| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0946176161311000 | Rp 2,237,241,397 | - | |
| 0032620395101000 | - | - | |
| 0715093324104000 | - | - | |
| 0013977178021000 | - | - | |
| 0023522741311000 | - | - | |
| 0862725025403000 | - | - | |
| 0025373515331000 | - | - | |
| 0734542079101000 | Rp 1,870,428,829 | RKK kurang dari yang dipersyaratkan oleh Dokumen Pemilihan | |
| 0535683122311000 | Rp 2,240,174,750 | - | |
CV Ardi Karya | 0750572539205000 | - | - |
| 0924593007821000 | - | - | |
Alaska Karya Mandiri | 06*7**4****43**0 | - | - |
| 0423432251529000 | - | - | |
| 0017513334323000 | - | - | |
| 0961923158629000 | - | - | |
| 0210798070411000 | - | - | |
| 0908421415101000 | - | - | |
| 0024770737327000 | - | - | |
| 0905326088447000 | - | - | |
PT Nadya Ratu Permata | 09*2**4****05**0 | - | - |
| 0935863704311000 | - | - | |
| 0019433028311000 | - | - | |
| 0868222126009000 | - | - | |
| 0841586084122000 | - | - | |
| 0924720600009000 | - | - | |
| 0963942735328000 | - | - | |
| 0021721972106000 | - | - | |
| 0530543263003000 | - | - | |
| 0756726683101000 | - | - | |
PT Ajrin Rifki Multika Teknologi | 09*5**7****38**0 | - | - |
| 0949029565009000 | - | - | |
| 0317220903216000 | - | - | |
| 0026895599101000 | - | - | |
| 0021019377101000 | - | - | |
| 0752086744311000 | - | - | |
| 0834072548311000 | - | - | |
| 0813260742951000 | - | - | |
| 0438029613328000 | - | - | |
| 0727376501124000 | - | - | |
| 0015806565201000 | - | - | |
CV Putra Amor | 0016355240321000 | - | - |
| 0725588446303000 | - | - | |
PT Putra Irian Cahaya | 0720451814955000 | - | - |
| 0851605881101000 | - | - | |
| 0032690497701000 | - | - | |
| 0028369403822000 | - | - | |
| 0211395868513000 | - | - | |
PT Manna Was Salwa | 08*0**4****16**0 | - | - |
| 0311911754124000 | - | - | |
| 0412111494604000 | - | - | |
| 0750667297331000 | - | - | |
| 0749364816331000 | - | - | |
| 0960181469311000 | - | - | |
| 0012746541308000 | - | - | |
| 0032007619311000 | - | - | |
| 0013270327002000 | - | - | |
| 0023521347311000 | - | - | |
| 0018553982101000 | - | - | |
| 0026260281122000 | - | - | |
| 0018933473101000 | - | - | |
| 0965134836201000 | - | - | |
| 0607078789009000 | - | - | |
Chanel | 00*8**4****21**0 | - | - |
| 0933285124331000 | - | - | |
| 0316534981215000 | - | - | |
| 0900806118101000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan ini dibuat sebagai syarat penawaran teknis dalam narasi penggambaran
pelaksanaan dilapangan. Spesifikasi teknis, mock up dan persyaratan teknis lainnya akan selalu
diajukan oleh pelaksana kepada direksi teknis dan pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
Garis besar pekerjaan proyek ini dibagi dalam lingkup sebagai berikut:
a. Pekerjaan Sipil dan Arsitektur yang dibedakan berdasar lokasi pekerjaan
b. Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing yang dibedakan berdasar lokasi pekerjaan
c. Pekerjaan Sarana dan Prasarana Pendukung
Bill of quantity telah menunjukkan pekerjaan berdasarkan lokasi pekerjaan, yang
pelaksanaanya akan dikoordinasikan dengan managemen pekerja.
A. MANAJEMEN PROYEK
Di dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi dibutuhkan adanya suatu program
kerja yang terencana, efektif dan efisien sehingga setiap aktifitas kerja tersusun dan
terrencana dengan baik dalam rangka mencapai target sukses suatu pekerjaan. Program
kerja yang akan dilaksanakan disesuaikan dengan ketentuan dalam diskripsi pekerjaan
sesuai rencana kerja dan syarat (RKS), gambar dan dokumen terkait lainnya. Untuk
menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan dengan tercapainya azas efisiensi dan
efektifitas dalam pengertian tepat waktu, hemat biaya dan tepat sasaran maka setiap
sumber daya (tenaga kerja, biaya, material dan peralatan) yang dipergunakan dalam
pelaksanaan proyek ini dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai faktor produksi secara
maksimal secara profesional. Manajemen proyek kontraktor dipercayakan kepada tenaga
pilihan dari perusahaan, yang mempunyai pengalaman di bidang sipil atau bidang
konstruksi bangunan gedung, dan telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek sejenis
dengan hasil yang memuaskan, tenaga dalam tim proyek ini dipilih berdasarkan kebutuhan
dan disesuaikan dengan tugas masing-masing, sehingga diharapkan dapat menjadi tim yang
handal dalam menyelesaikan proyek ini dan memahami schedule pelaksanaan kerja serta
berkoordinasi dengan direksi teknis pekerjaan.
1) IJIN KERJA
Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor mengajukan ijin kerja terlebih dahulu kepada
konsultan pengawas. Ijin kerja yang diajukan harus jelas untuk pekerjaan yang mana saja,
dan sudah lengkap dengan perincian back up data dan batas-batas pekerjaanya, bila perlu
dilengkapi dengan data-data pelengkap seperti :
Brosur dan spesifikasi teknis
Jadwal waktu pelaksanaan dan Metode Kerja
Ijin kerja pekerjaan lain yang terkait dengan pekerjaan
2) KOORDINASI PELAKSANAAN PEKERJAAN
Site Manager memimpin seluruh kegiatan diproyek, baik di bidang teknik dan
administrasi kontrak maupun kegiatan pelaksanaan lapangan dan secara keseluruhan
melaporkan dan bertanggung jawab kepada pimpinan/direktur. Seluruh proses
1 | P a g e
pelaksanan akan selalu diajukan (request item utama) untuk memperoleh Ijin dari
pimpinan. Pimpinan bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap pekerjaan.
Untuk bagian teknik dan administrasi, Kepala Pelaksana dibantu oleh staf teknik dan
administrasi.
Dibidang peralatan dan logistik, Pelaksana dibantu oleh staf peralatan dan logistik.
Untuk pelaksanaan pekerjaan lapangan, Kepala Pelaksana dibantu oleh pelaksana
lapangan, yang membawahi beberapa pekerja dan mandor.
3) GAMBAR KERJA
Gambar yang telah dibuat kemudian diajukan kepada konsultan supervisi untuk
mendapat persetujuan. Apabila gambar telah disetujui oleh Konsultan, maka gambar
tersebut diajukan kepada Owner untuk diperiksa dan diketahui. Selanjutnya apabila
gambar tersebut telah diperiksa dan telah disetujui oleh masing-masing pihak, maka
gambar tersebut dapat dipakai untuk dasar pelaksanaan pekerjaan atau disebut dengan
istilah Gambar Kerja/shop drawing. Pembuatan maupun perubahan gambar ini
dilakukan oleh tim yang terdiri dari : staf teknik dan juru gambar (drafter) yang telah
mempunyai keahlian di bidang masing-masing.
Dalam pembuatan gambar kerja, perlu diperhatikan hal-hal berikut :
Survey lapangan bersama, hingga memperoleh data pendukung yang akurat
Mempelajari dan meninjau ulang desain awal dari konsultan
Melengkapi gambar dengan informasi yang detail dan terperinci.
Batas waktu yang tersedia untuk menggambar, mengajukan persetujuan gambar,
revisi gambar dll hingga gambar selesai.
B. PENGENDALIAN MUTU
Sebelum, melaksanakan pekerjaan di proyek, tim proyek memesan material dengan
persyaratan yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis, juga mengajukan brosur serta
sertifikasi pabrik (jika ada) kepada Konsultan untuk mendapat persetujuan. Ketika material
tiba dilapangan, terlebih dahulu diperiksa apakah barang yang datang cukup mutunya sesuai
dengan yang dipesan. Pada pekerjaan beton dilakukan job mix design dan uji kubus beton
serta uji slump untuk mengetahui mutu dan tingkat kesulitan pengerjaan beton.
C. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN UTAMA
Untuk mencapai keberhasilan dalam hal mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi biaya
pelaksanaan, dimana Kontraktor harus dapat merealisasikan pekerjaan sesuai dengan waktu
yang telah ditentukan, biaya yang telah dianggarkan dan kualitas pekerjaan sesuai dengan
yang diinginkan pihak pengguna anggaran, sebagai upaya untuk terlaksananya rencana
proyek tersebut, maka berikut ini disusun Metode Pelaksanaan serta Demi kelancaran,
keamanan, mobilisasi alat, bahan serta staff dan pekerja yang akan memasuki lahan harus
mendapat ijin, sesuai peraturan yang berlaku serta berkoordinasi dengan keamanan
setempat.
Metode pelaksanaan mengacu pada prinsip bahwa target pembangunan harus dapat
diselesaikan tepat waktu tepat biaya sesuai dengan SPH dan tepat mutu sesuai dengan
2 | P a g e
RKS+Spesifikasi teknis. Adapun metode pelaksanaan pekerjaan proyek ini adalah sebagai
berikut :
PEKERJAAN PERSIAPAN
PEKERJAAN STRUKTUR
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
PEKERJAAN PERSIAPAN
Persiapan suatu pekerjaan sebelum masuk pada pekerjaan pokok, sangat menentukan
kesuksesan suatu pekerjaan. Pekerjaan persiapan ini secara umum tidak jauh berbeda, baik
untuk proyek-proyek pekerjaan pembangunan gedung, jalan dan jembatan, dermaga,
breakwater ataupun proyek-proyek lainnya. Pekerjaan persiapan harus sudah direncanakan
sebelum masuk pada tahap pelaksanaan konstruksi. Perencanaanya dibuat dengan efiesien dan
efektif, namun tetap memenuhi segala aspek yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan
pekerjaan pokok/utama dari proyek yang akan dilaksanakan.
Pekerjaan Persiapan meliputi pekerjaan :
- Pek. Administrasi dan Dokumentasi
- Air Kerja
- Listrik Kerja
- Papan Nama Kegiatan
- SMK3
- Pek. Gudang Bahan/Peralatan
- Direksi keet
- Mobilisasi dan Demobilisasi
1. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI
Mobilisasi Peralatan :
Peralatan yang akan di Mobilisasi antara lain :
- backhoe loader : 1 Unit
- jack hammer : 1 Unit
- Genset : 1 Unit
- Mobil Bak Terbuka 1 Unit
2. PEMBERSIHAN LOKASI/ LAND CLEARING
Pekerjaan ini meliputi pembersihan lokasi pekerjaan, pengupasan lapisan tanah humus
sedalam ± 30cm atau ketebalannya disesuaikan dengan kondisi lapisan tanah atas di
tempat pekerjaan. Pembersihan ini dilaksanakan terhadap material-material yang dapat
mengganggu pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan struktur sesuai dengan cakupan
pekerjaan dalam kontrak pekerjaan seperti : rumput/semak, pohon-pohon ataupun
sampah-sampah.Pembersihan ini dilakukan pada lokasi yang akan digunakan sebagai
direksi keet, kantor kontraktor, gudang, barak kerja serta lokasi penumpukan material
seperti besi beton dan lain-lain. Pekerjaan ini melibatkan para pekerja biasa yang disertai
3 | P a g e
dengan penggunaaan peralatan seperti Excavator, Dump truck apabila diperlukan.
3. Pengukuran Setting Out
Sebelum melakukan Pengukuran bersama antara Kontraktor, Konsultan Supervisi dan
Direksi Pekerjaan bersama-sama disepakati dan ditentukan titik BM sebagai bahan acuan
kerja dimulainya dasar pengukuran.
Setelah pengukuran selesai dilanjutkan dengan pemasangan patok sebagai acuan untuk
pelaksanaan pekerjaan. Pemasangan patok harus dipandu oleh juru ukur agar penempatan
tata letak dan titik ikat setiap struktur benar-benar tepat.
Pemasangan bouwplank harus dipandu oleh juru ukur agar penempatan bangunan benar-
benar tepat. Pada pelaksanaan pekerjaan ini digunakan bouwplank tertutup supaya
pekerjaan dapat dilaksanakan lebih mudah. Jarak pemasangan bouwplank dari struktur
terluar bangunan yang akan dibangun minimal 1 m dan maksimal 2 m.
Peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini antara lain water pass, theodolith serta total
station dan rambu ukur.
Tahapan pekerjaan :
- Koordinasi dengan pihak direksi untuk pengukuran (request for work)
- Penentuan Lokasi Kerja, konfirmasi dengan pihak direksi
- Pengukuran dikerjakan dengan menggunakan teodolit dan water pass
- Pembuatan patok acuan (bouwplank) setiap 50 meter atau sesuai petunjuk/arahan
dari
direksi, dibuat dari kayu dan diberi cat warna merah untuk memudahkan pandangan.
- Buat peta situasi beserta cross section dan long section
- Ploting data ukur ke construction drawing
4 | P a g e
4. Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang
Direksi Keet
Fasilitas Direksi Keet ini terdiri dari ruang-ruang kerja, ruang rapat, serta sarana–sarana
pendukung lainnya. Desaign rencana dari Direksi Keet akan digunakan untuk jangka
waktu yang cukup lama, sehingga dibuat permanen, lebih kokoh dan dilengkapi dengan
perabotan yang lengkap sesuai spesifikasi.
Barak Kerja
Bangunan ini berfungsi untuk tempat beristirahat bagi para pekerja proyek. Barak
pekerja ditempatkan didalam pagar lokasi proyek, untuk memudahkan pengawasan
keluar masuknya para pekerja kedalam lokasi proyek, sekaligus untuk bisa menjaga
keamanan material dan peralatan kerja selama pelaksanaan pekerjaan.
Gudang Material dan Peralatan
Bangunan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan material, seperti semen, paku, serta
material-material finishing lainnya. Sebagai tempat penyimpanan material, harus
memenuhi persyaratan antara lain :
Kondisi harus dijaga agar tetap kering dan tidak lembab.
Susunan dan pengaturan letak material yang disimpan terutama semen harus diatur
sedemikian rupa untuk penggunaan lebih awal.
Untuk material besi beton dapat ditempakan diluar bangunan dengan cara :
– Tumpukan besi diberi alas/ganjal balok kayu, sehingga tidak langsung bersentuh
dengan tanah.
– Diberikan penutup terpal diatasnya supaya terlindung dari air hujan atau
kelembaban.
– Penumpukan sesuai dengan diameter yang seragam.
Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan peralatan kerja yang ringan-ringan
seperti : genset, water pump portable, concrete vibrator, serta peralatan-peralatan
tukang ringan lainnya.
5. Air Kerja dan Listrik Kerja
Kebutuhan air yang diperlukan dengan sumber PDAM/sumur bor selama masa
konstruksi antara lain digunakan untuk keperluan yang meliputi :
- Air untuk bahan adukan beton, adukan pasangan bata dan plesteran.
- Untuk perawatan beton (curing), perawatan pasangan batu bata.
- Untuk toilet base camp proyek serta MCK pekerja.
- Untuk keperluan test peralatan mekanikal, test instalasi plumbing.
- Keperluan lokasi kerja lainnya.
6. Pembongkaran Pagar Lama
a. Lahan atau area harus dibersihkan dari segala macam tumbuhan atau benda-benda
5 | P a g e
yang tidak perlukan yang dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
b. Pembersihan dan pembongkaran dilakukan terutama pada pagar lama di bongkar dan
sisa bongkaran pagar di amankan oleh pihak pelaksana, sehingga kondisi tanah bersih
dan siap untuk dilakukan pengukuran.
7. Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi menyangkut pembuatan kontrak, shop drawing dan kelengkapan
administrasi lainnya menyangkut proyek yang bersangkutan. Shop drawing menjadi
lampiran dari kontraktor untuk mengajukan permohonan pekerjaan untuk setiap item
pekerjaan. As Built Drawing merupakan gambar jadi dari suatu konstruksi yang telah
disetujui oleh Konsultan Supervisi dan akan dibukukan pada akhir pelaksanaan proyek
sebagai salah satu syarat utama untuk Serah Terima Pekerjaan (PHO).
Sedangkan Dokumentasi proyek menyangkut foto pelaksanaan yang diambil pada
kondisi pelaksanaan sebelum dikerjakan (0%), saat pekerjaan dilaksanakan (±50%) dan
setelah pekerjaan selesai (100%) atau sesuai petunjuk dari Direksi/Pengawas Pekerjaan.
PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN
1. Pekerjaan Galian Tanah dan Urugan
Alat yang digunakan : backhoe loader (jika diperlukan), cangkul, sekop dan alat lain yang di
perlukan
Tenaga Kerja : Operator dan Pekerja
Cara Pelaksanaan :
Metode V-Shape Loading
Metode yang pertama dinamakan V-Shape Loading. Metode ini beroperasi akan tetapi
truck tidak bergerak termasuk ketika saat pengisian dan sampai penuh. Ketika sudah penuh,
Backhoe Loader mulai bergerak maju mundur sehingga membentuk pula yang mirip huruf
V. Nanti Backhoe Loader akan mengambil material sampai ke truck dan kemudian
mengantarkan material tersebut dengan aman
Metode Shaping Loading
Metode yang kedua disebut dengan metode Shaping Loading. Metode ini memiliki ciri
dimana truck akan maju pada saat Backhoe Loader mengangkat material. Kemudian, dari
stock pile, truck akan bergerak mundur dan lalu akan diisi dengan material yang akan
diangkut menggunakan Backhoe Loader.
Metode Pass Loading
Metode Pass Loading yang hanya akan digunakan ketika ada dua untit atau lebih yang
berasal dari Backhoe Loader. Metode memiliki ciri dimana truck akan bergerak ke loader
dari bloader. Dengan begitu, loader bisa diisi material hingga penuh
2. Pekerjaan Urugan Pasir
Urugan pasir padat ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, atau pekerjaan-pekerjaan
bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Untuk mendapatkan kualitas urugan
6 | P a g e
pasir yang baik, maka perlu diikuti langkah-lanngkah sebagai berikut :
- Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal sesuai gambar.
- Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari
pasir tersebut.
- Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata.
- Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi.
3. Pasangan Batu Kali
Alat yang digunakan : Concrette Mixer, Cangkul, sekop dan alat lainnya
Tenaga Kerja : Tukang batu dan Pekerja, Mandor, kepala Tukang
Bahan : Batu Kali, Semen PC, Pasir Pasang
Lingkup pekerjaan pondasi meliputi pekerjaan pondasi batu kali pada bagian-bagian yang
telah ditunjukkan dalam gambar.
Cara Pelaksanaan :
- Pondasi pasangan batu harus dipasang dan dilaksanakan sesuai dengan ukuran,
dimensinya sesuai dengan gambar.
- Sebelum pondasi dipasang, terlebih dahulu dibuat profil-profil pondasi dari bambu atau
kayu pada setiap pojok galian yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan penampang.
- Permukaan dasar galian ditimbun dengan pasir urug untuk meratakan
- Pasangan batu untuk pondasi harus dilaksanakan dengan adukan 1 : 4
- Adukan harus membungkus batu kali pada bagian tengah sedemikian rupa sehingga
tidak ada bagian pondasi yang berongga/tidak padat.
7 | P a g e
4. Timbunan Tanah Dipadatkan
Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak
diperlukan harus dibuang. Bilamana tinggi timbunan satu meter atau kurang, dasar pondasi
timbunan harus dipadatkan (termasuk penggemburan dan pengeringan atau pembasahan
bila diperlukan) sampai 15 cm bagian permukaan atas dasar pondasi memenuhi kepadatan
yang disyaratkan untuk timbunan yang ditempatkan diatasnya.
Bilamana timbunan akan ditempatkan pada lereng bukit atau ditempatkan di atas timbunan
lama atau yang baru dikerjakan, maka lereng lama harus dipotong bertangga dengan lebar
yang cukup sehingga memungkinkan peralatan pemadat dapat beroperasi di daerah lereng
lama sesuai seperti timbunan yang dihampar horizontal lapis demi lapis.
Penghamparan timbunan tanah
- Sebelum Memulai Timbunan Tanah, Dinding DPT Harus Telah Selesai Terlebih
Dahulu.
- Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam
lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal lapisan yang
disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan
tersebut sedapat mungkin dibagi rata sehingga sama tebalnya
- Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke
permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Penumpukan
tanah timbunan untuk persediaan biasanya tidak diperkenankan, terutama selama
musim hujan.
- Penimbunan kembali di atas pipa dan di belakang struktur harus dilaksanakan dengan
sistematis dan secepat mungkin segera setelah pemasangan pipa atau struktur. Akan
tetapi, sebelum penimbunan kembali, diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 8
jam setelah pemberian adukan pada sambungan pipa atau pengecoran struktur beton
gravity, pemasangan pasangan batu gravity atau pasangan batu dengan mortar gravity.
Sebelum penimbunan kembali di sekitar struktur penahan tanah dari beton, pasangan
batu atau pasangan batu dengan mortar, juga diperlukan waktu perawatan tidak
kurang dari 14 hari.
- Bilamana timbunan akan diperlebar, lereng timbunan lama harus disiapkan dengan
membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan lereng dan dibuat
bertangga sehingga timbunan baru akan terkunci pada timbunan lama. Selanjutnya
timbunan yang diperlebar harus dihampar horizontal lapis demi lapis sampai dengan
8 | P a g e
elevasi tanah dasar, yang kemudian harus ditutup secepat mungkin dengan lapis
pondasi bawah dan atas sampai elevasi permukaan jalan lama sehingga bagian yang
diperlebar dapat dimanfaatkan oleh lalu-lintas secepat mungkin, dengan demikian
pembangunan dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana diperlukan.
Pemadatan Tanah Timbunan Didatangkan
- Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memadai dan disetujui sampai mencapai
kepadatan yang disyaratkan.
- Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan
berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air
optimum. Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan
kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 03-
1742-1989.
- Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih setebal 20 cm dari
bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5 cm
serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu tersebut.
Lapis penutup ini harus dilaksanakan sampai mencapai kepadatan timbunan tanah
yang disyaratkan.
- Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan,
diuji kepadatannya sebelum lapisan berikutnya dihampar.
- Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu
jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha pemadatan
yang sama.
- Bilamana bahan timbunan dihampar pada kedua sisi pipa atau drainase beton atau
struktur, maka pelaksanaan harus dilakukan sedemikian rupa agar timbunan pada
kedua sisi selalu mempunyai elevasi yang hampir sama.
- Bilamana bahan timbunan dapat ditempatkan hanya pada satu sisi abutment, tembok
sayap, pilar, tembok penahan atau tembok kepala gorong-gorong, maka tempat-
tempat yang bersebelahan dengan struktur tidak boleh dipadatkan secara berlebihan
karena dapat menyebabkan bergesernya struktur atau tekanan yang berlebihan pada
struktur.
- Timbunan yang bersebelahan dengan ujung jembatan tidak boleh ditempatkan lebih
tinggi dari dasar dinding belakang abutment sampai struktur bangunan atas telah
terpasang.
- Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin gilas,
harus dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari 15 cm
dan dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper)manual dengan
berat minimum 10 kg. Pemadatan di bawah maupun di tepi pipa harus mendapat
perhatian khusus untuk mencegah timbulnya rongga-rongga dan untuk menjamin
bahwa pipa terdukung sepenuhnya.
PEKERJAAN STRUKTUR
9 | P a g e
1. PEKERJAAN FOOT PLAT
Pekerjaan sub struktur merupakan pekerjaan yang pada dasarnya terdiri atas beberapa elemen
struktur yaitu tie beam, foot plat dan pelat lantai (jika ada).
Pekerjaan foot plat dapat dicor di awal dan dapat pula bersamaan dengan tie beam dan pelat
lantai.
Berikut disampaikan urutan pelaksanaan pengecoran foot plat secara bersamaan dengan tie
beam dan pelat lantai dasar (jika ada).
10 | P a g e
PELAKSANAAN :
a. Gali tanah foot plat dan tie beam. Disertai perataan elevasi dasar galian pelat
lantai. Galian pada foot plat dan tie dibuat dengan memperhitungkan space
bekisting batako dan dengan kemiringan yang cukup sedemikian lereng galian
tidak longsor.
b. Pemotongan kepala Pondasi Straus. Pemotongan Straus ini dengan
memperhitungkan batas atas kepala Straus Pile yang harus sesuai dengan shop
drawing.
c. Pembengkokan tulangan Straus Pile sesuai dengan gambar shopdrawing yang
telah disetujui bersama. Apabila jarak penyaluran tulangan mencukupi dengan
tinggi dari foot plat dan pelat lantai, maka tulangan pada dasarnya tidak perlu
dibengkokkan tegak lurus, tapi cukup dimiringkan maks 45 derajat.
d. Urug pasir tebal 10 cm pada foot plat, tie beam dan pelat lantai. Urugan pasir
dibuat sebagai landasan untuk lantai kerja agar permukaannya rata
e. Buat lantai kerja untuk plat tebal 5 cm pada foot plat, tie beam dan pelat lantai.
Lantai kerja dibuat untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan foot plat di
lapangan.
f. Pasang batako/Batu bata batako/batu bata dipasang di sekitar foot plat.
g. Instal pembesian Foot plat, pelat lantai dan besi kolom. Pemasangan dilakukan
sesuai dengan gambar rencana.
h. Pengecoran Foot plat tie beam dan pelat lantai dapat dilakukan secara langsung
dari truk mixer apabila volume pengecoran kecil. Pada pengecoran dengan
volume besar, digunakan concrete mixer. Pengecoran dilakukan sesuai dengan
spesifikasi teknis dan gambar rencana
2. PEKERJAAN SLOOF
Pelaksanaan pekerjaan Poer dan slof dikakukan setelah pelaksanaan pemancangan
selesai, akan tetapi pelaksanaan pemberihan dan pembuatan bekesting dapat dilakukan besama
agar waktu dapat menjadi efesien.
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Bekisting kayu untuk sloof :
a. Pembuatan tanda-tanda yang menyatakan as-as atau level dengan menggunakan cat
warna yang jelas dan tahan lama
b. Pekerjaan galian dilakukan sesuai dengan gambar rencana dan dilakukan penukaran
dengan menggunakan waterpass sampai pada level yang diiningkan.
c. Setelah pekerjaan galian sloof kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan urugan pasir
dan lantai kerja untuk dudukan sloof sesuai dengan evaluasi rencana.
d. Memberi panel beksting yang sesuai dengan ukuran sloof dilokasi pabrikasi.
e. Oleskan Minyak bekisting pada Permukaan panel hingga rata.
f. Pasang panel beksting pada masing-masing,sambungan anta panel harus rapat.
11 | P a g e
g. Panel beksting harus diberi dari pengaku dari kaos pada sisi luar panel dan pada bagian
atas panel diberi kaos juga agar benar-benar tegak.
h. Cek kelurusan beksting dengan tarikan benang.
Beksting untuk sloof dapat juga dilakukan dengan menggunakan batu atau bataco, penggunaan
beksting dengan batu bata atau bataco juga dapat mempercepat pekerjaan, karma tidak
diperlukan lagi pekerjaan pembongkaran beaksting.
12 | P a g e
Proses pengecoran sloof
Pada awal pelaksanaan pekerjaan ini adalah direncanakan urutan pengecoran,
seterusnya, tempat membuang hasil galian sementara, sebelum diangkut keluar lokasi proyek,
juga juga tempat penimbunan sementara tanah hasil galian.
Galian untuk pondasi
a) Siapkan alat yang diperlukan
b) Menggali tanah dengan ukuran lebar sama dengan lebar pondasi bagian bawah dengan
kedalaman yang disyaratkan
c) Menggali sisi-sisi miringnya, sehingga diperoleh sudut kemiringan yang tepat
d) Buang tanah sias galian ke tempat yang telah ditentukan
e) Cek posisi, lebar, keadalaman dan kerapihannya sesuai dengan rencana.
Urugan Pasir.
Urugan pasir padat ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, atau pekerjaan-
pekerjaan bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Untuk mendapatkan kualitas
urugan pasir yang baik, maka perlu diikuti langkah-lanngkah sebagai berikut :
a) Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal sesuai gambar.
b) Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari
pasir tersebut.
c) Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata.
d) Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi.
Pasangan Lantai Kerja
a) Buat campuran Beton untuk lantai kerja sesuai dengan sepesifikasi
b) Pastikan urugan pasir yang sudah dilaksanakan terpenuhi kepadatannya
c) Tuangkan campuran lantai beton kerja pada posisi yang sesuai dengan gambar rencana
d) Pastikan lantai kerja tersebut terlindung dari gangguan yang dapat merusak lantai kerja
tersebut.
Pemasangan Bekesting
a) Pemasanganbekesting sesuai dengan spesifikasi
b) Lebih ditekankan untuk menggunakan bekesting batok atau batu bata.
c) Pemasngan tulang dan pengecoran
d) Pastikan besi yang dipasng sesuai dengan gambar yang direncanakan
e) Pasangan besi beton diatas lantai kerja
13 | P a g e
f) Ikat dengan kawatbeton dan pastikan terikat dengan baik
g) Pasang beton deking dengan tebal yang sesuai dengan selimut beton.
Lakukan pengecoran sesuai dengan mutu beton yang telah ditentukan dalam spesifikasi
2. PEKERJAAN KOLOM PEDESTAL
METODE KERJA KOLOM PEDESTAL
Pekerjaan struktur atas melibatkan beberapa kegiatan antara lain adalah pekerjaan
pengukuran, pembesian, bekisting, pengecoran, pembongkaran bekisting, dan perawatan
beton. Kolom adalah struktur yang merupakan penyangga atau pilar yang akan
menyalurkan beban atau gaya vertikal dan lateral ke pondasi. Konstruksi kekakuan
kolom akan menentukan besarnya gaya lateral yang akan dipikul oleh kolom tersebut.
Adapun besar kecilnya kolom (dimensi kolom) tergantung pada distribusi pembebanan.
Urutan pelaksanaan pekerjaan kolom dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut.
Stek Tulangan Kolom + Marking
Pabrikasi Tulangan Kolom
Pemasangan Tulangan Kolom + Decking
Pemasangan Sepatu Kolom (neut kolom)
Instalasi Pipa Elektrikal (bila ada)
Pabrikasi Bekisting Kolom
Instalasi Bekisting yang Telah Diberi Oil Form
Pemberian Beton Eksisting dengan Calbond
Pengecoran Kolom
Pembongkaran Bekisting Kolom
Perawatan Beton
14 | P a g e
Gambar 1.1 Urutan Pelaksanaan Pekerjaan Kolom
Penentuan As Kolom (Pemberian Marking)
Titik-titik as kolom diperoleh dari hasil pekerjaan tim survey yang melakukan
pengukuran dan pematokan, yaitu marking berupa titik-titik atau garis yang digunakan
sebagai dasar penentuan letak bekisting dan tulangan kolom. Penentuan as kolom dilakukan
dengan menggunakan alat theodolite. Untuk pekerjaan pengukuran ini diperlukan juru ukur
(surveyor) yang berpengalaman. Posisi as kolom arah vertikal ditentukan berdasarkan as
kolom pada lantai sebelumnya. Proses pemindahan titik as (axis) kolom dari lantai bawah ke
lantai atas berikutnya dengan pembuatan lubang-lubang pada pelat lantai . Lubang-lubang
tersebut nantinya ditutup kembali setelah pemindahan titik as kolom selesai.
Posisi as kolom harus sentris kedudukannya terhadap as pada lantai sebelumnya, untuk
itu dilakukan juga pengecekan dengan menggunakan benang dan unting-unting. Dengan
bantuan titik-titik acuan bangunan yang sentris disetiap lantainya, maka dapat ditentukan
letak as kolom dan kemudian dibuat as-as yang lain dengan mengikuti jarak yang telah
disyaratkan dalam perencanaan awal. Pengecekan as kolom dilakukan dengan
menempatkan alat theodolite pada marking tersebut dan kemudian mengecek kelurusan
marking kolom
15 | P a g e
3. PEKERJAAN PASANGAN PLASTIK COR BAWAH BETON JALAN
Plastik cor merupakan jenis material plastik yang digunakan untuk proses pengecoran. Dalam
penggunaanya lebih sering dimanfaatkan untuk melapisi pada bagian dasar lantai yang telah
di cor.
Dan saat ini telah banyak hadir berbagai jenis komponen terbaru. Yang mana dengan adanya
kecanggihan teknologi telah merambah pada berbagai komponen atau faktor bahan
bangunan pada proyek-proyek besar. Salah satunya adalah plastik cor.
Material ini merupakan salah satu bahan material pendukung, yang kebanyakan telah
diaplikasikan pada proses pengecoran bangunan. Untuk mencegah perembesan air ke semen
secara langsung. Bahkan material ini hadir dengan berbagai ukuran plastik cor. Yang mana
ukuran plastik cor beton nantinya akan berpengaruh pada harga plastik cor beton.
Bahan bangunan satu ini dijadikan sebagai pelapisan, yang mana berguna mencegah
adanya perembesan air secara langsung ke dalam semen. Jika pada lantai dasar konstruksi
tidak diberikan sebuah pelapisan. Maka air semen yang ada nantinya akan sangat mudah
untuk bersentuhan langsung dengan tanah. Dengan bahan penyusunnya yang bagus,
bertujuan agar konstruksi yang dibuat kuat dan tidak rawan roboh.
Cara Pelaksanaan :
1. Pertama-tama, Plastik Cor adalah lapisan plastik yang digunakan untuk melapisi lantai
kerja cor beton yang berhubungan langsung dengan tanah.
2. Penggunakan plastik menjadi lebih mudah dan lebih murah karena fungsinya
menggantikan material lantai kerja sebelumnya berupa screed / cor beton yang
berkualitas rendah
3. Bentangkan Plastik cor di atas lapisan tanah. Plastik cor umumnya memiliki lebar 1
meter dengan 2 lapis dan berbentuk seperti sarung, dan jika dibelah menjadi dua atau
dibentangkan, maka lebar plastik cor bisa menjadi 2 meter.
4. Letakkan lembaran besi Wiremesh di atas lapisan tanah yang sudah dibentangkan
plastik cor tersebut.
5. Letakkan bahan cor di atas lembaran besi wiremesh tersebut.
Tetapi jika jalan yang dibangun tidak lebar, maka beberapa pengembang sering tidak
menggunakan lembaran besi Wiremesh di atas lapisan tanah yang dibentangkan plastik cor
tersebut.
4. PEKERJAAN BETON (BESI, BEKISTING, DAN BETON)
Pekerjaan ini terdiri atas :
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembuatan kolom, balok lantai, pelat lantai, beton tangga,
serta pekerjaan beton bertulang lainnya sehingga menghasilkan beton bertulang sesuai
dengan gambar rencana.
Alat yang digunakan : Cangkul, sendok spesi, water-pass, palu, gerobak
dorong, ember cor, concrete mixer, concrete
vibrator , Lift material dan alat lain yang di
perlukan
16 | P a g e
Tenaga Kerja : Tukang batu, Pekerja, tukang kayu, tukang besi
Bahan : Split ½ dan 2/3, besi beton dan bendrat, kayu,
pasir, semen, air (sesuai spesifikasi teknis)
Cara Pelaksanaan
3.1 Pekerjaan Pembesian Besi Polos/Besi Ulir.
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan dipasang besi, dimensi, panjang
dan lebar, diameter, jenis besi, bentuk dan ketebalan disesuaikan dengan ukuran
yang ada pada gambar kerja dengan membuat rencana pembesian (bestaat).
- Pasang besi beton sesuai design
- Panjang sambungan besi 30 s/d 40 x diameter.
- Jarak bersih antara besi terluar dan begisting 2.5 cm, sesuai gambar
- Ikatan bendrat harus kuat, tidak bergeser bila diketok
- Besi harus bersih, beton kering, oli dan material lain yang mengurangi ikatan
(bonding) antara besi dan beton.
- Pembuatan rangkaian besi dibantu dengan alat elektrik untuk mempercepat proses
- Pada kondisi tertinggi, besi diangkut dengan hoist atau TC
3.2 Pekerjaan Bekisting Kayu
- Fabrikasi bekisting dilakukan diluar area setelah mendapatkan dimensi yang akan
dipasang, pemotonga bahan multiplek, kaso bahkan bekisting fabrikasi dari hollow
- Panel Begisting, jarak stager/form work, jarak sekur-sekur penguat diperiksa terlebih
dahulu.
- Sambungan panel begisting harus rapat dan tertutup.
- Begisting harus diperiksa kevertikalan dan kelurusannya dengan lot dan tarikan benang.
- Level begisting harus diperiksa dengan alat ukur/waterpass terhadap level finish.
3.3 Pelaksanaan Cor Beton
- Sebelum di cor, begisting harus bersih dari sisa-sisa pekerjaan sebelumnya atau
kotoran-kotoran
- Material begisting sudah dilapisi dengan oil bekas (non expose) dan mold oil/sika form
oil (expose) agar beton tidak melekat pada cetakan dan mudah dibuka, untuk begisting
bekas yang akan dipakai ulang harus dirawat sehingga layak digunakan.
17 | P a g e
- Stek untuk penulangan lantai diatasnya, panjang stek diatas lantai minimal 40 kali
diameter, diperuntukkan pada penyambungan kolom lantai 2 pada pekerjaan tahap,
berikutnya.
- Pengatur jarak selimut beton harus terpasang pada tempatnya, dan batas ketinggian cor
harus ditandai dengan jelas.
- Alat kerja berupa mesin pengaduk, sekop, takaran material, dan alat pengangkutan
adukan beton harus dalam kondisi siap pakai dan telah disiapkan cadangannya.
- Pengadukan dilakukan dengan mesin pengaduk, untuk mendapatkan beton yang
homogen. Adukan diangkut ke tempat penuangan sebelum semen mulai berhidrasi dan
selalu dijaga agar tidak ada bahan-bahan yang tumpah atau memisah dari campuran.
- Pemadatan beton manual dengan ditusuk tidak boleh mencapai ketebalan 25 cm.
Pemadatan dengan alat getar tidak boleh menyentuh begisting dan atau tulangan.
3.4 Pembongkaran Bekisting dan Perawatan Beton
- Untuk menentukan berapa lama bekisting dapat di bongkar tanpa menimbulkan
crack atau lendut pada balok atau lantai beton tentunya harus melalui prosedur ijin
bongkar dari konsultan serta hasil analisa statik terhadap umur beton.
- Waktu yang tepat untuk melakukan bongkaran bekisting tentunya tergantung pada
bagian struktur beton dan kelas beton yang digunakan serta metode bongkaran yang
digunakan. Contohnya Bongkaran pada kolom beton bisa dilakukan 8-12 jam setelah
pengecoran, kemudian pada Lantai dengan sistem balok, bekisting slab beton boleh
lebih dulu di bongkar pada umur beton minimal 6-7 hari dengan syarat langsung di
skoring atau di tumpu oleh pipa support pada jarak tertentu, sementara baloknya di
bongkar pada umur 10 hari.
- Pada intinya semua itu perlu di lakukan analisa statik, dengan memasukan umur
beton pada saat bongkaran akan dilakukan.
- Sebelum memulai pekerjaan ini, harus disiapkan rencana kerja pembongkaran
begisting dan perawatan.
- Pembongkaran harus bertahap, sehingga tidak menimbulkan beban kejut pada
struktur, alat yang digunakan untuk membongkar begisting tidak boleh merusak
permukaan beton.
- Beton harus dilindungi dari pengaruh panas ekstrim, hingga tidak tekjadi penguapan
cepat, dengan cara membasahi dengan waktu tertentu.
- Beton harus dibasahi paling sedikit selama 1 hari setelah pengecoran
PEKERJAAN ARSITERTUR
1. PEKERJAAN BATU BATA
Alat yang digunakan : Cangkul, sendok spesi, waterpass, palu dan alat
lain yang di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang batu, Pekerja
Bahan : Batu bata, pasir, semen, air (Sesuai dengan
spesifikasi)
18 | P a g e
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan dipasang, dimensi lebar,
panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja.
- Campuran spesi yang dipakai 1 : 4
- Pengaduk spesi harus dilakukan dengan mesin pengaduk spesi/mixer.
- Bata harus direndam/disiram agar jenuh air agar tidak menyerap air dari
campuran.
- Pemasangan batu bata dilakukan lapis demi lapis dengan menggunakan komposisi
adukan yang ditentukan pada gambar kerja, diikuti dengan cor kolom praktis.
- Balok dinding batu bata yang luasnya lebih besar dari 12 m2 ditambahkan kolom
praktis atau balok latei.
- Kolom praktis di cor pada setiap ketinggian 1 m (untuk pasangan bata yang
luasannya lebih dari 12 m2 harus ada pasangan kolom praktis/balok latei)
- Setelah batu bata terpasang, nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm dan
dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.
Curing Air Pasangan Bata
19 | P a g e
2. PEKERJAAN PLESTER DAN ACIAN
Alat yang digunakan : sendok spesi, mesin plester (kompresor)
Tenaga Kerja : Tukang batu, Pekerja
Bahan : Pasir, semen, air (Sesuai dengan spesifikasi)
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan diplester, dimensi tebal
panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada.
- Pembuatan campuran harus menggunakan mesin pengaduk (mesin molen) dan
peralatan yang memadai menggunakan campuran 1 : 4. Membuat campuran
plesteran tanpa mesin pengaduk dilaksanakan sesuai petunjuk direksi.
- Pelaksanaan plesteran dilaksanakan setelah pemasangan batu bata berumur ±2
minggu.
- Sebelum memulai pekerjaan plester, pekerjaan pipa-pipa dan conduit mekanikal
dan elektrikal harus sudah selesai.
- Pemasangan pipa-pipa dan conduit harus cukup dalam dan kuat tertanam
sehingga tidak menimbulkan retak pada plesteran yang ada.
- Permukaan dasar harus dibersihkan sampai benar-benar siap untuk dilakukan
pekerjaan plesteran.
- Seluruh permukaan untuk plesteran harus cukup basah tetapi tidak sampai jenuh.
Plesteran dilakukan apabila permukaan air terlihat sudah lenyap/kering kembali.
- Untuk mencegah pengeringan yang bersifat sementara, penempelan campuran
maksimum 2,5 jam setelah proses pencampuran.
- Plesteran harus lurus, sama rata maupun tegak lurus.
- Membuat kepala plesteran untuk mendapatkan permukaan yang rata dan
ketebalan yang sesuai dengan disyaratkan.
20 | P a g e
3. PEKERJAAN WATERPROOFING
Waterproofing atau pelapis anti bocor merupakan bahan pelapis yang elastis dan
digunakan pada suatu permukaan agar tahan air dan tidak bocor atau merembes.
Waterproofing sangat tepat digunakan untuk rembesan pada dak beton, kebocoran pada
papan fiber semen, seng galvanis, karpet talang serta keretakan pada nok, genteng dan
dinding.
Agar pengaplikasiannya lebih tepat dan sesuai dengan permukaan yang akan dilapis,
perlu diketahui berbagai jenis waterproofing yang tersedia di pasaran saat ini, berdasarkan
bahan dasar pembuatannya:
- Waterproofing berbasis cementitious (semen) cocok untuk area yang selalu terendam
air seperti kolam renang dan kamar mandi, tapi tidak ready for use (aplikasi tidak
praktis), tidak bisa dibuat berwarna, dan harus dicampur dan diaduk dulu baru
diaplikasikan. Adukan harus dipakai habis karena akan mengeras. Contoh : Sikatop 105
waterproofing mortar. Ada pula waterproofing yang harus dicampur dulu dengan
semen.
- Waterproofing berbasis elastomeric, (polimer) cocok untuk ruang luar karena lebih
elastis (elongesitas tinggi), ready for use, UV resistance, bisa aneka warna, tapi kurang
kuat untuk bagian bangunan yang terkena air terus menerus. Contoh Aquaproof, Sika
Rain Tite, Masterproof.
- Pengaplikasian waterproofing seperti pada aplikasi cat yaitu dengan cara dioleskan
minimal dua kali bolak balik pada lokasi yang mengalami kebocoran. Aplikasinya
sebagai berikut:
- Encerkan terlebih dahulu waterproofing dengan 10% air, lalu oleskan.
- Setelah itu lakukan olesan kedua tanpa perlu diencerkan dengan air. Pengolesan kedua
21 | P a g e
dilakukan dengan arah berlawanan dengan tujuan agar terbentuk serat.
22 | P a g e
4. PEKERJAAN PEMASANGAN KANSTIN
Pekerjaan persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemasangan kanstin.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja : Pasir urug, Kanstin, semen untuk pengikat.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain: theodolith, meteran, waterpass, selang air, dll.
Pelaksanaan pekerjaan
Melakukan pembersihan area yang akan dipasang Kanstin dan memastikan lokasi yang
dipasang sudah memiliki permukaan tanah yang padat dan rata.
Membuat alas kanstin dengan pasir urug yang memiliki ketebalan 150 mm.
Memasang kanstin secara berurutan yang dimulai dari satu sisi.
Agar pemasangan bias dilaksanakan secara baik dan cermat menggunakan alat bantu
yaitu benang pembantu, dipasang setiap jarak 4 meter sampai 5 meter.
Pada pemasangan kanstin diberikan jarak 1 – 2 cm untuk spasi antar kanstin.
Kemudian melakukan pengecekan kelurusan perletakan kanstin dengan menggunakan
waterpass.
Finishing pemasangan kanstin dengan semen pengikat untuk menyelimuti kanstin sebagai
perekat
5. PEKERJAAN ASPAL JALAN DAN FINISHING BETON JALAN
Pekerjaan Prime Coat
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang
telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Berikut tahapan-
tahapan pekerjaan lapis resap pengikat (prime coat) :
23 | P a g e
Persiapan
1. Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
2. Cek ulang ketersediaan material, pastikan tidak ada perubahan
3. Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah
dilakukan.
4. Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan
dari kesiapan yang telah dilakukan.
5. Pastikan bangunan milik masyarakat dan umum dilindungi dari efek penyemprotan aspal.
6. Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
7. Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
8. Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
9. Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.
10. Komposisi Campuran Kerosine dan Aspal sesuai Spesifikasi (80 – 85 pph) 80 bagian
Kerosine dan 100 bagian Aspal.
Penyiapan Formasi Pekerjaan
1. Cek kerusakan bagian yang akan menjadi dasar penghamparan telah diperbaiki (jika diatas
bahu atau LPA-A)
2. Pastikan permukaan bersih dan bebas dari material lepas
3. Permukaan harus memperlihatkan mozaik agregat kasar dan halus,
4. Pastikan areal pembersihan lebih 20 cm dari batas bidang yang akan disemprot.
Penyemprotan
1. Pastikan suhu memenuhi syarat untuk penyemprotan.
2. Pastikan penyemprotan merata, jika menggunakan distributor bidang yang disemprot
mendapat suplai dari tiga nosel.
3. Pastikan dan amati apakah aspal distributor berjalan konstan.
4. Bila dilaksanakan perlajur maka sisinya overlap selebar 20 cm, untuk mendapatkan aplikasi
penyemprotan setara 3 nosel
5. Penyemprotan harus dihentikan jika ada ketidak sempurnaan, lakukan perbaikan pada alat
penyemprot.
6. Pastikan penyemprotan dimulai 5,0 m sebelum areal penyemprot an agar aplikasi konstan.
7. Batasi pemakaian bahan pada tangki, tidak kurang dari 10% volume yang tersisa pada
tangka
24 | P a g e
Pengukuran
1. Lakukan pengukuran sisa bahan yang disemprotkan, setiap kali telah melakukan
penyemprotan, dengan tongkat celup.
2. Lakukan pengukuran dengan menggunakan 3 kertas resap diletak kan dengan jarak sama,
pada areal penyemprotan sepanjang 200 m, pada lokasi dengan letak≥ 10 m dari awal, dan
> 0,50 m dari tepi.
3. Timbang berat terhampar pada kertas resap.
Pemeriksaan
1. Cek hasil penyemprotan apakah merata?
2. Periksa tempat tempat yang mengidentifikasikan adanya genangan aspal berlebih.
3. Amati bagian tepi, apakah ada bagian
4. yang menunjukkan kekurangan penebaran.
Cek kesesuaian
1. Penyemprotan merata?
2. Jumlah berat terhampar permeter persegi sesuai?.
3. Ada tempat-tempat yang mengindikasikan genangan aspal?
4. Jika ada indikasi terjadinya kekurangan maka lakukan langkah verifikasi .
5. Jika semua sesuai lakukan langkah verifikasi .
Perbaikan
1. Lakukan penyemprotan tambahan pada bagian yang menunjukkan kurangnya aplikasi
penebaran.
2. Jika hasil penyemprotan menunjukkan kekurangan material yang disemprotkan, lakukan
penyemprotan ulang dengan tambahan yang memadai.
3. Jika ada indikasi kelebihan penebaran aspal, maka lakukan sand blotter setelah 4(empat) jam
peresapan.
Pemeliharaan
Pastikan lokasi pekerjaan dijaga dari penggunaan oleh lalu lintas sebelum batas waktu
pembukaan.
Jika ada penggunaan untuk lalu-lintas maka, penebaran sand blotter harus dilakukan.
Peralatan
Aspla distributor
Aspal sparyer
Compressor
Alat bantu lainnya
25 | P a g e
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Alat pelindung diri
Rambu Lalulintas
Tenaga kerja
Pengawas lapangan
Pekerja Aspal
Operator/Supir
Vibro Roller
Vibro roller atau yang juga dinamakan vibratory roller adalah alat berat yang digunakan
untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemadatan tanah. Alat berat yang satu ini banyak
digunakan untuk menggilas dan juga memadatkan hasil timbunan. Sesuai dengan namanya, alat
ini dilengkapi dengan vibrator untuk menjalankan tugasnya tersebut. Ketika kamu
menggunakan vibro roller, maka tanah yan dipadatkan mejnadi lebih sempurna dan juga
permukaan tanah menjadi lebih dinamis.
Cara Kerja Vibro Roller:
1) Pertama, kamu harus mengatur tuas gas di posisi minimum. Tujuannya agar nanti tarikan
gas tidak sampai terlalu kencang ketika mesin mulai dijalankan.
2) Kamu harus membuka katup pada tangki bahan bakar agar nanti bahan bakar vibro roller
bisa turun ke mesin.
3) Untuk menyalakan mesin, kamu harus memutar kunci pada posisi on.
4) Tarik tuas agar mesin bisa dihidupkan. Ketika mesin sudah hidup, maka kamu harus
memanaskan mesin vibro roller terlebih dahulu kurang lebih 5 sampai 10 menit.
Tujuannya untuk membuat jalannya oli menjadi lebih merata.
26 | P a g e
5) Jika sudah dipanaskan dan mesin sudah siap, maka kamu sekarang bisa mengatur tuas gas
sesuai dengan kebutuhanmu.
6) Gunakan batang kemudi yang ada pada mesin agar mesin vibro roller bisa diarahkan
dengan mudah selama proses pemadatan tanah.
6. PEKERJAAN LANTAI
Pekerjaan ini terdiri atas:
Alat yang digunakan : cangkul, sendok spesi waterpass, palu, gerobak dorong, ember cor,
dan alat lain yang di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang keramik, Pekerja
Bahan : Granite tile
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan di pasang, panjang dan lebar, dan
ketebalan disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja.
- Pekerjaan pemasangan ini dilakukan dengan rapi sehingga didapatkan hasil pasangan yang
rapi dan sesuai dengan gambar.
- Kepalaan keramik harus dibuat pada dua arah dengan bantuan alat ukur.
- Pemotongan keramik harus menggunakan alat yang sesuai agar menghasilkan hasil
potongan yang rata, tidak berigi.
- Keramik boleh digrouting. Warna grouting harus seragam, halus dan tanpa celah, bila
perlu digunakan alat bantu untuk meratakan grouting. Tepi dinding diberi sealent atau
dibiarkan saja tanpa grouting untuk ruang muai/susut.
- Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir untuk menghindari
kerusakan akibat pekerjaan lain yang belum selesai.
- Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik harus bersih, cukup kering & rata
- Tentukan kepalaan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/ tangga/dinding yang
ada. Pemasangan keramik lantai dan dinding dimulai dari kepalaan ini.
- Sebelum dipasang, keramik lantai/dinding agar direndam dalam air dahulu
- Setiap jalusi pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air
27 | P a g e
- Adukan semen untuk pemasangan keramik/granite harus penuh, baik permukaan dasar
maupun belakang keramik/granite tile lantai atau dinding yang terpasang. Perbandingan
adukan dan ketebalan sesuai spesifikasi
- Khusus untuk dinding luar, harap diberi tali air per jarak tertentu dengan
mempertimbangkan designnya agar tidak menerima beban terlalu berat
- Bersihkan segera bekas kotoran dari permukaan keramik, dapat digunakan bahan
pembersih yang ada dipasaran dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %, setelah itu segera
dibersihkan dengan air bersih
- Karena sifat alamiah dari produk keramik yang disebabkan proses pembakaran pada
temperatur tinggi, dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran, untuk itu periksa dan pastikan
keramik yang akan dipasang mempunyai warna dan ukuran yang sama (sortir)
Urutan Pekerjaan :
Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan.
Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain-lain.
Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman : ukuran/dimensi, presisi,
warna.
Keramik lebih dahulu direndam kira-kira 1 jam dalam bak air.
Keramik dianginkan dengan diletakkan pada dudukan setelah direndam.
Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai, penentuan peil ini untuk seluruh
kesatuan.
28 | P a g e
Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada shop drawing.
Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada adalah dinding keramik,
maka kedudukan nad lantai harus disesuaikan dengan yang ada pada dinding.
Benang Horisontal
Benang Vertikal
Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan, sepanjang garis dasar yang telah terpasang.
Benang Horizontal
Kepalaan Vertikal
Benang
Vertikal
Kepalaan Horizontal
Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
Benang Horizontal
Waterpass
Kepalaan Vertikal
Benang
Adukan / Spesi
Vertikal
Kepalaan Horizontal
Isi bagian/daerah permukaan lantai yang lainnya dengan adukan/spesi.
Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai selesai, usahakan supaya
tidak ada las-lasan.
Jika keramik sudah terpasang, ketuk permukaan keramik dengan palu karet untuk
meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak/cacat.
Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
Bersihkan permukaan pas. keramik yang terpasang dengan kain/lap basah sampai bersih.
29 | P a g e
Kain / Lap
Keramik
Setelah adukan rata, isi sela-sela nad dengan bahan cor nad dengan menggunakan sendok
spesi (sekop). Pengisian nad dilakukan apabila kedudukan keramik telah kuat atau spesi
telah kering.
Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.
Pasang
Nad
Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar-benar kering.
Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah dipasang nad dari sisa-
sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain basah sampai bersih.
Kain /
Lap
Pasangan
Keramik
7. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA ALLUMUNIUM
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah
bangunan. Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak,
sehingga pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang
tepat. Adapun metode pelaksanaan pekerjaan pintu, kusen dan jendela, adalah sebagai
berikut :
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela
aluminium.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware,
sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
30 | P a g e
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor,gergaji, waterpass,
meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.
Pengukuran
- Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang
kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.
Fabrikasi kusen alumunium
- Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila
ada perbaikan.
- Alumunium dipotongdan di sambung/dirangkaimenggunakan sekrup galvanis.
- Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape
(blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.
Pemasangan kusen alumunium dan frame
- Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher
menggunakan fisher S8.
- Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen
alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka
diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
- Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi
silicone sealant.
- Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan
menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
- Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak
ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.
31 | P a g e
- Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi
pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat
merusak aluminium tersebut.
8. PEKERJAAN PLAFOND
Persiapan :
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafond gypsum dan GRC.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan material kerja, antara lain : gypsum board GRC board, list gypsum, hollow 2/4
dan 4/4, sekrup gypsum, textile tape, compound, air, dll.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, schafolding, gerinda,
gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan air.
Pengukuran :
- Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu
menggunakan selang air.
- Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau
kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
32 | P a g e
Pasang rangka hollow
- Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka
hollow pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
- Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke plat
betondengan menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka
hollow dengan menggunakan sekrup gypsum.
- Penempatan jarak rangka hollow maksimum berjarak 60 cm.
- Setalah semua rangka hollow terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan
menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan.
Pemasangan plafond gypsum dan GRC
- Setelah rangka hollow terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME
sudah terpasang semua, maka lembaran gypsum dan GRC dapat mulai dipasang.
- Untuk gypsum dan GRC, pertemuan diatur secara menyilang.
- Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar, sehingga
kepala sekrup hanya masuk sedikit kedalam permukaan lembaran gypsum dan
GRC.
- Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran gypsum dan GRC
sebelum menjalankan mesin bor untuk memasukkan sekrup.
- Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal 30 cm.
- Setelah lembaran gypsum dan GRC terpasang semua, cek leveling permukaan
plafond.
Finishing plafond gypsum dan GRC
- Untuk gypsum dan GRC, sambungan antara pertemuan diberi textile tape dandi
compound kemudian digosok dengan ampelas untuk mendapatkan permukaan
yang rata/flat.
- Tutup semua kepala sekrup dengan compoundlalu gosok dengan ampelas halus.
- Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list plafond
gypsum. Untuk List plafond gypsum dipasang pada pertemuan antara dinding
dan plafond dengan perkuatan menggunakan compound jenis casting + lem.
9. PEKERJAAN PINTU GERBANG HOLLOW
Persiapan :
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pagar besi hollow.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : besi hollow 40x60 t=2mm, besi hollow 20x40
t=2mm, engsel, slot, dan gembok.
- Persiapan alat kerja, antara lain : meteran, bor listrik, mesin las dll.
Pelaksanaan Pekerjaan :
- Melakukan pengukuran lebar dan tinggi pada lokasi yang dipasang besi hollow
dengan meteran.
33 | P a g e
- Pastikan area kerja Anda bersih dan bebas dari penghalang atau sampah yang dapat
mengganggu proses pembuatan.
- Ketika ukuran sudah didapatkan, memulai proses pemotongan besi hollow 40x60
dan 20x40 tebal 2 mm menjadi beberapa bagian, sesuai dengan ukuran dan gambar
kerja. Kemudian merangkai besi hollow yang sebelumnya sudah dipotong tadi,
menjadi rangkaian pagar besi hollow sesuai dengan gambar rencana.
- Setelah potongan-potongan besi hollow tersusun rapi, besi hollow di las
menggunakan alat las. Sehingga terbentuk pagar besi hollow sesuai dengan gambar
rencana.
- Sebelum pemasangan besi hollow terlebih dahulu melakukan pengeboran pada
tembok sampai menembus besi kolom, selanjutnya melakukan penyambungan besi
hollow dengan besi kolom dengan dilas untuk menyatukan pagar besi hollow
sehingga pagar kaku dan kuat.
- Perapihan hasil pekerjaan dari sisa material pintu besi.
10. PEKERJAAN REALLING
Ruang Lingkup pekerjaan ini :
- Pemasangan Railing stainless steel
Alat yang digunakan : Mesin potong, gerinda, Mesin Las, Argon, Amplas dan alat
lain yang di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang Batu, tukang besi konstruksi, Pekerja,
Bahan : Pipa stainles steel, Ring, Hollow
Cara Pelaksanaan :
- Setting out dan memastikan gambar yang direncanakan
- Pengukuran railing tangga setelah pasangan lantai tangga selesai untuk mendapatkan
ukuran yang akurat, dari ukuran batang utama, pengisi dan tiang penyangga/dudukan
- Fabrikasi railing sesuai spesifikasi teknis
- Pemasangan dengan mendahulukan penyangga utama diikuti dengan bahan railing
pengisi
11. PEKERJAAN PEMASANGAN BATU ANDESIT
Persiapan :
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang kerikil
andesit/batu templek.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : kerikil andesit, kerikil templek, semen PC,
pasir dan air.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, waterpass, gerinda listrik, benang,
selang air, dll.
34 | P a g e
Cara Pelaksanaan :
- Permukaan dinding dibersihakan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan kerikil andesit/batu templek.
- Pasang benang untuk pertolongan menerima pasangan permukaan dinding kerikil
andesit/batu templek yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
- Buat adukan untuk melekatkan kerikil andesit.
- Rendam kerikil andesit/templek terlebih dahulu dalam air.
- Buat kepalaan pemasangan kerikil andesit yang nantinya dijadikan pola untuk
pemasangan berikutnya.
- Kemudian lekatkan kerikil andesit selanjutnya pada permukaan dinding dengan pola
pasangan kepalaan kerikil andesit yang telah dibuat.
- Tekan dengan tangan atau pukul dengan palu karet menerima permukaan pasangan
kerikil andesit yang rata.
- Batu andesit dipasang pada dinding hingga dengan ketinggian yang direncanakan,
- Cek dengan waterpass untuk kerataan pemasangan kerikil andesit.
- Setelah pemasangan kerikil andesit/templek selesai, biarkan beberapa dikala untuk
mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan kerikil andesit/templek.
Setelah itu gres dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.
- Pekerjaan terakhir yaitu pembersihan permukaan pasangan kerikil andesit dari sisa
adukan semen.
12. PEKERJAAN TULISAN TEMBAGA
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pengiriman material ke site dan pemasangan, seluruh
pekerjaan pemasangan seperti tercantum dalam gambar kerja meliputi:
- Pekerjaan Pengadaan Tulisan Tembaga
- Pekerjaan Pemasangan
Persyaratan bahan
Bahan tulisan terbuat dari Tembaga t. 50 cm
Spesifikasi bahan:
Dimensi : Ukuran 1 buah tulisan mempunyai tinggi sekitar 35 s/d 80 cm
13. PEKERJAAN COATING TERAKOTA
Coating atau pernis Terakota adalah jenis larutan Acrylic Resin yang dibuat
dengan formulasi khusus untuk di aplikasikan pada permukaan terakota. Penggunaan
coating pada terakota dapat membuat terakota lebih tahan terhadap cuaca, karena cara
coating terakota adalah meresap dan melapisi dinding pori-pori terakota, sehingga air
(hujan) tidak dapat lagi masuk ke pori-pori.
35 | P a g e
Cara Menggunakan Coating Pernis terakota:
1. Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran lainnya supaya coating
dapat meresap dan menempel sempurna pada permukaan terakota.
2. Pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa pembersihan tadi
dan harus benar-benar kering.
3. Lapis kan/cat kan coating terakota pada batu memakai kuas atau bisa juga di semprot
pakai kompresor untuk hasil yang lebih sempurna.
4. Setelah lapisan pertama telah mengering (15-20 menit) dapat dilakukan pelapisan
berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga sudah bagus, penggunaan lapisan ke 2
bila menginginkan hasil yang lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan
merata supaya tidak terlihat belang hasilnya.
daya sebar 1 kaleng/1 liter coating bisa melapisi 5-8 m2 tergantung jenis batu dan porositas
batu, biasanya untuk batu candi penggunaan lebih boros karena jenis batu tersebut
mempunyai pori-pori yang banyak dan lebar.
14. PEKERJAAN PAS. BATU TEMPEL
Pemeriksaan
a. Periksa kondisi pemasangan dan proses dengan pekerjaan-pekerjaan terkait.
b. Perhitungkan bahwa item-item pekerjaan lain yang terkait dapat diukur dan ditempatkan
dengan baik.
Persiapan
a. Bersihkan batu alam sebelum pemasangan. Jangan gunakan sikat kawat atau implemen
yang dapat merusak permukaan yang diexpose.
b. Bersihkan permukaan yang akan dipasang batu alam Pastikan permukaan tersebut sudah
kuat, kering, bersih, dan bebas dari minyak atau bekas lemak, adukan, tanah atau kotoran-
kotoran asing.
c. Siapkan permukaan sesuai dengan instruksi pabrik yang memasang bahan atau additive
yang telah dipakai.
d. Bersihkan permukaan beton dengan grinda apabila diperlukan agar betul-betul dapat
menghilangkan kompon atau material lain yang mengganggu perekat (bond) dalam setting
material.
e. Pada lokasi dimana terdapat pola batu alam, pola-pola tersebut harus diberi tanda untuk
mempersiapkan sebelum pemasangan.
36 | P a g e
Pemasangan
a. Umum
1. Toleransi :
- Variasi Kerataan dan level : tidak melebihi 3 mm dalam 3000 mm
- Joint size : ± 25 %
- Step in face : 1,5 mm maximum
- Jog in aligment at edge : 1,5 mm maximum
- Toleransi tidak bertambah dalam jumlah
2. Material batu alam yang akan dipasang harus digelar terlebih dahulu dilantai untuk
mendapatkan persetujuan keseragaman corak / pola uratnya serta sortir quality tile
oleh MK dan Pemberi Tugas.
3. Bersihkan batu alam / batuan dengan membasahi dengan air bersih sebelum diset
dalam pe kerjaan; khusus untuk pemasangan basah.
4. Pasanglah tile dengan rata, level, lurus dan benar dengan hubungan keseluruhan.
Kelurusan permukaan tile harus pada sisi luarnya.
5. Jangan memasang tile yang rompat, retak.. atau pudar atau tidak baik, hal ini akan
ditolak.
6. Sediakan dan set anchor, dowel, ties dan hal-hal lain yang dibutuhkan untuk
memperkokoh pasangan. Setel angkur pada posisi yang baik dan tidak kurang dari
jarak yang diijinkan. Pasang tile untuk memungkinkan pergerakan bergeser. Menciut
/ memuai, dan ekspansi termal dan kontraksi.
7. Jangan menggunakan aluminium, plastik atau penumpu dari kayu.
8. Berikan hubungan yang rata, dalam toleransi yang diijinkan / spesifikasi, pada
permukaan antara pasangan yang berdekatan untuk menghasilkan hubungan baik dan
maksimal.
9. Potong dengan tepat dan akurat, lubangi dan sesuaikan batu alam untuk hardware,
outlet, fixture, fitting dan pekerjaan-pekerjaan lain yang menempel pada batu alam.
10. Dalam memotong dan mengepas, dengan hati-hati potong sisi-sisi dan digrinda untuk
ketepatan, pemotongan sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi kekuatan atau
penampilan batu alam.
11. Pastikasn bahwa outlet sudah ditempatkan pada tengah-tengah pasangan batu alam
kecuali di tujukkan lain pada gambar. Bila outlet / lubang tidak ditujukkan pada
gambar, harus dibuatkan oleh kontraktor instruksi secara detail sesuai lokasi yang
ditunjukkan oleh arsitek.
12. Untuk pemasangan batu alam pada dinding dengan sistem bawah (adukan) harus
diperkuat dengan anchor, Posisi anchor harus tepat pada balok atau kolom praktis
sehingga kuat.
37 | P a g e
13. Untuk batu alam yang digunakan untuk eksterior bangunan, harus dilapisi coating
anti debu dan air di semua sisinya.
b. Sistem Basah
- Tuangkan adukan yang tebal pada beton.
- Periksa dengan menusuk-nusuk dan padatkan adukan untuk menghasilkan density yang
sama.
15. PEKERJAAN TACK COAT PERMUKAAN JALAN
Lapis Perekat (Tack Coat), di hampar diatas permukaan berbahan pengikat seperti
lapisan Penetrasi Macadam, Laston, Lataston, dll). Berikut tahapan-tahapan pekerjaan
Lapis Perekat (Tack Coat):
Persiapan
1. Pastikan untuk pelaksanaan Tack Coat (Lapis Perekat), pengaspalan telah disetujui
(lapis perkerasan).
2. Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
3. Cek ulang ketersediaan material, pastikan tidak ada perubahan
4. Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan
yang telah dilakukan.
5. Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada
perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
6. Pastikan bangunan milik masyarakat dan umum dilindungi dari efek
penyemprotan aspal.
7. Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi
khusus.
8. Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
9. Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
10. Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.
Penyiapan Formasi Pekerjaan
1. Cek kerusakan bagian yang akan menjadi dasar penghamparan telah diperbaiki.
2. Pastikan permukaan bersih dan bebas dari material lepas.
Penyemprotan
1. Pastikan suhu memenuhi syarat untuk penyemprotan
2. Pastikan penyemprotan merata, jika menggunakan Sprayer diperlukan tenaga
operator yang terampil.
3. Pastikan dan amati apakah penyemprotan merata dengan melakukan uji coba
kemampuan tenaga operator.
4. Penyemprotan harus dihetikan jika ada ketidak sempurnaan, lakukan perbaikan
pada alat peyemprot.
38 | P a g e
5. Pastikan penyemprotan dimulai 5,0 m sebelum areal penyemprot an agar aplikasi
konstan.
6. Batasi pemakaian bahan pada tangki, tidak kurang dari 10% volume yang tersisa
pada tangka
Pengukuran
1. Lakukan pengukuran sisa bahan yang disemprotkan, setiap kali telah melakukan
penyemprotan, dengan tongkat celup.
2. Lakukan pengukuran dengan menggunakan 3 kertas resap diletak kan dengan
jarak sama, pada areal penyemprotan sepanjang 200 m, pada lokasi dengan letak≥
10 m dari awal, dan > 0,50 m dari tepi.
3. Timbang berat terhampar pada kertas resap.
Pemeriksaan
1. Cek hasil penyemprotan apakah merata?
2. Periksa tempat tempat yang mengidentifikasikan adanya genangan aspal berlebih.
3. Amati bagian tepi, apakah ada bagian yang menunjukkan kekurangan penebaran.
Cek kesesuaian
1. Penyemprotan merata?
2. Jumlah berat terhampar permeter persegi sesuai?.
3. Ada tempat-tempat yang mengindikasikan genangan aspal?
4. Jika ada indikasi terjadinya kekurangan maka lakukan langkah verifikasi.
Perbaikan
1. Lakukan penyemprotan tambahan pada bagian yang menunjukkan kurangnya
aplikasi penebaran.
2. Jika hasil penyemrotan menunjukkan kekurangan material yang disemprotkan,
lakukan penyemprotan ulang dengan tambahan yang memadai.
Peralatan
Aspla distributor
Aspal sparyer
Compressor
Alat bantu lainnya
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Alat pelindung diri
Rambu Lalulintas
Tenaga kerja
Pengawas lapangan
Pekerja Aspal
39 | P a g e
Operator/Supir
16. PEKERJAAN PENGEROKAN CAT EKSISTING DAN PENGECATAN
Pembersihan Cat Eksisting
Pembersihan cat eksisting untuk area dinding dilakukan sebelum melakukan pekerjaan
pengecatan dengan membersihkan kotoran dan mengeruk permukaan dinding eksisting
yang tidak rata. Sedangkan untuk pembersihan cat permukaan kusen dilakukan dengan
membersihkan debu dan meratakan permukaan yang tidak rata.
Pada saat pembersihan cat eksisting, dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak
instalasi listrik, Wallpaper ataupun benda-benda yang ada. Diharapkan untuk kontraktor
menyiapkan plastik/Terpal untuk menutupi barang sekitar dari debu bekas pembersihan
cat eksisting. Jika ada wallpaper yang rusak karena proses pengerokan maka pihak
kontraktor akan menanggung biaya gantinya. Setelah pembersihan selesai, pihak
kontraktor harus memastikan tidak ada benda bekas pembongkaran dan kotoran yang
tersisa disekitar lingkungan bangunan.
Pengecatan
Yang harus di lakukan untuk memulai proses pengecetan adalah menyiapkan
permukaan yang akan dicat. Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk
mencegah terjadinya pengelupasan. Kerjakan pengecatan pada siang hari. Mulai dari
dekat jendela. menuju ke ruang dalam. Bila mengecat seluruh ruangan, kerjakanlah mulai
dari langit – langit yang diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan
kemudian ke bagian bawah. Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan
karena kita harus bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan
membuang limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan. Terakhir adalah membiarkan
sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang ketempat sampah. Pekerjaan
pengecatan kayu dilaksanakan untuk pengecatan kusen (baik kama/kusen baru), lisplank
papan dan pengecatan pintu baru. Proteksi area kerja dengan plastic/terpal terutama
pada bagian lantai dan pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
Pengecatan Tembok bagian dalam
Sebelum dilakukan proses pengecatan seluruh bagian tembok (bidang yang
akan dicat) digosok menggunakan kertas amplas dan dibersihkan dari segala
kotoran yang menempel pada bidang yang akan dicat.Kemudian dilanjutkan
dengan pengecatan dengan cat dasar.
Proteksi area kerja dengan plastic/terpal terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat tembok dengan cat dengan
menggunakan kuas roll.
Dilanjutkan dengan pekerjaan pengamplasan, setelah diamplas rata baru
dilaksanakan pengecatan penutup.
40 | P a g e
Pek. Pengecatan dinding luar
Pekerjaan mengerok/mengupas cat lama dilaksanakan dengan tenaga manusia
dengan menggunakan peralatan sikat baja atau peralatan mekanis berupa
gerenda dengan kawat baja.
Setelah permukaan dinding/plat atap disikat/dikerok kemudian dibersihkan
dengan sapu ijuk dilap dengan kain majun/perca.
Proteksi area kerja dengan plastic/terpal terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
Kemudian dilanjutkan pengecatan dengan cat dasar, pada hari berikutnya
dilanjutakan pekerjaan cat penutup dengan menggunakan jenis cat
Weathershield.
Pelakanaan dilakukan setelah seluruh proses pekerjaan acian telah selesai dan sudah kering
dengan menggunakan kuas roll dan untuk posisi`sudut kita gunakan kuas biasa.
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
7) PEKERJAAN ELEKTRIKAL
dapat digambarkan seperti Bagan Alir berikut :
FLOW CHART
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
41 | P a g e
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan elektrikal arus kuat dan
arus lemah.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja
disiapkan.
Pemasangan sparing kabel
- Sparing dipasang dulu apabila ada pengecoran beton lantai, untuk menghindari
bobokan beton pada saat penyambungan kabel antar lantai.
Pemasangan instalasi kabel
- Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit, dimana pipa
tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding diplester. Supaya
tidak mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka pipa yang ditanam diberi
klem dengan jarak sekitar 1 m.
- Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton dengan menggunakan pipa
pelindung conduit yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar 1 m, hal ini
dimaksudkan untuk memudahkan maintenance. Pemasangan kabel horizontal harus
sejajar, tidak boleh saling melintas.
Pada pekerjaan Penerangan dan Stop Kontak dalam pekerjaan Instalasi Listrik untuk
Bangunan Gedung ini terdapat beberapa item-item pokok pekerjaan, alat dan bahan
seperti dapat dilihat pada ilustrasi berikut.
Metoda Pemasangan Instalasi Listrik 1
Urutan Pelaksanaan Instalasi Indoor :
1. Masukkan Kawat pancingan ke dalam pipa Konduit sesuai groupnya.
2. Tarik Kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut.
3. Tandai kabel sesuai group dengan lakban & Spidol.
4. Sambungkan kabel hanya boleh pada Tee Dos dan dengan Las Dop.
42 | P a g e
5. Merger Kabel yang telah dipasang.
Urutan Pelaksanaan Instalasi outdoor :
1. Marking Jalur Instalasi.
2. Tandai Lokasi tiang lampu.
3. Gali jalur yang telah di marking.
4. Gelar Kabel NYFBGY sesuai ukuran pada Shop Drawing sesuai groupnya.
5. Timbun dengan Pasir.
6. Urug Galian dengan tanah kembali
b. PEMASANGAN ARMATUR/LAMPU
1. Pastikan instalasi listrik sudah terpasang dengan baik.
2. Marking lokasi penempatan armature pada celling sesuai dengan shopdrawing dan
jenis lampu yang digunakan
3. Memotong celling yang telah demarking
4. Bor lokasi tempat gantungan armature
5. Pasang gantungan armatur
6. Sambungkan instalasi yang telah tersedia dengan armature
7. Pasang armature pada lokasi yang telah disiapkan pada celling dengan cara
menggantungkan pada kawat gantungan
8. Rapikan posisi armature dan kondisi celling
1
2 3
5 6
4
c. Pemasangan Saklar Dan Stop Kotak
1. Marking jalur instalasi saklar dan stop kontak dengan level ketinggian dari lantai 150 cm
untuk saklar dan 30 cm untuk stop kontak.
2. Cutter jalur marking yang yang telah dibuat dengan menggunakan mesin cutter.
3. Bobok jalur instalasi saklar dan stop kontak
4. Pasang konduit dan inbow-dos
5. Tutup tembok jalur instalasi dengan plester kembali, serta bersihkan lokasi kerja.
6. Pasang kawat pancing
7. Tarik kabel instalasi dengan kawat pancing.
43 | P a g e
8. Potong kabel instalasi sesuai dengan kebutuhan
9. Sambungkan instalasi kabel pada tee-dos, kemudian tutup sambungan dengan lasdop,
lalu tutup tee-dos.
10. Lakukan test konektifitas sambungan dan tahanan isolasi kabel instalasi yang telah
terpasang.
11. Setelah hasil tes dinyatakan baik,pasangkan saklar dan stop kontak pada lokasi yang telah
disediakan saat proses finishing telah selesai.
b. Pemasangan panel
- Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata dan tidak miring.
- Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai dengan kegunaannya
dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang panel bagian atas dapat terlindung dari
debu/kotoran. Khusus untuk kabel dengan Ø 16 mm2 harus diberi sepatu kabel dalam
panel.
- Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya termasuk daya
cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk memudahkan bila ada perbaikan
instalasi.
Metode pemasangan panel
Material :
- Panel
- Dynabolt
- Bahan pondasi
Peralatan :
- Bor tangan
44 | P a g e
- Kunci Pas. Obeng dll
- Waterpass
Urutan pelaksanaan pemasangan
Panel Free Standing :
1. Pastikan pondasi panel telah di buat benar
2. Marking lokasi penempatan panel
3. Bor lubang Dynabolt
4. Letakan panel di atas pondasi
5. Kencangkan baut dynabolt
Panel Semi Inbow :
1. Marking lokasi panel dengan ketinggian rata atas 180 cm
2. Bobok dinding bata
3. Pasang dynabolt
4. Pasang panel jika dinding sekeliling telah diplester/finish
Panel PUMT/PUTR
1. Pastikan pondasi panel telah dibuat benar
2. Marking lokasi penempatan panel
3. Bor lubang dynabolt sebagai penguat panel
4. Tempatkan panel pada posisi yang telah ditentukan
5. Pasang dan kencangkan baut dynabolt
6. Pasang semua aksesoris panel yang dibutuhkan
7. Pastikan kabel Tray telah terpasangan dengan baik sesuai dengan kebutuhan yang
tertera dalam shop drawing
8. Hubungkan kabel instalasi dengan panel
Panel SDP :
1. Pastikan kabel tray dan kabel instalasi telah terpasang dengan baik
2. Marking penempata panel yang diperlukan, sesuai dengan shop drawing
3. Pasang dudukan pemasangan panel
4. Pasang panel pada tempat yang telah disediakan
5. Cek kelurusan panel terhadap dinding pemasangan panel dengan menggunakan
waterpass.
STANDAR DETAIL PEMASANGAN PANEL
Pemasangan fitting dan armature
- Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar tidak terjadi
bongkar/pasang armature.
- Pemasangan saklar dan stop kontak
45 | P a g e
- Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan
cutter.
- Pasang conduit dan inbow dos.
- Tunggu sampai plester dinding akhir.
- Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
- Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
- Testing
PEKERJAAN TAMAN
Lingkup Pekerjaan
Pemborong harus memperhatikan dan melaksanakan pekerjaan persiapan untuk penanaman
rumput dan tanaman, yaitu mengenai : ketinggian tanah, kemiringan tanah, pengolahan tanah,
perataan tanah, pemberian/penambahan tanah subur (top soil) dan pupuk kandang Pekerjaan
ini meliputi penyediaan dan penanaman seluruh tanaman dan rumput dengan baik serta
perawatannya selama 3 bulan (masa garansi) Penanaman harus sesuai dengan persyaratan dan
standar letak penanaman seperti yang tertera.
Metode Pelaksanaan
Penanaman harus benar-benar sesuai dengan pola desain/gambar detail baik untuk ukuran
lubang maupun jarak tanamnya. Pembungkus perakaran tanaman harus dibuang sebelum
penanaman. Tanamkan pohon dua minggu setelah penggalian lubang. Untuk tanaman semak
dan penutup tanah, sekam padi yang terdapat pada perakaran/polybag, dikurangi/dibuang
sebanyak 30 % sebelum tanaman ditanam. Pada saat penanaman diberikan Furadan 3 G
dengan dosis kira-kira 5 gr/tanaman. Lubang tanaman yang sudah ditanam diurug dengan
tanah dan pupuk yang sudah dicampur dengan perbandingan sebagai berikut tanah lokal :
tanah top soil : pupuk kandang = 1 : 1 : 1. Masukan tanah secukupnya dan tidak dipadatkan
agar urugan bebas dari kantong udara dan air dapat mengalir ke dalam tanah. Perakaran harus
tertanam penuh sebatas leher akar yang tertimbun dalam tanah gembur yang telah dicampur
pupuk. Pada tahap pekerjaan penanaman tanaman dilaksanakan, penyiraman harus selalu
dilakukan 2 kali setiap hari, bila terik matahari dan dapat dikurangi pada saat hujan. Konsultan
Pengawas berhak untuk memeriksa dan menolak pekerjaan pemborong termasuk penggantian
dan perbaikan bila dalam pelaksanaan pekerjaan terjadi penyimpangan-penyimpangan dari
persyaratan yang diminta. Setelah penanaman pohon selesai maka dilakukan pemberian
penopang (steiger) dengan tujuan agar pohon tidak miring/tumbang ketika ditiup angin.
Steiger ditanam sedalam 0,50 m dan yang muncul dipermukaan tanah1,5m. Pemasangan steger
tersebut tegak mengapit batang dan diikat dengan tali.
LINGKUP PEKERJAAN SIPIL, ARSITEKTUR Demikian metode pelaksanaan ini dibuat
sebagai gambaran/ilustrasi pelaksanaan dilapangan, adapun inovasi yang dapat dilakukan akan
selalu ada pada saat pelaksanaan sebagai akibat improfisasi pelaksanaan. Percepatan pekerjaan
akan selalu diutamakan untuk memperoleh target progres, karena analisa sangat dimungkinkan
46 | P a g e
untuk melakukan percepatan-percepatan pada tiap lokasi, manuver-manuver pekerjaan serta
alat bantu juga akan mendukung terhadap percepatan ini. Terima kasih
47 | P a g e