| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0858799125018000 | Rp 1,111,409,700 | 77.06 | 81.65 | - | |
| 0013643309061000 | Rp 1,162,891,500 | 82.25 | 84.91 | - | |
| 0960844595411000 | - | - | - | - | |
CV Alianzi Madani Sejahtera | 09*1**4****15**0 | - | - | - | Skor kualifikasi < 70, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas |
Bintang Sembilan Konsultan | 09*6**9****17**0 | - | - | - | - |
| 0015721806016000 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas | |
| 0015673247015000 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas | |
| 0731144473401000 | - | - | - | - | |
| 0025951781404000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0723983151015000 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas | |
| 0022652663541000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0013753256061000 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas | |
| 0910218965542000 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas | |
PT Konsindo Inovatek Utama | 07*4**0****12**0 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas |
| 0016627358061000 | - | - | - | - | |
PT Kandis Mahardika Konsultan | 08*6**8****17**0 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas |
| 0761032630543000 | - | - | - | - | |
| 0011115433804000 | - | - | - | - | |
| 0015316557421000 | - | - | - | Tidak diundang pembuktian kualifikasi, nilai unsur sumber daya manusia dibawah ambang batas | |
| 0015673379013000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0027559095411000 | - | - | - | - | |
| 0020733895008000 | - | - | - | - | |
| 0033480120008000 | - | - | - | - | |
| 0013719786061000 | - | - | - | - | |
| 0315392357542000 | - | - | - | - | |
| 0944710102542000 | - | - | - | - | |
| 0025952409404000 | - | - | - | - | |
| 0754732980432000 | - | - | - | - | |
PT Mapekka Bakti Nusantara | 10*1**1****38**7 | - | - | - | - |
| 0013506555007000 | - | - | - | - | |
| 0023442932086000 | - | - | - | - | |
| 0013639422062000 | - | - | - | - | |
| 0021836754016000 | - | - | - | - | |
Sonia Ciptatama Kreasi | 00*9**8****61**0 | - | - | - | - |
| 0867914285543000 | - | - | - | - | |
| 0024487167014000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
I. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup Kegiatan Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to
Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem Pengelolaan
Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah
Dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta secara rinci meliputi:
1. Tahap Persiapan (Desk Study & Desain)
Meliputi kegiatan awal untuk merancang pelaksanaan kajian secara
metodologis dan administratif, yaitu:
● Review kebijakan & standar: Peraturan Daerah/ Peraturan Gubernur terkait
air limbah domestik, ketentuan retribusi, kebijakan perlindungan kelompok
rentan, standar affordability (mis. ambang 3–5% pendapatan rumah tangga
untuk layanan sanitasi—akan dikonfirmasi pada tahap analisis).
● Inventaris data sekunder: peta jaringan & titik SR, data O&M IPALD,
cakupan layanan, komplain, jumlah pelanggan, data BPS/DTKS, dan
baseline kesehatan lingkungan.
- Identifikasi lokasi kajian, yaitu wilayah permukiman dengan SPALD-T
yang sudah operasional (misalnya di RPTRA, kawasan percontohan,
atau permukiman padat).
- Pemetaan karakteristik sosial ekonomi wilayah kajian, termasuk kondisi
layanan air limbah, profil penduduk, dan potensi keberlanjutan.
● Desain metodologi:
- ATP: pendekatan pendapatan/ pengeluaran rumah tangga, affordability
ratio, dan/atau model Engel.
- WTP: Contingent Valuation (open-ended, payment card, atau double-
bounded dichotomous choice); dapat dilengkapi Choice Modelling bila
dibutuhkan.
- Rencana sampling: penentuan kerangka sampel, ukuran sampel,
alokasi antar-segmen, pembobotan, dan margin of error.
● Instrumen & protokol: kuesioner RT, panduan FGD/KIIs, informed consent,
tata kelola etika & privasi data (anonimisasi, penyimpanan aman), SOP
enumerasi & QA/QC (spot check, back-check).
Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya
Air Provinsi DKI Jakarta
● Rencana kerja & logistik: jadwal rinci, peta rute, kebutuhan SDM &
perangkat, pelatihan surveyor.
2. Pengumpulan Data Primer dan Sekunder
a) Data Primer (Survei Lapangan)
● Pelaksanaan survei langsung kepada rumah tangga penerima manfaat
layanan SPALD-T (quantitative)
● Survei dilakukan oleh surveyor yang telah dilatih secara khusus,
menggunakan kuesioner ATP-WTP.
● Penekanan pada informasi berikut:
- Pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rutin bulanan.
- Persepsi terhadap manfaat dan kualitas layanan SPALD-T.
- Kesediaan membayar (WTP) dalam berbagai skenario tarif layanan.
- Hambatan sosial, budaya, atau ekonomi dalam membayar iuran
layanan air limbah.
- Profil demografi & sosio-ekonomi (pendapatan, pengeluaran rutin,
sewa/angsuran, tagihan utilitas).
- Kondisi sanitasi eksisting (jenis sarana, biaya sedot, kualitas layanan
saat ini).
- Persepsi kualitas SPALD-T (kebauan, keandalan, akses, respons
keluhan).
- Elisitasi WTP (skenario layanan & opsi tarif), preferensi pembayaran
(bulanan/tri-bulanan, channel), batas atas ATP.
● FGD & Wawancara Mendalam (qualitative)
- FGD warga per segmen (inklusif gender & kelompok rentan), FGD
pengelola IPALD.
- Key Informant Interview (KII) atau Wawancara Informan Kunci
dengan pengambil kebijakan, pengelola IPALD dan/atau individu
yang memiliki pengetahuan atau pengalaman khusus terkait
pengelolaan IPALD.
● Observasi Teknis Terbatas
- Tinjau titik sambungan, jarak rumah ke jaringan, kualitas koneksi,
praktik operasi, dan titik keluhan.
● Pengumpulan Data Operator
Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya
Air Provinsi DKI Jakarta
- Biaya O&M aktual (energi, bahan kimia, lumpur, SDM), CAPEX
historis/proyeksi, umur aset, rencana ekspansi, arus kas, tingkat
penagihan (billing & collection), tunggakan (jika ada).
b) Data Sekunder
● Pengumpulan data sekunder dari instansi terkait, antara lain:
- Data teknis SPALD-T: kapasitas, biaya operasional, jumlah SR,
status pengelolaan.
- Data sosial ekonomi wilayah dari BPS atau dinas sosial.
- Data tarif retribusi eksisting (jika ada).
- Data dari studi ATP-WTP sebelumnya untuk pembanding
(benchmarking).
3. Pengolahan & QA/QC Data
● Data cleaning: validasi range, logika, duplikasi; rekonsiliasi data
pendapatan/pengeluaran.
● Pembobotan & kalibrasi: sesuaikan dengan struktur populasi
(RT/kelurahan) agar hasil representatif.
● Uji validitas & reliabilitas: Cronbach’s alpha untuk konstruk persepsi, uji
konsistensi jawaban WTP.
● Pengelolaan privasi: anonimisasi ID responden, penghapusan data sensitif
sesuai SOP.
4. Analisis Data dan Pengolahan Statistik
Kegiatan ini mencakup tahapan pengolahan dan analisis data kuantitatif dan
kualitatif terhadap data primer yang telah diperoleh:
● Analisis Kemampuan Membayar (ATP):
- Menghitung kemampuan ekonomi masyarakat membayar iuran
SPALD-T, umumnya < 4% dari total pengeluaran.
- Melakukan segmentasi berdasarkan kelompok pendapatan (miskin,
rentan, menengah, mampu).
- Mengidentifikasi kelompok yang secara ekonomi mampu namun belum
berkontribusi dalam sistem iuran.
- Hitung affordability ratio terhadap berbagai opsi tarif; analisis distribusi
ATP (mean/median/percentile) per segmen.
- Segmentasi kemampuan: peta kelompok yang memerlukan
subsidi/kompensasi.
Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya
Air Provinsi DKI Jakarta
● Analisis Kesediaan Membayar (WTP):
- Estimasi WTP point & WTP distribution per segmen & skenario layanan.
- Pemodelan: logit/probit/interval regression (untuk
dichotomous/payment card) guna menguji pengaruh faktor
(pendapatan, pendidikan, kualitas layanan, informasi lingkungan).
- Uji bias (starting point, hypothetical bias) dan penerapan scripts (cheap
talk/ certainty scale) bila dipakai.
- Menganalisis hasil skenario tarif yang diajukan dalam survei (bidding
game, open-ended, atau payment card).
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi WTP, seperti
persepsi kualitas layanan, tingkat kepuasan, dan kesadaran
lingkungan.
● Kurva Permintaan & Elastisitas
- Bangun kurva permintaan terhadap harga; estimasi elastisitas untuk
mengantisipasi perubahan koneksi/retensi pelanggan.
● Gap Analysis:
- Mengukur kesenjangan antara kemampuan dan kesediaan membayar.
- Menentukan daya dukung masyarakat terhadap pembiayaan
operasional SPALD-T.
- Bandingkan ATP vs WTP, identifikasi gap per segmen dan implikasinya
5. Pemodelan Tarif dan Simulasi Keuangan
● Kebutuhan pendanaan layanan (Revenue Requirement):
- O&M + penggantian aset (renewal) + cadangan; skenario kapasitas &
pertumbuhan sambungan.
● Opsi Struktur Tarif:
- Menyusun rekomendasi struktur tarif progresif dan subsidi silang.
- Flat per rumah tangga; fixed + variable (berbasis debit/rumah
tangga/tingkat layanan); blok bertingkat; connection fee (uang
sambung) & skema cicilan.
● Simulasi skenario:
- Simulasi berbagai besaran iuran (flat rate, volumetrik, atau berbasis
golongan).
Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya
Air Provinsi DKI Jakarta
- Tarif A/B/C dengan variasi subsidi; proyeksi arus kas 5–10 tahun, titik
impas, dan sensitivitas (biaya energi, tingkat penagihan, pertumbuhan
SR).
● Keadilan & Targeting:
- Subsidi tepat sasaran (DTKS/segmen berpendapatan rendah), cross-
subsidy antar segmen, skema lifeline (paket dasar).
● Keterjangkauan & Kepatuhan Regulasi:
- Uji terhadap ambang affordability, batas tarif (bila diatur), dan prosedur
penetapan retribusi/BLUD/UPT yang relevan.
6. Perumusan Rekomendasi Kebijakan
a) Analisis Kelembagaan, Operasional & Hukum
● Mapping kelembagaan: peran Dinas SDA/UPK/BLUD/mitra; kebutuhan
pemisahan fungsi operator vs regulator.
● Sistem penagihan & layanan pelanggan: kanal pembayaran, integrasi
digital, penanganan komplain, SLA. Menyusun kerangka implementasi
sistem iuran yang efisien dan berkeadilan.
● Aspek hukum: dasar pungutan (retribusi/jasa layanan), mekanisme
penetapan, kontrak pihak ketiga, serta sinkronisasi dengan Perda/
Pergub dan rencana turunan (SK Kadis, SOP). Memberikan masukan
teknis untuk revisi atau penyusunan peraturan gubernur/perda terkait
pembiayaan layanan air limbah.
● Mitigasi non-payment: penegakan, insentif kepatuhan, grace period,
dan skema early-bird/loyalty.
b) Analisis Sosial, GESI & Safeguards
● Dampak sosial: pada kelompok rentan (MBR, lansia, penyandang
disabilitas, penghuni rusun).
● GESI: partisipasi perempuan dalam FGD, preferensi kanal
pembayaran, waktu & beban kerja domestik terkait air limbah.
● Grievance Redress Mechanism (GRM): alur pengaduan sederhana,
SLA, umpan balik.
● Strategi mitigasi: sosialisasi bertahap, phasing tarif, dan dukungan
subsidi transisional.
Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya
Air Provinsi DKI Jakarta
c) Pemetaan Spasial & Prioritisasi
● GIS: peta layanan SPALD-T, sebaran kemampuan & kesediaan
membayar, prioritas penambahan SR, dan kantong rawan non-
affordability.
● Heatmap prioritas: kombinasi faktor (biaya layanan per SR, potensi
penambahan koneksi, kemiskinan, keluhan lingkungan).
7. Strategi Komunikasi & Edukasi Publik
● Merumuskan strategi komunikasi untuk peningkatan kesadaran dan
partisipasi masyarakat (social marketing).
● Pesan kunci: manfaat kesehatan-lingkungan, transparansi biaya, dan apa
yang “didapat” dari tarif.
● Rencana sosialisasi: kanal (RW, PKK, media sosial, sekolah), materi (FAQ,
infografik), dan timeline sebelum/selama/ setelah penetapan tarif.
● Uji coba pesan (message testing): A/B wording pada sebagian responden
untuk melihat dampak ke WTP.
● Diseminasi hasil studi melalui FGD atau seminar kepada:
o Perangkat daerah terkait;
o Perwakilan masyarakat (kelurahan, RW, pengelola SPALD-T); dan
o Lembaga mitra (NGO, donor, akademisi).
8. Rencana Implementasi & Roadmap
● Tahapan implementasi: uji coba (pilot) 3–6 bulan → evaluasi → scaling.
● Kebutuhan kelembagaan: SOP, sistem billing, pelatihan SDM, sistem
monitoring.
● Indikator kinerja (KPI): tingkat koneksi, collection rate, tunggakan,
kepuasan pelanggan, pengurangan keluhan lingkungan.
9. Dokumentasi, Evaluasi, Manajemen Risiko dan Penjaminan Kualitas
● Penyusunan dokumentasi visual (foto lapangan, testimoni, peta layanan
SPALD-T).
● Evaluasi internal kegiatan (evaluasi kualitas data, efektivitas survei, dan
efisiensi pelaksanaan).
● Risiko utama: bias survei, partisipasi rendah, resistensi masyarakat,
perubahan biaya O&M, keterlambatan regulasi.
● Mitigasi: oversampling segmen kritis, penguatan surveyor, koordinasi lintas
OPD, buffer biaya.
Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya
Air Provinsi DKI Jakarta
● Penjaminan kualitas melalui uji validitas dan reliabilitas data survei.
● QA/QC: supervisi lapangan, verifikasi 10–20% sampel, audit data, dan
dokumentasi lengkap.
10. Keluaran (Deliverables) & Bukti Kerja
● Instrumen & SOP: kuesioner final, panduan FGD/KII, SOP QA/QC, protokol
etika.
● Database: data mentah & bersih (CSV/XLSX), dictionary/ codebook, bobot
sampel.
● Analitik: workbook simulasi tarif (XLSX), model elastisitas, peta GIS.
● Penyusunan laporan teknis kajian (laporan pendahuluan, laporan akhir dan
laporan teknis).
● Bahan sosialisasi: deck presentasi, leaflet/FAQ tarif.
● Pembuatan executive summary dan policy brief untuk pemangku
kepentingan strategis.
11. Hasil yang Diharapkan
● Tersusunnya profil kemampuan dan kesediaan membayar masyarakat
penerima layanan SPALD-T.
● Tersusunnya rekomendasi kebijakan tarif layanan SPALD-T yang berbasis
bukti dan berkelanjutan.
● Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya partisipasi
dalam pengelolaan air limbah.
● Tersedianya dasar argumentatif untuk perumusan regulasi tarif/SPM.
II. WAKTU PELAKSANAAN
Rencana waktu pelaksanaan kegiatan Kajian Kemampuan dan Kesediaan
Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan
Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman
yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta adalah
selama 60 (enam puluh) hari kalender
Kajian Kemampuan dan Kesediaan Membayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay) Masyarakat terhadap Layanan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Permukiman yang Telah Dibangun oleh Dinas Sumber Daya
Air Provinsi DKI Jakarta