| 0023516792311000 | Rp 882,889,395 | |
| 0018933473101000 | - | |
| 0965134836201000 | - | |
| 0933285124331000 | - | |
| 0316534981215000 | - | |
Chanel | 00*8**4****21**0 | - |
| 0013270327002000 | - | |
| 0019433028311000 | - | |
| 0411327166327000 | - | |
| 0535683122311000 | - | |
| 0750173155311000 | - | |
| 0836977868225000 | - | |
| 0963942735328000 | - | |
| 0403335235117000 | - | |
| 0530543263003000 | - | |
| 0922839030325000 | - | |
| 0423432251529000 | - | |
CV Efod Design Consultant | 07*5**9****17**0 | - |
| 0653100560422000 | - | |
| 0030749048331000 | - | |
Cahaya Pangeran Semesta | 06*1**0****28**0 | - |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - |
METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN REHAB DAN PENINGKATAN RUANG LAB KIMIA BASIC SCIENCE
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN ANGGARAN 2023
UMUM
Dalam menyelesaikan suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien,
diperlukan sistem manajemen yang baik. Untuk menerapkan sistem manajemen yang baik,
diperlukan berbagai metode sesuai jenis bangunan yang diselesaikan. Pihak manajemen
menyusun dan mengarahkan metode-metode agar dapat menyelaraskan antara sumber daya
dan penggunaan peralatan untuk mencapai tujuan proyek. Untuk mencapai tujuan dengan
efektif dan efisien, maka manajemen konstruksi melibatkan tahapan-tahapan metode
pelaksanaan. Metode-metode tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan
Meninjau lokasi pekerjaan dan mengidentifikasi seluruh pekerjaan pada masing-masing
bangunan yang akan dilakukan perbaikan.
Memasukan material/bahan untuk keperluan pekerjaan fisik dengan dikonsultasikan
terlebih dahulu kepada pengawas/direksi.
Mendatangkan tenaga kerja dengan jumlah dan keahlian yang disesuai dengan
kebutuhan dilapangan.
Setiap tenaga kerja dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) dan didata untuk dilaporkan kepada pengawas/Direksi.
Pengadaan obat-2an P3K dan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan jumlah
tenaga dan tugas masing-masing bidang pekerjaan
Seluruh tenaga kerja diasuransikan pada PT. JAMSOSTEK.
2. Pekerjaan Arsitektur
A. Pekerjaan Pembongkaran dan Pembersihan
Material bekas bongkaran yang masih baik didata dan dikumpulkan kemudian
diangkut ke gudang atau tempat yang telah ditentukan oleh pengawas/direksi. Untuk
meminimalisir resiko dan kecelakaan kerja para Tukang/tenaga kerja yang
melaksanakan pekerjaan ini akan kita lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan
lain – lain yang diperlukan.
Pembongkaran plafon dan rangka tidak dipasang kembali
[1]
Pembongkaran penutup plafon dilaksanakan oleh tenaga manusia (man power)
dengan menggunakan alat bantu : palu, alat pengungkit (linggis).
Pembongkaran kusen/Pintu
Kusen-kusen yang dibongkar segera dipasang kembali dengan kusen baru sesuai
dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis. pemasangan/penyetelan kusen yang
dibarengi dengan pemasangan batu bata sebagai pengunci.
Pembongkaran Lantai
Pembongkaran Granit harus dilaksanakan dengan Hati-hati sehingga tidak merusak
benda-benda yang ada disekitarnya. Jika ada kerusakan akibat pembongkaran
Granit maka ganti rugi akan ditanggung kontraktor. Setelah pembongkaran selesai,
pihak kontraktor harus memastikan tidak ada benda bekas pembongkaran dan
kotoran yang tersisa disekitar lingkungan bangunan.
Pembongkaran Meja Lab dan Lemari asam
Pekerjaan pembongkaran meja dan lemari asam harus memperhatikan keadaan
sekeliling dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian yang tidak perlu dibongkar.
Pelaksanaan pembongkaran meja lab dan lemari asam menggunakan tenaga
manusia (man power) dengan peralatan bantu : Pahat beton, palu/martil dll.
Pembersihan dan pengerokan cat eksisting gedung
Pembersihan/pengerokan cat eksisting untuk area dinding dilakukan sebelum
melakukan pekerjaan pengecatan dengan membersihkan kotoran dan mengeruk
permukaan dinding eksisting yang tidak rata pada area luar dan dalam bangunan.
Sedangkan untuk pembersihan cat permukaan kusen dilakukan dengan
membersihkan debu dan meratakan permukaan yang tidak rata. Pada saat
pembersihan cat eksisting, dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak instalasi
listrik danbenda-benda yang ada. Pihak kontraktor harus memastikan tidak ada
benda bekas pembongkaran dan kotoran yang tersisa disekitar lingkungan
bangunan. Sampah material dikumpulkan dan dibuang di titik yang telah
ditentukan.
B. Pekerjaan Pasangan Dinding Beton
Pekerjaan Pasangan Bata
Pekerjaan pasangan dinding bata merupakan kunci utama dari semua
pekerjaan finishing karena itu pekerjaan ini harus dikerjakan dengan tepat dan
cermat karena jika pekerjaan ini tidak bagus maka akan berdampak buruk terhadap
pekerjaan atau sebagian besar terhadap pekerjaan finishing lainnya.
[2]
Mengingat pekerjaan dinding ini sangat kasat mata, maka untuk itu
pengawasan terhadap mutu pekerjaan juga harus diperhatikan yaitu dengan
melakukan ceklist secara bertahap, untuk item pekerjaan dinding sehingga hasil
akhir pekerjaan ini sesuai dengan spesifikasi atau menjadi lebih baik.
Adapun kesalahan yang biasanya terjadi dalam sistem pemasangan
pasangan Bata ini yang perlu mendapat perhatian khusus dan perlu di hindarkan
yaitu :
✓ Material tidak terkontrol.
✓ Dinding tidak vertical/Miring.
✓ Tebal dinding tidak sama.
✓ Sudutan/pertemuan dinding tidak siku.
✓ Dinding/Acian retak.
Oleh karena itu pemasangan ini perlu di cermati untuk menghindari kesalahan
tersebut, bahan, material, dan metode pemasangan yang akan dilakukan untuk
mencegah kesalahan tersebut yaitu :
✓ Bahan yang dibutuhkan : Batu bata lokal, Pasir pasang, Semen, Besi beton,
Air.
✓ Bahan yang dibutuhkan : Concrete Mixer, Water pass, benang, jidar
alumunium & unting-unting.
✓ Metode Pekerjaan pemasangan.
Pekerjaan bata ini dimulai setelah pekerjaan beton struktur selesai
dilakukan. Sebelum melakukan pekerjaan lokasi harus di bersihkan dari kotoran-
kotoran maka akan dimulai pekerjaan.
Langkah-langkah :
✓ Marking center Line Pasangan bata di setiap ruangan/ lantai beton (Marking
Awal).
✓ Marking pasangan bata setebal pasangan bata.
✓ Buat marking pinjaman sejauh 50 cm, tergantung dari sistem markingan dari
pasangan bata 2 sisi.
✓ Pasang profil kayu atau besi untuk acuan kedua sisi pasangan bata yang akan
di pasang kemudian cek verticality kayu dengan pondulum (unting-unting).
✓ Pasang Benang secara horizontal dari acuan ke acuan untuk setiap 2 lapis bata.
✓ Pasangan tulangan untuk kolom praktis setiap 12 m2 atau dinding dengan
jarak 4 m
[3]
✓ Rendam bata dalam air.
✓ Pemasangan dinding ½ bata diatas sloof setinggi ± 30 cm menggunakan
adukan 1 sm : 2 Ps dan pasangan diatasnya menggunakan adukan 1 sm : 2 Ps,
pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah poses pembukaan bekisting sloof,
pemasangan bata kita berpedoman gambar.
✓ Adukan mortar (adukan) untuk pasangan bata dengan komposisi : umum ( 1 Pc
: 5 Pasir ).
✓ Mortar awal berfungsi sebagai perataan awal.
✓ Pasangan Bata lapis pertama. Cek posisi pasangan terhadap marking, jika
sesuai dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya sesuai benang acuan sesuai
ketinggian 1 m, tebal spesi pada pasangan di usahakan 1 – 1.5 cm (tergantung
gradasi pasir).
✓ Lanjutkan pemasangan setiap tinggi 1 meter.
✓ Untuk pasangan bata yang bertemu dengan kolom struktur, apabila ketinggian
bata sudah mencapai 1.6 m dipasang angkur dari kolom kepasangan bata (2
buah dengan jarak vertikal 500mm).
✓ Pada pertemuan pasangan bata dengan balok struktur biasanya diatasnya di
pasang steyroform guna menghindari retak akibat lendutan struktur.
Pekerjaan Plesteran.
Setelah pekerjaan pasangan bata telah selesai dan telah di cek kebenarannya
maka pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran. Pekerjaan dilaksanakan
pada saat pasangan bata berumur minimal 3 hari.
Tahapan pekerjaan :
✓ Siram permukaan bata sampai dengan permukaan jenuh.
✓ cek sudutan/kesikuan dari dinding serta posisinya.
✓ Buat kamprotan tipis setebal 0,5 – 1 cm untuk menghindari penyusutan yang
berlebihan.
✓ Plesteran dilakukan setelah pasangan bata berumur 3 hari.
✓ Plesteran dinding ± 30 cm diatas nol dan dinding pada kamar mandi/WC
setinggi 150 cm menggunakan adukan kedap air 1 : 2 dan pleteran diatasnya
menggunakan adukan 1 : 2 Ps.
✓ Setelah plesteran setengah kering (1/2 Matang) di ratakan dengan jidar
aluminium (pemakaian roskam sebaiknya di hindari).
✓ Lakukan pengecekan kembali setelah selesai di plester.
[4]
✓ Plesteran harus di siram sebanyak 2 kali sehari dalam satu minggu, hal ini untuk
menghindari retak rambut pada dinding bata sebelum berlanjut pada tahap acian.
Pekerjaan Acian
Setelah pekerjaan plesteran telah selesai dan telah di cek kebenarannya
maka pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan acian.
Tahapan pekerjaan :
✓ Lakukan kuring pasangan bata dengan di siram setiap hari, guna menjaga
penyusutan yang berlebihan.
✓ Lakukan pengacian dengan komposisi 2 Pc : 3 kapur dengan steel trower dan
ratakan dengan jidar alumunium. Pemakaian kapur juga diperuntungkan untuk
menghindari retak rambut pada permukaan dinding.
✓ Siram permukaan plesteran sampai dengan jenuh air sebelum pekerjaan acian.
✓ Untuk mengurangi pori-pori, gosok permukaan dengan kertas semen.
✓ Curing permukaan acian minimal 1 kali sehari dalam waktu selama 3 hari.).
C. Pekerjaan Plafond
Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-
langit bangunan. Pekerjaan Plafond, terdiri dari :
Pek. rangka Plafond Hollow
Material yang digunakan yaitu :
✓ Rangka Metal Hollow ukuran 35.35.3mm
Metode Pelaksanaan :
✓ Pembongkaran rangka dan penutup plafond existing sesuai dengan arahan
direksi.
✓ Menyiapkan alat dan material yang diperlukan untuk pemasangan rangka
plafond hollow.
✓ Ukur rencana tinggi plafon. Sebaiknya tidak melebihi ring balok. Gunakan
selang air untuk mengatur ketinggian agar sama tinggi (waterpas).
Pek. Penutup Plafond PVC
Material yang digunakan yaitu :
✓ Penutup Plafond PVC setara Elegant Plafond Lebar 20cm
✓ List Plafond PVC
Metode Pelaksanaan :
✓ Pekerjaan penutup plafond dilakukan setelah pekerjaan rangka plafond dan
instalasi listrik telah selesai.
[5]
✓ Menyiapkan alat dan material yang diperlukan untuk pemasangan penutup
plafond PVC.
✓ Pasang plafon PVC secara presisi dengan menggunakan skrup hingga
menempel dengan sempurna. Bagian yang tidak ideal dirapikan dengan
pemotong (cutter), pastikan untuk memotongnya dengan hati-hati.
✓ Pasang List plafon PVC menggunakan skrup hingga menempel dengan
sempurna dan rapi.
D. Pekerjaan Lantai
Pekerjaan Pasangan lantai dimulai bila semua pekerjaan plafon, pekerjaan
pasangan dinding dan pemasangan pipa-pipa telah selesai dilaksanakan. Permukaan
yang akan dipasangan penutup granit dibersihkan dari kotoran, seperti sisa-sisa adukan,
potongan kayu, sisa gergajian dan Iain-lain. Pelaksanaan pekerjaan pasangan granit
antara lain :
Pasangan Lantai Granit 60x60cm (Polish)
Pasangan Lantai Granit 60x120cm (Polish) untuk meja laboratorium
Pasangan Lantai Granit 60x60cm (Polish) untuk meja laboratorium
Pasangan Lantai Granit 60x60cm (Polish) untuk dinding meja laboratorium
Metode Pelaksanaan:
✓ dilakukan pengukuran ulang bersama-sama dengan konsultan pengawas/direksi
teknis untuk menentukan peil lantai, siku dan penentuan As pemasangan granit.
✓ Sebelum granit akan dipasang, terlebih dahulu harus direndamkan ke dalam air
hingga jenuh.
✓ Permukaan lantai yang akan dipasang granit harus bersih dan kering.
✓ Adukan semen untuk pemasangan granit harus penuh, baik untuk permukaan
dasaratau pun dibadan belakang granit.
✓ Perbandingan adukan untuk pemasangan granit adalah 1Pc: 4Psr dengan
ketebalan rata-rata 2 cm.
✓ Pola pemasangan granit harus sesuai dengan gambar detail atau sesuai dengan
petunjuk Pengawas.
✓ Lebar siar-siar harus sama, dengan kedalaman maksimal 2 mm,
membentuk garis lurus sesuai dengan gambar, atau sesuai petunjuk Pengawas.
✓ Siar-siar harus diisi bahan pewarna yang mana warnanya satu warna dengan
granit.
[6]
✓ Pemotongan granit menggunakan alat potong granit
✓ Granit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam kotoran dan
noda yang melekat, sehingga benar-benar bersih sehingga warna granit tidak
rusak/buram.
E. Pekerjaan Kayu & Kaca
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah
bangunan. Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak,
sehingga pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang
tepat.
Pasangan Kusen Pintu Jendela Kayu
Material yang digunakan yaitu :
✓ Kusen Kayu Kelas II
✓ Daun Pintu Multipleks Lapis HPL (Rangka multipleks 18mm)
✓ Daun Pintu Panel Kelas II
✓ Daun Jendela Kayu Kelas II
✓ Kaca Bening 5mm
✓ Engsel
✓ Door Closer
✓ Door Stoper
✓ Rell Pintu Dorong
✓ Roda Hanger Pintu Dorong
✓ Handle + Kunci
✓ Hak angin
✓ Kunci Grendel
Metode Pelaksaan :
✓ Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan lapangan
untuk openingan yang akan dipasang kusen.
✓ Pabrikasi material
✓ Kayu dipotong dan di sambung/dirangkai
✓ Kusen Kayu yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
✓ Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan
kusen Kayu dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus
[7]
maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan
lama.
✓ Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara Kayu dengan dinding di isi
dengan acian.
✓ Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu, Engsel bawah
dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu, Engsel tengah dipasang
ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
✓ Setelah kusen kayu terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen
dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
✓ Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan Konsultan
Management Konstruksi.
✓ Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
✓ Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan kunci
tidak membentur tembok pada saat pintu terbuka.
✓ Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.
✓ Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan
di lapangan.
✓ Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus yang
belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai
dengan Standar Spesifikasi pabrik.
✓ Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Management Konstruksi/Perencana.
F. Pekerjaan Pengecatan
Pengecatan Dinding
Material yang digunakan :
✓ Cat Interior setara Moxilex Cendana
✓ Cat Eksterior setara Mowilex
Metode Pelaksaan :
✓ Sebelum dilakukan proses pengecatan seluruh bagian tembok (bidang yang akan
dicat) digosok menggunakan kertas amplas dan dibersihkan dari segala kotoran
[8]
yang menempel pada bidang yang akan dicat. Kemudian dilanjutkan dengan
pengecatan dengan cat dasar.
✓ Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk mencegah terjadinya
pengelupasan.
✓ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat tembok dengan cat dengan
menggunakan kuas roll.
✓ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan
plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion
✓ Untuk pengecatan dalam ruangan kerjakanlah mulai dari langit - langit yang
diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan kemudian ke bagian
bawah.
✓ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
✓ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang
ketempat sampah.
Pengecatan Kayu dan Besi
Material yang digunakan :
✓ Cat Plamur Catylax
✓ Meni Kayu
✓ Cat Kayu Avian
✓ Cat Besi Avian
Metode Pelaksanaan :
✓ Sebelum dilakukan proses pengecatan seluruh bagian bidang kayu (bidang yang
akan dicat) digosok menggunakan kertas amplas dan dibersihkan dari segala
kotoran yang menempel pada bidang yang akan dicat. Kemudian dilanjutkan
dengan pengecatan dengan cat dasar.
✓ Pastikan permukaan bidang kayu bersih dan kering untuk mencegah terjadinya
pengelupasan.
✓ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat bidang kayu dengan cat dengan
menggunakan kuas.
✓ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
[9]
✓ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang
ketempat sampah.
G. Pekerjaan Dinding Partisi
➢ Pasangan Dinding Multiplek Lapis HPL
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi pekerjaan pengadaan bahan dan pembuatan dinding partisi lengkap dengan
rangka dan perlengkapan lainnya.
1.1 Pekerjaan yang Dispesifikasikan
Dinding Partisi Penutup Multipleks Finishing partisi Lapis HPL
1.2 Bahan/Material
Rangka dari masing-masing bagian dan ukuran dalam keadaan terpisah/lepas
Multiplek Palem : 9 mm
Finishing HPL
List Stainless Steel “T”
1.3 Penanganan Bahan
Multipleks dibawa ke lokasi proyek harus dalam kemasan asli dari pabrik yang
memperlihatkan merk, tipe dan ukuran. Lakukan penyimpanan dengan memberi
perlindungan seperti yang disyaratkan pabrik pembuat.
1. Persyaratan Bahan
2.1. Multiplek
Menggunakan type Palem Tebal 9mm
2.2. Rangka Partisi
Menggunakan Rangka Baja Ringan Canal C75 Bluescope modul 60x120cm
2.3. HPL
Menggunakan merk Violam
2. Persyaratan Pelaksanaan
3.1. Pemasangan
a. Rangka Partisi
Rangka Utama/Struktural
Pasangkan rangka utama struktural arah vertikal setiap jarak 60 cm menerus
dari bawah sampai atas setinggi partisi dan berikan pengikat struktural pada
bagian dasar (plat lantai bawah) dan puncak (plat lantai atas) untuk
mengangkurkan partisi pada lantai dan langit-langit.
[10]
b Rangka Pembagi/Sekunder
Pasangkan rangka pembagi/sekunder setiap jarak 60 cm arah horizontal dan
vertikal mengisi bidang rangka utama.
c Pengikatan Rangka
Angkurkan rangka utama sisi tepi pada dinding atau kolom dan pengikat
bawah (bottom runner) pada lantai. Untuk pengikat atas (top runner)
diperlakukan sebagai balok ang dijepit pada tumpuan di kedua ujung dari
bentangan bidang partisi.
d Kualitas Pemasangan
Pasangkan rangka secara baik, rata permukaan, kokoh dan sesuai dengan
perencanaan. Kualitas pemasangan ini harus mendapatkan persetujuan dari
Pengawas.
3.2. Pembersihan dan Perlindungan
Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-permukaan yang
terkena bahan compound, tetapi tidak dikehendaki atau diperkirakan akan
menimbulkan tonjolan-tonjolan pada pekerjaan finishing. Sebelum finishing
dilaksanakan maka permukaan partisi harus dijaga terhadap benturan-benturan
benda keras.
➢ Dinding Aluminium Kaca
1. Lingkup Pekerjaan
1.1. Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantunya yang
berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar, sehingga
dapat dicapai hasil yang sempurna.
1.2. Semua pekerjaan kusen, rangka pintu kaca, kusen kaca bangunan dan lain-lain
seperti dinyatakan dalam gambar serta petunjuk pengawas.
2. Pengendalian Pekerjaan
2.1. Seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan dalam:
a) The Allumunium Associaton (AA).
b) Architectural Allumunium Manufactures Association (AAMA).
c) American Standards for Testing Matrials (ASTM).
d) Mengikuti shop drawing, berdasarkan katalog pabrik terbaru.
3. Bahan – bahan/Material
3.1. Pekerjaan Aluminium:
a) Kusen Aluminium Warna Silver (Alexindo)
[11]
b) Kaca Bening 5mm (kaca Asahimas)
4. Syarat – Syarat Pelaksanaan
4.1. Pekerjaan Aluminium
a) Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan lapangan
untuk openingan yang akan dipasang kusen.
b) Pabrikasi material
c) Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup
galvanis.
d) Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection
tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan
e) Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap
yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
f) Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan
kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak
lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan
tahan lama.
g) Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding
di isi silicone sealant.
h) Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas,
apabila lokasi pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada
lagi pekerjaan yang dapat merusak aluminium tersebut.
i) Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan
keadaan di lapangan.
j) Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus yang
belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai
dengan Standar Spesifikasi pabrik.
k) Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Management Konstruksi/Perencana.
[12]
H. Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
Pekerjaan Mekanikal
Material yang digunakan :
✓ Kran air ½” onda
✓ Pipa PVC Aw ½” Rucika
✓ Pipa PVC Aw ¾” Rucika
✓ Pipa PVC Aw 3” Rucika
✓ Pipa PVC Aw 4” Rucika
Metode Pelaksanaan :
✓ Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
✓ Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve,
fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
✓ Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
✓ Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan
ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
✓ Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan
diberi lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair
✓ Untuk Penyambungan Pipa rencana dengan Pipa Eksisting, diharapkan kepada
kontraktor untuk tidak membuat sambungan yang ditimbun/dalam beton.
Pekerjaan Elektrikal
Metode Pelaksanaan :
✓ Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang
mana pipa conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran, supaya
tidak mudah berubah ketika dinding diplester.
✓ Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan
pipa conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
✓ Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran dan
acian dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing jadi
halus rapih.
✓ Pekerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites ketahanannya
agar tidak terjadi bongkar pasang.
✓ Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan
koordinasi antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
[13]
✓ Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan
dengan persetujuan direksi.
✓ Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada
pekerjaan sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
✓ Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai kegunaannya
dan lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk.
I. Pekerjaan Pembersihan Akhir
Sebelum diadakan Serah Terima pertama pekerjaan, kontraktor pelaksana wajib
membersihkan semua bagian pekerjaan, terutama pada sisa pekerjaan pembongkaran
dan lain-lain. Kontraktor Pelaksana juga harus membersihkan barang bekas/peralatan
yang diperlukan. Semua sisa material yang digunakan harus dibawa ke luar dari
lingkungan pekerjaan, sehingga halaman benar-benar bersih dan rapih
Demikian uraian singkat mengenai metode pelaksanaan pekerjaan untuk dapat dikerjakan saat
pekerjaan fisik telah dimulai.
[14]