| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0013628110015000 | Rp 4,117,120,000 | 75.25 | 80.2 | - | |
| 0013025424025000 | Rp 4,579,848,000 | 72.4 | 75.9 | - | |
| 0015725617061000 | Rp 4,751,264,000 | 74.1 | 76.61 | - | |
Ayooklik Airmas Perkasa | 07*3**6****44**0 | Rp 4,926,339,600 | 79.8 | 80.55 | - |
| 0858799125018000 | - | - | - | Kualifikasi Kecil | |
| 0025951781404000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis | |
| 0021920855071000 | - | - | - | - | |
| 0022987598517000 | - | - | - | Sudah terdapat 7 peserta dengan nilai teknis kualifikasi dan pengalaman sejenis tertinggi | |
| 0010694743093000 | - | - | - | - | |
| 0017972415017000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi perusahaan | |
| 0669612608424000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis | |
| 0015723372014000 | - | - | - | - | |
| 0312111511428000 | - | - | - | Kualifikasi Kecil | |
Subaga Digital Kreatif | 06*1**3****16**0 | - | - | - | Kualifikasi Kecil |
Grosir Ria Jaya | 09*2**8****43**0 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis |
| 0013506555007000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis | |
| 0013639422062000 | - | - | - | Sudah terdapat 7 peserta dengan nilai teknis kualifikasi dan pengalaman sejenis tertinggi | |
CV Surya Sari Eltwo Mandiri | 03*4**2****05**0 | - | - | - | - |
| 0903624096023000 | - | - | - | - | |
PT Multi Raya | 00*0**8****17**0 | - | - | - | - |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - | - | - |
| 0027023449017000 | - | - | - | - | |
| 0023140759019000 | - | - | - | - | |
| 0011188893423000 | - | - | - | - | |
PT Sumbawa Air Mas | 08*6**9****85**0 | - | - | - | - |
CV Shufrun Indonesia | 06*7**1****42**0 | - | - | - | - |
PT Tagama Suma Ivaro | 0317085983002000 | - | - | - | - |
| 0022444574428000 | - | - | - | - | |
| 0012162715441000 | - | - | - | - | |
| 0843061888429000 | - | - | - | - | |
| 0013943766017000 | - | - | - | - | |
| 0013148853021000 | - | - | - | - | |
| 0831137294911000 | - | - | - | - | |
| 0013282173013000 | - | - | - | - | |
| 0015673247015000 | - | - | - | - | |
Amtek Solusindo | 06*2**4****44**0 | - | - | - | - |
| 0745982538011000 | - | - | - | - | |
| 0854024189011000 | - | - | - | - | |
| 0023895303432000 | - | - | - | - | |
Sinergi Dinamika Jaya | 06*7**2****32**0 | - | - | - | - |
| 0018698233058000 | - | - | - | - | |
| 0013009923093000 | - | - | - | - | |
| 0813032372404000 | - | - | - | - | |
| 0020733895008000 | - | - | - | - | |
| 0015316557421000 | - | - | - | - | |
PT Sumber Utama Ciptarasa | 08*8**1****03**0 | - | - | - | - |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN: MANAJEMEN PENGANGKUTAN SAMPAH RUMAH
TANGGA DAN SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA
I. LATAR BELAKANG
Sebagai salah satu kota terbesar dan terpadat di Indonesia, Jakarta
menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah, baik dari segi volume
maupun distribusinya. Setiap hari, DKI Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah yang
harus dikelola dengan cara yang efektif dan efisien agar tidak menimbulkan dampak
negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan urbanisasi yang pesat,
volume sampah di Jakarta semakin meningkat. Hal ini menyebabkan proses
pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah menjadi semakin sulit
dilakukan. Untuk itu, pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup
dan pihak-pihak terkait terus berupaya meningkatkan sistem manajemen sampah
dengan memperbaiki infrastruktur, meningkatkan layanan pengangkutan sampah,
serta mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah
yang baik.
Dinas Lingkungan Hidup memiliki 1669 unit kendaraan alat angkutan sampah,
49 unit armada alat berat pengumpul dan 23 unit.kapal pengumpul sampah yang
melayani 1292 titik TPS yang tersebar di wilayah kota Jakarta. Sarana alat pengumpul
dan pengangkut sampah tersebut digunakan secara harian untuk menangani sampah
yang ada di lingkungan masyarakat dan diangkut menuju TPA . Salah satu elemen
penting dalam pengelolaan sampah adalah manajemen transportasi angkutan
sampah, yang berperan dalam mengangkut sampah dari titik pengumpulan menuju
tempat pembuangan akhir (TPA) atau tempat pengolahan sampah lainnya. Namun,
sering kali proses pengangkutan sampah menghadapi berbagai masalah, seperti:
Ketidakefisienan rute pengangkutan, yang menyebabkan pemborosan waktu dan
bahan bakar.
Keterbatasan armada kendaraan yang dapat memperlambat proses
pengangkutan dan menghambat pengelolaan sampah yang tepat waktu.
Kurangnya pemeliharaan armada kendaraan, yang menyebabkan kerusakan
kendaraan dan gangguan operasional.
Pengelolaan pengemudi yang kurang optimal, yang berdampak pada
keselamatan, efisiensi, dan kepatuhan terhadap jadwal pengangkutan.
Dampak lingkungan akibat emisi kendaraan yang tidak ramah lingkungan dan
pengelolaan sampah yang tidak sesuai dengan standar.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kesadaran akan pentingnya
lingkungan yang bersih, diperlukan sistem manajemen transportasi alat angkutan
sampah yang efisien, terorganisir, dan ramah lingkungan. Sistem ini tidak hanya
bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam pengangkutan sampah,
tetapi juga untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan
kualitas layanan kebersihan di masyarakat.
Dengan menggunakan teknologi modern, seperti sistem GPS, aplikasi
manajemen armada, dan pemantauan perilaku pengemudi, pengelolaan transportasi
angkutan sampah dapat lebih terkontrol. Rute pengangkutan dapat dioptimalkan,
pemeliharaan armada dapat dijadwalkan secara rutin, dan pengemudi dapat
diberdayakan dengan pelatihan yang baik. Selain itu, aspek keberlanjutan seperti
pengurangan emisi dan penggunaan kendaraan dengan bahan bakar yang lebih
ramah lingkungan perlu menjadi prioritas dalam pengelolaan transportasi sampah.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2025 mengadakan jasa
konsultansi manajemen transportasi angkutan sampah dengan output berupa sistem
Informasi yang digunakan untuk mengelola dan mengatur pengangkutan sampah
mulai dari lokasi pengumpulan hingga tempat pembuangan akhir (TPA), Adapun hasil
yang diharapkan pengelolaan manajemen ini meliputi :
1. Perencanaan Rute Pengangkutan:
Menentukan rute pengangkutan yang paling efisien berdasarkan lokasi tempat
sampah dan tempat pembuangan.
Meminimalkan waktu dan jarak tempuh, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan
menghindari kemacetan atau area yang padat.
2. Pengelolaan Armada (Fleet):
Mengelola kendaraan yang digunakan untuk pengangkutan sampah, seperti truk
sampah atau kendaraan pengangkut lainnya.
Memastikan armada dalam kondisi baik dengan pemeliharaan rutin untuk
menghindari kerusakan yang bisa mengganggu operasional.
Pemantauan dan Pelacakan Kendaraan:
Memanfaatkan sistem GPS untuk memantau posisi kendaraan secara real-time.
Hal ini juga membantu dalam pemantauan efisiensi rute dan waktu yang
digunakan.
Menggunakan teknologi untuk melacak pengisian kendaraan dan pengosongan
sampah di lokasi yang tepat.
3. Pengelolaan Waktu dan Jadwal:
Menyusun jadwal pengangkutan yang tepat, terutama untuk wilayah dengan
volume sampah tinggi.
Mengatur frekuensi pengangkutan sesuai dengan kebutuhan, seperti
pengangkutan harian atau mingguan.
4. Pengelolaan Pengemudi:
Memastikan pengemudi dilatih untuk mengemudi dengan aman dan efisien.
Memantau perilaku pengemudi untuk mengurangi kesalahan dalam
pengangkutan dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan.
5. Pemantauan Emisi dan Dampak Lingkungan:
Memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi standar emisi dan ramah
lingkungan.
Meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dengan memperhatikan
cara pembuangan sampah yang tepat.
6. Sistem Pengelolaan Data dan Pelaporan:
Menggunakan sistem berbasis teknologi untuk mengumpulkan data terkait
pengangkutan sampah, termasuk lokasi, waktu, volume, dan jenis sampah yang
diangkut.
Pelaporan berkala untuk pihak yang berwenang dan untuk evaluasi kinerja
pengangkutan.
7. Manajemen Biaya:
Mengelola biaya operasional kendaraan, bahan bakar, pemeliharaan, dan biaya
lain yang terkait.
Mengoptimalkan biaya dengan cara meningkatkan efisiensi pengangkutan.
8. Manajemen Transportasi Angkutan Sampah yang Efektif:
Efisiensi Biaya: dengan pengelolaan rute yang optimal dan penggunaan
kendaraan yang baik, biaya operasional bisa lebih terkontrol.
Pengurangan Dampak Lingkungan: pengurangan emisi dari kendaraan dan
pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Peningkatan Layanan Masyarakat: sampah terangkut tepat waktu dan
kebersihan terjaga.
9. Kepatuhan Terhadap Regulasi: memastikan seluruh proses pengangkutan sesuai
dengan peraturan pemerintah dan standar lingkungan.
10. Teknologi Informasi dalam Manajemen Transportasi Angkutan Sampah:
Sistem GPS dan Telemetri: Untuk memantau posisi dan kinerja kendaraan
secara real-time.
Aplikasi Manajemen Fleet: untuk mengelola armada kendaraan, jadwal, dan
pemeliharaan kendaraan.
Sistem Pemantauan Emisi: memastikan kendaraan yang digunakan ramah
lingkungan dan mengurangi jejak karbon.
Sistem Pemantauan Perilaku Pengemudi: emastikan pengemudi mengikuti
aturan dan mengemudi secara efisien dan aman.
Hasil yang diharapkan adalah terbentuknya suatu pola pengumpulan dan
pengangkutan sampah yang lebih efektif dan efisien untuk dapat diaplikasikan pada
pola pengumpulan dan pengangkutan sampah sampah rumah tangga dan sejenis
sampah rumah tangga. Sehingga perlu dilakukan pembangunan sistem manajemen
dengan menerapkan teknologi.
Salah satu tujuan utama dari manajemen pengangkutan sampah di Jakarta
adalah untuk memastikan sampah dikumpulkan dan dikelola dengan cara yang ramah
lingkungan, aman, dan terjadwal. Pengangkutan sampah yang tidak terkelola dengan
baik dapat menyebabkan penumpukan sampah di jalanan, mencemari lingkungan,
dan menciptakan masalah kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan manajemen
pengangkutan sampah di Jakarta dilakukan dengan berbagai upaya, mulai dari
penyediaan alat angkut pengangkut yang memadai, jadwal pengangkutan yang
teratur, serta peningkatan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern, seperti
tempat pemrosesan akhir (TPA) dan fasilitas daur ulang sampah.
Dengan demikian, manajemen pengangkutan sampah di DKI Jakarta menjadi
salah satu elemen penting dalam menciptakan kota yang bersih, nyaman, dan ramah
lingkungan. Upaya ini memerlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, serta
sektor swasta untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan dan efisien dalam
pengelolaan sampah.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Jasa Konsultansi
Manajemen Pengangkutan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah
Tangga adalah:
1. Menyusun rencana manajemen transportasi angkutan sampah yang efisien dan
ramah lingkungan;
2. Membangun dan mengimplementasikan sistem manajemen armada angkutan
sampah berbasis teknologi;
3. Untuk mengoptimalkan pengelolaan sarana alat pengumpul dan pengangkut
sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga dengan menggunakan
teknologi Sistem Informasi yang tepat untuk menjamin pengangkutan sampah
dilakukan tepat waktu, tepat rute, dan sesuai dengan standar operasional;
4. Pemantauan kendaraan alat angkut/kumpul sampah secara realtime;
5. Peningkatan manajemen pengemudi dan armada;
6. Peningkatan pengamanan dan pengawasan alat angkut/kumpul sampah;
7. Mengoptimalkan penggunaan alat pengangkut sampah dan rute pengangkutan
sampah
8. Pengumpulan data dan analitik
9. Memastikan pemeliharaan armada pengangkut sampah secara berkala untuk
menghindari kerusakan.
10. Pengendalian biaya operasional kendaraan, bahan bakar, pemeliharaan, dan
biaya lain yang terkait;
11. Pengendalian pengemudi angkutan kendaraan;
12. Pengendalian pelaporan secara berkala; dan
13. Peningkatan layanan pengangkutan/pengumpulan sampah
III. SASARAN
Sasaran dari kegiatan ini adalah tersedianya Sistem Manajeman Sarana
Pengangkutan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga di DKI
Jakarta.
IV. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultansi ini terdiri atas:
1. Melakukan pengumpulan data pendukung
2. Mengidentifikasi kebutuhan spesifik sistem pengumpulan dan pengangkutan
sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga yang akan diterapkan
3. Pengembangan dan penyempurnaan peta digital terhadap alat angkut/kumpul
sampah
4. Menganalisis kebutuhan manajemen rute pengangkutan sampah, jadwal, dan
pengelolaan alat pengumpul dan pengangkut sampah
5. Penyusunan desain arsitektur yang meliputi modul-modul pengelolaan alat kumpul
dan alat angkut, pemantauan rute, pelaporan, dan analisis data yang memenuhi:
Pengembangan Dashboard Web untuk admin
Aplikasi Mobile untuk pengemudi
GPS Tracking realtime
Pengelolaan dan optimasi kepatuhan rute
Monitoring konsumsi bahan bakar
Pemeliharaan kendaraan
Pengawasan pengemudi dan perilaku berkendara
Pengelolaan dokumen kendaraan
Pelaporan dan analisis data
Infrastruktur dan keamanan sistem
6. Menganalisis pengembangan perangkat sensor lainnya yang dibutuhkan untuk
menunjang sistem informasi fleet management angkutan sampah berbasis
teknologi
7. Melakukan integrasi dengan perangkat GPS, sensor kendaraan dan/atau
perangkat keras/lunak lainnya untuk pemantauan lokasi, kondisi kendaraan
maupun kebutuhan lainnya terkait dengan alat pengumpul dan alat angkut sampah
8. Membuat desain dashboard untuk memudahkan pemantauan dan pengelolaan
alat pengumpulan dan alat pengangkutan sampah
9. Menggunakan perangkat lunak perencanaan rute untuk merancang rute yang
optimal untuk alat pengumpul dan pengangkut sampah
10. Mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah dan infrastruktur yang sudah ada
dengan sistem manajemen yang tepat
11. Menyusun dokumentasi teknis sistem, SOP, dan buku panduan
12. Memberikan pelatihan kepada pengemudi, teknisi, dan personel pemberi kerja
mengenai penggunaan sistem dan pengelolaan kendaraan pengangkut sampah
13. Mengaplikasikan sistem dan mengujinya dalam pengoperasian nyata untuk
memastikan sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan
14. Menyesuaikan sistem berdasarkan hasil uji coba dan feedback dari pengguna
untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan
15. Mengevaluasi keberhasilan sistem setelah implementasi dan memberikan laporan
kinerja kepada pihak pemberi kerja
16. Penyediaan layanan pemeliharaan dan pembaruan untuk memastikan sistem
terus beroperasi dengan baik
17. Menganalisis pengembangan fitur-fitur baru untuk mengakomodasi kebutuhan
yang berkembang
18. Memastikan kendaraan pengangkut sampah beroperasi dengan efisien, aman,
dan sesuai standar operasional
V. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah tersedianya sistem
manajemen pengangkutan sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga
di DKI Jakarta yang efektif dan efisien.