| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0418425724942000 | Rp 2,656,635,902 | - | |
| 0707211611942000 | Rp 2,717,503,779 | Tidak lulus pembuktian kualifikasi | |
| 0948311592942000 | Rp 2,635,132,865 | 1. Pengisian kolom Pengendalian Risiko di tabel B2 tidak sesuai dengan kolom 6 tabel B1 (Dokumen Pemilihan halaman 83) 2. Tabel Analisis Keselamatan Pekerjaan Kolom Urutan Langkah Pekerjaan, Identifikasi Bahaya, Pengedalian dan Penanggung Jawab, tidak diisi ( Dokumen Pemilihan halaman 37) 3. Tabel Jadwal inspeksi dan Audit kolom jangka waktu pelaksanaan (bulan ke : ) tidak diisi ( Dokumen Pemilihan halaman 37) | |
| 0026980417942000 | - | - | |
Prima Mega Cipta | 09*6**1****42**0 | - | - |
| 0602315087942000 | - | - | |
| 0808035117942000 | - | - | |
| 0726191596942000 | - | - | |
| 0029392057821000 | - | - | |
| 0721125391942000 | - | - | |
| 0017873068942000 | - | - | |
| 0720663194942000 | - | - | |
| 0429373434942000 | - | - | |
CV Temori Konstruksi | 10*1**1****67**9 | - | - |
| 0025467226942000 | - | - | |
PT Agracio Viryani Ikha | 04*2**7****51**0 | - | - |
| 0665496840942000 | - | - | |
| 0401734579943000 | - | - | |
| 0801987975942000 | - | - | |
| 0016166605942000 | - | - | |
CV Aldi Utama | 0017872326942000 | - | - |
Inspirasi Putra Tunggal | 02*6**6****42**0 | - | - |
| 0026980029942000 | - | - | |
| 0717909824942000 | - | - | |
| 0025987116942000 | - | - | |
CV Barakarsa Indonesia | 03*5**2****85**0 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
NAMA INSTANSI : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
NAMA PAKET : PEMBANGUNAN JALAN BARU RUAS KELILING BOTANG LOMANG
(SEGMEN DESA BAJI-PRAPAKANDA)
LOKASI : KABUPATEN HALMAHERA SELATAN
TAHUN ANGGARAN : 2025
Pekerjaan Peningkatan Jalan Baru merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah
Kabupaten Halmahera Selatan membangun infrestruktur di kabupaten halmahera selatan
khususnya kecamatan Botang Lomang yang sangan bermanfaat untuk menunjang kelancaran
transportasi masyarakat, mengigat saat ini jalan banyak yang rusak, sehingga diperlukan
penanganan untuk mengembalikan fungsi jalan secara baik.
Untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dengan tahapan-tahapan dan sasaran, tepat
guna waktu dan tepat mutu. Masa pelaksanaan pekerjaan ini selama 90 (Sembilan Puluh)
Hari Kalender)
Dibawah ini akan diuraikan hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menunjang
kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan, antara lain :
DIVISI 1. UMUM
a. Mobilisasi Persiapan
Pekerjaan
1. Mobilisasi Tenaga Kerja
Sebelum melaksanakan pekerjaan, persiapan yang harus dilakukan dalam proyek adalah
mempersiapkan tenaga kerja yang profesional yang diperlukan dalam melaksanakan
pekerjaan di lapangan. Selain dari pekerja-pekerja lapangan, dalam pelaksanaannya juga
harus mempersiapkan staf pengawas lapangan baik dari proyek itu sendiri, konsultan,
maupun kontraktor.
2. Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan pekerjaan penyedia fasilitas- fasilitas yang berfungsi dapat
mendukung terlaksananya dan kelancaran kegiatan proyek mutlak diperlukan. Oleh
karena itu alat-alat berat digunakan sebagai salah satu fasilitas dalam pekerjaan dapat
menunjang kelancaran dan terlaksananya kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lokasi
proyek, mulai dari tahap pelaksanaan sampai akhir tahap pelaksanaan.
Alat-alat berat tersebut harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kondisi lapangan dan
kemampuan pekerjaan yang mampu dilaksanakan, dimana sejumlah alat berat perlu
dikoordinasikan dengan secermat mungkin untuk mendapatkan efisiensi pekerjaan yang
sebaik-baiknya. Peralatan yang dipergunakan antara lain yaitu :
• Dump Truck
• Motor Grader
• Vibrator Roller
• Exavator
• Generator Se
• Water Tank
• Tronton
• Bulldozer
• Landinng Craft Transport
2. Mobilisasi Material
Material yang dipergunakan dalam proyek Pembangunan Jalan Tanah ke Sirtu Perumahan
Khusus diperoleh dari tempat pengolahan aspal yang berlokasi Boom Baru Pusri Palembang.
b. Manajemen dan keselamatan lalu lintas
Tujuan
Pengendalian lalu lintas atau kegiatan pengaturan lalu lintas dalam pelaksanaan suatu proyek,
dimaksudkan untuk mengatur dan mengupayakan pengamanan lalu lintas kendaraan di jalan
pada area yang sedang dikerjakan atau sekitar area tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan
berlangsung hal ini dilakukan dengan cara merencanakan, mempersiapkan, menyusun tata
pemasangan sarana pengamanan lalu lintas dengan segala perlengkapan untuk dipakai
sepanjang berlangsungnya pekerjaan proyek. berdasarkan kondisi lapangan dan jenis kegiatan
yang akan dilaksanakan, berikut ini disampaikan rencana pengaturan lalulintas yang akan
diterapkan
Pelaksanaan
Pengendalian lalu lintas dilaksanakan oleh Tim yang bukan hanya menguasai masalah lalu
lintas saja tapi juga masalah teknik serta langsung bertanggung jawab pada General
Superintendent/ PM. Bagian ini juga melakukan koordinasi aktif kepada Konsultan dan pihak
pemberi tugas tentang waktu, perubahan jalur dan lainnya sehingga dapat diperkecil segala
kemungkinan buruk yang akan terjadi. Pengaturan lalulintas ini terdiri dari: Penyediaan alat-
alat pengatur lalulintas, Pengecekan, peralatan dan perlindungan sepanjang area konstruksi
Pemasangan alat-alat lalu lintas selama konstruksi
Pemasangan alat-alat lalu lintas selama konstruksi Pelaksanaannya akan dikonfirmasikan
dengan pihak yang berwenang. Kontraktor akan memelihara jalan yang berpengaruh kepada
area operasional dengan kondisi yang balk yang tentunya bekerja sama dengan badan yang
berwenang untuk mengatur kelancaran lalu lintas agar terhindar dari kemacetan, seperti
dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Dalam menyiapkan Fasilitas pengaturan lalu lintas,
maka sepanjang area kerja, alat-alat pengatur lalu lintas akan dipasang, yaitu pada titik-titik
tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peralatan Fasilitas pengatur lalulintas yang diperlukan
antara lain sbb
• Rambu perhatian, petunjuk, larangan dan sebagainya.
• Barikade
• Papan pemberitahuan
• Rubber cone
• Lampu-lampu
• Baju rompi pengaman lalu lintas
• Genset
• Handy talky untuk komunikasi
DIVISI 2. DRAINASE
a. Beton K250 (fc’20) untuk struktur drainase beton minor
Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu ditunjukkan semen usulan agregat dan
campuran yang memadai berdasarkan hasil pengujian material dan campuran di laboratorium
berdasarkan kuat beton untuk umut 7 dan 28 hari, atau umur yang lain yang telah ditentukan
oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara berurutan sesuai dalam spesifikasi teknik.
Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis utama,
yaitu kelecakan (Workability), kekuatan (Straigth), dan keawetan (Durability). Penyedia jasa
akan membuat gambar detil untuk seluruh perancah yang akan digunakan, dan memperoleh
persetujuan direksi pekerjaan sebelum setiap pekerjaan perancah dimulai.
A. Tahap pelaksanaan:
- Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
- Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
concerete pan mixer.
- Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pembesian dan bekisting. Pembesian,
bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan ke dalam beton harus diikat
kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
- Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
- Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
- Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
- Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung
basah.
- Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
B. Tenaga:
- Pekerja Biasa
- Tukang
- Mandor
C. Bahan:
- Semen
- Pasir Beton
- Agregat Kasar
- Bekisting
- Paku
D. Peralatan:
- Batching Plant
- Truck Mixer
- Conc. Vibrator
- Water Tanker
- Alat Bantu
Beton K250 di produksi secara manual (concrete mixer). Material berupa pasir, semen dan
agregat kasar diterima dilokasi pekerjaan. Secara umum tahapan pelaksanaan pekerjaan
beton K250 dapat diuraikan secara berikut: Pekerjaan akan dimulai dengan pembuatan shop
drawings untuk kemudian dimintakan persetujuannya dari Direksi Pekerjaan. Baja Tulangan
yang telah dirakit (cutting and bending) di basecamp akan dibawa kelokasi pekerjaan untuk
dipasangkan sesuai shop drawings. Baja tulangan akan dipasangkan/ diikat dengan
menggunakan kawat beton. Pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan dan pemasangan
bekisting yang terbuat dari balok kayu dan multiplex untuk membentuk dimensi struktur
sesuai shop drawing. Sebelum dilakukan pengecoran beton, semua hasil rakitan penulangan
dan bekisting akan dibersihkan terlebih dahulu dan dimintai persetujuannya dari Direksi
Pekerjaan.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
a. Timbunan biasa dari sumber galian
Untuk mendapatkan hasil Pekerjaan Timbunan dari sumber galian yang baik yang memenuhi
syarat standar mutu sebagai berikut:
o Permukaan bidang timbunan dipadatkan terlebih dahulu dengan nilai kepadatan yang
sudah ditentukan (sesuai spesifikasi)
o Bahan Timbunan (hasil galian) memenuhi syarat (misalnya bebas dari material organis
kotoran, akar, rumput top soil)
o Bahan Timbunan yang dipergunakan telah disetujui (Approval) oleh Klien ataupun
project manager
o Dilakukan test kepadatan dari bahan timbunan di laboratorium mekanika tanah untuk
diadakan acuan test kepadatan di lapangan.
o Dilakukan trial embankment, sehingga didapatkan hasil dengan peralatan yang
dipergunakan nilai kepadatan dari timbunan tersebut (misalnya jumlah lintasan untuk
pemadatan dengan compactor yang dipergunakan).
PERALATAN
o Bulldozer
o Compactor
o Dump Truck
o Water Tank
o Theodolith
o Waterpass
o Alat Bantu (cangkul, linggis dan lain-lain)
URAIAN PROSEDUR
o Meyiapkan peralatan berat (Bulldozer, Compactor, Dump Truck) yang
cukup, dan dalam kondisi baik.
o Meyiapkan peralatan pembantu (Linggis, Cangkul, dll) yang cukup
o Meyiapkan lokasi pekerjaan yang akan ditimbun dengan urutan sebagai berikut:
o Mengupas/stripping permukaan tanah yang akan ditimbun dengan ketebalan sesuai
spesifikasi (± 20 cm)
o Memadatkan tanah sesudah dikupas/stripping sehingga diperoleh permukaan
dengan kepadatan sesuai spesifikasi.
b. Penyiapan badan jalan
Penyiapan badan jalan pada pekerjaan pembangunan jalan tanah ke jalan sirtu meliputi
pekerjaan pembersihan, pembentukan tanah dasar agar elevasinya sesuai dengan yang
ditunjukkan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan, dan termasuk
pekerjaan pemadatan tanah dasar.
Tahapan pekerjaan penyiapan badan jalan yaitu:
• Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang dapat menggangu pekerjaan seperti
semak-semak, pepohonan, batu besar, dan material lainnya.
• Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat berat maupun dengan
cara manual untuk membentuk tanah dasar sesuai Gambar atau sesuai dengan
petunjuk Direksi Pekerjaan
• Pemadatan Tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat vibrator roller atau
menggunakan Combination Vibrator Roller pada daerah pelebaran yg tidak terlalu luas
atau tidak memungkinkan pengunaan vibrator roller.
Pemadatan Tanah Dasar
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemadatan adalah:
• Pemadatan dilakukan segera setelah dilakukan penggalian.
• Apabila diperlukan lakukan penyiraman terhadap material tanah dasar Untuk mencapai
kadar air optimum sehingga didapatkan kepadatan yang sesuai dengan spesifikasi.
• Kecepatan alat harus diperhatikan agar tidak membahayakan pengguna jalan eksisting.
c. Pembersihan dan pengupasan lahan
Pembersihan lahan adalah pekerjaan yang terdiri dari pembersihan lahan dari semua pohon,
halangan - halangan, semak – semak, sampah, dan bahan lainnya yang tidak dikehendaki atau
menggangu keberadaannya sesuai dengan yang diperintahkan oleh direksi Pekerjaan.
URAIAN PROSEDUR
Adapun Tahapan pekerjaan pembersihan lahan tersebut adalah sebagai berikut:
Tahap Pertama yaitu melakukan Pekerjaan Survey pengukuran, Pekerjaan Survey pengukuran
dilakukan untuk menentukan batas-batas daerah yang akan dibersihkan menggunakan
peralatan survey seperti pita ukur atau GPS. Batas daerah yang akan dibersihkan dapat diberi
tanda dengan menggunakan patok dari kayu atau dengan menggunakan tali pembatas, atau
dengan cara lain yang disetujui direksi pekerjaan . Jika pekerjaan pembersihan lahan tersebut
dalam skala yang lebih besar atau diperlukan pengupasan lapisan permukaan tanah dasar
maka ketersediaan data elevasi (ketinggian) merupakan salah satu hal yang harus terpenuhi.
Untuk dapat memperoleh data ketinggian diperlukan survey pemetaan yang lebih detail
menggunakan peralatan survey seperti Total Station atau theodolite.
Tahap kedua yaitu pekerjaan Pembersihan dan pengupasan lahan
Semua pepohonan dan semak-semak dibersihkan dengan menggunakan alat Excavator atau
dengan alat lain yang sesuai. Untuk pohon yang relatif besar dengan diameter lebih dari 15
cm, dilakukan pemotongan dengan mesin potong dari bagian atas pohon secara bertahap
hingga ke bagian bawah. Semua tunggul dan akar sisa pemotongan harus dicabut dengan
excavator dan dibuang ke tempat lain yang disetujui direksi pekerjaan menggunakan dump
truck
Tahap Selanjutnya yaitu menutup dan meratakan lubang bekas pembongkaran akar atau
tunggul dengan bahan timbunan yang disetujui direksi pekerjaan dan kemudian dipadatkan
dengan alat pemadat yang memadai.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkuatn, Penghamparan dan pemadatan bahan untuk
pelaksanaan lapis pondasi jalan Tanpa penutup aspal dan suatu lapis permukaan sementara pada
permukaan tanah dasar atau lapis pondasi bawah yang telah disiapkan.Pemasokan bahan akan
mencakup , jika perlu, pemecahan, pengayakan, pencampuran dan operasi- operasi lainnya yang
diperlukan, untuk memperoleh bahan yang memenuhi ketentuan dari spesifikasi ini.
(1) Lapis Permukaan Agregate tanpa penutup aspal
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan bahan
untuk pelaksanaan Perkerasan BerbutirTanpa Penutup Aspal (Lapis Permukaan Agregat dan
Lapis Pondasi Agregat) diatas permukan yang telah disiapkan dan diterima sesuai dengan
ketentuan dan detail yang ditunjukkan dalam Gambar atau sesuai dengan perintah Direksi
Pekerjaan. Pemasokan bahan akan mencakup, jika perlu, pemecahan, pengayakan,
pencampuran dan operasi-operasi lainnya yang diperiukan, untuk memperoleh bahan yang
memenuhi ketentuan dari Spesifikasi ini. Pekerjaan Lapis Permukaan tanap penutup aspal
dengan prosedur sebagai berikut :
a. Pengangkutan Material
Pengangkutan material dari Base camp atau Quary kelokasi pekerjaan menggunakan dump
truck dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan
pencatatan volume material dialakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi
kelebihan disatu tempat dan kekurangan material ditempat yang lain.
b. Penghampara Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
• Kondisi cuaca yang memungkinkan
• Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi
lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal
penghamparan sesuai dengan spesifikasi (15 cm padat).
• Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan
c. Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller dan Tandem Roller, Dimulai dari
bagian tepi ke bagian tengah. Setelah pemadatan selesai alat pemadatan dipindahkan
kejalur sebelahnya dengan over leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai
areal pemadatan. Pemadatan dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial
compaction.
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN
9.1. Uraian:
Pekerjaan ini mencakup operasi-operasi yang disetujui oleh Direksi pekerjaan yang semula
tidak diperkirakan (atau disediakan dalam daftar kualitas dari Divisi 1 sampai Divisi 10) tetapi
diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang memenuhi
ketentuan. Operasi-operasi yang dilaksanakan menurut pekerjaan harian dapat terdiri dari
pekerjaan jenis apapun sebagaimana yang ditunjukkan atau diperintakan oleh direksi
pekerjaan, dan dapat mencakup pekerjaan tambahan dari drainase, galian, timbunan,
stabilisasi, pengujian, pengembalian (restitution) perkerasan lama ke bentuk semula,
pelapisan ulang, struktur atau pekerjaan lainnya.
9.2.1. Pelaksanaan pekerjaan harian
A. Perintah pekerjaan harian
a. Pekerjaan harian dapat diminta secara tertulis oleh direksi pekerjaan
b. Untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan dimana harga satuan pekerjaan harian sudah
dimasukkan dalam daftar kuantitas dan harga, perintah ini akan menguraikan batas dan
sifat dari pekerjaan yang diperlukan dengan lampiran gambar dan dokumen kontrak
yang telah direvisi untuk menentukan detail pekerjaan, dan akan menentukan metode
untuk menetapkan harga akhir dari pekerjaan yang diperintahkan.
c. Untuk pekerjaan yang dilaksanakan dimana diperlukan persetujuan terlebih dahulu atas
harga satuan pekerjaan arian yang baru atau tambahan, maka perintah ini akan dirujuk
silang ke, dan akan disertai dengan variasi (Pekerjaan tambah/kurang) mencakup harga
satuan baru atau tambahan yang disetujui.
d. Direksi pekerjaan akan menandatangani dan memberikan tanggal perintah pekerja
harian untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
B. Pengukuran dan pembayaran
Pengukuran pekerja untuk pembayaran menurut pekerjaan harian harus dilakukan
menurut jam kerja aktual dari penggunaan pekerja yang disahkan pada harga satuan untuk
sebagai jenis pekerja yang dimasukkan dalam daftar dan kuantitas dan Harga, dimana
harga dan pembayaran itu haruslah merupakan kompensasi untuk biaya-biaya berikut ini:
a. Upah pekerja, pajak, bonus, asuransi, tunjangan hari libur, akomodasi dan fasilitas
kesejahteraan, pengobatan, seluruh tunjangan serta biaya lainnya yang diuraikan
dalam “Peraturan Tenaga Kerja Indonesia”
b. Penggunaan dan pemeliharaan perkakas tangan
c. Biaya transportasi ke dan dari lokasi pekerjaan yang dilaksanakan.
d. Seuruh biaya administrasi dan keuangan yang bersangkutan, pengawasan di luar
mandor, dan biaya pelengkap lainnya serta biaya umum (over head) yang diperlukan
untuk memobilisasi pekerja ke lokasi pekerjaan
e. Laba
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN
10.1. Pemeliharaan Rutin Perkerasan
1. Perkerasan Berpenutup Aspal
Pengembalian kondisi terhadap lubang yang lebih besar dari 40 cm x 40 cm, tepi yang
rusak, retak halus yang mencakup lebih dari 10 % dari setiap 100 m panjang, retak-retak
lebar yang memerlukan pengisian celah retak satu per satu, retak buaya yang dianggap
oleh Direksi Pekerjaan bersifat struktural sehingga perlu digali dan ditambal, dan
pekerjaan yang bertujuan untuk memperbaiki lereng melintang jalan, bentuk atau
kekuatan struktural perkerasan yang tidak dipandang sebagai bagian dari pekerjaan
pemeliharaan rutin dan harus diukur dan dibayar menurut Seksi-seksi yang berkaitan dari
Spesifikasi ini untuk bahan yang digunakan, seperti Campuran Aspal Panas, dan
sebagainya.
2. Perkerasan Tanpa Penutup Aspal
Pekerjaan pemeliharaan rutin harus mencakup operasi seperti pengisian lubang dan
keriting (corrugation), dan perataan ringan dengan "grader" untuk mendistribusi kembali
bahan yang lepas. Pengembalian kondisi jalan tanpa penutup aspal yang beralur (rutting)
atau rusak berat dengan pengkerikilan kembali selain perataan dengan "grader" tidak
boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan pemeliharaan rutin. Pekerjaan perbaikan
semacam ini harus diukur dan dibayar sesuai dengan bahan yang digunakan.
3. Pemeliharaan Rutin Bahu Jalan
Pekerjaan pemeliharaan rutin harus mencakup operasi seperti pengisian lubang dengan
agregat bahu jalan, pembuangan semak-semak, rumput-rumput dan penghalang lainnya
yang mengganggu fungsi bahu jalan. Pekerjaan perbaikan bahu jalan berskala besar yang
mencakup pengisian agregat bahu jalan atau penggalian dan pengisian kembali agregat
bahu jalan atau pelaburan bahu jalan tidak boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan
pemeliharaan rutin. Perbaikan bahu jalan semacam itu harus diukur dan
dibayar menurut Seksi yang berkaitan untuk bahan-bahan yang digunakan, seperti Lapis
Pondasi Agregat Kelas A, B atau S, Burtu, dan sebagainya.
4. Pemeliharaan Rutin Selokan, Selokan Air, Galian dan Timbunan
Pemeliharaan rutin selokan dan saluran air sementara maupun permanen harus
dijadwalkan sedemikian rupa sehingga aliran air yang lancar dapat dijaga selama Periode
Pelaksanaan. Selokan dan saluran air lama maupun yang baru dibuat harus dijaga agar
bebas dari semua bahan yang lepas, sampah, endapan dan pertumbuhan tanaman yang
tidak dikehendaki yang mungkin akan menghalangi aliran air permukaan. Pemeliharaan
semacam itu harus dilaksanakan secara teratur berdasarkan rutinitas dan segera setelah
aliran permukaan akibat hujan lebat telah berhenti mengalir.
5. Pemeliharaan Rutin Perlengkapan Jalan
Pekerjaan pemeliharaan harus mencakup operasi seperti pembersihan dan perbaikan
rambu jalan, patok pengaman dan patok kilometer yang rusak, perbaikan rel pengaman
dan pengecatan kembali huruf yang tak terbaca pada rambu jalan. Tidak menimbulkan
goresan atau garutan pada rambu jalan dalam proses pembersihan dan perbaikan rambu
jalan. Penyediaan rambu jalan, patok pengarah, patok kilometer atau rel pengaman yang
baru, baik pada lokasi baru atau mengganti bagian-bagian yang rusak atau pengecatan
marka jalan harus dianggap sebagai pekerjaan perlengkapan jalan dan pengatur lalu lintas
dan harus dibayar secara terpisah