Festival Mural

Tender Gagal
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10089636000
Status: Tender Gagal
Date: 8 October 2025
Year: 2025
KLPD: Provinsi DKI Jakarta
Work Unit: Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 5,023,465,030
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 4,583,864,080
RUP Code: 60543646
Work Location: Jalan Kuningan Barat no 2A Mampang Jakarta Selatan - Jakarta Selatan (Kota)
Participants: 23
Applicants
Menjaga Bumi Bersama
09*1**9****29**0Rp 4,334,254,400
PT Tiga Garis Satu Titik
09*6**2****16**0-
0415734359013000Rp 4,520,936,800
Audry Putri Bersinar
05*9**8****77**0Rp 4,306,294,400
0030149751407000-
Cantika Dian Semesta
09*1**6****52**0-
0703467365905000-
0866671241428000-
PT Juna Karya Kreatif
08*1**5****34**0-
PT Mahkota Karya Kreatif
04*0**7****48**0-
0317463537411000-
PT Generasi Unggul Amanah
00*6**4****27**0-
Bintang Parama Arkananta
09*2**9****02**0-
0021453675001000-
0929782084036000-
0030361729063000-
0960278299952000-
PT Akusara Indonesia Sejahtera
07*7**4****11**0-
0824411375021000-
0731181640071000-
0803888387416000-
0705156925085000-
0739181147429000-
Attachment
Jakarta akan segera menapaki usia lima abad—sebuah momentum     
bersejarah yang tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang kota ini, tetapi
                                                                      
juga menjadi titik tolak untuk melangkah menuju masa depan sebagai kota global.
Dalam visi transformasinya, Jakarta berkomitmen untuk menjadi kota yang setara
                                                                      
dengan kota-kota besar dunia, tidak hanya dalam aspek ekonomi dan     
                                                                      
infrastruktur, tetapi juga dalam nilai-nilai budaya dan daya tarik wisata berbasis
seni.                                                                 
                                                                      
      Salah satu ciri utama dari kota global adalah adanya value interaksi
budaya, penyelenggaraan acara bertaraf internasional, serta keberadaan ruang
                                                                      
seni (art space) yang inklusif dan berkelanjutan. Jakarta menyadari pentingnya
                                                                      
ketiga elemen ini sebagai penggerak dinamika kota dan daya tarik bagi 
masyarakat internasional. Interaksi budaya yang hidup memungkinkan pertukaran
                                                                      
ide dan kreativitas lintas batas, sementara event-event internasional menjadi
panggung yang memperkuat posisi Jakarta dalam jaringan kota-kota dunia. Di sisi
                                                                      
lain, ruang-ruang seni berperan sebagai ekosistem kreatif yang tidak hanya
                                                                      
menjadi wadah bagi seniman lokal dan mancanegara, tetapi juga menjadi 
destinasi wisata budaya yang bernilai tinggi.                         
                                                                      
      Dalam konteks ini, berbagai inisiatif terus dikembangkan untuk mendorong
Jakarta sebagai kota yang ramah seni dan budaya. Festival mural, misalnya,
                                                                      
menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya ini. Festival tersebut mencakup
                                                                      
lomba mural tingkat kota hingga provinsi, yang tidak hanya menjadi ajang
kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi karya mural sebagai bagian dari seni urban
                                                                      
yang hidup. Selain itu, kegiatan beautifikasi mural di berbagai ruang publik, seperti
dinding kota, taman, dan fasilitas umum, turut mempercantik lanskap visual kota
                                                                      
sekaligus menyampaikan pesan sosial yang positif. Festival ini juga dilengkapi
dengan hiburan seperti pertunjukan musik, tari, dan seni pertunjukan lainnya,
                                                                      
menciptakan suasana kolaboratif yang melibatkan seniman dan masyarakat
                                                                      
secara luas.                                                          
      Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi
                                                                      
Kreatif, memandang pentingnya penyelenggaraan Festival Mural sebagai salah
satu strategi dalam membangun kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap
seni mural. Meskipun Jakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan seni
dan budaya, masih diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjadikan karya seni
                                                                      
sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat kota. Festival ini hadir
sebagai ruang ekspresi terbuka bagi seniman mural, khususnya dari Jakarta,
                                                                      
untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam ruang publik yang dapat dinikmati
                                                                      
seluruh lapisan masyarakat.                                           
                                                                      
      Festival Mural merupakan ajang kreatif yang merayakan seni mural
                                                                      
sebagai bagian integral dari ekspresi budaya dan estetika kota. Kegiatan ini akan
mencakup lomba mural tingkat kota hingga provinsi, melibatkan para seniman dari
                                                                      
berbagai daerah untuk beradu gagasan dan keterampilan dalam menciptakan
                                                                      
karya-karya yang inspiratif. Selain itu, festival ini juga menghadirkan program
beautifikasi mural di ruang-ruang publik seperti tembok jalan, taman kota, dan
                                                                      
fasilitas umum, yang tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga   
menyampaikan pesan sosial dan budaya yang positif. Festival ini akan semakin
                                                                      
semarak dengan adanya berbagai hiburan tambahan seperti pertunjukan musik,
tari, teater jalanan, dan bentuk seni pertunjukan lainnya, yang menjadikan
                                                                      
kegiatan ini sebagai ruang kolaboratif, inklusif, dan meriah bagi seluruh
                                                                      
masyarakat.                                                           
                                                                      
      Penyelenggaraan Festival Mural diharapkan dapat menjadi jembatan
                                                                      
antara seni, masyarakat, dan pembangunan kota. Selain menjadi wahana  
interaksi dan edukasi, festival ini juga berperan penting dalam membangun citra
                                                                      
Jakarta sebagai kota kreatif, berbudaya, dan siap menyongsong masa depan
                                                                      
sebagai kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan
nilai-nilai seni dan budaya.                                          
                                                                      
                                                                      
      Dengan langkah-langkah tersebut, Jakarta menunjukkan komitmennya
untuk terus bertumbuh sebagai kota global yang tidak kehilangan identitas
                                                                      
budayanya. Melalui seni, interaksi budaya, dan event-event berskala internasional,
Jakarta tidak hanya membangun citra baru sebagai kota kreatif dan inklusif, tetapi
juga membuka ruang lebih luas bagi pariwisata budaya untuk berkembang secara
berkelanjutan.