| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
PT Tortuga Xcel Dynamics | 03*4**0****21**0 | Rp 1,011,694,948 | 92.5 | 94.75 | - |
| 0011050952441000 | - | 91.5 | - | Tidak memenuhi skor ambang batas unsur peralatan karena tidak melampirkan dokumen kalibrasi alat untuk peralatan Singlebeam Echosounder | |
| 0866774177013000 | - | - | - | Tidak lulus evaluasi kualifikasi karena Tidak memiliki pengalaman penyediaan jasa pada divisi 83: Jasa ahli, teknis dan jasa bisnis lainnya paling kurang 1 (satu) pekerjaan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak | |
| 0021926001404000 | - | 82.75 | - | Tidak memenuhi skor ambang batas teknis karena: 1. Tidak memenuhi skor ambang batas unsur personil karena personil atas nama Pebrian Setiyobudi tidak melampirkan sertifikat Teknisi Hidrografi jenjang 5 atau surat pernyataan akan mengikuti proses sertifikasi hingga selesai yang telah ditandatangani; 2. Tidak memenuhi skor ambang batas unsur peralatan karena tidak melampirkan dokumen kalibrasi alat untuk peralatan Singlebeam Echosounder | |
Nusaprima Melona Krayan | 06*5**3****21**0 | - | 83.75 | - | Tidak memenuhi skor ambang batas teknis karena tidak memenuhi skor ambang batas unsur personil karena personil atas nama Muhammad Zidan tidak melampirkan sertifikat Operator Utama Survei Terestris jenjang 4 atau surat pernyataan akan mengikuti proses sertifikasi hingga selesai yang telah ditandatangani |
| 0936031095542000 | - | 56.75 | - | Tidak memenuhi skor ambang batas teknis karena: 1. Tidak memenuhi skor ambang batas unsur pendekatan dan metodologi karena spesifikasi teknis pekerjaan tidak sesuai dengan KAK; 2. Tidak memenuhi skor ambang batas unsur personil karena kualifikasi personil atas nama DANANG MAULANA ARIF, S.Geo, M.Sc, DIAN PRABANTORO, S.S dan MUHAMMAD ARIF TRISNANTO, S.S tidak sesuai dengan KAK; 3. Tidak memenuhi skor ambang batas unsur peralatan karena tidak melampirkan dokumen kalibrasi alat untuk peralatan Singlebeam Echosounder | |
| 0734371412013000 | - | - | - | - | |
| 0757162631043000 | - | - | - | - | |
| 0011051976424000 | - | - | - | - | |
Indosol Integriti Sistem | 07*2**5****11**0 | - | - | - | - |
Firma Kjsb Subkhi Abdul Hakim At Tigholy Dan Rekan | 0531623874501000 | - | - | - | - |
| 0017089699429000 | - | - | - | - | |
| 0019772557429000 | - | - | - | - | |
| 0013009923093000 | - | - | - | - | |
| 0712545136422000 | - | - | - | - | |
| 0849077599605000 | - | - | - | - | |
Kjsb Gumilar Dan Rekan | 04*5**4****29**0 | - | - | - | - |
| 0020810248422000 | - | - | - | - | |
PT Aerial Photography Indonesia | 03*6**1****03**0 | - | - | - | - |
| 0013676028013000 | - | - | - | - | |
| 0011310299441000 | - | - | - | - | |
| 0866775505013000 | - | - | - | - | |
| 0016468944019000 | - | - | - | - | |
| 0838200632017000 | - | - | - | - | |
| 0030433981404000 | - | - | - | - | |
| 0312890650429000 | - | - | - | - | |
| 0938544913801000 | - | - | - | - | |
CV Menara Design Consultant | 06*2**0****05**0 | - | - | - | - |
| 0014460661509000 | - | - | - | - | |
| 0026053652002000 | - | - | - | - | |
| 0211181755429000 | - | - | - | - | |
| 0932560790429000 | - | - | - | - | |
PT Oseanland Survei Indonesia | 09*0**0****35**0 | - | - | - | - |
| 0714250479008000 | - | - | - | - | |
| 0668959372606000 | - | - | - | - | |
| 0865759963542000 | - | - | - | - | |
| 0311924856421000 | - | - | - | - | |
Arkhon Engineering Solution | 06*6**2****31**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PUSAT PEMETAAN KELAUTAN DAN LINGKUNGAN PANTAI
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
SATUAN KERJA SEKRETARIAT UTAMA
PPK DEPUTI BIDANG INFORMASI GEOSPASIAL DASAR 1 (SATU)
DATA GEOSPASIAL DASAR WILAYAH PANTAI SKALA 1:5.000 DENGAN METODE
SURVEI BATIMETRI SINGLEBEAM ECHOSOUNDER UNTUK PENGOLAHAN SATELLITE
DERIVED BATHYMETRY (SDB) DI WILAYAH SULAWESI UTARA, SULAWESI BARAT DAN
SULAWESI SELATAN
TAHUN ANGGARAN 2024
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
DATA GEOSPASIAL DASAR WILAYAH PANTAI SKALA 1:5.000 DENGAN METODE
SURVEI BATIMETRI SINGLEBEAM ECHOSOUNDER UNTUK PENGOLAHAN
SATELLITE DERIVED BATHYMETRY (SDB) DI SULAWESI UTARA, SULAWESI BARAT
DAN SULAWESI SELATAN
Latar Belakang
Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi
Undang-Undang tertuang pada Pasal 20 terkait perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun
2011 tentang Informasi Geospasial, perubahan Pasal 7 ayat (3) menjelaskan Peta
Rupabumi Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup wilayah darat dan
wilayah laut, termasuk wilayah pantai. Salah satu unsur Peta Rupabumi Indonesia di wilayah
pantai adalah Garis Pantai. Sehingga untuk pemenuhan informasi geospasial di wilayah
pantai diperlukan pemetaan garis pantai.
Selanjutnya pada Pasal 13 ayat (1) menyebutkan bahwa garis pantai merupakan garis
pertemuan antara daratan dengan lautan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
Kemudian pada ayat (2), dinyatakan bahwa garis pantai terdiri atas: garis pantai surut
terendah, garis pantai pasang tertinggi dan garis pantai muka air laut rata-rata.
Garis pantai memiliki peranan penting dalam perencanaan pembangunan di wilayah
pesisir, dalam penentuan batas administrasi suatu wilayah, penentuan kewenangan
pengelolaan sumber daya laut provinsi, rencana tata ruang laut termasuk zonasi, pemetaan
potensi bencana, dan sebagainya.
Pemenuhan data garis pantai menjadi salah satu tugas dan fungsi dari Pusat Pemetaan
Kelautan dan Lingkungan Pantai. Selaras dengan Perpres No. 18 tahun 2020 tentang
RPJMN 2020-2024 terkait penyediaan peta skala besar, Pusat Pemetaan Kelautan dan
Lingkungan Pantai telah menyusun program percepatan Pemetaan Garis Pantai Prioritas
Skala Besar.
Urgensi percepatan pemenuhan data garis pantai skala besar dilakukan melalui
kegiatan pembentukan garis pantai menggunakan metode Satellite Derived Bathymetry
(SDB) pada wilayah perairan jernih yang sulit diakses.
Dengan metode tersebut akan dihasilkan DG dasar berupa data pengamatan GNSS
dan data kedalaman sebagai data masukan (data training dan data testing) yang digunakan
untuk melakukan pengolahan Satellite Derived Bathymetry (SDB) hingga menghasilkan
Digital Elevation Model (DEM) pantai yang akan digunakan untuk ekstraksi garis pantai
muka laut rata-rata dan surut terendah.
Maksud dan Tujuan
Pekerjaan ini dimaksudkan untuk memperoleh data pengamatan GNSS dan data
kedalaman sebagai data masukan (data training dan data testing) yang digunakan untuk
melakukan pengolahan Satellite Derived Bathymetry (SDB). Adapun tujuannya adalah
tersedianya DG dasar berupa data pengamatan GNSS dan Data kedalaman untuk
membentuk Digital Elevation Model (DEM) pantai yang akan digunakan untuk ekstraksi garis
pantai muka laut rata-rata dan surut terendah.
Target dan Sasaran
Target/sasaran dari kegiatan ini adalah tersedianya data Geospasial Dasar berupa Data
Pengamatan GNSS dan Data kedalaman pada 40 titik lokasi survei di wilayah Sulawesi
Utara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Adapun Lokasi Data Geospasial Dasar
Wilayah Pantai Skala 1:5.000 dengan Metode Survei Batimetri Singlebeam Echosounder
untuk Pengolahan Satellite Derived Bathymetry (SDB) di Sulawesi Utara, Sulawesi Barat
dan Sulawesi Selatan sebagai berikut.
Tabel 1. Sebaran Titik Lokasi Pekerjaan
Provinsi Jumlah titik lokasi survei
Sulawesi Utara 12
Sulawesi Barat 4
Sulawesi Selatan 24
Gambar 1. Lokasi Kegiatan Data Geospasial Dasar Wilayah Pantai Skala 1:5.000 dengan
Metode Survei Batimetri Singlebeam Echosounder untuk Pengolahan Satellite Derived
Bathymetry (SDB) di Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan
Waktu pelaksanaan yang diperlukan dalam pelaksanaan Kegiatan Data Geospasial
Dasar Wilayah Pantai Skala 1:5.000 dengan Metode Survei Batimetri Singlebeam
Echosounder untuk Pengolahan Satellite Derived Bathymetry (SDB) di Sulawesi Utara,
Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
No Tahapan Kegiatan Jumlah Hari
1 Penandatangan Kontrak
Persiapan
● Pembuatan Rencana Detail Pelaksanaan Pekerjaan 15
2
● Pengurusan Administrasi Survei
● Survei Pendahuluan dan pengiriman peralatan
Akuisisi dan pengolahan untuk menghasilkan DG Dasar dari Survei
Batimetri
● Mobilisasi
● Pembuatan Base Station
3 ● Pengukuran Base Station 80
● Pemeruman Menggunakan SBES
● Pengolahan Data Hasil Pengukuran Base Station
● Pengolahan Data SBES
● Demobilisasi
Kompilasi laporan (laporan persiapan, laporan harian, laporan
3 5
bulanan, laporan termin, laporan akhir)