Pengadaan Pembangunan Fisik Bangunan Stasiun Pasang Surut Ina-Tews Pulau Sumatera Dan Kalimantan

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 2039399
Date: 21 December 2023
Year: 2024
KLPD: Badan Informasi Geospasial
Work Unit: Sekretariat Utama Badan Informasi Geospasial
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,658,357,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,430,190,000
Winner (Pemenang): CV Nafara Karya Consultant
NPWP: 5*4**7****23**0
RUP Code: 45544356
Work Location: Badan Informasi Geospasial - Bogor (Kab.)
Participants: 45
Applicants
Reason
0631236437322000Rp 1,144,151,944Berdasarkan hasil koreksi aritmatik dan pengalaman sejenis tertinggi maka peringkat peserta sebagai berikut : 1. CV. Rizky Bersama 2. CV TJANDRA WINATA KARYA 3. PT. ALFA BES NASIANATION 4. PT. NOVAL CIPTA FLORA, Pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Kementerian PUPR,2020, Nilai Rp. 45.757.473.000,00 5. PT MITRA KARYA BERDIKARI, pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Laboratorium Kampus VII tahun 2022, Nilai Rp. 10.597.544.000,00 6. CV Nafara Karya Consultant Tidak lulus evaluasi kewajaran harga
0724532452411000Rp 1,144,152,000Berdasarkan hasil koreksi aritmatik dan pengalaman sejenis tertinggi maka peringkat peserta sebagai berikut : 1. CV. Rizky Bersama 2. CV TJANDRA WINATA KARYA 3. PT. ALFA BES NASIANATION 4. PT. NOVAL CIPTA FLORA, Pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Kementerian PUPR,2020, Nilai Rp. 45.757.473.000,00 5. PT MITRA KARYA BERDIKARI, pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Laboratorium Kampus VII tahun 2022, Nilai Rp. 10.597.544.000,00 6. CV Nafara Karya Consultant Tidak lulus evaluasi karena tidak Memberikan tanggapan atas permintaan AHSP yang dikirimkan pokja melalui email
CV Nafara Karya Consultant
05*4**7****23**0Rp 1,339,950,000-
0758095327121000--
CV Rufay Agronindo
05*3**2****06**0--
0029954039005000--
0827115353444000Rp 1,144,152,000Berdasarkan hasil koreksi aritmatik dan pengalaman sejenis tertinggi maka peringkat peserta sebagai berikut : 1. CV. Rizky Bersama 2. CV TJANDRA WINATA KARYA 3. PT. ALFA BES NASIANATION 4. PT. NOVAL CIPTA FLORA, Pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Kementerian PUPR,2020, Nilai Rp. 45.757.473.000,00 5. PT MITRA KARYA BERDIKARI, pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Laboratorium Kampus VII tahun 2022, Nilai Rp. 10.597.544.000,00 6. CV Nafara Karya Consultant Peserta menyampaikan NIB Berbasis Resiko untuk KBLI 41019 Klasifikasi Risiko Menengah Tinggi namun tidak menyampaikan sertifikat standar. Tidak sesuai dengan dengan ketentuan dalam PP No. 05 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
0016582348101000Rp 1,144,152,000Berdasarkan hasil koreksi aritmatik dan pengalaman sejenis tertinggi maka peringkat peserta sebagai berikut : 1. CV. Rizky Bersama 2. CV TJANDRA WINATA KARYA 3. PT. ALFA BES NASIANATION 4. PT. NOVAL CIPTA FLORA, Pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Kementerian PUPR,2020, Nilai Rp. 45.757.473.000,00 5. PT MITRA KARYA BERDIKARI, pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Laboratorium Kampus VII tahun 2022, Nilai Rp. 10.597.544.000,00 6. CV Nafara Karya Consultant Tidak lulus evaluasi karena pada peralatan Hammer Test, Gerinda Tangan dan Bor Tangan, peserta hanya melampirkan satu bukti kepemilikan
0705503647113000Rp 1,118,355,629Berdasarkan hasil koreksi aritmatik dan pengalaman sejenis tertinggi maka peringkat peserta sebagai berikut : 1. CV. Rizky Bersama 2. CV TJANDRA WINATA KARYA 3. PT. ALFA BES NASIANATION 4. PT. NOVAL CIPTA FLORA, Pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Kementerian PUPR,2020, Nilai Rp. 45.757.473.000,00 5. PT MITRA KARYA BERDIKARI, pengalaman sejenis tertinggi Pembangunan Gedung Laboratorium Kampus VII tahun 2022, Nilai Rp. 10.597.544.000,00 6. CV Nafara Karya Consultant Tidak lulus evaluasi karena : 1. Tenaga Administrasi/Keuangan a.n. Nur Ainun hanya memiliki pengalaman selama 1 tahun (2023) dan tidak menyampaikan referensi kerja 2. Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi tidak ditanda tangani
CV Rokade Cooperation
0016687747201000--
PT Cipta Jaya Piranti
03*2**5****11**0--
0834596835101000--
0439363805807000--
0210166856407000--
Hasea Benedict
06*9**5****47**0--
0811948520102000--
0926281692061000--
0862725025403000--
Tridaya Bakti Nusa
03*8**8****17**0--
0706167582407000--
0432869543419000--
CV Ridho Solution
0314381542437000--
0954241774807000--
0026038737804000--
0951409671124000--
0840546295027000--
0024154528017000--
0758732044429000--
0868222126009000--
0942715897124000--
0761762541943000--
0829916477429000--
0725672810122000--
CV Karya Wiraguna Sejahtera
0720530401911000--
0634405997805000--
0711230243831000--
0016908683807000--
0210798070411000--
0800938128429000--
PT Sudewa Putra Arthomoro
06*2**9****34**0--
0211395868513000--
0908383698722000--
CV Lamgugob Perdana
0809050263101000--
0833775893732000--
0020512257805000--
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                            
                                                                        
                                                                        
             PENGADAAN PEMBANGUNAN  FISIK BANGUNAN                      
   STASIUN PASANG SURUT INA-TEWS PULAU SUMATERA DAN KALIMANTAN          
                                                                        
                                                                        
          PUSAT JARING KONTROL GEODESI DAN GEODINAMIKA                  
                           TAHUN 2024                                   
                                                                        
                                                                        
     Pembangunan Informasi geospasial yang mengacu kepada referensi yang tunggal
 sangat diperlukan dalam penyediaan data dasar untuk perencanaan pembangunan
                                                                        
 nasional maupun penanggulangan kebencanaan. Salah satu informasi geospasial dasar
 adalah Jaring Kontrol Geodesi (JKG). Data JKG diperoleh melalui infrastruktur JKG berupa
                                                                        
 Stasiun Pasang Surut dan Stasiun Kontinyu GNSS (CORS). Kedua infrastruktur JKG ini
 juga merupakan bagian dari Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS).
                                                                        
     Dengan adanya kejadian bencana alam seperti gempa bumi di Lombok, gempa bumi
 dan tsunami di Palu dan tsunami di Selat Sunda, berdasarkan hasil rapat yang dikoordinasi
                                                                        
 oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan Rapat
 terbatas Kepresidenan tahun 2018, disetujui untuk melaksanakan Penguatan Sistem
 InaTEWS. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh BIG adalah pembangunan 150
                                                                        
 stasiun pasut secara bertahap selama 5 tahun mulai tahun 2020 sampai dengan 2024.
 Stasiun pasang surut yang telah dibangun sebanyak:                     
                                                                        
   ●  11 stasiun pasang surut pada tahun 2020                           
   ●  40 stasiun pasang surut pada tahun 2021                           
                                                                        
   ●  40 stasiun pasang surut pada tahun 2022                           
   ●  27 stasiun pasang surut pada tahun 2023                           
                                                                        
 sehingga jumlah stasiun pasang surut yang telah terbangun dari tahun 2020
 sampai dengan 2023 sejumlah 118 stasiun. Pada tahun 2024 ini akan dilakukan
                                                                        
 pembangunan sejumlah 32 stasiun pasang surut. Dalam penentuan rencana lokasi
 pembangunan ini didasarkan pada hasil kajian wilayah potensi bencana bersama
 akademisi serta masukan dari para stakeholder dalam kegiatan Focus Group
                                                                        
 Discussions (FGD)                                                      
     Kegiatan pembangunan 32 stasiun pasang surut tahun 2024 mengacu kepada
                                                                        
 beberapa dasar hukum diantaranya adalah sebagai berikut :              
 a). Undang-Undang tentang Informasi Geospasial Nomor 4 Tahun 2011 yang diubah
                                                                        
   dalam Undang-Undang Ciptaker Nomor 6 tahun 2023 yang bertujuan untuk menjamin
   ketersediaan dan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan serta mewujudkan
                                                                        
   kebergunaan dan keberhasilgunaan IG melalui kerjasama, koordinasi, integrasi, dan
   sinkronisasi. Undang-Undang ini mendorong penggunaan IG dalam pemerintahan dan
                                                                        
   kehidupan bermasyarakat dengan menggunakan referensi tunggal (single reference)
   yang mencakup Jaring Kontrol Geodesi (JKG) sebagai realisasi dari Sistem Referensi
                                                                        
   Geospasial Indonesia dan Peta Dasar.                                 
 b). Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Informasi
   Geospasial. Peraturan ini mengamanatkan dalam penentuan garis pantai pada peta
                                                                        
   dasar terdiri pasang tertinggi, muka laut rata-rata dan surut terendah yang diperoleh
   melalui pengamatan pasang surut.                                     
                                                                        
 c). Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2019 tentang Penguatan dan Pengembangan
   Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami. Pada Pasal 5 butir d,
                                                                        
   Pembangunan dan Pengoperasian Peralatan untuk observasi gempa bumi dan /atau
   tsunami dilakukan oleh lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan
                                                                        
   urusan pemerintahan di bidang informasi geospasial.                  
      Stasiun Pasang Surut adalah                                       
                                                                        
  sistem peralatan yang mencatat                                        
  pergerakan naik turunnya permukaan air                                
                                                                        
  laut setiap saat secara terus menerus dan                             
  terpantau secara online dari data center                              
  yang dapat digunakan untuk berbagai                                   
                                                                        
  keperluan secara terus menerus (real                                  
  time).                                                                
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                   Gambar 1.Stasiun Pasang Surut        
                                                                        
                                                                        
     Sampai dengan akhir tahun 2023, jumlah stasiun pasang surut yang dikelola oleh
                                                                        
 BIG adalah sebanyak 260 stasiun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
        Gambar 2. Sebaran 260 Stasiun Pasang Surut (Status Tahun 2023)  
 Sistem Stasiun Pasang Surut terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:
                                                                        
▪  Data Acquisition: Komponen ini terdiri atas bangunan fisik stasiun dan peralatan
   pengamatan pasang surut laut di lapangan                             
▪  Data Communication: Komponen ini merupakan komunikasi data yang digunakan untuk
                                                                        
   mengirimkan data dari lapangan ke data center                        
▪  Data Center: Komponen yang digunakan untuk menerima data dari lapangan dan
                                                                        
   mendiseminasikan data kepada user                                    
▪  Application: Merupakan aplikasi berbasis web atau service untuk pelayanan diseminasi
                                                                        
   data pasut, termasuk layanan data pasut untuk Ina-TEWS               
     Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bangunan fisik stasiun pasang
                                                                        
 surut yang digunakan untuk menempatkan peralatan pengamatan pasang surut laut
 berupa sensor untuk menangkap fenomena pergerakan pasang surut air laut, data logger
                                                                        
 untuk menyimpan data pengamatan, dan peralatan komunikasi untuk pengiriman data ke
 pusat data di BIG. Adapun fisik bangunan stasiun pasang surut ini berupa bangunan
                                                                        
 permanen dengan spesifikasi dan ukuran tertentu yang dibangun menempel di atas
 dermaga pelabuhan.                                                     
     Target / sasaran kegiatan ini adalah terbangunnya 9 (sembilan) fisik bangunan
                                                                        
 stasiun pasang surut beserta 9 (sembilan) benchmark pasang surut guna mendukung Ina-
 TEWS. Kegiatan pembangunan fisik bangunan stasiun pasang surut Ina-TEWS Pulau
                                                                        
 Sumatera dan Kalimantan tahun 2024 dilakukan tersebar pada 9 lokasi di wilayah seperti
 terlihat pada Tabel 1 dibawah ini.                                     
                                                                        
      Tabel 1 Lokasi Pembangunan Stasiun Pasang Surut Ina-TEWS Pulau Sumatera
                            dan Kalimantan                              
      No       Provinsi            Satuan           Jumlah              
      1  Aceh                      Stasiun            1                 
      2  Kepulauan Riau            Stasiun            2                 
      3  Riau                      Stasiun            1                 
      4  Lampung                   Stasiun            1                 
      5  Kalimantan Tengah         Stasiun            1                 
      6  Kalimantan Timur          Stasiun            1                 
      7  Kalimantan Barat          Stasiun            2