Penyediaan Jasa Lainnya Jfga Mdsf Batch 2 - 3

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10076520000
Date: 7 March 2025
Year: 2025
KLPD: Provinsi DKI Jakarta
Work Unit: Badan Pendapatan Daerah
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 270,270,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 67,567,500
Winner (Pemenang): Rachelia Permata Sari
NPWP: 36*1**4****70**3
RUP Code: 57589073
Work Location: Jl. Abdul Muis No. 66 - Jakarta Pusat (Kota)
Participants: 1
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                             
                                                                           
  PENYEDIAAN JASA LAINNYA JUNIOR FIELD GIS ANALYST PADA UNIT PELAKSANA     
    TEKNIS MANAJEMEN DATA SPASIAL FRONTLINE DALAM RANGKA KEGIATAN          
                                                                           
          PEMELIHARAAN DAN PENINGKATAN KUALITAS DATA PAJAK                 
                     DAERAH TAHUN 2025 – BATCH 2                           
                                                                           
                                                                           
1.  LATAR              Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah  
                                                                           
    BELAKANG      Provinsi DKI Jakarta selama ini ditopang dari penerimaan Pajak dan
                  Retribusi Daerah, penerimaan PAD yang berkontribusi besar pada
                                                                           
                  Pendapatan Daerah telah mampu membantu mewujudkan        
                  kemandirian daerah dalam pembiayaan pembangunan. Ke depannya,
                  penerimaan pajak daerah diharapkan akan terus dioptimalkan
                                                                           
                  sehingga sumber pembiayaan pembangunan dapat digali dari potensi
                  yang ada di Provinsi DKI Jakarta.                        
                                                                           
                  Pajak dan Retribusi Daerah juga merupakan salah satu bentuk
                  tanggung jawab bersama antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat.
                                                                           
                  Hal ini dapat terjadi karena keduanya memiliki peran utama yang
                  dapat mendukung optimalisasi penerimaan Pajak dan Retribusi
                                                                           
                  Daerah yaitu sebagai Subjek Pajak dan sebagai Pengelola Pajak
                  Daerah. Sejalan dengan hal tersebut, Litvack, dkk, menyatakan bahwa
                                                                           
                  pelayanan publik yang paling efisien seharusnya diselenggarakan
                  oleh wilayah yang memiliki pengawasan geografis paling kecil, karena
                                                                           
                  Pemerintah daerah sangat mengerti kebutuhan masyarakatnya
                  sehingga mendorong Pemerintah Daerah melalui berbagai inovasi
                  untuk melakukan efisiensi dalam penggunaan dana yang berasal dari
                                                                           
                  masyarakat.                                              
                       Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta
                                                                           
                  berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang     
                  Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah 
                                                                           
                  Daerah (UU No.1/2022 tentang HKPD) memiliki kekhususan karena
                  mereka mengelola pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. PDRD ini
                                                                           
                  merupakan penopang terbesar penerimaan daerah yang kemudian
                  digunakan untuk membiayai pembangunan, melakukan pelayanan
                                                                           
                  Pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembangunan fasilitas publik
                  lainnya. PDRD juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab
                  Bersama antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat. 
                                                                           
                  Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD)      
                  sebagaimana termaktub dalam Pasal 95 ayat (2) huruf a Undang-
                                                                           
                  Undang 1/2022 menyebutkan ketentuan umum dan tata cara   
                  pemungutan Pajak meliputi pengaturan mengenai pendaftaran dan
                                                                           
                  pendataan. Selanjutnya Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023
                  tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PP
                                                                           
                  35/2023 tentang KUPDRD) pada Pasal 1 angka 54 menyebutkan
                  Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari    
                                                                           
                  penghimpunan data objek dan subjek Pajak, penentuan besarnya
                  Pajak yang terutang sampai kegiatan Penagihan Pajak kepada Wajib
                                                                           
                  Pajak serta pengawasan penyetorannya. Kemudian Pasal 52 ayat (1)
                  menyebutkan bahwa Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk
                                                                           
                  melakukan pendataan Wajib Pajak dan Objek Pajak untuk    
                  memperoleh, melengkapi, dan menatausahakan data objek Pajak
                                                                           
                  dan/atau Wajib Pajak, termasuk informasi geografis objek Pajak untuk
                  keperluan administrasi perpajakan Daerah.                
                                                                           
                       Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai institusi yang
                  bertanggung jawab atas penerimaan Provinsi DKI Jakarta dari sektor
                  Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) memiliki tanggung jawab
                                                                           
                  terutama dalam pengelolaan administrasi Pajak Daerah. Pengelolaan
                  Pajak Daerah dapat dilakukan secara optimal apabila pengelolaan
                                                                           
                  database dilakukan sesuai dengan kondisi yang berkembang saat ini
                  baik secara teknologi maupun secara data yang tergabung dalam satu
                                                                           
                  sistem terintegrasi. Sebagian permasalahan yang terdapat pada data
                  subjek dan objek pajak antara lain: 1) belum optimalnya pemanfaatan
                                                                           
                  data internal atas Wajib Pajak yang melaksanakan kewajiban
                  perpajakannya; 2) keterbatasan data dan informasi tentang Wajib
                                                                           
                  Pajak sehingga kesulitan dalam mengetahui potensi Wajib Pajak; 3)
                  belum optimalnya kualitas dan kuantitas data internal dalam
                                                                           
                  mewujudkan keandalan data; dan 4) belum optimalnya pelaksanaan
                  ketentuan peraturan perundang-undangan pajak daerah, sehingga
                  membutuhkan adanya pemutakhiran kualitas basis data dan sistem
                                                                           
                  mengenai perpajakan daerah.                              
                       Ke depannya, dalam rangka meningkatkan kualitas basis data
                                                                           
                  dan sistem pajak daerah, meningkatkan pelayanan kepada   
                  masyarakat sebagai wajib pajak, menciptakan keadilan dalam
                                                                           
                  pengenaan Pajak kepada masyarakat, meningkatkan tertib   
                  administrasi dalam pengelolaan Pajak yang dikelola oleh Badan
                                                                           
                  Pendapatan Daerah DKI Jakarta, dan optimalisasi penerimaan PAD
                  dari sektor Pajak Daerah, maka akan dilakukan Peningkatan Kualitas
                                                                           
                  Data Spasial Pajak Daerah dan Dukungan Pemutakhiran Data Objek
                  Pajak Daerah DKI Jakarta Dalam Rangka Optimalisasi Potensi Pajak
                  Daerah Tahun Anggaran 2025. Seiring dengan perkembangan  
                                                                           
                  teknologi, khususnya pada tahapan pendataan dan pemetaan akan
                  dilakukan secara manual untuk kemudian dikelola secara digital
                                                                           
                  sehingga diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan akuntabilitas
                  dari data yang dihasilkan. Pengelolaan data dilakukan melalui basis
                                                                           
                  data geospasial.                                         
                       Data geospasial merupakan output dari kegiatan pendataan
                                                                           
                  dan pemetaan yang akan digunakan sebagai tindak lanjut stakeholder
                  Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta dalam pembuatan kebijakan
                                                                           
                  dan pengambilan keputusan peningkatan Potensi Penerimaa Pajak
                  Daerah. Kegiatan matching dan cleansing dilaksanakan oleh Tenaga
                                                                           
                  Ahli dan Tenaga Terampil di bidang geospasial merupakan  
                  Pelaksanaan Kegiatan pemeliharaan serta usaha perbaikan terhadap
                                                                           
                  hasil untuk mendukung akurasi dan akuntabilitas dari data yang
                  dihasilkan pada kegiatan pendataan dan pemetaan sebelumnya.
                                                                           
                                                                           
2.  MAKSUD DAN    a. Maksud                                                
                                                                           
    TUJUAN          Maksud disusunnya Dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini
                    adalah untuk memberikan pemahaman, acuan berpikir, dan 
                    lingkup kerja bagi Junior Field GIS Analyst pada Unit Pelaksana
                                                                           
                    Teknis (UPT) Manajemen Data Spasial Frontline, untuk   
                    selanjutnya disingkat MDS-FL, dalam rangka pelaksanaan 
                                                                           
                    Kegiatan matching dan cleansing dilaksanakan oleh Tenaga Ahli
                    dan Tenaga Terampil di bidang geospasial yang dibutuhkan pada
                                                                           
                    kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Kualitas Data Pajak
                    Daerah 2025.                                           
                                                                           
                  b. Tujuan                                                
                    Terselenggaranya peningkatan kualitas data peta PBB-P2 dengan
                                                                           
                    melakukan Matching dan Cleansing di lapangan di wilayah Provinsi
                    DKI Jakarta meliputi 5 (lima) wilayah Administrasi di DKI Jakarta
                                                                           
                    yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat
                    dan Jakarta Utara dengan rincian sebagai berikut:      
                    1. Koordinasi studio untuk Peningkatan Kualitas Data Spasial
                                                                           
                      Pajak Daerah dalam rangka Optimalisasi Potensi Pajak Daerah
                      Pada Unit Manajemen Data Spasial Frontline Tahun 2025.
                                                                           
                    2. Supporting inovasi dan pengembangan survei lapangan Pajak
                      Daerah pada lingkup Bapenda DKI Jakarta bersama Project
                                                                           
                      Manager Frontline dan Co-Project Manager.            
                                                                           
                                                                           
3.  TARGET/       Target yang ingin dicapai dari kegiatan Junior Field GIS Analyst ini
    SASARAN       yaitu :                                                  
                                                                           
                  1. Terlaksananya peningkatan kualitas data peta PBB-P2 dengan
                    metode Matching dan Cleansing.                         
                  2. Terlaksananya updating progres dan reporting hasil kontrol
                                                                           
                    kualitas data peta PBB-P2 Matching dan Cleansing di lapangan
                    per kecamatan kepada Field Manager dan Co Project Manager.