| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0013566278009000 | Rp 3,498,264,234 | 88.47 | 90.78 | - | |
Agrinas Pangan Nusantara (Persero) | 00*0**6****93**0 | - | 68.51 | - | Tidak memenuhi ambang batas Sub Unsur Tenaga Ahli dengan nilai 38,30 (Ambang batas untuk kualifikasi Sub Unsur Tenaga Ahli = 45,00) dan Peserta tidak menawarkan tenaga ahli Orang Asli Papua, Sesuai dengan IKP, Evaluasi Teknis poin 25.6 (f).6 |
| 0026236869013000 | - | - | - | 1. Kualifikasi Usaha SBU Bidang Jasa Desain Arsitektural Lainnya (AR002) atau bidang Jasa Desain Arsitektural (AR102) dan Bidang Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Bangunan dan Lansekap (PR103) atau bidang Jasa Pengembangan Lingkungan Bangunan dan Lansekap (AL004) tidak sesuai dengan persyaratan yaitu Kualifikasi Usaha Besar 2. Tidak berKSO dengan Pengusaha OAP | |
| 0013095203062000 | - | - | - | 1. Kualifikasi Usaha SBU Bidang Jasa Desain Arsitektural Lainnya (AR002) atau bidang Jasa Desain Arsitektural (AR102) tidak sesuai dengan persyaratan yaitu Kualifikasi Usaha Besar 2. Tidak berKSO dengan Pengusaha OAP | |
| 0012531083517000 | - | 72.4 | - | Tidak memenuhi ambang batas Sub Unsur Tenaga Ahli dengan nilai 37,60 (Ambang batas untuk kualifikasi Sub Unsur Tenaga Ahli = 45,00) dan Peserta tidak menawarkan tenaga ahli Orang Asli Papua, Sesuai dengan IKP, Evaluasi Teknis poin 25.6 (f).6 | |
| 0734146145621000 | - | - | - | 1. Kualifikasi Usaha SBU Bidang Jasa Desain Arsitektural Lainnya (AR002) atau bidang Jasa Desain Arsitektural (AR102) tidak sesuai dengan persyaratan yaitu Kualifikasi Usaha Besar dan 2. Tidak memiliki SBU Bidang Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Bangunan dan Lansekap (PR103) atau bidang Jasa Pengembangan Lingkungan Bangunan dan Lansekap (AL004) 2. Tidak berKSO dengan Pengusaha OAP | |
PT Desain Central Asia | 04*1**6****42**0 | - | - | - | 1. Klasifikasi Usaha SBU Bidang Jasa Desain Arsitektural Lainnya (AR002) atau bidang Jasa Desain Arsitektural (AR102) dan Bidang Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Bangunan dan Lansekap (PR103) atau bidang Jasa Pengembangan Lingkungan Bangunan dan Lansekap (AL004) tidak sesuai dengan persyaratan 2. Tidak berKSO dengan Pengusaha OAP |
Wulan Pratama Indo | 08*5**3****01**0 | - | - | - | - |
| 0016785727013000 | - | - | - | - | |
| 0016779563428000 | - | - | - | - | |
PT Ghaisan Rafassya Gemilang | 04*1**8****34**0 | - | - | - | - |
| 0826532434517000 | - | - | - | - | |
PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) | 00*0**4****93**0 | - | - | - | - |
| 0741663934541000 | - | - | - | - | |
| 0011185816428000 | - | - | - | - | |
| 0015711062031000 | - | - | - | - | |
| 0016118911441000 | - | - | - | - | |
| 0019060086805000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PENGADAAN
PAKET PEKERJAAN :
PERENCANAAN MASTERPLAN DAN DED
KAWASAB KAMPUS ISBI TANAH PAPUA
SUMBER DANA DIPA ISBI TANAH PAPUA
TAHUN ANGGARAN 2023
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
I. Latar Belakang : Tantangan pengembangan pendidikan tinggi dimasa mendatang
semakin ketat sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan
teknologi. Tuntutan terhadap kualitas sumberdaya manusia menjadi
lebih kompetitif mengharuskan tenaga yang dihasilkan oleh perguruan
tinggi menjadi lebih berkualitas. Sebagai penghasil tenaga berkualitas
dan memiliki kompetensi penyelenggaraan pendidikan tinggi harus
mampu menjadi pendorong dan bahkan sebagai motivator
pembangunan kawasan dan regional. Dari sisi kawasan penyediaan
tenaga dengan kompetensi tinggi masih belum dapat secara optimal
mendukung pengembangan kawasan. Jumlah dan sebaran secara
kualitas maupun kuantitas perguruan tinggi masih belum dapat
menyediakan tenaga yang dibutuhkan dalam pengembangan daerah
potensi pembangunan maupun percepatan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan trend peningkatan jumlah mahasiswa ISBI Tanah Papua,
yang terus meningkat dari tahun ke tahun, ini menunjukan tingkat
partisipasi masyarakat terhadap pendidikan jenjang vokasi semakin
meningkat. Pertambahan program studi baru, dan peningkatan jenjang
strata juga semakin ditambah dan ditingkatkan. Maka dalam hal ini,
disamping program-program pendidikan yang terus ditingkatkan untuk
memenuhi tuntutan kebutuhan pasar tenaga kerja, hal lain yang harus
dipenuhi adalah kebutuhan sarana/prasarana sebagai bagian dari
kebutuhan ruang (gedung) untuk interaksi belajar-mengajar yang
mutlak harus diadakan.
Mengingat kawasan ISBI Tanah Papua yang memiliki kawasan yang
cukup luas, dengan luas sekitar 40.000 m2 (4 Hektar), perlu penataaan
ulang yang komprehensif, karena pola perpetakan yang ada terlihat
mengalami ketidakteraturan (sprawl), yang mengakibatkan
ketidakefisienan penggunaan lahan. Secara fisik berdasarkan
perkembangan di lapangan, dengan penambahan fasilitas gedung
perkuliahan maupun pendukungnya, tentunya memerlukan penataan
yang terencana dengan baik. Sehingga dapat menghasilkan tataguna
lahan efisien, efektif, dan berdayaguna.
Maka dengan melihat fakta tersebut, dibutuhkan suatu evaluasi untuk
mengetahui arah pengembangan fisik ISBI Tanah Papua, diperlukan
suatu. master plan yang menyeluruh dan terintegrasi, dan dapat
ditinjau secara berkala, agar perkembangan fisik yang terjadi
memiliki arah yang jelas dan memiliki konsep yang baik untuk jangka
waktu yang panjang. Dengan konsep master plan yang menyeluruh,
dalam hal ini perlu dilakukan dengan tindakan, Rencana Induk
Pengembangan Kampus. Pedoman ini merupakan acuan bagi
pelaksanaan pengembangan dan peningkatan fisik yang efisien,
efektif, dan fungsional di masa mendatang. Hal itu merupakan
panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan untuk
mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan
lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan
dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana
investasi, dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan
lingkungan/kawasan.
II. Maksud dan Tujuan : Agar dalam menyusun rencana secara keseluruhan yang
berkesinambungan dan terpadu untuk melaksanakan fungsi
sepenuhnya sebagai Perguruan Tinggi yang terus berkembang dalam
peningkatan layanannya secara terinci dalam tahapan-tahapan
pengadaan sumber daya manusia, pembiayaan, maupun prasarana
dan sarana fisik bangunannya, yang tersusun dalam suatu Rencana
Induk/ Master Plan.
Pedoman Master Plan ini nantinya akan dijadikan dasar acuan dalam
mewujudkan Rencana Pembangunan dan Pengembangan suatu
Perguruan Tinggi bagi pengelola agar menjadi acuan yang baik dan
benar.
Tujuan dari pembuatan master plan ini, adalah untuk mendesain
master plan yang sesuai dengan kondisi lapangan, yang selanjutnya
dilakukan adaptasi terhadap rancangan master plan baru dengan
zona-zona ( cluster ) dan tema kegiatan kampus, sebagai bagian dari
Rencana Induk Pengembangan Kampus
Menjadi arahan bagi pengendalian dan pemanfaatan tata guna lahan
yang tertib, teratur dan efisien serta efektif.
Membuat dokumen perencanaan sebagai acuan dan arahan dalam
pembangunan berjangka, agar dapat dilakukan rencana investasi.
III. Loaksi Pekerjaan : Koya Kosso Kota Jayapura - Papua
III. Jangka Waktu Pelaksanaan : Masa Pelaksanaan Pekerjaan 90 ( sembilan puluh ) hari kalender
IV. Sumber Dana : DIPA ISBI Tanah Papua Tahun Anggaran 2023
V. Pekerjaan Utama : Lingkup kegiatan Perencanaan Masterplan dan DED ini adalah
Pembuatan Master Plan Kampus ISBI Tanah Papua dengan luas lahan
40.000 m2 ( 4 Hektar)
VI. Output Pekerjaan : Terciptanya Kawasan perkuliahan Kampus yang nyaman dan aman
untuk proses belajar mengajar kepada Mahasiswa dan Dosen
VII. Fungsi /Kegunaan Bangunan : Sarana dan prasana pendidikan
VII. Kriteria Kinerja Produk : Perencaaan Masterplan dan DED yang sesuai dengan kebutuhan ISBI
Tanah papua dan Sesusai dengan peraturan yang berlaku di Wilayah
Kota Jayapura