| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Surya Adhitama | 03*7**2****32**0 | Rp 4,495,683,937 | - |
| 0313158792005000 | - | - | |
| 0946821964432000 | - | - | |
| 0315562009435000 | - | - | |
| 0705288926407000 | - | - | |
| 0926674441419000 | - | - | |
| 0710755067407000 | Rp 4,189,981,992 | 1. Kolom 2 dan 3 tabel IBPRP dokumen RKK tidak sesuai LDP 2. Pengalaman Pelaksana jalan kurang dari 2 tahun 3. Tidak melampirkan bukti kepemilikan excavator dari pemberi sewa 4. Tidak melampirkan bukti kepemilikan breaker excavator | |
CV Masa Agung Jaya | 09*9**9****01**0 | Rp 4,233,909,189 | 1. Kolom 2 dan 3 tabel IBPRP dokumen RKK tidak sesuai LDP 2. Masa berlaku Hasil Pemeriksaan dan Pengujian alat Uji tandem roller habis per maret 2025 3. Setelah dilakukan Klarifikasi Hasil Pemeriksaan Peralatan Asphalt finisher, Pnematic Tyre Roller dan Asphalt sprayer Tidak sesuai dengan yang Dipersyaratkan |
PT Nobel Kontruksi System | 06*3**2****07**0 | Rp 3,719,730,730 | Tanggal Penilaian Kinerja Terbit sebelum Tanggal FHO |
| 0844132886028000 | Rp 3,752,861,796 | 1. Terdapat ketidak sesuaian nomor seri alat pneumatic tyre roller antara kwitansi dengan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian 2. Dump Truck B 9796 SYU (tidak melampirkan Hasil Uji Berkala), Dump Truck T 9691 TI (Hasil Uji Berkala habis per 24 Juni 2025), Dump Truck T 9374 DI (kapasitas lebih dari yang dipersyaratkan) | |
| 0438850315451000 | Rp 3,855,965,006 | 1. Tidak melampirkan Hasil Pemeriksan dan Pengujian alat asphalt sprayer 2. Tidak melampirkan bukti kepemilikan breaker untuk alat excavator | |
PT Karya Kontruksi Nusantara | 09*3**7****07**0 | Rp 3,911,621,601 | 1. Terdapat ketidak sesuaian antara invoice (Rutra) dengan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian (Sakai) alat asphalt sprayer 2. Setelah dilakukan klarifikasi, Perjanjian sewa peralatan excavator tidak diterbitkan oleh pemberi sewa |
| 0719665150432000 | - | - | |
CV Putra Gilbar Permata | 09*3**2****07**0 | - | - |
| 0752554121407000 | - | - | |
PT Erista Jaya | 03*3**8****07**0 | - | - |
| 0314592635002000 | - | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
| 0713003648419000 | - | - | |
| 0016287393003000 | - | - | |
CV Rileq Konstruksi | 00*4**4****05**0 | - | - |
| 0763494457435000 | - | - | |
| 0311592992417000 | - | - | |
| 0849107420412000 | - | - | |
| 0914537014444000 | - | - | |
| 0030147128008000 | - | - | |
| 0940117245443000 | - | - | |
| 0413457664001000 | - | - | |
| 0838242774412000 | - | - | |
| 0021456678008000 | - | - | |
| 0018171546001000 | - | - | |
| 0210931598425000 | - | - | |
CV Bangun Jaya Baru | 03*5**8****07**0 | - | - |
| 0623474061418000 | - | - | |
| 0862207206426000 | - | - | |
PT Assa Putra Properti | 08*7**9****07**0 | - | - |
| 0315562736435000 | - | - | |
| 0033353632429000 | - | - | |
| 0313855454412000 | - | - | |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - | - |
| 0956481832427000 | - | - | |
Said Budairy | 36*1**2****60**4 | - | - |
| 0838554707021000 | - | - | |
Artha Unggul Jaya | 06*4**1****08**0 | - | - |
| 0021084900405000 | - | - | |
Drie Karya Cemerlang | 05*8**1****68**0 | - | - |
| 0013396254001000 | - | - | |
| 0839589280027000 | - | - | |
| 0923682603439000 | - | - | |
Mega Galaksi | 10*0**0****63**3 | - | - |
| 0026656017407000 | - | - | |
CV Hri Portibi | 07*8**5****11**0 | - | - |
| 0536390339005000 | - | - | |
| 0031503170042000 | - | - | |
| 0916336340117000 | - | - | |
| 0723660890412000 | - | - | |
| 0015715287001000 | - | - | |
PT Daniel Sumber Rezeki | 09*9**3****32**0 | - | - |
CV Lirita Anugerah Sejati | 00*9**3****27**0 | - | - |
| 0722968047442000 | - | - | |
| 0011320280443000 | - | - | |
| 0832454904435000 | - | - | |
Cahaya Surya Imani | 08*8**7****35**0 | - | - |
| 0702581570442000 | - | - | |
PT Alhadi Karya Bersaudara | 03*5**7****35**0 | - | - |
Uraian Pekerjaan Konstruksi
Metode kerja yang dapat digunakan pada Peningkatan Jalan Lingkar Utara
Kec. Bekasi Utara, antara lain:
Metode Kerja Pekerjaan Perkerasan Jalan Aspal
a) Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
Prime Coat dihampar di atas permukaan pondasi tanpa bahan pengikat
seperti Lapis Pondasi Agregat. Kegunaan dari prime coat yaitu memberi
daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran beraspal dan
mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat jika dil jika dilewati
kendaraan (sebelum dilapis dengan campuran beraspal. Selain itu dapat
menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan.
Sehingga air tidak masuk ke dalam lapis fondasi agregat yang jika terjadi
dapat menyebabkan kerusakan struktur. Berikut tahapan pekerjaan
Prime Coat antara lain:
1. Permukaan jalan yang akan dihampar prime coat harus
dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan kompresor
angin (air compressor) untuk mengurangi kadar lumpur atau
debu yang ada sehingga tekstur perkerasan lama terlihat
jelas;
2. Bagian permukaan jalan yang dihampar dengan prime coat
hanya pada permukaan lapisan pondasi agregat;
3. Aspal distributor dikalibrasi terlebih dahulu, seperti sudut
nosel, ketinggian dan kecepatan kendaraan. Ketinggian
batang penyemprot diatur sedemikian rupa disesuaikan
dengan jarak nosel agar diperoleh penyemprotan yang
tumpang tindih sebanyak 2 – 3 kali;
4. Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan agar
tidak mengganggu pekerjaan;
5. Di lokasi pekerjaan dilakukan pencampuran aspal & kerosin
dengan perbandingan aspal 80% : kerosin 20% atau sesuai
dengan spesifikasi dan petunjuk Direksi Pekerjaan;
6. Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam asphalt
distributor/asphalt sprayer.
b) Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)
Pekerjaan Lapis Perekat (tack coat) akan memberi daya ikat antara lapis
lama dengan baru, dan dipasang pada permukaan beraspal atau beton
semen yang kering dan bersih. Jika daya ikat yang dihasilkan tidak baik,
akan menyebabkan terjadinya pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang
baru akan menjadi sungkur (shoved) searah pergerakan lalu-lintas,
terutama pada daerah-daerah tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi
perlambatan/percepatan. Berikut tahapan pekerjaan tack coat antara
lain:
1. Permukaan yang akan dilapisi dengan tack coat terlebih
dahulu dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya dengan
menggunakan kompresor angin (air compressor);
2. Jika kondisi permukaan jalan lama sudah bersih maka tack
coat mulai dihampar secara merata dengan menggunakan
asphalt spayer tujuannya untuk merekatkan antara
permukaan lama dengan yang baru (AC-WC - Levelling);
3. Bahan dasar berupa aspal dan kerosin dicampur dengan
komposisi sesuai spesifikasi dan kemudian dipanaskan
sehingga menjadi campuran aspal cair;
4. Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper
test di lokasi pekerjaan.
Ilustrasi Penyemprotan Prime Coat dan Tack Coat
c) Pekerjaan Lapis Aspal Beton (Laston / AC-WC)
Berikut tahapan pekerjaan Lapis Aspal Beton (Laston /AC-WC) :
1. Material pekerjaan aspal panas yang berada dalam dump truck
tiba di lokasi pekerjaan dan ditumpahkan dalam mesin
penghampar (finisher) dengan temperatur suhu antara 130 0C
- 150 0C. Pelaksana Lapangan wajib melakukan pengecekan
temperatur aspal yang disaksikan oleh Pelaksana Teknis atau
pengawas Lapangan serta didokumentasikan;
2. Pada saat penghamparan aspal, dump truck dirapatkan pada
mesin penghampar, kemudian bak dump truck dijungkitkan
dan gigi perseneling dan rem dump truck dibiarkan bebas,
sementara mesin penghampar mendorong dump truk ke
depan;
3. Pintu dump truck dibuka di atas hopper dan campuran
dibiarkan mengalir ke dalam hopper tanpa segregasi.
Kemudian campuran beraspal mengalir dari hopper sepanjang
batang ulir (auger) dan membagi rata keluar mesin
penghampar yang diratakan dengan screed;
4. Sepatru perata (screed) akan meratakan dan memadatkan
campuran beraspal panas serta menghaluskan permukaan
hamparan campuran beraspal dengan pelat pemadat (tamper)
sebelum dilakukan pemadatan awal (break down rolling)
dengan mesin pemadat roda baja (tandem roller) pada
temperatur suhu 125 0C - 145 0C. Kemudian, petugas
memonitor temperatur campuran beraspal panas, dan bila
perlu merapikan tepi hamparan menggunakan alat bantu
(rakes). Selanjutnya campuran beraspal digilas dengan
tandem roller sebanyak 1 - 2 lintasan;
5. Setelah dilakukan pemadatan awal dilanjutkan dengan
pemadatan antara (intermediate rolling) menggunakan
pneumatic tyre roller (PTR). Kondisi aspal berada pada
temperatur suhu antara 100 0C - 125 0C yang artinya selama
pemadatan antara dimulai hingga selesai tidak boleh kurang
dari temperatur suhu yang telah ditentukan. Pemadatan
antara intermediate rolling) dilakukan beberapa lintasan
sampai medekati kepadatan standar kerja (Job Standar
Density). Selanjutnya pemadatan akhir (finish rolling)
menggunakan tandem roller dihampar pada temperatur suhu
> 95 0C (diatas 95 0C) untuk meratakan dan merapikan alur
yang mebekas akibat penggilasan pneumatic tyre roller;
6. Penghamparan ditekan pada ketebalan lapisan permukaan
dibuat dan mengikuti superelevasi jalan pada bagian lurus
maupun pada tikungan;
7. Pemadatan hendaknya dilakukan dari tepi berangsur-angsur
ketengah, dengan arah sejajar as jalan dan jejak roda harus
saling menutup dengan lebar yang cukup;
8. Penggilasan dimulai dari bagian rendah, overlap penggilasan
15 cm di sebelah luar yang telah digilas;
9. Untuk menghindari campuran tidak terbawa maka roda
sering dibasahi dengan air;
10. Penyedia wajib menyerahkan hasil pengujian material (Job Mix
Design) yang akan digunakan dan komposisi harus sesuai
spesifikasi teknik yang disyaratkan;
11. Perawatan dan perlindungan aspal :
- Perlindungan perkerasan yang sudah selesai
- Perlindungan terhadap hujan
- Toleransi tebal
Pembukaan dan pembatasan lalu lintas