| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029954039005000 | Rp 1,107,010,400 | - | |
| 0820512564105000 | Rp 1,107,010,400 | - | |
| 0827115353444000 | - | - | |
PT Sudewa Putra Arthomoro | 06*2**9****34**0 | - | - |
CV Alam Jaya | 00*1**8****22**0 | Rp 1,245,000,000 | Tidak dievaluasi karena tidak termasuk dalam 3 penawaran terendah |
| 0029921160805000 | Rp 1,107,010,400 | Tidak dievaluasi karena tidak termasuk dalam 3 penawaran terendah | |
Sitapangi Nusa Bangun | 09*0**6****77**0 | Rp 1,093,198,367 | Tidak lulus evaluasi teknis karena: 1. tidak melampirkan bukti kepemilikan alat 2. Personil a.n Iwan Casiwan Hanya melampirkan 1 surat referensi pekerjaan dan tidak sesuai karena tertulis referensi untuk personil a.n Ernes Malven Hutapea 3. Pengalaman personil a.n Ernes Malven Hutapea kurang dari persyaratan karena referensi pekerjaan yang disampaikan hanya 1 tahun |
| 0425413234401000 | - | - | |
PT Pijar Cemerlang Konstruksi | 06*1**6****09**0 | - | - |
| 0603382953831000 | - | - | |
| 0810311423644000 | - | - | |
| 0626732408542000 | - | - | |
| 0315365577411000 | - | - | |
| 0859058596911000 | - | - | |
| 0027433036922000 | - | - | |
| 0535017313005000 | - | - | |
| 0530543263003000 | - | - | |
| 0012169256422000 | - | - | |
| 0719194391808000 | - | - | |
Berkah Sejahtera Mandiri | 0029711330101000 | - | - |
| 0834617409806000 | - | - | |
| 0719471294806000 | - | - | |
| 0811408145434000 | - | - | |
| 0724532452411000 | - | - | |
| 0210373734627000 | - | - | |
| 0624855979626000 | - | - | |
| 0758095327121000 | - | - | |
| 0028589133951000 | - | - | |
| 0753129303009000 | - | - | |
| 0731652137008000 | - | - | |
| 0961246840009000 | - | - | |
| 0626372288412000 | - | - | |
| 0753053255805000 | - | - | |
| 0862181187013000 | - | - | |
| 0653100560422000 | - | - | |
| 0016009201922000 | - | - | |
| 0847965621002000 | - | - | |
| 0317045227922000 | - | - |
DESKRIPSI SINGKAT
STASIUN PASANG SURUT INA-TEWS
PUSAT JARING KONTROL GEODESI DAN GEODINAMIKA
TAHUN 2023
Gambaran Umum
Stasiun Pasang Surut adalah sistem peralatan yang mencatat fenomena
pergerakan naik turunnya permukaan air laut setiap saat secara terus menerus dan
terpantau secara online dari data center yang dapat digunakan untuk berbagai
keperluan secara terus menerus (real time).
Gambar 1.Stasiun Pasang Surut
Sampai dengan akhir tahun 2022, jumlah stasiun pasang surut yang dikelola oleh
BIG adalah sebanyak 237 stasiun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Gambar 2. Sebaran 237 Stasiun Pasang Surut (Status Tahun 2022)
Sistem Stasiun Pasang Surut terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:
▪ Data Acquisition: Komponen ini terdiri atas bangunan fisik stasiun dan
peralatan pengamatan pasang surut laut di lapangan
▪ Data Communication: Komponen ini merupakan komunikasi data yang
digunakan untuk mengirimkan data dari lapangan ke data center
▪ Data Center: Komponen yang digunakan untuk menerima data dari lapangan
dan mendiseminasikan data kepada user
▪ Application: Merupakan aplikasi berbasis web atau service untuk pelayanan
diseminasi data pasut, termasuk layanan data pasut untuk Ina-TEWS
Service
Data
Data
Communication
Communication
Data Acquisition Data Center Application
Gambar 3. Sistem Stasiun Pasang Surut
Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bangunan fisik stasiun pasang
surut yang digunakan untuk menempatkan peralatan pengamatan pasang surut laut
berupa sensor untuk menangkap fenomena pergerakan pasang surut air laut, data
logger untuk menyimpan data pengamatan, dan peralatan komunikasi untuk pengiriman
data ke pusat data di BIG. Adapun fisik bangunan stasiun pasang surut ini berupa
bangunan permanen dengan spesifikasi dan ukuran tertentu yang dibangun menempel
di atas dermaga pelabuhan.
A. PEMANFAATAN DAN PENERIMA MANFAAT
B.1. Pemanfaatan Stasiun Pasang Surut
Stasiun pasang surut operasional akan menghasilkan data pasang surut secara
real time yang akan bermanfaat untuk berbagai macam keperluan yaitu:
a. Untuk Keperluan Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS)
Data pasang surut yang terekam dan terkirim secara real time ke server
Badan Informasi Geospasial dan terkoneksi secara langsung dengan server
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bermanfaat untuk
memberikan Peringatan Dini bahaya tsunami jika terjadi gempa bumi dengan
episentrum gempa berada di laut dan menyebabkan tsunami. Perubahan
muka air laut yang cepat ini dapat segera terpantau dan dapat memberikan
informasi mengenai potensi adanya tsunami dalam waktu dekat sehingga
dapat dilakukan diseminasi informasi bahaya tsunami kepada masyarakat
untuk melakukan evakuasi.
Contoh data pasang surut yang merekam terjadinya tsunami dapat dilihat
pada gambar 4 berikut:
Gambar 4 Data pasang surut yang merekam kejadian tsunami
b. Untuk Pemantauan Land Subsidence
Fenomena alam berupa penurunan tanah atau Land Subsidence dapat
terjadi di mana saja. Di Indonesia daerah pesisir utara Pulau Jawa mengalami
fenomena tersebut, terutama di Kawasan Pekalongan hingga Semarang.
Jika di zona land subsidence tersebut terdapat stasiun pengamatan pasang
surut permanen yang kontinu maka data pasang surut yang terekam akan
dapat memperlihatkan fenomena land subsidence tersebut, seperti yang
terjadi di stasiun pasang surut Semarang pada gambar 5 berikut:
Gambar 5. Grafik pasang surut Semarang yang menunjukkan seolah ada
kenaikan muka air laut, namun sesungguhnya terjadi penurunan tanah
c. Penentuan Datum Pasang Surut
Datum pasang surut adalah nilai referensi yang dijadikan acuan untuk
keperluan tertentu dimana referensi tersebut mengacu pada suatu nilai tinggi
muka air laut. Secara umum ada 3 datum pasang surut yaitu Muka Air
Tertinggi, Muka Air Rata-rata dan Muka Air Terendah. Pemanfaatan Datum
Pasut ini beragam, beberapa diantaranya adalah untuk:
● Penentuan batas wilayah biasanya menggunakan Muka Air Terendah
● Keperluan rekayasa pesisir biasanya menggunakan Muka Air Tertinggi
● Keperluan Navigasi biasanya menggunakan Muka Air Terendah, hal ini
untuk menghindari kejadian kandasnya kapal
● Keperluan pemetaan dan lain-lain secara umum kan menggunakan Muka
Air Rerata.
Datum Pasang Surut ini hanya akan diketahui/ terwujud jika telah tersedia
data pengamatan pasang surut dalam rentang waktu yang panjang sesuai
dengan kaidah perhitungan datum pasut.
Gambar 6. Datum Pasang Surut
B.2. Penerima Manfaat Stasiun Pasang Surut
Penerima manfaat adalah Kementerian/Lembaga/Pemerintah (Pusat/Daerah),
Akademisi, Peneliti, Swasta, dan perorangan sebagai pengguna Layanan Sistem
Pasang Surut BIG
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk melakukan Pembangunan Fisik Bangunan
Stasiun Pasang Surut Ina-TEWS untuk mendukung pelaksanaan tugas Pusat
Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika Badan Informasi Geospasial.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan bangunan atau sarana untuk
menempatkan peralatan pengamatan pasang surut laut.