| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0966720013741000 | - | - | |
Smirfan Jaya | 00*6**2****22**0 | Rp 2,150,728,976 | 1) Tidak menyampaikan daftar peralatan utama sesuai Dokumen Pemilihan Bab. IV. Lembar Data Pemilihan, yaitu Alat Pancang Hammer 2) Pengesahan Pemakaian Pesawat Angkat dan Angkut untuk Alat Excavator dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Kalimantan Timur , Hasil Klarifikasi : Surat Pengesahan Tidak Benar |
| 0021192489724000 | Rp 2,317,918,594 | 1) Tidak menyampaikan bukti alat Excavator PC75 dari pemberi sewa sesuai daftar alat pada Surat Perjanjian Sewa Peralatan 2) Peralatan Motor Grader Komatsu GD621R-1 kapasitas tidak sesuai dengan surat perjanjian sewa peralatan, di Surat Perjanjian Sewa Peralatan Kap. 100 HP, sedangkan Motor Grader Merk Komatsu GD621R-1 berdasarkan spesifikasi berkapasitas 155 HP | |
PT Teknik Nusantara Kaltim | 10*0**0****16**5 | Rp 2,120,000,185 | Peralatan Motor Grader Komatsu GD621R-1 kapasitas tidak sesuai dengan surat perjanjian sewa peralatan, di Surat Perjanjian Sewa Peralatan Kap. 100 HP, sedangkan Motor Grader Merk Komatsu GD621R-1 berdasarkan spesifikasi berkapasitas 155 HP |
Borneo Fadhilah Sejati | 00*6**0****24**0 | Rp 1,858,335,350 | 1) Tidak menyampaikan bukti alat Excavator PC75 dari pemberi sewa sesuai daftar alat pada Surat Perjanjian Sewa Peralatan 2) Peralatan Motor Grader Komatsu GD621R-1 kapasitas tidak sesuai dengan surat perjanjian sewa peralatan, di Surat Perjanjian Sewa Peralatan Kap. 100 HP, sedangkan Motor Grader Merk Komatsu GD621R-1 berdasarkan spesifikasi berkapasitas 155 HP |
CV Hikma Karya Abadi | 05*5**3****24**0 | Rp 1,859,057,714 | Peralatan Motor Grader Komatsu GD621R-1 kapasitas tidak sesuai dengan surat perjanjian sewa peralatan, di Surat Perjanjian Sewa Peralatan Kap. 100 HP, sedangkan Motor Grader Merk Komatsu GD621R-1 berdasarkan spesifikasi berkapasitas 155 HP |
| 0030342026722000 | - | - | |
CV Nusa Borneo | 02*0**6****24**0 | - | - |
Naphas Bersaudara | 06*5**8****24**0 | - | - |
| 0020394961724000 | - | - | |
CV Melona Cipta Cemerlang | 08*0**2****22**0 | - | - |
| 0019686443724000 | - | - | |
PT Gariyan Alfath Saguna | 09*8**2****41**0 | - | - |
| 0747490449724000 | - | - | |
| 0031781750722000 | - | - | |
| 0932937659802000 | - | - | |
| 0906972336724000 | - | - | |
Multi Conblock Nusantara | 03*0**4****41**0 | - | - |
Dwi Karya Konstruksi | 06*8**7****03**0 | - | - |
| 0965923535724000 | - | - | |
CV Resolver | 07*2**3****24**0 | - | - |
| 0933519860724000 | - | - | |
CV Pammase Puang | 01*8**2****24**0 | - | - |
CV Alfath Berkah Sentosa | 04*4**9****24**0 | - | - |
| 0920256294724000 | - | - | |
| 0028180537724000 | - | - | |
| 0022515043724000 | - | - | |
| 0014092258728000 | - | - | |
CV Arang Hitam | 01*6**8****24**0 | - | - |
P E M E R I N T A H K O T A B O N T A N G
D I N A S K E T A H A N A N P A N G A N ,
P E R I K A N A N D A N P E R T A N I A N
K O T A B O N T A N G
M E T O D O L O G I
K E G I A T A N :
P E M B A N G U N A N P R A S A R A N A P E R T A N I A N
P E K E R J A A N :
B E L A N J A MODAL BANGUNAN TERBUKA
( P E M A T A N G A N L A H A N R P U )
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
METODE PELAKSANAAN
BAB 1. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Latar belakang Paket Pekerjaan Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan
Lahan RPU) adalah untuk melakukan Pematangan Lahan RPU.
Ruang lingkup pekerjaan pada Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) meliputi
pekerjaan persiapan dan konstruksi sebagai berikut :
I. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI ( SMKK )
II. BAB 1. PENDAHULUAN
III. BAB 2. TURAP PENAHAN TANAH
IV. BAB 3. PEKERJAAN TIMBUNAN
V. BAB 4. PEKERJAAN PEMBUATAN RUMAH POTONG NON PERMANEN
Semua item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan
menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pelaksanaan ini adalah untuk menjelaskan secara garis besar
uraian tahapan pelaksanaan dari pekerjaan umum, pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang,
sehingga dapat dilihat keterkaitan dari masing - masing pekerjaan maupun antar pekerjaan terhadap
spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode ini juga akan digambarkan pelaksanaan pekerjaan
dengan memperkecil gangguan terhadap lingkungan dan lalu lintas pekerjaan.
C. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI ( SMKK )
1. Manajemen Keselamatan Lalu Lintas
Dalam melaksanakan pekerjaan Pembangunan Jembatan setiap tahapan pekerjaan yang akan
dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan di lapangan diusahakan tidak mengganggu
arus lalu lintas. Aktivitas arus lalu lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan
pengguna jalan raya. Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan,
maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
a) Menyiapkan Perlengkapan keselamatan jalan selama periode konstruksi sesuai ketentuan.
b) Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan koordinasikan
dengan seluruh personil yang terkait.
c) Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
d) Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan dan menempatkannya secara tepat
dan benar.
e) Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu lintas.
Peralatan Keselamatan Lalu Lintas :
a) Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik
b) Rambu Peringatan
c) Peralatan komunikasi dan lainnya
Tenaga yang terdiri dari :
a) Pekerja
METODE PELAKSANAAN 2
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
b) Koordinator
Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, tujuannya agar kendaraan
atau orang tidak masuk atau terperosok ke dalam daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang
haruslah mempunyai cat dengan pantulan cahanya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.
D. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan - kegiatan pendahuluan untuk
mendukung permulaan proyek meliputi :
1. Pembuatan Job Mix Design
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel bahan dari
quarry yang berada di lokasi setempat atau yang berdekatan dengan lokasi tersebut, diantaranya : batu,
pasir dan bahan timbunan pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium job mix formula/job mix designn
yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
2. Kantor Lapangan dan Faslitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp, pembuatan kantor lapangan dan fasilitas dilokasi proyek
dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan
pelaksanaan pekerjaan.
3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas transportasi dilakukan dengan
pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat
ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
4. Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik
dan struktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, seehingga dimungkinkan untuk
mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan sistem dan tatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
5. Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan standar yang berlaku,
baik ukuran, tipe maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis.
6. Jadwal Konstruksi
Jadwal konstruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kedapa Direksi Teknis untuk dibahas dan
mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
7. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi : Alat-alat yang digunakan adalah :
a. Total Station ( Akurasi 1 )
Digunakan untuk survey topografi awal. Pelaksanaan pekerjaan, dan elevasi akhir pekerjaan. Alat ini
METODE PELAKSANAAN 3
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
hanya digunakan pada pekerjaan tanah dan elevasi urugan.
b. Mini Excavator Kapasitas Bucket 0,2 - 0,4 m3 dilengkapi ( Blade besi 2 m )
Excavator kelas ringan dengan berat operasional sekitar 7 ton. Alat ini dirancang untuk bekerja di
area terbatas namun tetap memiliki tenaga cukup besar untuk berbagai pekerjaan konstruksi dan
infrastruktur skala kecil hingga menengah, Digunakan untuk menggali tanah dan alat ini juga
dilengkapi Blade besi untuk mendorong tanah. Dan pada pekerjaan ini alat ini digunakan untuk
meratakan urugan tanah yang di drop oleh Dump Truck.
c. Motor Grader 100 HP
Berfungsi untuk meratakan, membentuk, dan memotong permukaan tanah atau material dalam
pekerjaan konstruksi, terutama pada pembuatan jalan, perataan lahan, dan pemeliharaan jalan.
Dengan tenaga sekitar 100 Horsepower (HP), grader ini termasuk kelas ringan-menengah, cocok
untuk pekerjaan skala sedang. Dan pada pekerjaan ini alat ini digunakan untuk melevelkan top
urugan sesuai elevasi yang telah di tentukan.
d. Vibro Roller 3 T
Berfungsi untuk memadatkan tanah, kerikil, pasir, atau aspal dalam pekerjaan konstruksi jalan dan
pondasi. Alat ini menggunakan getaran (vibrasi) dan berat alat untuk meningkatkan tingkat
kepadatan permukaan tanah atau material yang dipadatkan. Pada Pekerjaan ini alat ini
digunakan untuk memadatkan urugan pasir yang telah ditimbun sebelumnya.
e. Alat Pancang ( Kepala Babi ) Frame Balok, kap Hammer 1,5 – 2,5 TON
Alat ini berfungsi untuk memancang tiang pondasi (kayu ulin) ke dalam tanah hingga mencapai
kedalaman 4 m ( Sesuai Gambar Perencanaan ). Dimana Pancang ini akan menopang gaya tekan
yang terjadi pada kontruksi pondasi.
f. Concrete Mixer (molen) Kapasitas 0,3 – 0,6 m3.
Alat ini untuk mencampur bahan-bahan pembuat beton yaitu semen, pasir, kerikil (agregat), dan
air, agar menghasilkan campuran beton yang homogen dan siap digunakan untuk pengecoran. Alat
ini digunakan pada pekerjaan pembuatan adukan beton Sederhana dan Turap Pas. Batu Gunung
8. Papan Nama Proyek
Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek, dibuat dengan ukuran
atas persetujuan Direksi Pekerjaan. Bahan yang dipakai adalah kayu kaso, baliho dan lain-lain. Papan
nama proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan. Papan nama proyek dipelihara selama
pelaksanaan proyek.
9. Waktu Pelaksanaan
Waktu Pelaksanaan Kegiatan pematangan lahan RPU dalam kegiatan ini adalah 150 hari
kalender dengan mempertimbangkan jangka waktu pelaksanaan tahun anggaran 2025.
E. PERSIAPAN BAHAN DAN MATERIAL
Bahan-bahan bangunan meupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam mendirikan atau membuat
suatu bangunan. Pemilihan bahan-bahan tersebut harus benar-benar mendapat perhatian demi
kelancaran pelaksanaan pekerjaan dan mendapatkan kualitas bangunan yang baik.
Pengadaan material atau bahan-bahan disesuaikan dengan jadwal pekerjaan
lapangan
METODE PELAKSANAAN 4
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
a. Material Utama/ Pokok
1. Semen, Agregat, Pasir, batu Belah, dll
• Semua bahan / material yang akan digunakan harus memenuhi syarat yang ditentukan
dalam spesifikasi berdasarkan uji test laboratorium dan mendapat persetujuan dari pengawas/
Konsultan
• Bahan / material yang tidak memenuhi syarat dan ditolak pemakaiannya akan dikeluarkan
dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam terhitung dari jam penolakan.
b. Material Finishing dan lainnya
Pengadaan material lainnya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan
F. PEKERJAAN KONSTRUKSI TURAP PENAHAN TANAH
Dalam Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ini, Kontraktor akan menggunakan metode pelaksanaan
dengan urutan sebagai berikut :
a. Pekerjaan Struktur Bawah/ Pondasi
1. Pekerjaan Struktur dimulai dengan pekerjaan Pekerjaan Pondasi Batu gunung
• Penggalian pondasi sesusai dengan gambar rencana
• Gali sisi-sisi miringnya, sehingga diperoleh sudut kemiringan yang tepat
• Cek posisi, lebar, kedalaman, dan kerapiannya sesuai dengan rencana
• Menggunakan Pancang Kayu Ulin Ukuran 10/10.
• Cara Pemasangan Pancang Menggunakan Alat Pancang Hammer.
b. Pekerjaan Struktur Beton
1. Pengukuran Ulang
• Pengukuran dilakukan dengan bantuan alat ukur sederhana dan mekanis
• Pengukuran dilaksanakan agar elemen struktur bangunan tetap sesuai pada titik dan
ukuran rencana
2. Pembuatan Bekesting Kolom & Sloof
• Bekesting terbuat dari material plywood tebal 9 mm kualitas eksport
• Pengunci bekesting terbuat dari kayu meranti ukuran 5/7
• Sebelum dipasang dinding dalam bekesting diberikan lapisan minyak agar permukaan
beton dapat lebih halus dan tidak menempel pada dinding bekesting
• Saat Pemasangan dilakukan pengecekan dan pengukuran sudut kemiringan Bekesting
jika sudah tegak lurus baru akan diberi support dan dikunci agar tidak bergerak
3. Pekerjaan Tulangan Kolom & Sloof
• Tulangan Kolom yang telah di fabrikasi dirakit dan dipasang pada bekesting yang sudah
ada
• Panjang tulangan utama dipotong lebih Panjang dari ukuran bekesting
• Tulangan yang terpasang harus dipasang support agar ketebalan selimut beton dapat
terjaga sesuai rencana
• Pekerjaan ikatan dan kait tekukan mengikuti Standar yang ada pada gambar kerja
METODE PELAKSANAAN 5
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
4. Pekerjaan Beton Kolom & Sloof
• Persiapan pengecoran diantaranya membuat bak penampungan beton dari truck ready
mix dan tangga akses pekerja untuk menuang adonan beton kedalam bekesting
• Saat pelaksanaan pengecoran mesin concrete vibrator akan disiapkan dan dipakai agar
• Pengecoran akan dikerjakan sampai selesai setiap titiknya dan tidak ada stop cor
• Setelah 2 hari bekesting akan dibongkar untuk mempermudah proses curing beton
G. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH
1. Pembersihan Lokasi/ Land
Clearing a) Lingkup Pekerjaan
1) Underbrushing
Pelaksanaan pekerjaan penumbangan pepohon yang berdiameter maksimum 30 cm.
Penumbangan pohon dan pencabutan akar pohom tanpa merusak soil, dan kayu pohon hasil
tebangan ditumpuk diarea yang ditentukan bertujuan mempermudah pekerjaan lainnya.
2) Disposal Area
Disposal area dibuat untuk tempat mebuang material semak belukar, puing bangunan, pohon dan
ranting. Dalam pelaksanaan pekerjaan lokasi disposal telah mendapat perijinan dan di approve
oleh Pengawas Lapanagan.
3) Pengupasan Top Soil (Stripping)
Top soil (lapisan atas) pada pekerjaan konstruksi bangunan, jalan merupakan material yang harus
dibuang karena berakibat kurang stabil pada pekrjaan berikutnya.
b) Metode Pelaksanaan
1) Underbrushing
• Penebangan pohon menggunakan alat mesin gergasi (chain saw), pekerjaan penebangan
phon kelapa, dan pohon lainnya yang berukuran maksimal 30 cm.
• Batang pohon hasil tebangan ditumpuk dan disusun di area sekitar jalan kerja dibantu alat
berat dalam penumpukannya. Batang pohon tidak langsung dibuang ke area disposal karena
bermanfaat untuk pekerjaan lainnya yaitu jembatan dan mating-mating untuk landasan
lintasan kendaraan alat berat di daerah tanah labil.
• Pembersihan semak-semak belukar dan tanaman buah lainnya pembersihannya
menggunakan Mini Excavator.
2) Disposal Area
• Pembuangan akhir puing-puing hasil clearing dibuang di area yang sudah ditentukan
dan disetujui perijinannya baik Pemberi Kerja dan Masyarakat.
• Penumpukan akhir puing di daerah disposal kembali diratakan menggunaka alat berat
buldozer dan Mini Excavator untuk estetika lingkungan.
3) Pengupasan Top Soil (Stripping)
• Pelaksanaan pekerjaan ini dikerjakan setelah Pengawas Lapangan memberikan ijin
dan perintah kerja.
• Material-material dari pengupasan ditumpuk (Stock Pelling) dan kemudian dipindahkan
menggunakan Mini Excavator dibuang ke area yang sudah ditentukan. Material dapat
dimanfaatkan untuk tanah timbun di area lubang hasil pencabutan tunggul pohon.
METODE PELAKSANAAN 6
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
2. Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah
Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau bahan galian
batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan sebagai bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan
permanen. Bahan yang dipilih sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari karakteristik daya
dukung tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan ditunjukan dalam gambar atau tidak kurang
dari 6% jika tidak disebutkan lain (CBR stelah perendaman 4 hari nilai dipadatkan 100% kepadatan kering
maksimum (MDD) seperti yang ditentukan oleh SNI 1742:2008). Pekejaan Timbunan Pilihan dari
Sumber Galian (Quarry) dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:
a) Pengangkutan Material
Pengangkutan material timbunan pilihan dari sumber galian ke lokasi pekerjaan menggunakan Mini
Excavator. Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat penghamparan agar
tidak terjadi kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
b) Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader 100 HP. Ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam penghamparan material, diantaranya :
• Kondisi cuaca yang memungkinkan.
• Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi lapangan.
Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai
dengan spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan
petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
• Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang ditetapkan.
c) Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller 3 Ton, dimulai dari bagian tepi ke bagian
tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal
dapat digunakan alat water tank untuk membasahi material timbunan biasa dari sumber galian dan
diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro roller 3 Ton. Timbunan biasa dari sumber
galian (quarry) dipadatkan mulai dari tepi luar dengan bergerak menuju ke arah sumbu jalan
sedemikian rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus terus menerus
divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.
Dasar perhitungan analisis adalah :
1) Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan.
2) Urutan kerja/metode kerja :
• Material timbunan pilihan dihampar dengan menggunakan motor grader 100 HP.
• Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank truck
(sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan vibro roller 3
Ton.
• Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan
level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
• Setelah selesai melakukan pemadatan, maka dilakukan pengukuran elevasi
ulang menggunakan total station.
METODE PELAKSANAAN 7
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
H. PEKERJAAN PEMBUATAN RUMAH POTONG NON PERMANEN
a. Pekerjaan Struktur Kayu
Pekerjaan Pemasangan Tiang Kolom 10/10, Kayu Klas I Kolom merupakan suatu elemen struktur
tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu
kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya seluruh struktur bangunan. Oleh
karena itu, dalam pembangunan rumah ini, kayu yang digunakan harus dipilih dengan seksama dan
yang dipakan adalah kayu kelas I dengan ukuran 10/10.
Metode pemasangan tiang kolom:
• Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus disediakan di lokasi pekerjaan
terlebih dahulu
• Peralatan yang diperlukan pun harus dipersiapkan di lokasi kerja.
• Sebeum melaksanakan pekerjaan, kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang
ada dan kondisi dilapangan, termasuk mempelajari
• bentuk, pola lay-out/penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail- detail sesuai
gambar
• Shop drawing harus di buat terlebih dahulu dan disetujui oleh direksi
• Tiang kolom dari kayu ini harus bediri tegak di atas sloof dan pondasi setempat
• Lalu diberikan angkur ke tulang sloof untuk memperkuat sambungan antara sloof dan tiang
kolom
• Pelaksanaan pekerjaan harus selalu memperhatikan prosedur keselamatan kerja.
• Setelah pekerjaan selesai dikerjakan, pelaksana hendaknya berkoordinasi kembali dengan
surveyor dan melaporkannya kepada Konsultan Pengawas
• Dokumentasi pekerjaan dilakukan sebelum, selama dan sesudah pekerjaan
• Berlangsung.
1) Pasang Ring Balok 5/10, Kayu Klas II
Fungsi ring balok adalah sebagai pengikat kolom. Ring balok dipasang melintang guna
menghubungkan tiang-tiang utama dan tiang-tiang penyangga. Dalam pekerjaan ini, ring balok
yang digunakan adalah yang berukuran 5/10 dan merupakan kayu klas II.
Metode Pengerjaan Ring Balok:
• Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus disediakan di lokasi pekerjaan
terlebih dahulu
• Peralatan yang diperlukan pun harus dipersiapkan di lokasi kerja.
• Sebelum dilanjutkan pekerjaan pemasangan ring balok, perlu disesuaikan segala ukuran,
penempatan, dan sambungan yang akan dilakukan dgn gambar kerja, dan disetujui oleh pihak
direksi.
• Kayu Kelas I dengan ukuran 5/10 diposisikan pada tempatnya untuk mengikat tiap tiang yang
ada.
• Untuk setiap sambungan antara tiang kolom dan ring balok akan menggunakan minimal 4
buah paku
• Sambungan ring balok dan kolom harus dipastikan kuat sebelum pekerjaan lainnya
dilanjutkan
METODE PELAKSANAAN 8
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
• Setelah terpasang, kelurusan bidang ring balok dicek dengan bantuan unting-unting,
waterpass dan alat ukur.
• Pelaksanaan pekerjaan harus selalu memperhatikan prosedur keselamatan kerja.
• Setelah pekerjaan selesai dikerjakan, pelaksana hendaknya berkoordinasi kembali dengan
surveyor dan melaporkannya kepada Konsultan Pengawas
• Dokumentasi pekerjaan dilakukan sebelum, selama dan sesudah pekerjaan berlangsung.
2) Pasang Kap / Kuda-kuda, Kayu Klas II
Kuda-kuda kayu adalah balok kayu dengan ukuran tertentu yang dirakit dan dibentuk sehingga
membentuk segitiga sama kaki. Kuda-kuda diletakkan pada ring balok disudut tertentu dengan
fungsi sebagai pembentuk model atap bangunan, tumpuan balok gording, rangka atap kaso, reng
dan atap genteng. Dalam hal ini balok kuda-kuda yang digunakan berukuran 5/10 cm dan
merupakan kayu kelas II.
Metode pekerjaan pemasangan wallpaper:
• Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus disediakan di lokasi pekerjaan
terlebih dahulu
• Peralatan yang diperlukan pun harus dipersiapkan di lokasi kerja.
• Semua kayu yang dipakai harus kering, berumur tua, lurus dan tidak retak, tidak bengkok dan
mempunyai derajad kelembaban kurang dari 15%
• Kuda-kuda yang akan dipasang di rangkai sebelum dinaikan ke atas atap
• Rangka kuda-kuda di sambungkan ke kolom dengan angkur
• Kuda-kuda akan diletakkan pada ring balok
• Pelaksanaan pekerjaan harus selalu memperhatikan prosedur keselamatan kerja.
• Setelah pekerjaan selesai dikerjakan, pelaksana hendaknya berkoordinasi kembali dengan
surveyor dan melaporkannya kepada Konsultan Pengawas
• Dokumentasi pekerjaan dilakukan sebelum, selama dan sesudah pekerjaan berlangsung .
3) Pasang Gording 5/10, Kayu Klas II
Gording membagi bentangan atap dalam jarak-jarak yang lebih kecil pada proyeksi horizontal.
Gording meneruskan beban dari penutup atap, reng, usuk, orang, beban angina, beban air hujan
pada titik-titik buhul kuda-kuda. Gording berada di atas kuda-kuda, biasanya tegak lurus dengan
arah kuda-kuda. Kayu yang kana digunakan untuk gording berukuran 5/10 cm.
Metode pekerjaan pemasangan gording:
• Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus disediakan di lokasi pekerjaan
terlebih dahulu.
• Peralatan yang diperlukan pun harus dipersiapkan di lokasi kerja.
• Kayu yang digunakan sebagai gording diposisikan di atas kuda-kuda
• Bentangan gording sesuai dengan gambar kerja
• Pemasangan gording harus di lakukan secara hati-hati dan memastikan bentangan antar
gording tetap konsisten
• Sambungan antara gording dan kuda-kuda dipastikan harus kuat dan konsisten
• Pelaksanaan pekerjaan harus selalu memperhatikan prosedur keselamatan kerja.
METODE PELAKSANAAN 9
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
• Setelah pekerjaan selesai dikerjakan, pelaksana hendaknya berkoordinasi kembali dengan
surveyor dan melaporkannya kepada Konsultan Pengawas
• Dokumentasi pekerjaan dilakukan sebelum, selama dan sesudah pekerjaan berlangsung.
4) Pemasangan Lisplank 2/20, Kayu Klas II
Kayu yang digunakan sebagai lisplank adalah papan berukuran 2/20 cm dan merupakan kayu
kelas I
Metode pekerjaan pasang lisplank:
• Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus disediakan dilokasi pekerjaan
terlebihdahulu
• Peralatan yang diperlukan pun harus dipersiapkan di lokasi kerja
• Papan lisplank dipaku pada rangka listplank
• Pada sambungan papan lisplank dibuat sambungan bibir lurus
• Pemakuan dilaksanakan pada setiap jarak 1 m panjang dengan jumlah paku minimal 2 buah
pada setiap tempat pemakuan
• Setelah selesai pemasangan tahap berikutnya yaitu dilakukan pendempulan dan pengecatan
• Kerapian listplank harus diperhatikan dengan seksama
• Pelaksanaan pekerjaan harus selalu memperhatikan prosedur keselamatan kerja.
• Setelah pekerjaan selesai dikerjakan, pelaksana hendaknya berkoordinasi kembali dengan
surveyor dan melaporkannya kepada Konsultan Pengawas
• Dokumentasi pekerjaan dilakukan sebelum, selama dan sesudah pekerjaan berlangsung
b. Pekerjaan Dinding Batako Meja
Setelah pekerjaan struktur selesai, pekerjaan dinding dapat segera dimulai. Sebelum dinding dipasang,
batu bata / bata ringan / batako yang digunakan terlebih dahulu di rendam di dalam air / dibasahi
sebentar.,
Adapun peralatan yang digunakan yaitu waterpass, skrop, ember, benang, sipatan, pacul, dan cetok.
Proses Pengerjaan dinding bata ringan yaitu :
• Sebelum di lakukan pemasang pekerjaan dinding dilakukan pengukuranbangunan (uit-zet) serta
letak-letak dinding bata yang akan dilaksanakansecara teliti dan sesuai dengan gambar.
• Di dalam satu hari, pasangan batu tidak boleh lebih tinggi dari 2,5 meter dan pengakhirannya
harus dibuat bertangga menurun dan tidak tegak bergigi, untuk menghindari retak dinding
dikemudian hari.
• Pekerjaan pasangan dilaksanakan waterpas (horizontal) dengan menggunakan benang dan tiap
kali lantai diteliti kerataannya. Pemasanganbenang terhadap pasangan dibawahnya tidak boleh
lebih dari30 cm.
• Pada semua pasangan setengah batu satu sama lain harus terdapat pengikatan yang sempurna.
• Lapisan yang satu dengan lapisan yang diatasnya harus dipasang secara zig-zag (berselang-
seling dengan perbedaan separuh panjang).
• Pada pasangan satu batu dan pasangan yang lebih tebal (kalau ada), maka
• pelaksanaan harus sesuai petunjuk / peraturan yang disyaratkan (NI-3).
METODE PELAKSANAAN 10
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
• Untuk dinding bata dan kolom harus diberi angkur 10 mm tiap 1 m tinggisedangkan dinding hebel
diberi besi strip lebar 1”, tebal 3 mm tiap 60 cm tinggi.
• Demikian juga setiap luas dinding 12 m2 harus diberi penguat kolom praktisdan balok. Khusus
untuk dinding ruang genset, setiap luas dinding 6m² diberiperkuatan kolom praktis dan balok.
Semua pertemuan tegak lurus harusbenar-benar bersudut 90 derajat.
c. Pekerjaan Plesteran & Acian
Meliputi penyediaan bahan plesteran, penyiapan dinding / bidang yang akan diplester, Serta
pelaksanaan pekerjaan pemlesteran itu sendiri pada dinding- dinding yang akan diselesaikan
dengancat, sesuai dengan yang tertera dalam gambar denah dan notasi dipenyelesaian dinding.
Seluruh dinding pasangan bata baik yang terlihat ataupun tidak terlihat (pasangan batu bata biasa atau
beton ringan aerasi (hebel) diatas plafond dan dinding shaft) harus tetap diplester.
1. Bahan
a) Untuk plesteran dinding batu bata biasa :
a. Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus memenuhi persyaratanC sesuai NI-8.
b. Pasir yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus halus dengan warna asli/ alami, sesuai
NI-3 dan telah mendapat persetujuan dari MK / Perencana
/Pemberi Tugas.
c. Air untuk mengaduk kedua bahan tersebut diatas harus sesuai NI-3 pasal
10. b) Untuk plesteran dinding hebel (blok beton ringan aerasi)
a. Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan plesteran blok beton ringanaerasi ini harus
memenuhi standar khusus / mutu internasional (minimal telahlulus DIN 18555).
b. Pasir yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus halus dengan warna asli/alami, sesuai
NI-3 dan telah mendapat persetujuan dari MK / Perencana
/Pemberi Tugas.
c. Air untuk mengaduk bahan tersebut harus sesuai NI-3 pasal 10.
2. Jenis Pekerjaan
a) Jenis-jenis plesteran yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Plesteran kedap air (1 PC : 3 Psr) digunakan untuk menutup dinding-dinding kedap air (untuk
pasangan batu bata biasa). Sedangkan untuk pasangan blok beton aerasi (hebel) menggunakan
adukan PM 410.
b. Plesteran dinding-dinding sisi luar bangunan yang tidak terlindung dipakai plesteran 1 PC : 3
Psr. c. Plesteran beton (1 PC : 3 Psr), digunakan untuk menutup dinding-dinding beton.
d. Plesteran biasa (1 PC : 5 Psr), digunakan untuk menutup seluruh permukaan dinding selain
dinding kedap air, dinding sisi luar atau dinding beton untuk pasangan batu bata biasa.
e. Plesteran biasa untuk dinding blok beton aerasi selain daerah basah digunakan PM 200, setelah
setelah
itu dilakukan pengacian dengan menggunakan PM 300, kecuali jika ditentukan lain dalam gambar.
f. Plesteran sudut (1 PC : 3 Psr), digunakan untuk membuat pengakhiran sudut dari bidang-
bidang plesteran.
3. Persiapan Dinding yang akan diplester
a) Uraian Persiapan :
a. Semua siar dipermukaan dinding batu bata biasa maupun blok beton aerasi (hebel)
dikerok sedalam + 1 cm agar bahan plesteran dapat lebih merekat.
METODE PELAKSANAAN 11
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
b. Permukaan bidang yang akan diplester harus dibersihkan dan disiram air sebelum bahan
plester dimulai (permukaan dinding harus basah pada waktu diplester).
c. Semua bidang plesteran harus dijaga kelembabannya selama seminggu sejak
penempelan plesterannya (dengan jalan menyiramnya dengan air).
d. Untuk pekerjaan plesteran pada dinding beton, bidang beton itu harus dikasarkan terlebih
dahulu sebelum pekerjaan plesteran dimulai.
4. Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran
Antara lain harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a) Adukan Plesteran
Semua bahan plesteran harus diaduk dengan mesin atau dengan tangan sesuai persyaratan
MK/Perencana/Pemberi Tugas. Apabila dipandang perlu dan sesuai dengan rencana, Kontraktor
diperkenankan menggunakan bahan- bahan kimia sebagai campuran. Hanya semen yang baik
yang boleh dipergunakan.
b) Contoh-contoh
a. Kontraktor harus membuat contoh-contoh bidang plesteran dari setiap macam pekerjaan
plesteran sesuai dengan yang diminta, sehingga jenis/macampekerjaan tersebut dapat
diterima oleh Perencana/Pemberi Tugas.Dan untuk seterusnya semua pekerjaan
plesteran harus sama dengan contohyang dibuat.
b. Untuk dapat mencapai tebal plesteran yang rata, sebaiknya diadakanpemeriksaan secara
silang oleh pelaksana dengan menggunakan garisanpanjang yang digerakkan secara
vertikal dan horizontal (silang) danataudengan alat bantu lainnya. Tebal plesteran harus
diukur supaya mendapatkanketebalan yang sama pada kedua muka dinding dan hasil
akhir dari dindingtembok setelah diplester adalah 15 cm kecuali ditentukan lain. Setelah
itu barudiadakan pengacian.
5. Sudut-sudut Plesteran
Semua sudut vertikal dan horizontal, luar dan dalam harus dilaksanakan secara sempurna, tegak
dan siku.
6. Perbaikan Bidang Plesteran
Bilamana terdapat bidang plesteran yang berombak (tidak rata) harus diperbaiki secara sempurna.
Bagian-bagian yang akan diperbaiki hendaknya dibobok secara teratur (dibuat bobokan yang
berbentuk segi empat) dan plesteran baru harus rata dengan sekitarnya.
METODE PELAKSANAAN 12
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
BAB II
METODE KESEHATAN KESELAMATAN KERJA dan LINGKUNGAN (K3L)
A. LINGKUP PEKERJAAN
Bagian ini mengatur mengenai pelaksanaan program Kesehatan dan KeselamatanKerja (K3l) dalam
pelaksanaan pekerjaan.
B. PEDOMAN DAN STANDAR
1) Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2) Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.Kep. 1135/MEN/1987 tentang BenderaKeselamatan
Dan Kesehatan Kerja
3) Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.: Kep.245/MEN/1990 tentang HariKeselamatan
Dan Kesehatan Kerja Nasional
4) Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.05/MEN/1996 tentang SistemManajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
C. KESELAMATAN KERJA
a. Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan,Kontraktor
bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pekerja, material dan peralatan teknis
serta konstruksi.
b. Wajib menjaga keselamatan kerja di ruang kerja dengan melengkapi dengan perlengkapan
keselamatan kerja seperti safety line, rambu - rambu, papanpromosi keselamatan, dan lain -
lain.
c. Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaanpekerjaan dari segala
kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan dan ketentuan kesehatan dan keselamatan
kerja yang berlaku (Jamsostek).
d. Menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
(PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan,untuk mengatasi segala
kemungkinan musibah bagi semua petugas dari pekerja lapangan.
e. Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja dan di lokasi harus
disediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety belt, safety helmet, masker/kedok las
terutama untuk dipakai pada pekerjaan pemasangan kuda-kuda baja dan pekerjaan yang
beresiko tertimpa benda keras.
f. Menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi semua
petugas dan pekerja.
g. Apabila terjadi kecelakaan, sesegera mungkin memberitahukan kepada Konsultan dan
mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban korban kecelakaan itu.
D. PROSEDUR OPERASI STANDAR (SOP) KESEHATAN DAN KESELAMATANKERJA (K3)
1) Membuat SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
2) SOP diajukan kepada Konsultan untuk dievaluasi.
3) Menyampaikan laporan pelaksanaan SOP kepada Direksi Pekerjaan.
E. MATRIK PROGRAM K3
METODE PELAKSANAAN 13
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
a. Safety Health and Environmental Induction Kegiatan ini dilaksanakan setiap ada tamu ataupun
pekerja baru yang memasuki wilayah kerja proyek
b. Safety Health and Environmental Talk Program ini bertujuan untuk sosialisasi dan pembahasan
mengenai seluruh permasalahan penerapan K-3L dan Lingkungan selama masa pelaksanaan
proyek. Pelaksanaan Safety talk setiap 1 minggu sekali.
c. Safety Health and Environmental Patrol / Inspection Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin,
bertujuan untuk memonitor pelaksanaan K-3L di seluruh lingkungan proyek dan menjaga
konsistensi pelaksanaan K-3L.
d. Safety Health and Environmental Meeting Program SHE meeting dilaksanakan seminggu sekali
dimana dalam kegiatan ini membahas permasalahan dan kejadian yang terjadi dan rencana tindak
lanjut untuk memperbaikinya serta membahas permasalahan yang mungkin terjadi serta langkah-
langkah pencegahannya.
e. Safety Health and Environmental Audit Program ini dilaksanakan insidental bertujuan untuk
melakukan audit terhadap kedisiplinan dalam pelaksanaan standar K-3L di lingkungan proyek
terhadap peraturan yang diberlakukan dalam lingkungan perusahaan.
f. Safety Health and Environmental Trainning Pelatihan terhadap seluruh komponenproyek yaitu
karyawan, subkon, mandor dan seluruh pekerja mengenai K-3L, P3K dan respon terhadap
keadaan darurat.
g. Housekeeping Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari bertujuan untuk menjaga kebersihan,
kerapihan, kenyamanan di lingkungan kerja.
Gambar Perlengkapan K3
Gambar
Pemakaian Perlengkapan K3
METODE PELAKSANAAN 14
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
F. DIAGRAM ALIR K3
METODE PELAKSANAAN 15
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
METODE PELAKSANAAN 15
Belanja Modal Bangunan Terbuka (Pematangan Lahan RPU) 2025
BAB III
PELAPORAN
3.1 Selama periode pekerjaan dilapangan, penyedia barang / jasa harus membuat laporan harian dan
laporan mingguan yang menggambarkankemajuan pekerjaan, laporan tersebut memuat sekurang-
kurangya informasi yang mencakup :
• Uraian mengenai kemajuan kerja yang sesungguhnya dicapai menjelang akhir
minggu
• Jumlah personil yang bertugas dilapangan
• Kondisi Cuaca, Dll
3.2 Membuat Foto-foto Dokumentasi Kegiatan mengenai pekerjaan dilapangan.
3.3 Pemborong diwajibkan membuat gambar akhir atau As Built Drawing sesuai dengan kondisi dan
kenyataan dilapangan.
METODE PELAKSANAAN 15