| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029156064704000 | - | - | |
| 0715861811704000 | Rp 3,081,048,972 | Berdasarkan Dokumen Penawaran Teknis Yang diusulkan/disampaikan oleh CV.BILQISSHIQA LAPAN SEMBILAN SEMBILAN melalui Dokumen Penawaran Teknis yang telah dienkripsi dengan sistem pengaman dokumen Pada Aplikasi SPSE, sebagaimana memperhatikan Ketentuan dan ketetapan dalam Dokumen Pemilihan, No r: 027/12.01/POKJA5.BK-T/DPRKP/2023/BPBJ, Tanggal: 04 Maret 2023, Yaitu : 1. Tidak Menyampaikan Dokumen Komitmen Langsung Dari Perusahaan Resmi dan Memiliki Legalitas Usaha Yang Bergerak di Bidang Pabrikasi, untuk : a. (MATERIAL RANGKA JEMBATAN) berupa Surat Dukungan dan Surat Jaminan Garansi/Jaminan Purna Jual berdasarkan keseuaian Kriteria Evaluasi Yang Telah ditetapkan dalam BAB.LDP; b. (Material Kabel), berupa Surat Dukungan dan Surat Jaminan Garansi/Jaminan Purna Jual berdasarkan keseuaian Kriteria Evaluasi Yang Telah ditetapkan dalam BAB.LDP. 2. Bentuk Dokumen Penawaran berupa Format Surat Perjanjian Sewa antara (Pihak I selaku Pihak Pemberi Sewa a.n. Haliman Sendri) dan (Pihak II selaku Pihak Penyewa a.n. Peserta Tender CV.BILQISSHIQA LAPAN SEMBILAN SEMBILAN) untuk Peralatan Utama 1 Unit Ponton (Tidak Sesuai serta Bertentangan) dengan Bentuk Dokumen Penawaran berupa Format Surat Perjanjian Sewa Peralatan, sebagaimana berdasarkan Ketetapan BAB.VI. Bentuk Dokumen Penawaran……… “Huruf K” Bentuk Surat Perjanjian Sewa Peralatan”……. 3. Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi, terhadap pernyataan sebagaimana ketetapan dalam BAB. Instruksi Kepada Penyedia (BAB.IKP), No. 28.12.b.2).e).(2).(1). Peserta dinyatakan memenuhi elemen Kepemimpinan dan Partisipasi pekerja dalam keselamatan konstruksi apabila menyampaikan Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi yang memenuhi ketentuan: (a) mencantumkan 7 (tujuh) pernyataan “KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI” sebagaimana memperhatikan BAB.VI. Bentuk Dokumen Penawaran “Huruf J” Bentk Rencana Keselamatan Konstruksi.. Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi : ..angka No. 1.Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;…. | |
| 0722646908706000 | - | - | |
| 0210592101701000 | - | - | |
| 0432166460701000 | - | - | |
| 0914107263707000 | - | - | |
| 0415748979701000 | - | - | |
| 0933409096707000 | - | - | |
| 0860479690704000 | - | - | |
| 0010716181058000 | - | - | |
| 0016365538702000 | - | - | |
| 0435527445701000 | - | - | |
| 0027651256701000 | - | - | |
CV Putra Sandi | 07*0**7****01**0 | - | - |
Elang Karya Abadi | 09*0**4****01**0 | - | - |
| 0027648849701000 | - | - | |
| 0854861713701000 | - | - | |
| 0948382957701000 | - | - | |
| 0950577684704000 | - | - | |
| 0030272546701000 | - | - | |
CV Cahaya Trikasih | 08*8**2****02**0 | - | - |
| 0029425444701000 | - | - | |
CV Heora Istiqomah | 04*1**7****07**0 | - | - |
Tiga Muda Bersaudara | 06*5**1****01**0 | - | - |
| 0661414557701000 | - | - | |
| 0951324102701000 | - | - | |
| 0826091621701000 | - | - | |
| 0023739113701000 | - | - | |
| 0027647577701000 | - | - | |
CV Tanjung Keramat | 0020860490705000 | - | - |
| 0747791259701000 | - | - | |
CV Aprobaja | 09*2**0****01**0 | - | - |
| 0027645753701000 | - | - | |
| 0031669955701000 | - | - | |
| 0933280802701000 | - | - | |
| 0947401014704000 | - | - | |
| 0025277948701000 | - | - | |
| 0825619901701000 | - | - | |
| 0027648187701000 | - | - | |
| 0960592822701000 | - | - | |
| 0714627205701000 | - | - | |
| 0025167743701000 | - | - | |
PT Artama Anugrah Konstruksi | 09*4**9****67**0 | - | - |
| 0029043254701000 | - | - | |
| 0015264286706000 | - | - | |
CV Ezra Anugrah | 0962837803706000 | - | - |
| 0015496052703000 | - | - | |
PT Gunung Baja Permata | 09*1**9****35**0 | - | - |
PT Indo Trans Konstruksi | 08*8**7****07**0 | - | - |
| 0017820226701000 | - | - | |
| 0015916042701000 | - | - | |
| 0020861811701000 | - | - | |
| 0029045168701000 | - | - | |
| 0952104057703000 | - | - | |
| 0029428752701000 | - | - | |
CV Ambasador Kalbar | 09*5**6****04**0 | - | - |
| 0026824847701000 | - | - | |
| 0027652130701000 | - | - | |
| 0028273274643000 | - | - | |
| 0840486849705000 | - | - | |
| 0860545888704000 | - | - | |
Suryanti | 0029397486706000 | - | - |
| 0030272884701000 | - | - | |
| 0663464964701000 | - | - | |
| 0317675999706000 | - | - | |
| 0628548059713000 | - | - | |
| 0026321380706000 | - | - | |
Batara Sakti, CV | 0032784563701000 | - | - |
| 0030990196701000 | - | - | |
| 0933174872701000 | - | - | |
| 0014049456701000 | - | - | |
| 0030272272701000 | - | - | |
Nakindo | 0803544998701000 | - | - |
CV Persadanta Karya | 04*9**0****05**0 | - | - |
| 0916437528707000 | - | - | |
| 0031735251702000 | - | - | |
| 0015057623705000 | - | - | |
| 0032736837942000 | - | - | |
| 0027654136701000 | - | - | |
| 0846859387701000 | - | - | |
| 0029166261706000 | - | - | |
| 0813618774705000 | - | - | |
| 0020862017705000 | - | - | |
CV Citra Naba Lestari | 0021204623833000 | - | - |
| 0015915135701000 | - | - | |
| 0029155066704000 | - | - | |
| 0029252145923000 | - | - |
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT
DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN
METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN KECAMATAN SEGEDONG
KABUPATEN MEMPAWAH
Pengguna Anggaran : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi
Kalimantan Barat
Satker/SKPD : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Nama PPK : Jimmie Hustika Saputra, ST.,MT
Program : Program Peningkatan Prasarana, Sarana Dan Utilitas Umum
(PSU)
Kegiatan : Urusan Penyelenggaraan PSU Permukiman
Pekerjaan : Pembangunan Jembatan Kecamatan Segedong Kabupaten
Mempawah
TAHUN ANGGARAN 2023
METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN KECAMATAN SEGEDONG
Sebelum dilaksanakan konstruksi jembatan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada
masyarakat yang berada disekitar lokasi konstruksi. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk
menginformasikan kepada masyarakat akan dibangun jembatan baru untuk mengganti
jembatan sebelumnya.
Sebelum tahapan pelaksanaan konstruksi jembatan dimulai terdapat beberapa pekerjaan yang
perlu dilaksanakan yaitu :
- Survei dan Investigasi Lapangan
- Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan pelaksanaan konstruksi jembatan dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
1) Pekerjaan Site Plan
2) Pembuatan Pondasi
a) Pemancangan Minipile
b) Pembuatan Kepala Pondasi Poer
3) Pemasangan Balok
a) Pemasangan Balok Utama
b) Pemasangan Balok Anak (Balok Diagfragma)
4) Pekerjaan Lantai Jembatan
a) Pemasangan Floordeck/Bondek
b) Pemasangan Bekisting
c) Penulangan Lantai Jembatan
d) Pengecoran Lantai Jembatan
5) Pekerjaan Phylon
a) Pemasangan Rangka Phylon
b) Pemasangan Kabel Utama
c) Pemasangan Kabel Hanger
6) Pekerjaan Pagar Jembatan
a) Perakitan Pagar Jembatan
b) Pemasangan Pagar Jembatan
7) Pekerjaan Oprit Jembatan
8) Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal
A.1. Survey dan Investigasi Lapangan
A.1.1. Pengukuran Lokasi Jembatan
Pengukuran lokasi jembatan dilakukan untuk menentukan posisi titik letak tanda-tanda
yang telah dibuat oleh manusia atau secara alamiah yang berada diatas permukaan tanah.
Proses ini perlu dilakukan untuk membuat peta topografi lokasi jembatan berada yang
pengukuranya dilakukan langsung dipermukaan bumi dengan menggunakan peralatan untuk
pengukuran topografi.
a) Peralatan yang digunakan untuk pengukuran topografi adalah:
- Teodolite
- Meteran
- Tripod
- Rambu Ukur
- Patok penanda titik yang diukur
b) Tahapan pengukuran lokasi jembatan sebagai berikut:
- Mobilisasi anggota dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
- Meminta izin warga sekitar lokasi jembatan untuk melakukan pengukuran.
- Melakukan persiapan pelaksanaan pengukuran.
- Membersihkan area pengukuran dari hal yang dapat mengganggu ketika pengukuran
berlangsung seperti tangkai pohon. Sehingga titik pengukuran tidak terhalangi.
- Penentuan posisi titik-titik ukur yang harus terdistribusi merata dengan interval
seragam, aman dari gangguan, serta mudah mendirikan alat ukur.
- Pengukuran ini dilakukan secara menyeluruh untuk mendapatkan hasil yang akan
digunakan untuk penggambaran topografi seperti gambar 1 dibawah ini.
Gambar 1. Pengukuran Topografi
A.1.2. Investigasi Tanah
Investigasi tanah dilakukan untuk menunjang pelaksanaan dari Pembangunan Jembatan
yang akan dibangun. Pelaksanaan investigasi diharapkan menghasilkan data yang dapat
digunakan sebagai gambaran umum untuk pelaksanaan. Sehingga data tersebut dapat mewakili
keadaan tanah disekitar lokasi jembatan. Penyelidikan tanah yang akan dilakukan untuk
jembatan kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah menggunakan alat Boring
(Penyelidikan Tanah Dalam) dimana tahapan investigasi tanah menggunakan Boring adalah
sebagi berikut :
- Mobilisasi tim investigasi dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
- Meminta izin kepada warga disekitar lokasi penyelidikan tanah
- Membersihkan dan menyiapkan area disekitar lokasi jembatan untuk pengujian tanah.
- Titik-titik pengujian yang ditentukan dari hasil pengukuran topografi harus dalam keadaan
bersih dan tidak terganggu oleh semak ataupun konstruksi sebelumnya.
- Investigasi tanah dilakukan di dua titik. Titik tersebut adalah lokasi dari kepala jembatan
(Oprit)
- Pelaksanaan uji Boring dihentikan ketika terjadi kondisi pengujian bila nilai SPT>50 untuk
4 kali interval pengambilan dimana interval pengambilan SPT 2m
Gambar 2. Investigasi Tanah (Boring)
A.2. Pekerjaan Persiapan
A.2.1. Pengadaan Material
Pengadaan material untuk konstruksi Jembatan yaitu :
a. Bangunan Bawah
- Pondasi yang terdiri atas Minipile Presstress Uk. 30 x 30 cm (Presstress) Panjang 10
meter, Agregat Kasar, Agregat halus, Semen.
- Pylon yang menggunakan profil IWF dan kelengkapan base plate
b. Bangunan Atas
- Perlengkapan kabel yaitu kabel utama, kabel penggantung (Hanger), buldog grip dan
baut.
- Kebutuhan balok utama/gelagar utama, gelegar anak/balok diagfragma yaitu: profil
baja IWF.
- Plat lantai mempergunakan Floordeck/Bondek.
- Pagar Jembatan mempergunakan material Plat Besi Tebal 12 mm, Plat Baja tebal 2 mm
+ Cutting dan pengecatan.
- Untuk Pekerjaan mekanikal elektrikal mempergunakan lampu warna warni yang
dipasang untuk menerangi jembatan pada saat malam hari.
Contoh dari material yang digunakan untuk konstruksi Jembatan dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.
Gambar 3. Material Jembatan
A.2.2. Pekerjaan Pemagaran Area Proyek
Pekerjaan pemagaran dalam suatu proyek biasanya diperlukan untuk tujuan keaamanan
lingkungan lokasi proyek, dalam hal ini pemagaran area proyek ditujukan untuk melindungi
segala sesuatu yang berada dalam proyek agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi
sehingga bisa menghambat jalannya pekerjaan dalam proyek tersebut dari awal pekerjaan
proyek sampai selesainya pekerjaaan proyek tersebut. Pemagaran dalam suatu proyek biasanya
dilakukan pada tahap awal pekerjaan proyek oleh karena itu diperlukan pemilihan jenis pagar
yang sesuai dengan kapasitas dari proyek yang akan dikerjakan semakin kompleks suatu
proyek maka jenis pemagaran yang dibutuhkan akan sebanding dengan nilai dari proyek
tersebut atau dengan asumsi semakin mahal asset pekerjaan proyek tersebut maka pemilihan
jenis pagar yang akan digunakan harus memiliki kapasitas yang bisa diandalkan untuk menjaga
keaamanan dari asset suatu proyek, oleh karena itu perlu diketahui pemilihan jenis pagar yang
sesuai berdasarkan biaya dan waktu sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangan
berbagai jenis pagar hal ini dilakukan untuk keberlangsungan proyek agar sesuai dengan
perencanaan proyek tersebut
Gambar 4. Pemagaran area proyek
A.2.3. Pekerjaan Pembongkaran Bangunan Lama
Pekerjaan pembongkaran dilakukan untuk membongkar struktur lama Jembatan Gantung
Segedong karena akan digantikan dengan struktur jembatan yang baru. Pembongkaran ini
dilaksanakan secara bertahap setiap komponen jembatan. Tahapan pelaksanaan pembongkaran
struktur jembatan lama adalah:
• Pembongkaran pylon jembatan.
• Pembogkaran pondasi dari menara jembatan sampai dengan 30 cm dibawah permukaan
tanah aslinya.
• Pembongkaran blok angkur kabel utama dan kabel ikatan angin, serta pondasi menara.
• Struktur yang sudah dibongkar kemudian dibuang atau disimpan sesuai dengan
petunjuk dari Direksi Pekerjaan.
A.2.4. Pekerjaan Mobilisasi Material dan Alat
Mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah kegiatan mendatangkan ke lokasi (mobilisasi) dan
mengembalikan (demobilisasi) alat-alat proyek sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam
dokumen lelang dengan menggunakan alat angkutan darat (trailer / truck besar) atau alat angkut
air (ponton).
Mobilisasi adalah kegiatan untuk mendatangkan sumber daya dalam proyek seperti yang di
bawah ini:
1. Membeli dan menyewa tanah/lahan untuk membuat base camp.
2. Mendatangkan staff dan personil kerja sesuai dengan kebutuhan lapangan.
3. Mendatang peralatan seperti yang tertera dalam dokumen penawaran seperti peralatan
laboratorium dan peralatan konstruksi utama.
4. Menyediakan base camp seperti kantor lapangan, gudang, bengkel, dan lain-lain.
5. Mendatang bahan pekerjaan.
Demobilisasi adalah kegiatan untuk mengembalikan kondisi tempat kerja menjadi kondisi saat
pekerjaan belum dimulai termasuk sumber daya yang untuk mobilisasi seperti pemindahan
instalasi alat, peratalan, perlengkapan, personil dan lain-lain.
Gambar 5. Mobilisasi & demobilisasi material
A.3. Pekerjaan Konstruksi
A.3.1. Pekerjaan Site Plan
Site plan perlu disiapkan sebelum pelaksanaan konstruksi jembatan dimulai Dalam pekerjaan
site plan dilakukan penentuan lokasi dan batas dari fasilitas yang dibutuhkan selama
pelaksanaan konstruksi. Fasilitas tersebut adalah:
• Batas dari lokasi proyek pembangunan Jembatan
• Kantor proyek (direksi keet)
• Penyimpanan material (stockyard), dan tempat kerja (workshop)
• Gudang tertutup untuk material yang harus terlindung dari pengaruh cuaca
• Ganset dan panel ruang utama
• Area manuver kendaraan angkut
• Barak pekerja dan toilet
• Pos jaga dan tempat sampah
• Pagar pengaman dan papan nama proyek
Fasilitas proyek tersebut ditentukan lokasi dan batasnya sesuai dengan kebutuhan area
pelaksanaan jembatan gantung. Kebutuhan area pelaksanaan jembatan gantung diketahui
dengan :
• Menentukan as Jembatan mulai dari pondasi ke pondasi yang lainya.
• Menentukan titik – titik pemancangan tiang pancang untuk pilar pondasi jembatan
A.3.2. Pekerjaan Pondasi / Pilar Jembatan
Setelah menentukan lokasi titik untuk pondasi /Pilar Jembatan dengan tahapan pekerjaan
sebagai berikut:
a) Pembuatan Bowplank
• Tentukan ukuran dari pondasi yang akan dibuat. Ambil jarak minimal 1 meter keluar
dari pinggiran pondasi untuk pemasangan patok tiang bouwplank.
• Dirikan patok disetiap sudut dari pondasi yang sudah diberi jarak 1 meter.
• Menggunakan selang waterpass ukur ketinggian patok untuk pondasi sesuai rencana.
Seluruh patok dilakukan pengukuran ketinggian dengan selang waterpass dan pastikan
elevasinya sama.
• Papan arah memanjang dipakukan pada seluruh patok. Elevasi dari papan ini akan
menjadi tanda dari ketinggian pondasi.
• Papan tersebut diberi paku yang dipasangkan benang nylon. Fungsi dari paku ini untuk
menentukan pondasi dalam keadaan siku.
• Papan diberi paku kembali untuk menentukan lebar bagian atas dan as dari pondasi.
• Pasangkan benang pada paku tersebut. Kemudian benang ditarik sesuai dengan bentuk
dari pondasi yang sudah direncanakan. Benang digunakan untuk tanda pekerja ketika
menggali pondasi.
• Pembuatan bouwplank dilakukan sesuai dengan dimensi pondasi blok angkur, pondasi
pylon, dan pondasi untuk kabel ikatan angin yang sudah direncanakan. Contoh dari
pembuatan bouwplank terlihat pada Gambar 4.
Gambar 6. Pembuatan Bowplank
b) Setelah bouwplank terpasang dilakukan pengecekan terhadap letak as dan elevasi dari
pondasi struktur jembatan.
c) Ketika letak as dan elevasi jembatan sudah benar dapat dilakukan Pemancangan
Minipile/pondasi pilar jembatan.
Gambar 7. Pemancangan Minipile/Tiang Pancang Pilar Jembatan
d) Setelah selesai pemancangan Tiang Pancang (Minipile) dilakukan pemecahan kepala
minipile/tiang pancang yang selanjutnya akan dijadikan satu dengan penulangan poer.
Gambar 8. Pembesian Pondasi dan Poer
e) Pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan bekisting Poer/Kepala Tiang Pilar
Pemasangan bekisting harus diperhatikan as pondasi sesuai dengan gambar rencana.
Gambar 9. Bekisting Poer/Tiang Kepala Pondasi
f) Setelah selesai proses pemasangan bekisting poer, pekerjaan dilanjutkan dengan
pemasangan pembesian Poer/tiang kepala pondasi
Gambar 10. Pembesian Poer/Tiang Kepala Pondasi
g) Pemasangan Angkur
• Penentuan posisi angkur dan baseplate dilakukan oleh surveyor dengan bantuan
materan panjang, ditentukan baik secara vertikal maupun horizontal. Penentuan
dilakukan harus tepat pada posisi ketinggiannya.
• Setelah posisi ditentukan, lalu dipasang angkur pada tulangan-tulangan balok
ringbalk, pada ring balok yang telah dilubangi. Pemasangan angkur dilakukan
dengan pengelasan penuh. Setelah angkur terpasang, selanjutnya balok siap
dilakukan pengecoran.
• Sebelum dilakukan pengecoran daerah titik cor dibersihkan terlebih dahulu ari debu
dan kotoran, lalu diberi atau disapukan lem beton sikadur 31 CF. Saat pengecoran,
campuran mortar diberi campuran sika cim.
• Setelah angkur terpasang dan balok telah di-cor, selanjutnya dilakukan pemasangan
base plate. Titik level base plate dicek kembali baik secara vertikal maupun
horizontal, untuk mendapatkan posisi yang tepat.
• Setelah berada pada posisi yang diinginkan, baseplate dibaut kuat agar posisi tidak
berubah atau bergeser, Untuk bagian yang berongga, antara base plate dan ringbalk,
ditutup dengan semen grouting.
h) Setelah dipastikan bekisting sudah sesuai dengan rencana dan kokoh dapat dilanjutkan
dengan pengecoran dengan mutu beton yang sudah ditentukan.
Gambar 11. Pengecoran Poer/Tiang Kepala Pondasi
A.3.3. Pekerjaan Pemasangan Balok Utama dan Balok Anak/Balok Diagfragma Baja WF
a) Setelah dipastikan umur beton Poer/kepala Pondasi tiang pilar dilanjutkan dengan
pemasangan Balok utama yaitu WF ukuran. 600 x 200 x 11 x 17. Dimana sebelum
dipasang balok utama terlebih dahulu dipasang karet elastamor.
Gambar 12. Pemasangan Balok Utama
b) Setelah pemasangan Balok utama yaitu WF ukuran. 600 x 200 x 11 x 17. Selesai
dilanjutkan dengan pemasangan Besi kanal C dengan ukuran. 60 x 30 x 10 x 1,6 yang
berfungsi sebagai penyangga balok anak/balok diagfragma.
Gambar 13. Pemasangan Kanal C
c) Setelah pemasangan Balok utama yaitu WF ukuran. 600 x 200 x 11 x 17. Selesai
dilanjutkan dengan pemasangan Besi kanal C dengan ukuran. 60 x 30 x 10 x 1,6 selesai
dilanjutkan dengan pemasangan balok anak/balok diagfragma.
Gambar 14. Pemasangan Balok Anak/Diagfragma
A.3.4. Pekerjaan Lantai Jembatan
a) Tahapan pertama yang dilaksanakan pada pekerjaan pelat lantai adalah pemasangan
tulangan geser, dimana tulangan geser ini bermaerialkan besi ulir (U32) yang dipasang
dengan jarak tertentu dengan maksud sebagai berikut :
- Menahan sebagian gaya geser pada bagian yang retak.
- Mencegah penjalaran retak diagonal sehingga tidak menerus ke bagian tekan beton.
Gambar 15. Pemasangan Tulangan Geser
b) Selanjutnya adalah pemasangan Floordeck/Bondek sebagai bekisting pelat lantai
jembatan. Dimana pemasangan Floordeck/Bondek ini dilas atau disambungkan dengan
Tulangan geser yang sudah terpasang sebelumnya.
Gambar 15. Pemasangan Floordeck/Bondek
Gambar 16. Pemasangan Floordeck/Bondek
c) Tahapan selanjutnya adalah pemasangan bekisting bagian samping kiri dan kanan pelat
lantai.
Gambar 17. Pemasangan Bekisting Lantai
d) Pemasangan tulangan lantai dilakuka setelah bekisting selesai dilaksanakan, dimana
tulangan lantai ini diletakkan didalam bekisting yang sudah selesai dipasang.
Gambar 18. Pemasangan Tulangan Lantai
e) Setelah Bekisting dipastikan kuat dan pemasangan tulangan selesai dilaksanakan
selanjutnya adalah proses/tahapan pengecoran lantai. Catatan yang harus diperhatikan
adalah apabila terjadi pemberhentian/pemutusan pengecoran harus memperhatikan
ketentuan dan syarat didalam pelaksanaan pekerjaan beton bertulang.
Gambar 19. Pengecoran Lantai Jembatan
A.3.5. Pekerjaan Pemasangan Phylon
Pylon yang digunakan untuk Jembatan Gantung Segedong harus dilakukan perakitan dahulu
dilokasi konstruksi jembatan sebelum dihubungkan dengan base plate. Proses pekerjaan
pemasangan pylon adalah :
a) Perakitan kolom dan balok pylon dilokasi konstruksi jembatan menggunakan sambungan
baut. Perakitan ini dilakukan pada kedua buah pylon.
b) Dilakukan pengencangan baut yang menyambung balok dan kolom pylon.
c) Kemudian dilakukan pemasangan tali webbing pada salah satu pylon. Tali webbing tersebut
sudah dihubungkan dengan pengait pada mobile crane.
d) Setelah dipastikan tali terpasang dengan benar maka dilakukan pengangkatan pylon hingga
posisinya menjadi vertikal seperti Gambar 20 Pada tahap ini harus ada pekerja yang
memastikan pylon terangkat dengan aman dan juga mengarahkan pylon ke posisi vertikal
sesuai dengan lokasi dimana base plate terletak.
Gambar 20. Pemasangan Phylon
e) Ketika posisi pylon sudah sesuai dengan base plate maka dilakukan pemasangan pylon
menggunakan baut angkur lalu dikencangkan.
f) Ketika pylon ke-1 sudah terpasang pada posisi yang benar, maka dapat dilanjutkan untuk
pemasangan pylon yang ke-2.
g) Pemasangan pylon yang ke-2 sama seperti tahapan proses pemasangan pylon yang ke-1.
Pastikan melakukan pengencangan pada balok angkur.
h) Pemasangan balok pylon untuk membuat pylon menjadi rangkap dapat dilihat pada Gambar
9. Balok ini disambungkan pada kedua buah kolom pylon ke-1 dan ke-2 menggunakan
sambungan baut.
Gambar 21. Pemasangan Balok Phylon
A.3.6. Pekerjaan Pemasangan Kabel Utama
Pekerjaan pemasangan kabel utama dapat dimulai dengan mempersiapkan kabel utama yang
akan digunakan. Tahapan pemasangan kabel utama adalah :
a) Bentangkan kabel utama dari satu sisi ke sisi lainya jembatan.
b) Setelah kabel terbentang, kaitkan kabel utama ke angkur seperti pada Gambar 10. Kabel
utama dijepitkan dengan menggunakan buldog grip.
Gambar 22. Pengaitan Balok Utama ke Blok Angkur
c) Jika kabel utama telah terikat disalah satu sisi, dilanjutkan dengan menempatkan kabel
utama di pylon jembatan. Pada bagian atas pylon sudah tersedia pelana yang berguna
untuk dudukan kabel. Sketsa proses pekerjaan ini seperti Gambar 11 dan Gambar 12.
Gambar 23. Pengaitan Balok Utama ke Blok Poer/Kepala Pilar
Gambar 24. Pemasangan Kabel Utama di Phylon
d) Kemudian ikatkan kembali kabel utama ke angkur sisi satunya seperti Gambar 13.
Setelah diikat dilakukan penarikan kabel dengan menggunakan tackle.
Gambar 25. Pemasangan Kabel Utama ke Angkur lainnya
e) Ketika kabel sudah memiliki kekencangan sesuai dengan rencana maka kabel tersebut
dijepit menggunakan buldog grip. Sketsa tahapan ini seperti Gambar 14.
Gambar 26 Pengencangan Kabel Utama
A.3.7. Pekerjaan Pemasangan Clamp dan Hanger
Tahapan pekerjaan pemasangan Clamp dan Hanger adalah:
a) Setelah kabel utama terpasang sesuai dengan rencana maka siapkan clamp, batang
penggantung, dan trunbuckle.
b) Hanger dirangkai menggunakan turnbuckle satu persatu sesuai dengan Panjang dari
masing-masing di setiap koordinat hanger yang telah direncanakan.
c) Ketika clamp dipasangkan pada kabel utama dibutuhkan alat bantu berupa tangga
bambu dan alat pengaman seperti body harness. Contoh pemasangan clamp dan hanger
terlihat pada Gambar 27.
Gambar 27. Pemasangan Clamp
d) Sambungkan hanger sepert Gambar 27 yang memiliki panjang berbeda-beda ke clamp
sesuai dengan urutan titik koordinat yang telah direncanakan. Pastikan clamp dalam
keadaan yang terkunci dengan benar agar tidak berpindah posisi.
Gambar 28. Pemasangan Hanger
A.3.8. Pekerjaan Pagar/Sandaran Jembatan
Sandaran (railing) dari jebatan dipasang dengan merangkai setiap bagian sandaran yang
Sandaran ini saling dihubungkan dengan menggunakan baut dan las. Selain itu sandaran juga.
Pemasangan sandaran seperti sketsa pada Gambar 29. Sandaran /pagar jembatan ini sebelum
dipasang dilakukan pekerjaan pabrikasi terlebih dahulu di tempat lainnya/bengkel.
Gambar 29. Pemasangan Pagar/Sandaran Jembatan
Gambar 30. Pemasangan Pagar/Sandaran Jembatan
A.3.9. Pekerjaan Oprit Jembatan
a) Oprit jembatan dimulai dengan pembuatan dinding oprit dengan mempergunakan
konstruksi Pasangan Batu Pecah. Dikedua sisi oprit.
Gambar 31. Pasangan Batu Oprit Jembatan
b) Setelah selesai Dinding Pasangan Batu selanjutnya dilakukan pengurugan lantai oprit yang
dilanjutkan dengan pemsangan pembesian lantai oprit.
Gambar 35. Urugan dan Pemasangan Pembesian Lantai Oprit
c) Setelah selesai Dinding Pasangan Batu selanjutnya dilakukan pengurugan lantai oprit yang
dilanjutkan dengan pemsangan pembesian lantai oprit.
Gambar 33. Pengecoran Lantai Oprit
A.3.10. Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal
a) Penyambungan Aliran Listrik dari PLN dimana utk seluruh keperluan aliran listrik yang
akan dipergunakan pada Jembatan ini nantinya akan melalui Kotak Panel (Control Panel)
yang harus diletakkan ditempat yang aman.
Gambar 34. Pemasangan Panel Listrik
b) Pemasangan Lampu yang di letakkan pada kabel utama dan Kabel hanger, dimana lampu
ini dipasanga dengan warna yang bermacam-macam untuk menambah keindahan
Jembatan ini pada malam hari..
Gambar 36 Pemsangan Lampu Jembatan
c) Pemasangan Huruf pada jembatan yang bermaterialkan Acrylick yang dilengkapi dengan
lampu sehingan pada saat malam hari dari bercahaya yang dapat menampilkan identitas
lokasi jembatan.
Gambar 37 Pemsangan Tulisan Acrylic Jembatan