| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0024146391013000 | Rp 20,550,651,000 | - | |
| 0030433981404000 | Rp 21,283,553,475 | - | |
| 0631236437322000 | - | - | |
| 0732585922411000 | Rp 23,407,485,750 | Tidak masuk dalam 3 (tiga) penawar terendah setelah koreksi aritmatik | |
PT Oseanland Survei Indonesia | 09*0**0****35**0 | Rp 21,202,821,510 | Tidak lulus evaluasi teknis karena: a. terdapat spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan KAK yaitu: 1. Kabel antena GPS coaxial type LMR - 600 panjang hanya 20 meter 2. Conduit (pelindung kabel antena GPS) panjang hanya 20 meter 3. Panjang kabel dari sensor ke transmitter minimal 50 meter dan tidak dilengkapi dengan pelindung / konduit 4. Baterai Kering 26 AH tidak advanced VRLA 5. Baterai Kering 100 AH tidak advanced VRLA b. Brosur asli (download) atau data sheet tidak ada stempel perusahaan pada produk receiver seperti yang disyaratkan di KAK c. Tidak lulus uji teknis karena tidak memenuhi hasil integrasi Data Meteo dengan Receiver GNSS |
PT Hepta Kimpada Indonesia | 06*0**0****13**0 | Rp 21,692,341,500 | Tidak masuk dalam 3 (tiga) penawar terendah setelah koreksi aritmatik |
| 0018137802043000 | - | - | |
| 0714250479008000 | - | - | |
| 0314553769451000 | - | - | |
| 0953926334429000 | - | - | |
| 0761267186034000 | - | - | |
| 0926281692061000 | - | - | |
| 0759202898805000 | - | - | |
PT Era Cakrawala Indonesia | 07*3**0****03**0 | - | - |
| 0316450857002000 | - | - | |
| 0019350172013000 | - | - | |
| 0316965870429000 | - | - | |
| 0534417795429000 | - | - | |
PT Mitra Persada Kencana | 07*9**1****02**0 | - | - |
| 0666744396424000 | - | - | |
| 0026488718411000 | - | - | |
| 0016582348101000 | - | - | |
PT Exstra Geospatial Services | 09*9**9****14**0 | - | - |
Hasea Benedict | 06*9**5****47**0 | - | - |
CV Batu Beling | 08*6**6****19**0 | - | - |
| 0736556945451000 | - | - | |
| 0824552160009000 | - | - | |
CV Lamgugob Perdana | 0809050263101000 | - | - |
| 0834596835101000 | - | - |
DESKRIPSI SINGKAT
Pembangunan dan Instalasi Stasiun Ina-CORS
Guna Mendukung SRGI dan InaTEWS
PUSAT JARING KONTROL GEODESI DAN GEODINAMIKA
TAHUN 2024
Stasiun CORS (Continuously Operating Reference Station) adalah stasiun pengamatan
berbasis satelit GNSS (Global Navigation Satellite System) di lapangan yang beroperasi secara
terus menerus. Stasiun CORS merupakan Jaring Kontrol Geodesi yang menjadi salah satu
bagian dari penetapan SRGI. Stasiun CORS yang dibangun dan dikelola Oleh Badan Informasi
Geospasial selanjutnya dikenal dengan nama Stasiun Ina-CORS (Indonesia CORS) Kegunaan
dari Stasiun Ina-CORS adalah sebagai berikut :
● Penyediaan data stasiun referensi penentuan posisi teliti untuk keperluan
survei/pemetaan secara realtime dan merupakan bagian infrastruktur dalam mencapai
One Map Policy.
● Realisasi dan Pemeliharaan kerangka referensi geodetik nasional, yang mengacu pada
kerangka referensi geodetik global (ITRF).
● Penyediaan data dan informasi geospasial untuk mendukung penyelenggaraan
reforma agraria dalam rangka percepatan sertifikasi tanah.
● Monitoring deformasi kerak bumi.
● Penyediaan data GPS Meteorologi dan Total Electron Content (TEC).
● Penyediaan data GNSS Ina-TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System)
● Meningkatkan layanan penentuan posisi secara teliti agar mencakup wilayah yang
lebih luas di Indonesia.
Pembangunan Ina-CORS dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun, hingga sampai dengan
tahun 2023 jumlah Ina-CORS yang terbangun adalah sebanyak 433 stasiun. Untuk mendukung
survei dan pemetaan skala besar, geodinamika dan guna mendukung Sistem Referensi
Geospasial Indonesia (SRGI) dan Program Nasional Mitigasi Multi Bencana (InaTEWS)
Geospasial Indonesia, pada tahun 2024 BIG akan membangun 45 Ina-CORS yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia
Gambar 1. Sebaran Ina-CORS Tahun 2023
Penerima manfaat adalah Kementerian/Lembaga/Pemerintah (Pusat/Daerah), Akademisi,
Peneliti, Swasta, dan perorangan sebagai pengguna layanan Ina-CORS BIG
Pembangunan dan Instalasi Stasiun Ina-CORS dilakukan pada 45 lokasi yang tersebar di
wilayah dengan daftar lokasi sebagai berikut.
Gambar 2. Sebaran Ina-CORS dibangun Tahun 2024| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 22 January 2018 | Pengadaan Peralatan Pembangunan Dan Instalasi Stasiun Cors Se-Sumatera | Badan Informasi Geospasial | Rp 29,790,171,000 |
| 31 May 2023 | Pembangunan Dan Instalasi Stasiun Ina-Cors Guna Mendukung Srgi Dan Inatews | Badan Informasi Geospasial | Rp 21,442,211,000 |
| 20 August 2019 | Pembangunan Dan Instalasi Stasiun Cors Inatews | Badan Informasi Geospasial | Rp 14,187,000,000 |
| 13 February 2019 | Pengadaan Peralatan Pendukung Stasiun Cors | Badan Informasi Geospasial | Rp 4,709,893,000 |
| 5 June 2020 | Pembangunan Dan Instalasi Stasiun Cors | Badan Informasi Geospasial | Rp 3,801,812,000 |
| 24 May 2021 | Pengadaan Peralatan Pendukung Stasiun Ina-Cors (Non-Sistem) | Badan Informasi Geospasial | Rp 3,216,796,000 |
| 30 January 2018 | Pengadaan Gps Geodetik | Badan Informasi Geospasial | Rp 2,459,655,000 |
| 5 March 2020 | Pengadaan Peralatan Pendukung Stasiun Cors (Sistem) | Badan Informasi Geospasial | Rp 1,100,000,000 |
| 3 July 2020 | Pengadaan Gnss | Badan Informasi Geospasial | Rp 766,131,000 |
| 24 June 2022 | Pengadaan Peralatan Pendukung Stasiun Ina-Cors (Sistem) | Badan Informasi Geospasial | Rp 406,381,000 |