| Reason | |||
|---|---|---|---|
Rebekka Gemilang | 0021438759009000 | - | - |
| 0313498891034000 | - | - | |
| 0711071829106000 | - | - | |
| 0908421415101000 | - | - | |
| 0026506196101000 | - | - | |
| 0940880735003000 | - | - | |
| 0016286619008000 | - | - | |
PT Parama Bahana Konstruksi | 04*2**8****09**0 | - | - |
PT Ajrin Rifki Multika Teknologi | 09*5**7****38**0 | Rp 1,543,819,961 | Daftar isian peralatan utama: 1). Daftar Peralatan bukan ditujukan pada paket pekerjaan yang dipersyaratkan; 2). Kapasitas 300 M3 pada Daftar Peralatan tidak ada dokumen pendukung/nota/invoice; 3). Terdapat Invoice namun tertera Kapasitas 0.5 M3); 4). Dokumen pendukung/invoice a.n. Badan Usaha Lain. Daftar isian personel manajerial: Surat referensi kerja menerangkan 2 (dua) nama personel yang berbeda yaitu a.n. Jamisius Tetu Sabu dan a.n. Rita Purwati. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK): Pakta Komitmen tidak mengacu pada Permen PUPR No.10 Tahun 2021 dan Peraturan LKPP No.12 Tahun 2021. |
| 0719246241201000 | Rp 1,467,676,901 | Daftar isian personel manajerial: Pengalaman Pelaksana selama 2 tahun tidak sesuai dengan kompetensi bidang yg dipersyaratkan. | |
| 0025373515331000 | Rp 1,678,217,880 | Persyaratan Kualifikasi: Sisa Kemampuan Paket (SKP) sudah tidak mencukupi lagi Persyaratan Teknis: Pengalaman Personel Manajerial Pelaksana tidak mencukupi sebagaimana dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. | |
| 0910215961102000 | - | - | |
PT Rubinos Sakti Abhinaya | 06*4**6****08**0 | Rp 1,702,383,647 | Peralatan Utama: Tidak menyampaikan daftar dan dokumen kepemilikan peralatan sebagaimana yg dipersyaratkan. Personel Manajerial Tidak menyampaikan Daftar Personel Manajerial dan Daftar Pengalaman Pekerjaan sebagaimana dipersyaratkan dalam Dokpil. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK): Tidak memenuhi sebagaimana dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. |
| 0023522741311000 | - | - | |
| 0965134836201000 | - | - | |
CV Je Utama Mandiri | 06*3**3****01**0 | - | - |
CV Ardi Karya | 0750572539205000 | - | - |
| 0924593007821000 | - | - | |
| 0015552540429000 | - | - | |
| 0411327166327000 | - | - | |
Rafanda Al Razaak | 09*1**2****35**0 | - | - |
| 0900806118101000 | - | - | |
| 0311911754124000 | - | - | |
| 0758732044429000 | - | - | |
| 0620486514101000 | - | - | |
| 0014860167311000 | - | - | |
| 0015400260102000 | - | - | |
CV Putra Amor | 0016355240321000 | - | - |
| 0800975997101000 | - | - | |
PT Laksana Satya Wijaya | 04*2**9****04**0 | - | - |
Chanel | 00*8**4****21**0 | - | - |
| 0018933473101000 | - | - | |
| 0025295668612000 | - | - | |
Straba Jasa Prima | 06*1**4****04**0 | - | - |
PT Karyamas Prima Sempurna | 06*8**7****16**0 | - | - |
| 0535683122311000 | - | - | |
| 0859795833612000 | - | - | |
| 0963458740311000 | - | - | |
| 0017367210202000 | - | - | |
| 0926638735311000 | - | - | |
| 0810938126311000 | - | - | |
| 0719465213105000 | - | - | |
CV Indoutama Ys | 09*2**7****01**0 | - | - |
| 0752409847124000 | - | - | |
| 0603830522448000 | - | - | |
| 0811948520102000 | - | - | |
| 0026871103803000 | - | - | |
| 0905215570009000 | - | - | |
| 0316793587222000 | - | - | |
| 0965863269223000 | - | - | |
| 0032007619311000 | - | - | |
| 0030704712307000 | - | - | |
| 0734542079101000 | - | - | |
| 0933285124331000 | - | - | |
| 0723416947524000 | - | - | |
| 0027551035543000 | - | - | |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - | - |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - |
| 0868222126009000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
Pembangunan Gedung Sekretariat UKM dan
HIMA FISIPOL UNIVERSITAS BENGKULU
KEMENTERIAN PENDIDIKAN KEBUDAYAAN RISET DAN
PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN ANGGARAN 2023
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah : PEMBANGUNAN GEDUNG SEKRETARIAT
UKM DAN HIMA FISIPOL UNIVERSITAS BENGKULU
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan Meliputi :
a. Pembersihan Lokasi.
b. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank.
c. Barak kerja dan Gudang bahan.
d. Administrasi/Dokumentasi
e. Pek. Steger Kerja
f. Pemasangan Papan Nama Proyek.
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pembersihan Lokasi
Pembersihan Lokasi Merupakan Tahap awal dari pekerjaan. membersihkan lokasi
dari segala sesuatu yang dapat menganggu pelaksanaan pekerjaan termasuk hasil
galian, timbunan, bongkaran bekas bangunan lama jika ada,p ohon dan akar-akar
pohon. Hasil bongkaran tersebut harus dibuang ke luar lokasi pekerjaan.
b. Pengukuran/Pemasangan Bouwplank
Setelah Pembersihan Lapangan Lokasi Pekerjaan Selesai dan Pembuatan Direksi
Keet, Barak Kerja dan Gudang serta Pemasangan Papan Nama Proyek Selesai
dikerjakan, Dilanjutkan Dengan Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank.
Pengukuran dan Pemasangan Bouwplang dilakukan harus benar teliti dan Begitu
Cermat, Jarak antara satu titik ke titik selanjutnya di ukur dengan teliti dan ukuran
nya sesuai dengan gambar rencana. antara satu Patok ke patok berikut nya harus
bersudut 90 derajat.
Material Yang digunakan Adalah Kayu Kaso 5/7 sebagai Patok dan Reng atau pun
Papan sebagai Penyambung satu sudut kesudut berikut nya.
Kaso ditancapkan ketanah Kemudian diwaterpas untuk mencari Peil dari Lantai
Bangunan yang akan dikerjakaan. Setiap satu sudut diberi patok dan Penyambung
satu patok ke patok berikut nya adalan papan atau Reng. Antara as ke as di ukur
jaraknya sesuai dengan gambar rencana.
c. Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang.
Seelah Lokasi Pekerjaan dibersihkan, selanjutnya pembuatan Direksi Keet, Barak
Kerja dan gudang. Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang Merupakan Bangunan
Sementara yang Dibuat dari bahan kayu/papan beratapkan seng yang bertujuan
Untuk Melindungi Pekerja dan Menyimpan Material dari Cuaca Hujan dan Panas.
d. Administrasi/Dokumentasi
Administrasi/Dokumentasi ini berjalan pada saat awal pekerjaan, saat pekerjaan
sedang berjalan dan hingga selesainya pekerjaan.
e. Pek. Steger Kerja
• Pertama, tentukanlah letak steger atau mengatur jarak dari steger. Misalnya
adalah tentang as balok pada pekerjaan.
• Ke dua adalah tahap dimana harus memasang base plat atau disebut juga jack
base di atas landasan yang harus stabil.
• Ke Tiga adalah tahap dimana harus memasang base plat atau disebut juga
jack base di atas landasan yang harus stabil.
• Tahap keempat anda harus memasang cross brace di dua sisi untuk membuat
elemen perancah yang baik sehingga dapat berdiri dengan baik dan aman.
• Selanjutnya, susunlah frame vertical selanjutnya. Namun jika tidak, dapat
selesai dengan pemasangan dari shoring head. Hal ini dilakukan jika merasa
bahwa tinggi steger sudah cukup memadai untuk proyek konstruksi. Selain
itu, ini juga berarti bahwa ketinggian steger dapat dilakukan dengan cara
mengatur U-Head dan jack.
f. Pembuatan papan nama proyek
Membuat papan nama proyek dari papan dengan ukuran 90x120 cm. didirikan
tegak di atas Kayu 5/7 cm setinggi 240 cm. diletakkan pada tempat yang mudah
dilihat oleh umum. Papan nama proyek memuat :
➢ Nama Proyek.
➢ Pemilik Proyek.
➢ Lokasi Proyek.
➢ Jumlah Biaya (kontrak).
➢ Nama Konsultan Perencana.
➢ Nama Konsultan Pengawas.
➢ Nama Pelaksana (kontraktor).
Proyek Dimulai Tanggal, Bulan, dan Tahun
II. PEKERJAAN PENERAPAN SMKK
Pekerjaan Penerapan SMKK meliputi :
a. Penerapan SMKK
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Penerapan SMKK
Kontraktor diwajibkan menyediakan peralatan/ perlengkapan penyelenggaraan
protokol Kesehatan berupa Kotak P3K untuk para pekerja konstruksi. Kontraktor
diwajibkan menyediakan seorang Petugas K – 3 di lokasi proyek untuk Menjaga
jalannya pelaksanaan peraturan K3 sesuai bidang yang ditekuninya. Mengontrol
keadaan lingkungan kerja mulai dari mengecek kondisi peralatan, menganalisis sifat
pekerjaan, dan mengawasi proses produksi.
III. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
Pekerjaan Tanah Meliputi :
a. Pengeboran Pondasi Bored Pile
b. Pemotongan Tanah Dan Penebangan Pohon
c. Galian Tanah Pondasi dan Pile Cap
d. Urugan Pasir Bawah Pondasi
e. Urugan Tanah Kembali
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan Pengeboran / Galian pondasi Bore Pile, Pondasi Batu Gunung/Batu Kali
dilaksanakan setelah pemasangan bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu.
Bentuk galian dikerjakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalam gambar bestek.
Galian pondasi sebelum dipasang pondasi disiram dengan air dan dipadatkan terlebih
dahulu dengan alat pemadat.
b. Pekerjaan galian tanah pondasi batu Gunung Gunung/Batu Kali menggunakan alat
manual seperti cangkul, skop dan alat bantu lain nya. Sementara Galian Tanah Pondasi
Bored Pile Mengguakan Mesin Bor.
c. Urugan kembali tanah bekas galian pondasi dilaksanakan setelah urugan pasir bawah
pondasi, pemasangan Aanstamping , pemasangan pondasi batu kali/batu gunung serta
pondasi tapak dan stiknya selesai dikerjakan. Tanah yang di urug kembali harus padat,
pekerjaan urugan ini menggunakan alat manual seperti cangkul dan Skop.
d. Pekerjaan urugan pasir bawah pondasi dikerjakan setelah galian pondasi selesai
dikerjakan, urugan pasir tersebut disiram dengan air serta dipadatkan, ukuran dan
ketebalannya sesuai dengan yang tertera pada gambar bestek. Pekerjaan Urugan pasir
bawah lantai dikerjakan ketika pekerjaan pengecoran lantai dan pemasangan Granit
hendak dilaksanakan dan atap selesai dikerjakan, Pasir disiram lalu dipadat kan dengan
menggunakan alat pemadat. Ketebalan urugan pasir bawah lantai sesuai dengan tertera
pada gambar bestek.
e. Pekerjaan urugan tanah bawah lantai – I dilaksanakan setelah pemasangan Pondasi
tapak,batu gunung/kali selesai dilaksanakan atau setetelah sloof selesai dikerjakan.
Urugan tanah diratakan dan dipadatkan. Perataan dengan menggunakan alat manual
seperti cangkul, skoop, dll. Pemadataan dilakukan dengan menyiram air pada
permukaan tanah dan mengunakan alat pemadat. Ketebalan urugan tanah sesuai
dengan tertera pada gambar bestek.
IV. PEKERJAAN BETON LANTAI 1
Pekerjaan Beton Lantai 1 Meliputi :
a. Pek. Beton Lantai Kerja Dibawah Pondasi & Pek. Beton Rabat Keliling Bangunan
b. Pas. Pondasi Bore Pile
c. Pek. Pile Cap Pondasi
d. Pek. Pondasi Plat Setempat
e. Pek. Plat Lantai Beton
f. Pek. Sloof
g. Pek. Kolom
h. Pek. Balok & Ring Balok
i. Pek. Plat Tangga
j. Pek. Plat Beton Diatas Jendela
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pek. Beton Lantai Kerja Dibawah Pondasi & Pek. Beton Rabat Keliling Bangunan
1. Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
2. Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl atau B-0.
3. Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan pasir
dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
4. Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
5. Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk
menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan
jarak per 1 m untuk leveling lantai kerja.
6. Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
7. Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan
tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.
b. Pek. Pas. Pondasi Bore Pile
Pada prinsipnya pekerjaan pembuatan pondasi tiang bor dalam dua tahapan, yaitu
tahap pengeboran dan tahap pembuatan tiang yang pelaksanaanya harus dikelola secara
terpadu sehingga dapat dihasilkan pondasi dengan mutu yang optimal. Selanjutnya akan
dijelaskan prosedur pelaksanaan pondasi bor pile:
1. Pengeboran dengan Sistem Basah ini digunakan apabila diketahui level mata air tanah
cukup tinggi sehingga untuk mengantisipasi keluarnya air di konstruksi lubang bor.
Pelaksanaan pondasi tiang bor (bored pile) dengan Sistem Basah dapat dilaksanakan
dengan beberapa sistem (cara) pengeboran yaitu :
- Pengeboran Sistem Basah dengan menggunakan Temporary Casing
Casing digunakan jika jenis tanah di lapangan beresiko runtuh/ longsor di lubang
hasil bor sehingga akan menutup lubang tersebut.
- Pengeboran Sistem Basah tanpa Casing
Untuk jenis tanah yang cukup kuat dan padat dimana resiko longsor / runtuh bisa
diabaikan, maka tidak diperlukan Casing.
2. Pelaksanaan pondasi tiang bor (bored pile) dengan Sistem Kering dapat
dilaksanakan dengan beberapa sistem (cara) pengeboran yaitu :
- Pengeboran Sistem Kering dengan menggunakan Temporary Casing
Casing digunakan jika jenis tanah di lapangan beresiko runtuh/ longsor di lubang
hasil bor sehingga akan menutup lubang tersebut.
- Pengeboran Sistem Kering tanpa Casing Untuk jenis tanah yang cukup kuat dan
padat dimana resiko longsor / runtuh bisa diabaikan, maka tidak diperlukan
Casing.
3. Pelaksanaan Kerja Pengecoran
Pengerjaan pengecoran Bore Pile meliputi 4 langkah pekerjaan sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan
Persiapan yang diperlukan yaitu menyiapkan rute jalan masuk untuk truk mixerbeton
hingga lubang bor yang akan dicor dengan mengacu pada gambar situasi lubang yang
telah dibuat sebelumnya. Dasar lintasan harus kuat untuk menampung truk mixer
beserta beton readymix, serta apabila diperlukan dapat menggunakan landasan plat.
Pembuatan galian untuk menampung air tanah yang bercampur dengan lumpur yang
keluar saat pengecoran dilaksanakan.Hal ini perlu dilakukan agar air dapat teraliri
dengan baik menuju saluran drainase utama.
Persiapan alat yang akan digunakan untuk pengecoran pun harus dilakukan seperti
penyiapan pipa tremie. Supaya beton segar dapat mengalir dengan baik pada lubang bor
yang akan di cor, juga persiapan baut penguncicrane agar saat pengangkatan dan
penyambungan pipa tremie lebih efisien waktu.
Slump test perlu dilakukan sebelum pengecoran dimulai, agar spesifikasi beton sesuai
dengan yang diinginkan, pada proyek Thamrin Nine Development ini nilaislump test
yang di rencanakan yaitu 18 ± 2 cm.
2. Instalasi Pipa Tremie
Pemasangan pipa tremie harus dilakukan dengan teliti dan sedemikian rupa agar
mencapai kedalaman tanah yang direncanakan. Sebuah pipa tremiememiliki panjang 3
meter sehingga perlu disambung beberapa pipa tremie untuk mencapaik kedalaman
rencana. Perlu di perhatikan untuk sambungan pipa tremie harus kedap air agar beton
yang akan di cor mengalir di pipa dengan baik.
3. Pengecoran
Setelah tremie telah dipasang pasa lubang bor, sebelum memulai pengecoran pada tiap
truk mixer beton diambil sampel terlebih dahulu sebanyak 3 sampel yang dicetak pada
setakan silinder, yang nantinya sampel ini akan di test kuat tekannya.
Tahap awal penuangan beton kedalam tremie dilakukan dengan kontinyu dan cepat
dengan menarik tuas pada truk mixer sehingga beton ready mix keluar dari corong
lintasan. Penuangan beton dilakukan dengan cepat bertujuan agar beton yang pertama
masuk dapat mendorong kotoran-kotoran lumpur keluar.Selama penuangan beton pipa
tremie tidak boleh bergeser naik turun, kecuali ketika tahap akhir pengecoran.
Selama pengecoran ujung bawah pipa tremie harus terbenam dalam beton di dalam
lubang bor, minimal 1,5 m dan maksimal 6 meter, bila pipa tremieterbenam lebih dari 6
meter, maka dilakukan pemotongan pipa tremie. Pengecoran dilakukan hingga beton
mencapai cut of level (COL) dan ditambah dengan toleransi yang telah disepakati
sebelumnya yaitu sekitar 1 meter.
c. Pek. Pile Cap Pondasi
1. Pekerjaan Persiapan
Pengerjaan pile cap haruslah diawali dengan melakukan metode persiapan, yaitu
dengan menentukan as pile cap bangunan menggunakan theodolit serta waterpass.
Penggunaan theodolit dan waterpass haruslah disesuaikan dengan ship drawing.
Bahan material yang akan diperlukan untuk pengerjaan pada tahap selanjutnya juga
harus terkumpul terlebih dahulu. Kemudian, bisa dilanjutkan dengan melakukan
pemasangan patok as pile cap secara runtut dan teratur.
Dalam langkah ini Anda juga harus melakukan pemotongan pile cap yang sesuai dengan
elevasi pile cap yang telah direncanakan sebelumnya.
2. Pekerjaan Galian
Memastikan titik as pilecap terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan pengerjaan
selanjutnya. Setelah ini, anda bisa menggali tanah untuk tempat pile cap yang akan
dibuat nantinya.
Usahakan ketika menggali tanah harus disesuaikan dengan dimensi dari pilecap
tersebut. Sehingga pilecap dapat ditempatkan dengan pas pada tanah dan tidak
melenceng dari galian tanah yang akan dipakai untuk landasan pile cap.
3. Melakukan Pekerjaan Penulangan Pilecap
Pemasangan dari tulang-tulangan pilecap yang terdiri dari tulangan utama atas,
tulangan utama bawah, stek pondasi, pemasangan kaki ayam pada pilecap, serta beton
decking. Pemasangan pada stek pile cap digunakan sebagai penghubung untuk menuju
kolom. Pengerjaan dibagian ini haruslah dikerjakan sesuai dengan gambar rencana yang
telah dibuat dan spesifikasi sebelumnya.
4. Pekerjaan Pengecoran
Untuk langkah yang terakhir, Anda bisa melanjutkan pengecoran dengan menggunakan
material berupa beton. Namun, sebelum pengecoran dimulai Anda harus menimbun
tanah terlebih dahulu di daerah seitar bekisting. Hal ini berguna untuk menahan beban
dari pengecoran serta meratakan tanah agar dapat kembali ke kondisi yang seperti
semula. Beton yang digunakan dalam pengecoran menggunakan beton K-250.
d. Pek. Pondasi Plat Setempat
1. Pekerjaan untuk Galian tanah
Sebelum membuat metode pondasi foot plat maka harus dilakukan penggalian tanah
terlebih dahulu. Para pekerja harus mempersiapkan lahan yang akan dibuatnya. Harus
mengajukan gambar shop drawing untuk pekerjaan galian tanah. Serta mempersiapkan
alat bantu untuk kerja seperti meteran, cangkul, pengki, blencong, theodolite, selang air
dan lain-lain. Adapun cara untuk menggali tanah adalah pertama-tama menyiapkan
peralatan yang akan diperlukan seperti di atas tadi. Selanjutnya harus melakukan
pengukuran menggunakan alat bantu theodolite. Setelah itu hasil pengukuran ditandai
dengan patok kayu dengan diberi warna. Anda bisa menggali tanah yang memiliki
ukuran lebar yang sama dengan lebar pada pondasi di bawah dengan dalam yang sudah
ditentukan. Kemudian gali di bagian sisi miring supaya memperoleh kemiringan yang
sesuai. Setelah itu bisa mengecek posisi, lebarnya, kedalaman serta kerapian yang sudah
sesuai dengan perencanaan.
2. Cara Pemasangan Pondasi Telapak
Metode pondasi foot plat dengan memasangnya para pekerja harus terlebih dahulu
mengajukan gambar shop drawing. Tentukan material yang digunakan. Menyiapkan
lahan untuk memasang pondasi. Mempersiapkan bahan material seperti pasir, semen
PC, besi beton, split, multiplek, paku, kawat beton, air dan lain-lain. Dengan alat bantu
seperti waterpass, theodolite, bor listrik, meteran, pembengkok besi, gunting besi,
benang, gergaji dan lain-lain. Selanjutnya pondasi tapak dengan perakitan tulangan
dibuat di luar area tempat pengecoran pada lokasi proyek. Supaya setelah selesai dirakit
bisa dipasang langsung serta pembuatan pondasi bisa berjalan dengan tepat dan cepat.
Cara merakit tulangan yaitu dengan mengukur panjang di setiap masing-masing
tulangan yang bisa diketahui pada ukuran pondasi foot plat. Kemudian mendesain
dimensi atau bentuk dari tulangan pondasi dengan cara menghitung bentuk tipe
tulangan yang ada. Terakhir rakitlah satu per satu dari tipe tulangan pondasi itu
menggunakan kawat pengikat supaya lebih kokoh dan tidak mudah lepas.
3. Cara Pemasangan Tulangan
Setelah proses merakit tulangan pada metode pondasi foot plat, maka proses
selanjutnya untuk memasang tulangan dikerjakan dengan cara manual. Adapun hal yang
harus diperhatikan ketika memasang tulangan adalah, hasil dari perakitan tulangan itu
dimasukan ke tanah galian tadi dengan posisi tegak turun dan menggunakan alat bantu
waterpass. Rakitan tulangan diletakkan tidak bersentuhan langsung pada dasar tanah.
Setelah itu diganjal menggunakan batu kali pada ujung sisi tulangan dibawah. Supaya
memiliki jarak antara permukaan tanah dan tulangan guna melindungi tulangan
menggunakan beton. Sehingga tulangan tidak akan berkarat. Terakhir bisa dilakukan
pengecoran.
4. Pemasangan Bekisting
Bekisting merupakan sebuah konstruksi yang memiliki sifat sementara dan digunakan
untuk mencetak sebuah beton yang nantinya akan dicor pada atas dan dalamnya.
Tahapannya yaitu diasumsikan untuk membuat bekisting adalah pada bagian tiang yang
berguna untuk menyambung kolom dan pondasi diratakan dengan menggunakan cetok.
Supaya pondasi tidak melengkung maka jarak pada sumbu tumpuan harus memenuhi
syarat yang telah ditentukan.
Kemudian papan cetakan disusun rapi dengan bentuk beton yang nantinya akan dicor.
Papan cetakan ditunjang menggunakan tiang supaya bisa lurus dan tidak miring dengan
alat waterpass.
5. Pekerjaan Pengecoran
Untuk langkah yang terakhir, Anda bisa melanjutkan pengecoran dengan menggunakan
material berupa beton. Namun, sebelum pengecoran dimulai Anda harus menimbun
tanah terlebih dahulu di daerah seitar bekisting. Hal ini berguna untuk menahan beban
dari pengecoran serta meratakan tanah agar dapat kembali ke kondisi yang seperti
semula. Beton yang digunakan dalam pengecoran menggunakan beton K-250.
e. Pek. Plat Lantai
Pembesian dilakukan secara menyilang, lalu ikat menggunakan kawat. Letakkan beton
deking antara tulangan bawah plat dan bekisting alas plat. Kemudian pasang juga
tulangan kaki ayam antara untuk tulangan atas serta bagian bawah plat. Lakukan proses
ini sampai pekerjaan pembesian plat lantai selesai. Kemudian lakukan pengecekan
untuk memeriksa hasil kerja pembesian tulangan.
Periksalah penyaluran pembesian plat terhadap balok, jumlah dan jarak tulangan ekstra,
perkuatan (sparing) pada lubang-lubang di plat lantai, beton decking, kaki ayam, dan
kebersihannya. Pembongkaran bekisting plat dilakukan setelah 4 hari pengecoran.
Proses pengecoran plat lantai harus dilakukan bersama-sama dengan pengecoran balok.
Pembersihan ulang area yang akan dicor dilakukan menggunakan air kompresor sampai
benar-benar bersih. Bucket disiapkan dan dibersihkan dari debu atau sisa pengecoran
sebelumnya. Setelah itu, siapkan satu keranjang dorong untuk mengambil sampel dan
test slump cor yang diawasi oleh engineer dan pihak pengawas. Apabila sudah
dinyatakan bagus, maka pekerjaan pengecoran pun telah siap untuk dilaksanakan.
f. Pek. Sloof
Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan Job Mix Design dan Job Mix Formula untuk
pekerjaan sloof beton. Menyiapkan sepatu kolom. Fungsinya agar bekisting tepat berada
pada titik koordinatnya sesuai dengan gambar perencanaan. Sepatu kolom biasanya
menggunakan besi stek yang dibor pada lantai. Melakukan perakitan besi sesuai dengan
soft drawing.
Memasang bekisting sloof seperti pada gambar di samping. Jangan lupa beton decking
atau tahu beton penyangga besi tulangan. Tujuan beton decking ini untuk menjaga jarak
selimut beton agar tidak berubah selama proses pengecoran.
Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom untuk memperkuat. Ukuran sloof yang
digunakan relative sesuai dengan Soft Drawing. Untuk mengunci sloof tersebut harus
menggunakan tie rod. Tie rod bisa buat sendiri atau membeli jadi. Jika ingin membuat
sendiri menggunakan as drat ukuran 10 mm, besi ulir 10 mm dan plat besi tebal 3-5
mm. Jarak sloof sangat tergantung dari jarak pasangan kolom. Apabila jarak kolom
sekitar 3-4 m maka jumlah sabuk sloof 2 dengan jarak dibagi rata. Namun jika jarak
kolom lebih dari 4 m maka menyesuaikan dengan prinsip semakin ke bawah jarak sabuk
semakin pendek karena bebannya lebih besar di bawah.
Memasang pipa support Untuk menjaga horizontal dari sloof terhadap kolom.Untuk
mendapatkan sloof struktur yang sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun
goyang saat pengecoran Oleh karena itu pemasangan pipa support dinilai sangat
penting.
Setelah kompenen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan mendapatkan
persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis
beton yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu dengan
menggunakan alat concreate vibrator.
g. Pek. Kolom
1. Penentuan As kolom
Titik-titik dari as kolom diperoleh dari hasil pengukuran dan pematokan. Hal ini
disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan. Cara menentukan as kolom
membutuhkan alat-alat seperti: theodolit, meteran, tinta, sipatan dll.
Proses pelaksanaan:
Penentuan as kolom dengan Theodolit dan waterpass berdasarkan shop drawing dengan
menggunakan acuan yang telah ditentukan bersama dari titik BM (Bench Mark) Jakarta.
- Buat as kolom dari garis pinjaman
- Pemasangan patok as bangunan/kolom (tanda berupa garis dari
sipatan).
2. Pembesian kolom
Proses pekerjaan pembesian dalam proyek ini adalah sebagai berikut:
- Pembesian atau perakitan tulangan kolom adalah precast atau dikerjakan di tempat lain
yang lebih aman
- Perakitan tulangan kolom harus sesuai dengan gambar kerja.
- Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama. Sebelum pemasangan sengkang,
terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur.
- Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan utama dan
sengkang diikat oleh kawat dengan sistem silang.
- Setelah besi terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton deking sesuai
ketentuan. Beton deking ini berfungsi sebagai selimut beton.
3. Pemasangan Bekisting Kolom
Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan
telah selesai dilaksanakan.
Berikut ini adalah uraian singkat mengenai proses pembuatan bekisting kolom.
- Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom.
- Membuat garis pinjaman dengan menggunakan sipatan dari as kolom sebelumnya
sampai dengan kolom berikutnya dengan berjarak 100cm dari masing-masing as kolom.
- Setelah mendapat garis pinjaman, lalu buat tanda kolom pada lantai sesuai dengan
dimensi kolom yang akan dibuat, tanda ini berfungsi sebagai acuan dalam penempatan
bekisting kolom.
- Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting
- Pasang sepatu kolom pada tulangan utama atau tulangan sengkang.
- Pasang sepatu kolom dengan marking yang ada.
- Atur kelurusan bekisting kolom dengan memutar push pull.
- Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka kolom tersebut siap dicor.
4. Pengecoran kolom
Langkah kerja pekerjaan pengecoran kolom adalah sebagai berikut:
- Persiapan pengecoran
Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang akan dicor harus benar-benar bersih dari
kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari kerusakan beton.
- Pelaksanaan pengecoran
Pengecoran dilakukan dengan menggunakan bucket cor yang dihubungkan dengan pipa
tremi dengan kapasitas bucket sampai 0,9m3. Bucket tersebut diangkut dengan
menggunakan Tower crane untuk memudahkan pengerjaan.
Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama
proses pengecoran berlangsung, pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut
dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan
yang maksimal.
5. Pembongkaran bekisting kolom
Setelah pengecoran selesai, maka dapat dilakukan pembongkaran bekisting. Proses
pembongkarannya adalah sebagai berikut:
- Setelah beton berumur 8 jam, maka bekisting kolom sudah dapat dibongkar.
- Pertama-tama, plywood dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan beton
pada plywood dapat terlepas.
- Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepas push pull.
- Kendorkan baut-baut yang ada pada bekisting kolom, sehingga rangkaian/panel
bekisting terlepas.
- Panel bekisting yang telah terlepas, atau setelah dibongkar segera diangkat
dengan tower crane ke lokasi pabrikasi awal.
- Perawatan Beton Kolom
Perawatan beton kolom setelah pengecoran adalah dengan sistem kompon, yaitu dengan
disiram 3 kali sehari selama 3 hari.
6. Pemeliharaan Balok dan Pelat (Curing)
Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga
dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan
menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.
h. Pek. Balok
1. Pekerjaan persiapan
Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan pasang beton balok
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan material, antara lain: Portland cement, pasir, split, air, kaso, multiplek 12
mm, besi beton, kawat beton, dan paku.
Persiapan alat kerja, antara lain: waterpass, beton mixer ,meteran, bar bending, mesin
potong besi , unting-unting, benang, vibrator, gerobak sorong, dan selang air.
2. Pengukuran
Surveyor melakukan pengukuran dengan waterpass dan memberi tanda (marking)
untuk posisi titik perletakan balok beton.
3. Pekerjaan pembesian
Pembesian atau perakitan tulangan dikerjakan ditempat lain yang lebih nyaman.
Perakitan pembesian harus sesuai dengan gambar kerja.
Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama, sebelum pemasangan
sengkang,terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur.
Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan utama dan
sengkang diikat oleh kawat dengan system silang.
Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan diangkut ke lokasi yang akan dipasang.
4. Pekerjaan Bekisting
Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi kiri dan sisi bawah, dipasang dengan
multiplek 12mm sebagai bahan bekisting + tulangan kayu kaso 4/6. .
Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.
Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat coran
dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian paku
dipakukan dengan menggunakan palu.
5. Pekerjaan pengecoran
Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak bekisting kemudian
letakkan pembesian balok pada posisinya tepat didalam bekisting.
Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada posisinya
didalam bekisting dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan digantung kiri kanan
bagian dalam bekisting, dengan maksud mendapatkan selimut beton.
Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis.
Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai pengantar adukan ke
areal pekerjaan.
Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton ke area
pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk
menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang
dapat mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung pemadatan
beton menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga-
rongga udara serta untuk mencapai kepadatan maksimal.
V. PEKERJAAN PASANGAN
Pekerjaan Pasangan Meliputi :
a. Anstamping Batu Kosong
b. Pas. Pondasi Batu Kali
c. Pas. Dinding 1/2 Batu Bata 1 : 4
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan Pemasangan Aanstamping/batu kosong dikerjakan setelah pasir urug
pondasi selesai Aanstamping batu kosong diatur dan diletakkan dengan begitu seksama
tidak begitu jarang. Ketebalan urugan pasir sesuai dengan tertera dalam gambar bestek.
b. Pekerjaan Pondasi Batu Kali dilaksanakan setelah Aanstamping Batu Kosong selesai
dilaksanakan. Pemasangan Pondasi Batu Kali dilaksanakan dengan cara meletak kan
dan mengikat satu batu dengan batu yang lain dengan menggunakan adukan semen dan
pasir dan dipasang besi angker kedalam ikatan pondasi untuk mengikat antara Pondasi
dan Sloof. Bentuk dan Ukuran Pondasi sesuai dengan tertera dalam gambar bestek.
VI. PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN
Pekerjaan Dinding dan Plesteran Pada Lantai - I Meliputi :
a. Pasangan Dinding Bata ½ Bata 1 Pc : 4 Ps
b. Plesteran Pondasi Bata 1 Pc : 2 Ps, tebal 15 mm
c. Plesteran 1 Pc : 2 Ps, tebal 15 cm
d. Plesteran 1 Pc : 4 Ps, tebal 15 cm
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan pasangan dinding bata ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps (trasram)
dikerjakan setelah pengerjaan Sloof Selesai. Bata yang dipergunakan bermurtu baik dan
dan pengadukan mortar harus bercampur dengan baik sehingga mampu mengikat batu
bata dengan baik dan mampu menyerap air hingga tidak menembus kedalam dinding.
Letak dan Ukuran tinggi pasangan bata 1/2 bata 1 Pc : 2 Ps sesuai dengan yang tertera
dalam gambar bestek.
b. Pekerjaan pasangan dinding bata ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 4 Ps dikerjakan
setelah pengerjaan pasangan bata 1 Pc : 2 Pc selesai. Bata yang dipergunakan bermurtu
baik dan dan pengadukan mortar harus bercampur dengan baik sehingga mampu
mengikat batu bata dengan baik. Letak dan Ukuran tinggi pasangan bata 1 Pc : 4 Ps
sesuai dengan yang tertera dalam gambar bestek.
c. Pekerjaan plesteran Pondasi bata dengan perbandingan 1Pc : 2 Ps dikerjakan
bersamaan dengan plesteran pasangan dinding ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps.
d. Pekerjaan plesteran 1Pc : 2 Ps dengan ketebalan 15 mm dikerjakan setelah pekerjaan
atap selesai dikerjakan, pekerjaan ini dilakukan secara manual. setelah plesteran selesai
dilaksanakan dinding disiram dengan air.
e. Pekerjaan plesteran 1Pc : 4 Ps dengan ketebalan 15 mm dikerjakan setelah pekerjaan
atap selesai dikerjakan, pekerjaan ini dilakukan secara manual. setelah plesteran selesai
dilaksanakan dinding disiram dengan air.
Pekerjaan Dinding dan Plesteran Pada Lantai - II Meliputi :
a. Pasangan Dinding Bata ½ Bata 1 Pc : 4 Ps
b. Plesteran 1 Pc : 2 Ps, tebal 15 mm.
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan pasangan dinding bata ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 4 Ps pada lantai –
II dikerjakan setelah pengerjaan Balok lantai dan plat lantai selesai pengerjaannya. Bata
yang dipergunakan bermurtu baik dan dan pengadukan mortar harus bercampur
dengan baik sehingga mampu mengikat batu bata dengan baik. Letak dan Ukuran tinggi
pasangan bata 1 Pc : 4 Ps sesuai dengan yang tertera dalam gambar bestek.
b. Pekerjaan plesteran 1Pc : 4 Ps pada lantai – II dengan ketebalan 15 mm dikerjakan
setelah pekerjaan atap selesai dikerjakan, pekerjaan ini dilakukan secara manual.
setelah plesteran selesai dilaksanakan dinding disiram dengan air.
VII. PEKERJAAN PINTU, JENDELA & VENTILASI
Pekerjaan Pintu, Jendela & Ventilasi Pada Lantai- I Meliputi :
1. Pekerjaan Pintu
a. Type P1 (1 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Daun Pintu Panel Alumunium
- Daun Ventilasi Kaca
- Kunci Tanam 2 Slaag
- Engsel Pintu
- Grendel Pintu
- Pegangan Pintu Stainlees
- Kaca Bening 5mm
b. Type P2 (2 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Daun Pintu PVC
- Kaca Bening 5mm
c. Type P3 (6 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Daun Pintu PVC
- Kaca Bening 5mm
d. Type P5 Pintu KM/WC (2 Unit)
2. Pekerjaan Jendela
a. Type J1 (7 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Daun Jendela Kaca
- Engsel Jendela
- Grendel Jendela
- Kaca Bening 5mm
b. Type V1 (3 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Kaca Bening 5mm
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Kosen Pintu Jandela Dikerjaan bersamaan dengan Pemasangan dinding batu bata pada
lantai-I. Kosen pintu dipasangan diatas sloof setelah sloff dan kolom selesai dikerjakan.
Kosen pintu dipasangan tegak lurus, untuk mendapatkan supaya kosen pintu tegak lurus
secara vertical dilakukan uji kerataan air (waterpas) dan dipasang benang lot.
Menggunakan Alumunium bermutu baik.
Kosen Jendela dipasangan diatas pasangan batu bata, pekerjaan ini bersamaan dengan
pekerjaan pemasangan dinding batu bata. Kosen jendela dipasangan tegak lurus, untuk
mendapatkan supaya kosen pintu tegak lurus secara vertical dilakukan uji kerataan air
(waterpas) dan dipasang benang lot. Menggunakan Alumunium bermutu baik.
b. Seluruh pengerjaan pemasangan Daun Pintu, Daun Jendela dan pemasangan ventilasi
kaca dikerjakan pada saat pekerjaan finishing/ pekerjaan tahap terakhir atau pun setelah
pekerjaan atap, plesteran, Granit lantai selesai dilaksanakan.
Daun pintu, daun jendela dan kaca semua’a di buat/dipesan di toko atau tempat – tempat
penyedia jasa pembuatan pintu, daun jendela dan kaca.
Seluruh material bahan tersebut bermutu baik, pemasangan secara manual dan sangat
teliti hingga menghasilkan hasil yang baik.
c. Seluruh Pengerjaan pemasangan Kunci, Engsel, Grendel, Hak angin, pada pintu dan
jendela serte ventilasi dan Pegangan pada pintu dikerjakan pada saat akhir pekerjaan
tahap akhir/pekerjaan finishing. Pekerjaan dilaksanakan setelah semua pekerjaan lain
selesai dilaksanalkan atau mendekati 99 % tahap akhir pelaksanaan. Bahan - bahan yang
dipergunakan bermutu baik dan memenuhi standar nasional. Pemasangan dengan baik,
dikencangkan, di ikat dengan baut secara kuat hingga menghasilkan hasil yang sempurna
dan baik.
Pekerjaan Pintu, Jendela & Ventilasi Pada Lantai- II Meliputi :
3. Pekerjaan Pintu
e. Type P3 (8 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Daun Pintu PVC
- Kaca Bening 5mm
f. Type P4 (1 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Daun Pintu PVC
- Daun Jendela Kaca
- Engsel Jendela
- Grendel Jendela
- Kaca Bening 5mm
g. Type P5 Pintu KM/WC (2 Unit)
4. Pekerjaan Jendela
c. Type J1 (7 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Daun Jendela Kaca
- Engsel Jendela
- Grendel Jendela
- Kaca Bening 5mm
d. Type J2 (1 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
- Kaca Bening 5mm
e. Type V1 (3 Unit)
Meliputi
- Alumunium Kusen
Kaca Bening 5mm
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Kosen Pintu Jandela Dikerjaan bersamaan dengan Pemasangan dinding batu bata pada
lantai-II. Kosen pintu dipasangan diatas Balok Lantai setelah Balok Lantai dan kolom
selesai dikerjakan. Kosen pintu dipasangan tegak lurus, untuk mendapatkan supaya
kosen pintu tegak lurus secara vertical dilakukan uji kerataan air (waterpas) dan
dipasang benang lot. Menggunakan Alumunium bermutu baik.
Kosen Jendela dipasangan diatas pasangan batu bata, pekerjaan ini bersamaan dengan
pekerjaan pemasangan dinding batu bata. Kosen jendela dipasangan tegak lurus, untuk
mendapatkan supaya kosen pintu tegak lurus secara vertical dilakukan uji kerataan air
(waterpas) dan dipasang benang lot. Menggunakan Alumunium bermutu baik.
b. Seluruh pengerjaan pemasangan Daun Pintu, Daun Jendela dan pemasangan ventilasi
kaca dikerjakan pada saat pekerjaan finishing/ pekerjaan tahap terakhir atau pun setelah
pekerjaan atap, plesteran, Granit lantai selesai dilaksanakan.
Daun pintu, daun jendela dan kaca semua’a di buat/dipesan di toko atau tempat – tempat
penyedia jasa pembuatan pintu, daun jendela dan kaca.
Seluruh material bahan tersebut bermutu baik, pemasangan secara manual dan sangat
teliti hingga menghasilkan hasil yang baik.
c. Seluruh Pengerjaan pemasangan Kunci, Engsel, Grendel, Hak angin, pada pintu dan
jendela serte ventilasi dan Pegangan pada pintu dikerjakan pada saat akhir pekerjaan
tahap akhir/pekerjaan finishing. Pekerjaan dilaksanakan setelah semua pekerjaan lain
selesai dilaksanalkan atau mendekati 99 % tahap akhir pelaksanaan. Bahan - bahan yang
dipergunakan bermutu baik dan memenuhi standar nasional. Pemasangan dengan baik,
dikencangkan, di ikat dengan baut secara kuat hingga menghasilkan hasil yang sempurna
dan baik.
VIII. PEKERJAAN ATAP
Pekerjaan Atap Meliputi :
a. Rangka Atap Kuda – Kuda Baja Ringan
b. Atap Spandek Metal Warna Merah 0,30 mm
c. Prabung Spandek Metal Warna Merah
d. Listplank GRC 2/20 cm
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan pemasangan/pengistalan kuda – kuda baja ringan dilaksanakan setelah Ring
Balok selesai dikerjakan. Kuda – kuda baja ringan diletakkan/dipasang diatas ring balok,
balok bint baja riang di ikat dengan baut yang telah ditanam ke dalam ring balok, batang
– batang kuda – kuda satu dengan lain nya di ikat dengan baut. Pemasangan dilakukan
satu persatu kuda – kuda.
b. Setelah Kuda – kuda baja ringan selesai di instal/ dipasang dilanjutkan dengan
Pemasangan atap spandek metal warna merah 0,30 mm diatasnya. Atap seng genteng
metal dipasang satu persatu dimulai dari sisi kiri atas kebawah dan kekanan didikat
dengan paku khusus atap spandek metal warna meraj.
c. Pada puncak Atap spandek metal warna merah dipasang prabung spandek metal warna
merah.
d. Setelah kuda – Kuda, atap dan rabung selesai dikerjaan selanjut nya pemasangan
Lisplank.
Ukuran Listplank yang digunakan berukuran 2/20 cm, lisplank di ikat/diskrup pada
rangka yang telah dipasang pada kaki kuda – kuda.
IX. PEKERJAAN LANTAI DAN GRANIT.
Pekerjaan Lantai dan Granit pada Lantai – I Meliputi :
a. Cor Beton Bawah lantai Granit 1 : 3 : 5, t = 10 cm
b. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm (Ruangan)
c. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm Anti Slip (Teras)
d. Pas. Dinding Granit 30 x 60 cm (Dinding WC/KM)
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan beton cor dengan perbandingan 1 : 3 : 5, dengan ketebalan 7 cm dilakukan
setelah pekerjaan atap se3lesai dikerjakan, sebelum pengecoran dilakukan terlebih
dahului tanah atau pasir yang telah ditimbun sebelumnya dipadatkan dan disiram air.
Adukan beton diaduk dengan menggunakan mollen agar menghasilkan beton yang baik.
b. Pekerjaan Pasangan Lantai Granit 60 x 60 cm dalam ruangan dan Granit 60 x 60 cm anti
slip untuk teras pada lantai-I dikerjakan setelah atap selesai cor beton untuk lantai
selesai dikerjakan. Diatas beton cor lantai tersebut diberi spesi lantai untuk mengikat
pasangan Granit.
Pemasangan dilaksanakan menarik peil ukuran ketinggian pasangan Granit, untuk
mendapat tegak lurus sisi horizontal dilakukan uji kerataan air (waterpas), hal ini
dilakukan untuk mendapatkan hasil pemasangan yang baik dan rapi.
Adukan ikatan harus diaduk dengan rata dan menyeluruh, hingga menghasilkan
ikatanyang kuat. Sisi sisi antara satu Granit dengan Granit yang lain diberi semen warna
untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
c. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing untuk pemasangan dinding
keramik/granit. Menyiapkan peralatan, tenaga kerja dan material sesuai kebutuhan.
Permukaan dinding dibersihkan dari kotoran dan disiram terlebih dahulu. Pasang
benang sebagai acuan tegak lurus pasangan. Buat adukan sebagai perekat. Rendam
keramik/granit dalam air. Rekatkan keramik/granit dengan spesi. Tekan dengan paku
karet agar melekat sempurna. Pasang sesuai tinggi dan lebar gambar rencana. Pekerjaan
terakhir pembersihan permukaan pasangan dari sisa-sisa spesi.
Lantai dan Granit pada Lantai – II Meliputi :
a. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm (Ruangan)
b. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm (Teras)
c. Pas. Dinding Granit 30 x 60 cm (Dinding WC/KM)
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan Pasangan Lantai Granit 60 x 60 cm dalam ruangan dan Granit 60 x 60 cm
untuk teras pada lantai-II dikerjakan sebelum k,eramik lantai – I dikerjakan, hal ini
untuk menghasilakan efisiensi hasil kerja yang baik. Granit dipasang di atas plat lantai.
Diatas plat lantai tersebut diberi spesi lantai untuk mengikat pasangan Granit.
Pemasangan dilaksanakan menarik peil ukuran ketinggian pasangan Granit, untuk
mendapat tegak lurus sisi horizontal dilakukan uji kerataan air (waterpas), hal ini
dilakukan untuk mendapatkan hasil pemasangan yang baik dan rapi.
Adukan ikatan harus diaduk dengan rata dan menyeluruh, hingga menghasilkan
ikatanyang kuat. Sisi sisi antara satu Granit dengan Granit yang lain diberi semen warna
untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
b. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing untuk pemasangan dinding
keramik/granit. Menyiapkan peralatan, tenaga kerja dan material sesuai kebutuhan.
Permukaan dinding dibersihkan dari kotoran dan disiram terlebih dahulu. Pasang
benang sebagai acuan tegak lurus pasangan. Buat adukan sebagai perekat. Rendam
keramik/granit dalam air. Rekatkan keramik/granit dengan spesi. Tekan dengan paku
karet agar melekat sempurna. Pasang sesuai tinggi dan lebar gambar rencana. Pekerjaan
terakhir pembersihan permukaan pasangan dari sisa-sisa spesi.
X. PEKERJAAN PLAFOND.
Pekerjaan Plafond lantai-I Meliputi :
a. Plafond Gymsum board t = 9 mm + Rangka Hollow
b. List Profil Gypsum
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan pemasangan Plafond pada lantai –I Dikerjakan setelah atap selesai dipasang.
Plafond yang digunakan jenis Plafond Gypsum board dengan ketebalan 9 mm.
Pemasangan dilakukan dengan cara manual. Rangka plafond meggunakan besi hollow
4x4, Plafond di ikat/di pakukan pada rangka yang telah dipasang terlebih dahulu
menggunakan skrup khusus. Pemasangan dilakukan lembar per lembar.
Pekerjaan Plafond lantai-II Meliputi :
a. Plafond Gymsum board t = 9 mm + Rangka Hollow
b. List Profil Gypsum
Tata Cara Pelaksanaan :
b. Pekerjaan pemasangan Plafond pada lantai –II Dikerjakan setelah atap selesai dipasang.
Plafond yang digunakan jenis Plafond Gypsum board dengan ketebalan 9 mm.
Pemasangan dilakukan dengan cara manual. Rangka plafond meggunakan besi hollow
4x4, Plafond di ikat/di pakukan pada rangka yang telah dipasang terlebih dahulu
menggunakan skrup khusus. Pemasangan dilakukan lembar per lembar.
Pada sisi pinggir plafond dipasang list Plafond, pemasangan dilakukan setelah plafond
selesai dikerjakan.
XI. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELECCTRIKAL
Pekerjaan Mekanikal & Electrikal pada Lantai-I dan Lantai-II Meliputi :
a. Pemasangan Box Zekering, Instal Kabel, Lampu, stop kontak, pemasangan pipa kabel
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta jenis armatur
lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar instalasi listrik. Sedangkan
sistim pemasangan pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton harus ditanam (sistem
inbouw) dan penarikan kabel (jaringan kabel) di atas plafond dekat dengan isolator
khusus dengan jarak 1,00 atau 1,20 m, atau jaringan kabel di atas plafond tersebut
dimasukkan dalam pipa PVC.
Khusus untuk instalasi stop kontak harus dilengkapi kabel arde (pentanahan) sesuai
dengan peraturan yang berlaku (mencapai dan terendam air tanah). Pekerjaan ini
dilakukan oleh ahli electrikal yang berpengalaman.
XII. PEKERJAAN SANITAIR.
Pekerjaan Sanitair Pada lantai-I dan lantai-II Meliputi :
a. Pemasangan Kran air, Floor drain, Septik tank + Peresapan + Bak Kontrol, penginstalan
air bersih dan air kotor serta penyambungan air bersih dari Sumber air .
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Penginstalan Air Bersih dan Air Kotor dikerjakan bersaman pada waktu
pengerjaan pekerjaan beton dan pasangan bata serta lantai. Jenis dan type serta
ukuran pipa sesuai dengan yang tercantum dalam gambar rencanan.
b. Pemasangan Kran air, Floor Drain, dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan
lantai. Seluruh bahan – bahan tersebut sesuai dengan yang tertera dalam
gambar bestek.
c. Septik tank peresapan dan bak kontrol dikerjakan setelah penginstalan air kotor
selesai dilaksanakan atau pun secara bersamaan.
Septik tank dan peresapan dikerjakan sesuai dengan gambar rencana.
XIII. PEKERJAAN PENGECATAN.
Pekerjaan Pengecatan Pada lantai-I dan Lantai-II Meliputi :
a. Cat Dinding Tembok
b. Cat Plafond dan List Plafond
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan pengecatan dilaksanakan setelah pemasangan plafond.
b. Terlebih dahulu dikerjakan pada Lantai-II agar menghasilkan efisiensi kerja yang baik.
c. Listplank harus dilakukan lapis demi lapis dengan memperhatikan waktu pengeringan
jenis bahan yang digunakan.
Urutan pekerjaan sebagai berikut:
➢ 2 (dua) kali pengerjaan meni Alumunium/cat dasar.
➢ 1 (satu) kali lapis pengisi dengan plamur Alumunium Penghalusan dengan amplas.
d. Pengecatan dinding harus dilakukan menurut proses sebagai berikut:
➢ Penggosokan dinding dengan batu gosok sampai rata dan halus, setelah itu dilap
dengan kain basah hingga bersih.
➢ Pekerjaan cat tembok harus menghasilkan warna merata sama dan tidak terdapat
belang-belang atau noda-noda mengelupas
e. Pengecatan plafond harus dilakukan menurut proses berikut
➢ Membersihkan bidang plafond yang akan dicat.
➢ Mengecat plafond 2 (dua) kali, sehingga menghasilkan bidang pengecatan yang
merata sama dan tidak terdapat belang-belang atau noda-noda mengelupas.
Warna cat yang digunakan di tetapkan kemudian
XIV. PEKERJAAN ORNAMEN DAN LAIN.
Pekerjaan Ornamen dan Lain - lain Meliputi :
a. Profil kolom teras
Tata Cara Pelaksanaan :
a. Pekerjaan profil kolom teras dan dikerjakan setelah plesteran selesai dikerjakan. Mortar
yang dipergunakan bermutu baik sehingga menghasilkan hasil yang baik, dan ikatan
bentuk yg kuat.