Uraian Singkat Pekerjaan:
Jasa Konsultan Penyusunan FS Potensi Aneka EBT Pemanfaatan Limbah Jerami
(Wilayah Serangdan Kota Cilegon)
1. Pekerjaan Jasa Konsultan Penyusunan FS Potensi Aneka EBT
Pemanfaatan Limbah Jerami (Wilayah Serangdan Kota
Cilegon)
2. Lokasi Pekerjaan Lokasi pelaksanaan kegiatan ini adalah di Kabupaten Wilayah
Serang dan Kota Cilegon, Provinsi Banten.
3. Jangka Waktu 60 (Enam Puluh) hari kalender
Pelaksanaan
4. Kegiatan Pengelolaan Aneka Energi Baru Terbarukan Berupa Sinar
Matahari, Angin, Aliran dan Terjunan Air, Gerakan dan
Perbedaan Suhulapisan Laut dalam Wilayah Provinsi
5. Bidang Pengembangan Infrastruktur Energi dan Ketenagalistrikan
6. Organisasi Perangkat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten
Daerah
7. Maksud dan Tujuan Maksud: Penyusunan dokumen kajian ini dimaksudkan untuk
melakukan studi kelayakan pemanfaatan limbah jerami
sebagai bahan bakar jumputan padat di Wilayah Serang dan
Kota Cilegon . Diharapkan dari studi tersedia informasi yang
akurat dan komprehensif mengenai potensi serta
kemungkinan pemanfaatan limbah jerami menjadi BBJP di
wilayah-wilayah tersebut. Informasi ini akan menjadi landasan
bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan
kebijakan dan strategi pengelolaan limbah pertanian yang
lebih efektif dan berkelanjutan
Tujuan:
Adapun tujuan spesifik dari studi ini adalah sebagai berikut:
- Mengidentifikasi potensi limbah jerami sebagai bahan
bakar jumputan padat di Wilayah Serang dan Kota
Cilegon. Identifikasi ini mencakup kuantifikasi volume
limbah yang tersedia dan karakteristiknya.
- Menganalisis teknologi pengolahan jerami menjadi bahan
bakar jumputan padat yang optimal. Analisis ini akan
membandingkan berbagai metode konversi dan menilai
kesesuaiannya dengan kondisi lokal.
- Melakukan analisis keekonomian dan finansial
pemanfaatan bahan bakar jumputan padat berbasis
limbah jerami. Ini mencakup estimasi biaya investasi,
biaya operasional, dan proyeksi keuntungan.
- Menganalisis dampak lingkungan dan sosial dari
pemanfaatan teknologi ini. Penilaian ini akan mencakup
aspek positif dan negatif terhadap lingkungan dan
masyarakat sekitar.
- Menyusun rekomendasi implementasi dan strategi
pemanfaatan bahan bakar jumputan padat dari limbah
jerami. Rekomendasi ini harus bersifat praktis dan dapat
ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Banten dan
pemangku kepentingan terkait.
8. Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup pekerjaan jasa konsultansi ini meliputi
serangkaian tahapan dan aktivitas yang terstruktur untuk
memastikan kelengkapan dan kedalaman studi kelayakan di
kedua wilayah studi: Wilayah Serang dan Kota Cilegon.
1. Pengumpulan Data & Studi Awal
Tahap ini mencakup identifikasi awal dan pengumpulan
informasi dasar yang relevan. Ini meliputi identifikasi
jumlah produksi limbah jerami di Wilayah Serang dan Kota
Cilegon. Pengumpulan data ini memerlukan pendekatan
komprehensif, memanfaatkan data dari lembaga pertanian,
statistik daerah, dan potensi analisis citra satelit untuk
mendapatkan estimasi yang akurat. Selain itu, akan
dilakukan kajian regulasi dan kebijakan yang berkaitan
dengan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar
alternatif, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun lokal.1
Ini mencakup peraturan terkait energi, pengelolaan limbah,
dan lingkungan hidup.
2. Survei Lapangan & Identifikasi Potensi
Tahap ini melibatkan pengumpulan data primer langsung
di lapangan. Aktivitas utama adalah observasi dan
wawancara dengan petani serta pemangku kepentingan
terkait di seluruh wilayah studi. Interaksi langsung ini
krusial untuk memahami praktik lokal, tantangan yang
dihadapi petani dalam pengelolaan jerami, serta tingkat
penerimaan terhadap inisiatif pemanfaatan limbah.
Selanjutnya, akan dilakukan penentuan titik-titik potensial
pengumpulan jerami sebagai bahan baku utama.
Penentuan ini mencakup analisis logistik untuk membangun
rantai pasok yang efisien, mempertimbangkan jarak,
aksesibilitas, dan volume jerami yang dapat dikumpulkan.
3. Kajian Teknologi Pengolahan
Studi ini akan melakukan kajian mendalam terhadap
berbagai metode konversi limbah jerami menjadi bahan
bakar jumputan padat. Ini mencakup analisis komparatif
teknologi densifikasi, pirolisis, atau metode lain yang
relevan. Analisis efisiensi teknologi yang sudah digunakan
di berbagai tempat juga akan dilakukan, melibatkan studi
perbandingan dan pembelajaran dari studi kasus yang ada.
Berdasarkan analisis tersebut, akan dirumuskan
rekomendasi teknologi yang paling sesuai untuk diterapkan
di lokasi studi, dengan mempertimbangkan kondisi lokal,
skala operasi yang diinginkan, ketersediaan infrastruktur,
dan sumber daya yang ada.
4. Analisis Keekonomian & Finansial
Tahap ini fokus pada aspek finansial proyek. Akan
dilakukan estimasi biaya produksi bahan bakar jumputan
padat dari jerami, meliputi biaya bahan baku, biaya
pengolahan, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.
Selanjutnya, akan dilakukan proyeksi harga jual dan
keuntungan dari proyek ini, yang memerlukan analisis
pasar untuk BBJP dan bahan bakar kompetitor. Identifikasi
potensi pasar dan model bisnis yang dapat dikembangkan
juga menjadi bagian penting, termasuk penjualan langsung
ke industri, pembangkit listrik, atau komunitas lokal.
5. Analisis Lingkungan & Sosial
Studi ini akan mengidentifikasi dampak lingkungan dari
pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar, termasuk
kualitas udara, pembuangan abu, penggunaan lahan, dan
emisi gas rumah kaca. Selain itu, akan dilakukan evaluasi
penerimaan masyarakat terhadap implementasi teknologi
ini, yang melibatkan penilaian dampak sosial, keterlibatan
pemangku kepentingan, dan penanganan potensi
kekhawatiran. Persetujuan dan partisipasi masyarakat
sangat penting untuk keberlanjutan pasokan bahan baku
dan keberhasilan proyek. Studi kelayakan harus
mengidentifikasi manfaat sosial potensial (misalnya,
peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja
lokal) dan mengatasi kekhawatiran yang mungkin timbul
(misalnya, persaingan penggunaan jerami, persepsi
lingkungan).
6. Penyusunan Laporan & Rekomendasi
Tahap akhir adalah penyusunan dokumen Feasibility
Study (FS) yang komprehensif.1 Dokumen ini akan
memuat seluruh temuan, analisis, dan rekomendasi dari
tahapan sebelumnya. Selanjutnya, akan dirumuskan
rekomendasi implementasi dan kebijakan untuk
mendukung pengembangan bahan bakar jumputan padat
dari limbah jerami.1 Rekomendasi ini harus memberikan
panduan yang jelas untuk langkah-langkah selanjutnya.
Hasil studi juga akan dipresentasikan kepada pemangku
kepentingan terkait untuk mendapatkan masukan dan
persetujuan
9. Keluaran/Output yang Keluaran dari pekerjaan ini adalah Penyusunan Dokumen
Dihasilkan Potensi Aneka EBT Pemanfaatan Limbah Jerami (Bahan Bakar
Jumputan Padat - BBJP) untuk wilayah Wilayah Serang dan
Kota Cilegon.
Dokumen ini harus bersifat komprehensif, terstruktur dengan
baik, dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Laporan ini ditujukan untuk berbagai pemangku kepentingan,
termasuk pembuat kebijakan, calon investor, dan pihak teknis.
Oleh karena itu, laporan harus menghindari penggunaan
jargon yang berlebihan dan menyajikan informasi secara
lugas, didukung oleh ringkasan eksekutif yang jelas dan bab-
bab yang terorganisir dengan baik.