Uraian Singkat :
A. Tujuan
pengembangan Decision Support System (DSS) kehutanan adalah untuk menyediakan sistem
terintegrasi yang mendukung proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan peran strategis
Kementerian Kehutanan yang credible dan sinergis serta sesuai dengan visi Kementerian
Kehutanan yakni “Entitas tapak yang mengalirkan manfaat ekologi, ekonomi, sosial dan
berkelanjutan mendukung pembangunan ekonomi hijau”.
B. Pengembangan Decision Support System (DSS) Kehutanan meliputi:
1) Meninjau semua dataset Kementerian Kehutanan dari aplikasi yang tersedia di masing-masing
unit kerja, dan melakukan identifikasi kebutuhan data/informasi untuk sistem DSS yang terdiri
dari :
a) Jenis data dan informasi utama yang dikumpulkan dan hasil produk analisis, format data,
interoperabilitas data, standar data dan metadata;
b) Database dan sistem informasi yang dikelola saat ini;
c) Kebijakan berbagi pakai data dan integrasi data;
d) Pengembangan proses bisnis layanan di masing-masing Unit Kerja Eselon I.
2) Mengembangkan Dashboard dan Early Warning yang mengkoneksikan semua sistem yang ada
termasuk data dan atributnya
a) Dashboard Kehutanan
1. Pengembangan website dashboard Kehutanan.
2. Terbangunnya analisa sistem informasi data spasial kehutanan minimal 2 (dua) tema
IGT.
3. Terintegrasinya API (Application Programming Interface) antar sistem di Kementerian
Kehutanan.
4. Terbangunnya sistem proses bisnis berbasis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE)/website.
5. Terbangunnya monitoring progres layanan (bisnis proses).
b) Early Warning
1. Unduh data setiap ketersediaan data se-Indonesia, antara lain: citra satelit
modis/viirs/sentinel/landsat/nicfi.
2. Terbangunnya AI/machine learning deforestasi/devegetasi berbasis model
perhitungan (algoritma) dalam kerangka tabular dengan mengolah data angka.
3. Menampilkan data deforestasi/devegetasi Indonesia
4. Modul monitoring Early Warning Berdasarkan waktu, provinsi, kabupaten/kota, dan
pengelola (PBPH, Persetujuan Penggunaan, KPH, PS, Pelepasan Kawasan Hutan, dll).
5. Terkirimnya SMS Early Warning ke pengguna terdaftar di manajemen pengguna Early
Warning melalui kanal Kementerian Komunikasi Digital.
6. Terbangunnya sistem early warning.
3) Manajemen pengguna untuk dashboard Kementerian Kehutanan/ Early Warning.
4) Menyediakan layanan satu data dan informasi Kementerian Kehutanan berdasarkan bisnis
proses unit kerja Eselon I Planologi/PHL/PS/GAKUM/PDAS/KSDAE/BP2SDM/SEKJEN/Lainnya.
5) Menyusun algoritma model perhitungan (tools DSS) dalam kerangka spasial dengan mengolah
data-data berbasis informasi geografis dalam bentuk vektor.
6) Menyusun visualisasi data dan informasi terintegrasi serta hasil analisis ke dalam tampilan
display interaktif.
7) Melakukan pelatihan untuk pengguna tools DSS lingkup Kementerian Kehutanan
8) Melakukan maintenance sistem selama 12 (dua belas) bulan sejak serah terima hasil
pekerjaan.
C. Adapun hasil/output pekerjaan adalah:
1. Dokumen dan softcopy desain sistem pendukung pengambilan keputusan (DSS) manajemen
kehutanan berbasis digital sesuai dengan kebutuhan pengguna, kapasitas data, dan standar;
2. Hasil antara berupa mockup finalisasi Dashboard Kehutanan dan Early Warning Kementerian
Kehutanan;
3. Sistem pendukung pengambilan keputusan/decision support system (DSS) yang telah terinstal
dan dapat digunakan pada Kementerian Kehutanan yang menampilkan luaran berupa
dashboard sesuai tampilan mockup hasil luaran nomor 2;
a) Dashboard Kehutanan
a. Tersedianya website dashboard Kehutanan.
b. Terbangunnya analisa sistem informasi data spasial kehutanan minimal 2 (dua) tema
IGT.
c. Terintegrasinya API (Application Programming Interface) antar sistem unit kerja
Planologi atau PHL /PS /GAKUM /PDAS /KSDAE /SEKJEN/Lainnya.
d. Terbangunnya sistem proses bisnis berbasis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE)/website.
e. Terbangunnya monitoring progres layanan (bisnis proses).
b) Early Warning
a. Terunduhnya data setiap ketersediaan data se-Indonesia, antara lain: citra satelit
modis/viirs/sentinel/landsat/nicfi.
b. Terbangunnya AI/machine learning deforestasi/devegetasi berbasis model
perhitungan (algoritma) dalam kerangka tabular dengan mengolah data angka.
c. Menampilkan data deforestasi/devegetasi Indonesia
d. Manajemen pengguna untuk dashboard Kementerian Kehutanan/ Early Warning.
e. Modul monitoring Early Warning Berdasarkan waktu, provinsi, kabupaten/kota, dan
pengelola (PBPH, Persetujuan Penggunaan, KPH, PS, Pelepasan Kawasan Hutan, dll).
f. Terkirimnya SMS Early Warning ke pengguna terdaftar di manajemen pengguna Early
Warning melalui kanal Kementerian Komunikasi Digital.
g. Terbangunnya sistem early warning.
4. Source code yang dibangun dalam pengembangan Dashboard Kementerian Kehutanan dalam
mendukung sistem pendukung pengambilan keputusan/ decision support system (DSS) yang
diserahkan dalam bentuk repository git;
5. Dokumen Teknis pengembangan tools DSS yang terdiri:
a. Komponen fitur dan fungsi tools DSS
b. Unified Modelling Language (UML) Diagram seperti:
i. Use Case diagram
ii. Activity diagram
c. Data Flow Diagram (DFD)
d. Entity Relationship Diagram (ERD)
e. Class Diagram
f. Dokumen Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan
6. Dokumen User Acceptance Test (UAT);
7. Laporan perkembangan pekerjaan yang terdiri dari:
a. Laporan pendahuluan
Laporan Pendahuluan disajikan dalam format kertas A4 sebanyak 2 (dua) eksemplar dan
diserahkan paling lambat 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan.
Laporan berisi: program kerja selama pelaksanaan Kontrak, yang mencakup metodologi
pelaksanaan pekerjaan, personil yang ditugaskan, rencana kegiatan, output, jadwal
pelaksanaan pekerjaan termasuk jadwal penyampaian laporan yang diperlukan.
b. Laporan Bulanan
Laporan disampaikan pada tiap akhir bulan, disajikan dalam format kertas A4 sebanyak
2 (dua) eksemplar setiap bulan, berisi aktivitas yang dilaksanakan penyedia dan
rangkuman kemajuan pekerjaan serta mockup finalisasi dashboard pengambilan
keputusan.
c. Laporan akhir
Laporan Akhir disajikan dalam format kertas A4 sebanyak 2 (dua) eksemplar dan
diserahkan pada akhir pelaksanaan pekerjaan, setelah dilakukan pengecekan/pengujian
oleh penyedia dan telah melakukan perbaikan atau penyempurnaan laporan berdasarkan
masukan dan saran pada saat uji coba sistem dan pembahasan draft laporan akhir.
Pada laporan akhir pada dasarnya memuat seluruh proses pengembangan system baik
secara teknis maupun non teknis.
8. Manual penggunaan yang disajikan dalam kertas format A4 sebanyak 2 (dua) eksemplar dan
diserahkan pada akhir pelaksanaan pekerjaan. Manual penggunaan memuat cara dan alur
pengaplikasian tools DSS agar pengguna dapat dengan mudah menggunakannya.
9. Video tutorial penggunaan tools DSS dalam bentuk (Animasi/Screen Recorder).