Manajemen Pengangkutan Sampah Rumah Tangga Dan Sejenis Sampah Rumah Tangga

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10024031000
Date: 14 April 2025
Year: 2025
KLPD: Provinsi DKI Jakarta
Work Unit: Dinas Lingkungan Hidup
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi
Method: Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 5,001,360,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 5,001,360,000
Winner (Pemenang): Ayooklik Airmas Perkasa
NPWP: 07*3**6****44**0
RUP Code: 54620459
Work Location: Jl. Mandala V No. 67 Cililitan Besar - Jakarta Timur (Kota)
Participants: 48
Applicants
Administrative Score (SA)Reason
0013628110015000Rp 4,117,120,00075.2580.2-
0013025424025000Rp 4,579,848,00072.475.9-
0015725617061000Rp 4,751,264,00074.176.61-
Ayooklik Airmas Perkasa
07*3**6****44**0Rp 4,926,339,60079.880.55-
0858799125018000---Kualifikasi Kecil
0025951781404000---Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis
0021920855071000----
0022987598517000---Sudah terdapat 7 peserta dengan nilai teknis kualifikasi dan pengalaman sejenis tertinggi
0010694743093000----
0017972415017000---Tidak hadir pembuktian kualifikasi perusahaan
0669612608424000---Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis
0015723372014000----
0312111511428000---Kualifikasi Kecil
Subaga Digital Kreatif
06*1**3****16**0---Kualifikasi Kecil
Grosir Ria Jaya
09*2**8****43**0---Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis
0013506555007000---Tidak Lulus Ambang Batas Kualifikasi Teknis
0013639422062000---Sudah terdapat 7 peserta dengan nilai teknis kualifikasi dan pengalaman sejenis tertinggi
CV Surya Sari Eltwo Mandiri
03*4**2****05**0----
0903624096023000----
PT Multi Raya
00*0**8****17**0----
Roy Abadi Sejahtera
05*8**1****25**0----
0027023449017000----
0023140759019000----
0011188893423000----
PT Sumbawa Air Mas
08*6**9****85**0----
CV Shufrun Indonesia
06*7**1****42**0----
PT Tagama Suma Ivaro
0317085983002000----
0022444574428000----
0012162715441000----
0843061888429000----
0013943766017000----
0013148853021000----
0831137294911000----
0013282173013000----
0015673247015000----
Amtek Solusindo
06*2**4****44**0----
0745982538011000----
0854024189011000----
0023895303432000----
Sinergi Dinamika Jaya
06*7**2****32**0----
0018698233058000----
0013009923093000----
0813032372404000----
0020733895008000----
0015316557421000----
PT Sumber Utama Ciptarasa
08*8**1****03**0----
0013643309061000----
Media Indonesia Bersinar
04*3**5****07**0----
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN: MANAJEMEN  PENGANGKUTAN   SAMPAH  RUMAH         
                                                                          
             TANGGA DAN SEJENIS SAMPAH  RUMAH TANGGA                      
                                                                          
                                                                          
I.  LATAR BELAKANG                                                        
                                                                          
          Sebagai salah satu kota terbesar dan terpadat di Indonesia, Jakarta
    menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah, baik dari segi volume
    maupun distribusinya. Setiap hari, DKI Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah yang
    harus dikelola dengan cara yang efektif dan efisien agar tidak menimbulkan dampak
    negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.                     
          Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan urbanisasi yang pesat,
    volume sampah di Jakarta semakin meningkat. Hal ini menyebabkan proses
    pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah menjadi semakin sulit
    dilakukan. Untuk itu, pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup
    dan pihak-pihak terkait terus berupaya meningkatkan sistem manajemen sampah
    dengan memperbaiki infrastruktur, meningkatkan layanan pengangkutan sampah,
    serta mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah
    yang baik.                                                            
          Dinas Lingkungan Hidup memiliki 1669 unit kendaraan alat angkutan sampah,
    49 unit armada alat berat pengumpul dan 23 unit.kapal pengumpul sampah yang
                                                                          
    melayani 1292 titik TPS yang tersebar di wilayah kota Jakarta. Sarana alat pengumpul
    dan pengangkut sampah tersebut digunakan secara harian untuk menangani sampah
    yang ada di lingkungan masyarakat dan diangkut menuju TPA . Salah satu elemen
    penting dalam pengelolaan sampah adalah manajemen transportasi angkutan
    sampah, yang berperan dalam mengangkut sampah dari titik pengumpulan menuju
    tempat pembuangan akhir (TPA) atau tempat pengolahan sampah lainnya. Namun,
    sering kali proses pengangkutan sampah menghadapi berbagai masalah, seperti:
                                                                          
      Ketidakefisienan rute pengangkutan, yang menyebabkan pemborosan waktu dan
       bahan bakar.                                                       
      Keterbatasan armada kendaraan yang dapat memperlambat proses       
       pengangkutan dan menghambat pengelolaan sampah yang tepat waktu.   
      Kurangnya pemeliharaan armada kendaraan, yang menyebabkan kerusakan
       kendaraan dan gangguan operasional.                                
                                                                          
      Pengelolaan pengemudi yang kurang optimal, yang berdampak pada     
       keselamatan, efisiensi, dan kepatuhan terhadap jadwal pengangkutan.
      Dampak lingkungan akibat emisi kendaraan yang tidak ramah lingkungan dan
       pengelolaan sampah yang tidak sesuai dengan standar.               
          Seiring dengan perkembangan teknologi dan kesadaran akan pentingnya
    lingkungan yang bersih, diperlukan sistem manajemen transportasi alat angkutan
    sampah yang efisien, terorganisir, dan ramah lingkungan. Sistem ini tidak hanya
    bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam pengangkutan sampah,
    tetapi juga untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan
    kualitas layanan kebersihan di masyarakat.                            
          Dengan menggunakan teknologi modern, seperti sistem GPS, aplikasi
                                                                          
    manajemen armada, dan pemantauan perilaku pengemudi, pengelolaan transportasi
    angkutan sampah dapat lebih terkontrol. Rute pengangkutan dapat dioptimalkan,
    pemeliharaan armada dapat dijadwalkan secara rutin, dan pengemudi dapat
    diberdayakan dengan pelatihan yang baik. Selain itu, aspek keberlanjutan seperti
    pengurangan emisi dan penggunaan kendaraan dengan bahan bakar yang lebih
    ramah lingkungan perlu menjadi prioritas dalam pengelolaan transportasi sampah.
          Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2025 mengadakan jasa   
                                                                          
    konsultansi manajemen transportasi angkutan sampah dengan output berupa sistem
    Informasi yang digunakan untuk mengelola dan mengatur pengangkutan sampah
    mulai dari lokasi pengumpulan hingga tempat pembuangan akhir (TPA), Adapun hasil
    yang diharapkan pengelolaan manajemen ini meliputi :                  
    1. Perencanaan Rute Pengangkutan:                                     
       Menentukan rute pengangkutan yang paling efisien berdasarkan lokasi tempat
        sampah dan tempat pembuangan.                                     
       Meminimalkan waktu dan jarak tempuh, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan
        menghindari kemacetan atau area yang padat.                       
    2. Pengelolaan Armada (Fleet):                                        
       Mengelola kendaraan yang digunakan untuk pengangkutan sampah, seperti truk
        sampah atau kendaraan pengangkut lainnya.                         
                                                                          
       Memastikan armada dalam kondisi baik dengan pemeliharaan rutin untuk
        menghindari kerusakan yang bisa mengganggu operasional.           
       Pemantauan dan Pelacakan Kendaraan:                               
       Memanfaatkan sistem GPS untuk memantau posisi kendaraan secara real-time.
        Hal ini juga membantu dalam pemantauan efisiensi rute dan waktu yang
        digunakan.                                                        
       Menggunakan teknologi untuk melacak pengisian kendaraan dan pengosongan
        sampah di lokasi yang tepat.                                      
    3. Pengelolaan Waktu dan Jadwal:                                      
       Menyusun jadwal pengangkutan yang tepat, terutama untuk wilayah dengan
        volume sampah tinggi.                                             
       Mengatur frekuensi pengangkutan sesuai dengan kebutuhan, seperti  
                                                                          
        pengangkutan harian atau mingguan.                                
    4. Pengelolaan Pengemudi:                                             
       Memastikan pengemudi dilatih untuk mengemudi dengan aman dan efisien.
       Memantau  perilaku pengemudi untuk mengurangi kesalahan dalam     
        pengangkutan dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan.         
    5. Pemantauan Emisi dan Dampak Lingkungan:                            
       Memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi standar emisi dan ramah
        lingkungan.                                                       
       Meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dengan memperhatikan
        cara pembuangan sampah yang tepat.                                
    6. Sistem Pengelolaan Data dan Pelaporan:                             
       Menggunakan sistem berbasis teknologi untuk mengumpulkan data terkait
                                                                          
        pengangkutan sampah, termasuk lokasi, waktu, volume, dan jenis sampah yang
        diangkut.                                                         
       Pelaporan berkala untuk pihak yang berwenang dan untuk evaluasi kinerja
        pengangkutan.                                                     
    7. Manajemen Biaya:                                                   
       Mengelola biaya operasional kendaraan, bahan bakar, pemeliharaan, dan biaya
        lain yang terkait.                                                
       Mengoptimalkan biaya dengan cara meningkatkan efisiensi pengangkutan.
    8. Manajemen Transportasi Angkutan Sampah yang Efektif:               
       Efisiensi Biaya: dengan pengelolaan rute yang optimal dan penggunaan
        kendaraan yang baik, biaya operasional bisa lebih terkontrol.     
                                                                          
       Pengurangan Dampak Lingkungan: pengurangan emisi dari kendaraan dan
        pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.                   
       Peningkatan Layanan Masyarakat: sampah terangkut tepat waktu dan  
        kebersihan terjaga.                                               
    9. Kepatuhan Terhadap Regulasi: memastikan seluruh proses pengangkutan sesuai
      dengan peraturan pemerintah dan standar lingkungan.                 
   10. Teknologi Informasi dalam Manajemen Transportasi Angkutan Sampah:  
       Sistem GPS dan Telemetri: Untuk memantau posisi dan kinerja kendaraan
        secara real-time.                                                 
       Aplikasi Manajemen Fleet: untuk mengelola armada kendaraan, jadwal, dan
        pemeliharaan kendaraan.                                           
       Sistem Pemantauan Emisi: memastikan kendaraan yang digunakan ramah
        lingkungan dan mengurangi jejak karbon.                           
       Sistem Pemantauan Perilaku Pengemudi: emastikan pengemudi mengikuti
        aturan dan mengemudi secara efisien dan aman.                     
                                                                          
         Hasil yang diharapkan adalah terbentuknya suatu pola pengumpulan dan
                                                                          
    pengangkutan sampah yang lebih efektif dan efisien untuk dapat diaplikasikan pada
    pola pengumpulan dan pengangkutan sampah sampah rumah tangga dan sejenis
    sampah rumah tangga. Sehingga perlu dilakukan pembangunan sistem manajemen
    dengan menerapkan teknologi.                                          
         Salah satu tujuan utama dari manajemen pengangkutan sampah di Jakarta
    adalah untuk memastikan sampah dikumpulkan dan dikelola dengan cara yang ramah
    lingkungan, aman, dan terjadwal. Pengangkutan sampah yang tidak terkelola dengan
    baik dapat menyebabkan penumpukan sampah di jalanan, mencemari lingkungan,
    dan menciptakan masalah kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan manajemen
    pengangkutan sampah di Jakarta dilakukan dengan berbagai upaya, mulai dari
    penyediaan alat angkut pengangkut yang memadai, jadwal pengangkutan yang
    teratur, serta peningkatan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern, seperti
    tempat pemrosesan akhir (TPA) dan fasilitas daur ulang sampah.        
         Dengan demikian, manajemen pengangkutan sampah di DKI Jakarta menjadi
                                                                          
    salah satu elemen penting dalam menciptakan kota yang bersih, nyaman, dan ramah
    lingkungan. Upaya ini memerlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, serta
    sektor swasta untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan dan efisien dalam
    pengelolaan sampah.                                                   
                                                                          
                                                                          
II. MAKSUD DAN TUJUAN                                                     
    Adapun maksud dan tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Jasa Konsultansi
    Manajemen Pengangkutan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah   
    Tangga adalah:                                                        
    1. Menyusun rencana manajemen transportasi angkutan sampah yang efisien dan
       ramah lingkungan;                                                  
    2. Membangun dan mengimplementasikan sistem manajemen armada angkutan 
       sampah berbasis teknologi;                                         
    3. Untuk mengoptimalkan pengelolaan sarana alat pengumpul dan pengangkut
       sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga dengan menggunakan
       teknologi Sistem Informasi yang tepat untuk menjamin pengangkutan sampah
       dilakukan tepat waktu, tepat rute, dan sesuai dengan standar operasional;
    4. Pemantauan kendaraan alat angkut/kumpul sampah secara realtime;    
    5. Peningkatan manajemen pengemudi dan armada;                        
    6. Peningkatan pengamanan dan pengawasan alat angkut/kumpul sampah;   
                                                                          
    7. Mengoptimalkan penggunaan alat pengangkut sampah dan rute pengangkutan
       sampah                                                             
    8. Pengumpulan data dan analitik                                      
                                                                          
    9. Memastikan pemeliharaan armada pengangkut sampah secara berkala untuk
       menghindari kerusakan.                                             
    10. Pengendalian biaya operasional kendaraan, bahan bakar, pemeliharaan, dan
       biaya lain yang terkait;                                           
    11. Pengendalian pengemudi angkutan kendaraan;                        
    12. Pengendalian pelaporan secara berkala; dan                        
    13. Peningkatan layanan pengangkutan/pengumpulan sampah               
                                                                          
III. SASARAN                                                              
    Sasaran dari kegiatan ini adalah tersedianya Sistem Manajeman Sarana  
    Pengangkutan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga di DKI
                                                                          
    Jakarta.                                                              
                                                                          
IV. RUANG LINGKUP                                                         
    Ruang Lingkup pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultansi ini terdiri atas:  
    1. Melakukan pengumpulan data pendukung                               
    2. Mengidentifikasi kebutuhan spesifik sistem pengumpulan dan pengangkutan
       sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga yang akan diterapkan
    3. Pengembangan dan penyempurnaan peta digital terhadap alat angkut/kumpul
       sampah                                                             
                                                                          
    4. Menganalisis kebutuhan manajemen rute pengangkutan sampah, jadwal, dan
       pengelolaan alat pengumpul dan pengangkut sampah                   
    5. Penyusunan desain arsitektur yang meliputi modul-modul pengelolaan alat kumpul
       dan alat angkut, pemantauan rute, pelaporan, dan analisis data yang memenuhi:
         Pengembangan Dashboard Web untuk admin                          
         Aplikasi Mobile untuk pengemudi                                 
                                                                          
         GPS Tracking realtime                                           
         Pengelolaan dan optimasi kepatuhan rute                         
         Monitoring konsumsi bahan bakar                                 
         Pemeliharaan kendaraan                                          
         Pengawasan pengemudi dan perilaku berkendara                    
                                                                          
         Pengelolaan dokumen kendaraan                                   
         Pelaporan dan analisis data                                     
         Infrastruktur dan keamanan sistem                               
    6. Menganalisis pengembangan perangkat sensor lainnya yang dibutuhkan untuk
       menunjang sistem informasi fleet management angkutan sampah berbasis
                                                                          
       teknologi                                                          
    7. Melakukan integrasi dengan perangkat GPS, sensor kendaraan dan/atau
       perangkat keras/lunak lainnya untuk pemantauan lokasi, kondisi kendaraan
       maupun kebutuhan lainnya terkait dengan alat pengumpul dan alat angkut sampah
    8. Membuat desain dashboard untuk memudahkan pemantauan dan pengelolaan
       alat pengumpulan dan alat pengangkutan sampah                      
    9. Menggunakan perangkat lunak perencanaan rute untuk merancang rute yang
                                                                          
       optimal untuk alat pengumpul dan pengangkut sampah                 
    10. Mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah dan infrastruktur yang sudah ada
       dengan sistem manajemen yang tepat                                 
    11. Menyusun dokumentasi teknis sistem, SOP, dan buku panduan         
    12. Memberikan pelatihan kepada pengemudi, teknisi, dan personel pemberi kerja
       mengenai penggunaan sistem dan pengelolaan kendaraan pengangkut sampah
    13. Mengaplikasikan sistem dan mengujinya dalam pengoperasian nyata untuk
       memastikan sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan                 
    14. Menyesuaikan sistem berdasarkan hasil uji coba dan feedback dari pengguna
       untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan                        
    15. Mengevaluasi keberhasilan sistem setelah implementasi dan memberikan laporan
                                                                          
       kinerja kepada pihak pemberi kerja                                 
    16. Penyediaan layanan pemeliharaan dan pembaruan untuk memastikan sistem
       terus beroperasi dengan baik                                       
    17. Menganalisis pengembangan fitur-fitur baru untuk mengakomodasi kebutuhan
       yang berkembang                                                    
    18. Memastikan kendaraan pengangkut sampah beroperasi dengan efisien, aman,
       dan sesuai standar operasional                                     
                                                                          
                                                                          
V.  KELUARAN                                                              
    Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah tersedianya sistem
    manajemen pengangkutan sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga
    di DKI Jakarta yang efektif dan efisien.