| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0019060086805000 | - | - | |
| 0010016160093000 | - | SBU tidak sesuai dengan yang di persyaratkan dalam KAK dan MDP | |
| 0014232714812000 | - | SBU tidak sesuai dengan apa yang di persyaratkan dalam KAK dean MDP | |
| 0018021204017000 | - | - | |
Kreasi Astaguna Konsultan | 09*0**6****52**0 | - | - |
| 0017974734017000 | - | - | |
| 0014556161441000 | - | - | |
| 0718963275952000 | - | - | |
| 0211287776402000 | - | - | |
| 0436104467801000 | - | - | |
| 0012162715441000 | - | - | |
| 0015654437017000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN, STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN
SERTA PERENCANAAN TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN
(8 KABUPATEN DI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN)
a. Tahap survei pengumpulan data
1. Pengumpulan data sekunder
a) Kebijakan umum perencanaan wilayah
- Rencana pengembangan Kawasan strategis Rencana Jaringan Drainase
- Rencana Induk Pelabuhan
- Rencana Induk Bandara
- Rencana Investasi
- Studi Pengembangan Transportasi Massal
- Rencana pengembangan utilitas
- Perencanaan lainnya
b) Data jaringan jalan yang ada
c) Data topografi dan geologi
d) Data pengalokasian lahan yang ada
e) Data gambaran terkait Papua Pegunungan meliputi: Geografis, Kependudukan,
komoditas dan lainnya
f) Peraturan/kententuan berlaku yang terkait
2. Pengumpulan data primer
a) Survei inventarisasi data dan kondisi ruas jalan dengan pengukuran situasi,
b) Survei lalu lintas,
c) Survei asal-tujuan,
d) Survei kecepatan kendaraan,
b. Kajian tentang kebijakan dan sasaran perencanaan
1. Kebijakan dan sasaran perencanaan umum dari proyek perlu diformulasikan kembali;
2. Atas dasar kebijakan dan sasaran perencanaan perlu ditetapkan fungsi dan kelas jalan,
serta ketentuan parameter perencanaan jalan, seperti kecepatan rencana, tingkat kinerja
(level of performance) arus lalu lintas, dan pembebanan jembatan;
3. Dengan adanya ketidakpastian dan resiko yang tinggi, dapat diusulkan untuk
melaksanakan pembangunan secara bertahap, dengan demikian ada peluang untuk
memodifikasi ketentuan perencanaan di paruh waktu;
4. Awal suatu proyek tidak harus berlangsung secepat mungkin, karena penundaan dari awal
suatu proyek biasanya dapat meningkatkan suatu manfaat proyek dalam perhitungan
kelayakan ekonomi.
c. Kajian tentang lingkungan dan tata ruang
1. Jalan dan lalu-lintas yang melewatinya, harus dapat diterima oleh lingkungan di
sekitarnya, baik pada waktu pengoperasian, maupun pada waktu pembangunan dan
pemeliharaan, misalnya :
a) Alternatif rute tidak melalui daerah konservasi;
b) Alternatif rute tidak menimbulkan dampak yang besar pada lingkungan sekitarnya;
c) Dampak sosial dan pengadaan tanah perlu untuk diantisipasi;
d) Identifikasi keperluan penyusunan UKL-UPL;
e) Mendukung tata ruang dari wilayah studi.
2. Berbagai aspek lingkungan akibat pelaksanaan jalan dan jembatan telah teridentifikasi
pada Studi Kelayakan, hasilnya perlu diformulasikan secara lebih teliti atas dasar analisis
data primer yang lebih rinci.
3. Biaya yang diperlukan untuk menanggulangi masalah lingkungan perlu diidentifikasi dan
dirinci, karena akan menjadi salah satu komponen biaya pada analisis ekonomi.
4. Penilaian atas kesesuaian lahan/tanah dan tata guna lahan/tanah, serta rencana
pengembangan wilayah, harus dipenuhi dalam upaya menghasilkan rekomendasi dan
keputusan pembangunan jalan dan jembatan. Selain itu, kaitannya dengan pengadaan
tanah yang tidak dapat terlepas dari adanya pertimbangan kesesuaian lahan/tanah dan
tata guna lahan/tanah yang telah dituangkan dan ditetapkan dalam rencana umum tata
ruang (RUTR).
5. Peran dari jalan harus mendukung tata guna lahan/tanah dari kawasan studi secara
efisien, di mana :
d. Kajian tentang pengadaan tanah
1. Pengadaan tanah merupakan langkah awal kegiatan pelaksanaan konstruksi jalan dan
jembatan, dalam pelaksanaannya tidak mudah dan membutuhkan waktu, serta
pelaksanaannya seringkali sangat merugikan masyarakat;
2. Lahan/tanah harus dapat dibebaskan sesuai dengan kebutuhan akan Rumija pada
alternatif solusi yang terpilih. Dalam pelaksanaannya, pengadaan tanah seringkali
melebihi Rumija yang direncanakan, karena adanya sedikit sisa lahan/tanah yang terpaksa
harus dibebaskan juga;
3. Luas Rumija yang dibutuhkan dan estimasi biaya pengadaan tanah menurut klasifikasi
lahan/tanah dan bangunan perlu dihitung, karena akan menjadi salah satu komponen
bagi perhitungan biaya proyek;
4. Pengadaan tanah harus sudah selesai pada tahap awal pelaksanaan konstruksi, sehingga
serah terima lapangan (site handover) kepada pihak kontraktor dapat dilaksanakan;
5. Tanah yang diperuntukkan bagi proyek jalan dan jembatan dibebaskan melalui
mekanisme yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku dengan
mempertimbangkan kriteria/faktor tata guna lahan/ tanah dan kesesuaian lahan/ tanah;
6. Kegiatan yang berpengaruh besar terhadap pengadaan tanah.
e. Tahap analisa
1. Analisis pengembangan wilayah
a) Analisa potensi pertumbuhan wilayah sampai dengan 20 tahun kedepan Potensi
pertumbuhan wilayah di Batam sangat beragam dan tentunya memiliki dampak
yang signifikan terhadap Batam. Potensi pertumbuhan tersebut tentunya memiliki
dampak yang besar terhadap beban lalu lintas saat ini ataupun di masa yang akan
datang. maka dari itu perlu adanya analisa terhadap berbagai potensi yang
berpengaruh terhadap pertumbuhan.
b) Analisa daya dukung dan daya tampung wilayah/kawasan
Analisis daya dukung dan daya tampung merupakan suatu alat perencanaan
pembangunan yang memberikan gambaran hubungan antara penduduk, penggunaan
lahan dan infrastruktur. Dari analisis tersebut dapat memberikan informasi dan
menilai tingkat kemampuan lahan dalam mendukung segala aktivitas manusia yang
ada di wilayah saat ini ataupun kondisi yang akan datang
2. Analisis kondisi jaringan jalan
a) Analisis sistem jaringan jalan yang ada
Pendekatan pengklasifikasian ruas-ruas jalan menggunakan tata guna lahan
berdasarkan zona-zona yang dihubungkan baik pada eksisting jalan maupun rencana
pengembangan
b) Analisis permasalahan lalu lintas
permasalahan yang sering terjadi melalui wawancara dan survei lapangan, kemudian
menganalisa faktor penyebab dan rencana penanganannya.
c) Analisis sistem transportasi yang tersedia
Analisis sistem transportasi bertujuan untuk mengetahui kondisi sistem transportasi
yang tersedia pada kondisi saat ini terhadap kondisi permintaan dan pelayanan lalu
lintas yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan ruang pada tiap ruas jalan.
3. Analisis permodelan jaringan transportasi jalan
a) Bangkitan dan tarikan lalu lintas
- Rencana pengembangan tata guna lahan atau
- Pengembangan pelabuhan dan bandara
- Pengembangan lainnya seperti logistic
b) Distribusi/penyebaran perjalanan
Distribusi/penyebaran perjalanan adalah membagi seluruh bangkitan perjalanan
menjadi perjalanan berdasarkan asal-tujuannya, sehingga didapat diketahui
hubungan dan sebab-sebab dari pergerakan
c) Pembebanan perjalanan
Model pembebanan merupakan tahapan setelah analisis distribusi perjalanan
dilakukan yang tujuan untuk melit kerja jaringan jalan setelah lalu lintas atau perjalanan
dibebankan pada jaringan jalan. Metode- metode yang tersedia untuk menyediakan
kapasitas jalan disesuaikan dengan perkiraan permintaannya melalui: analisis beban
jaringan jalan, kapasitas jalan, kepadatan jaringan jalan, dan VC ratio.
f. Formulasi alternatif solusi
1. Beberapa alternatif solusi yang potensial dari hasil Studi Kelayakan diformulasikan, untuk
dilakukan studi secara lebih teliti;
2. Alternatif solusi harus sudah memperhatikan karakteristik rancangan geometri, sesuai
dengan fungsi dan kelas jalan;
3. Alternatif solusi yang baik secara ekonomi adalah yang mempunyai biaya transportasi
total yang minimal.
g. Aspek teknis
1. Lalu-lintas;
2. Topografi;
3. Geometri;
4. Perkembangan wilayah.
5. Lingkungan biologi
• Pengaruh terhadap flora;
• Pengaruh terhadap fauna .
6. Lingkungan fisika – kimia
• Tanah;
• Kualitas air;
• Polusi udara;
7. Kebisingan dan vibrasi.
8. Lingkungan sosial, ekonomi dan budaya
• Kependudukan;
• Perubahan mata pencaharian;
• Pengaruh terhadap kekerabatan;
• Ganti kerugian dalam pengadaan tanah;
9. Keamanan;
10. Kesehatan masyarakat;
11. Pendidikan;
12. Cagar budaya dan peninggalan sejarah;
13. Estetika visual;
14. Perubahan pola interaksi.
15. Keselamatan jalan
16. Aspek ekonomi
• Biaya-biaya proyek
• Biaya pengadaan tanah;
• Biaya administrasi dan sertifikasi;
• Biaya Perancangan;
• Biaya konstruksi;
• Biaya supervisi;
• Komponen bukan biaya proyek;
• Nilai sisa konstruksi.
17. Manfaat proyek
• Penghematan biaya operasi kendaraan;
• Penghematan nilai waktu perjalanan;
• Penghematan biaya kecelakaan;
• Reduksi perhitungan total penghematan biaya;
• Pengembangan ekonomi (producer surplus dan consumer surplus).
h. Aspek lain-lain
Aspek lain-lain meliputi aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi kelayakan proyek
secara keseluruhan. Aspek-aspek ini dapat diperhitungkan pada waktu menentukan
rekomendasi akhir dari studi ini melalui suatu metoda multi kriteria.
i. Evaluasi kelayakan ekonomi
1. Gambaran umum evaluasi kelayakan ekonomi;
2. Analisis benefit cost ratio (B/C-R);
3. Analisis net present value (NPV);
4. Analisis economic internal rate of return (EIRR);
5. Analisis first year rate of return (FYRR);
6. Analisis kepekaan (sensitivity analysis).
j. Pemilihan alternatif dan rekomendasi Kelayakan proyek tidak hanya tergantung pada
kelayakan ekonomi untuk memperhitungkan aspek non ekonomi, ada beberapa metode yang
dapat digunakan, antara lain metode Multi Kriteria, metode Delphi, metode AHP (analytical
hierarchy process), dan lain-lain.
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN
ELIAS KOMBA, ST.
NIP. 19721026 199703 1 001