Pembangunan Gedung Sekretariat Hima Dan Ukm Fakultas Isip Unib

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 16008025
Date: 7 September 2023
Year: 2023
KLPD: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Work Unit: Universitas Bengkulu
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,800,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,749,977,171
RUP Code: 43598173
Work Location: Jl. W.R.Supratman Kandang Limun Kota Bengkulu - Bengkulu (Kota)
Participants: 59
Applicants
Reason
Rebekka Gemilang
0021438759009000--
0313498891034000--
0711071829106000--
0908421415101000--
0026506196101000--
0940880735003000--
0016286619008000--
PT Parama Bahana Konstruksi
04*2**8****09**0--
PT Ajrin Rifki Multika Teknologi
09*5**7****38**0Rp 1,543,819,961Daftar isian peralatan utama: 1). Daftar Peralatan bukan ditujukan pada paket pekerjaan yang dipersyaratkan; 2). Kapasitas 300 M3 pada Daftar Peralatan tidak ada dokumen pendukung/nota/invoice; 3). Terdapat Invoice namun tertera Kapasitas 0.5 M3); 4). Dokumen pendukung/invoice a.n. Badan Usaha Lain. Daftar isian personel manajerial: Surat referensi kerja menerangkan 2 (dua) nama personel yang berbeda yaitu a.n. Jamisius Tetu Sabu dan a.n. Rita Purwati. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK): Pakta Komitmen tidak mengacu pada Permen PUPR No.10 Tahun 2021 dan Peraturan LKPP No.12 Tahun 2021.
0719246241201000Rp 1,467,676,901Daftar isian personel manajerial: Pengalaman Pelaksana selama 2 tahun tidak sesuai dengan kompetensi bidang yg dipersyaratkan.
0025373515331000Rp 1,678,217,880Persyaratan Kualifikasi: Sisa Kemampuan Paket (SKP) sudah tidak mencukupi lagi Persyaratan Teknis: Pengalaman Personel Manajerial Pelaksana tidak mencukupi sebagaimana dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan.
0910215961102000--
PT Rubinos Sakti Abhinaya
06*4**6****08**0Rp 1,702,383,647Peralatan Utama: Tidak menyampaikan daftar dan dokumen kepemilikan peralatan sebagaimana yg dipersyaratkan. Personel Manajerial Tidak menyampaikan Daftar Personel Manajerial dan Daftar Pengalaman Pekerjaan sebagaimana dipersyaratkan dalam Dokpil. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK): Tidak memenuhi sebagaimana dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan.
0023522741311000--
0965134836201000--
CV Je Utama Mandiri
06*3**3****01**0--
CV Ardi Karya
0750572539205000--
0924593007821000--
0015552540429000--
0411327166327000--
Rafanda Al Razaak
09*1**2****35**0--
0900806118101000--
0311911754124000--
0758732044429000--
0620486514101000--
0014860167311000--
0015400260102000--
CV Putra Amor
0016355240321000--
0800975997101000--
PT Laksana Satya Wijaya
04*2**9****04**0--
Chanel
00*8**4****21**0--
0018933473101000--
0025295668612000--
Straba Jasa Prima
06*1**4****04**0--
PT Karyamas Prima Sempurna
06*8**7****16**0--
0535683122311000--
0859795833612000--
0963458740311000--
0017367210202000--
0926638735311000--
0810938126311000--
0719465213105000--
CV Indoutama Ys
09*2**7****01**0--
0752409847124000--
0603830522448000--
0811948520102000--
0026871103803000--
0905215570009000--
0316793587222000--
0965863269223000--
0032007619311000--
0030704712307000--
0734542079101000--
0933285124331000--
0723416947524000--
0027551035543000--
CV Solusi Inti Pembangunan
08*2**3****06**0--
PT Epithu Logica Sembada
09*5**4****15**0--
0868222126009000--
Attachment
METODE    PELAKSANAAN                                  
                                                                       
        Pembangunan   Gedung  Sekretariat UKM  dan                     
                                                                       
       HIMA   FISIPOL   UNIVERSITAS    BENGKULU                        
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
KEMENTERIAN       PENDIDIKAN    KEBUDAYAAN       RISET  DAN            
                   PENDIDIKAN     TINGGI                               
                                                                       
                  UNIVERSITAS   BENGKULU                               
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
               TAHUN    ANGGARAN        2023                           
              METODE       PELAKSANAAN                                 
                                                                       
                                                                       
  Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah : PEMBANGUNAN GEDUNG SEKRETARIAT
                                                                       
  UKM DAN HIMA FISIPOL UNIVERSITAS BENGKULU                            
                                                                       
                                                                       
  I. PEKERJAAN PERSIAPAN                                               
     Pekerjaan Persiapan Meliputi :                                    
                                                                       
     a. Pembersihan Lokasi.                                            
     b. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank.                           
                                                                       
     c. Barak kerja dan Gudang bahan.                                  
     d. Administrasi/Dokumentasi                                       
                                                                       
     e. Pek. Steger Kerja                                              
     f. Pemasangan Papan Nama Proyek.                                  
                                                                       
                                                                       
     Tata Cara Pelaksanaan :                                           
                                                                       
      a. Pembersihan Lokasi                                            
        Pembersihan Lokasi Merupakan Tahap awal dari pekerjaan. membersihkan lokasi
                                                                       
        dari segala sesuatu yang dapat menganggu pelaksanaan pekerjaan termasuk hasil
        galian, timbunan, bongkaran bekas bangunan lama jika ada,p ohon dan akar-akar
                                                                       
        pohon. Hasil bongkaran tersebut harus dibuang ke luar lokasi pekerjaan.
      b. Pengukuran/Pemasangan Bouwplank                               
                                                                       
        Setelah Pembersihan Lapangan Lokasi Pekerjaan Selesai dan Pembuatan Direksi
        Keet, Barak Kerja dan Gudang serta Pemasangan Papan Nama Proyek Selesai
        dikerjakan, Dilanjutkan Dengan Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank.
                                                                       
        Pengukuran dan Pemasangan Bouwplang dilakukan harus benar teliti dan Begitu
        Cermat, Jarak antara satu titik ke titik selanjutnya di ukur dengan teliti dan ukuran
                                                                       
        nya sesuai dengan gambar rencana. antara satu Patok ke patok berikut nya harus
        bersudut 90 derajat.                                           
                                                                       
        Material Yang digunakan Adalah Kayu Kaso 5/7 sebagai Patok dan Reng atau pun
        Papan sebagai Penyambung satu sudut kesudut berikut nya.       
                                                                       
        Kaso ditancapkan ketanah Kemudian diwaterpas untuk mencari Peil dari Lantai
        Bangunan yang akan dikerjakaan. Setiap satu sudut diberi patok dan Penyambung
                                                                       
        satu patok ke patok berikut nya adalan papan atau Reng. Antara as ke as di ukur
        jaraknya sesuai dengan gambar rencana.                         
      c. Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang.                         
                                                                       
        Seelah Lokasi Pekerjaan dibersihkan, selanjutnya pembuatan Direksi Keet, Barak
        Kerja dan gudang. Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang Merupakan Bangunan
                                                                       
        Sementara yang Dibuat dari bahan kayu/papan beratapkan seng yang bertujuan
        Untuk Melindungi Pekerja dan Menyimpan Material dari Cuaca Hujan dan Panas.
                                                                       
      d. Administrasi/Dokumentasi                                      
        Administrasi/Dokumentasi ini berjalan pada saat awal pekerjaan, saat pekerjaan
                                                                       
        sedang berjalan dan hingga selesainya pekerjaan.               
      e. Pek. Steger Kerja                                             
                                                                       
         • Pertama, tentukanlah letak steger atau mengatur jarak dari steger. Misalnya
           adalah tentang as balok pada pekerjaan.                     
                                                                       
         • Ke dua adalah tahap dimana harus memasang base plat atau disebut juga jack
           base di atas landasan yang harus stabil.                    
                                                                       
         • Ke Tiga adalah tahap dimana harus memasang base plat atau disebut juga
           jack base di atas landasan yang harus stabil.               
                                                                       
         • Tahap keempat anda harus memasang cross brace di dua sisi untuk membuat
           elemen perancah yang baik sehingga dapat berdiri dengan baik dan aman.
                                                                       
         • Selanjutnya, susunlah frame vertical selanjutnya. Namun jika tidak, dapat
           selesai dengan pemasangan dari shoring head. Hal ini dilakukan jika merasa
                                                                       
           bahwa tinggi steger sudah cukup memadai untuk proyek konstruksi. Selain
           itu, ini juga berarti bahwa ketinggian steger dapat dilakukan dengan cara
                                                                       
           mengatur U-Head dan jack.                                   
      f. Pembuatan papan nama proyek                                   
                                                                       
        Membuat papan nama proyek dari papan dengan ukuran 90x120 cm. didirikan
        tegak di atas Kayu 5/7 cm setinggi 240 cm. diletakkan pada tempat yang mudah
                                                                       
        dilihat oleh umum. Papan nama proyek memuat :                  
        ➢  Nama Proyek.                                                
                                                                       
        ➢  Pemilik Proyek.                                             
        ➢  Lokasi Proyek.                                              
                                                                       
        ➢  Jumlah Biaya (kontrak).                                     
        ➢  Nama Konsultan Perencana.                                   
                                                                       
        ➢  Nama Konsultan Pengawas.                                    
        ➢  Nama Pelaksana (kontraktor).                                
                                                                       
        Proyek Dimulai Tanggal, Bulan, dan Tahun                       
  II. PEKERJAAN PENERAPAN SMKK                                         
                                                                       
     Pekerjaan Penerapan SMKK meliputi :                               
      a. Penerapan SMKK                                                
                                                                       
   Tata Cara Pelaksanaan :                                             
                                                                       
                                                                       
  a. Penerapan SMKK                                                    
     Kontraktor diwajibkan menyediakan peralatan/ perlengkapan penyelenggaraan
                                                                       
     protokol Kesehatan berupa Kotak P3K untuk para pekerja konstruksi. Kontraktor
     diwajibkan menyediakan seorang Petugas K – 3 di lokasi proyek untuk Menjaga
                                                                       
     jalannya pelaksanaan peraturan K3 sesuai bidang yang ditekuninya. Mengontrol
     keadaan lingkungan kerja mulai dari mengecek kondisi peralatan, menganalisis sifat
                                                                       
     pekerjaan, dan mengawasi proses produksi.                         
                                                                       
                                                                       
  III. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR                                       
     Pekerjaan Tanah Meliputi :                                        
                                                                       
                                                                       
      a. Pengeboran Pondasi Bored Pile                                 
                                                                       
      b. Pemotongan Tanah Dan Penebangan Pohon                         
      c. Galian Tanah Pondasi dan Pile Cap                             
                                                                       
      d. Urugan Pasir Bawah Pondasi                                    
      e. Urugan Tanah Kembali                                          
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
  a. Pekerjaan Pengeboran / Galian pondasi Bore Pile, Pondasi Batu Gunung/Batu Kali
                                                                       
     dilaksanakan setelah pemasangan bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu.
     Bentuk galian dikerjakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalam gambar bestek.
                                                                       
     Galian pondasi sebelum dipasang pondasi disiram dengan air dan dipadatkan terlebih
     dahulu dengan alat pemadat.                                       
                                                                       
  b. Pekerjaan galian tanah pondasi batu Gunung Gunung/Batu Kali menggunakan alat
     manual seperti cangkul, skop dan alat bantu lain nya. Sementara Galian Tanah Pondasi
                                                                       
     Bored Pile Mengguakan Mesin Bor.                                  
  c. Urugan kembali tanah bekas galian pondasi dilaksanakan setelah urugan pasir bawah
                                                                       
     pondasi, pemasangan Aanstamping , pemasangan pondasi batu kali/batu gunung serta
     pondasi tapak dan stiknya selesai dikerjakan. Tanah yang di urug kembali harus padat,
                                                                       
     pekerjaan urugan ini menggunakan alat manual seperti cangkul dan Skop.
  d. Pekerjaan urugan pasir bawah pondasi dikerjakan setelah galian pondasi selesai
                                                                       
     dikerjakan, urugan pasir tersebut disiram dengan air serta dipadatkan, ukuran dan
     ketebalannya sesuai dengan yang tertera pada gambar bestek. Pekerjaan Urugan pasir
                                                                       
     bawah lantai dikerjakan ketika pekerjaan pengecoran lantai dan pemasangan Granit
     hendak dilaksanakan dan atap selesai dikerjakan, Pasir disiram lalu dipadat kan dengan
                                                                       
     menggunakan alat pemadat. Ketebalan urugan pasir bawah lantai sesuai dengan tertera
     pada gambar bestek.                                               
                                                                       
  e. Pekerjaan urugan tanah bawah lantai – I dilaksanakan setelah pemasangan Pondasi
     tapak,batu gunung/kali selesai dilaksanakan atau setetelah sloof selesai dikerjakan.
                                                                       
     Urugan tanah diratakan dan dipadatkan. Perataan dengan menggunakan alat manual
     seperti cangkul, skoop, dll. Pemadataan dilakukan dengan menyiram air pada
                                                                       
     permukaan tanah dan mengunakan alat pemadat. Ketebalan urugan tanah sesuai
     dengan tertera pada gambar bestek.                                
                                                                       
                                                                       
  IV. PEKERJAAN BETON LANTAI 1                                         
                                                                       
     Pekerjaan Beton Lantai 1 Meliputi :                               
      a. Pek. Beton Lantai Kerja Dibawah Pondasi & Pek. Beton Rabat Keliling Bangunan
                                                                       
      b. Pas. Pondasi Bore Pile                                        
      c. Pek. Pile Cap Pondasi                                         
                                                                       
      d. Pek. Pondasi Plat Setempat                                    
      e. Pek. Plat Lantai Beton                                        
                                                                       
      f. Pek. Sloof                                                    
      g. Pek. Kolom                                                    
      h. Pek. Balok & Ring Balok                                       
                                                                       
      i. Pek. Plat Tangga                                              
      j. Pek. Plat Beton Diatas Jendela                                
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
                                                                       
  a. Pek. Beton Lantai Kerja Dibawah Pondasi & Pek. Beton Rabat Keliling Bangunan
     1. Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
                                                                       
     2. Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl atau B-0.
     3. Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan pasir
                                                                       
       dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.       
     4. Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
     5. Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk
                                                                       
       menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan
       jarak per 1 m untuk leveling lantai kerja.                      
                                                                       
     6. Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
     7. Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
                                                                       
       adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan
       tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.       
                                                                       
  b. Pek. Pas. Pondasi Bore Pile                                       
    Pada prinsipnya pekerjaan pembuatan pondasi tiang bor dalam dua tahapan, yaitu
                                                                       
    tahap pengeboran dan tahap pembuatan tiang yang pelaksanaanya harus dikelola secara
    terpadu sehingga dapat dihasilkan pondasi dengan mutu yang optimal. Selanjutnya akan
                                                                       
    dijelaskan prosedur pelaksanaan pondasi bor pile:                  
   1. Pengeboran dengan Sistem Basah ini digunakan apabila diketahui level mata air tanah
                                                                       
    cukup tinggi sehingga untuk mengantisipasi keluarnya air di konstruksi lubang bor.
    Pelaksanaan pondasi tiang bor (bored pile) dengan Sistem Basah dapat dilaksanakan
                                                                       
    dengan beberapa sistem (cara) pengeboran yaitu :                   
    - Pengeboran Sistem Basah dengan menggunakan Temporary Casing      
                                                                       
      Casing digunakan jika jenis tanah di lapangan beresiko runtuh/ longsor di lubang
      hasil bor sehingga akan menutup lubang tersebut.                 
                                                                       
    - Pengeboran Sistem Basah tanpa Casing                             
      Untuk jenis tanah yang cukup kuat dan padat dimana resiko longsor / runtuh bisa
                                                                       
      diabaikan, maka tidak diperlukan Casing.                         
                                                                       
  2. Pelaksanaan pondasi tiang bor (bored pile) dengan Sistem Kering dapat
                                                                       
    dilaksanakan dengan beberapa sistem (cara) pengeboran yaitu :      
                                                                       
    - Pengeboran Sistem Kering dengan menggunakan Temporary Casing     
      Casing digunakan jika jenis tanah di lapangan beresiko runtuh/ longsor di lubang
                                                                       
      hasil bor sehingga akan menutup lubang tersebut.                 
    - Pengeboran Sistem Kering tanpa Casing Untuk jenis tanah yang cukup kuat dan
                                                                       
      padat dimana resiko longsor / runtuh bisa diabaikan, maka tidak diperlukan
      Casing.                                                          
                                                                       
    3. Pelaksanaan Kerja Pengecoran                                    
                                                                       
    Pengerjaan pengecoran Bore Pile meliputi 4 langkah pekerjaan sebagai berikut:
    1. Pekerjaan Persiapan                                             
    Persiapan yang diperlukan yaitu menyiapkan rute jalan masuk untuk truk mixerbeton
                                                                       
    hingga lubang bor yang akan dicor dengan mengacu pada gambar situasi lubang yang
    telah dibuat sebelumnya. Dasar lintasan harus kuat untuk menampung truk mixer
                                                                       
    beserta beton readymix, serta apabila diperlukan dapat menggunakan landasan plat.
                                                                       
                                                                       
    Pembuatan galian untuk menampung air tanah yang bercampur dengan lumpur yang
    keluar saat pengecoran dilaksanakan.Hal ini perlu dilakukan agar air dapat teraliri
                                                                       
    dengan baik menuju saluran drainase utama.                         
                                                                       
                                                                       
    Persiapan alat yang akan digunakan untuk pengecoran pun harus dilakukan seperti
    penyiapan pipa tremie. Supaya beton segar dapat mengalir dengan baik pada lubang bor
                                                                       
    yang akan di cor, juga persiapan baut penguncicrane agar saat pengangkatan dan
    penyambungan pipa tremie lebih efisien waktu.                      
                                                                       
                                                                       
    Slump test perlu dilakukan sebelum pengecoran dimulai, agar spesifikasi beton sesuai
                                                                       
    dengan yang diinginkan, pada proyek Thamrin Nine Development ini nilaislump test
    yang di rencanakan yaitu 18 ± 2 cm.                                
                                                                       
                                                                       
    2. Instalasi Pipa Tremie                                           
                                                                       
    Pemasangan pipa tremie harus dilakukan dengan teliti dan sedemikian rupa agar
    mencapai kedalaman tanah yang direncanakan. Sebuah pipa tremiememiliki panjang 3
                                                                       
    meter sehingga perlu disambung beberapa pipa tremie untuk mencapaik kedalaman
    rencana. Perlu di perhatikan untuk sambungan pipa tremie harus kedap air agar beton
    yang akan di cor mengalir di pipa dengan baik.                     
                                                                       
                                                                       
    3. Pengecoran                                                      
                                                                       
    Setelah tremie telah dipasang pasa lubang bor, sebelum memulai pengecoran pada tiap
    truk mixer beton diambil sampel terlebih dahulu sebanyak 3 sampel yang dicetak pada
                                                                       
    setakan silinder, yang nantinya sampel ini akan di test kuat tekannya.
                                                                       
                                                                       
    Tahap awal penuangan beton kedalam tremie dilakukan dengan kontinyu dan cepat
    dengan menarik tuas pada truk mixer sehingga beton ready mix keluar dari corong
                                                                       
    lintasan. Penuangan beton dilakukan dengan cepat bertujuan agar beton yang pertama
    masuk dapat mendorong kotoran-kotoran lumpur keluar.Selama penuangan beton pipa
                                                                       
    tremie tidak boleh bergeser naik turun, kecuali ketika tahap akhir pengecoran.
    Selama pengecoran ujung bawah pipa tremie harus terbenam dalam beton di dalam
                                                                       
    lubang bor, minimal 1,5 m dan maksimal 6 meter, bila pipa tremieterbenam lebih dari 6
    meter, maka dilakukan pemotongan pipa tremie. Pengecoran dilakukan hingga beton
                                                                       
    mencapai cut of level (COL) dan ditambah dengan toleransi yang telah disepakati
    sebelumnya yaitu sekitar 1 meter.                                  
                                                                       
                                                                       
  c. Pek. Pile Cap Pondasi                                             
                                                                       
   1. Pekerjaan Persiapan                                              
    Pengerjaan pile cap haruslah diawali dengan melakukan metode persiapan, yaitu
                                                                       
    dengan menentukan as pile cap bangunan menggunakan theodolit serta waterpass.
    Penggunaan theodolit dan waterpass haruslah disesuaikan dengan ship drawing.
                                                                       
    Bahan material yang akan diperlukan untuk pengerjaan pada tahap selanjutnya juga
    harus terkumpul terlebih dahulu. Kemudian, bisa dilanjutkan dengan melakukan
                                                                       
    pemasangan patok as pile cap secara runtut dan teratur.            
    Dalam langkah ini Anda juga harus melakukan pemotongan pile cap yang sesuai dengan
                                                                       
    elevasi pile cap yang telah direncanakan sebelumnya.               
                                                                       
                                                                       
   2. Pekerjaan Galian                                                 
    Memastikan titik as pilecap terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan pengerjaan
                                                                       
    selanjutnya. Setelah ini, anda bisa menggali tanah untuk tempat pile cap yang akan
    dibuat nantinya.                                                   
                                                                       
    Usahakan ketika menggali tanah harus disesuaikan dengan dimensi dari pilecap
    tersebut. Sehingga pilecap dapat ditempatkan dengan pas pada tanah dan tidak
    melenceng dari galian tanah yang akan dipakai untuk landasan pile cap.
                                                                       
                                                                       
  3. Melakukan Pekerjaan Penulangan Pilecap                            
                                                                       
                                                                       
    Pemasangan dari tulang-tulangan pilecap yang terdiri dari tulangan utama atas,
    tulangan utama bawah, stek pondasi, pemasangan kaki ayam pada pilecap, serta beton
                                                                       
    decking. Pemasangan pada stek pile cap digunakan sebagai penghubung untuk menuju
    kolom. Pengerjaan dibagian ini haruslah dikerjakan sesuai dengan gambar rencana yang
    telah dibuat dan spesifikasi sebelumnya.                           
                                                                       
                                                                       
   4. Pekerjaan Pengecoran                                             
                                                                       
    Untuk langkah yang terakhir, Anda bisa melanjutkan pengecoran dengan menggunakan
    material berupa beton. Namun, sebelum pengecoran dimulai Anda harus menimbun
    tanah terlebih dahulu di daerah seitar bekisting. Hal ini berguna untuk menahan beban
                                                                       
    dari pengecoran serta meratakan tanah agar dapat kembali ke kondisi yang seperti
    semula. Beton yang digunakan dalam pengecoran menggunakan beton K-250.
                                                                       
                                                                       
  d. Pek. Pondasi Plat Setempat                                        
                                                                       
   1. Pekerjaan untuk Galian tanah                                     
    Sebelum membuat metode pondasi foot plat maka harus dilakukan penggalian tanah
                                                                       
    terlebih dahulu. Para pekerja harus mempersiapkan lahan yang akan dibuatnya. Harus
    mengajukan gambar shop drawing untuk pekerjaan galian tanah. Serta mempersiapkan
                                                                       
    alat bantu untuk kerja seperti meteran, cangkul, pengki, blencong, theodolite, selang air
    dan lain-lain. Adapun cara untuk menggali tanah adalah pertama-tama menyiapkan
                                                                       
    peralatan yang akan diperlukan seperti di atas tadi. Selanjutnya harus melakukan
    pengukuran menggunakan alat bantu theodolite. Setelah itu hasil pengukuran ditandai
                                                                       
    dengan patok kayu dengan diberi warna. Anda bisa menggali tanah yang memiliki
    ukuran lebar yang sama dengan lebar pada pondasi di bawah dengan dalam yang sudah
                                                                       
    ditentukan. Kemudian gali di bagian sisi miring supaya memperoleh kemiringan yang
    sesuai. Setelah itu bisa mengecek posisi, lebarnya, kedalaman serta kerapian yang sudah
                                                                       
    sesuai dengan perencanaan.                                         
   2. Cara Pemasangan Pondasi Telapak                                  
                                                                       
    Metode pondasi foot plat dengan memasangnya para pekerja harus terlebih dahulu
    mengajukan gambar shop drawing. Tentukan material yang digunakan. Menyiapkan
                                                                       
    lahan untuk memasang pondasi. Mempersiapkan bahan material seperti pasir, semen
    PC, besi beton, split, multiplek, paku, kawat beton, air dan lain-lain. Dengan alat bantu
    seperti waterpass, theodolite, bor listrik, meteran, pembengkok besi, gunting besi,
                                                                       
    benang, gergaji dan lain-lain. Selanjutnya pondasi tapak dengan perakitan tulangan
    dibuat di luar area tempat pengecoran pada lokasi proyek. Supaya setelah selesai dirakit
                                                                       
    bisa dipasang langsung serta pembuatan pondasi bisa berjalan dengan tepat dan cepat.
    Cara merakit tulangan yaitu dengan mengukur panjang di setiap masing-masing
                                                                       
    tulangan yang bisa diketahui pada ukuran pondasi foot plat. Kemudian mendesain
    dimensi atau bentuk dari tulangan pondasi dengan cara menghitung bentuk tipe
                                                                       
    tulangan yang ada. Terakhir rakitlah satu per satu dari tipe tulangan pondasi itu
    menggunakan kawat pengikat supaya lebih kokoh dan tidak mudah lepas.
                                                                       
                                                                       
   3. Cara Pemasangan Tulangan                                         
                                                                       
    Setelah proses merakit tulangan pada metode pondasi foot plat, maka proses
    selanjutnya untuk memasang tulangan dikerjakan dengan cara manual. Adapun hal yang
    harus diperhatikan ketika memasang tulangan adalah, hasil dari perakitan tulangan itu
                                                                       
    dimasukan ke tanah galian tadi dengan posisi tegak turun dan menggunakan alat bantu
    waterpass. Rakitan tulangan diletakkan tidak bersentuhan langsung pada dasar tanah.
                                                                       
    Setelah itu diganjal menggunakan batu kali pada ujung sisi tulangan dibawah. Supaya
    memiliki jarak antara permukaan tanah dan tulangan guna melindungi tulangan
                                                                       
    menggunakan beton. Sehingga tulangan tidak akan berkarat. Terakhir bisa dilakukan
    pengecoran.                                                        
                                                                       
   4. Pemasangan Bekisting                                             
    Bekisting merupakan sebuah konstruksi yang memiliki sifat sementara dan digunakan
                                                                       
    untuk mencetak sebuah beton yang nantinya akan dicor pada atas dan dalamnya.
    Tahapannya yaitu diasumsikan untuk membuat bekisting adalah pada bagian tiang yang
                                                                       
    berguna untuk menyambung kolom dan pondasi diratakan dengan menggunakan cetok.
    Supaya pondasi tidak melengkung maka jarak pada sumbu tumpuan harus memenuhi
                                                                       
    syarat yang telah ditentukan.                                      
    Kemudian papan cetakan disusun rapi dengan bentuk beton yang nantinya akan dicor.
                                                                       
    Papan cetakan ditunjang menggunakan tiang supaya bisa lurus dan tidak miring dengan
    alat waterpass.                                                    
                                                                       
   5. Pekerjaan Pengecoran                                             
    Untuk langkah yang terakhir, Anda bisa melanjutkan pengecoran dengan menggunakan
                                                                       
    material berupa beton. Namun, sebelum pengecoran dimulai Anda harus menimbun
    tanah terlebih dahulu di daerah seitar bekisting. Hal ini berguna untuk menahan beban
                                                                       
    dari pengecoran serta meratakan tanah agar dapat kembali ke kondisi yang seperti
    semula. Beton yang digunakan dalam pengecoran menggunakan beton K-250.
  e. Pek. Plat Lantai                                                  
                                                                       
    Pembesian dilakukan secara menyilang, lalu ikat menggunakan kawat. Letakkan beton
    deking antara tulangan bawah plat dan bekisting alas plat. Kemudian pasang juga
                                                                       
    tulangan kaki ayam antara untuk tulangan atas serta bagian bawah plat. Lakukan proses
    ini sampai pekerjaan pembesian plat lantai selesai. Kemudian lakukan pengecekan
                                                                       
    untuk memeriksa hasil kerja pembesian tulangan.                    
    Periksalah penyaluran pembesian plat terhadap balok, jumlah dan jarak tulangan ekstra,
                                                                       
    perkuatan (sparing) pada lubang-lubang di plat lantai, beton decking, kaki ayam, dan
    kebersihannya. Pembongkaran bekisting plat dilakukan setelah 4 hari pengecoran.
                                                                       
    Proses pengecoran plat lantai harus dilakukan bersama-sama dengan pengecoran balok.
    Pembersihan ulang area yang akan dicor dilakukan menggunakan air kompresor sampai
                                                                       
    benar-benar bersih. Bucket disiapkan dan dibersihkan dari debu atau sisa pengecoran
    sebelumnya. Setelah itu, siapkan satu keranjang dorong untuk mengambil sampel dan
    test slump cor yang diawasi oleh engineer dan pihak pengawas. Apabila sudah
                                                                       
    dinyatakan bagus, maka pekerjaan pengecoran pun telah siap untuk dilaksanakan.
  f. Pek. Sloof                                                        
                                                                       
    Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan Job Mix Design dan Job Mix Formula untuk
    pekerjaan sloof beton. Menyiapkan sepatu kolom. Fungsinya agar bekisting tepat berada
                                                                       
    pada titik koordinatnya sesuai dengan gambar perencanaan. Sepatu kolom biasanya
    menggunakan besi stek yang dibor pada lantai. Melakukan perakitan besi sesuai dengan
                                                                       
    soft drawing.                                                      
    Memasang bekisting sloof seperti pada gambar di samping. Jangan lupa beton decking
                                                                       
    atau tahu beton penyangga besi tulangan. Tujuan beton decking ini untuk menjaga jarak
    selimut beton agar tidak berubah selama proses pengecoran.         
                                                                       
    Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom untuk memperkuat. Ukuran sloof yang
    digunakan relative sesuai dengan Soft Drawing. Untuk mengunci sloof tersebut harus
                                                                       
    menggunakan tie rod. Tie rod bisa buat sendiri atau membeli jadi. Jika ingin membuat
    sendiri menggunakan as drat ukuran 10 mm, besi ulir 10 mm dan plat besi tebal 3-5
                                                                       
    mm. Jarak sloof sangat tergantung dari jarak pasangan kolom. Apabila jarak kolom
    sekitar 3-4 m maka jumlah sabuk sloof 2 dengan jarak dibagi rata. Namun jika jarak
                                                                       
    kolom lebih dari 4 m maka menyesuaikan dengan prinsip semakin ke bawah jarak sabuk
    semakin pendek karena bebannya lebih besar di bawah.               
                                                                       
    Memasang pipa support Untuk menjaga horizontal dari sloof terhadap kolom.Untuk
    mendapatkan sloof struktur yang sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun
                                                                       
    goyang saat pengecoran Oleh karena itu pemasangan pipa support dinilai sangat
    penting.                                                           
    Setelah kompenen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan mendapatkan
                                                                       
    persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis
    beton yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu dengan
                                                                       
    menggunakan alat concreate vibrator.                               
                                                                       
                                                                       
  g. Pek. Kolom                                                        
   1. Penentuan As kolom                                               
                                                                       
     Titik-titik dari as kolom diperoleh dari hasil pengukuran dan pematokan. Hal ini
   disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan. Cara menentukan as kolom
                                                                       
   membutuhkan alat-alat seperti: theodolit, meteran, tinta, sipatan dll.
   Proses pelaksanaan:                                                 
                                                                       
Penentuan as kolom dengan Theodolit dan waterpass berdasarkan shop drawing dengan
menggunakan acuan yang telah ditentukan bersama dari titik BM (Bench Mark) Jakarta.
             - Buat as kolom dari garis pinjaman                       
                                                                       
             - Pemasangan patok as bangunan/kolom (tanda berupa garis dari
                sipatan).                                              
                                                                       
                                                                       
  2. Pembesian kolom                                                   
                                                                       
   Proses pekerjaan pembesian dalam proyek ini adalah sebagai berikut: 
   - Pembesian atau perakitan tulangan kolom adalah precast atau dikerjakan di tempat lain
                                                                       
   yang lebih aman                                                     
   - Perakitan tulangan kolom harus sesuai dengan gambar kerja.        
                                                                       
   - Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama. Sebelum pemasangan sengkang,
   terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur.      
                                                                       
   - Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan utama dan
   sengkang diikat oleh kawat dengan sistem silang.                    
                                                                       
   - Setelah besi terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton deking sesuai
   ketentuan. Beton deking ini berfungsi sebagai selimut beton.        
                                                                       
                                                                       
   3. Pemasangan Bekisting Kolom                                       
                                                                       
   Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan
   telah selesai dilaksanakan.                                         
                                                                       
   Berikut ini adalah uraian singkat mengenai proses pembuatan bekisting kolom.
   - Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom.          
                                                                       
   - Membuat garis pinjaman dengan menggunakan sipatan dari as kolom sebelumnya
   sampai dengan kolom berikutnya dengan berjarak 100cm dari masing-masing as kolom.
   - Setelah mendapat garis pinjaman, lalu buat tanda kolom pada lantai sesuai dengan
                                                                       
   dimensi kolom yang akan dibuat, tanda ini berfungsi sebagai acuan dalam penempatan
   bekisting kolom.                                                    
                                                                       
   - Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting                     
   - Pasang sepatu kolom pada tulangan utama atau tulangan sengkang.   
                                                                       
   - Pasang sepatu kolom dengan marking yang ada.                      
   - Atur kelurusan bekisting kolom dengan memutar push pull.          
                                                                       
   - Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka kolom tersebut siap dicor.
   4. Pengecoran kolom                                                 
                                                                       
   Langkah kerja pekerjaan pengecoran kolom adalah sebagai berikut:    
    - Persiapan pengecoran                                             
                                                                       
   Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang akan dicor harus benar-benar bersih dari
   kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari kerusakan beton.
   - Pelaksanaan pengecoran                                            
                                                                       
   Pengecoran dilakukan dengan menggunakan bucket cor yang dihubungkan dengan pipa
   tremi dengan kapasitas bucket sampai 0,9m3. Bucket tersebut diangkut dengan
                                                                       
   menggunakan Tower crane untuk memudahkan pengerjaan.                
   Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
                                                                       
   terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama
   proses pengecoran berlangsung, pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut
                                                                       
   dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan
   yang maksimal.                                                      
                                                                       
                                                                       
   5. Pembongkaran bekisting kolom                                     
                                                                       
   Setelah pengecoran selesai, maka dapat dilakukan pembongkaran bekisting. Proses
   pembongkarannya adalah sebagai berikut:                             
                                                                       
   - Setelah beton berumur 8 jam, maka bekisting kolom sudah dapat dibongkar.
   - Pertama-tama, plywood dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan beton
                                                                       
   pada plywood dapat terlepas.                                        
   - Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepas push pull.  
                                                                       
   - Kendorkan baut-baut yang ada pada bekisting kolom, sehingga rangkaian/panel
   bekisting terlepas.                                                 
                                                                       
   - Panel bekisting yang telah terlepas, atau setelah dibongkar segera diangkat
   dengan tower crane ke lokasi pabrikasi awal.                        
                                                                       
   - Perawatan Beton Kolom                                             
   Perawatan beton kolom setelah pengecoran adalah dengan sistem kompon, yaitu dengan
   disiram 3 kali sehari selama 3 hari.                                
                                                                       
  6. Pemeliharaan Balok dan Pelat (Curing)                             
   Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga
                                                                       
   dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan
   menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.             
                                                                       
                                                                       
  h. Pek. Balok                                                        
                                                                       
  1. Pekerjaan persiapan                                               
    Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan pasang beton balok  
                                                                       
    Approval material yang akan digunakan.                             
    Persiapan material, antara lain: Portland cement, pasir, split, air, kaso, multiplek 12
                                                                       
    mm, besi beton, kawat beton, dan paku.                             
     Persiapan alat kerja, antara lain: waterpass, beton mixer ,meteran, bar bending, mesin
                                                                       
    potong besi , unting-unting, benang, vibrator, gerobak sorong, dan selang air.
   2. Pengukuran                                                       
                                                                       
    Surveyor melakukan pengukuran dengan waterpass dan memberi tanda (marking)
    untuk posisi titik perletakan balok beton.                         
                                                                       
   3. Pekerjaan pembesian                                              
    Pembesian atau perakitan tulangan dikerjakan ditempat lain yang lebih nyaman.
                                                                       
    Perakitan pembesian harus sesuai dengan gambar kerja.              
    Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama, sebelum pemasangan   
                                                                       
    sengkang,terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur.
    Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan utama dan
                                                                       
    sengkang diikat oleh kawat dengan system silang.                   
    Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan diangkut ke lokasi yang akan dipasang.
                                                                       
  4. Pekerjaan Bekisting                                               
    Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi kiri dan sisi bawah, dipasang dengan
                                                                       
    multiplek 12mm sebagai bahan bekisting + tulangan kayu kaso 4/6. . 
    Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
                                                                       
    kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.     
    Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat coran
                                                                       
    dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
    Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian paku
                                                                       
    dipakukan dengan menggunakan palu.                                 
  5. Pekerjaan pengecoran                                              
    Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak bekisting kemudian
                                                                       
    letakkan pembesian balok pada posisinya tepat didalam bekisting.   
    Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada posisinya   
                                                                       
    didalam bekisting dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan digantung kiri kanan
    bagian dalam bekisting, dengan maksud mendapatkan selimut beton.   
                                                                       
    Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis.
    Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai pengantar adukan ke
                                                                       
    areal pekerjaan.                                                   
    Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton ke area
                                                                       
    pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk
    menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang      
                                                                       
    dapat mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung pemadatan
    beton menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga-
                                                                       
    rongga udara serta untuk mencapai kepadatan maksimal.              
                                                                       
                                                                       
  V. PEKERJAAN PASANGAN                                                
     Pekerjaan Pasangan Meliputi :                                     
                                                                       
      a. Anstamping Batu Kosong                                        
      b. Pas. Pondasi Batu Kali                                        
                                                                       
      c. Pas. Dinding 1/2 Batu Bata 1 : 4                              
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
                                                                       
  a. Pekerjaan Pemasangan Aanstamping/batu kosong dikerjakan setelah pasir urug
                                                                       
     pondasi selesai Aanstamping batu kosong diatur dan diletakkan dengan begitu seksama
     tidak begitu jarang. Ketebalan urugan pasir sesuai dengan tertera dalam gambar bestek.
                                                                       
  b. Pekerjaan Pondasi Batu Kali dilaksanakan setelah Aanstamping Batu Kosong selesai
     dilaksanakan. Pemasangan Pondasi Batu Kali dilaksanakan dengan cara meletak kan
                                                                       
     dan mengikat satu batu dengan batu yang lain dengan menggunakan adukan semen dan
     pasir dan dipasang besi angker kedalam ikatan pondasi untuk mengikat antara Pondasi
                                                                       
     dan Sloof. Bentuk dan Ukuran Pondasi sesuai dengan tertera dalam gambar bestek.
                                                                       
                                                                       
  VI. PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN                                  
     Pekerjaan Dinding dan Plesteran Pada Lantai - I Meliputi :        
                                                                       
      a. Pasangan Dinding Bata ½ Bata 1 Pc : 4 Ps                      
      b. Plesteran Pondasi Bata 1 Pc : 2 Ps, tebal 15 mm               
      c. Plesteran 1 Pc : 2 Ps, tebal 15 cm                            
                                                                       
      d. Plesteran 1 Pc : 4 Ps, tebal 15 cm                            
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
  a. Pekerjaan pasangan dinding bata ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps (trasram)
                                                                       
     dikerjakan setelah pengerjaan Sloof Selesai. Bata yang dipergunakan bermurtu baik dan
     dan pengadukan mortar harus bercampur dengan baik sehingga mampu mengikat batu
                                                                       
     bata dengan baik dan mampu menyerap air hingga tidak menembus kedalam dinding.
     Letak dan Ukuran tinggi pasangan bata 1/2 bata 1 Pc : 2 Ps sesuai dengan yang tertera
                                                                       
     dalam gambar bestek.                                              
  b. Pekerjaan pasangan dinding bata ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 4 Ps dikerjakan
                                                                       
     setelah pengerjaan pasangan bata 1 Pc : 2 Pc selesai. Bata yang dipergunakan bermurtu
     baik dan dan pengadukan mortar harus bercampur dengan baik sehingga mampu
     mengikat batu bata dengan baik. Letak dan Ukuran tinggi pasangan bata 1 Pc : 4 Ps
                                                                       
     sesuai dengan yang tertera dalam gambar bestek.                   
  c. Pekerjaan plesteran Pondasi bata dengan perbandingan 1Pc : 2 Ps dikerjakan
                                                                       
     bersamaan dengan plesteran pasangan dinding ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps.
  d. Pekerjaan plesteran 1Pc : 2 Ps dengan ketebalan 15 mm dikerjakan setelah pekerjaan
                                                                       
     atap selesai dikerjakan, pekerjaan ini dilakukan secara manual. setelah plesteran selesai
     dilaksanakan dinding disiram dengan air.                          
                                                                       
  e. Pekerjaan plesteran 1Pc : 4 Ps dengan ketebalan 15 mm dikerjakan setelah pekerjaan
     atap selesai dikerjakan, pekerjaan ini dilakukan secara manual. setelah plesteran selesai
                                                                       
     dilaksanakan dinding disiram dengan air.                          
                                                                       
                                                                       
     Pekerjaan Dinding dan Plesteran Pada Lantai - II Meliputi :       
      a. Pasangan Dinding Bata ½ Bata 1 Pc : 4 Ps                      
                                                                       
      b. Plesteran 1 Pc : 2 Ps, tebal 15 mm.                           
                                                                       
                                                                       
   Tata Cara Pelaksanaan :                                             
  a. Pekerjaan pasangan dinding bata ½ bata dengan perbandingan 1 Pc : 4 Ps pada lantai –
                                                                       
     II dikerjakan setelah pengerjaan Balok lantai dan plat lantai selesai pengerjaannya. Bata
     yang dipergunakan bermurtu baik dan dan pengadukan mortar harus bercampur
                                                                       
     dengan baik sehingga mampu mengikat batu bata dengan baik. Letak dan Ukuran tinggi
     pasangan bata 1 Pc : 4 Ps sesuai dengan yang tertera dalam gambar bestek.
                                                                       
  b. Pekerjaan plesteran 1Pc : 4 Ps pada lantai – II dengan ketebalan 15 mm dikerjakan
     setelah pekerjaan atap selesai dikerjakan, pekerjaan ini dilakukan secara manual.
     setelah plesteran selesai dilaksanakan dinding disiram dengan air.
                                                                       
                                                                       
VII. PEKERJAAN PINTU, JENDELA & VENTILASI                              
                                                                       
     Pekerjaan Pintu, Jendela & Ventilasi Pada Lantai- I Meliputi :    
     1. Pekerjaan Pintu                                                
                                                                       
      a. Type P1 (1 Unit)                                              
        Meliputi                                                       
                                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
        - Daun Pintu Panel Alumunium                                   
                                                                       
        - Daun Ventilasi Kaca                                          
        - Kunci Tanam 2 Slaag                                          
                                                                       
        - Engsel Pintu                                                 
        - Grendel Pintu                                                
        - Pegangan Pintu Stainlees                                     
                                                                       
        - Kaca Bening 5mm                                              
      b. Type P2 (2 Unit)                                              
                                                                       
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
        - Daun Pintu PVC                                               
        - Kaca Bening 5mm                                              
                                                                       
      c. Type P3 (6 Unit)                                              
        Meliputi                                                       
                                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
        - Daun Pintu PVC                                               
                                                                       
        - Kaca Bening 5mm                                              
      d. Type P5 Pintu KM/WC (2 Unit)                                  
                                                                       
     2. Pekerjaan Jendela                                              
     a. Type J1 (7 Unit)                                               
                                                                       
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
        - Daun Jendela Kaca                                            
        - Engsel Jendela                                               
                                                                       
        - Grendel Jendela                                              
        - Kaca Bening 5mm                                              
                                                                       
     b. Type V1 (3 Unit)                                               
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
        - Kaca Bening 5mm                                              
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
 a. Kosen Pintu Jandela Dikerjaan bersamaan dengan Pemasangan dinding batu bata pada
    lantai-I. Kosen pintu dipasangan diatas sloof setelah sloff dan kolom selesai dikerjakan.
                                                                       
    Kosen pintu dipasangan tegak lurus, untuk mendapatkan supaya kosen pintu tegak lurus
    secara vertical dilakukan uji kerataan air (waterpas) dan dipasang benang lot.
                                                                       
    Menggunakan Alumunium bermutu baik.                                
    Kosen Jendela dipasangan diatas pasangan batu bata, pekerjaan ini bersamaan dengan
                                                                       
    pekerjaan pemasangan dinding batu bata. Kosen jendela dipasangan tegak lurus, untuk
    mendapatkan supaya kosen pintu tegak lurus secara vertical dilakukan uji kerataan air
                                                                       
    (waterpas) dan dipasang benang lot. Menggunakan Alumunium bermutu baik.
 b. Seluruh pengerjaan pemasangan Daun Pintu, Daun Jendela dan pemasangan ventilasi
                                                                       
    kaca dikerjakan pada saat pekerjaan finishing/ pekerjaan tahap terakhir atau pun setelah
    pekerjaan atap, plesteran, Granit lantai selesai dilaksanakan.     
                                                                       
    Daun pintu, daun jendela dan kaca semua’a di buat/dipesan di toko atau tempat – tempat
    penyedia jasa pembuatan pintu, daun jendela dan kaca.              
                                                                       
    Seluruh material bahan tersebut bermutu baik, pemasangan secara manual dan sangat
    teliti hingga menghasilkan hasil yang baik.                        
                                                                       
 c. Seluruh Pengerjaan pemasangan Kunci, Engsel, Grendel, Hak angin, pada pintu dan
    jendela serte ventilasi dan Pegangan pada pintu dikerjakan pada saat akhir pekerjaan
                                                                       
    tahap akhir/pekerjaan finishing. Pekerjaan dilaksanakan setelah semua pekerjaan lain
    selesai dilaksanalkan atau mendekati 99 % tahap akhir pelaksanaan. Bahan - bahan yang
                                                                       
    dipergunakan bermutu baik dan memenuhi standar nasional. Pemasangan dengan baik,
    dikencangkan, di ikat dengan baut secara kuat hingga menghasilkan hasil yang sempurna
                                                                       
    dan baik.                                                          
     Pekerjaan Pintu, Jendela & Ventilasi Pada Lantai- II Meliputi :   
                                                                       
     3. Pekerjaan Pintu                                                
      e. Type P3 (8 Unit)                                              
                                                                       
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
        - Daun Pintu PVC                                               
        - Kaca Bening 5mm                                              
                                                                       
      f. Type P4 (1 Unit)                                              
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
        - Daun Pintu PVC                                               
        - Daun Jendela Kaca                                            
                                                                       
        - Engsel Jendela                                               
        - Grendel Jendela                                              
                                                                       
        - Kaca Bening 5mm                                              
      g. Type P5 Pintu KM/WC (2 Unit)                                  
                                                                       
     4. Pekerjaan Jendela                                              
     c. Type J1 (7 Unit)                                               
                                                                       
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
        - Daun Jendela Kaca                                            
        - Engsel Jendela                                               
        - Grendel Jendela                                              
                                                                       
        - Kaca Bening 5mm                                              
     d. Type J2 (1 Unit)                                               
                                                                       
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
        - Kaca Bening 5mm                                              
     e. Type V1 (3 Unit)                                               
                                                                       
        Meliputi                                                       
        - Alumunium Kusen                                              
                                                                       
Kaca Bening 5mm                                                        
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
 a. Kosen Pintu Jandela Dikerjaan bersamaan dengan Pemasangan dinding batu bata pada
    lantai-II. Kosen pintu dipasangan diatas Balok Lantai setelah Balok Lantai dan kolom
                                                                       
    selesai dikerjakan. Kosen pintu dipasangan tegak lurus, untuk mendapatkan supaya
    kosen pintu tegak lurus secara vertical dilakukan uji kerataan air (waterpas) dan
                                                                       
    dipasang benang lot. Menggunakan Alumunium bermutu baik.           
    Kosen Jendela dipasangan diatas pasangan batu bata, pekerjaan ini bersamaan dengan
                                                                       
    pekerjaan pemasangan dinding batu bata. Kosen jendela dipasangan tegak lurus, untuk
    mendapatkan supaya kosen pintu tegak lurus secara vertical dilakukan uji kerataan air
                                                                       
    (waterpas) dan dipasang benang lot. Menggunakan Alumunium bermutu baik.
 b. Seluruh pengerjaan pemasangan Daun Pintu, Daun Jendela dan pemasangan ventilasi
                                                                       
    kaca dikerjakan pada saat pekerjaan finishing/ pekerjaan tahap terakhir atau pun setelah
    pekerjaan atap, plesteran, Granit lantai selesai dilaksanakan.     
    Daun pintu, daun jendela dan kaca semua’a di buat/dipesan di toko atau tempat – tempat
                                                                       
    penyedia jasa pembuatan pintu, daun jendela dan kaca.              
    Seluruh material bahan tersebut bermutu baik, pemasangan secara manual dan sangat
                                                                       
    teliti hingga menghasilkan hasil yang baik.                        
 c. Seluruh Pengerjaan pemasangan Kunci, Engsel, Grendel, Hak angin, pada pintu dan
                                                                       
    jendela serte ventilasi dan Pegangan pada pintu dikerjakan pada saat akhir pekerjaan
    tahap akhir/pekerjaan finishing. Pekerjaan dilaksanakan setelah semua pekerjaan lain
                                                                       
    selesai dilaksanalkan atau mendekati 99 % tahap akhir pelaksanaan. Bahan - bahan yang
    dipergunakan bermutu baik dan memenuhi standar nasional. Pemasangan dengan baik,
                                                                       
    dikencangkan, di ikat dengan baut secara kuat hingga menghasilkan hasil yang sempurna
    dan baik.                                                          
VIII. PEKERJAAN ATAP                                                   
                                                                       
                                                                       
     Pekerjaan Atap Meliputi :                                         
                                                                       
  a. Rangka Atap Kuda – Kuda Baja Ringan                               
  b. Atap Spandek Metal Warna Merah 0,30 mm                            
                                                                       
  c. Prabung Spandek Metal Warna Merah                                 
  d. Listplank GRC 2/20 cm                                             
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
 a. Pekerjaan pemasangan/pengistalan kuda – kuda baja ringan dilaksanakan setelah Ring
    Balok selesai dikerjakan. Kuda – kuda baja ringan diletakkan/dipasang diatas ring balok,
                                                                       
    balok bint baja riang di ikat dengan baut yang telah ditanam ke dalam ring balok, batang
    – batang kuda – kuda satu dengan lain nya di ikat dengan baut. Pemasangan dilakukan
                                                                       
    satu persatu kuda – kuda.                                          
 b. Setelah Kuda – kuda baja ringan selesai di instal/ dipasang dilanjutkan dengan
                                                                       
    Pemasangan atap spandek metal warna merah 0,30 mm diatasnya. Atap seng genteng
    metal dipasang satu persatu dimulai dari sisi kiri atas kebawah dan kekanan didikat
                                                                       
    dengan paku khusus atap spandek metal warna meraj.                 
 c. Pada puncak Atap spandek metal warna merah dipasang prabung spandek metal warna
                                                                       
    merah.                                                             
 d. Setelah kuda – Kuda, atap dan rabung selesai dikerjaan selanjut nya pemasangan
                                                                       
    Lisplank.                                                          
    Ukuran Listplank yang digunakan berukuran 2/20 cm, lisplank di ikat/diskrup pada
    rangka yang telah dipasang pada kaki kuda – kuda.                  
                                                                       
                                                                       
  IX. PEKERJAAN LANTAI DAN GRANIT.                                     
                                                                       
     Pekerjaan Lantai dan Granit pada Lantai – I Meliputi :            
  a. Cor Beton Bawah lantai Granit 1 : 3 : 5, t = 10 cm                
                                                                       
  b. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm (Ruangan)                           
  c. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm Anti Slip (Teras)                   
                                                                       
  d. Pas. Dinding Granit 30 x 60 cm (Dinding WC/KM)                    
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
  a. Pekerjaan beton cor dengan perbandingan 1 : 3 : 5, dengan ketebalan 7 cm dilakukan
                                                                       
     setelah pekerjaan atap se3lesai dikerjakan, sebelum pengecoran dilakukan terlebih
     dahului tanah atau pasir yang telah ditimbun sebelumnya dipadatkan dan disiram air.
                                                                       
     Adukan beton diaduk dengan menggunakan mollen agar menghasilkan beton yang baik.
  b. Pekerjaan Pasangan Lantai Granit 60 x 60 cm dalam ruangan dan Granit 60 x 60 cm anti
                                                                       
     slip untuk teras pada lantai-I dikerjakan setelah atap selesai cor beton untuk lantai
     selesai dikerjakan. Diatas beton cor lantai tersebut diberi spesi lantai untuk mengikat
                                                                       
     pasangan Granit.                                                  
     Pemasangan dilaksanakan menarik peil ukuran ketinggian pasangan Granit, untuk
                                                                       
     mendapat tegak lurus sisi horizontal dilakukan uji kerataan air (waterpas), hal ini
     dilakukan untuk mendapatkan hasil pemasangan yang baik dan rapi.  
                                                                       
     Adukan ikatan harus diaduk dengan rata dan menyeluruh, hingga menghasilkan
     ikatanyang kuat. Sisi sisi antara satu Granit dengan Granit yang lain diberi semen warna
                                                                       
     untuk mendapatkan hasil yang sempurna.                            
  c. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing untuk pemasangan dinding
                                                                       
     keramik/granit. Menyiapkan peralatan, tenaga kerja dan material sesuai kebutuhan.
     Permukaan dinding dibersihkan dari kotoran dan disiram terlebih dahulu. Pasang
                                                                       
     benang sebagai acuan tegak lurus pasangan. Buat adukan sebagai perekat. Rendam
     keramik/granit dalam air. Rekatkan keramik/granit dengan spesi. Tekan dengan paku
                                                                       
     karet agar melekat sempurna. Pasang sesuai tinggi dan lebar gambar rencana. Pekerjaan
     terakhir pembersihan permukaan pasangan dari sisa-sisa spesi.     
                                                                       
                                                                       
     Lantai dan Granit pada Lantai – II Meliputi :                     
                                                                       
  a. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm (Ruangan)                           
  b. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm (Teras)                             
  c. Pas. Dinding Granit 30 x 60 cm (Dinding WC/KM)                    
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
  a. Pekerjaan Pasangan Lantai Granit 60 x 60 cm dalam ruangan dan Granit 60 x 60 cm
     untuk teras pada lantai-II dikerjakan sebelum k,eramik lantai – I dikerjakan, hal ini
                                                                       
     untuk menghasilakan efisiensi hasil kerja yang baik. Granit dipasang di atas plat lantai.
     Diatas plat lantai tersebut diberi spesi lantai untuk mengikat pasangan Granit.
                                                                       
     Pemasangan dilaksanakan menarik peil ukuran ketinggian pasangan Granit, untuk
     mendapat tegak lurus sisi horizontal dilakukan uji kerataan air (waterpas), hal ini
                                                                       
     dilakukan untuk mendapatkan hasil pemasangan yang baik dan rapi.  
     Adukan ikatan harus diaduk dengan rata dan menyeluruh, hingga menghasilkan
                                                                       
     ikatanyang kuat. Sisi sisi antara satu Granit dengan Granit yang lain diberi semen warna
     untuk mendapatkan hasil yang sempurna.                            
  b. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing untuk pemasangan dinding
                                                                       
    keramik/granit. Menyiapkan peralatan, tenaga kerja dan material sesuai kebutuhan.
    Permukaan dinding dibersihkan dari kotoran dan disiram terlebih dahulu. Pasang
                                                                       
    benang sebagai acuan tegak lurus pasangan. Buat adukan sebagai perekat. Rendam
    keramik/granit dalam air. Rekatkan keramik/granit dengan spesi. Tekan dengan paku
                                                                       
    karet agar melekat sempurna. Pasang sesuai tinggi dan lebar gambar rencana. Pekerjaan
    terakhir pembersihan permukaan pasangan dari sisa-sisa spesi.      
                                                                       
                                                                       
X.   PEKERJAAN PLAFOND.                                                
                                                                       
                                                                       
     Pekerjaan Plafond lantai-I Meliputi :                             
                                                                       
 a.  Plafond Gymsum board t = 9 mm + Rangka Hollow                     
 b.  List Profil Gypsum                                                
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
 a. Pekerjaan pemasangan Plafond pada lantai –I Dikerjakan setelah atap selesai dipasang.
    Plafond yang digunakan jenis Plafond Gypsum board dengan ketebalan 9 mm.
                                                                       
    Pemasangan dilakukan dengan cara manual. Rangka plafond meggunakan besi hollow
    4x4, Plafond di ikat/di pakukan pada rangka yang telah dipasang terlebih dahulu
                                                                       
    menggunakan skrup khusus. Pemasangan dilakukan lembar per lembar.  
                                                                       
                                                                       
     Pekerjaan Plafond lantai-II Meliputi :                            
 a.  Plafond Gymsum board t = 9 mm + Rangka Hollow                     
 b.  List Profil Gypsum                                                
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
 b. Pekerjaan pemasangan Plafond pada lantai –II Dikerjakan setelah atap selesai dipasang.
    Plafond yang digunakan jenis Plafond Gypsum board dengan ketebalan 9 mm.
                                                                       
    Pemasangan dilakukan dengan cara manual. Rangka plafond meggunakan besi hollow
    4x4, Plafond di ikat/di pakukan pada rangka yang telah dipasang terlebih dahulu
                                                                       
    menggunakan skrup khusus. Pemasangan dilakukan lembar per lembar.  
    Pada sisi pinggir plafond dipasang list Plafond, pemasangan dilakukan setelah plafond
                                                                       
    selesai dikerjakan.                                                
XI.  PEKERJAAN MEKANIKAL & ELECCTRIKAL                                 
                                                                       
     Pekerjaan Mekanikal & Electrikal pada Lantai-I dan Lantai-II Meliputi :
   a. Pemasangan Box Zekering, Instal Kabel, Lampu, stop kontak, pemasangan pipa kabel
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
   a. Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta jenis armatur
     lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar instalasi listrik. Sedangkan
                                                                       
     sistim pemasangan pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton harus ditanam (sistem
     inbouw) dan penarikan kabel (jaringan kabel) di atas plafond dekat dengan isolator
                                                                       
     khusus dengan jarak 1,00 atau 1,20 m, atau jaringan kabel di atas plafond tersebut
     dimasukkan dalam pipa PVC.                                        
                                                                       
     Khusus untuk instalasi stop kontak harus dilengkapi kabel arde (pentanahan) sesuai
     dengan peraturan yang berlaku (mencapai dan terendam air tanah). Pekerjaan ini
                                                                       
     dilakukan oleh ahli electrikal yang berpengalaman.                
                                                                       
                                                                       
XII. PEKERJAAN SANITAIR.                                               
     Pekerjaan Sanitair Pada lantai-I dan lantai-II Meliputi :         
                                                                       
   a. Pemasangan Kran air, Floor drain, Septik tank + Peresapan + Bak Kontrol, penginstalan
     air bersih dan air kotor serta penyambungan air bersih dari Sumber air .
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
       a. Penginstalan Air Bersih dan Air Kotor dikerjakan bersaman pada waktu
         pengerjaan pekerjaan beton dan pasangan bata serta lantai. Jenis dan type serta
         ukuran pipa sesuai dengan yang tercantum dalam gambar rencanan.
                                                                       
       b. Pemasangan Kran air, Floor Drain, dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan
         lantai. Seluruh bahan – bahan tersebut sesuai dengan yang tertera dalam
                                                                       
         gambar bestek.                                                
       c. Septik tank peresapan dan bak kontrol dikerjakan setelah penginstalan air kotor
                                                                       
         selesai dilaksanakan atau pun secara bersamaan.               
         Septik tank dan peresapan dikerjakan sesuai dengan gambar rencana.
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
XIII. PEKERJAAN PENGECATAN.                                            
     Pekerjaan Pengecatan Pada lantai-I dan Lantai-II Meliputi :       
      a. Cat Dinding Tembok                                            
                                                                       
      b. Cat Plafond dan List Plafond                                  
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
  a. Pekerjaan pengecatan dilaksanakan setelah pemasangan plafond.     
                                                                       
  b. Terlebih dahulu dikerjakan pada Lantai-II agar menghasilkan efisiensi kerja yang baik.
  c. Listplank harus dilakukan lapis demi lapis dengan memperhatikan waktu pengeringan
                                                                       
     jenis bahan yang digunakan.                                       
     Urutan pekerjaan sebagai berikut:                                 
                                                                       
     ➢ 2 (dua) kali pengerjaan meni Alumunium/cat dasar.               
     ➢ 1 (satu) kali lapis pengisi dengan plamur Alumunium Penghalusan dengan amplas.
                                                                       
  d. Pengecatan dinding harus dilakukan menurut proses sebagai berikut:
     ➢ Penggosokan dinding dengan batu gosok sampai rata dan halus, setelah itu dilap
                                                                       
       dengan kain basah hingga bersih.                                
     ➢ Pekerjaan cat tembok harus menghasilkan warna merata sama dan tidak terdapat
                                                                       
       belang-belang atau noda-noda mengelupas                         
  e. Pengecatan plafond harus dilakukan menurut proses berikut         
                                                                       
     ➢ Membersihkan bidang plafond yang akan dicat.                    
     ➢ Mengecat plafond 2 (dua) kali, sehingga menghasilkan bidang pengecatan yang
                                                                       
       merata sama dan tidak terdapat belang-belang atau noda-noda mengelupas.
     Warna cat yang digunakan di tetapkan kemudian                     
XIV. PEKERJAAN ORNAMEN DAN LAIN.                                       
                                                                       
     Pekerjaan Ornamen dan Lain - lain Meliputi :                      
  a. Profil kolom teras                                                
                                                                       
                                                                       
    Tata Cara Pelaksanaan :                                            
                                                                       
  a. Pekerjaan profil kolom teras dan dikerjakan setelah plesteran selesai dikerjakan. Mortar
     yang dipergunakan bermutu baik sehingga menghasilkan hasil yang baik, dan ikatan
                                                                       
     bentuk yg kuat.