A. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
Infrastruktur jalan merupakan salah satu instrumen penting dalam
mendukung perekonomian suatu daerah, sehingga pemeliharaan kondisi
jalan mantap terus dilakukan demi terwujudnya dampak sosial dan ekonomi
yang lebih baik. Infrastruktur jalan itu sendiri terbagi menjadi 2 jenis perkasan,
yaitu perkerasan kaku (rigid pavement) dan perkerasan lentur (flexible
pavement). Perkerasan kaku menggunakan material beton sedangkan
perkerasan lentur tersusun atas material campuran beraspal panas (Hotmix).
Perkerasan lentur yang digunakan terdiri dari 3 lapisan perkerasan, seperti
lapisan pondasi (AC-Base), lapisan antara (AC-BC) dan lapisan aus (AC-
WC). Provinsi DKI Jakarta menggunakan kedua jenis perkerasan tersebut
sebagai konstruksi infrastruktur jalan yang terbentang pada wilayahnya.
Berdasarkan kondisi di lapangan, jalan di wilayah DKI Jakarta masih
didominasi oleh jenis konstruksi flexible pavement (perkerasan beraspal). Hal
ini dikarenakan beberapa faktor sehingga jenis pekerasan ini lebih disukai,
salah satunya yaitu kemudahan dalam melakukan pemeliharaan jalan.
Seiring dengan waktu struktur perkerasan beraspal (flexible pavement) akan
mengalami penurunan performa layan jalan yang diakibatkan beberapa
faktor, seperti tingginya lalu lintas kendaraan, beban lalu lintas yang berlebih
(Over Dimension & Over Load / ODOL), kondisi lingkungan, kondisi cuaca,
dan faktor lainnya. Penurunan tersebut menjadi awal kerusakan lapisan
struktur jalan. Diawali dengan kerusakan ringan dan apabila tidak segera
diatasi akan menyebabkan kerusakan yang lebih kompleks. Oleh karena itu
perlunya dilakukan pemeliharaan rutin jalan dengan pekerjaan patching,
sehingga kondisi jalan mantap tetap dapat terjaga dengan konsisten.
Lapisan perkerasan lentur memiliki ketentuan ketebalan pada setiap lapisan,
antara lain: AC-WC tebal 4 cm, AC-BC tebal 6 cm, AC-Base tebal 7,5 cm.
Tebal lapisan tersebut bervariasi tergantung pada kondisi eksistingnya.
Spesifikasi teknis ini disajikan sebagai acuan teknis bagi penyedia jasa
konstruksi dalam melaksanakan paket pekerjaan Pemeliharaan
Jalan/Jembatan/FO/Underpass di Provinsi DKI Jakarta (Pekerjaan Patching
Paket 4 di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025). Penyedia melakukan pekerjaan
patching pada jalan yang telah terindikasi mengalami kerusakan seperti jalan
berlubang, cracking, bleeding setempat (spotted), maupun sliding akibat friksi
antara roda kendaraan dengan permukaan lapisan perkerasan.
Perbaikan lapisan perkerasan dilakukan berdasarkan pada kedalaman
kerusakan lapisan perkerasan jalan.
1. Apabila kerusakan lapisan struktur perkerasan jalan berada lapis aus (AC-
WC) pada kedalaman < 10 cm, maka patching (penambalan) dilakukan
menggunakan material campuran aspal panas AC-WC;
2. Apablia kerusakan lapisan struktur perkerasan jalan berada di kedalaman
≥ 10 cm dan < 17,5 cm (pada lapisan antara / AC-BC), maka patching
dilakukan menggunakan material campuran aspal panas AC-BC dan AC-
WC;
3. Apablia kerusakan lapisan struktur perkerasan jalan berada pada
kedalaman >17,5 cm (pada lapisan pondasi / AC-Base), maka patching
dilakukan dengan menggunakan material campuran aspal panas AC-
Base, AC-BC dan AC-WC.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 27 July 2015 | Pembangunan/Peningkatan Jalan-Jalan Strategis Di Prov.DKI Jakarta (Jalan Arafuru) | Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta | Rp 245,099,000,000 |
| 20 May 2013 | Peningkatan Akses Jalan Menuju Pulo Gebang (Sejajar Tol) | Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta | Rp 27,469,500,000 |
| 10 August 2015 | 012. Peningkatan Jl. Giri, Jl. Bakti Raya, Jl. Warakas VI Gg. 4 S.D Gg 21, Jl. Warakas IV Gg. 13 S.D Gg 21 Kel. Warakas | Rp 5,149,380,000 | |
| 27 May 2017 | Belanja Bahan/Material | Kab. Karawang | Rp 3,370,000,000 |
| 16 March 2020 | Belanja Bahan/ Material Pemeliharaan Rutin Jalan | Kab. Karawang | Rp 3,000,000,000 |