Peningkatan Jalan Kota Bekasi (Jalan Sisi Barat Perjuangan)

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10065353000
Date: 29 July 2025
Year: 2025
KLPD: Kota Bekasi
Work Unit: Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 16,000,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 15,662,636,816
Winner (Pemenang): PT Bona Jati Mutiara
NPWP: 019554344005000
RUP Code: 60112509
Work Location: Bekasi Utara - Bekasi (Kota)
Participants: 21
Applicants
0019554344005000Rp 15,270,270,000
0312685936405000-
PT Nobel Kontruksi System
06*3**2****07**0-
0723660890412000-
CV Berdaya Sukses Jaya
04*4**3****32**0-
0818446908427000-
PT Napauli Dionma Sukses
09*1**0****01**0-
PT Erista Jaya
03*3**8****07**0-
PT Daniel Sumber Rezeki
09*9**3****32**0-
CV Rileq Konstruksi
00*4**4****05**0-
Roy Abadi Sejahtera
05*8**1****25**0-
0211080163434000-
CV Masa Agung Jaya
09*9**9****01**0-
0940117245443000-
Media Indonesia Bersinar
04*3**5****07**0-
PT Karya Kontruksi Nusantara
09*3**7****07**0-
0705288926407000-
0839589280027000-
0026656017407000-
0916336340117000-
CV Hri Portibi
07*8**5****11**0-
Attachment
Uraian Pekerjaan Konstruksi                        
                                                                    
                                                                    
Uraian pekerjaan yang dapat digunakan pada Peningkatan Jalan Kota Bekasi
(Jalan Sisi Barat Perjuangan) Kec. Bekasi Utara, antara lain:       
                                                                    
a)  Pekerjaan Sheet Pile                                            
    1.  Menentukan titik koordinat lokasi pemasangan sheet pile;    
                                                                    
    2.  Membersihkan area dari halangan dan meratakan permukaan     
        tanah agar aksesibilitas alat berat dan material ke lokasi  
                                                                    
        pemasangan sheet pile dapat berjalan dengan baik;           
    2.  Pengadaan Material sheet pile sesuai dengan spesifikasi teknis yang
                                                                    
        telah ditentukan;                                           
    3.  Sebelum pemancangan sheet pile dilakukan terlebih dahulu    
                                                                    
        memasang guide wall sebagai panduan untuk memastikan        
        kelurusan dan kemiringan sheet pile yang dipancang;         
                                                                    
    4.  Pemasangan  sheet pile satu per  satu  menggunakan          
        crane/excavator dan vibro hammer, mengikuti urutan yang telah
                                                                    
        ditentukan dan sudah mendapatkan persetujuan tim teknis dari
        dinas untuk memulai pemancangan;                            
                                                                    
    5.  Memastikan area kerja pemancangan saat proses pengangkatan  
        material dan radius putar alat aman dari kendaraan, orang dan
        aktifitas lain;                                             
                                                                    
    6.  Memeriksan kedalaman dan ketegakan sheet pile secara berkala,
        terutama setelah pemancangan  pertama karena  akan          
                                                                    
        mempengaruhi pemancangan selanjutnya;                       
    7.  Memotong sheet pile yang berlebih dan membersihkan puing –  
                                                                    
        puing hasil pemotongan;                                     
    8.  Perakitan pabrikasi tulangan/pembesian caping beam seperti  
                                                                    
        pemotongan dengan bar cutter dan pembengkokan dengan bar    
        bander, kemudian pemasangan baja tulangan sesuai dengan     
                                                                    
        gambar pelaksanaan dan persilangannya diikat kuat dengan kawat
        bendrat;                                                    
                                                                    
    9.  Pemasangan bekisting menggunakan multiplek 12 mm dan balok  
        kayu sebagai rangka atau pennyambung antar multiplek yang   
                                                                    
        dibentuk dan diukur sesuai dengan dimensi caping beam;      
    10. Untuk mendapatkan bentuk vertical pada sisi tegak dibantu dengan
        unting – unting dan bentuk lurus horizontal dibantu dengan  
                                                                    
        benang;                                                     
    11. Pastikan bekisting tidak mengalami kebocoran dan perubahan  
                                                                    
        bentuk Ketika proses pengecoran berlangsung;                
    12. Jika lokasi dirasa sudah siap maka penyedia mengundang Tim  
                                                                    
        Teknis dari dinas untuk mendapat persetujuan melakukan      
        pengecoran;                                                 
                                                                    
    13. Selanjutnya Penyedia melakukan pemesanan Beton Ready Mix fc’
        20 Mpa dari Batching Plant;                                 
                                                                    
    14. Beton Ready Mix fc’ 20 Mpa tiba di lokasi pekerjaan sebelum initial
        setting time (waktu ikat awal) dan dilakukan secara         
                                                                    
        berkesinambungan tanpa berhenti sesuai dengan volume beton  
        yang telah disetujui dalam kontrak. Pekerja di lapangan minimal 15
                                                                    
        orang yang telah menggunakan peralatan K3;                  
    15. Pada saat pengecoran jalan wajib terlebih dahulu dilakukan slump
                                                                    
        test yang disaksikan oleh Tim Teknis dari dinas, Konsultan  
        Supervisi dan Pelaksana Lapangan untuk memastikan kesesuaian
                                                                    
        spesifikasi teknis. Pelaksana Lapangan wajib mengambil minimal 3
        sampel beton untuk di uji di laboratorium;                  
    16. Selama proses pengecoran pelaksana lapangan wajib memastikan
                                                                    
        sudutan dan dinding tidak ada yang kopong sehingga harus    
        dipadatkan dengan menggunakan concrete vibrator.            
                                                                    
b)  Pekerjaan Perkerasan Jalan Beton                                
    1.  Pembentukan badan jalan dilakukan dengan perataan timbunan  
                                                                    
        tanah pilihan dengan motor grader sesuai dengan elevasi dan 
        kemiringan rencana yang telah ditentukan dengan persyaratan 
                                                                    
        ketebalan maksimal penimbunan 50 cm setiap layernya;        
    2.  Lapisan pondasi badan jalan selanjutnya setelah timbunan tanah
                                                                    
        pilihan (subgrade) adalah lapisan pondasi bawah (subbase course)
        menggunakan agregat batu kapur dan lapisan pondasi atas (base
                                                                    
        course) menggunakan agregat tipe A dan B dengan persyaratan 
        ketebalan maksimum kepadatannya tidak lebih dari 20 cm tiap 
                                                                    
        layernya;                                                   
    3.  Kemudian vibro roller memadatkan tiap lapisan permukaan badan
                                                                    
        jalan yang telah dibentuk oleh motor grader;                
    4.  Bila tanah atau agregat dalam keadaan kering, maka perlu    
        dilakukan penyiraman air dengan water tanker untuk          
                                                                    
        mendapatkan kadar air optimum atau mendekati optimum;       
    5.  Spesifikasi teknis perkerasan jalan menggunakan Beton Ready Mix
                                                                    
        fc’ 30 Mpa;                                                 
    6.  Sebelum dilaksanakan pengecoran jalan, terlebih dahulu penyedia
                                                                    
        wajib melakukan pengukuran level jalan agar ketahuan bagian 
        yang perlu dilakukan penghamparan material Lapis Pondasi    
                                                                    
        Agregat Kelas A (LPA). Setelah itu, dilakukan pemadatan dengan
        alat Vibro Roller serta memasang acuan/mal;                 
                                                                    
    7.  Jika lokasi dirasa sudah siap maka penyedia mengundang Tim  
        Teknis dari dinas untuk mendapat persetujuan melakukan      
                                                                    
        pengecoran jalan;                                           
    8.  Selanjutnya Penyedia melakukan pemesanan Beton Ready Mix fc’
                                                                    
        30 Mpa dari Batching Plant;                                 
    9.  Beton Ready Mix fc’ 30 Mpa tiba di lokasi pekerjaan sebelum initial
                                                                    
        setting time (waktu ikat awal) dan dilakukan secara         
        berkesinambungan tanpa berhenti sesuai dengan volume beton  
                                                                    
        yang telah disetujui dalam kontrak. Pekerja di lapangan minimal 15
        orang yang telah menggunakan peralatan K3;                  
    10. Pada saat pengecoran jalan wajib terlebih dahulu dilakukan slump
                                                                    
        test yang disaksikan oleh Tim Teknis dari dinas, Konsultan  
        Supervisi dan Pelaksana Lapangan untuk memastikan kesesuaian
                                                                    
        spesifikasi teknis. Pelaksana Lapangan wajib mengambil minimal 3
        sampel beton untuk di uji di laboratorium;                  
                                                                    
    11. Sebelum beton  dituang ke jalan, Pelaksana Lapangan         
        menginstruksikan lebih dahulu dipasang plastic sheet. Jika hal itu
                                                                    
        tidak dilakukan maka Tim Teknis dari dinas atau Konsultan   
        Supervisi berhak memberhentikan pekerjaan sampai hal tersebut
                                                                    
        dilakukan;                                                  
    12. Setelah beton tergelar di lokasi, Pelaksana Lapangan wajib  
                                                                    
        memastikan sudutan jalan (posisi acuan/mal) tidak ada yang  
        kopong sehingga harus dipadatkan dengan menggunakan concrete
                                                                    
        vibrator dan meratakan bagian permukaan dengan jidar sesuai 
        dengan ketebalan dan elevasi rencana;                       
    13. Beton tergelar sebelum kering dibuat menjadi kasar dengan   
        membuat alur (grooving) pada arah melintang jalan;          
                                                                    
    14. Setelah dilakukan grooving dan beton mulai mengikat (pengikatan
        awal), permukaan beton diberikan curing compound atau       
                                                                    
        pembungkusan dengan bahan penyerap air seperti penutupan    
        dengan geotextile/karung goni yang basah paling sedikit 3 hari
                                                                    
        sejak dari pengecoran. Jika menggunakan acuan/mal yang terbuat
        dari kayu maka harus dipertahankan basah setiap saat untuk  
                                                                    
        mencegah terbukanya sambungan-sambungan dan pengeringan     
        beton;                                                      
                                                                    
    15. Dalam waktu 24 jam kondisi beton sudah mulai mengeras,      
        Pelaksana Lapangan menginstruksikan kepada pekerja untuk    
                                                                    
        membuat joint sealant menggunakan alat concrete cutting dengan
        jarak dan ketebalan yang telah ditentukan yang dilakukan secara
                                                                    
        melintang;                                                  
    16. Bekas joint sealant diisi dengan material yang fleksibel (tidak kaku)
                                                                    
        sesuai dengan spesifikasi;                                  
    17. Di akhir pekerjaan fisik kegiatan, penyedia wajib menyiapkan
                                                                    
        rambu penutupan jalan sampai pembukaan lalu lintas setelah  
        mendapat ijin dari Tim Teknis atau Konsultan Supervisi; dan 
    18. Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan, penyedia wajib    
                                                                    
        membersikan lokasi kegiatan seperti melepas acuan/mal,      
        membuang bongkaran beton dan lainnya.
Tenders also won by PT Bona Jati Mutiara
Authority
14 March 2025Belanja Modal Konstruksi Lanjutan Pembangunan Gor TerpaduKota BekasiRp 65,161,670,000
5 February 2020Pembangunan Skywalk Halte Velbak - Halte Kebayoran Lama - Stasiun Kebayoran LamaProvinsi DKI JakartaRp 59,433,490,000
8 April 2019Belanja Konstruksi Pembangunan Jembatan Pantai Bakti Tahap II Desa Pantaibakti Kecamatan MuaragembongPemerintah Daerah Kabupaten BekasiRp 45,499,400,000
13 April 2021Belanja Hibah Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Kota BekasiKota BekasiRp 45,031,346,912
8 August 2017Pembangunan Jembatan Pebayuran - Rengasdengklok Kec. PebayuranPemerintah Daerah Kabupaten BekasiRp 37,162,500,000
16 October 2019Jasa Konstruksi Pembangunan Gedung DepagKota BekasiRp 36,007,984,832
26 April 2021Sub Kegiatan Pelebaran Jalan Menambah Lajur Uraian Pekerjaan Pelebaran Jalan Pangkalan 2 Sumur Batu (Luncuran DKI)Kota BekasiRp 30,376,875,100
4 August 2021Pembangunan Jembatan Kali Cibeet Penghubung Bojongmangu Dan Karawang, Desa Bojongmangu, Kec. Bojongmangu, Kab.BekasiPemerintah Daerah Kabupaten BekasiRp 29,400,000,000
8 April 2019Belanja Konstruksi Lanjutan Pembangunan Jembatan Pebayuran - Rengasdengklok Kec. PebayuranPemerintah Daerah Kabupaten BekasiRp 26,999,400,000
19 January 2023Belanja Modal Lanjutan Pembangunan Gedung Teknis BersamaKota BekasiRp 21,686,905,000