| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0416109858447000 | Rp 1,419,948,408 | - | |
PT Tri Samira Jaya | 06*2**6****85**0 | Rp 1,500,221,720 | - |
CV Karya Putra Muda | 05*8**5****35**0 | Rp 1,399,880,448 | Tidak melampirkan penilaian kinerja sesuai dengan yang dipersyaratkan |
| 0923682603439000 | - | - | |
| 0021084900405000 | Rp 1,391,827,309 | Tabel B.1 IBPRP tidak sesuai dengan ketentuan dalam dokumen pemilihan | |
PT Karya Kontruksi Nusantara | 09*3**7****07**0 | Rp 1,416,900,244 | berdasarkan hasil klarifikasi, SBU Konstruksi Bangunan Sipil Jalan BS001 telah dicabut |
PT Nobel Kontruksi System | 06*3**2****07**0 | Rp 1,366,961,485 | Tidak melampirkan/menunjukkan bukti kepemilikan peralatan Jackhammer sesuai dengan ketentuan dalam dokumen pemilihan |
| 0033353632429000 | Rp 1,438,750,159 | Tidak melampirkan penilaian kinerja sesuai dengan yang dipersyaratkan | |
Nael Raja Trivima | 01*7**2****47**0 | - | - |
| 0314592635002000 | - | - | |
| 0624196002401000 | - | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
Bangun Inspirasi Indonesia | 00*6**1****27**0 | - | - |
| 0843521246029000 | - | - | |
CV Mita Bangun Sarana | 09*8**1****27**0 | - | - |
| 0904531415439000 | - | - | |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - | - |
Cahaya Surya Imani | 08*8**7****35**0 | - | - |
PT Toba Maju Perkasa | 06*8**3****47**0 | - | - |
CV Raja Multi Bintang | 06*3**0****47**0 | - | - |
PT Erista Jaya | 03*3**8****07**0 | - | - |
PT Daniel Sumber Rezeki | 09*9**3****32**0 | - | - |
| 0023186216001000 | - | - | |
| 0026029710407000 | - | - | |
| 0316754530435000 | - | - | |
CV Rileq Konstruksi | 00*4**4****05**0 | - | - |
PT Yubas Mega Perkasa | 10*0**0****07**4 | - | - |
| 0013339395034000 | - | - | |
| 0956481832427000 | - | - | |
| 0020663191034000 | - | - | |
| 0910913540402000 | - | - | |
| 0030967608008000 | - | - | |
| 0815134705412000 | - | - | |
| 0916336340117000 | - | - | |
| 0026552596008000 | - | - | |
| 0013396254001000 | - | - |
PEMERINTAH KOTA BEKASI
Uraian Singkat
Pekerjaan
METODE PELAKSANAAN A. PERKERASAN ASPAL
PEKERJAAN Metode pekerjaan aspal yaitu :
- Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat ) dihampar di atas
permukaan pondasi tanpa bahan pengikat seperti lapis pondasi
agregat. Kegunaan dari prime coat yaitu memberi daya ikat
antara lapis pondasi agregat dengan campuran beraspal dan
mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat jika dil jika
dilewati kendaraan (sebelum dilapis dengan campuran
beraspal. Selain itu dapat menjaga lapis pondasi agregat dari
pengaruh cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke
dalam lapis fondasi agregat yang jika terjadi dapat
menyebabkan kerusakan struktur.
Alur Pekerjaan Aspal :
- Langkah pekerjaannya Prime Coat antara lain:
1. Pemasangan lapis resap pengikat dilaksanakan setelah
permukaaan lama dibersihkan dengan compressor udara
atau sikat mekanis sehingga tekstur perkerasan lama
terlihat jelas.
2. Aspal distributor dikalibrasikan terlebih dahulu, seperti
sudut nosel, ketinggian dan kecepatan kendaraan.
Ketinggian batang penyemprot diatur sedemikian rupa
disesuaikan dengan jarak nosel agar diperoleh
penyemprotan yang tumpang tindih sebanyak 2-3kali.
3. Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan.
Agar tidak mengganggu pekerjaan
4. Di tempat pencampuran Asphalt & kerosine dicampur
dengan perbandingan (Asphal 80 % : Kerosine 20 % ) atau
sesuai dengan spesifikasi dan petunjuk Direksi Pekerjaan
5. Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam Asphalt
distributor / Asphalt Sprayer
6. Pada permukaan Perkerasan aspal lama disemprotkan
Lapis perekat aspal cair dengan ketebalan/berat sesuai
dengan petunjuk Spesifikasi / Direksi Pekerjaan
Ilustrasi Penyemprotan Lapis Pengikat dan Resap Pengikat
- Pekerjaan Lapis Perekat ( Tack Coat ) akan memberi daya ikat
antara lapis lama dengan baru, dan dipasang pada permukaan
beraspal atau beton semen yang kering dan bersih. Jika daya
ikat yang dihasilkan tidak baik, akan menyebabkan terjadinya
pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang baru akan menjadi
sungkur (shoved) searah pergerakan lalu-lintas, terutama pada
daerah-daerah tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi
perlambatan/ percepatan.
1. Sebelum Lapis Aspal Beton (Laston/AC) dihampar pada
existing jalan, untuk merekatkan antara permukaan lama
dengan yang baru (AC-WC-Levelling) digunakan bahan
lapis perekat yang disemprotkan dengan menggunakan
aspal spayer
2. Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan
kotoran lainnya dengan air compressor.
3. Bahan dasar berupa aspal dan karosene dicampur denagn
komposisi sesuai spesifikasi dan dipanaskan sehingga
menjadi campuran aspal cair.
4. Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt
Sprayer ke atas permukaan yang akan dilapisi.
5. Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan
paper test dilokasi pekerjaan.
- Pekerjaan Asphalt Treade Base (ATB)
1. Pada area yang masih belum rata, dikerjakan dahulu
levelling menggunakan ATB
2. Menyerahkan hasil pengujian material (Job Mix design)
material Hot Mix ATB – Lapis Pondasi yang akan digunakan
dan komposisi harus sesuai Spesifikasi teknik yang
disyaratkan
3. Material ATB dihampar dengan alat asphalt finisher dan
dipadatkan dengan alat tandem roller dengan lintasan
minimum sesuai spesifikasi teknik, kemudian dipadatkan
kembali dengan menggunakan alat Pneumatic Tire Roller
dengan lintasan sesuai hasil trial dan dipadatkan finishing
dengan alat Tandem Roller
4. Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapihkan
tepi hamparan dengan menggunakan alat bantu
- Pekerjaan Lapis Aspal Beton (Laston/AC):
1. Mempersiapkan material pekerjaan aspal dalam Dump
Truck dengan keadaan panas ke lokasi pekerjaan dan
ditumpahkan dalam mesin penghampar (finisher).
2. Truk dirapatkan pada mesin penghampar, kemudian bak
truk dijungkitkan. Selanjutnya gigi perseneling dan rem
truk dibiarkan bebas, sementara mesin penghampar
mendorong truk ke depan.
3. Pintu dump truck dibuka di atas hopper dan campuran
dibiarkan mengalir ke dalam hopper tanpa segregasi.
Kemudian campuran beraspal mengalir dari hopper
sepanjang batang ulir (auger) dan membagi rata keluar
mesin penghampar yang diratakan dengan screed.
4. Sepatru perata (screed) akan meratakan dan memadatkan
campuran beraspal panas serta menghaluskan permukaan
hamparan campuran beraspal dengan pelat pemadat
(tamper) sebelum dilakukan pemadatan pertama (break
down rolling) dengan mesin pemadat roda besi (tandem
roller).
Setelah itu, petugas memonitor temperatur campuran
beraspal panas, dan bila perlu merapikan tepi hamparan
menggunakan alat bantu (rakes). Selanjutnya, campuran
beraspal digilas dengan tandem (1 atau 2 lintasan)
5. Memulai penghamparan aspal dalam keadaan panas ke
lokasi pekerjaan dari Dump Truck dan ditumpahkan ke
dalam mesin penghampar yaitu asphalt finisher dengan
campuran aspal yang dihampar pada temperatur 1250 C –
1400 C.
6. Setelah penghamparan, aspal kemudian dipadatkan ketika
suhu aspal masih panas dan harus selesai sebelum suhu
aspal kurang dari 650 C. Pemadatan/pengilasan aspal awal
(break down rolling) dengan suhu 135±100 C
menggunakan mesin tandem roller dapat menghasilkan
kepadatan sekitar 95%. Setelah itu aspal (130±100 C)
dilakukan pemadatan kedua (intermediate rolling)
menggunakan Pneumatic Tyredd Roller (PTR) beberapa
lintasan sampai medekati kepadatan standar kerja (Job
Standar Density, JSD. Pada pemadatan akhir aspal (finish
rolling) dihampar dengan suhu 120±100 C menggunakan
tandem roller sehingga meratakan bagian-bagian yang
mebekas akibat penggilasan dengan PTR.
7. Penghamparan ditekan pada ketebalan lapisan
permukaan dibuat dan mengikuti superelevasi jalan pada
bagian lurus maupun pada tikungan
8. Pemadatan hendaknya dilakukan dari tepi berangsur-
angsur ketengah, dengan arah sejajar as jalan dan jejak
roda harus saling menutup dengan lebar yang cukup
9. Penggilasan dimulai dari bagian rendah, overlap
penggilasan 15 cm disebelah luar yang telah digilas
10. Agar campuran tidak terbawa maka roda perlu dibasahi air
Perawatan dan perlindungan aspal :
- Perlindungan perkerasan yang sudah selesai
- Perlindungan terhadap hujan
- Toleransi tebal
Pembukaan dan pembatasan lalu lintas
PEMERINTAH KOTA BEKASI
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
METODE PELAKSANAAN A. PEKKERASAN BETON
PEKERJAAN
Perkerasan jalan dengan beton Ready Mix FC’ 30 MPA
a. Pengadaan beton FC’ 30 MPA dari batching plant
b. Sebelum dilaksanakan pengecoran beton dilakukan
pembersihan lokasi pekerjaan dengan cara pengerukan/
penggarukan di sekeliling pekerjaan beton sehingga
menjamin dicapainya seluruh sudut pekerjaan
c. Menuangkan beton (FC’ 30 MPA) ke area lokasi
pekerjaan sebelum waktu ikat awalnya (initial setting
time) dan harus dilakukan tanpa berhenti sampai dengan
sambungan konstruksi yang telah disetujui sebelumnya
atau sampai dengan pekerjaan selesai.
d. Meratakan dan memadatkan beton FC’ 30 MPA
menggunakan concrete vibrator dan alat bantu
(jidar,dsb) sesuai dengan ketebalan dan elevasi rencana
sehingga tidak terjadi segregasi pada agregat dan semua
sudut diantara sekitar besi tulangan benar-benar diisi
tanpa pemindahan kerangka penulangan dan tidak ada
rongga atau gelembung udara.
e. Melakukan perataan permukaan horizontal segera
setelah pengecoran selesai dilaksanakan dengan alat
yang sesuai (mal) untuk memberikan bentuk dan
ketinggian yang diperlukan secara manual sampai halus
dan rata dengan menggerakkan perata kayu secara
memanjang dan melintang sebelum beton mulai
mengeras
f. Membuat permukaan beton menjadi kasar dengan
membuat alur (grooving) pada arah melintang atau
memanjang jalan sebelum beton mulai mengeras
g. Setelah dilakukan grooving dan beton mulai mengikat
(pengikatan awal), permukaan beton diberikan curing
compound atau pembungkusan dengan bahan penyerap
air seperti penutupan dengan geotextile/ karung goni
yang basah paling sedikit 3 hari. Apabila menggunakan
acuan kayu maka harus dipertahankan basah setiap saat
untuk mencegah terbukanya sambungan-sambungan
dan pengeringan beton .
h. Setelah beton kering mengering, beton dipotong
menggunakan concrete cutter pada tiap lokasi
pemasangan tie bar dan dowel sesuai dengan jarak dan
kedalaman yang ditentukan
i. Melakukan pemasangan joint sealent di setiap lubang
bekas pemotongan sehingga tertutup rata permukaan
beton
Perawatan dan perlindungan beton :
- Perawatan dengan Lembar Goni atau Terpal
- Perawatan celah gergajian
- Perlindungan perkerasan yang sudah selesai
- Perlindungan terhadap hujan
- Toleransi tebal
- Pembukaan dan pembatasan lali lintas