| 0019554344005000 | Rp 15,270,270,000 | |
| 0312685936405000 | - | |
PT Nobel Kontruksi System | 06*3**2****07**0 | - |
| 0723660890412000 | - | |
CV Berdaya Sukses Jaya | 04*4**3****32**0 | - |
| 0818446908427000 | - | |
PT Napauli Dionma Sukses | 09*1**0****01**0 | - |
PT Erista Jaya | 03*3**8****07**0 | - |
PT Daniel Sumber Rezeki | 09*9**3****32**0 | - |
CV Rileq Konstruksi | 00*4**4****05**0 | - |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - |
| 0211080163434000 | - | |
CV Masa Agung Jaya | 09*9**9****01**0 | - |
| 0940117245443000 | - | |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - |
PT Karya Kontruksi Nusantara | 09*3**7****07**0 | - |
| 0705288926407000 | - | |
| 0839589280027000 | - | |
| 0026656017407000 | - | |
| 0916336340117000 | - | |
CV Hri Portibi | 07*8**5****11**0 | - |
Uraian Pekerjaan Konstruksi
Uraian pekerjaan yang dapat digunakan pada Peningkatan Jalan Kota Bekasi
(Jalan Sisi Barat Perjuangan) Kec. Bekasi Utara, antara lain:
a) Pekerjaan Sheet Pile
1. Menentukan titik koordinat lokasi pemasangan sheet pile;
2. Membersihkan area dari halangan dan meratakan permukaan
tanah agar aksesibilitas alat berat dan material ke lokasi
pemasangan sheet pile dapat berjalan dengan baik;
2. Pengadaan Material sheet pile sesuai dengan spesifikasi teknis yang
telah ditentukan;
3. Sebelum pemancangan sheet pile dilakukan terlebih dahulu
memasang guide wall sebagai panduan untuk memastikan
kelurusan dan kemiringan sheet pile yang dipancang;
4. Pemasangan sheet pile satu per satu menggunakan
crane/excavator dan vibro hammer, mengikuti urutan yang telah
ditentukan dan sudah mendapatkan persetujuan tim teknis dari
dinas untuk memulai pemancangan;
5. Memastikan area kerja pemancangan saat proses pengangkatan
material dan radius putar alat aman dari kendaraan, orang dan
aktifitas lain;
6. Memeriksan kedalaman dan ketegakan sheet pile secara berkala,
terutama setelah pemancangan pertama karena akan
mempengaruhi pemancangan selanjutnya;
7. Memotong sheet pile yang berlebih dan membersihkan puing –
puing hasil pemotongan;
8. Perakitan pabrikasi tulangan/pembesian caping beam seperti
pemotongan dengan bar cutter dan pembengkokan dengan bar
bander, kemudian pemasangan baja tulangan sesuai dengan
gambar pelaksanaan dan persilangannya diikat kuat dengan kawat
bendrat;
9. Pemasangan bekisting menggunakan multiplek 12 mm dan balok
kayu sebagai rangka atau pennyambung antar multiplek yang
dibentuk dan diukur sesuai dengan dimensi caping beam;
10. Untuk mendapatkan bentuk vertical pada sisi tegak dibantu dengan
unting – unting dan bentuk lurus horizontal dibantu dengan
benang;
11. Pastikan bekisting tidak mengalami kebocoran dan perubahan
bentuk Ketika proses pengecoran berlangsung;
12. Jika lokasi dirasa sudah siap maka penyedia mengundang Tim
Teknis dari dinas untuk mendapat persetujuan melakukan
pengecoran;
13. Selanjutnya Penyedia melakukan pemesanan Beton Ready Mix fc’
20 Mpa dari Batching Plant;
14. Beton Ready Mix fc’ 20 Mpa tiba di lokasi pekerjaan sebelum initial
setting time (waktu ikat awal) dan dilakukan secara
berkesinambungan tanpa berhenti sesuai dengan volume beton
yang telah disetujui dalam kontrak. Pekerja di lapangan minimal 15
orang yang telah menggunakan peralatan K3;
15. Pada saat pengecoran jalan wajib terlebih dahulu dilakukan slump
test yang disaksikan oleh Tim Teknis dari dinas, Konsultan
Supervisi dan Pelaksana Lapangan untuk memastikan kesesuaian
spesifikasi teknis. Pelaksana Lapangan wajib mengambil minimal 3
sampel beton untuk di uji di laboratorium;
16. Selama proses pengecoran pelaksana lapangan wajib memastikan
sudutan dan dinding tidak ada yang kopong sehingga harus
dipadatkan dengan menggunakan concrete vibrator.
b) Pekerjaan Perkerasan Jalan Beton
1. Pembentukan badan jalan dilakukan dengan perataan timbunan
tanah pilihan dengan motor grader sesuai dengan elevasi dan
kemiringan rencana yang telah ditentukan dengan persyaratan
ketebalan maksimal penimbunan 50 cm setiap layernya;
2. Lapisan pondasi badan jalan selanjutnya setelah timbunan tanah
pilihan (subgrade) adalah lapisan pondasi bawah (subbase course)
menggunakan agregat batu kapur dan lapisan pondasi atas (base
course) menggunakan agregat tipe A dan B dengan persyaratan
ketebalan maksimum kepadatannya tidak lebih dari 20 cm tiap
layernya;
3. Kemudian vibro roller memadatkan tiap lapisan permukaan badan
jalan yang telah dibentuk oleh motor grader;
4. Bila tanah atau agregat dalam keadaan kering, maka perlu
dilakukan penyiraman air dengan water tanker untuk
mendapatkan kadar air optimum atau mendekati optimum;
5. Spesifikasi teknis perkerasan jalan menggunakan Beton Ready Mix
fc’ 30 Mpa;
6. Sebelum dilaksanakan pengecoran jalan, terlebih dahulu penyedia
wajib melakukan pengukuran level jalan agar ketahuan bagian
yang perlu dilakukan penghamparan material Lapis Pondasi
Agregat Kelas A (LPA). Setelah itu, dilakukan pemadatan dengan
alat Vibro Roller serta memasang acuan/mal;
7. Jika lokasi dirasa sudah siap maka penyedia mengundang Tim
Teknis dari dinas untuk mendapat persetujuan melakukan
pengecoran jalan;
8. Selanjutnya Penyedia melakukan pemesanan Beton Ready Mix fc’
30 Mpa dari Batching Plant;
9. Beton Ready Mix fc’ 30 Mpa tiba di lokasi pekerjaan sebelum initial
setting time (waktu ikat awal) dan dilakukan secara
berkesinambungan tanpa berhenti sesuai dengan volume beton
yang telah disetujui dalam kontrak. Pekerja di lapangan minimal 15
orang yang telah menggunakan peralatan K3;
10. Pada saat pengecoran jalan wajib terlebih dahulu dilakukan slump
test yang disaksikan oleh Tim Teknis dari dinas, Konsultan
Supervisi dan Pelaksana Lapangan untuk memastikan kesesuaian
spesifikasi teknis. Pelaksana Lapangan wajib mengambil minimal 3
sampel beton untuk di uji di laboratorium;
11. Sebelum beton dituang ke jalan, Pelaksana Lapangan
menginstruksikan lebih dahulu dipasang plastic sheet. Jika hal itu
tidak dilakukan maka Tim Teknis dari dinas atau Konsultan
Supervisi berhak memberhentikan pekerjaan sampai hal tersebut
dilakukan;
12. Setelah beton tergelar di lokasi, Pelaksana Lapangan wajib
memastikan sudutan jalan (posisi acuan/mal) tidak ada yang
kopong sehingga harus dipadatkan dengan menggunakan concrete
vibrator dan meratakan bagian permukaan dengan jidar sesuai
dengan ketebalan dan elevasi rencana;
13. Beton tergelar sebelum kering dibuat menjadi kasar dengan
membuat alur (grooving) pada arah melintang jalan;
14. Setelah dilakukan grooving dan beton mulai mengikat (pengikatan
awal), permukaan beton diberikan curing compound atau
pembungkusan dengan bahan penyerap air seperti penutupan
dengan geotextile/karung goni yang basah paling sedikit 3 hari
sejak dari pengecoran. Jika menggunakan acuan/mal yang terbuat
dari kayu maka harus dipertahankan basah setiap saat untuk
mencegah terbukanya sambungan-sambungan dan pengeringan
beton;
15. Dalam waktu 24 jam kondisi beton sudah mulai mengeras,
Pelaksana Lapangan menginstruksikan kepada pekerja untuk
membuat joint sealant menggunakan alat concrete cutting dengan
jarak dan ketebalan yang telah ditentukan yang dilakukan secara
melintang;
16. Bekas joint sealant diisi dengan material yang fleksibel (tidak kaku)
sesuai dengan spesifikasi;
17. Di akhir pekerjaan fisik kegiatan, penyedia wajib menyiapkan
rambu penutupan jalan sampai pembukaan lalu lintas setelah
mendapat ijin dari Tim Teknis atau Konsultan Supervisi; dan
18. Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan, penyedia wajib
membersikan lokasi kegiatan seperti melepas acuan/mal,
membuang bongkaran beton dan lainnya.