| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016468829019000 | Rp 1,200,000,000 | 73.4 | 93.4 | - | |
| 0018405548623000 | Rp 1,241,424,000 | 79.4 | 98.73 | - | |
| 0015316557421000 | Rp 1,257,685,500 | 74.43 | 93.51 | - | |
| 0027003490821000 | Rp 1,344,099,000 | 71.54 | 89.4 | - | |
| 0015483894441000 | Rp 1,348,983,000 | 73.76 | 91.55 | - | |
| 0021410279323000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0016627358061000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas teknis kualifikasi | |
| 0019752427123000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas teknis kualifikasi | |
PT Rencana Cipta Mandiri | 00*7**0****29**0 | - | - | - | - |
| 0802459040322000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas teknis kualifikasi | |
| 0011191632424000 | - | - | - | - | |
| 0962607818128000 | - | - | - | - | |
| 0419675616504000 | - | - | - | - | |
Giss Konsultan | 00*1**2****11**0 | - | - | - | - |
| 0027023449017000 | - | - | - | - | |
| 0020733895008000 | - | - | - | - | |
| 0013494653013000 | - | - | - | - | |
| 0026550533412000 | - | - | - | - | |
| 0020493367606000 | - | - | - | - | |
CV Rekayasa Geomatika Indonesia | 09*5**3****14**0 | - | - | - | - |
| 0019379114005000 | - | - | - | - | |
| 0015315864441000 | - | - | - | - | |
| 0021848122017000 | - | - | - | - | |
| 0015673247015000 | - | - | - | - | |
| 0702831264429000 | - | - | - | - | |
| 0933582082017000 | - | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | - | - | |
CV Surya Sari Eltwo Mandiri | 03*4**2****05**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
I. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan Kajian dan Perencanaan Teknis Pompa Polder Tanjungan dan
Kelengkapannya adalah sebagai berikut:
1. Melakukan rapat koordinasi dengan PPK beserta jajarannya
2. Melakukan pemodelan banjir
3. Membuat Detail Engineering Design (DED) dan perencanaan pembangunan
infrastruktur pengendali banjir berupa Tanggul Penahan Banjir di kanan-kiri Kali
Tanjungan, tambahan bangunan Parapet untuk melindungi area Stasiun Pompa
Tanjungan, Tanggul urugan (alami) di pesisir Stasiun Pompa Tanjungan, yang
melintang dari tanggul Stadion Kamal (di sebelah Barat) sampai dengan PIK (di
sebelah Timur) dan Tanggul Penahan Banjir Rob di belakang Pintu Air Tanjungan
(termasuk gambar, volume rencana pekerjaan, rencana anggaran biaya,
spesifikasi teknik untuk infrastruktur pengendali banjir di Kawasan Polder
Tanjungan) secara optimal dan efisien.
4. Dukungan dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) minimal memuat
hal-hal sebagai berikut:
- Pekerjaan persiapan dan pengumpulan data sekunder
- Melakukan identifikasi dan inventarisasi lokasi dan permasalahan
- Melakukan pengukuran topografi dan batimetri penggambaran
- Melakukan pengamatan pasang surut
- Melakukan penyelidikan geologi teknik dan mekanika tanah
- Melakukan analisa hidrologi dan hidrolika
- Melakukan analisa dan perhitungan struktur, serta mekanikal
- Membuat rekomendasi teknis pengendalian banjir di Kawasan Polder
Tanjungan
Adapun uraian ruang lingkup pekerjaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pemodelan banjir
Melakukan pemodelan banjir pada Kawasan Polder Tanjungan saat kondisi
eksisting (do nothing) dan kondisi saat sudah ada rencana pengendalian banjir (do
something).
2. Membuat Detail Engineering Design (DED) dan perencanaan infrastruktur
terintegrasi
Secara umum, kegiatan Detail Engineering Design (DED) ini mencakup aspek-
aspek sebagai berikut:
a) Menentukan rekomendasi teknis pengendalian banjir yang tepat dan sesuai
pada lokasi yang ditinjau.
b) Menganalisa aspek mekanika tanah untuk mengetahui stabilitas dari konstruksi
bangunan infrastruktur pengendali banjir
c) Analisa struktur yang mencakup jenis/tipe bangunan terpilih, ukuran/dimensi
bangunan yang diperlukan, pemilihan material/bahan yang dipakai, stabilitas dll.
d) Melakukan Analisa lainnya yang dibutuhkan dalam perencanaan.
3. Melakukan pekerjaan persiapan dan pengumpulan data sekunder, meliputi:
a. Persiapan administrasi dan teknis;
Persiapan pekerjaan survei berupa kegiatan perencanaan jadwal pelaksanaan
survei, perhitungan waktu persiapan, lama perjalanan, persiapan ketersediaan
alat-alat survei, dan waktu pelaksanaan survei.
b. Penyusunan Program Mutu (PM);
Kegiatan ini menjelaskan tujuan pekerjaan, lokasi pekerjaan, survei lapangan,
rencana kerja dan personil yang akan terlibat, serta daftar simak yang akan
dilaksanakan dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya.
c. Survei lapangan pendahuluan, sudah termasuk di dalamnya orientasi lapangan
dan pengukuran lapangan;
d. Pengumpulan data sekunder terkait yang diperlukan seperti: data hidrologi dan
hidrolika (data curah hujan minimal 10 tahun terakhir, ketinggian muka air banjir
yang pernah terjadi, data geologi dan mekanika tanah (peta geologi regional dan
rupa bumi), data sosial ekonomi (data kependudukan dan penggunaan lahan),
data identifikasi dan inventarisasi kondisi sungai dan pantai (bangunan dan
utilitas), citra satelit dari quick bird/iqonos dan lain-lain, peta rupa bumi, peta
laut, peta lingkungan pantai, data pasang surut, data angin jam-jaman, data
statistik, strategi-strategi pengendalian banjir dan pengaman pantai terkait yang
sudah ada, Peraturan Daerah terkait, desain teknis berdasarkan studi-studi
terdahulu, dan data yang dibutuhkan lainnya;
e. Koordinasi dengan instansi-instansi terkait di daerah tersebut sehubungan
dengan program pembangunan sektoral/regional dan perencanaan
pengembangan wilayah sekitar;
f. Membuat metodologi pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja;
g. Penyusunan Laporan Pendahuluan: minimal sudah menyajikan hasil survey
pendahuluan termasuk gambaran/potret kondisi eksisting lokasi pekerjaan,
rencana/rintisan pengukuran lapangan, ketersediaan data sekunder, laporan
program mutu serta rencana kerja dan metodologi pelaksanaan pekerjaan.
4. Melakukan identifikasi dan inventarisasi lokasi dan permasalahan, antara lain:
a. Identifikasi alur sungai/saluran alami/asal berdasarkan histori yang ada dan peta
kontur
b. Identifikasi lokasi-lokasi pekerjaan termasuk deskripsi dan dokumentasi untuk
setiap daerah hasil identifikasi
c. Inventarisasi bangunan yang ada, termasuk dimensi dan kondisi fisik bangunan
tersebut dan inventarisasi penggunaan lahan di sekitar lokasi pekerjaan
d. Inventarisasi sistem tata air pada lokasi studi
e. Identifikasi lokasi-lokasi banjir berikut penyebabnya yang disebabkan oleh
luapan sungai maupun banjir rob
f. Identifikasi daerah-daerah kritis (penurunan muka tanah dan limpasan banjir)
yang berpotensi terjadi di sepanjang lokasi pekerjaan
g. Membuat dokumentasi hasil identifikasi dan inventarisasi
h. Membuat laporan hasil identifikasi dan inventarisasi lokasi yang menyajikan
pembahasan butir-butir di atas dan disajikan dalam laporan pendahuluan.
5. Melakukan pengukuran topografi dan batimetri serta penggambaran
• Survei pengukuran topografi
1. Pengukuran
a) Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal Menggunakan Alat Total
Station
- Dalam pelaksanaan pekerjaan ini menggunakan alat Total Station.
- Hasil pengukuran Total Station harus dibandingkan dengan GPS
geodetik dan BM pada saat pengukuran sebagai angka
koreksi/pembanding
- Titik BM ditentukan oleh direksi.
- Pengukuran situasi trase, potongan memanjang dan potongan
melintang dengan jarak antar profil 50 meter atau sesuai kebutuhan
b) Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal Menggunakan GPS Geodetik
- BM yang dipasang pada lokasi harus diikat pada referensi BM
diakui nasional dan sesuai persetujuan direksi
- Pengikatan titik koordinat pada setiap BM yang dipasang
menggunakan alat GPS Geodetik.
- Pengukuran harus melewati seluruh titik poligon dan benchmark
maupun control point.
2. Detail Penggambaran
a) Penggambaran peta situasi:
- Detail lapangan digambar
- Kontur dibuat dengan cara interpolasi
- Interval kontur adalah 1 m untuk daerah datar dan 2 m untuk
daerah curam
b) Pada tiap lembar peta dicantumkan keterangan detail menurut
legenda yang lazim dipergunakan pada peta situasi (hitam putih).
Penggambaran peta petunjuk:
- Penggambaran peta petunjuk dibuat untuk mengetahui keadaan
daerah yang diukur secara garis besar.
3. Hasil Pekerjaan Survey Pengukuran Topografi
Gambar hasil pengukuran dibuat dalam bentuk Autocad dan print out
menggunakan kertas A3, meliputi:
- Peta indeks, skala 1: 10.000, atau sesuai persetujuan Direksi
Pekerjaan
- Peta situasi, skala 1: 1.000, atau sesuai persetujuan Direksi Pekerjaan
- Gambar penampang memanjang, skala vertikal 1:100 dan horizontal
1:1.000, atau sesuai persetujuan Direksi Pekerjaan
- Gambar penampang melintang, skala vertikal 1: 100 dan skala
horizontal 1: 100, atau sesuai persetujuan Direksi Pekerjaan
- Hasil gambar setelah disetujui oleh direksi kemudian dicetak
(hardcopy), dijilid rapi, kemudia diberi sampul. Softcopy diserahkan
kepada pemberi kerja.
• Survei pengukuran Batimetri
Pengukuran batimetri dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai
profil dasar sungai/saluran yang digambarkan dengan garis-garis kedalaman
(kontur). Adapun hasil/output dari pengukuran batimetri antara lain:
- Data koordinat pengukuran batimetri
- Peta kontur mayor dan minor
- Gambar hasil pengukuran dalam bentuk autocad
- Laporan akhir
6. Melakukan Pengamatan pasang surut
Pengamatan pasang surut dilaksanakan dengan membaca ketinggian air setiap
satu jam dalam kurun waktu tertentu. Pengukuran dilakukan pada tempat yang
secara teknis memenuhi persyaratan yaitu harus selalu terendam air walaupun
saat air surut terendah. Hasil pengukuran tersebut kemudian diikatkan (leveling)
ke patok tetap pengukuran topografi (Bench Mark).
Elevasi penting untuk muka air tertinggi (Highest Water Level), muka air rata-rata
(Mean Sea Level) dan muka air terendah (Lowest Water Level). Hal ini sangat
bermanfaat sebagai acuan desain dan penempatan titik puncak bangunan dan titik
terendah bangunan.
7. Melakukan penyelidikan geologi teknik dan mekanika tanah
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan data dasar kondisi
geologi teknik dan parameter mekanika tanah lokasi pekerjaan. Hasil penyelidikan
dapat digunakan untuk acuan dalam perencanaan struktur bangunan air yang
diperlukan. Lingkup pekerjaan kegiatan ini meliputi:
a. Menganalisa kondisi geologi sekitar lokasi pekerjaan
b. Pemboran mesin di darat dan di air
c. Sondir di darat dan di air
d. Pengujian laboratorium mekanika tanah
e. Hasil penyelidikan tanah dan mekanika tanah disajikan dalam laporan.
8. Melakukan analisis hidrologi dan hidrolika
a. Data-data hidrologi yang dikumpulkan untuk keperluan analisa hidrologi antara
lain:
• Peta lokasi pos hidrologi dan klimatologi terkait lokasi pekerjaan
• Peta catchment area daerah studi
• Data hujan dari stasiun-stasiun hujan yang berpengaruh terhadap daerah
studi berdasarkan pengumpulan data terbaru, jumlah stasiun hujan yang
digunakan minimal sesuai dengan kriteria perencanaan hidrologi yang ada
• Data pencatatan tinggi muka air/debit dari alat ukur yang ada di daerah
studi berdasarkan pengumpulan data terbaru, berguna sebagai kalibrasi
hasil perhitungan debit rencana
• Data banjir yang pernah terjadi pada kawasan DAS tersebut
• Data analisa hidrologi dari hasil studi terdahulu yang terkait dengan
pekerjaan ini, digunakan sebagai riwayat terdahulu
• Survei pengukuran debit pada lokasi pekerjaan. Diusahakan dilakukan
pada lokasi yang terdapat alat ukur, digunakan sebagai validasi data yang
sudah ada. Survei dilakukan dengan menggunakan currentmeter pada
lokasi yang mewakili hulu, tengah, hilir sesuai dengan petunjuk direksi
• Pencatatan dan analisis kondisi drainase atau runoff yang mengarah ke
lereng sungai
b. Mengadakan analisa terhadap data-data hidrologi baik data yang diperoleh
dari survei lapangan maupun data sekunder yang telah dikumpulkan. Analisa
hidrologi diperlukan untuk perhitungan curah hujan rencana, debit dominan,
dan debit banjir rencana dengan berbagai periode ulang (return period), yaitu
Q2, Q5, Q10, Q25, Q50 dan Q100 yang penting untuk digunakan dalam
analisa hidrolika guna mengetahui kemampuan kapasitas tampung (kondisi
eksisting dan kondisi rencana)
c. Analisa hidrolika sungai untuk menganalisis morfologi sungai dan
menganalisis parameter hidrolika untuk data perencanaan desain. Analisis
hidrolika dengan menggunakan program HEC-RAS 2D/3D atau program
serupa untuk mengetahui setiap perubahan muka air dan desain penampang
ideal akibat dampak debit banjir rencana yang disimulasikan
d. Analisis hidrologi dan hidrolika pada drainase primer/utama dalam kawasan
untuk menjadi patokan dalam analisis hidraulika sungai dan desain drainase.
9. Melakukan analisa dan perhitungan struktur, serta mekanikal
Melakukan analisa struktur yang mencakup jenis/tipe bangunan terpilih,
ukuran/dimensi bangunan yang diperlukan, pemilihan material/bahan yang
dipakai, stabilitas dll serta memberikan rekomendasi dari segi mekanikal sesuai
dengan hasil analisanya.
10. Membuat rekomendasi teknis pengendalian banjir di Kawasan Polder Tanjungan
Membuat rekomendasi teknis sesuai dengan hasil analisa yang tepat berdasarkan
kondisi saat ini dan dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan
selanjutnya.
II. KELUARAN
Keluaran berupa dokumen yang diserahkan kepada Pengguna Jasa yang berisi antara
lain:
1. Laporan pendahuluan yang minimal berisi antara lain:
- Hasil survei pendahuluan, identifikasi dan inventarisasi lokasi dan
permasalahan
- Laporan Program Mutu
- Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan
2. Laporan Akhir yang minimal berisi antara lain:
- Rencana anggaran biaya
- Penyusunan volume rencana pekerjaan
- Spesifikasi teknis pekerjaan
- Rekomendasi teknis pengendalian banjir
- Hasil pemodelan banjir
- Hasil analisa hidrologi dan hidrolika
- Hasil analisa dan perhitungan struktur serta mekanikal
- Tipikal dari masing-masing gambar yang akan disajikan pada album gambar
(ukuran A3)
- Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan.
3. Laporan hasil penyelidikan tanah beserta hasil pengujian laboratorium dan analisis
daya dukung tanah dan settlement serta rekomendasi jenis konstruksi sesuai
dengan hasil penyelidikan.
4. Laporan hasil survey topografi dan batimetri.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 9 May 2014 | Review Masterplan Pengendalian Dan Penanggulangan Banjir | Rp 5,963,170,000 | |
| 26 October 2015 | Audit Teknis Kinerja Dan Penyusunan Aknop Sungai Dan Prasarana Sungai (146 Km) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 3,808,100,000 |
| 15 January 2018 | Desain Penataan Kawasan Bendungan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,977,820,000 |
| 23 December 2022 | Supervisi Konstruksi (Pengawasan) Pengendalian Banjir Sungai Cibanten Hilir | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,500,000,000 |
| 4 January 2024 | Detail Desain Revitalisasi Dan Penataan Situ Cihuni Kabupaten Tangerang; 1 Dokumen; 1 Dokumen; Nf; K; Syc | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,500,000,000 |
| 6 January 2020 | Desain Penataan Kawasan Danau Aneuk Laot Dan Bendungan Paya Seunara Kota Sabang | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,500,000,000 |
| 4 July 2020 | Supervisi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan Kewenangan Pusat D.I. Lembor Di Kab. Manggarai Barat | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,500,000,000 |
| 6 November 2020 | Dd Pengendalian Sedimen Sungai Masamba, Sungai Radda, Sungai Binuang Dan Sungai Rongkong Kab. Luwu Utara | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,500,000,000 |
| 24 October 2020 | Studi Kelayakan Bendungan Di Kab. Sumba Timur | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,500,000,000 |
| 22 December 2018 | Studi Kegempaan Bendungan Lambakan Kabupaten Paser | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,500,000,000 |