| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0018893180821000 | Rp 131,313,000 | 91.7 | 93.36 | - | |
| 0029855814822000 | - | - | - | - | |
| 0759211014832000 | - | - | - | - | |
| 0031393788821000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0016006967822000 | - | - | - | - | |
| 0030916290822000 | - | - | - | - | |
| 0017887233821000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
SURVEY KONDISI JALAN DAN JEMBATAN
SUMBER DANA : DANA ALOKASI UMUM (DAU)
KAB. BOLAANG MONGONDOW UTARA
TAHUN 2024
RUANG LINGKUP KEGIATAN
a. SURVEY KONDISI JALAN
1) Persiapan Pelaksanaan Survey
1)1 Mempersiapkan sumber daya manusia alat dan bahan yang dibutuhkan;
1)2 Menyusun rencana kerja pelaksanaan Survei;
1)3 Melaksanakan Survei kondisi jalan beserta sarana penunjangnya;
1)4 Melaksanakan pengolahan data kondisi jalan;
1)5 Melaksanakan seluruh prosedur yang terdapat dalam manajemen mutu
pengumpulan data;
1)6 Metode Survei yang dilaksanakan dalam Survei ini adalah;
Survei Titik Refensi disingkat STR data refence point survey (DRP) –
Survey Tracking GPS
Survei inventarisasi jalan dengan metode Visual (RNI)
Survei kondisi jalan disingkat SKJ (road condition survey,RCS)
Foto Tagging
1) Adapun metode Survei yang dilaksanakan dalam Survei ini yaitu
a. Survei Titik Refensi disingkat STR data refence point survey (DRP) –
Survey Tracking GPS
b. Survei inventarisasi jalan dengan metode Visual (RNI)
c. Survei kondisi jalan disingkat SKJ (road condition survey,RCS)
d. Foto Tagging
2) Pelaksanaan Pekerjaan
2)1 Survei Data Titik Referensi (STR)
Survei ini dilakukan untuk menyiapkan informasi/data tentang simpul-simpul ruas
jalan yang ada. Penyedia harus mengambil, mendata, mengoreksi, dan
mengkalkulasi setiap ruas jalan yang ada seperti :
Nomer Ruas
Panjang Ruas dengan titik koordinat secara interval
Koordinat Awal Ruas
Koordinat Akhir Ruas
Status Ruas Jalan
Penyedia diwajibkan melakukan tracking dengan alat GPS pada setiap ruas jalan
yang di survey, data hasil tracking disimpan didalam media penyimpanan
(Harddisk/Flashdisk) yang telah ditentukan. Keseluruhan data yang diambil
dimasukkan ke dalam formulir Survey yang sudah ditentukan oleh PA/PPK ke
dalam Geo database.
2)2 Survei Inventarisasi Jaringan Jalan (SIJ) Road Network Inventory (RNI)
Survei ini dilakukan dalam interval Setiap jarak 200 Meter, untuk mendapatkan
informasi dasar tentang obyek, jenis, atribut dan lokasi asset. lnformasi ini sangat
diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam manajemen asset, dan pelaporan
yang diperlukan. Berbagai elemen dan komponen inventori asset merupakan bagian
penting untuk pelaporan asset, standar pelayanan pengukuran kinerja asset atau
sebagai kegiatan manajement asset. dilakukan dengan Metode Non-Contact
Analisis. Atribut data yang dikumpulkan pada survei inventarisasi jalan sebagai
berikut :
Tipe Jalan
Jenis Permukaan
Lebar perkerasan (m)
Lebar median (m)
Lebar bahu (rn)
Lebar saluran samping (rn)
Jenis Terrain
Alignment Horozontal
Alignment Vertical
Tata guna lahan
Penyedia diwajibkan melakukan tracking dengan alat GPS pada setiap ruas jalan
yang di survey, data hasil tracking disimpan didalam media penyimpanan
(Harddisk/Flashdisk) yang telah ditentukan. Keseluruhan data yang diambil
dimasukkan ke dalam formulir Survey atau ke dalam Geo database.
2)3 Survey Kondisi Jalan (SKJ) Road Condition Survey (RCS)
Survei ini dilakukan untuk mendapatkan informasi kerusakan yang ada pada setiap
Ruas jalan, baik dari jenis kerusakan dan tingkatan kerusakan
yang ada, berikut point-point penting yang harus dilakukan untuk malakukan
survey;
a. Dilakukan dengan menggunakan Form RCS perhitungan Metode SDI per
200 meter (Jika ada kerusakan antara interval maka kerusakan
disegmentasikan per 25 M, 50 M, 100 M dst).
b. Foto Tagging per 200 meter dilengkapi dengan tracking GPS (Jika ada
kerusakan antara interval maka kerusakan disegmentasikan per 25 M, 50
M, 100 M dst).
c. Selain pengambilan data per interval dilakukan juga per kerusakan.
Analisa Survey Kondisi Jalan (SKJ) terdiri dari:
Kondisi Jalan, Beraspal
Kondisi Jalan, Tidak Beraspal
A. Deskripsi Item Kondisi Jalan, Beraspal
1. Permukaan Perkerasan
Textur susunan permukaan jalan
Kondisi permukaan jalan
Penurunan permukaan jalan.
Penambalan
2. Retak-Retak
Jenis-jenis retakan
Lebar retakan
Area retakan
3. Kerusakan Lain
Jumlah lubang
Ukuran lubang
Bekas roda
Kerusakan tepi jalan
4. Kondisi Bahu, Saluran dan lainnya
Kondisi bahu jalan
Ketinggian bahu jalan
Kondisi saluran samping
Kerusakan lereng
B. Deskripsi Item Kondisi Jalan, Tidak Beraspal
Kemiringan Permukaan Perkerasan
Penurunan Permukaan Jalan
Erosi Permukaan Jalan
Ukuran Batu/Kerikil
Kedalaman
Distribusi
Jumlah Lubang
Ukuran Lubang
Bekas Roda
Korugasi (Gelombang)
Kondisi Bahu Jalan
Ketinggian Bahu Jalan
Kondisi Saluran Samping
Kerusakan Lereng
Trotoar
Data-data tersebut dimasukan kedalam formulir Survei Kondisi Jalan
Aspal/Tanah Kerikil.
2)4 Analisis Perhitungan Surface Distress Index (SDI)
Surface Distress Index (SDI) yang merupakan parameterukur kondisi fungsional
permukaan jalan berdasarkan metode Bina Marga.
Nilai SDI dihitung dari beberapa data yang diperoleh dalam survei. Salah satu yang
menjadi latar belakang dari penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap nilai
SDI terkait sumber perolehan data, sistem
pengolahan data serta hasil yang diperoleh.
Faktor-faktor yang menentukan penentuan besaran indeks SDI adalah kondisi
retak pada permukaan jalan (total luas dan lebar retak rata-rata), kerusakan lainnya
yang terjadi (jumlah lubang per 200 m panjang jalan), serta bekas roda/rutting.
Perhitungan indeks SDI dilakukan secara akumulasi berdasarkan kerusakan pada
jalanuntuk kemudian dapat ditentukan kondisi jalan yang ditetapkan seperti pada
tabel di bawah ini :
Tabel 2.4. Kondisi Jalan berdasarkan Indeks SDI
b. Daftar ruas jalan yang harus disurvei (terlampir) dalam bagian lain dalam KAK ini.
c. Pengawasan Pelaksanaan Survey Lapangan
Pengawasan Survei lapangan dilakukan oleh Petugas yang ditunjuk oleh Pengguna
Jasa, Petugas Pengawasan akan melakukan pengambilan data secara sampling. Segala biaya
yang dikeluarkan oleh petugas harus sudah diperhitungkan dalam harga penawaran Jasa
Konsultan.
d. Pendekatan Dan Metodologi
1). Persyaratan Teknis Pelaksanaan Survei
1)1 Survei Data Titik Referensi harus dilaksanakan sesuai Buku Panduan Survei
Data Titik Referensi, Direktorat Jenderal Bina Marga 24 Agustus 1998.
Mencatat/merekam lokasi setiap objek (sesuai dengan buku panduan) pada ruas
jalan yang disurvei dan dilengkapi dengan pengambilan foto patok Km menggunakan
kamera digital dan juga dimaksudkan menentukan titik-titik referensi pada satu ruas
jalan yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan survey jalan
lainnya.
1)2 Survei Inventarisasi Jaringan Jalan (SIJ) harus dilaksanakan sesuai Petunjuk
Pengisian Formulir Survei Inventarisasi Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga 12
Agustus 1998.
Mencatat/merekam data inventarisasi jalan pada ruas dan lokasi yang telah
ditentukan pada waktu Survei Data Titik Referensi. Pencatatan dilakukan setiap
ada perubahan dari tipe jalan, tipe perkerasan, lebar perkerasan, lebar/tipe bahu,
drainase, terain, grade dan patok km jalan.
1)3 Survei Kondisi Jalan (SKJ) harus dilaksanakan sesuai Buku Panduan Survei
Kondisi Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga 28 Juli 1998. Mencatat/merekam
data kondisi jalan pada ruas dan lokasi yang telah ditentukan. Pencatatan
kondisi/kerusakan permukaan jalan, kondisi tepi jalan, bahu, drainase, lereng/tebing,
trotoar dengan interval 200 meter.
1)4 Pengambilan foto kondisi jalan pada interval rata-rata 200 Meter dan pada
kondisi yang mewakili. Foto di ambil dengan menggunakan camera digital
dan hasilnya diserahkan kepada PPK Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kab. Bolaang Mongondow Utara baik dalam bentuk hard
copy maupun dalam bentuk soft copy.
1)5 Adapun survei inventaris dan kondisi jalan dilakukan setiap ruas jalan dengan atribut
data yang dikumpulkan pada survei ini antara lain :
Retak : Luas area, jenis dan lebar
Lubang : jumlah, luas area, dan kedalaman
Drainase : Eksisting (ada/tidak)
Badan jalan : Tipe (Aspal/Rigid/Kerikil)
Bahu : Kondisi (Baik, Sedang, Rusak), identifikasi beda tinggi (visual)
Video visual full Ruas diedit dan disandingkan dengan tracking GPS (dapat
menggunakan aplikasi android/ios atau aplikasi lainnya).
Photo Dokumentasi kerusakan dan disandingkan dengan titik GPS
Peta tampak atas jalan (dapat menggunakan drone atau citra satelit)
1)6 Adapun survei INVENTARISASI JARINGAN jalan dilakukan setiap ruas jalan
dengan atribut data yang dikumpulkan pada survei ini antara lain :
a. Inventaris Jalan
Tipe Jalan
Tipe Perkerasan
Lebar Perkerasan (m)
Lebar Bahu (m)
Lebar Saluran Samping (m)
Tata guna lahan : Perkotaan/rural
Aliyemen : Data RAW GPS yang ada
Video visual full Ruas diedit dan disandingkan dengan tracking GPS
Photo Dokumentasi object dan disandingkan dengan titik GPS
b. Kondisi Jalan
Retak buaya (alligator cracking) m2
Retak tepi m1
Retak melintang/memanjang m1
Retak lainnya m1
Lubang Jumlah, luas area dan kedalaman
Tambalan m2
Alur m2
Keriting m2
Sungkur/Amblas m2
Pelapukan/Pelepasan butir m2
Kegemukan (bleeding)/permukaan licin m2
Penurunan (settlement) m1
Bekas roda (rutting) m1
1)7 Survei Perkerasan tanpa penutup :
a) Kondisi baik/sedang/rusak ringan/rusak berat/ (sesuai MDP 2017)
b) Kondisi Bahu : Ada/tidak ada/Baik/Sedang/Rusak/ identifikasi beda tinggi bahu
dan perkerasan.
c) Saluran samping : Ada/tidak ada
d) Form Hitungan SDI untuk jalan Beraspal Hasil Dari RCS
1)8 Data Kondisi Jalan sesuai dengan format data dalam SiPDJD
b. SURVEY KONDISI JEMBATAN
a. Tahap Persiapan
I. Tahap persiapan meliputi :
- Persiapan administrasi
- Mobilisasi personil
- Pengumpulan data literatur terkait
- Pengumpulan data
- Perumusan pendekatan dan metodologi
- Penjadwalan rencana kerja dan penugasan personil
- Persiapan survei
- Penyusunan Laporan Pendahuluan
II. Pemeriksaaan Inventarisasi Pendahuluan
Setiap jembatan yang diperiksa terlebih dahulu harus dilakukan perekaman inventarisasi mutakhir
dilengkapi dengan foto lapangan. Perekaman inventarisasi ini untuk melengkapai / mendukung
pelaporan pemeriksaaan kondisi jembatan sehingga isi pelaporan lebih komunikatif dan mudah
dipahami. Inventarisasi pendahuluan cukup mencatat / memeriksa :
1. Peta lokasi, Peta situasi dilengkapi arah aliran air disekitar jembatan.
2. Kondisi bentang jembatan antara lain : panjang bentang, lebar jembatan, jarak antar kerb
trotoar, tinggi sandaran, lebar trotoar, ruang bebas vertikal, penampang bawah jembatan,
muka air banjir tertinggi dll.
3. Foto kondisi jembatan diambil dari arah samping dan dari arah sejajar jembatan.
b. Tahap Survei Lapangan
Tahap survei lapangan meliputi :
- Survey Kondisi Jembatan
- Survey Inventarisasi Jembatan
- Survey Koordinat Geografis / Survey GPS
- Dokumentasi Pelaksanaan
Survei detail kondisi jembatan meliputi pemeriksaan kondisi jembatan antara lain pada bagian sebagai
berikut :
a. Kerusakan Pada Elemen – Elemen Jembatan ;
1. Kerusakan Pada Aliran Sungai
2. Kerusakan Pada Bangunan Pengaman
3. Kerusakan Pada Timbunan
4. Kerusakan Pada Tanah Bertulang
5. Kerusakan Pada Angker – Jembatan Gantung dan Jembatan Kabel
6. Kerusakan Pada Kepala Jembatan dan Pilar
7. Kerusakan Pada Landasan Penahan Gempa
8. Kerusakan Pada Landasan / Perletakan
9. Kerusakan Pada Pelat dan Lantai
10. Kerusakan Pada Balok / Gelagar Jembatan Beton
11. Kerusakan Pada Gelagar Baja / Rangka Baja
12. Kerusakan Pada Konstruksi / Struktur Jembatan Kayu
13. Kerusakan Pada Konstruksi Jembatan Pelengkung Pasangan Batu / Pasangan Bata
14. Kerusakan Pada Jembatan Gantung
15. Kerusakan Pada Jembatan Pelat Beton
16. Kerusakan Pada Lantai Jembatan
17. Kerusakan Pada Pipa Drainase Dinding, Pipa Cucuran dan Drainase Lantai
18. Kerusakan Pada Lapisan Permukaan
19. Kerusakan Pada Sandaran Jembatan
20. Kerusakan Pada Trotoar / Kerb
21. Kerusakan Pada Sambungan Lantai / Ekspansion Joint
22. Kerusakan Pada Rambu – rambu lalu lintas dan Marka Jalan
23. Kerusakan Pada Lampu, Tiang lampu dan Kabel Listrik
24. Kerusakan Pada Bangunan Utilitas
b. Kerusakan Pada Material / Bahan Pembentuk Jembatan
1. Kerusakan Pada Bahan BATU BATA
o Penurunan Mutu Bata atau Batu
o Keretakan
o Permukaan Pasangan yang menggembung
o Bagian yang Pecah atau Hilang.
2. Kerusakan Pada Bahan BETON
o Kerontokan Beton
o Beton Keropos
o Beton yang Berongga / Berbunyi
o Mutu Beton yang jelek
o Rembesan atau Bocoran kedalam Beton
o Retak
o Karat pada besi tulangan
o Kerusakan Komponen karena aus dan pelapukan
o Pecah atau Hilangnya sebagian dari Beton
o Lendutan
3. Kerusakan Pada Bahan BAJA
o Penurunan Mutu dari Cat dan / atau Galvanis
o Karat
o Perubahan Bentuk pada Komponen
o Retak
o Komponen yang rusak atau hilang
o Elemen yang salah
o Kabel Jembatan yang Aus
o Sambungan yang longgar
4. Kerusakan Pada Bahan KAYU
o Pembusukan dan Pelapukan
o Serangan Serangga
o Pecahnya / retaknya Kayu
o Menyerpihnya Papan Lantai
o Cacat pada kayu
o Hancur atau Hilangnya Material
o Menyusutnya Kayu
o Penurunan Mutu Lapisan Pengaman
o Sambungan yang Longgar
Untuk setiap kerusakan yang ditemukan harus dilengkapi dengan rekaman foto.
c. Pemeriksaan Kondisi Pemanfaatan Jembatan
Pada tahap ini dilakukan survei terhadap perilaku lalulintas yang lewat, apakah beban lalulintas
sesuai dengan daya dukung jembatan yang ada. Lakukan wawancara dengan penduduk setempat
untuk mengetahui lalulintas berat yang kemungkinan lewat dalam waktu tertentu.
d. Tahap Pengolahan Data Lapangan
Tahap pengolahan data lapangan dan pelaporan meliputi :
- Pengisian Data Lapangan
- Inputing data jembatan ke dalam Sistem Informasi Manajemen
- Rekomendasi program penanganan dari jembatan
Seluruh data lapangan yang masuk dilakukan analisa teknis yang disusun dalam tabel – tabel
informatif. Dalam analisa harus dilakukan penilaian kondisi pada bagian yang rusak dengan nilai
kondisi antara lain diperinci sebagai berikut :
o Kondisi baru tanpa kerusakan
o Kerusakan kecil
o Kerusakan yang memerlukan pemantauan atau pemeliharaan diwaktu mendatang
o Kerusakan yang memerlukan tindakan secepatnya
o Kondisi kritis
o Elemen jembatan tidak berfungsi lagi
o dsb.
Hasil analisa selanjutnya disusun kesimpulan, saran dan tindakan penanganan yang diperlukan
sebagai berikut :
o Pemeliharaan rutin jembatan
o Rehabilitasi jembatan
o Penggantian jembatan
o Relokasi jembatan
e. Tahap Pembuatan Laporan
Penyusunan laporan-laporan kegiatan pelaksanaan pekerjaan yaitu laporan pendahuluan laporan antara, draft
laporan akhir, laporan akhir, Laporan data survey serta data teknis jembatan dan gambar serta foto
dokumentasi hasil survey.
11. Keluaran
Keluaran yang diharapkan dapat dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah DD1 Jalan dan
DD2 Jembatan yang merupakan System Informasi Data Base kondisi Jalan dan Jembatan.
12. Peralatan, Material, Personel dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen
Pejabat Pembuat Komitmen akan membentuk Tim yang akan mendampingi konsultan pada tahap survey
dan saat pembahasan hasil kerja konsultan dalam setiap tahapan.
Peralatan, material dan fasilitas yang disiapkan tercantum dalam bagian rincian HPS, yaitu :
- Sewa Kendaraan Roda Dua dan O&M, 7 unit selama 60 hari.
Fasilitas yang dibutuhkan dapat dimasukkan dalam usulan biaya yang diajukan oleh Pengguna Jasa
dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
13. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa
- Penyedia Jasa berkewajiban dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan pekerjaan
dengan berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang ditetapkan.
- Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap kebenaran hasil pekerjaan dan dapat selesai tepat
pada waktunya serta dinyatakan berakhir sampai dengan telah dinyatakan selesai sampai
keseluruhan.
- Penyedia Jasa wajib secara aktif melakukan koordinasi dengan Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kab. Bolaang Mongondow Utara dan dengan instansi pemerintah terkait lainnya.
- Penyedia Jasa harus memberikan seluruh hasil survey lapangan dan produk kerja;
- Dalam melaksanakan presentasi/diskusi, Penyedia Jasa wajib menyediakan waktu hadir untuk
mempresentasikan hasil pekerjaannya.
11. KELUARAN
Keluaran dari pekerjaan konsultansi ini adalah tersedianya dokumen Hasil Survey Kondisi Jalan
dan Jembatan dengan metode pengambilan data sesuai ketentuan yang berlaku dan dilakukan
secara professional.
Antara lain terdiri dari;
a. Laporan Pendahuluan 4 Buku
b. Laporan Antara 4 Buku
c. Draft Laporan Akhir 4 Buku
d. Laporan Akhir 4 Buku
e. Laporan Data Survey 4 Buku
f. Foto Dokumentasi 5 Buku
Laporan tersebut diatas akan dilakukan pengujian sebelum diterima sebagai laporan antara lain
dengan cara;
a. Asistensi
Agar produk akhir dari pekerjaan ini sesuai dengan harapan, maka saran dan masukan dari
pihak terkait sangat diperlukan demi sempurnanya hasil pekerjaan. Assistensi akan dilakukan
paling lambat 1 (satu) Minggu setelah penyedia berkontrak atau memperoleh SPMK,
Pertengahan masa Kontrak dan Asistensi Konsep Laporan Akhir pada 2 (dua) Minggu
sebelum Kontrak berakhir.
b. Seminar/Pemaparan Hasil Pekerjaan
Adalah diskusi atau pertemuan untuk memaparkan praktik dan hasil pekerjaan konsultansi
survey kondisi jalan, membahas bersama-sama antara Penyedia, PPK dan audience yang
berkepentingan serta para pihak terkait. saran dan masukan dari pihak terkait sangat
diperlukan demi kesempurnanya hasil pekerjaan. Seminar akan dilakukan pada saat
pembahasan laporan pendahuluan dan Laporan Akhir.
12. PERALATAN, MATERIAL, PERSONEL DAN FASILITAS DARI PPK
a. PPK tidak menyediakan Peralatan, Material untuk pelaksanaan pekerjaan konsultansi ini.
b. PPK tidak memberikan fasilitas penunjang selain SK Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut
Statusnya.
13. PERALATAN/MATERIAL YANG DIBUTUHKAN :
-kendaraan roda dua 6 unit selama 60 hari;
14. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Sesuai dengan lingkup kegiatan, maka untuk menyelesaikan kegiatan ini diperkirakan
membutuhkan waktu pelaksanaan dalam 3 (tiga) bulan / 90 (Sembilan Puluh) Hari kalender
terhitung sejak ditandatanganinya surat perjanjian (kontrak) dan/atau SPMK.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
Boroko, Juni 2024
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
YUNITA DAMA, ST
NIP. 19820102 200803 2 003