| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0013396254001000 | Rp 999,349,620 | - | |
CV Rileq Konstruksi | 00*4**4****05**0 | - | - |
| 0942619677435000 | Rp 850,937,183 | Tidak Melampirkan penilaian kinerja sampai masa pemeliharaan FHO dengan predikat minimal baik | |
| 0025226978405000 | Rp 873,408,363 | Laporan hasil Pemeriksaan dan Pengujian alat Tandem Roller yang disampaikan berbeda tidak sesuai karena Nomor Laporan hasil Pemeriksaan tercantum dalam Hasil Pemeriksaan dan Pengujian Berkala Alat Berbeda | |
PT Karya Kontruksi Nusantara | 09*3**7****07**0 | Rp 820,067,791 | berdasarkan cek SBU melalui website https://lpjk.pu.go.id/ SBU BS001 perusahaan PT. KARYA KONTRUKSI NUSANTARA dalam status pencabutan |
PT Nobel Kontruksi System | 06*3**2****07**0 | Rp 860,988,327 | Bukti kepemilikan Alat JACK HAMMER yang disampaikan dari pemberi sewa tidak sesuai (Surat Jalan) berdasarkan Dokumen Pemilihan Bukti Kepemilikan alat berupa STNK, BPKB, invois, kuitansi, bukti pembelian, surat perjanjian jual beli |
| 0937180420034000 | - | - | |
| 0314592635002000 | - | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
| 0662556125414000 | - | - | |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - | - |
PT Toba Maju Perkasa | 06*8**3****47**0 | - | - |
CV Rindu Alam Sejahtera | 02*1**9****19**0 | - | - |
| 0314467457419000 | - | - | |
| 0808956585419000 | - | - | |
CV Putra Gilbar Permata | 09*3**2****07**0 | - | - |
| 0844132886028000 | - | - | |
PT Erista Jaya | 03*3**8****07**0 | - | - |
PT Daniel Sumber Rezeki | 09*9**3****32**0 | - | - |
| 0749080032435000 | - | - | |
PT Yubas Mega Perkasa | 10*0**0****07**4 | - | - |
| 0033353632429000 | - | - | |
| 0316658343435000 | - | - | |
| 0832454904435000 | - | - | |
| 0013935200004000 | - | - | |
| 0944364405435000 | - | - | |
| 0021084900405000 | - | - | |
| 0916336340117000 | - | - |
PEMERINTAH KOTA BEKASI
Uraian Singkat
Pekerjaan
Metode kerja yang dapat digunakan pada Pemeliharaan Rutin Jalan – PAKET 16,
antara lain:
a) Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
Prime Coat dihampar di atas permukaan pondasi tanpa bahan pengikat seperti
Lapis Pondasi Agregat. Kegunaan dari prime coat yaitu memberi daya ikat antara
lapis pondasi agregat dengan campuran beraspal dan mencegah lepasnya butiran
lapis pondasi agregat jika dil jika dilewati kendaraan (sebelum dilapis dengan
campuran beraspal. Selain itu dapat menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh
cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke dalam lapis fondasi agregat
yang jika terjadi dapat menyebabkan kerusakan struktur. Berikut tahapan
pekerjaan Prime Coat antara lain:
1. Permukaan jalan yang akan dihampar prime coat harus dibersihkan
terlebih dahulu dengan menggunakan kompresor angin (air compressor)
untuk mengurangi kadar lumpur atau debu yang ada sehingga tekstur
perkerasan lama terlihat jelas;
2. Bagian permukaan jalan yang dihampar dengan prime coat hanya pada
permukaan lapisan pondasi agregat;
3. Aspal distributor dikalibrasi terlebih dahulu, seperti sudut nosel,
ketinggian dan kecepatan kendaraan. Ketinggian batang penyemprot
diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan jarak nosel agar diperoleh
penyemprotan yang tumpang tindih sebanyak 2 – 3 kali;
4. Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan agar tidak
mengganggu pekerjaan;
5. Di lokasi pekerjaan dilakukan pencampuran aspal & kerosin dengan
perbandingan aspal 80% : kerosin 20% atau sesuai dengan spesifikasi
dan petunjuk Direksi Pekerjaan;
6. Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam asphalt distributor/asphalt
sprayer.
b) Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)
Pekerjaan Lapis Perekat (tack coat) akan memberi daya ikat antara lapis lama
dengan baru, dan dipasang pada permukaan beraspal atau beton semen yang
kering dan bersih. Jika daya ikat yang dihasilkan tidak baik, akan menyebabkan
terjadinya pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang baru akan menjadi sungkur
(shoved) searah pergerakan lalu-lintas, terutama pada daerah-daerah
tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi perlambatan/percepatan. Berikut tahapan
pekerjaan tack coat antara lain:
1. Permukaan yang akan dilapisi dengan tack coat terlebih dahulu
dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya dengan menggunakan
kompresor angin (air compressor);
2. Jika kondisi permukaan jalan lama sudah bersih maka tack coat mulai
dihampar secara merata dengan menggunakan asphalt spayer
tujuannya untuk merekatkan antara permukaan lama dengan yang
baru (AC-WC - Levelling);
3. Bahan dasar berupa aspal dan kerosin dicampur dengan komposisi
sesuai spesifikasi dan kemudian dipanaskan sehingga menjadi
campuran aspal cair;
4. Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test di
lokasi pekerjaan.
Ilustrasi Penyemprotan Prime Coat dan Tack Coat
c) Pekerjaan Lapis Tipis Aspal Beton ( Lataston / HRS )
Berikut tahapan pekerjaan Lapis Tipis Aspal Beton ( Lataston / HRS ) :
1. Material pekerjaan aspal panas yang berada dalam dump truck tiba di
lokasi pekerjaan dan ditumpahkan dalam mesin penghampar (finisher)
dengan temperatur suhu antara 130 0C - 150 0C. Pelaksana Lapangan
wajib melakukan pengecekan temperatur aspal yang disaksikan oleh
Pelaksana Teknis atau pengawas Lapangan serta didokumentasikan;
2. Pada saat penghamparan aspal, dump truck dirapatkan pada mesin
penghampar, kemudian bak dump truck dijungkitkan dan gigi
perseneling dan rem dump truck dibiarkan bebas, sementara mesin
penghampar mendorong dump truk ke depan;
3. Pintu dump truck dibuka di atas hopper dan campuran dibiarkan
mengalir ke dalam hopper tanpa segregasi. Kemudian campuran
beraspal mengalir dari hopper sepanjang batang ulir (auger) dan
membagi rata keluar mesin penghampar yang diratakan dengan screed;
4. Sepatru perata (screed) akan meratakan dan memadatkan campuran
beraspal panas serta menghaluskan permukaan hamparan campuran
beraspal dengan pelat pemadat (tamper) sebelum dilakukan pemadatan
awal (break down rolling) dengan mesin pemadat roda baja (tandem
roller) pada temperatur suhu 125 0C - 145 0C. Kemudian, petugas
memonitor temperatur campuran beraspal panas, dan bila perlu
merapikan tepi hamparan menggunakan alat bantu (rakes). Selanjutnya
campuran beraspal digilas dengan tandem roller sebanyak 1 - 2 lintasan;
5. Setelah dilakukan pemadatan awal dilanjutkan dengan pemadatan
antara (intermediate rolling) menggunakan pneumatic tyre roller (PTR).
Kondisi aspal berada pada temperatur suhu antara 100 0C - 125 0C yang
artinya selama pemadatan antara dimulai hingga selesai tidak boleh
kurang dari temperatur suhu yang telah ditentukan. Pemadatan antara
intermediate rolling) dilakukan beberapa lintasan sampai medekati
kepadatan standar kerja (Job Standar Density). Selanjutnya pemadatan
akhir (finish rolling) menggunakan tandem roller dihampar pada
temperatur suhu > 95 0C (diatas 95 0C) untuk meratakan dan merapikan
alur yang mebekas akibat penggilasan pneumatic tyre roller;
6. Penghamparan ditekan pada ketebalan lapisan permukaan dibuat dan
mengikuti superelevasi jalan pada bagian lurus maupun pada tikungan;
7. Pemadatan hendaknya dilakukan dari tepi berangsur-angsur ketengah,
dengan arah sejajar as jalan dan jejak roda harus saling menutup
dengan lebar yang cukup;
8. Penggilasan dimulai dari bagian rendah, overlap penggilasan 15 cm di
sebelah luar yang telah digilas;
9. Untuk menghindari campuran tidak terbawa maka roda sering dibasahi
dengan air;
10. Penyedia wajib menyerahkan hasil pengujian material (Job Mix Design)
yang akan digunakan dan komposisi harus sesuai spesifikasi teknik
yang disyaratkan;
11. Perawatan dan perlindungan aspal :
- Perlindungan perkerasan yang sudah selesai
- Perlindungan terhadap hujan
- Toleransi tebal
- Pembukaan dan pembatasan lalu lintas