Penyusunan Rencana, Kebijakan, Strategi Pengembanganjaringan Jalan Serta Perencanaan Teknis Penyelenggaraan Jalandan Jembatan (8 Kabupaten Di Provinsi Papua Pegunungan)

Seleksi Gagal
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 3106647
Status: Seleksi Gagal
Date: 3 September 2023
Year: 2023
KLPD: Provinsi Papua Pegunungan
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi
Method: Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 6,535,482,600
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 6,535,316,000
RUP Code: 43852818
Work Location: Semua Kab/Kota, Semua Kecamatan, Semua Kelurahan - Jayawijaya (Kab.)
Participants: 12
Applicants
Reason
0019060086805000--
0010016160093000-SBU tidak sesuai dengan yang di persyaratkan dalam KAK dan MDP
0014232714812000-SBU tidak sesuai dengan apa yang di persyaratkan dalam KAK dean MDP
0018021204017000--
Kreasi Astaguna Konsultan
09*0**6****52**0--
0017974734017000--
0014556161441000--
0718963275952000--
0211287776402000--
0436104467801000--
0012162715441000--
0015654437017000--
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                        
  PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN, STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN
     SERTA PERENCANAAN TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN     
             (8 KABUPATEN DI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN)              
                                                                     
                                                                     
a. Tahap survei pengumpulan data                                     
                                                                     
  1. Pengumpulan data sekunder                                       
      a) Kebijakan umum perencanaan wilayah                          
                                                                     
        - Rencana pengembangan Kawasan strategis Rencana Jaringan Drainase
        - Rencana Induk Pelabuhan                                    
                                                                     
        - Rencana Induk Bandara                                      
        - Rencana Investasi                                          
                                                                     
        - Studi Pengembangan Transportasi Massal                     
                                                                     
        - Rencana pengembangan utilitas                              
        - Perencanaan lainnya                                        
                                                                     
      b) Data jaringan jalan yang ada                                
      c) Data topografi dan geologi                                  
                                                                     
      d) Data pengalokasian lahan yang ada                           
                                                                     
      e) Data gambaran terkait Papua Pegunungan meliputi: Geografis, Kependudukan,
        komoditas dan lainnya                                        
                                                                     
      f) Peraturan/kententuan berlaku yang terkait                   
                                                                     
                                                                     
   2. Pengumpulan data primer                                        
     a) Survei inventarisasi data dan kondisi ruas jalan dengan pengukuran situasi,
                                                                     
     b) Survei lalu lintas,                                          
     c) Survei asal-tujuan,                                          
                                                                     
     d) Survei kecepatan kendaraan,                                  
                                                                     
                                                                     
b. Kajian tentang kebijakan dan sasaran perencanaan                  
                                                                     
  1. Kebijakan dan sasaran perencanaan umum dari proyek perlu diformulasikan kembali;
  2. Atas dasar kebijakan dan sasaran perencanaan perlu ditetapkan fungsi dan kelas jalan,
                                                                     
     serta ketentuan parameter perencanaan jalan, seperti kecepatan rencana, tingkat kinerja
     (level of performance) arus lalu lintas, dan pembebanan jembatan;
                                                                     
  3. Dengan adanya ketidakpastian dan resiko yang tinggi, dapat diusulkan untuk
     melaksanakan pembangunan secara bertahap, dengan demikian ada peluang untuk
                                                                     
     memodifikasi ketentuan perencanaan di paruh waktu;              
  4. Awal suatu proyek tidak harus berlangsung secepat mungkin, karena penundaan dari awal
                                                                     
     suatu proyek biasanya dapat meningkatkan suatu manfaat proyek dalam perhitungan
                                                                     
     kelayakan ekonomi.                                              
c. Kajian tentang lingkungan dan tata ruang                          
                                                                     
  1. Jalan dan lalu-lintas yang melewatinya, harus dapat diterima oleh lingkungan di
                                                                     
     sekitarnya, baik pada waktu pengoperasian, maupun pada waktu pembangunan dan
                                                                     
     pemeliharaan, misalnya :                                        
     a) Alternatif rute tidak melalui daerah konservasi;             
                                                                     
     b) Alternatif rute tidak menimbulkan dampak yang besar pada lingkungan sekitarnya;
     c) Dampak sosial dan pengadaan tanah perlu untuk diantisipasi;  
                                                                     
     d) Identifikasi keperluan penyusunan UKL-UPL;                   
     e) Mendukung tata ruang dari wilayah studi.                     
                                                                     
  2. Berbagai aspek lingkungan akibat pelaksanaan jalan dan jembatan telah teridentifikasi
     pada Studi Kelayakan, hasilnya perlu diformulasikan secara lebih teliti atas dasar analisis
                                                                     
     data primer yang lebih rinci.                                   
                                                                     
  3. Biaya yang diperlukan untuk menanggulangi masalah lingkungan perlu diidentifikasi dan
     dirinci, karena akan menjadi salah satu komponen biaya pada analisis ekonomi.
                                                                     
  4. Penilaian atas kesesuaian lahan/tanah dan tata guna lahan/tanah, serta rencana
     pengembangan wilayah, harus dipenuhi dalam upaya menghasilkan rekomendasi dan
                                                                     
     keputusan pembangunan jalan dan jembatan. Selain itu, kaitannya dengan pengadaan
     tanah yang tidak dapat terlepas dari adanya pertimbangan kesesuaian lahan/tanah dan
                                                                     
     tata guna lahan/tanah yang telah dituangkan dan ditetapkan dalam rencana umum tata
     ruang (RUTR).                                                   
                                                                     
  5. Peran dari jalan harus mendukung tata guna lahan/tanah dari kawasan studi secara
     efisien, di mana :                                              
                                                                     
                                                                     
                                                                     
d. Kajian tentang pengadaan tanah                                    
                                                                     
   1. Pengadaan tanah merupakan langkah awal kegiatan pelaksanaan konstruksi jalan dan
     jembatan, dalam pelaksanaannya tidak mudah dan membutuhkan waktu, serta
                                                                     
     pelaksanaannya seringkali sangat merugikan masyarakat;          
   2. Lahan/tanah harus dapat dibebaskan sesuai dengan kebutuhan akan Rumija pada
                                                                     
     alternatif solusi yang terpilih. Dalam pelaksanaannya, pengadaan tanah seringkali
     melebihi Rumija yang direncanakan, karena adanya sedikit sisa lahan/tanah yang terpaksa
                                                                     
     harus dibebaskan juga;                                          
                                                                     
   3. Luas Rumija yang dibutuhkan dan estimasi biaya pengadaan tanah menurut klasifikasi
     lahan/tanah dan bangunan perlu dihitung, karena akan menjadi salah satu komponen
                                                                     
     bagi perhitungan biaya proyek;                                  
   4. Pengadaan tanah harus sudah selesai pada tahap awal pelaksanaan konstruksi, sehingga
                                                                     
     serah terima lapangan (site handover) kepada pihak kontraktor dapat dilaksanakan;
   5. Tanah yang diperuntukkan bagi proyek jalan dan jembatan dibebaskan melalui
     mekanisme yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku dengan
     mempertimbangkan kriteria/faktor tata guna lahan/ tanah dan kesesuaian lahan/ tanah;
                                                                     
   6. Kegiatan yang berpengaruh besar terhadap pengadaan tanah.      
 e. Tahap analisa                                                    
                                                                     
   1. Analisis pengembangan wilayah                                  
     a) Analisa potensi pertumbuhan wilayah sampai dengan 20 tahun kedepan Potensi
                                                                     
       pertumbuhan wilayah di Batam sangat beragam dan tentunya memiliki dampak
                                                                     
       yang signifikan terhadap Batam. Potensi pertumbuhan tersebut tentunya memiliki
       dampak yang besar terhadap beban lalu lintas saat ini ataupun di masa yang akan
                                                                     
       datang. maka dari itu perlu adanya analisa terhadap berbagai potensi yang
        berpengaruh terhadap pertumbuhan.                            
                                                                     
                                                                     
     b) Analisa daya dukung dan daya tampung wilayah/kawasan         
                                                                     
       Analisis daya dukung dan daya tampung merupakan suatu alat perencanaan
       pembangunan yang memberikan gambaran hubungan antara penduduk, penggunaan
                                                                     
       lahan dan infrastruktur. Dari analisis tersebut dapat memberikan informasi dan
                                                                     
       menilai tingkat kemampuan lahan dalam mendukung segala aktivitas manusia yang
       ada di wilayah saat ini ataupun kondisi yang akan datang      
                                                                     
                                                                     
   2. Analisis kondisi jaringan jalan                                
                                                                     
     a) Analisis sistem jaringan jalan yang ada                      
       Pendekatan pengklasifikasian ruas-ruas jalan menggunakan tata guna lahan
                                                                     
       berdasarkan zona-zona yang dihubungkan baik pada eksisting jalan maupun rencana
       pengembangan                                                  
                                                                     
     b) Analisis permasalahan lalu lintas                            
       permasalahan yang sering terjadi melalui wawancara dan survei lapangan, kemudian
                                                                     
       menganalisa faktor penyebab dan rencana penanganannya.        
                                                                     
     c) Analisis sistem transportasi yang tersedia                   
       Analisis sistem transportasi bertujuan untuk mengetahui kondisi sistem transportasi
                                                                     
       yang tersedia pada kondisi saat ini terhadap kondisi permintaan dan pelayanan lalu
       lintas yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan ruang pada tiap ruas jalan.
                                                                     
                                                                     
   3. Analisis permodelan jaringan transportasi jalan                
                                                                     
     a) Bangkitan dan tarikan lalu lintas                            
       -  Rencana pengembangan tata guna lahan atau                  
                                                                     
       -  Pengembangan pelabuhan dan bandara                         
                                                                     
       -  Pengembangan lainnya seperti logistic                      
     b) Distribusi/penyebaran perjalanan                             
                                                                     
       Distribusi/penyebaran perjalanan adalah membagi seluruh bangkitan perjalanan
       menjadi perjalanan berdasarkan asal-tujuannya, sehingga didapat diketahui
                                                                     
       hubungan dan sebab-sebab dari pergerakan                      
     c) Pembebanan perjalanan                                        
                                                                     
       Model pembebanan merupakan tahapan setelah analisis distribusi perjalanan
                                                                     
       dilakukan yang tujuan untuk melit kerja jaringan jalan setelah lalu lintas atau perjalanan
       dibebankan pada jaringan jalan. Metode- metode yang tersedia untuk menyediakan
                                                                     
       kapasitas jalan disesuaikan dengan perkiraan permintaannya melalui: analisis beban
       jaringan jalan, kapasitas jalan, kepadatan jaringan jalan, dan VC ratio.
                                                                     
                                                                     
                                                                     
f. Formulasi alternatif solusi                                       
                                                                     
   1. Beberapa alternatif solusi yang potensial dari hasil Studi Kelayakan diformulasikan, untuk
                                                                     
     dilakukan studi secara lebih teliti;                            
   2. Alternatif solusi harus sudah memperhatikan karakteristik rancangan geometri, sesuai
                                                                     
     dengan fungsi dan kelas jalan;                                  
   3. Alternatif solusi yang baik secara ekonomi adalah yang mempunyai biaya transportasi
                                                                     
     total yang minimal.                                             
                                                                     
                                                                     
g. Aspek teknis                                                      
                                                                     
  1. Lalu-lintas;                                                    
                                                                     
  2. Topografi;                                                      
  3. Geometri;                                                       
                                                                     
  4. Perkembangan wilayah.                                           
  5. Lingkungan biologi                                              
                                                                     
    •  Pengaruh terhadap flora;                                      
                                                                     
    •  Pengaruh terhadap fauna .                                     
  6. Lingkungan fisika – kimia                                       
                                                                     
    •  Tanah;                                                        
    •  Kualitas air;                                                 
                                                                     
    •  Polusi udara;                                                 
  7. Kebisingan dan vibrasi.                                         
                                                                     
  8. Lingkungan sosial, ekonomi dan budaya                           
                                                                     
    •  Kependudukan;                                                 
    •  Perubahan mata pencaharian;                                   
                                                                     
    •  Pengaruh terhadap kekerabatan;                                
    •  Ganti kerugian dalam pengadaan tanah;                         
  9. Keamanan;                                                       
                                                                     
  10. Kesehatan masyarakat;                                          
  11. Pendidikan;                                                    
                                                                     
  12. Cagar budaya dan peninggalan sejarah;                          
                                                                     
  13. Estetika visual;                                               
  14. Perubahan pola interaksi.                                      
                                                                     
  15. Keselamatan jalan                                              
  16. Aspek ekonomi                                                  
                                                                     
    •  Biaya-biaya proyek                                            
    •  Biaya pengadaan tanah;                                        
                                                                     
    •  Biaya administrasi dan sertifikasi;                           
                                                                     
    •  Biaya Perancangan;                                            
    •  Biaya konstruksi;                                             
                                                                     
    •  Biaya supervisi;                                              
    •  Komponen bukan biaya proyek;                                  
                                                                     
    •  Nilai sisa konstruksi.                                        
  17. Manfaat proyek                                                 
                                                                     
    •  Penghematan biaya operasi kendaraan;                          
                                                                     
    •  Penghematan nilai waktu perjalanan;                           
    •  Penghematan biaya kecelakaan;                                 
                                                                     
    •  Reduksi perhitungan total penghematan biaya;                  
    •  Pengembangan ekonomi (producer surplus dan consumer surplus). 
                                                                     
                                                                     
                                                                     
h. Aspek lain-lain                                                   
  Aspek lain-lain meliputi aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi kelayakan proyek
                                                                     
  secara keseluruhan. Aspek-aspek ini dapat diperhitungkan pada waktu menentukan
  rekomendasi akhir dari studi ini melalui suatu metoda multi kriteria.
                                                                     
                                                                     
i. Evaluasi kelayakan ekonomi                                        
                                                                     
  1. Gambaran umum evaluasi kelayakan ekonomi;                       
  2. Analisis benefit cost ratio (B/C-R);                            
                                                                     
  3. Analisis net present value (NPV);                               
                                                                     
  4. Analisis economic internal rate of return (EIRR);               
  5. Analisis first year rate of return (FYRR);                      
                                                                     
  6. Analisis kepekaan (sensitivity analysis).                       
j. Pemilihan alternatif dan rekomendasi Kelayakan proyek tidak hanya tergantung pada
                                                                     
  kelayakan ekonomi untuk memperhitungkan aspek non ekonomi, ada beberapa metode yang
  dapat digunakan, antara lain metode Multi Kriteria, metode Delphi, metode AHP (analytical
                                                                     
  hierarchy process), dan lain-lain.                                 
                                                                     
                                                                     
                                   PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN          
                           DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT 
                                  PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN          
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                       ELIAS KOMBA, ST.              
                                    NIP. 19721026 199703 1 001