Pembangunan Jalan Baru Ruas Jalan Keliling Botang Lomang Segmen Desa Bajo-Prapakanda

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10021472000
Date: 24 March 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Halmahera Selatan
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 2,800,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 2,799,409,863
Winner (Pemenang): CV Reaksi Bangunindo
NPWP: 418425724942000
RUP Code: 58593156
Work Location: Kec. Botanglomang - Halmahera Selatan (Kab.)
Participants: 26
Applicants
Reason
0418425724942000Rp 2,656,635,902-
0707211611942000Rp 2,717,503,779Tidak lulus pembuktian kualifikasi
0948311592942000Rp 2,635,132,8651. Pengisian kolom Pengendalian Risiko di tabel B2 tidak sesuai dengan kolom 6 tabel B1 (Dokumen Pemilihan halaman 83) 2. Tabel Analisis Keselamatan Pekerjaan Kolom Urutan Langkah Pekerjaan, Identifikasi Bahaya, Pengedalian dan Penanggung Jawab, tidak diisi ( Dokumen Pemilihan halaman 37) 3. Tabel Jadwal inspeksi dan Audit kolom jangka waktu pelaksanaan (bulan ke : ) tidak diisi ( Dokumen Pemilihan halaman 37)
0026980417942000--
Prima Mega Cipta
09*6**1****42**0--
0602315087942000--
0808035117942000--
0726191596942000--
0029392057821000--
0721125391942000--
0017873068942000--
0720663194942000--
0429373434942000--
CV Temori Konstruksi
10*1**1****67**9--
0025467226942000--
PT Agracio Viryani Ikha
04*2**7****51**0--
0665496840942000--
0401734579943000--
0801987975942000--
0016166605942000--
CV Aldi Utama
0017872326942000--
Inspirasi Putra Tunggal
02*6**6****42**0--
0026980029942000--
0717909824942000--
0025987116942000--
CV Barakarsa Indonesia
03*5**2****85**0--
Attachment
METODE        PELAKSANAAN            PEKERJAAN                      
                                                                        
                                                                        
NAMA INSTANSI : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG                 
                                                                        
NAMA PAKET    : PEMBANGUNAN JALAN BARU RUAS KELILING BOTANG LOMANG      
               (SEGMEN DESA BAJI-PRAPAKANDA)                            
LOKASI        : KABUPATEN HALMAHERA SELATAN                             
TAHUN ANGGARAN : 2025                                                   
                                                                        
                                                                        
    Pekerjaan Peningkatan Jalan Baru merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah
Kabupaten Halmahera Selatan membangun infrestruktur di kabupaten halmahera selatan
khususnya kecamatan Botang Lomang yang sangan bermanfaat untuk menunjang kelancaran
transportasi masyarakat, mengigat saat ini jalan banyak yang rusak, sehingga diperlukan
                                                                        
penanganan untuk mengembalikan fungsi jalan secara baik.                
    Untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dengan tahapan-tahapan dan sasaran, tepat
guna waktu dan tepat mutu. Masa pelaksanaan pekerjaan ini selama 90 (Sembilan Puluh)
Hari Kalender)                                                          
    Dibawah ini akan diuraikan hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menunjang
                                                                        
kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan, antara lain :             
                                                                        
DIVISI 1. UMUM                                                          
                                                                        
  a. Mobilisasi Persiapan                                               
     Pekerjaan                                                          
     1. Mobilisasi Tenaga Kerja                                         
                                                                        
        Sebelum melaksanakan pekerjaan, persiapan yang harus dilakukan dalam proyek adalah
        mempersiapkan tenaga kerja yang profesional yang diperlukan dalam melaksanakan
        pekerjaan di lapangan. Selain dari pekerja-pekerja lapangan, dalam pelaksanaannya juga
        harus mempersiapkan staf pengawas lapangan baik dari proyek itu sendiri, konsultan,
        maupun kontraktor.                                              
                                                                        
                                                                        
     2. Mobilisasi Peralatan                                            
        Dalam pelaksanaan pekerjaan penyedia fasilitas- fasilitas yang berfungsi dapat
        mendukung terlaksananya dan kelancaran kegiatan proyek mutlak diperlukan. Oleh
        karena itu alat-alat berat digunakan sebagai salah satu fasilitas dalam pekerjaan dapat
        menunjang kelancaran dan terlaksananya kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lokasi
                                                                        
        proyek, mulai dari tahap pelaksanaan sampai akhir tahap pelaksanaan.
                                                                        
        Alat-alat berat tersebut harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kondisi lapangan dan
        kemampuan pekerjaan yang mampu dilaksanakan, dimana sejumlah alat berat perlu
        dikoordinasikan dengan secermat mungkin untuk mendapatkan efisiensi pekerjaan yang
                                                                        
        sebaik-baiknya. Peralatan yang dipergunakan antara lain yaitu : 
          •  Dump Truck                                                 
          •  Motor Grader                                               
          •  Vibrator Roller                                            
          •  Exavator                                                   
                                                                        
          •  Generator Se                                               
          •  Water Tank                                                 
          •  Tronton                                                    
                                                                        
          •  Bulldozer                                                  
          •  Landinng Craft Transport                                   
                                                                        
     2. Mobilisasi Material                                             
                                                                        
     Material yang dipergunakan dalam proyek Pembangunan Jalan Tanah ke Sirtu Perumahan
     Khusus diperoleh dari tempat pengolahan aspal yang berlokasi Boom Baru Pusri Palembang.
  b. Manajemen dan keselamatan lalu lintas                              
     Tujuan                                                             
     Pengendalian lalu lintas atau kegiatan pengaturan lalu lintas dalam pelaksanaan suatu proyek,
                                                                        
     dimaksudkan untuk mengatur dan mengupayakan pengamanan lalu lintas kendaraan di jalan
     pada area yang sedang dikerjakan atau sekitar area tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan
     berlangsung hal ini dilakukan dengan cara merencanakan, mempersiapkan, menyusun tata
     pemasangan sarana pengamanan lalu lintas dengan segala perlengkapan untuk dipakai
     sepanjang berlangsungnya pekerjaan proyek. berdasarkan kondisi lapangan dan jenis kegiatan
     yang akan dilaksanakan, berikut ini disampaikan rencana pengaturan lalulintas yang akan
                                                                        
     diterapkan                                                         
     Pelaksanaan                                                        
     Pengendalian lalu lintas dilaksanakan oleh Tim yang bukan hanya menguasai masalah lalu
     lintas saja tapi juga masalah teknik serta langsung bertanggung jawab pada General
     Superintendent/ PM. Bagian ini juga melakukan koordinasi aktif kepada Konsultan dan pihak
     pemberi tugas tentang waktu, perubahan jalur dan lainnya sehingga dapat diperkecil segala
                                                                        
     kemungkinan buruk yang akan terjadi. Pengaturan lalulintas ini terdiri dari: Penyediaan alat-
     alat pengatur lalulintas, Pengecekan, peralatan dan perlindungan sepanjang area konstruksi
     Pemasangan alat-alat lalu lintas selama konstruksi                 
                                                                        
     Pemasangan alat-alat lalu lintas selama konstruksi Pelaksanaannya akan dikonfirmasikan
                                                                        
     dengan pihak yang berwenang. Kontraktor akan memelihara jalan yang berpengaruh kepada
     area operasional dengan kondisi yang balk yang tentunya bekerja sama dengan badan yang
     berwenang untuk mengatur kelancaran lalu lintas agar terhindar dari kemacetan, seperti
     dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Dalam menyiapkan Fasilitas pengaturan lalu lintas,
     maka sepanjang area kerja, alat-alat pengatur lalu lintas akan dipasang, yaitu pada titik-titik
     tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peralatan Fasilitas pengatur lalulintas yang diperlukan
                                                                        
     antara lain sbb                                                    
     • Rambu perhatian, petunjuk, larangan dan sebagainya.              
     • Barikade                                                         
     • Papan pemberitahuan                                              
     • Rubber cone                                                      
                                                                        
     • Lampu-lampu                                                      
     • Baju rompi pengaman lalu lintas                                  
     • Genset                                                           
     • Handy talky untuk komunikasi                                     
                                                                        
                                                                        
DIVISI 2. DRAINASE                                                      
                                                                        
  a. Beton K250 (fc’20) untuk struktur drainase beton minor             
     Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu ditunjukkan semen usulan agregat dan
                                                                        
     campuran yang memadai berdasarkan hasil pengujian material dan campuran di laboratorium
     berdasarkan kuat beton untuk umut 7 dan 28 hari, atau umur yang lain yang telah ditentukan
     oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara berurutan sesuai dalam spesifikasi teknik.
     Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis utama,
     yaitu kelecakan (Workability), kekuatan (Straigth), dan keawetan (Durability). Penyedia jasa
                                                                        
     akan membuat gambar detil untuk seluruh perancah yang akan digunakan, dan memperoleh
     persetujuan direksi pekerjaan sebelum setiap pekerjaan perancah dimulai.
     A. Tahap pelaksanaan:                                              
     -   Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
     -   Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
                                                                        
         concerete pan mixer.                                           
     -   Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pembesian dan bekisting. Pembesian,
         bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan ke dalam beton harus diikat
         kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.             
     -   Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
     -   Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
     -   Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
         dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
     -   Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung
                                                                        
         basah.                                                         
     -   Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
     B. Tenaga:                                                         
     -   Pekerja Biasa                                                  
     -   Tukang                                                         
     -   Mandor                                                         
                                                                        
     C. Bahan:                                                          
     -   Semen                                                          
     -   Pasir Beton                                                    
     -   Agregat Kasar                                                  
     -   Bekisting                                                      
                                                                        
     -   Paku                                                           
     D. Peralatan:                                                      
     -   Batching Plant                                                 
     -   Truck Mixer                                                    
     -   Conc. Vibrator                                                 
                                                                        
     -   Water Tanker                                                   
     -   Alat Bantu                                                     
     Beton K250 di produksi secara manual (concrete mixer). Material berupa pasir, semen dan
     agregat kasar diterima dilokasi pekerjaan. Secara umum tahapan pelaksanaan pekerjaan
     beton K250 dapat diuraikan secara berikut: Pekerjaan akan dimulai dengan pembuatan shop
                                                                        
     drawings untuk kemudian dimintakan persetujuannya dari Direksi Pekerjaan. Baja Tulangan
     yang telah dirakit (cutting and bending) di basecamp akan dibawa kelokasi pekerjaan untuk
     dipasangkan sesuai shop drawings. Baja tulangan akan dipasangkan/ diikat dengan
     menggunakan kawat beton. Pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan dan pemasangan
     bekisting yang terbuat dari balok kayu dan multiplex untuk membentuk dimensi struktur
     sesuai shop drawing. Sebelum dilakukan pengecoran beton, semua hasil rakitan penulangan
                                                                        
     dan bekisting akan dibersihkan terlebih dahulu dan dimintai persetujuannya dari Direksi
     Pekerjaan.                                                         
                                                                        
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH                                               
                                                                        
  a. Timbunan biasa dari sumber galian                                  
     Untuk mendapatkan hasil Pekerjaan Timbunan dari sumber galian yang baik yang memenuhi
     syarat standar mutu sebagai berikut:                               
      o  Permukaan bidang timbunan dipadatkan terlebih dahulu dengan nilai kepadatan yang
         sudah ditentukan (sesuai spesifikasi)                          
                                                                        
      o  Bahan Timbunan (hasil galian) memenuhi syarat (misalnya bebas dari material organis
         kotoran, akar, rumput top soil)                                
      o  Bahan Timbunan yang dipergunakan telah disetujui (Approval) oleh Klien ataupun
         project manager                                                
      o  Dilakukan test kepadatan dari bahan timbunan di laboratorium mekanika tanah untuk
         diadakan acuan test kepadatan di lapangan.                     
                                                                        
      o  Dilakukan trial embankment, sehingga didapatkan hasil dengan peralatan yang
         dipergunakan nilai kepadatan dari timbunan tersebut (misalnya jumlah lintasan untuk
                                                                        
         pemadatan dengan compactor yang dipergunakan).                 
     PERALATAN                                                          
      o  Bulldozer                                                      
      o  Compactor                                                      
      o  Dump Truck                                                     
      o  Water Tank                                                     
                                                                        
      o  Theodolith                                                     
      o  Waterpass                                                      
      o  Alat Bantu (cangkul, linggis dan lain-lain)                    
                                                                        
     URAIAN PROSEDUR                                                    
       o  Meyiapkan peralatan berat (Bulldozer, Compactor, Dump Truck) yang
          cukup, dan dalam kondisi baik.                                
       o  Meyiapkan peralatan pembantu (Linggis, Cangkul, dll) yang cukup
       o  Meyiapkan lokasi pekerjaan yang akan ditimbun dengan urutan sebagai berikut:
       o  Mengupas/stripping permukaan tanah yang akan ditimbun dengan ketebalan sesuai
                                                                        
          spesifikasi (± 20 cm)                                         
       o  Memadatkan tanah sesudah dikupas/stripping sehingga diperoleh permukaan
          dengan kepadatan sesuai spesifikasi.                          
                                                                        
  b. Penyiapan badan jalan                                              
     Penyiapan badan jalan pada pekerjaan pembangunan jalan tanah ke jalan sirtu meliputi
                                                                        
     pekerjaan pembersihan, pembentukan tanah dasar agar elevasinya sesuai dengan yang
     ditunjukkan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan, dan termasuk
     pekerjaan pemadatan tanah dasar.                                   
     Tahapan pekerjaan penyiapan badan jalan yaitu:                     
      •  Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang dapat menggangu pekerjaan seperti
         semak-semak, pepohonan, batu besar, dan material lainnya.      
      •  Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat berat maupun dengan
         cara manual untuk membentuk tanah dasar sesuai Gambar atau sesuai dengan
         petunjuk Direksi Pekerjaan                                     
                                                                        
      •  Pemadatan Tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat vibrator roller atau
         menggunakan Combination Vibrator Roller pada daerah pelebaran yg tidak terlalu luas
         atau tidak memungkinkan pengunaan vibrator roller.             
     Pemadatan Tanah Dasar                                              
     Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemadatan adalah:
                                                                        
      •  Pemadatan dilakukan segera setelah dilakukan penggalian.       
      •  Apabila diperlukan lakukan penyiraman terhadap material tanah dasar Untuk mencapai
         kadar air optimum sehingga didapatkan kepadatan yang sesuai dengan spesifikasi.
      •  Kecepatan alat harus diperhatikan agar tidak membahayakan pengguna jalan eksisting.
  c. Pembersihan dan pengupasan lahan                                   
     Pembersihan lahan adalah pekerjaan yang terdiri dari pembersihan lahan dari semua pohon,
                                                                        
     halangan - halangan, semak – semak, sampah, dan bahan lainnya yang tidak dikehendaki atau
     menggangu keberadaannya sesuai dengan yang diperintahkan oleh direksi Pekerjaan.
                                                                        
     URAIAN PROSEDUR                                                    
     Adapun Tahapan pekerjaan pembersihan lahan tersebut adalah sebagai berikut:
                                                                        
     Tahap Pertama yaitu melakukan Pekerjaan Survey pengukuran, Pekerjaan Survey pengukuran
     dilakukan untuk menentukan batas-batas daerah yang akan dibersihkan menggunakan
     peralatan survey seperti pita ukur atau GPS. Batas daerah yang akan dibersihkan dapat diberi
     tanda dengan menggunakan patok dari kayu atau dengan menggunakan tali pembatas, atau
     dengan cara lain yang disetujui direksi pekerjaan . Jika pekerjaan pembersihan lahan tersebut
                                                                        
     dalam skala yang lebih besar atau diperlukan pengupasan lapisan permukaan tanah dasar
     maka ketersediaan data elevasi (ketinggian) merupakan salah satu hal yang harus terpenuhi.
     Untuk dapat memperoleh data ketinggian diperlukan survey pemetaan yang lebih detail
     menggunakan peralatan survey seperti Total Station atau theodolite.
     Tahap kedua yaitu pekerjaan Pembersihan dan pengupasan lahan       
     Semua pepohonan dan semak-semak dibersihkan dengan menggunakan alat Excavator atau
                                                                        
     dengan alat lain yang sesuai. Untuk pohon yang relatif besar dengan diameter lebih dari 15
     cm, dilakukan pemotongan dengan mesin potong dari bagian atas pohon secara bertahap
     hingga ke bagian bawah. Semua tunggul dan akar sisa pemotongan harus dicabut dengan
     excavator dan dibuang ke tempat lain yang disetujui direksi pekerjaan menggunakan dump
     truck                                                              
                                                                        
                                                                        
     Tahap Selanjutnya yaitu menutup dan meratakan lubang bekas pembongkaran akar atau
     tunggul dengan bahan timbunan yang disetujui direksi pekerjaan dan kemudian dipadatkan
     dengan alat pemadat yang memadai.                                  
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR                                           
                                                                        
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkuatn, Penghamparan dan pemadatan bahan untuk
pelaksanaan lapis pondasi jalan Tanpa penutup aspal dan suatu lapis permukaan sementara pada
                                                                        
permukaan tanah dasar atau lapis pondasi bawah yang telah disiapkan.Pemasokan bahan akan
mencakup , jika perlu, pemecahan, pengayakan, pencampuran dan operasi- operasi lainnya yang
diperlukan, untuk memperoleh bahan yang memenuhi ketentuan dari spesifikasi ini.
                                                                        
(1) Lapis Permukaan Agregate tanpa penutup aspal                        
    Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan bahan
    untuk pelaksanaan Perkerasan BerbutirTanpa Penutup Aspal (Lapis Permukaan Agregat dan
                                                                        
    Lapis Pondasi Agregat) diatas permukan yang telah disiapkan dan diterima sesuai dengan
    ketentuan dan detail yang ditunjukkan dalam Gambar atau sesuai dengan perintah Direksi
    Pekerjaan. Pemasokan bahan akan mencakup, jika perlu, pemecahan, pengayakan,
    pencampuran dan operasi-operasi lainnya yang diperiukan, untuk memperoleh bahan yang
    memenuhi ketentuan dari Spesifikasi ini. Pekerjaan Lapis Permukaan tanap penutup aspal
    dengan prosedur sebagai berikut :                                   
                                                                        
    a. Pengangkutan Material                                            
       Pengangkutan material dari Base camp atau Quary kelokasi pekerjaan menggunakan dump
       truck dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan
       pencatatan volume material dialakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi
       kelebihan disatu tempat dan kekurangan material ditempat yang lain.
                                                                        
    b. Penghampara Material                                             
       Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
       penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:     
         •  Kondisi cuaca yang memungkinkan                             
         •  Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi
                                                                        
            lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal
            penghamparan sesuai dengan spesifikasi (15 cm padat).       
         •  Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
            ditetapkan                                                  
    c. Pemadatan Material                                               
       Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller dan Tandem Roller, Dimulai dari
                                                                        
       bagian tepi ke bagian tengah. Setelah pemadatan selesai alat pemadatan dipindahkan
       kejalur sebelahnya dengan over leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai
       areal pemadatan. Pemadatan dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial
       compaction.                                                      
                                                                        
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN                                              
                                                                        
   9.1. Uraian:                                                         
                                                                        
      Pekerjaan ini mencakup operasi-operasi yang disetujui oleh Direksi pekerjaan yang semula
      tidak diperkirakan (atau disediakan dalam daftar kualitas dari Divisi 1 sampai Divisi 10) tetapi
      diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang memenuhi
                                                                        
      ketentuan. Operasi-operasi yang dilaksanakan menurut pekerjaan harian dapat terdiri dari
      pekerjaan jenis apapun sebagaimana yang ditunjukkan atau diperintakan oleh direksi
      pekerjaan, dan dapat mencakup pekerjaan tambahan dari drainase, galian, timbunan,
      stabilisasi, pengujian, pengembalian (restitution) perkerasan lama ke bentuk semula,
      pelapisan ulang, struktur atau pekerjaan lainnya.                 
   9.2.1. Pelaksanaan pekerjaan harian                                  
     A. Perintah pekerjaan harian                                       
                                                                        
      a. Pekerjaan harian dapat diminta secara tertulis oleh direksi pekerjaan
      b. Untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan dimana harga satuan pekerjaan harian sudah
         dimasukkan dalam daftar kuantitas dan harga, perintah ini akan menguraikan batas dan
         sifat dari pekerjaan yang diperlukan dengan lampiran gambar dan dokumen kontrak
         yang telah direvisi untuk menentukan detail pekerjaan, dan akan menentukan metode
                                                                        
         untuk menetapkan harga akhir dari pekerjaan yang diperintahkan.
      c. Untuk pekerjaan yang dilaksanakan dimana diperlukan persetujuan terlebih dahulu atas
         harga satuan pekerjaan arian yang baru atau tambahan, maka perintah ini akan dirujuk
         silang ke, dan akan disertai dengan variasi (Pekerjaan tambah/kurang) mencakup harga
         satuan baru atau tambahan yang disetujui.                      
      d. Direksi pekerjaan akan menandatangani dan memberikan tanggal perintah pekerja
                                                                        
         harian untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.                  
                                                                        
     B. Pengukuran dan pembayaran                                       
       Pengukuran pekerja untuk pembayaran menurut pekerjaan harian harus dilakukan
       menurut jam kerja aktual dari penggunaan pekerja yang disahkan pada harga satuan untuk
       sebagai jenis pekerja yang dimasukkan dalam daftar dan kuantitas dan Harga, dimana
       harga dan pembayaran itu haruslah merupakan kompensasi untuk biaya-biaya berikut ini:
                                                                        
       a. Upah pekerja, pajak, bonus, asuransi, tunjangan hari libur, akomodasi dan fasilitas
          kesejahteraan, pengobatan, seluruh tunjangan serta biaya lainnya yang diuraikan
                                                                        
          dalam “Peraturan Tenaga Kerja Indonesia”                      
       b. Penggunaan dan pemeliharaan perkakas tangan                   
       c. Biaya transportasi ke dan dari lokasi pekerjaan yang dilaksanakan.
       d. Seuruh biaya administrasi dan keuangan yang bersangkutan, pengawasan di luar
          mandor, dan biaya pelengkap lainnya serta biaya umum (over head) yang diperlukan
          untuk memobilisasi pekerja ke lokasi pekerjaan                
                                                                        
       e. Laba                                                          
                                                                        
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN                                 
                                                                        
    10.1. Pemeliharaan Rutin Perkerasan                                 
                                                                        
      1. Perkerasan Berpenutup Aspal                                    
        Pengembalian kondisi terhadap lubang yang lebih besar dari 40 cm x 40 cm, tepi yang
        rusak, retak halus yang mencakup lebih dari 10 % dari setiap 100 m panjang, retak-retak
        lebar yang memerlukan pengisian celah retak satu per satu, retak buaya yang dianggap
        oleh Direksi Pekerjaan bersifat struktural sehingga perlu digali dan ditambal, dan
        pekerjaan yang bertujuan untuk memperbaiki lereng melintang jalan, bentuk atau
                                                                        
        kekuatan struktural perkerasan yang tidak dipandang sebagai bagian dari pekerjaan
        pemeliharaan rutin dan harus diukur dan dibayar menurut Seksi-seksi yang berkaitan dari
        Spesifikasi ini untuk bahan yang digunakan, seperti Campuran Aspal Panas, dan
        sebagainya.                                                     
                                                                        
      2. Perkerasan Tanpa Penutup Aspal                                 
        Pekerjaan pemeliharaan rutin harus mencakup operasi seperti pengisian lubang dan
                                                                        
        keriting (corrugation), dan perataan ringan dengan "grader" untuk mendistribusi kembali
        bahan yang lepas. Pengembalian kondisi jalan tanpa penutup aspal yang beralur (rutting)
        atau rusak berat dengan pengkerikilan kembali selain perataan dengan "grader" tidak
        boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan pemeliharaan rutin. Pekerjaan perbaikan
        semacam ini harus diukur dan dibayar sesuai dengan bahan yang digunakan.
                                                                        
      3. Pemeliharaan Rutin Bahu Jalan                                  
        Pekerjaan pemeliharaan rutin harus mencakup operasi seperti pengisian lubang dengan
                                                                        
        agregat bahu jalan, pembuangan semak-semak, rumput-rumput dan penghalang lainnya
        yang mengganggu fungsi bahu jalan. Pekerjaan perbaikan bahu jalan berskala besar yang
        mencakup pengisian agregat bahu jalan atau penggalian dan pengisian kembali agregat
        bahu jalan atau pelaburan bahu jalan tidak boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan
        pemeliharaan rutin. Perbaikan bahu jalan semacam itu harus diukur dan
        dibayar menurut Seksi yang berkaitan untuk bahan-bahan yang digunakan, seperti Lapis
        Pondasi Agregat Kelas A, B atau S, Burtu, dan sebagainya.       
                                                                        
      4. Pemeliharaan Rutin Selokan, Selokan Air, Galian dan Timbunan   
        Pemeliharaan rutin selokan dan saluran air sementara maupun permanen harus
        dijadwalkan sedemikian rupa sehingga aliran air yang lancar dapat dijaga selama Periode
        Pelaksanaan. Selokan dan saluran air lama maupun yang baru dibuat harus dijaga agar
                                                                        
        bebas dari semua bahan yang lepas, sampah, endapan dan pertumbuhan tanaman yang
        tidak dikehendaki yang mungkin akan menghalangi aliran air permukaan. Pemeliharaan
        semacam itu harus dilaksanakan secara teratur berdasarkan rutinitas dan segera setelah
        aliran permukaan akibat hujan lebat telah berhenti mengalir.    
                                                                        
      5. Pemeliharaan Rutin Perlengkapan Jalan                          
        Pekerjaan pemeliharaan harus mencakup operasi seperti pembersihan dan perbaikan
        rambu jalan, patok pengaman dan patok kilometer yang rusak, perbaikan rel pengaman
                                                                        
        dan pengecatan kembali huruf yang tak terbaca pada rambu jalan. Tidak menimbulkan
        goresan atau garutan pada rambu jalan dalam proses pembersihan dan perbaikan rambu
        jalan. Penyediaan rambu jalan, patok pengarah, patok kilometer atau rel pengaman yang
        baru, baik pada lokasi baru atau mengganti bagian-bagian yang rusak atau pengecatan
        marka jalan harus dianggap sebagai pekerjaan perlengkapan jalan dan pengatur lalu lintas
                                                                        
        dan harus dibayar secara terpisah
Tenders also won by CV Reaksi Bangunindo
Authority
22 April 2025Pembangunan Sarana Lingkungan Kantor Pengadilan Negeri SananaMahkamah AgungRp 4,672,810,000
23 July 2023Pembangunan Pagar Sman 11 Tidore KepulauanProvinsi Maluku UtaraRp 2,570,400,000
31 July 2025Pembangunan Jalan Baru Ruas Di Wilayah Zona 1Kab. Halmahera SelatanRp 1,500,000,000
26 July 2023Pembangunan Jembatan Beton Kecamata Weda Tengah (Paket 2)Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera TengahRp 1,500,000,000
24 October 2023Penataan Taman Masjid Raya Kota Maba Sisi Kanan Tahap PertamaPemerintah Daerah Kabupaten Halmahera TimurRp 1,281,590,000
16 March 2024Peningkatan Lapen Ruas Jalan Dalam Kota Saket ( Dusun Marimoi )Kab. Halmahera SelatanRp 1,000,000,000
14 June 2023Belanja Pemeliharaan-Rehabilitasi Huruf Taman KotaPemerintah Daerah Kota TernateRp 1,000,000,000
19 April 2024Rehabilitasi Ruang Kelas Dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang Beserta Perabotnya Smp Negeri 7 Halmahera SelatanKab. Halmahera SelatanRp 919,320,000
1 November 2022Pembangunan Food Court Fakultas Ekonomi Universitas KhairunProvinsi Maluku UtaraRp 900,000,000
28 June 2023Pembangunan Pagar Puskesmas Rum BalibungaPemerintah Daerah Kota TidoreRp 870,000,000