Neraca dan alokasi air di Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah konsep penting dalam
pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Keduanya saling terkait dalam
menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di suatu wilayah aliran
sungai.
1. Neraca Air di DAS
Neraca air di DAS adalah perhitungan yang menggambarkan keseimbangan antara air
yang masuk dan keluar dalam suatu DAS selama periode waktu tertentu.
Komponen neraca air DAS:
1. Pemasukan (Input):
- Curah hujan (presipitasi)
- Aliran masuk dari hulu atau DAS lain
- Infiltrasi dari luar wilayah DAS
2. Pengeluaran (Output):
- Evapotranspirasi (penguapan + transpirasi tanaman)
- Aliran permukaan (runoK) ke hilir
- Perkolasi ke air tanah dalam
- Pengambilan air untuk kebutuhan domestik, industri, dan pertanian
- Perubahan cadangan (storage):
- Perubahan volume air tanah
- Perubahan volume air di danau, waduk, atau sungai
Tujuan:
1. Mengetahui apakah DAS dalam kondisi surplus (kelebihan air), defisit
(kekurangan air), atau seimbang
2. Menjadi dasar perencanaan pengelolaan air, konservasi, dan pembangunan
infrastruktur air
2. Alokasi Air di DAS
Alokasi air adalah proses penentuan berapa banyak air yang dapat digunakan oleh
berbagai sektor pengguna (pertanian, rumah tangga, industri, lingkungan, dll.)
berdasarkan ketersediaan air yang dihitung dari neraca air.
Prinsip alokasi air:
1. Keadilan: Memberikan akses yang adil bagi semua pengguna
2. Prioritas penggunaan: Biasanya kebutuhan dasar manusia dan lingkungan
menjadi prioritas
3. Efisiensi: Mendorong penggunaan air secara hemat dan bijak
4. Keberlanjutan: Menjamin ketersediaan air jangka panjang
Langkah-langkah alokasi air:
1. Identifikasi kebutuhan air untuk berbagai sektor
2. Analisis ketersediaan air dari neraca air
3. Penyesuaian alokasi berdasarkan musim, kondisi hidrologi, dan prioritas
4. Pengawasan dan penegakan hukum atas pengambilan air
Kesimpulan:
Neraca air membantu mengetahui ketersediaan air secara fisik, sedangkan alokasi air
adalah proses distribusi air secara adil dan efisien kepada pengguna di dalam DAS.
Keduanya penting untuk mencegah konflik penggunaan air, mengurangi risiko bencana
air (banjir dan kekeringan), dan menjaga kelestarian lingkungan DAS