salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, menghasilkan tingkat
janjkematian yang paling banyak di antara sektor lainnya.
Praktek K3 (keselamatan kesehatan kerja) mencakup pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi,
juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti
sakit. Banyak peralatan yang melibatkan pemindahan komponen dengan kecepatan tinggi, mempunyai
ujung yang tajam, permukaan yang panas, dan ancaman lainnya yang berpotensi meremukkan, membakar,
memotong, menusuk dan menawarkan benturan dan melukai pekerja jikalau tidak digunakan dengan aman.
Tindakan khusus untuk mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja dalam proyek ini sanggup dilihat
berikut ini :
a) Pengadaan bahan-bahan medis dan obat-obatan untuk pertolongan pertama jikalau terjadi kecelakaan
b) Pengadaan peralatan safety ibarat jaring pengaman (plastic), helm kerja, sabuk pengaman, sepatu
boots, jaket rompi, sarung tangan, dan masker jumlahnya akan diadaptasi untuk masing-masing item
pekerjaan.
c) Untuk pekerjaan pada ketinggian ibarat plesteran dan acian, plafond, atap dan pengecatan akan
diadakan scaffolding
d) Mengatur lokasi penyimpanan/gudang untuk bahan/material yang berbahaya terpisah dari
bahan/material biasa.
e) Mengatur lokasi parkir kendaraan terpisah dari lokasi penyimpanan material dan workshop.
f) Memberikan pengarahan kepada pekerja untuk menjalankan mekanisme keselamatan kerja pada
setiap jenis pekerjaan untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja.Menyediakan rambu-rambu dan
papan-papan peringatan keselamatan kerja dalam lokasi proyek
B. PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN
1) Pek. Galian siring dan plat deuker jalan
Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
• Persiapan pekerjaan
a) Siapkan shopdrawing yang telah di approved untuk digunakan sebagai acuan
b) Siapkan alat kerja dan materi
• Pelaksanaan pekerjaan
a) Buatlah gambar shop drawing terlebih dahulu untuk pekerjaan galian tanah kemudian ajukan
gambar tersebut untuk direalisasikan ke pondasi.
b) Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu pelaksanaan pekerjaan.
c) Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap ukuran dan elevasi
galian tanah.
d) Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.
e) Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
f) Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung proses penggalian tanah.
g) Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah dipasang sebelumnya.
h) Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.
Metode Pelaksanaan
5
i) Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan kedalaman sesuai perencanaan.
j) Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu menggunakan theodolit.
k) Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa khusus supaya tidak
menghambat pekerjaan.
l) Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti sampah, potongan kayu, dan
bebatuan.
2) Pekerjaan Urugan
Teknis pelaksanaan pekerjaan
• Persiapan pekerjaan
a) Siapkan shopdrawing yang telah di approved untuk digunakan sebagai acuan
b) Siapkan alat kerja dan materi
• Pelaksanaan pekerjaan
a) Pemeriksaan terhadap kondisi tanah
b) Pengukuran tanah berdasarkan rencana gambar
c) Persiapan pekerjaan dan alat bantu kerja
d) Persyaratan bahan baku tanah urugan yang baik.
C. PEKERJAAN PONDASI DAN BETON
1) Pek. Pas. Pondasi plat deuker jalan utama
Teknis pelaksanaan pekerjaan
• Persiapan pekerjaan
a) Siapkan shopdrawing yang telah di approved untuk digunakan sebagai acuan.
b) Siapkan alat kerja dan materi.
• Pelaksanaan pekerjaan
a) Pasang patok batu untuk memasang profil (2 patok untuk tiap profil). Profil dipasang pada setiap ujung
lajur pondasi.
b) Pasang bilah batu datar pada kedua patok,setinggi profil.
c) Pasang profil benar-benar tegak lurus dan bidang atas profil datar. Usahakan titik tengah profil tepat
pada tengah-tengah galian yang direncanakan dan bidang atas profil sesuai peil pondasi.
d) Ikat profil tersebut pada bilah datar yang dipasang antara 2 patok dan juga dipaku agar lebih kuat.
e) Pasang patok sokong, miring pada tebing galian pondasi dan ikatkan dengan profil, sehingga menjadi
kuat dan kokoh.
f) Cek ketegakan / posisi profil dan ukuran-ukurannya, perbaiki jika ada yang tidak tepat,demikian juga
peilnya
g) Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan
h) Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25 cm dari permukaan urugan pasir.
i) Siapkan adukan untuk melekatkan batu-batu tersebut.
j) Susun batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan (aanstamping) dengan tinggi 25cm dan isikan
pasir dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak ada rongga antar batu kemudian siramlah
pasangan batu kosong tersebut dengan air.
k) Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan, sesuai ketinggian
benang. Usahakan bidang luar pasangan tersebut rata.
Metode Pelaksanaan
6
2) Pek. beton siring jalan dan plat deuker mutu f'c = 14,5 Mpa (K175),
a) Persiapan
• Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan struktur beton tiap bagian.
• Approval material yang akan digunakan.
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : beton K-175, besi beton, kawat beton, semen PC, koral/batu
pecah, pasir, multiplek, paku, minyak bekesting, balok, kaso, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete pump, vibrator, kompresor, cutting well, theodolith,
waterpass, meteran, gergaji, schafolding, raskam, jidar, benang, selang air, dll.
b) Pengukuran
• Juru ukur (surveyor) dengan memakai theodolith melaksanakan pengukuran dan marking area untuk
titik penempatan, ukuran (dimensi) serta leveling dari poer, sloof, kolom, balok, plat lantai, tangga dan
dinding penahan tanah.
• Pekerjaan pengukuran dan marking area dikerjakan secara berurutan mengikuti alur pekerjaan struktur
beton yang akan dikerjakan.
c) Fabrikasi Besi Tulangan
• Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan memerlukan daerah yang cukup luas untuk menaruh, memotong
besi beton dan membengkoknya sehingga sesuai dengan gambar yang telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan untuk proyek ini mutu dan diameter (spesifikasi) diubahsuaikan dengan
gambar kerja dan RKS.
• Potong dan bentuk besi beton dengan ukuran sesuai gambar kerja.
• Rangkai besi beton dengan memakai kawat beton.
• Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan/membuang waktu untuk ketika akan dipasang.
• Untuk kolom, pembesian tulangan dikerjakan lebih dahulu gres sehabis itu dilanjutkan dengan
pemasangan bekesting.
• Untuk balok, plat lantai, plat lantai dan tangga bekesting dikerjakan dahulu gres sehabis itu dilanjutan
dengan pembesian tulangan.
d) Fabrikasi Bekisting
• Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan pengukuran dan mempercepat
pelaksanaannya, alasannya yaitu angkutan bekesting menjadi dekat.
• Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah, maka bekesting sanggup
memakai multiplek atau pasangan batako :
1. Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan theodolith untuk kesikuan dan
leveling pondasi.
2. Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton sanggup
baik.
3. Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, supaya pada waktu pengecoran pasangan dinding
batako tidak ambruk/runtuh.
Metode Pelaksanaan
7
• Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah menyerupai : kolom, balok, plat lantai
dan tangga memakai materi dari multiplek dan perkuatan memakai balok/kaso dan alat perancah
schafolding :
1. Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
2. Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang akan dicor dengan perkuatan
balok/kaso dan schaffolding.
3. Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.- Pasangan bekesting harus rapih,
siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton sanggup menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
• Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau besi plat siku untuk menjaga
supaya kolom tetap tegak lurus dan siku.
• Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
• Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai kebutuhan.
• Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.
e) Pengecoran Beton
• Sebelum melaksanakan pengecoran beton terlebih dahulu kontraktor menciptakan Job Mix Formula
untuk memilih komposisi adonan yang diharapkan sehingga didapatkan mutu beton yang sesuai
dengan yang diharapkan. Job Mix Formula yang telah dibentuk kontraktor diserahkan kepada direksi
maupun pengawas lapangan untuk disetujui. Pada proyek ini untuk pekerjaan struktur memakai beton
readymix mutu K-175.
• Pengecoran beton dimulai sehabis konsultan/direksi menyetujui untuk pengecoran beton yang
dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan contoh yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan perkuatan contoh
diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Pasang sparing pipa-pipa mekanikal dan elektrikal yang melintas area pengecoran.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada ketika pengecoran adukan beton diratakan
dan dipadatkan dengan vibrator sehingga beton sanggup padat dan tidak ada sarang tawon.
K. PEKERJAAN PENUTUP
Pembuatan Plakat/Prasasti dan Pembersihan tapak konstruksi dan pada semua pekerjaan yang termasuk
dalam lingkup pekerjaan ini dari semua barang atau materi bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan
lagi. Semua bekas bongkaran bangunan “existing” dan galian, dikeluarkan dari site dump truck .
Demikian klarifikasi wacana metode pelaksanaan pekerjaan pembangunan laboratorium komputer
Semoga bermanfaat bagi yang membaca
Metode Pelaksanaan
8
BAB IV
KEGIATAN PEMERIKSAAN PENGETESAN DAN PELAPORAN
Kegiatan pemeriksaan dan pelaporan dilakukan penyedai ajsa bersama konsultan Pengawas secara berkala.
Kegiatan pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan ketetapan dalam Dokumen Kontrak yang telah disepakati dan
mengacu pada standar yang berlaku. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan secara intensif oleh Penyedia Jasa dimana
pada setiap langkah pelaksanaan yang dilaksanakan pelaksanan akan dipantau oleh bagian quality control
perusahaan. Pemantauan dilakukan dengan Direksi Lapangan dan Pengawas Lapangan.
Disamping kegiatan pemeriksaan tersebut, secara administratif Penyedia Jasa wajib membuat laporan yang berisi
pemakaian bahan dan kegiatan fisik real, hasil pengetesan yang telah dilakukan, dokumentasi foto dan lain
sebagainya yang dicatat dalam laporan harian, mingguan dan bulanan. Laporan mingguan diserahkan kepada pihak
Universitas Jember sebagai pemilik pekerjaan.
Laporan yang dibuat oleh Penyedia Jasa memuat antara lain: rencana kerja/jadwal pelaksanaan paket ,
pelaksanaan pekerjaan di lapangan (realisasi fisik), rencana penyerapan keuangan dan dokumentasi. Ketentuan-
ketentuan umum baik teknik dan administrasi yang belum tercakup dalam Dokumen Lelang akan diatur kemudian
secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan/Pengguna Jasa.
Metode Pelaksanaan