URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
Sarana dan prasarana jalan yang baik merupakan kebutuhan masyarakat dan merupakan
faktor penunjang lancarnya perekonomian. Sebagai salah satu bangunan pelengkap jalan,
jembatan menjadi penghubung koneksi jaringan jalan yang sangat bermanfaat bagi
masyarakat. Jembatan dapat menghubungkan dua daerah yang terpisah akibat rintangan-
rintangan dalam hal ini sungai. Seperti bangunan sipil lainya, jembatan juga didesain dengan
memastikan kekuatan struktur dapat menahan beban-beban yang diterima oleh konstruksi
jembatan salah satunya beban kendaraan yang melalui jembatan tersebut. Sehingga
pembangunan atau peningkatan jembatan seringkali sangat berkaitan dengan perubahan
yang terjadi pada peningkatan jenis kendaraan maupun peningkatan beban kendaraan pada
kawasan tersebut. Apabila kekuatan struktur tidak disesuaikan dengan beban-beban tersebut,
menyebabkan berkurangnya umur rencana konstruksi jembatan untuk menangani hal itu,
Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melakukan kegiatan
perencanaan jembatan di beberapa lokasi. Sebelum dilakukan kegiatan perencanaan sebuah
konstruksi, terlebih dahulu dilakukan pengambilan data-data pendukung seperti data lapisan
tanah untuk pondasi, data pengukuran topografi, dan data sekunder lainnya. Untuk memenuhi
kebutuhan ini, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta bermaksud untuk melakukan pengadaan
jasa lainnya yaitu melaksanakan penyelidikan tanah. Penyedia jasa bertanggung jawab untuk
melaksanakan Penyelidikan Tanah meliputi Test Sondir dan Boring sampai diperoleh tanah
keras dengan N-SPT 60. Masing-masing lokasi terdiri dari 2 sondir dan 2 boring yang
penempatannya pada posisi masing-masing pondasi jembatan, dengan sebelumnya telah
memperoleh persetujuan tertulis/tidak tertulis dari PPK/PPTK. Denah sondir dan boring tertera
pada laporan. Adapun lingkup pekerjaan yang dikerjakan, meliputi:
1. Mobilisasi dan demobilisasi alat dan sumber daya manusia.
2. Penyelidikan tanah dengan Standard Penetration Test (SPT):
a. Dilaksanakan bor dalam mencapai maksimal 50 meter (end-bearing), 2 titik
per lokasi. Pastikan posisi tanah keras bukan berada pada lensa;
b. Dilaksanakan tes penetrasi standar (SPT) dengan interval tiap 2 meter pada
lubang bor tersebut hingga mencapai kedalaman maksimal 50 m dan hingga
mencapai tanah keras (N-SPT > 60);
c. Pengeboran dilakukan pada lokasi kegiatan soil investigation masing-masing
lokasi 2 titik dan sesuai dengan petunjuk pengguna jasa;
d. Dilakukan pengambilan sampel tak terganggu (Undisturbed Sample)
sebanyak 3 sampel per titik bor.
3. Penyelidikan tanah dengan Cone Penetration Test (CPT):
a. Dilaksanakan pada 2 titik hingga minimal mencapai tahanan konus 500
kg/cm2 atau paling dalam 50 m;
b. Dilaksanakan pada lokasi sesuai dengan petunjuk pengguna jasa.
4. Pengujian di Laboratorium tersebut guna mendapatkan data berupa:
a. Analisa Saringan;
b. Berat Isi;
c. Berat Jenis;
d. Kadar Air;
e. Atterberg Limit;
f. Direct Shear Test;
g. Unconfined Compression Test;
h. Konsolidasi
5. Dokumentasi pelaksanan kegiatan.
Pengadaan Barang
No Uraian Barang Satuan Volume
1 Laporan Akhir Buku 5 Buku
Pengadaan Jasa Lainnya
No Uraian Pekerjaan Satuan Volume
1 Tes Sondir hingga q.c. 500 Titik 4 Titik
kg/cm2 atau kedalaman
maksimal 50 m sebanyak 2 titik
(Dilaksanakan pada 2 titik hingga
minimal mencapai tahanan konus
500 kg/cm2 atau paling dalam 50
m )
2 Bor dalam hingga mencapai 50 m Meter 200 Meter
(end bearing)
(Dilaksanakan bor dalam
mencapai maksimal 50 meter
(end-bearing), 2 titik per lokasi .
Pastikan posisi tanah keras
bukan berada pada lensa;)
3 Uji SPT tiap interval 2 meter Buah 100 Buah
(Dilaksanakan tes penetrasi
standar (SPT) dengan interval
tiap 2 meter pada lubang bor
tersebut hingga mencapai
kedalaman maksimal 50 m dan
hingga mencapai tanah keras (N-
SPT > 60))
4 Pengambilan Sampling Buah 12 Buah
Undisturbed (UDS)
(Dilakukan pengambilan sampel
tak terganggu (Undisturbed
Sample) sebanyak 3 sampel per
titik bor)
5 Pengujian Tanah di Laboratorium Sampel 12 Sampel
(Berat Isi Tanah)
6 Pengujian Tanah di Laboratorium Sampel 12 Sampel
(Berat Jenis Tanah)
7 Pengujian Tanah di Laboratorium Sampel 12 Sampel
(Kadar Air)
8 Pengujian Tanah di Laboratorium Sampel 12 Sampel
(Kuat Tekan Bebas)
9 Pengujian Tanah di Laboratorium Sampel 12 Sampel
(Konsolidasi)
10 Triaxial UU/Direct Shear Sampel 12 Sampel
(mendapatkan informasi nilai
c/kohesi dan sudut friksi)
11 Analisa Saringan Buah 12 Buah
(Pengujian laboratorium untuk
sampel tanah)
12 Atterberg Limit Buah 12 Buah
(Pengujian laboratorium untuk
sampel tanah)