Pelaksanaan Perkuatan Tebing Sungai / Saluran Kecamatan Menjalin Kab. Landak

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 9381097
Date: 16 August 2023
Year: 2023
KLPD: Provinsi Kalimantan Barat
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,300,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,300,000,000
Winner (Pemenang): CV Indofahri Mandiri
NPWP: 904976222704000
RUP Code: 42867240
Work Location: Pelaksanaan Perkuatan Tebing Sungai / Saluran Kecamatan Menjalin Kab. Landak - Landak (Kab.)
Participants: 45
Applicants
Reason
0904976222704000Rp 1,234,105,985-
CV Borneo Raya Kontraktor
06*5**6****01**0Rp 1,033,766,963Berdasarkan undangan klarifikasi pada aplikasi SPSE tanggal 4 September 2023, dan Dokumen Pemilihan BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) 28.12.e. Dalam hal klarifikasi dilakukan kepada peserta, peserta yang tidak hadir atau tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifkasi, maka menggugurkan penawaran : dalam hal ini CV BORNEO RAYA KONTRAKTOR tidak hadir dalam undangan klarifikasi, maka dinyatakan gugur pada evaluasi teknis
0635502412707000Rp 995,117,582Berdasarkan Dokumen Pemilihan Bab IV.F.2.Memiliki kemampuan menyediakan peralatan utama untuk pelaksanaan pekerjaan yaitu DUMP TRUCK, dan Berdasarkan Berita Acara Klarifikasi/Konfirmasi Pemberi Kwitansi Nomor : 000.3.1/100.5.1.Add/POKJA6.BK-T/DPUPR/2023/BPBJ tanggal 1 September 2023 : dari hasil Klarifikasi menyatakan bahwa Pemberi Sewa Peralatan Dump Truck PT. BUMINDO SAKTI menyatakan surat sewa tersebut tidak benar.
0942884594704000Rp 1,134,048,314Berdasarkan Dokumen Pemilihan Bab IV.F.6. Persyaratan Lainnya, Peserta Tender wajib menyampaikan Surat Pernyataan menggunakan material batu dari hasil usaha pertambangan yang memiliki Ijin Usaha Pertambangan dan wajib melampirkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi atau Surat Dukungan dari pengusaha/badan usaha/koperasi yang memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi yang masih berlaku, dan Berdasarkan Berita Acara Klarifikasi/Konfirmasi Pemberi Kwitansi Nomor : 000.3.1/100.5.5.Add/POKJA6.BK-T/DPUPR/2023/BPBJ tanggal 5 September 2023 : dari hasil klarifikasi Surat Dukungan IUP yang disampaikan berbeda dengan dokumen Penawaran teknis
0030622229214000Rp 1,040,000,000-
0748417391702000--
0615610565701000--
0030273023701000--
0764283099701000--
0023824683702000--
0025167743701000--
0922018940705000--
0840174569701000--
0934976127701000--
Batara Sakti, CV
0032784563701000--
CV Gapura Jaya
00*6**6****01**0--
0817620875701000--
0661414557701000--
0014533343701000--
0435527445701000--
0749449393701000--
0415748979701000--
0020862850705000--
0029428752701000--
0027647288701000--
0851920538701000--
0027125301703000--
0629774027704000--
Prasandha Saputra
00*6**1****02**0--
0023824840702000--
0020863189703000--
0629604513707000--
Suryanti
0029397486706000--
0026824847701000--
0017136706431000--
0029425444701000--
Chanel
00*8**4****21**0--
0017816471701000--
0027648849701000--
0852058924701000--
0916437528707000--
0904977147704000--
Aero Usaha Bersama
06*5**1****01**0--
0622112993707000--
0839928223701000--
Attachment
PEKERJAAN PERSIAPAN                                                       
                                                                          
2.2.1. PAPAN NAMA PROYEK                                                  
                                                                          
  •  Pemasangan papan nama proyek pada lokasi pekerjaan.                  
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembayaran pekerjaan pengukuran dihitung berdasarkan kuantitas yang sudah 
                                                                          
dilaksanakan dalam satuan lump sum.                                       
                                                                          
                                                                          
                                                                          
2.2.2. SEWA BARAK KERJA                                                   
                                                                          
  •  Penyedia Jasa menyediakan, memelihara, membersihkan, menjaga dan barak
     kerja yang telah disewa sampai pekerjaan selesai.                    
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembayaran pekerjaan pengukuran dihitung berdasarkan dalam satuan lump sum sesuai
                                                                          
dengan proses kegiatan.                                                   
                                                                          
                                                                          
                                                                          
2.3. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)                                 
                                                                          
2.3.1. BIAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)                         
                                                                          
  •  Aspek Keselamatan Kerja                                              
                                                                          
     Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan
                                                                          
     dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Ketentuan-ketentuan tersebut harus
                                                                          
     diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara
                                                                          
     menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan, mulai dari tahap pekerjaan
                                                                          
     persiapan hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan.          
  •  Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan dan Keamanan                   
                                                                          
     Penyedia Jasa harus mengadakan tindakan pencegahan atas risiko kehilangan dan
                                                                          
     keselamatan pekerja selama dalam pelaksanaan dengan melengkapi sepatu
                                                                          
     lapangan, topi, sabuk pengaman atau sejenisnya. Pada tempat-tempat yang
                                                                          
     diperlukan Penyedia Jasa, harus memasang penerangan, tanda dan penjaga atau
                                                                          
     alat pengamanan lainnya.                                             
                                                                          
     Penyedia Jasa harus mentaati peraturan tentang keselamatan kerja yang telah
     dikeluarkan oleh pemerintah. Penyedia Jasa dapat mengadakan pertemuan
                                                                          
     berkala antara kepala bagian keamanan dengan Direksi guna meningkatkan
                                                                          
     keamanan. Penyedia Jasa harus melaporkan kepada Direksi selambat-lambatnya
                                                                          
     24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian kecelakaan kerja.          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembayaran pekerjaan pengukuran dihitung berdasarkan dalam satuan lump sum sesuai
                                                                          
dengan sesuai dengan SMKK.                                                
                                                                          
                                                                          
                                                                          
2.4. PEKERJAAN PERKUATAN TEBING                                           
                                                                          
2.4.1. PEMBERSIHAN LOKASI                                                 
                                                                          
  •  Pembersihan lokasi harus meliputi semua material organik seperti rumput,
                                                                          
     lapisan permukaan dan akar-akar dari semua pondasi timbunan, dari semua
                                                                          
     daerah dimana material akan digunakan sebagai timbunan, dari semua dasar
                                                                          
     jalan, dari semua tanah luar/borrow yang telah ditentukan lokasinya yang akan
                                                                          
     digunakan dan pada semua daerah yang tertera pada gambar dan bilamana
                                                                          
     diperintahkan oleh Direksi.                                          
  •  Pelaksanaan pembersihan lokasi akan dilakukan beberapa cara, seperti untuk
                                                                          
     memindahkan semua material yang tidak sesuai untuk timbunan atau untuk
                                                                          
     pondasi dan semua material organic seperti rumput, lapisan tanah dasar dan
                                                                          
     akar-akaran, yang mana tidak termasuk sebagai pekerjaan pembongkaran dan
                                                                          
     pembersihan.                                                         
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
Bobot untuk pembayaran dari pembersihan lokasi akan dihitung berdasarkan meter
                                                                          
persegi (m2) dari daerah pembersihan yang berdasarkan pada gambar, spesifikasi atau
                                                                          
yang diperintahkan oleh Direksi.                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
2.4.2. GALIAN TANAH                                                       
                                                                          
  •  Semua penggalian harus dilaksanakan berdasarkan bentuk dan elevasi yang
                                                                          
     tertera pada gambar atau bentuk dan elevasi lain yang diperintahkan oleh Direksi.
                                                                          
     Kontraktor wajib melakukan perapihan terhadap bentuk dan elevasi pada semua
                                                                          
     galian permanen agar mendekati bentuk gambar.                        
                                                                          
  •  Pada saat galian dilaksanakan dan dibentuk rapi, Direksi harus diberitahukan
                                                                          
     sehingga Direksi dapat melakukan pengecekan/peninjauan terhadap hasil galian
                                                                          
     dan tidak ada galian yang diisi atau dilapisi oleh material lainnya sampai dengan
                                                                          
     selesai pengecekan dan Kontraktor telah diberikan ijin resmi untuk melanjutkan
                                                                          
     pekerjaan.                                                           
                                                                          
  •  Galian harus termasuk galian semua jenis material tanah yang secara efektif dapat
                                                                          
     dengan mudah digali oleh tenaga manusia.                             
                                                                          
  •  Segala tindak pencegahan harus dilakukan untuk mempertahankan material
                                                                          
     dibagian bawah dan diluar daerah galian dalam kondisi sangat baik. Segala
     kerusakan yang terjadi pada pekerjaan selama Kontraktor bekerja termasuk
                                                                          
     kerusakan material diluar batas penggalian harus diperbaiki dengan   
                                                                          
     menggunakan biaya pribadi Kontraktor.                                
                                                                          
  •  Semua kelebihan penggalian yang dilakukan oleh Kontraktor untuk maksud dan
                                                                          
     tujuan tertentu, kecuali bila diperintahkan oleh DIreksi, baik dikarenakan
                                                                          
     kesalahan Kontraktor, harus bertanggung jawab sendiri oleh Kontraktor.
                                                                          
  •  Setiap kelebihan galian harus ditimbun Kembali dengan syarat material yang
     dipergunakan harus memenuhi persyaratan untuk menjaga agar kondisi tanah
                                                                          
     tidak akan menimbulkan kerusakan terhadap pekerjaan dikemudian hari. 
                                                                          
  •  Kerusakan kemiringan galian akibat getaran yang disebabkan oleh pekerjaan
                                                                          
     Kontraktor harus diperbaiki dengan biaya sendiri Kontraktor. Oleh sebab itu luas
                                                                          
     daerah galian harus dilakukan seminimal mungkin.                     
                                                                          
  •  Material galian harus ditempatkan pada daerah pembuangan yang disetujui oleh
                                                                          
     Direksi seperti yang tertera pada gambar atau ditunjuk oleh Direksi. 
                                                                          
  •  Kontraktor harus merapikan dan mengatur tanah galian dengan ketinggian
                                                                          
     maksimum 2 meter dan meratakannya sesuai persetujuan Direksi. Kontraktor
                                                                          
     juga harus menjaga agar timbunan sisa galian tidak mengganggu jalur alir yang
                                                                          
     ada pada lokasi pembuangan dan harus menyelidiki setiap pengaturan yang
                                                                          
     berhubungan dengan lapangan, baik terhadap yang dianjurkan Direksi maupun
                                                                          
     badan yang berwewenang mengenai hal tersebut diatas.                 
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembobotan untuk pembayaran dari penggalian harus dibuat berdasarkan jumlah dalam
                                                                          
meter kubik (m3) hasil galian dari permukaan tanah atau dari tanah dasar ke garis berat
                                                                          
dan tingkatan-tingkatan yang tertera pada gambar atau yang diperintahkan Direksi.
1.4.3. PEMBUATAN DAN PEMANCANGAN MINI PILE 20 X 20 – 5 METER K-275        
  1. Material yang digunakan                                              
                                                                          
    • Beton Mini Pile mempunyai mutu K-275 ukuran 20×20 dan panjang 5 meter
    • Tulangan utama tiang menggunakan 4 buah besi beton ulir diameter 13mm mutu
                                                                          
     BJTD 40 dan diikat besi beton polos ∅8 mm dengan jarak as ke as 15 cm
                                                                          
                                                                          
  2. Alat Pancang                                                         
    • Menggunakan Excavator PC-200 (Standar) - 120-130 HP                 
                                                                          
    • Excavator PC-200 mempunyai daya tekan hidraulik 2,5 ton untuk memancang
     Tiang baja & beton                                                   
                                                                          
    • Setiap posisi titik pancang excavator hanya mampu memancang sejauh 2 m' ke
     kiri dan 2 m' ke kanan, selanjutnya pindah lokasi                    
                                                                          
    • Letak, posisi dan lokasi pemancangan sudah disepakati bersama Direksi dan/atau
     Konsultan MK, Pengawas dengan Penyedia                               
                                                                          
    • Pemancangan dihentikan ketika mencapai target pemancangan           
                                                                          
                                                                          
  3. Metode Pemancangan                                                   
    • Penempatan Excavator dan lader di lokasi pemancangan                
                                                                          
    • Menegakan Tiang, setting posisi ujung tiang pada ladder (bawah) dan dilanjutkan
     dengan pemancangan                                                   
                                                                          
    • Jika pemancangan belum mencapai tanah keras tapi tiang sudah tenggelam, maka
     dilakukan penyambungan dan terus kembali ke langkah no. 2 sampai SELESAI
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
Pembobotan untuk pembayaran dari penggalian harus dibuat berdasarkan jumlah dalam
                                                                          
meter maju (m’) pembuatan tiang pancang dan dari pemancangan tiang pancang.
2.4.4. PEKERJAAN BRONJONG                                                 
                                                                          
  •  Bronjong adalah sebuah anyaman dari bahan/ material kawat, atau dari belahan-
                                                                          
     belahan bambu, yang diisi dengan batu-batu. Konnstruksi yang terbuat dari
                                                                          
     bronjong memiliki sifat tidak permanen. Pemanfaatan bronjong biasanya
                                                                          
     dipergunakan untuk melindungi dan memperkuat tebing tanah, baik lereng
     sungai maupun lereng tanggul, demikian juga berfungsi untuk menjaga tepi
                                                                          
     sungai terhadap gerusan arus aliran air yang dapat merusak tebing, dan dapat
                                                                          
     dipergunakan untuk bendung untuk meninggikan taraf muka air. Seiring 
                                                                          
     kemajuan zaman bronjong juga dapat dimanfaatkan untuk menambah keindahan
                                                                          
     kota, yaitu dimanfaatkan untuk teras kota.                           
                                                                          
  •  Dalam pelaksanaan pekerjaan bronjong yang ditulis dalam buku ini adalah
                                                                          
     bronjong yang sudah dirakit, dan tinggal menginstal. Peralatan yang digunakan
                                                                          
     khusus untuk pekerjaan di Indonesia masih digunakan alat manual, kecuali untuk
                                                                          
     bronjong yang disiapkan diluar lokasi, menggunakan bantuan alat berat. Jenis
                                                                          
     bronjong yang dimanfaatkan disini adalah bronjong standar SNI.03-00901999.
                                                                          
     Dan sebagai pelengkap dikombinasikan dengan bronjong kawat pabrikan. Uraian
                                                                          
     struktur pekerjaan (works breakdown structure) meliputi pekerjaan :  
                                                                          
       1. Menyiapkan Sumber Daya (Manusia, Peralatan dan Bahan),          
                                                                          
       2. Memberikan instruksi kerja                                      
                                                                          
       3. Melaksanakan pekerjaan bronjong sesuai dengan spesifikasi teknik,
                                                                          
          gambar kerja dan metode kerja                                   
                                                                          
       4. Memeriksa hasil pekerjaan                                       
  •  Persiapan untuk pekerjaan pemasangan bronjong yang cukup dikerjakan oleh
                                                                          
     tenaga manusia, maka alat dan perlengkapan yang harus disiapkan meliputi :
                                                                          
     cangkul, scope, gerobak dorong, roller atau stemper, linggis. Dan untuk
                                                                          
     mengangkut material batu dan peralatan yang lain seperti concrete mixer
                                                                          
     digunakan dump truck.                                                
                                                                          
  •  Sedang bronjongnya itu sendiri biasanya sudah dirakit, karena melakukan
     perakitan bronjong di tempat kerja dianggap tidak ekonomis, sehingga persiapan
                                                                          
     alat dan perlengkapan untuk merakit bronjong itu sendiri meliputi : tang, gegep,
                                                                          
     alat pelilit, alat pengunci, martil kayu/karet. Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca
                                                                          
     pada modul persiapan pekerjaan.                                      
  •  Sebelum dilakukan pemasangan bronjong, maka perlu dilakukan pengesetan
                                                                          
     bronjong terlebih dahulu. Bronjong biasanya sudah dalam keadaan terakit dan
                                                                          
     tersusun dengan rapih, sehingga untuk melakukan pengesetannya sangat mudah,
                                                                          
     oleh karena itu material yang harus disiapkan dalam rangkan pemasangan
                                                                          
     bronjong meliputi : kawat bronjong yang sudah diset, kawat penyekat, kawat
                                                                          
     pengikat, batu kali, material dewatering jika diperlukan.            
  •  Pengarahan yang dilakasanakan oleh Pelaksana Lapangan Pekerjaan Bronjong
                                                                          
     adalah pengarahan yang dilakukan kepada tukang dan pembantu tukang, serta
                                                                          
     operator. Untuk melakukan pengarahan terhadap tukang-tukang dan pekerja
                                                                          
     lainnya, maka Pelaksana Lapangan Pekerjaan Bronjong harus mempersiapakan :
                                                                          
     a. gambar kerja, b. jadwal kerja, Dan pola pengarahan dilakukan setiap hari pada
                                                                          
     awal tenaga kerja memulai pekerjaannya. Untuk pekerjaan yang merupakan
                                                                          
     pekerjaan kelanjutan, maka sifat pengarahan dilakukan di tempat dimana tenaga
     kerja bekerja sedang melakukan aktivitasnya, dan instruksinya biasanya terkait
                                                                          
     dengan permintaan mutu dan produktifitas kerja yang sesuai dengan gambar
                                                                          
     kerja.                                                               
                                                                          
  •  Materi pengarahan untuk pekerjaan awal atau pekerjaan yang baru mau mulai,
                                                                          
     maka dilakukan disuatu tempat dan bersifat masal, isi pengarahan bersifat
                                                                          
     instruksi kerja, dan instruksi kerja seperti : jenis pekerjaan, bentuk, bahan atau
                                                                          
     material yang harus digunakan, tenaga kerja yang dibutuhkan.         
                                                                          
  •  Penjelasan gambar kerja :                                            
  •  Spesifikasi teknis ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan
                                                                          
     baku, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, pengemasan
                                                                          
     dan syarat penandaan bronjong kawat.                                 
                                                                          
  •  Bronjong kawat adalah kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng
                                                                          
     yang pada penggunaannya diisi batu-batu untuk pencegah erosi yang dipasang
                                                                          
     pada tebing-tebing, tepi-tepi sungai, yang proses penganyamannya     
                                                                          
     menggunakan mesin. Acuannya adalah SNI 03-0090-1987 tentang Mutu dan 
     Cara Uji Bronjong dan Kawat Bronjong, dan syarat bahan baku mengacu pada SNI
                                                                          
     03-6154-1999 tentang Kawat Bronjong.                                 
                                                                          
  •  Sifat tampak bronjong kawat harus kokoh, bentuk anyaman heksagonal dengan
                                                                          
     lilitan ganda dan berjarak maksimum 40 mm serta harus simetri. Lilitan harus
                                                                          
     erat, tidak terjadi kerenggangan hubungan antara kawat sisi dan kawat anyaman
                                                                          
     dililit minimum 3 kali sehingga kawat mampu menahan beban dari segala
                                                                          
     jurusan.                                                             
                                                                          
  •  Bronjong kawat adalah bentuk I, ukuran anyamannya 80 mm x 100 mm atau 100
                                                                          
     mm x 120 mm dengan ø kawat anyaman 2,70 mm atau 3,00 mm, kawat sisi ø
                                                                          
     3,40 mm atau 4,00 mm, kawat pengikat ø 2 mm. Toleransi ukuran kotak  
                                                                          
     (panjang, lebar, tinggi) sebesar 5%. wat anyaman 2 mm, kawat sisi ø 2,70 mm,
                                                                          
     kawat pengikat ø 2 mm. Untuk ukuran anyaman 80 cm x 100 cm, diameter kawat
                                                                          
     anyaman 2,7 mm, kawat sisi ø 3,40 mm dan kawat ikat ø 2 mm. Toleransi ukuran
                                                                          
     kotak (panjang, tinggi, lebar) sebesar 5%.                           
Catatan :                                                                 
➢  Ukuran anyaman yang umum digunakan di Indonesia adalah anyaman 80 x 100 mm
                                                                          
➢  Berdasarkan surat dari Pusat Standarisasi dan Akreditasi Deperindag RI, tanggal 26 Mei 2003 No.220/SJ.7/2003
   menyatakan bahwa ASTM A975-97 tidak setara dengan SNI 03- 0090-1999 dan tidak ditetapkan di Indonesia
   karena mempunyai perbedaan dalam hal bentuk dan dimensi ukuran anyaman bronjong.
  •  Metode kerja pemasangan bronjong                                     
                                                                          
     Metode kerja peasangan bronjong dilakukan dengan beberapa tahapan.   
                                                                          
     Tahap I  : pekerjaan mempersiapkan lokasi penempatan bronjong. Pada  
                                                                          
               pekerjaan ini pelaksana mulai dari melakukan pembersihan lokasi,
                                                                          
               pengukuran dan pematokan area kerja, sampai dengan melakukan
                                                                          
               penggalian, pengurugan dan pemadatan tanah.                
                                                                          
     Tahap II : pekerjaan pengesetan bronjong dilokasi. Setelah lokasi siap,
               seorang pelaksana lapangan tidak bisa langsung menggunakan 
                                                                          
               lokasi tersebut untuk dikerjakan pemasangan bronjong, akan tetapi
                                                                          
               harus melakukan uji mutu kepadatan tanah apakah sudah sesuai
                                                                          
               dengan spesifikasi teknis. Setelah laboratorium menghasilkan
                                                                          
               rekomendasi bahwa kepadatan tanah telah memenuhi daya dukung,
                                                                          
               maka pelaksana dapat melakukan pemasangan penyekat/pelapis 
                                                                          
               bronjong yang terbuat dari ijuk atau model sekarang disebut dengan
                                                                          
               goetextile. Baru kemudian diatasnya digelar anyaman bronjong yang
                                                                          
               telah diset. Karena struktur bronjong biasanya cukup panjang dan
                                                                          
               tinggi, maka susunan bronjong dilakukan lapis per lapis, dan setiap
                                                                          
               lapis bronjong yang stu dengan yang lainnya harus diikat dengan
                                                                          
               kawat pengikat dan ditambah dengan dipasang angkur.        
                                                                          
     Tahap III : pekerjaan pengikatan rangkaian bronjong satu dengan yang lainnya.
                                                                          
               Bronjong sudah diset kemudian dipasang lapis per lapis yang
                                                                          
               dimulai dari lapisan paling bawah. Karena ukuran bronjong standar,
                                                                          
               maka untuk mencapai panjang konstruksi bronjong harus ditata
                                                                          
               berbaris dan setiap batas barisan bronjong dipasang angker 
                                                                          
               penguat dari besi, dan kemudian untuk mengikatkan satu bronjong
               dengan bronjong yang lain diikat dengan menggunakan kawat  
                                                                          
               pengikat, demikian juga untuk lapisan pertama dengan lapisan ke
                                                                          
               dua harus diikat dengan kokoh, agar tidak terjadi pergeseran
                                                                          
               bronjong setelah dilakukan pengisian.                      
                                                                          
     Tahap IV : Tahap pengujian kekokohan rakitan bronjong Kawat bronjong yang
                                                                          
               telah dirangkai dan sudah diikat satu dengan yang lain, sebelum
                                                                          
               dilakukan pengisian material, bronjong harus diuji kekokohannya
               oleh pelaksana lapangan dan dilaporkan kepada manajer lapangan
                                                                          
               agar mendapatkan ijin untuk dilakukan pengisian material.  
                                                                          
     Tahap V  : Tahap pengisian material bronjong. Bronjong yang sudah    
                                                                          
               mendapatkan ijin atas kekokohan rakitan dari manajer lapangan dan
                                                                          
               dari direksi, maka bronjong mulai dilakukan pengisian. Pengisian
                                                                          
               bronjong dilakukan mulai dari rangkaian bronjong paling pinggir,
                                                                          
               dan jika gradasi material tidak seragam, maka untuk pengisian
                                                                          
               bronjong harus disusun material yang bergradasi lebih kecil dari
                                                                          
               diameter lobang kawat, diletakan ditengah-tengah dan diapit oleh
                                                                          
               material yang memenuhi syarat dimensi. Pola pengisian material
                                                                          
               bronjong, dilakukan tidak langsung diisikan penuh baru kemudian
                                                                          
               pindah ke rangkaian lainnya, melainkan bronjong diisi hingga
                                                                          
               mencapai kedalaman setengah tinggi bronjong sepanjang      
                                                                          
               rangkaian, baru kemudian diisi penuh dimulai dari pinggir. Setelah
                                                                          
               bronjong diisi penuh maka tidak boleh langsung ditutup, melainkan
                                                                          
               harus dilakukan pengujian kepadatan isi material. Pengujian
                                                                          
               dilakukan oleh pelaksana lapangan yang didampingi oleh manajer
                                                                          
               lapangan dan direksi. Setelah rekomendasi kepadatan dikeluarkan
               oleh direksi dan manajer lapangan, maka bronjong yang telah diuji
                                                                          
               tersebut boleh dilakukan penutupan dan penyulaman pengikat.
                                                                          
     Tahap VI : Pengujian pengisian material bronjong Bronjong yang telah diisi
                                                                          
               penuh dengan material, maka harus dilakukan pengujian kepadatan,
                                                                          
               pengujian dapat dilakukan dengan melakukan pembebanan di atas
                                                                          
               bronjong, dan jika ternyata setelah dibebani dan digoyang tetap
                                                                          
               kokoh, maka bronjong dianggap telah kuat menahan beban dan 
               dorongan beban. Sehingga rekomendasi penutupan bronjong dapat
                                                                          
               dikeluarkan oleh direksi dan manejer lapangan.             
                                                                          
     Tahap VII : Penutupan anyaman bronjong dan penyulaman. Setelah ijin  
                                                                          
               kepadatan dikeluarkan oleh direksi dan manajer lapangan, maka
                                                                          
               pelaksana lapangan dapat melakukan penutupan dan pengikatan
                                                                          
               penyulaman bronjong dengan kawat pengikat. Penyulaman      
                                                                          
               dilakukan mulai dari tepi baik posisi horizontal maupun vertikal, dan
                                                                          
               material penyulaman harus memenuhi spesifikasi material    
                                                                          
               penyulaman. Ketika dilakukan penyulaman dan pengikatan, prnutup
                                                                          
               bronjong tidak diperbolehkan untuk dipukul-pukul, jadi harus
                                                                          
               dilakukan dengan pola penarikan. Karena pemukulan terhadap 
                                                                          
               kawat penutup bronjong akan memperlemah kondisi penutup kawat
                                                                          
               bronjong karena luka.                                      
  •  Pengisian rangkaian kawat bronjong dengan agregat/ batuan sesuai dengan
                                                                          
     metode kerja dan spesifikasi teknis. Jenis/macam bahan pengisi konstruksi
                                                                          
     bronjong. Untuk bronjong yang dipergunakan untuk memperbaiki tereng dan
                                                                          
     mencegah longsoran, atau bronjong yang dipergunakan sebagai bangunan 
                                                                          
     peninggi permukaann air, maka material pengisinya adalah batu kali, dan jika
                                                                          
     bronjong akan digunakan untuk menahan arus laju gelombang air laut atau untuk
                                                                          
     menahan aberasi pantai, maka material pengisi bronjong dapat digunakan pasir
     laut.                                                                
                                                                          
  •  Karakteristik bahan pengisi untuk konstruksi bronjong, material bronjong terbuat
                                                                          
     dari batuan yang memiliki kekerasan tertentu, bukan batuan yang mudah
                                                                          
     tergerus karena tekanan arus air.                                    
                                                                          
  •  Spesifikasi teknis bahan pengisi (agregat/batuan), material pengisi bronjong
                                                                          
     harus memiliki dimensi lebih besar dari ukuran lobang kawat bronjong, untuk
                                                                          
     material yang bergradasi lebih kecil dari ukuran lobang kawat bronjong akan
                                                                          
     mudah lolos dari bronjong, dan akan mengakibatkan kekosongan ruang bronjong
                                                                          
     yang dapat mengakibatkan bronjong mudah goyang. Oleh karena itu bagi 
                                                                          
     material yang bergradasi lebih kecil dari ukuran lobang kawat bronjong akan
                                                                          
     dijadikan pengisi di tengah/ perut bronjong.                         
                                                                          
  •  Cara mengisi rangkaian kawat bronjong dengan agregat/ batuan sesuai dengan
                                                                          
     metode kerja dan spesifikasi teknis :                                
                                                                          
       a. Bronjong yang sudah dirangkai dan dikat satu dengan yang lain, harus diuji
                                                                          
          kekokohan rangkaian.                                            
                                                                          
       b. Pengujian kekokohan dapat dilakukan dengan menggoyang-goyang    
                                                                          
          rangkaian bronjong yang sudah terangkai, apabila bronjong tetap kokoh
                                                                          
          maka bronjong cukup kuat.                                       
       c. Material pengisi bronjong harus dipisah-pisahkan antara material yang
                                                                          
          memenuhi ukuran lobang bronjong, dan yang lolosa dari ukuran lobang
                                                                          
          bronjong.                                                       
                                                                          
       d. ada bagian bawah bronjong digunakan material yang memenuhi syarat
                                                                          
          tertahan di ukuran lobang bronjong, juga untuk di sisi kanan kiri depan
                                                                          
          dan belakang, sedang untuk isi perut bronjong dapat digunakan material
                                                                          
          yang lebih kecil dari dimensi lobang bronjong. Dan untuk sisi atas
          bronjong harus diisi dengan material yang memenuhi syarat tertahan di
                                                                          
          lobang kawat bronjong.                                          
                                                                          
       e. Pengisian material bronjong tidak boleh dilakukan dari lobang kawat
                                                                          
          bronjong, karena jika dilakukan dari lobang kawat bronjong akan 
                                                                          
          mengakibatkan kawat bronjong terluka, dan menjadikan kawat bronjong
                                                                          
          mudah berkarat.                                                 
                                                                          
       f. Material harus ditata dengan rapih dan benar-benar padat, untuk material
                                                                          
          yang berdiameter lebih besar dari lobang kawat bronjong, disusun di
                                                                          
          bagian bawah dan samping-samping, sedang material isi yang lebih kecil
                                                                          
          disusun ditengah, dan ditutup dengan material yang berdiameter lebih
                                                                          
          besar dari diameter kawat bronjong.                             
                                                                          
                                                                          
                                                                          
  •  Penutupan rangkaian kawat bronjong yang telah terisi agregat/ batuan.
                                                                          
     Spesifikasi teknis anyaman kawat bronjong penutup harus sama dengan  
                                                                          
     rangkaian kawat bronjong yang sudah terisi dengan material, baik dari sisi
                                                                          
     diameter kawat, ukuran lobang kawat, maupun dimensi bronjong.        
  •  Cara menutup konstruksi bronjong :                                   
                                                                          
       a. Siapkan anyaman kawat bronjong yang sudah satu set dengan bronjong-
                                                                          
          bronjong yang terpasang.                                        
                                                                          
       b. Ikatlah anyaman kawat penutup bronjong pada salah satu sisi bronjong
                                                                          
          sesuai dengan ukurannya.                                        
                                                                          
       c. Tutuplah bronjong yang telah terisi material penuh, dengan mengikatkan
          kawat ikatan bronjong pada penutup dengan rangkaian sisi-sisi bronjong,
                                                                          
          secara kuat-kuat.                                               
                                                                          
       d. Untuk mengikat kawat anyaman penutup bronjong tidak diperbolehkan
                                                                          
          dengan dipukul-pukul, melainkan dengan ditarik kuat-kuat.       
                                                                          
                                                                          
                                                                          
  •  Menjalin ikatan antar bronjong supaya rapat & rata, serta tidak mudah bergerak
                                                                          
     atau stabil. Memasang rangkaian kawat bronjong tidak dapat langsung dipasang
                                                                          
     seluruhnya baru kemudian diisi dengan material pengisi, karena sesuai dengan
                                                                          
     spesifikasi teknis dan standar bronjong, memiliki dimensi yang sudah ditetapkan,
                                                                          
     oleh karenanya jika ternyata dibutuhkan konstruksi bronjong yang sangat
                                                                          
     Panjang dann tinggi, membutuhkan banyak rangkaian dan juga temasuk   
                                                                          
     berlapis-lapis. Menjalin ikatan antar rangkaian bronjong harus dilakukan secara
                                                                          
     kuat-kuat, dengan maksud agar bronjong tidak mudah bergerak atau kokoh/
                                                                          
     stabil. Untuk melakukan penyulaman atau penyalinan ikatan rangkaian kawat
                                                                          
     bronjong dilakukan beberapa tahapan antara lain :                    
                                                                          
     Tahap I  : Menyiapkan kawat pengikat Kawat pengikat bronjong biasanya
                                                                          
               masih berupa gulungan besar, oleh karena itu sebelum digunakan
                                                                          
               untuk mengikat bronjong, harus diurai dari gulungan dan dilakukan
               penggulungan disebuah bambu atau kayu, setiap gulungan     
                                                                          
               diharapkan memiliki panjang kawat sesuai kebutuhan pengikatan.
                                                                          
     Tahap II : Anyaman bronjong di rapatkan satu dengan yang lain Untuk  
                                                                          
               memudahkan pengikatan dan penganyaman, maka kawat bronjong 
                                                                          
               bagian sisi ketemu sisi ditarik dengan menggunakan alat penarik
                                                                          
               kawat, dan dikunci, agar kawat menjadi rapat dan mudah dilakukan
                                                                          
               pengikatan.                                                
     Tahap III : Melakukan penyulaman dan pengikatan. Setelah penguncian  
                                                                          
               anyaman sisi ketemu sisi bronjong, maka dilakukan penyulaman
                                                                          
               dengan menggunakan kawat pengikat. Penyulaman dimulai dari 
                                                                          
               bagian ujung tepi bawah anyaman bronjong, dan diikat dengan
                                                                          
               kuat-kuat, kemudian salah satu ujung kawat pengikat disulamkan
                                                                          
               melintir ke pertemuan pembatas anyaman bronjong. Dan setiap
                                                                          
               panjang tertentu kawat sulaman diikat, demikian sulaman dilakukan
                                                                          
               hingga ke sudut paling akhir dari sisi ketemu sisi bronjong.
                                                                          
     Tahap IV : Pengujian kekokohan ikatan dan sulaman. Setiap tahapan    
                                                                          
               pengikatan terhadap kawat sulaman, sebelum dilakukan dilanjutkan
                                                                          
               untuk penyulaman, maka dilakukan pengujian kekokohan, dan  
                                                                          
               stabil.                                                    
  •  Melakukan inspeksi/pemeriksaan lapangan terhadap kemajuan pekerjaan. 
                                                                          
     Seorang pelaksana lapangan pekerjaan bronjong harus melakukan pemeriksaan
                                                                          
     kemajuan pekerjaan setiap minggu. Untuk melakukan pemeriksaan kemajuan
                                                                          
     pekerjaan seorang pelaksana lapangan akan melakukan beberapa tahapan.
                                                                          
  •  Mengevaluasi kesesuaian hasil pekerjaan berdasarkan rencana dan metode kerja.
                                                                          
     Rencana kerja dan schedule kerja. Mengevaluasi kesesuaian hasil pekerjaan pada
                                                                          
     setiap tahapan perlu dibandingkan dengan spesifikasi dan rencana kerja dan
     syarat-syarat. Isi dari rencana kerja adalah : a) jenis pekerjaan, b) waktu
                                                                          
     pelaksanaan pekerjaan, c) kebutuhan tenaga kerja, d) kebutuhan alat, e)
                                                                          
     kebutuhan material.                                                  
                                                                          
  •  Melakukan tindakan perbaikan terhadap temuan penyimpangan. Spesifikasi
                                                                          
     teknik dan gambar kerja pekerjaan bronjong menjadi landasan untuk melakukan
                                                                          
     pekerjaan perbaikan (koreksi).                                       
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembobotan untuk pembayaran dari pekerjaan bronjong harus dibuat berdasarkan
                                                                          
jumlah dalam meter kubik (m3).                                            
                                                                          
                                                                          
                                                                          
2.4.4. TIMBUNAN TANAH                                                     
                                                                          
  •  Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan dan penghamparan tanah
                                                                          
     yang disetujui untuk pembuatan timbunan yang diperlukan untuk membentuk
                                                                          
     dimensi timbunan sesuai garis, kelandaian dan elevasi penampang melintang
                                                                          
     yang disyaratkan atau disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.             
  •  Penyedia Jasa harus menjamin bahwa pekerjaan harus dijaga tetap kering segera
                                                                          
     sebelum dan selama pekerjaan penghamparan dan selama pelaksanaan     
                                                                          
     timbunan.                                                            
                                                                          
  •  Penyedia Jasa harus selalu menyediakan pasokan air yang cukup untuk  
                                                                          
     pengendalian kadar air timbunan selama operasi penghamparan dan pemadatan.
                                                                          
  •  Timbunan yang diklasifiksikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari bahan
                                                                          
     galian tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
     sebagai bahan yang memenuhi syarat yang digunakan dalam pekerjaan.   
                                                                          
  •  Bahan untuk timbunan ekspansif biasa tidak boleh dari bahan galian tanah yang
                                                                          
     mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : tanah yang mengandung organic seperti
                                                                          
     jenis tanah OL, OH dan Pt dalam system USCS serta tanah yang mengandung
                                                                          
     daun-daunan, rumput-rumputan, akar dan sampah.                       
                                                                          
  •  Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebarkan
                                                                          
     dalam lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal
                                                                          
     lapisan yang disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis,
                                                                          
     lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin dibagi rata sehingga sama tebalnya.
                                                                          
  •  Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke 
                                                                          
     permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. 
                                                                          
     Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan biasanya tidak diperkenankan,
                                                                          
     terutama selama musim hujan.                                         
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembobotan untuk pembayaran dari timbunan tanah harus dibuat berdasarkan jumlah
                                                                          
dalam meter kubik (m3).                                                   
2.4.5. PEMADATAN TANAH                                                    
                                                                          
  •  Segera setalah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
                                                                          
     dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memadai dan disetujui Pengawas
                                                                          
     Pekerjaan yaitu Stamper.                                             
                                                                          
  •  Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang  
                                                                          
     disyaratkan, diuji kepadatannya dan harus diterima oleh Pengawas Pekerjaan
                                                                          
     sebelum lapisan berikutnya dihampar.                                 
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembobotan untuk pembayaran dari pemadatan tanah harus dibuat berdasarkan jumlah
                                                                          
dalam meter kubik (m3).                                                   
                                                                          
                                                                          
                                                                          
2.4.6. KAYU DOLKEN DIAMETER 8-10cm                                        
                                                                          
  •  Semua tiang pancang kayu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang
                                                                          
     untuk memastikan bahwa tiang pancang kayu tersebut memenuhi ketentuan dari
                                                                          
     bahan dan toleransi yang diijinkan.\                                 
                                                                          
  •  Cerucuk kayu harus terbuat dari jenis, diameter dan mutu yang ditunjukan dalam
                                                                          
     Gambar.                                                              
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Pengukuran dan Pembayaran :                                               
                                                                          
Pembobotan untuk pembayaran dari kayu dolken diameter 8-10cm harus dibuat 
                                                                          
berdasarkan jumlah dalam batang (btg).                                    
2.4.6. PEMANCANGAN KAYU DOLKEN                                            
                                                                          
  •  Yang dimaksud dengan pondasi tiang adalah elemen utama struktur berupa tiang
                                                                          
     yang berinteraksi langsung dengan tanah, berfungsi sebagai penopang akhir dan
                                                                          
     menyalurkan bebar dari struktur bangunan ke tanah.                   
  •  Tiang pancang kayu harus seluruhnya keras dan bebas dari kerusakan, mata kayu,
                                                                          
     bagian yang tidak keras atau akibat serangan serangga.               
                                                                          
Pemancangan berat yang mungkin merusak kepala tiang pancang/cerucuk,      
                                                                          
memecahkan ujung dan menyebabkan retak tiang pancang/cerucuk harus dihindari
dengan membatasi tinggi jatuh palu dan jumlah penumbukan pada tiang       
                                                                          
pancang/cerucuk. Umumnya berat palu harus sama dengan beratnya tiang      
pancang/cerucuk untuk memudahkan pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan
                                                                          
selama pemancangan untuk memastikan bahwa kepala tiang pancang/cerucuk harus
selalu berada sesumbu dengan palu dan tegak lurus terhadap penjang tiang  
                                                                          
pancang/cerucuk dan bahwa tiang pancang/cerucuk dalam posisi yang relative pada
tempatnya.
Tenders also won by CV Indofahri Mandiri
Authority
6 April 2021Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I.R. Jawai (Dak)Provinsi Kalimantan BaratRp 2,328,690,000
25 March 2021D.I Pak Utan I Desa Pak Utan Kec. Toho ( Dak )Kab. MempawahRp 854,000,000
16 September 2019Jalan Lingkungan Jl. Penepat Kanan Sri MedanPemerintah Daerah Provinsi Kalimantan BaratRp 660,000,000
12 October 2020Jl. Galang - Bakau Besar LautKab. MempawahRp 600,000,000
11 September 2019Jalan Lingkungan Jl. Baiturahman Sui. Bemban Peniti DalamPemerintah Daerah Provinsi Kalimantan BaratRp 544,000,000
24 April 2020Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dir. Pinang KomplekProvinsi Kalimantan BaratRp 500,000,000
20 November 2025Peningkatan Kualitas Permukiman Jalan Umar Kiting RT.008/ RW.003 Desa Sungai Bakau Kecil Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten MempawahProvinsi Kalimantan BaratRp 400,000,000
2 September 2019Jl. Panyabut RT. 015 Dusun Mekar Jaya Desa SamboraKab. MempawahRp 400,000,000
30 May 2021Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sd Negeri 15 Sungai PinyuhKab. MempawahRp 360,000,000
12 November 2025Peningkatan Kualitas Permukiman Gang Bunga RT.07/ RW.08 Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu RayaProvinsi Kalimantan BaratRp 270,000,000