| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0023466006042000 | Rp 864,004,912 | Tidak memiliki/melampirkan breaker excavator | |
PT Edtri Gracia Abadi | 06*3**2****43**0 | Rp 986,907,015 | Tidak melampirkan penilaian kinerja sesuai dengan yang dipersyaratkan |
| 0022386205042000 | Rp 812,937,840 | Tidak memiliki/melampirkan breaker excavator | |
PT Erista Jaya | 03*3**8****07**0 | - | - |
| 0916336340117000 | - | - | |
CV Graha Aktiva Persada | 05*3**2****07**0 | - | - |
| 0016698888009000 | - | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
PT Daniel Sumber Rezeki | 09*9**3****32**0 | - | - |
CV Sartika Dewi Laras | 06*8**5****32**0 | - | - |
| 0756359980432000 | - | - | |
PT Karya Kontruksi Nusantara | 09*3**7****07**0 | - | - |
| 0022386197042000 | - | - | |
PT Nobel Kontruksi System | 06*3**2****07**0 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Metode Kerja Pekerjaan Konstruksi
Metode kerja yang dapat digunakan pada Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi
(Jalan PU Kel. Cimuning) Kec. Mustika Jaya, antara lain:
Pekerjaan Perkerasan Jalan Beton
a) Pekerjaan Pembongkaran Jalan Beton
Pembongkaran beton menggunakan breaker (hydraulic hammer) pada
excavator melibatkan penggunaan alat berat yang dilengkapi dengan
breaker untuk menghancurkan struktur beton. Operator mengendalikan
excavator dari kabin untuk mengarahkan breaker ke area beton yang
akan dihancurkan, kemudian breaker akan memecah beton dengan
pukulan berulang-ulang hingga hancur. Tahapan pelaksanaan
pembongkaran beton adalah sebagai berikut:
1. Pahami struktur beton yang akan dibongkar untuk menentukan
titik lemah dan cara terbaik untuk menghancurkannya;
2. Penyediaan area kerja yang aman dari pejalan kaki dan kendaraan
lain di sekitar lokasi pembongkaran jalan beton;
3. Puing-puing beton yang telah hancur dikumpulkan dan
dipindahkan menggunakan alat lain, seperti excavator atau dump
truck ke area yang telah ditentukan.
b) Spesifikasi teknis perkerasan jalan menggunakan Beton Ready Mix fc' 30
mpa (Fast Track) ≤ 24 jam;
c) Sebelum dilaksanakan pengecoran jalan, terlebih dahulu penyedia wajib
melakukan pengukuran level jalan agar ketahuan bagian yang perlu
dilakukan penghamparan material Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA).
Setelah itu, dilakukan pemadatan dengan alat Vibro Roller serta
memasang acuan/mal;
d) Jika lokasi dirasa sudah siap maka penyedia mengundang Tim Teknis
dari dinas untuk mendapat persetujuan melakukan pengecoran jalan;
e) Selanjutnya Penyedia melakukan pemesanan Beton Ready Mix fc' 30
mpa (Fast Track) ≤ 24 jam dari Batching Plant;
f) Beton Ready Mix fc' 30 mpa (Fast Track) ≤ 24 jam tiba di lokasi pekerjaan
sebelum initial setting time (waktu ikat awal) dan dilakukan secara
berkesinambungan tanpa berhenti sesuai dengan volume beton yang
telah disetujui dalam kontrak. Pekerja di lapangan minimal 15 orang
yang telah menggunakan peralatan K3;
g) Pada saat pengecoran jalan wajib terlebih dahulu dilakukan slump test
yang disaksikan oleh Tim Teknis dari dinas, Konsultan Supervisi dan
Pelaksana Lapangan untuk memastikan kesesuaian spesifikasi teknis.
Pelaksana Lapangan wajib mengambil minimal 3 sampel beton untuk di
uji di laboratorium;
h) Sebelum beton dituang ke jalan, Pelaksana Lapangan menginstruksikan
lebih dahulu dipasang plastic sheet. Jika hal itu tidak dilakukan maka
Tim Teknis dari dinas atau Konsultan Supervisi berhak memberhentikan
pekerjaan sampai hal tersebut dilakukan;
i) Setelah beton tergelar di lokasi, Pelaksana Lapangan wajib memastikan
sudutan jalan (posisi acuan/mal) tidak ada yang kopong sehingga harus
dipadatkan dengan menggunakan concrete vibrator dan meratakan
bagian permukaan dengan jidar sesuai dengan ketebalan dan elevasi
rencana;
j) Beton tergelar sebelum kering dibuat menjadi kasar dengan membuat
alur (grooving) pada arah melintang jalan;
k) Setelah dilakukan grooving dan beton mulai mengikat (pengikatan awal),
permukaan beton diberikan curing compound atau pembungkusan
dengan bahan penyerap air seperti penutupan dengan geotextile/karung
goni yang basah paling sedikit 3 hari sejak dari pengecoran. Jika
menggunakan acuan/mal yang terbuat dari kayu maka harus
dipertahankan basah setiap saat untuk mencegah terbukanya
sambungan-sambungan dan pengeringan beton;
l) Dalam kondisi beton sudah mulai mengeras, Pelaksana Lapangan
menginstruksikan kepada pekerja untuk membuat joint sealant
menggunakan alat concrete cutting dengan jarak dan ketebalan yang
telah ditentukan yang dilakukan secara melintang;
m) Bekas joint sealant diisi dengan material yang fleksibel (tidak kaku)
sesuai dengan spesifikasi;
n) Di akhir pekerjaan fisik kegiatan, penyedia wajib menyiapkan rambu
penutupan jalan sampai pembukaan lalu lintas setelah mendapat ijin
dari Tim Teknis atau Konsultan Supervisi; dan
o) Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan, penyedia wajib
membersikan lokasi kegiatan seperti melepas acuan/mal, membuang
bongkaran beton dan lainnya.