Penyediaan Jasa Konsultansi Manajemen Dalam Persiapan Strategis Dan Pelaksanaan Kegiatan Sts - 2

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10036524000
Date: 27 December 2024
Year: 2025
KLPD: Provinsi DKI Jakarta
Work Unit: Badan Pendapatan Daerah
Procurement Type: Jasa Konsultansi Perorangan Non Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 180,750,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 80,850,000
Winner (Pemenang): Handika Yusuf Firdaus Dwi Agustiansyah
NPWP: 8*1**6****47**0
RUP Code: 53853796
Work Location: Jl. Abdul Muis No.66 - Jakarta Pusat (Kota)
Participants: 1
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                              
                                                                            
     SUB KEGIATAN PENYEDIAAN JASA KONSULTANSI MANAJEMEN   DALAM             
                                                                            
 PERSIAPAN STRATEGIS DAN PELAKSANAAN  KEGIATAN PADA  UNIT PELAKSANA         
        SPATIAL TAX SURVEY                                                  
 TEKNIS                   DALAM  RANGKA  KEGIATAN PEMELIHARAAN DAN          
         PENINGKATAN  KUALITAS DATA PAJAK DAERAH TAHUN  2025                
                        TAHUN ANGGARAN   2025                               
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                BAB I                                       
                            PENDAHULUAN                                     
                                                                            
1. Latar           Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi
                                                                            
  Belakang    DKI Jakarta selama ini ditopang dari penerimaan Pajak dan Retribusi
              Daerah, penerimaan PAD yang berkontribusi besar pada Pendapatan
                                                                            
              Daerah telah mampu membantu mewujudkan kemandirian daerah dalam
              pembiayaan pembangunan. Kedepannya, penerimaan pajak daerah   
                                                                            
              diharapkan akan terus dioptimalkan sehingga sumber pembiayaan 
              pembangunan dapat digali dari potensi yang ada di Provinsi DKI Jakarta.
                                                                            
              Pajak dan Retribusi Daerah juga merupakan salah satu bentuk tanggung
                                                                            
              jawab bersama antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat. Hal ini dapat
              terjadi karena keduanya memiliki peran utama yang dapat mendukung
                                                                            
              optimalisasi penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah yaitu sebagai
              Subjek Pajak dan sebagai Pengelola Pajak Daerah. Sejalan dengan hal
                                                                            
              tersebut, Litvack, dkk, menyatakan bahwa pelayanan publik yang paling
                                                                            
              efisien seharusnya diselenggarakan oleh wilayah yang memiliki 
              pengawasan geografis paling kecil, karena Pemerintah daerah sangat
                                                                            
              mengerti kebutuhan masyarakatnya sehingga mendorong Pemerintah
              Daerah melalui berbagai inovasi untuk melakukan efisiensi dalam
                                                                            
              penggunaan dana yang berasal dari masyarakat.                 
                                                                            
                   Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta  
                                                                            
              berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan 
              Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU    
                                                                            
              No.1/2022 tentang HKPD) memiliki kekhususan karena mereka     
              mengelola pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. PDRD ini merupakan
                                                                            
              penopang terbesar penerimaan daerah yang kemudian digunakan untuk
                                                                            
              membiayai pembangunan, melakukan pelayanan Pendidikan, pelayanan
              kesehatan, dan pembangunan fasilitas publik lainnya. PDRD juga
                                                                            
              merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Bersama antara     
              Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat. Pemungutan Pajak Daerah
                                                                            
              dan Retribusi Daerah (PDRD) sebagaimana termaktub dalam Pasal 95
                                                                            
              ayat (2) huruf a Undang-Undang 1/2022 menyebutkan ketentuan umum
              pendaftaran dan pendataan. Selanjutnya Peraturan Pemerintah Nomor
              35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi
                                                                            
              Daerah (PP 35/2023 tentang KUPDRD) pada Pasal 1 angka 54      
              menyebutkan Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari
                                                                            
              penghimpunan data objek dan subjek Pajak, penentuan besarnya Pajak
              yang terutang sampai kegiatan Penagihan Pajak kepada Wajib Pajak
                                                                            
              serta pengawasan penyetorannya. Kemudian Pasal 52 ayat (1)    
                                                                            
              menyebutkan bahwa Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk    
              melakukan pendataan Wajib Pajak dan Objek Pajak untuk memperoleh,
                                                                            
              melengkapi, dan menatausahakan data Objek Pajak dan/atau Wajib
              Pajak, termasuk informasi geografis Objek Pajak untuk keperluan
                                                                            
              administrasi perpajakan daerah.                               
                                                                            
                   Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai institusi yang 
              bertanggung jawab atas penerimaan Provinsi DKI Jakarta dari sektor
                                                                            
              Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) memiliki tanggung jawab
              terutama dalam pengelolaan administrasi Pajak Daerah. Pengelolaan
                                                                            
              Pajak Daerah dapat dilakukan secara optimal apabila pengelolaan
                                                                            
              database dilakukan sesuai dengan kondisi yang berkembang saat ini baik
              secara teknologi maupun secara data yang tergabung dalam satu sistem
                                                                            
              terintegrasi. Sebagian permasalahan yang terdapat pada data subjek dan
              objek pajak antara lain:                                      
                                                                            
              1) Belum optimalnya pemanfaatan data internal atas Wajib Pajak yang
                                                                            
                 melaksanakan kewajiban perpajakannya;                      
              2) keterbatasan data dan informasi tentang Wajib Pajak sehingga
                                                                            
                 kesulitan dalam mengetahui potensi Wajib Pajak;            
              3) belum optimalnya kualitas dan kuantitas data internal dalam
                                                                            
                 mewujudkan keandalan data; dan                             
                                                                            
              4) belum optimalnya pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-
                 undangan  pajak daerah, sehingga membutuhkan  adanya       
                                                                            
                 pemutakhiran kualitas basis data dan sistem mengenai perpajakan
                 daerah.                                                    
                                                                            
                                                                            
                   Ke depannya, dalam rangka meningkatkan kualitas basis data dan
              sistem pajak daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat 
                                                                            
              sebagai wajib pajak, menciptakan keadilan dalam pengenaan Pajak
              kepada masyarakat, meningkatkan tertib administrasi dalam pengelolaan
                                                                            
              Pajak yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta, dan
                                                                            
              optimalisasi penerimaan PAD dari sektor Pajak Daerah, maka akan
              dilakukan Pemeliharaan Dan Peningkatan Kualitas Data Pajak    
              Seiring dengan perkembangan teknologi, khususnya pada tahapan 
              pendataan dan pemetaan akan dilakukan secara manual untuk kemudian
                                                                            
              dikelola secara digital sehingga diharapkan dapat meningkatkan akurasi
              dan akuntabilitas dari data yang dihasilkan. Pengelolaan data dilakukan
                                                                            
              melalui basis data geospasial.                                
                   Data geospasial merupakan output dari kegiatan pendataan dan
                                                                            
              pemetaan yang akan digunakan sebagai tindak lanjut stakeholder Badan
                                                                            
              Pendapatan Daerah DKI Jakarta dalam pembuatan kebijakan dan   
              pengambilan keputusan peningkatan Potensi Pajak Daerah. Pada  
                                                                            
              tahapan implementasi, pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilaksanakan
              oleh Tenaga Ahli dan Tenaga Terampil di bidang geospasial, regulasi,
                                                                            
              administrasi, dan sosialisasi.                                
                                                                            
                   Kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Kualitas Data Pajak
              Daerah Tahun Anggaran 2025 merupakan kelanjutan Kegiatan Sensus
                                                                            
              Pajak Daerah yang merupakan pembentukan data Pajak Daerah berbasis
              geospasial. Pada kegiatan tersebut Bapenda DKI Jakarta melakukan
                                                                            
              peningkatan kualitas data geospasial serta pemutakhiran data objek
                                                                            
              pajak dengan target sebagai berikut,                          
               a. Melakukan matching dan cleansing terhadap NOP PBB-P2 untuk
                                                                            
                 melakukan peningkatan kualitas Peta PBB-P2.                
               b. Menyusun peraturan yang mendukung kegiatan pendataan dan  
                                                                            
                 pemutakhiran data pajak daerah berbasis geospasial.        
                                                                            
               c. Memanfaatkan hasil peningkatan Peta PBB-P2 daerah beserta 
                 informasi yang diperoleh sebelumnya untuk pemutakhiran Peta PBB-
                                                                            
                 P2 serta layer-layer lain yang dibutuhkan.                 
                                                                            
                   Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2023 tentang
                                                                            
              Pembentukan dan Pemeliharaan Basis Data Pajak Daerah Melalui  
              Sistem Informasi Geospasial, bahwa dalam rangka penetapan pajak
                                                                            
              daerah yang adil dan merata serta untuk optimalisasi penerimaan pajak
                                                                            
              daerah, perlu dilakukan pembentukan dan pemeliharaan basis data pajak
              daerah. Maka Kegiatan pada Tahun 2025 ini dilaksanakan sebagai upaya
                                                                            
              untuk mewujudkan hal tersebut. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari
              kegiatan sebelumnya, dimana data perpajakan yang bersifat dinamis,
                                                                            
              diolah menggunakan  sistem  informasi geospasial, sehingga    
                                                                            
              memaksimalkan upaya penetapan pajak daerah yang adil dan merata
              melalui basis data pajak daerah yang akurat, handal, akuntabel, dan
                                                                            
              mutakhir.                                                     
  Tujuan      pelaksanaan kegiatan pada Unit Pelaksana Teknis Spatial Tax Survey
              dalam rangka Kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Kualitas Data
                                                                            
              Pajak Daerah Tahun 2025 adalah untuk melakukan fungsi manajemen
              untuk menyusun rencana kerja, strategi kerja, koordinasi dalam
                                                                            
              pelaksanaan peningkatan kualitas Peta PBB-P2 secara geometri serta
              tugas lainnya yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Spatial Tax
                                                                            
              Survey dalam menghasilkan data spasial perpajakan daerah yang 
                                                                            
              lengkap, mutakhir, dan berkualitas.                           
                                                                            
              Tujuan dari Sub kegiatan Manajemen dalam persiapan strategis dan
              pelaksanaan kegiatan pada Unit Pelaksana Teknis Spatial Tax Survey
                                                                            
              dalam rangka Kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Kualitas Data
                                                                            
              Pajak Daerah Tahun 2025 adalah terselenggaranya pelaksanaan tugas
              Unit Pelaksana Teknis Spatial Tax Survey, meliputi 5 (lima) wilayah
                                                                            
              Administrasi di DKI Jakarta yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta
              Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara dengan rincian sebagai berikut:
                                                                            
               1) Melaksanakan Peningkatan Kualitas Peta PBB-P2 antara      
                 Perbandingan Luas Bumi Geometri dengan Luas Bumi SPPT dan  
                                                                            
                 Luas Bangunan Geometri dengan Luas Bangunan SPPT di 5 (lima)
                                                                            
                 wilayah administrasi DKI Jakarta yaitu Kota Jakarta Selatan, Kota
                 Jakarta Timur, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, dan Kota
                                                                            
                 Jakarta Utara.                                             
               2) Melaksanakan fungsi sebagai Support System Key Stakeholder yaitu
                                                                            
                 melakukan support monitoring dan gap analysis atas capaian 
                                                                            
                 pelaksanaan kegiatan terhadap kebutuhan stakeholder dan    
                 melakukan komunikasi efektif antar seluruh stakeholder baik internal
                                                                            
                 maupun eksternal serta melaksanakan peran sebagai narahubung.
                                                                            
3. Sasaran    Sasaran yang ingin dicapai dari Sub kegiatan Manajemen dalam  
              persiapan strategis dan pelaksanaan kegiatan pada Unit Pelaksana
                                                                            
              Teknis Spatial Tax Survey dalam rangka Kegiatan Pemeliharaan Dan
                                                                            
              Peningkatan Kualitas Data Pajak Daerah Tahun 2025 yang meliputi 5
              (lima) Kota Administrasi di DKI Jakarta yaitu Jakarta Selatan, Jakarta
                                                                            
              Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara sesuai 
              pelaksanaan sebagai berikut:                                  
                                                                            
               1) Terlaksananya Peningkatan Kualitas Peta PBB-P2 antara     
                                                                            
                 Perbandingan Luas Bumi Geometri dengan Luas Bumi SPPT dan  
                 Luas Bangunan Geometri dengan Luas Bangunan SPPT di 5 (lima)
                                                                            
                 wilayah administrasi DKI Jakarta yaitu Kota Jakarta Selatan, Kota
                 Jakarta Timur, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, dan Kota
              2) Terlaksananya fungsi sebagai Support System Key Stakeholder yaitu
                 melakukan support monitoring dan gap analysis atas capaian 
                                                                            
                 pelaksanaan kegiatan terhadap kebutuhan stakeholder dan    
                 melakukan inisiasi engagement antar seluruh stakeholder baik internal
                                                                            
                 maupun eksternal.