Belanja Barang Untukdijual/Diserahkan Kepada Masyarakat

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10567016000
Date: 10 November 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Bangka Selatan
Work Unit: Kecamatan Toboali
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 200,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 200,000,000
Winner (Pemenang): CV Bukit Jurai
NPWP: 00*0**9****15**0
RUP Code: 61581905
Work Location: KELURAHAN TOBOALI - Bangka Selatan (Kab.)
Participants: 1
Attachment
METODE    PELAKSANAAN      JALAN                           
                                                                             
                                                                             
    DIVISI 1. UMUM                                                          
                                                                             
  Mobilisasi & Demobilisasi                                                 
                                                                             
        Sebelum memulai pekerjaan, atas persetujuan direksi terlebih dahulu dilakukan
   mobilisasi alat yang digunakan dalam pekerjaan seperti : Galian tanah berbatu dengan alat berat
                                                                             
   excavator. Untuk demobilisasi atau pemulangan alat excavator ke besecamp. Selain itu pada
                                                                             
   pekerjaan persiapan awal ini yang  paling penting adalah mempelajari      
   situasi lapangan dan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan dalam bestek, untuk
                                                                             
   pertama pemasangan plang proyek selanjutnya memulai pengukuran pada lokasi
   pekerjaan, yaitu berupa situasi, potongan memanjang, potongan melintang, yang
                                                                             
   dituangkan dalam gambar, termasuk gambar konstruksi, yang disesuaikan dengan
                                                                             
   lapangan, dan disertai dengan foto dokumentasi, juga gambar-gambar kerja (shop
   Drawing). Pada bagian-bagian konstruksi yang kurang jelas harus diperjelas.
                                                                             
   Kemudian perlu diadakan koordinasi dengan pihak proyek beserta masyarakat 
   setempat (pemuka masyarkat setempat), guna dapat membicarakan masalah-    
                                                                             
   masalah yang mungkin timbul apabila pekerjaan ini dimulai, baik menyangkut teknis
                                                                             
   maupun non teknis.                                                        
                                                                             
                                                                             
  Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas                                     
   Dalam melaksanakan pekerjaan Peningkatan Jalan setiap tahapan pekerjaan yang akan
                                                                             
   dilaksanakan mulai dari awal. Pelaksanaan Pekerjaan sampai dengan akhir kegiatan di lapangan
   diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktifitas arus lalu lintas yang terhambat akibat
                                                                             
   adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan raya.                
                                                                             
      1. Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode kontruksi sesuai ketentuan.
                                                                             
      2. Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan
                                                                             
      koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.                    
                                                                             
      3. Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
      4. Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara tepat
      dan benar.                                                             
                                                                             
                                                                             
      5. Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu
      lintas.                                                                
                                                                             
                                                                             
      Peralatan Keselamatan Lalu Lintas                                      
      1. Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik                          
                                                                             
                                                                             
      2. Rambu peringatan                                                    
                                                                             
      3. Peralatan komunikasi dan lainnya                                    
                                                                             
      Tenaga yang terdiri dari:                                              
                                                                             
      1. Pekerja                                                             
                                                                             
      2. Koordinator                                                         
                                                                             
                                                                             
        Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, tujuannya agar
   lalu lintas tidak masuk atau terperosok ke dalam daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang
                                                                             
   haruslah mempunyai cat dengan pantulan cahaya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.
                                                                             
                                                                             
    DIVISI 2. DRAINASE                                                      
                                                                             
    Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 95-105 cm             
                                                                             
                                                                             
      Gorong-gorong adalah bangunan pelengkap dari suatu sistem drainase yang dibuat akibat
      adanya persimpangan antara saluran drainase dengan jalan.              
                                                                             
      Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Gorong-gorong adalah sebagai berikut:    
      1.  Pada lokasi rencana penempatan gorong-gorong yang tertutup perkerasan aspal
                                                                             
      diperlukan Pemotongan permukaan aspal dengan menggunakan Asphalt Cutter.
                                                                             
      2.  Penggalian dilakukan dengan menggunakan alat Excavator dan secara manual oleh
      pekerja dengan menggunakan peralatan seperti; cangkul, sekop, ganco ,linggis dan
                                                                             
      peralatan lainnya yang diperlukan.                                     
      3.  Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk
                                                                             
      direksi pekerjaan.                                                     
      4.  Pada lokasi penggalian perlu dipasang rambu peringatan agar tidak membahayakan
      pengguna jalan.                                                        
                                                                             
      5.  Pembuatan lantai kerja dari beton mutu rendah.                     
      6.  Ketebalan lantai kerja sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk
                                                                             
      direksi pekerjaan.                                                     
                                                                             
      7.  Setelah satu atau dua hari gorong-gorong pipa dipasang dan disambung dengan cincin
      penyambung dari beton.                                                 
                                                                             
      8.  Pembuatan dinding sayap dan tembok kepala dari pasangan batu atau beton bertulang
      seperti yang ditunjukkan gambar rencana atau sesuai petunjuk direksi pekerjaan.
                                                                             
      9.  Timbunan dilakukan dengan material hasil galian atau dengan material lain yang
                                                                             
      disetujui direksi pekerjaan dan kemudian dipadatkan dengan alat Combination Vibratory
      Roller.                                                                
                                                                             
      Pelaksanaan pekerjaan gorong – gorong dikerjakan tidak langsung secara keseluruhan
      melainkan bertahap dari satu sisi, setelah selesai baru dilanjutkan sisi lainnya. Hal ini
                                                                             
      dimaksudkan agar ruas jalan masih bisa dilewati, tidak ditutup secara total.
                                                                             
                                                                             
                                                                             
 DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH                                                   
                                                                             
  Galian Biasa                                                              
   Meliputi pekerjaan galian yang mana setelah dilakukan bouplank tanah digali sesuai dengan
                                                                             
   gambar kerja. Untuk pekerjaan galian tanah menggunakan excavator dan tanah hasil galian di
   buang atau ditempatkan dengan alat angkut berupa dump truk dan ditempatkan di tempat yang
                                                                             
   tidak mengganggu jalanya lalu lintas dan proses kegiatan proyek. Area penggalian sebelumnya
                                                                             
   dipetakan terlebih dahulu sesuai dengan perhitungan rekayasa lapangan dan diberi tanda agar
   tidak terjadi kesalahan area pada saat melaksanakan pekerjaan.            
                                                                             
      1.  Setelah hasil pengukuran dan hasil pengujian tanah serta usulan shop drawings
      termasuk di dalamnya sistem pengendalian lalu lintas disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka
                                                                             
      pekerjaan tanah untuk pondasi pelebaran jalan dapat dimulai dengan terlebih dahulu
                                                                             
      melakukan pekerjaan pembersihan dan pengupasan top soils.              
      2.  Tanah digali dengan excavator dengan ukuran dan kedalaman sesuai gambar kerja
                                                                             
      yang disetujui.                                                        
      3.  Material hasil galian tanah termasuk hasil pembersihan dan pengupasan top soils ini
      akan dibuang ke lokasi pembuangan yang telah disiapkan dan disetujui oleh Direksi
                                                                             
      Pekerjaan.                                                             
      4.  Setelah dimensi dan elevasi galian pada pelebaran jalan tercapai sesuai dimensi dan
                                                                             
      elevasi rencana, makaakan dilakukan penyiapan dan pemadatan badan jalan (subgrade) pada
                                                                             
      lokasi galian tersebut.                                                
                                                                             
  Galian Struktur dengan Kedalaman 0 – 2 meter                              
                                                                             
        Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini
   penentuan kedalaman galian.Tanah yang digali oleh Excavator langsung dimuat ke Dump Truck,
                                                                             
   kemudian diangkut keluar lokasi proyek                                    
                                                                             
  Timbunan Biasa dari Sumber Galian                                         
                                                                             
      Untuk mendapatkan hasil Pekerjaan Timbunan dari sumber galian yang baik yang
                                                                             
      memenuhi syarat standar mutu sebagai berikut :                         
                                                                             
      1.  Permukaan bidang timbunan dipadatkan terlebih dahulu dengan nilai kepadatan yang
      sudah ditentukan (sesuai spesifikasi)                                  
                                                                             
      2.  Bahan Timbunan (hasil galian) memenuhi syarat (misalnya bebas dari material organis
      kotoran, akar, rumput top soil)                                        
                                                                             
      3.  Bahan Timbunan yang dipergunakan telah disetujui (Approval) oleh Klien ataupun
                                                                             
      project manager                                                        
      4.  Dilakukan test kepadatan dari bahan timbunan di laboratorium mekanika tanah untuk
                                                                             
      diadakan acuan test kepadatan di lapangan.                             
      5.  Dilakukan trial embankment, sehingga didapatkan hasil dengan peralatan yang
                                                                             
      dipergunakan nilai kepadatan dari timbunan tersebut (misalnya jumlah lintasan untuk
      pemadatan dengan compactor yang dipergunakan).                         
                                                                             
      PERALATAN:                                                             
                                                                             
      1 Bulldozer                                                            
      2 Compactor                                                            
                                                                             
      3 Excavator                                                            
      4 Dump Truck                                                           
                                                                             
      5 Water Tank                                                           
      6 Theodolith                                                           
      7 Waterpass                                                            
                                                                             
      8 Alat Bantu (cangkul, linggis dan lain-lain)                          
                                                                             
      URAIAN PROSEDUR                                                        
      Persiapan:                                                             
                                                                             
      1. Meyiapkan peralatan berat (Excavator, Bulldozer, Compactor, Dump Truck) yang cukup,
      dan dalam kondisi baik.                                                
                                                                             
      2 Meyiapkan peralatan pembantu (Linggis, Cangkul, dll) yang cukup      
      3 Meyiapkan lokasi pekerjaan yang akan ditimbun dengan urutan sebagai berikut:
                                                                             
        a. Mengupas/stripping permukaan tanah yang akan ditimbun dengan ketebalan sesuai
                                                                             
        spesifikasi (± 20 cm)                                                
        b. Memadatkan tanah sesudah dikupas/stripping sehingga diperoleh permukaan dengan
                                                                             
        kepadatan sesuai spesifikasi.                                        
      Pelaksanaan Pekerjaan:                                                 
                                                                             
      4 Pekerjaan Pengukuran                                                 
                                                                             
        a. Mengukur elevasi permukaan tanah sebelum dilakukan pekerjaan kupasan (kondisi
        0%)                                                                  
                                                                             
        b. Mengukur elevasi permukaan tanah setelah dilakukan kupasan.       
        c. Mengukur elevasi top permukaan tanah setelah pekerjaan timbunan selesai kondisi
                                                                             
        100%                                                                 
        d. Melakukan monitoring pekerjaan timbunan layer demi layer (Max 30 cm)
                                                                             
      5. Melaksanaan Pekerjaan Timbunan                                      
                                                                             
      6. Bahan timbunan dihampar dengan Bulldozer sesuai dengan patok pembatas / koridor
      rencana kontruksi bangunan (misalnya tanggul badan jalan dan lain-lain) sesuai
                                                                             
      dengan Design Drawing(Gambar Desain).                                  
      7. Maximum tebalnya hamparan sesuai dengan ketentuan (misalnya tebal timbunan per layer
                                                                             
      = 30 cm / kondisi loose)                                               
                                                                             
      8. Memadatkan hamparan timbunan yang sudah rata dengan compactor (apabila diperlukan
      permukaan tanah disiram dengan air)                                    
                                                                             
      9. Apabila diperlukan selama hamparan, dilakukan pembersihan kotoran (misalnya akar dan
      lain-lain), dari bahan timbunan dengan tenaga kerja khusus.            
      10. Mengadakan test kepadatan timbunan di lapangan dengan acuan data dari test kepadatan
      laboratorium                                                           
                                                                             
      11. Melakukan penimbunan kembali (setelah tes kepadatan memenuhi syarat) layer demi
      layer, sampai didapat top elevasi permukaan tanah yang ditentukan.     
                                                                             
      12. Hasil Trial Embankment merupakan ketentuan untuk patokan pelaksanaan pekerjaan
                                                                             
      timbunan tersebut                                                      
      13. Kombinasi dan spesifikasi peralatan yang dipakai (Bulldozer, Excavator, Dump Truck,
                                                                             
      Compactor)  berpengaruh pada    kecepatan penyelesaian pekerjaan       
      tersebut. Pengecekan/Pengukuran selama pelaksanaan pekerjaan mutlak diperlukan.
                                                                             
                                                                             
      Timbunan Pilihan dari Sumber Galian                                    
                                                                             
      Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah
      atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas level timbunan biasadan sebagai
                                                                             
      tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya,
      seperti diperintahkan atau distujui oleh Direksi pekerjaan.Dalam segala hal, seluruh
                                                                             
      timbunan pilihan harus, bila di uji sesuai dan memiliki CBR paling sedikit 10% setelah 4
                                                                             
      hari perendaman bila dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum. 
      Pekerjaan Urugan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut :
                                                                             
      1.  Pengangkutan Material                                              
      Pengangkutan Material Urugan pilihan kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan
                                                                             
      loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan
                                                                             
      volume material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
      disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.                   
                                                                             
      2.  Penghamparan Material                                              
      Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader dalam tahap
                                                                             
      penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal berikut :                  
                                                                             
      a. Kondisi cuaca yang memungkinkan                                     
      b. Panjang hamparan pada saat setiap section yang didapatkan sesuai dengan kondisi
                                                                             
      lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal
      penghamparan sesuai dengan spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal
                                                                             
      hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.  
      c. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang ditetapkan
      3.  Pemadatan Material                                                 
                                                                             
      Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian
      tengah.Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan untuk mendapat hasil yang
                                                                             
      maksimal dengan dibantu alat water tank untuk membasahi material timbunan pilihan dan
                                                                             
      diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan Vibro Roller.imbunan pilihan dipadatkan
      mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian rupa yang sama.
                                                                             
      Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus terus menerus divariasi agar
      dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.  
                                                                             
                                                                             
                                                                            
  Penyiapan Badan Jalan                                                     
Penyiapan badan jalan pada pekerjaan pelebaran jalan meliputi pekerjaan pembersihan,
   pembentukan tanah dasar agar elevasinya sesuai dengan yang ditunjukkan gambar rencana atau
                                                                             
   sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan, dan termasuk pekerjaan pemadatan tanah dasar.
Tahapan pekerjaan penyiapan badan jalan yaitu:                               
                                                                             
• Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang dapat menggangu pekerjaan seperti semak-
                                                                             
   semak, pepohonan, batu besar, dan material lainnya.                       
• Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat berat maupun dengan cara
                                                                             
   manual untuk membentuk tanah dasar sesuai Gambar atau sesuai dengan petunjuk Direksi
   Pekerjaan                                                                 
                                                                             
• Pemadatan Tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat vibrator roller atau menggunakan
                                                                             
   Combination Vibrator Roller pada daerah pelebaran yg tidak terlalu luas atau tidak
   memungkinkan pengunaan vibrator roller.                                   
                                                                             
                                                                             
                                                                             
   Pemadatan tanah Dasar                                                     
                                                                             
   Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemadatan adalah:       
   1. Pemadatan dilakukan segera setelah dilakukan penggalian.               
                                                                             
   2. Apabila diperlukan lakukan penyiraman terhadap material tanah dasar Untuk mencapai kadar
                                                                             
   air optimum sehingga didapatkan kepadatan yang sesuai dengan spesifikasi. 
   Kecepatan alat harus diperhatikan agar tidak membahayakan pengguna jalan eksisting.
   Pemotongan Pohon Pilihan Diameter 15-30 cm                                
   A.  Peralatan yang digunakan                                              
                                                                             
                                                                             
             Alat              Tenaga Kerja                                  
        Excavator 80-140 HP      Pekerja                                     
                                                                             
           Dump truk             Tukang                                      
                                                                             
    Can soe / Mesin Pemotong Kayu Mandor                                     
         Alat bantu lainya      Operator                                     
                                                                             
   B. Metode pelaksanaan                                                     
                                                                             
   1. Menentukan pohon yang akan di potong, kemudian dilakukan kordinasi dengan pihak terkait
                                                                             
   seperti Dinas Pertamanan dan instansi terkait lainnya..                   
   2. Penebangan pohon dilaksanakan dengan menggunakan mesin pemotong kayu, untuk
                                                                             
   membersihkan akar- akar pohon digunakan excavator sehingga akar pohon tidak tertinggal
   didalam permukaan tanah.                                                  
                                                                             
   3. Kayu hasil pemotongan diangkut keluar lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck
                                                                             
   4. Pengangkutan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak pengawas.
   5. Pekerjaan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan galian.