| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0314950965071000 | - | - | |
| 0841660442311000 | Rp 3,051,978,268 | Peserta tidak hadir memenuhi undangan klarifikasi kualifikasi teknis. | |
| 0947685533101000 | - | - | |
| 0620486514101000 | - | - | |
CV Duta Construction | 06*3**0****01**0 | - | - |
| 0868222126009000 | - | - | |
| 0824698211124000 | - | - | |
| 0809690829101000 | - | - | |
Alaska Karya Mandiri | 06*7**4****43**0 | - | - |
| 0931347314203000 | - | - | |
| 0535683122311000 | - | - | |
| 0016698888009000 | - | - | |
Berdikari Abadi | 00*0**6****14**0 | - | - |
| 0943084384323000 | - | - | |
| 0317867521071000 | - | - | |
| 0020295655101000 | - | - | |
| 0012169256422000 | - | - | |
| 0413771783419000 | - | - | |
Chanel | 00*8**4****21**0 | - | - |
CV Astana Surya Mandiri | 09*2**0****31**0 | - | - |
CV Juntak Jaya Konstruksi | 05*5**5****02**0 | - | - |
| 0031410764325000 | - | - | |
| 0756681003311000 | - | - | |
| 0029744034801000 | - | - | |
| 0023418023003000 | - | - | |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - | - |
| 0021275086002000 | - | - | |
| 0949637946311000 | - | - | |
| 0032970493101000 | - | - | |
| 0030704712307000 | - | - | |
| 0016337339328000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
UMUM
Dalam menyelesaikan suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien,
diperlukan sistem manajemen yang baik. Untuk menerapkan sistem manajemen yang baik,
diperlukan berbagai metode sesuai jenis bangunan yang diselesaikan. Pihak manajemen
menyusun dan mengarahkan metode-metode agar dapat menyelaraskan antara sumber daya
dan penggunaan peralatan untuk mencapai tujuan proyek. Untuk mencapai tujuan dengan
efektif dan efisien, maka manajemen konstruksi melibatkan tahapan-tahapan metode
pelaksanaan. Metode-metode tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan
o Meninjau lokasi pekerjaan dan mengidentifikasi seluruh pekerjaan pada masing-
masing bangunan yang akan dilakukan perbaikan.
o Memasukan material/bahan untuk keperluan pekerjaan fisik dengan
dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pengawas/direksi.
o Mendatangkan tenaga kerja dengan jumlah dan keahlian yang disesuai dengan
kebutuhan dilapangan.
o Mobilisasi peralatan proyek seperti mobil bak terbuka, Hand Bor, Scafolding
dilaksanakan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
o Setiap tenaga kerja dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman tentang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan didata untuk dilaporkan kepada
pengawas/Direksi.
o Pengadaan obat-2an P3K dan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan jumlah
tenaga dan tugas masing-masing bidang pekerjaan
o Seluruh tenaga kerja diasuransikan pada PT. JAMSOSTEK / BPJS KETENAGAKERJAAN.
2. Pekerjaan Arsitektur
A. Pekerjaan Pembongkaran dan Pembersihan
Material bekas bongkaran yang masih baik didata dan dikumpulkan kemudian
diangkut ke gudang atau tempat yang telah ditentukan oleh pengawas/direksi.
Untuk meminimalisir resiko dan kecelakaan kerja para Tukang/tenaga kerja yang
melaksanakan pekerjaan ini akan kita lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD)
dan lain – lain yang diperlukan.
❖ Pembongkaran plafon dan rangka tidak dipasang kembali
Pembongkaran penutup plafon dilaksanakan oleh tenaga manusia (man power)
dengan menggunakan alat bantu : palu, alat pengungkit (linggis).
❖ Pembongkaran kusen/Pintu
Kusen-kusen yang dibongkar segera dipasang kembali dengan kusen baru
sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis. pemasangan/penyetelan
kusen yang dibarengi dengan pemasangan batu bata sebagai pengunci.
❖ Pembongkaran Lantai dan Dinding
Pembongkaran Lantai dan Dinding Eksisting harus dilaksanakan dengan Hati-
hati sehingga tidak merusak benda-benda yang ada disekitarnya. Jika ada
kerusakan akibat pembongkaran Lantai Eksisting maka ganti rugi akan
ditanggung kontraktor. Setelah pembongkaran selesai, pihak kontraktor
[1]
harus memastikan tidak ada benda bekas pembongkaran dan kotoran yang
tersisa disekitar lingkungan bangunan.
❖ Pembongkaran Meja Beton
Pekerjaan pembongkaran meja Beton harus memperhatikan keadaan sekeliling
dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian yang tidak perlu dibongkar.
Pelaksanaan pembongkaran meja beton menggunakan tenaga manusia (man power)
dengan peralatan bantu : Pahat beton, palu/martil dll.
❖ Pembersihan dan pengerokan cat eksisting gedung
Pembersihan/pengerokan cat eksisting untuk area dinding dilakukan sebelum
melakukan pekerjaan pengecatan dengan membersihkan kotoran dan mengeruk
permukaan dinding eksisting yang tidak rata. Sedangkan untuk pembersihan
cat permukaan kusen dilakukan dengan membersihkan debu dan meratakan
permukaan yang tidak rata. Pada saat pembersihan cat eksisting, dilakukan
secara hati-hati agar tidak merusak instalasi listrik danbenda-benda yang
ada.
Pihak kontraktor harus memastikan tidak ada benda bekas pembongkaran
dan kotoran yang tersisa disekitar lingkungan bangunan. Sampah material
dikumpulkan dan dibuang di titik yang telah ditentukan.
B. Pekerjaan Pasangan Dinding Beton
❖ Pekerjaan Pasangan Bata
Pekerjaan pasangan dinding bata merupakan kunci utama dari semua
pekerjaan finishing karena itu pekerjaan ini harus dikerjakan dengan tepat
dan cermat karena jika pekerjaan ini tidak bagus maka akan berdampak buruk
terhadap pekerjaan atau sebagian besar terhadap pekerjaan finishing
lainnya.
Mengingat pekerjaan dinding ini sangat kasat mata, maka untuk itu
pengawasan terhadap mutu pekerjaan juga harus diperhatikan yaitu dengan
melakukan ceklist secara bertahap, untuk item pekerjaan dinding sehingga
hasil akhir pekerjaan ini sesuai dengan spesifikasi atau menjadi lebih
baik.
Adapun kesalahan yang biasanya terjadi dalam sistem pemasangan
pasangan Bata ini yang perlu mendapat perhatian khusus dan perlu di
hindarkan yaitu :
▪ Material tidak terkontrol.
▪ Dinding tidak vertical/Miring.
▪ Tebal dinding tidak sama.
▪ Sudutan/pertemuan dinding tidak siku.
▪ Dinding/Acian retak.
Oleh karena itu pemasangan ini perlu di cermati untuk menghindari
kesalahan tersebut, bahan, material, dan metode pemasangan yang akan
dilakukan untuk mencegah kesalahan tersebut yaitu :
▪ Bahan yang dibutuhkan : Batu bata lokal, Pasir pasang, Semen, Besi
beton, Air.
▪ Bahan yang dibutuhkan : Concrete Mixer, Water pass, benang, jidar
alumunium & unting-unting.
[2]
▪ Metode Pekerjaan pemasangan.
Pekerjaan bata ini dimulai setelah pekerjaan beton struktur selesai
dilakukan. Sebelum melakukan pekerjaan lokasi harus di bersihkan dari
kotoran-kotoran maka akan dimulai pekerjaan.
Langkah-langkah :
▪ Marking center Line Pasangan bata di setiap ruangan/ lantai beton
(Marking Awal).
▪ Marking pasangan bata setebal pasangan bata.
▪ Buat marking pinjaman sejauh 50 cm, tergantung dari sistem markingan
dari pasangan bata 2 sisi.
▪ Pasang profil kayu atau besi untuk acuan kedua sisi pasangan bata yang
akan di pasang kemudian cek verticality kayu dengan pondulum (unting-
unting).
▪ Pasang Benang secara horizontal dari acuan ke acuan untuk setiap 2
lapis bata.
▪ Pasangan tulangan untuk kolom praktis setiap 12 m2 atau dinding dengan
jarak 4 m
▪ Rendam bata dalam air.
▪ Pemasangan dinding ½ bata diatas sloof setinggi ± 30 cm menggunakan
adukan 1 sm : 2 Ps dan pasangan diatasnya menggunakan adukan 1 sm : 2
Ps, pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah poses pembukaan bekisting
sloof, pemasangan bata kita berpedoman gambar.
▪ Adukan mortar (adukan) untuk pasangan bata dengan komposisi : umum ( 1
Pc : 5 Pasir ).
▪ Mortar awal berfungsi sebagai perataan awal.
▪ Pasangan Bata lapis pertama. Cek posisi pasangan terhadap marking,
jika sesuai dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya sesuai benang acuan
sesuai ketinggian 1 m, tebal spesi pada pasangan di usahakan 1 – 1.5
cm (tergantung gradasi pasir).
▪ Lanjutkan pemasangan setiap tinggi 1 meter.
▪ Untuk pasangan bata yang bertemu dengan kolom struktur, apabila
ketinggian bata sudah mencapai 1.6 m dipasang angkur dari kolom
kepasangan bata (2 buah dengan jarak vertikal 500mm).
▪ Pada pertemuan pasangan bata dengan balok struktur biasanya diatasnya
di pasang steyroform guna menghindari retak akibat lendutan struktur.
❖ Pekerjaan Plesteran.
Setelah pekerjaan pasangan bata telah selesai dan telah di cek
kebenarannya maka pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran.
Pekerjaan dilaksanakan pada saat pasangan bata berumur minimal 3 hari.
Tahapan pekerjaan :
▪ Siram permukaan bata sampai dengan permukaan jenuh.
▪ cek sudutan/kesikuan dari dinding serta posisinya.
▪ Buat kamprotan tipis setebal 0,5 – 1 cm untuk menghindari penyusutan
yang berlebihan.
▪ Plesteran dilakukan setelah pasangan bata berumur 3 hari.
[3]
▪ Plesteran dinding ± 30 cm diatas nol dan dinding pada kamar mandi/WC
setinggi 150 cm menggunakan adukan kedap air 1 : 2 dan pleteran
diatasnya menggunakan adukan 1 : 2 Ps.
▪ Setelah plesteran setengah kering (1/2 Matang) di ratakan dengan jidar
aluminium (pemakaian roskam sebaiknya di hindari).
▪ Lakukan pengecekan kembali setelah selesai di plester.
▪ Plesteran harus di siram sebanyak 2 kali sehari dalam satu minggu, hal
ini untuk menghindari retak rambut pada dinding bata sebelum berlanjut
pada tahap acian.
❖ Pekerjaan Acian
Setelah pekerjaan plesteran telah selesai dan telah di cek
kebenarannya maka pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan acian.
Tahapan pekerjaan :
▪ Lakukan kuring pasangan bata dengan di siram setiap hari, guna menjaga
penyusutan yang berlebihan.
▪ Lakukan pengacian dengan komposisi 2 Pc : 3 kapur dengan steel trower
dan ratakan dengan jidar alumunium. Pemakaian kapur juga diperuntungkan
untuk menghindari retak rambut pada permukaan dinding.
▪ Siram permukaan plesteran sampai dengan jenuh air sebelum pekerjaan
acian.
▪ Untuk mengurangi pori-pori, gosok permukaan dengan kertas semen.
▪ Curing permukaan acian minimal 1 kali sehari dalam waktu selama 3 hari.
❖ Pekerjaan Waterproffing Kamar Mandi
Setelah pekerjaan Pembongkaran Lantai dan Pemasangan baja telah
selesai dan telah di cek kebenarannya maka pekerjaan dilanjutkan dengan
pekerjaan Waterproffing Lantai Kamar Mandi.
Tahapan pekerjaan :
▪ Tuang 90% komponen A (cairan) ke dalam wadah/ember.
▪ Aplilkasi dengan kuas dengan campuran 1 : 4 (berdasarkan berat)
▪ Tambahkan semua komponen B (bubuk) dan aduk sampai campurannya homogen.
Tambahkan sisa dari komponen A dan aduk kembali sampai tercampur rata,
tidak ada gumpalan.
▪ Direkomendasikan menggunakan mixer dengan kecepatan rendah. Waktu
pengadukan 2-3 menit. Jika SikaTop®-107 Seal ID akan diaplikasikan
dengan trowel, gunakan hanya 90% dari komponen A (cairan).
▪ Pada permukaan vertikal gunakan kuas dengan bulu sintetis. Pada
permukaan horizontal gunakan roskam karet.
▪ Sebagai produk yang berbahan dasar semen, proses curing sangat penting.
Lindungi produk yang baru teraplikasi dari sinar matahari langsung dan
angin kencang. Gunakan kain lembab atau lembar plastik. Lindungi
SikaTop yang sudah teraplikasi dari hujan dan cipratan air sampai
benar-benar mengeras (± 6 jam).
[4]
▪ Diharapkan kepada kontraktor agar memastikan tidak terjadi kebocoran
atau rembesan lagi. Jika terjadi kebocoran akan menjadi tanggung jawab
kontraktor.
❖ Pekerjaan Perbaikan Dak/Acian Expose Plafond
Pekerjaan Perbaikan Dak Eksisting dilakukan dengan tahapan sebagai
berikut.
Tahapan pekerjaan :
▪ Sebelum memulai Pekerjaan Acian Expose, diharapkan kepada kontraktor
agar membersihkan area dak dari debu, Kotoran dan sisa-sisa debu
keroposan dari beton eksisting. Kontraktor harus memastikan agar area
expose dak bersih.
▪ Lakukan penyiraman pada beton eksisting guna menjaga terhindar dari
sisa kotoran yang menempel.
▪ Lakukan pengacian dengan komposisi 2 Pc : 3 kapur dengan steel trower
dan ratakan dengan jidar alumunium. Pemakaian kapur juga diperuntungkan
untuk menghindari retak rambut pada permukaan dinding.
▪ Siram permukaan Dak eksisting sampai dengan jenuh air sebelum pekerjaan
acian expose dak dimulai.
▪ Untuk mengurangi pori-pori, gosok permukaan dengan kertas semen.
▪ Curing permukaan acian minimal 1 kali sehari dalam waktu selama 3 hari.
▪ Pastikan bahwa material acian expose menempel dengan sempurna pada area
dak eksisting. Hindari Keruntuhan kedepannya.
▪ Diharapkan kepada kontraktor agar memastikan tidak terjadi kebocoran
atau rembesan lagi. Jika terjadi kebocoran dan Keruntuhan akan menjadi
tanggung jawab kontraktor.
C. Pekerjaan Atap
Lingkup Pekerjaan.
▪ Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantunya
yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar,
sehingga dapat dicapai hasil yang sempurna.
▪ Pekerjaan ini meliputi penyiapan bagian yang akan dipasang untuk penutup
atap yaitu kuda-kuda baja ringan, bubungan/nok, reng dll. Sesuai dengan
gambar perencanaan untuk atap Spandeks Tebal 0,35mm, dan Nok/bubungan atap
metal colour 0.35mm
Bahan–bahan/Material.
▪ Penutup atap menggunakan Atap Spandeks Colour (Sinar Harapan Truss) tebal
0.35 mm
▪ Penutup atap menggunakan Atap Solar Tuff warna Clear (Sinar Harapan Truss)
tebal 3 mm
▪ Pasangan Nok/Bubungan atap 0.35mm
[5]
Cara Pelaksanaan pada atap
▪ Bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus di serahkan
contoh-contohnya kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya,
material yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan.
▪ Jika dipandang perlu untuk diadakan penggantian, maka material pengganti
harus mendapat persetujuan dari Pengawas.
▪ Atap harus dipasang oleh tenaga yang ahli dalam hal ini sehingga
didapatkan hasil yang rapih dan sempurna dalam segala arah, kaitan
penutupnya harus cocok dan rapat.
▪ Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam
gambar kerja, harus mengikuti ketentuan dari pabrik.
▪ Untuk pemotongan hanya diperbolehkan pada bagian pinggul-pinggulnya atau
lembah dengan cara sedemikian rupa sehingga bagian untuk menempatkan
kedudukannya tidak boleh ada yang dibuang.
▪ Pada nok, pemotongan spandek harus rapih, menggunakan alat khusus. Tidak
diperkenankan menggunakan palu atau pahat, untuk menghindari keretakan
yang menyebabkan kebocoran.
▪ Pemborong wajib memastikan agar sambungan antara atap spandeks dan atap
solartuff rapi dan tidak terjadi kebocoran.
▪ Pemborong wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang
terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi atas biaya Pemborong,
jika kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh tindakan Pemberi Tugas.
D. Pekerjaan Plafond
Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai
langit-langit bangunan. Pekerjaan Plafond, terdiri dari :
❖ Pek. rangka Plafond Hollow
Material yang digunakan yaitu:
▪ Rangka Metal Hollow ukuran 35mmx35mmx0.3mm
Metode Pelaksanaan:
▪ Pembongkaran rangka dan penutup plafond existing sesuai dengan arahan
direksi.
▪ Menyiapkan alat dan material yang diperlukan untuk pemasangan rangka
plafond hollow.
▪ Ukur rencana tinggi plafon. Sebaiknya tidak melebihi ring balok.
Gunakan selang air untuk mengatur ketinggian agar sama tinggi
(waterpas).
❖ Pekerjaan Plafond Gypsum
Material yang digunakan:
▪ Gypsum Tebal 9mm merek Jaya Board
▪ List Gypsum
Pelaksanaan:
▪ Papan Gypsum dengan tebal 9 mm merek Jaya Board dan List Gypsum.
[6]
▪ Sebelum memasang Gypsum, Kontraktor wajib memeriksa bahwa kerangka
untuk tumpuan pemasangan telah sesuai dengan gambar, baik letaknya,
bentuk maupun ukurannya.
▪ Semua bahan pada saat akan dipasang harus dalam keadaan bersih dan
tanpa cacat. Kerusakan akibat pengangkutan maupun penyimpanan,
sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
▪ Seluruh struktur kerangka harus kuat hubungannya, ditahan dengan baik
oleh struktur atap (kuda-kuda) dan dinding, sesuai ukuran dalam gambar
rencana.
▪ Rangka harus datar (water pass) sedang yang miring harus sesuai dengan
gambar detail arsitektur.
▪ Pada pertemuan bidang langit-langit dengan dinding harus diperhatikan
pelaksanaan, dan harus sesuai dengan gambar.
▪ Hubungan rangka utama dengan baja-baja struktural dilakukan dengan
sambungan baut dan mur.
▪ Langit-langit harus dilengkapi dengan manhole ukuran 60 x 60 cm.
Letaknya ditentukan dalam gambar instalasi, usul dari Pemborong dan
harus dapat persetujuan Pengawas.
▪ Kerusakan langit-langit akibat penyambungan ruangan/bangunan, dilakukan
penggantian sesuai dengan gambar.
▪ Kerusakan Benda sekitar akibat pemasangan sepenuhnya menjadi tanggung
jawab Kontraktor.
E. Pekerjaan Lantai
Pekerjaan Pasangan lantai dimulai bila semua pekerjaan plafon,
pekerjaan pasangan dinding dan pemasangan pipa-pipa telah selesai
dilaksanakan. Permukaan yang akan dipasangan penutup granit dibersihkan dari
kotoran, seperti sisa-sisa adukan, potongan kayu, sisa gergajian dan Iain-
lain. Pelaksanaan pekerjaan pasangan granit antara lain:
❖ Pasangan Lantai Keramik 30x30cm (Polish)
❖ Pasangan Lantai Kamar Mandi Granit 60x60cm (UnPolish)
❖ Pasangan Dinding Granit 60x60cm (Polish)
❖ Pasangan Lantai Meja Granit 60x60cm (Polish)
Metode Pelaksanaan:
▪ dilakukan pengukuran ulang bersama-sama dengan konsultan
pengawas/direksi teknis untuk menentukan peil lantai, siku dan
penentuan As pemasangan granit.
▪ Sebelum granit akan dipasang, terlebih dahulu harus direndamkan ke
dalam air hingga jenuh.
▪ Permukaan lantai yang akan dipasang granit harus bersih dan kering.
▪ Adukan semen untuk pemasangan granit harus penuh, baik untuk permukaan
dasaratau pun dibadan belakang granit.
▪ Perbandingan adukan untuk pemasangan granit adalah 1Pc: 4Psr dengan
ketebalan rata-rata 2 cm.
[7]
▪ Pola pemasangan granit harus sesuai dengan gambar detail atau sesuai
dengan petunjuk Pengawas.
▪ Lebar siar-siar harus sama, dengan kedalaman maksimal 2 mm, membentuk
garis lurus sesuai dengan gambar, atau sesuai petunjuk Pengawas.
▪ Siar-siar harus diisi bahan pewarna yang mana warnanya satu warna
dengan granit.
▪ Pemotongan granit menggunakan alat potong granit
▪ Granit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam kotoran
dan noda yang melekat, sehingga benar-benar bersih sehingga warna
granit tidak rusak/buram.
F. Pekerjaan Kusen Pintu Jendela dan Kaca
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah
bangunan. Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang
banyak, sehingga pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode
pelaksanaan yang tepat.
❖ Pekerjaan Kayu dan Kaca
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah
bangunan. Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang
banyak, sehingga pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode
pelaksanaan yang tepat.
Pasangan Kusen Pintu Jendela Kayu
Material yang digunakan yaitu:
▪ Daun Pintu Rangka Kayu (kelas II) Penutup Tripleks 6mm (Palem) Rangkap
▪ Engsel (Dekkson)
▪ Handle + Kunci (Dekkson)
▪ Pull Handle (Dekkson)
▪ Kunci Grendel 6” (Paloma)
Metode Pelaksaan:
▪ Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan
lapangan untuk openingan yang akan dipasang kusen.
▪ Pabrikasi material
▪ Kayu dipotong dan di sambung/dirangkai
▪ Kusen Kayu yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan
siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
▪ Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen Kayu dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila
tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih
kuat dan tahan lama.
▪ Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara Kayu dengan dinding di
isi dengan acian.
▪ Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu, Engsel
bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu, Engsel tengah
dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
[8]
▪ Setelah kusen kayu terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada
kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
▪ Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan
Konsultan Management Konstruksi.
▪ Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
▪ Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan
kunci tidak membentur tembok pada saat pintu terbuka.
▪ Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.
▪ Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan
keadaan di lapangan.
▪ Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus
yang belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak,
sesuai dengan Standar Spesifikasi pabrik.
Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Management Konstruksi/Perencana.
❖ Pasangan Pintu Aluminium
Material yang digunakan yaitu:
▪ Kusen Aluminium 3 inch Warna Silver
▪ Daun Pintu Aluminium Spandrel warna Silver
▪ Rambuncis
▪ Engsel Casement
▪ Handle Aluminium
▪ Kunci Grendel 2”
Metode Pelaksaan:
▪ Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan
lapangan untuk openingan yang akan dipasang kusen.
▪ Pabrikasi material
▪ Kayu dipotong dan di sambung/dirangkai
▪ Kusen Kayu yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan
siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
▪ Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen Kayu dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila
tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih
kuat dan tahan lama.
▪ Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara Kayu dengan dinding di
isi dengan acian.
▪ Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu,
Engsel bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu,
Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel
tersebut.
[9]
▪ Setelah kusen kayu terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada
kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
▪ Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan
Konsultan Management Konstruksi.
▪ Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
▪ Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan
kunci tidak membentur tembok pada saat pintu terbuka.
▪ Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.
▪ Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan
keadaan di lapangan.
▪ Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus
yang belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak,
sesuai dengan Standar Spesifikasi pabrik.
▪ Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Management Konstruksi/Perencana.
❖ Pasangan Pintu Jendela Alumunium
▪ Material:
Kusen ukuran 3 inchi warna Silver merk alexindo, kaca bening/polos
ukuran 5mm, engsel pintu dan jendela, handle pintu dan door closer,
karet penjepit serta sealent.
Peralatan: Mesin potong (alumunium), hand bor, alat potong kaca,
sealent tube/gun, rubber glass/penjepit kaca.
▪ Pelaksanaan:
Pelaksanaan pemotongan kusen dan aksesoriesnya harus menunggu kondisi
lapangan terbentuk untuk menghindari adanya rongga-rongga antara
pasangan dinding dan kusen yang diakibatkan kurang presisinya
pasangan. Sangat penting untuk memastikan ukuran lubang pasangan,
sehingga terhindar dari salah potong. Pelaksanaan pemasangan
dilapangan akan dilakukan setelah pekerjaan acian selesai, ini
dilakukan untuk menghindari kotoran-kotoran/noda akibat mengerasnya
semen pada rangka kusen atau jendela, jika mungkin mempersiapakn
pembungkus kusen untuk melindungi dari sisa-sisa adukan dan cat.
▪ Kontrol Pekerjaan :
Dilakukan monitoring terhadap vertikality dan horisontal lubang-lubang
pasangan pintu dan jendela, adanya rongga antara kusen dan dinding
harus diisi dan sealent harus digunakan merata.
G. Pekerjaan Pengecatan
❖ Pengecatan Dinding
Material yang digunakan:
▪ Cat Interior Menggunakan No drop Anti Bocor
▪ Cat Eksterior Menggunakan Nodrop Anti Bocor + Anti Panas
[10]
Metode Pelaksaan:
▪ Sebelum dilakukan proses pengecatan seluruh bagian tembok (bidang yang
akan dicat) digosok menggunakan kertas amplas dan dibersihkan dari
segala kotoran yang menempel pada bidang yang akan dicat. Kemudian
dilanjutkan dengan pengecatan dengan cat awal.
▪ Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk mencegah
terjadinya pengelupasan.
▪ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat tembok dengan cat dengan
menggunakan kuas roll dengan komposisi cat mengikuti Analisa
pengecatan.
▪ Setelah diberi lapisan pertama, dilakukan pengecatan dengan lapisan
yang mengikuti Analisa pengecatan yang telah ada.
▪ Untuk pengecatan dalam ruangan kerjakanlah mulai dari langit - langit
yang diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan
kemudian ke bagian bawah.
▪ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
▪ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum
dibuang ketempat sampah.
❖ Pengecatan Plafond
Material:
▪ Cat Mowilex Cendana
Pelaksanaan:
▪ Cat Plafond Menggunakan Mowilex Cendana
▪ Bidang yang akan dicat dibersihkan dari segala kotoran yang menempel
pada bidang yang akan dicat.
▪ Pastikan permukaan penutup plafond bersih dan kering untuk mencegah
terjadinya pengelupasan
▪ Kemudian dilanjutkan dengan pengecatan dengan cat dasar.
▪ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk
permukaan plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat
emultion
▪ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat penutup plafond dengan cat
dengan menggunakan kuas Roll.
▪ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
▪ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum
dibuang ketempat sampah.
❖ Pengecatan Kayu dan besi
Material yang digunakan:
▪ Cat Plamur Catylax
[11]
▪ Meni Kayu
▪ Cat Kayu Avian
▪ Cat Besi Avian
Metode Pelaksanaan:
▪ Sebelum dilakukan proses pengecatan seluruh bagian bidang kayu (bidang
yang akan dicat) digosok menggunakan kertas amplas dan dibersihkan dari
segala kotoran yang menempel pada bidang yang akan dicat. Kemudian
dilanjutkan dengan pengecatan dengan cat dasar.
▪ Pastikan permukaan bidang kayu bersih dan kering untuk mencegah
terjadinya pengelupasan.
▪ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat bidang kayu dengan cat
dengan menggunakan kuas.
▪ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
▪ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum
dibuang ketempat sampah.
H. Pekerjaan Dinding Partisi
❖ Pasangan Dinding Gypsum
Bahan/Material:
▪ Gypsum 9mm merek Jaya Board
▪ Baja Ringan Canal 75 Merek BlueScope (Sinar Harapan Truss)
▪ Reinforcing Tape
▪ Sealent
▪ Perekat
Pelaksanaan:
1. Gypsum Board
Gunakan type dan ketebalan yang disetujui oleh Perancang/Pengawas.
Pasangkan dengan "Screw" galvanish kepala pipih setiap jarak 30 cm
pada rangka utama/struktural dan pada setiap penyambungan/pertemuan 2
panel serta pada akhiran/tepi dari bidang partisi.
Berikan bahan perekat untuk mengakibatkan bidang panel gypsum pada
tempat-tempat selain tersebut diatas. Pemasangan panel gypsum
board ini dimulai setelah pemasangan rangka dinyatakan baik, rata
permukaan dan kokoh.
2. Joint Compound
Pada sambungan/pertemuan panel dengan panel harus diberikan
seal/joint compound mengisi celah sambungan. Isikan secara padat
sampai rata permukaan dengan permukaan panel gypsum board.
Compound harus dari produk yang direkomendasikan oleh produsen gypsum
board yang bersangkutan
2. Reinforcing Tape
[12]
Pasangkan "perforated tape" dari tipe yang lebarnya sesuai dengan lebar
bidang jointing compound. Lakukan pemasangan pada saat jointing
compound belum kering benar. Tempelkan secara hati-hati, tekan secara
perlahan sampai mendapatkan permukaan "perforated tape" rata dengan
permukaan gypsum board.
Kemudian lakukan perataan kembali dengan bahan compound encer
yang disapukan dengan kuas.
3. Pembersihan dan Perlindungan
Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-permukaan
yang terkena bahan compound, tetapi tidak dikehendaki atau
diperkirakan akan menimbulkan tonjolan-tonjolan pada pekerjaan
finishing. Sebelum finishing dilaksanakan maka permukaan partisi harus
dijaga terhadap benturan-benturan benda keras.
I. Pekerjaan Sanitair
Ruang Lingkup pekerjaan ini sbb
▪ Pemasangan Closed Jongkok
▪ pemasangan kran air
▪ pemasangan Floor Drain
▪ pemasangan bak cuci stainless stell 304
Alat yang digunakan : Waterpass, sendok spesi, ember, pale dan
alat lain yang diperlukan.
Tenaga Kerja : Tukang Batu, tukang besi konstruksi,
Pekerja.
Bahan : produk Onda, American standart
Cara Pelaksanaan:
PEKERJAAN CLOSET
▪ Closed Jongkok berikut kelengkapannya
▪ Closed Jongkok, type dan warna sesuai dengan spesifikasi teknis
▪ Closed beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi
dengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan
telah disetujui Konsultan.
▪ Closed harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai gambar,
waterpass.
Pelaksanaan:
▪ Kontraktor harus memastikan bahwa seluruh sistem plumbing bersih dari
segala kotoran, puing, ataupun cairan sebelum tes dilaksanakan.
▪ Pekerjaan harus sesuai dengan Shop Drawing yang telah disetujui.
▪ Bila terjadi perbedaan antara gambar dengan di lapangan pada saat
pelaksanaan Kontraktor wajib memberitahukan kepada Pengawas Lapangan
secepat mungkin.
▪ Peralatan sanitair harus terlindung dari goresan, benturan, ataupun
cipratan agregat oleh pekerjaan terkait lainnya yang mengakibatkan cacat
unit sanitair.
[13]
J. Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
❖ Pekerjaan Mekanikal
Material yang digunakan:
▪ Kran air ½” onda
▪ Floor Drain
▪ Pipa PVC Aw ½” Rucika
▪ Pipa PVC Aw 3/4” Rucika
▪ Pipa PVC Aw 3” Rucika
▪ Pipa PVC Aw 4” Rucika
Metode Pelaksanaan:
▪ Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
▪ Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate
valve, fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah
dibuat.
▪ Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman
pipa harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
▪ Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan
ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
▪ Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar
dan diberi lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.
❖ Pekerjaan Elektrikal
Material:
▪ Kabel 2x2,5mm
▪ Kabel 3x2,5mm
▪ Pipa Conduit 5/8
▪ Saklar Tunggal
▪ Saklar Ganda
▪ Stop Kontak
▪ Lampu SL LED 19 W + Fitting Aksesoris
▪ Lampu SL LED 12 W + Fitting Aksesoris
▪ Lampu SL LED 6 W + Fitting Aksesoris
Metode Pelaksanaan:
▪ Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit
yang mana pipa conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan
plesteran, supaya tidak mudah berubah ketika dinding diplester.
▪ Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau
dengan pipa conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
▪ Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum
plesteran dan acian dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME
dan finishing jadi halus rapih.
▪ Pekerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites
ketahanannya agar tidak terjadi bongkar pasang.
[14]
▪ Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan
koordinasi antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
▪ Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat
dilakukan dengan persetujuan direksi.
▪ Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada
pekerjaan sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
▪ Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai
kegunaannya dan lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk.
Kabel dia 16mm2 harus diberi sepatu kabel pada panel.
K. Pekerjaan Baja Perkuatan Dak
❖ Material yang digunakan:
▪ Baja UNP uk. 100x50x5mm
▪ Plat Base T. 10mm
▪ Plat T. 5mm
▪ Longdrat Hitam A325 M12 mm, Panjang 20cm, (Dengan ring baut + mur
ganda)
▪ Finish Cat Menie Besi
❖ Metode Pelaksanaan:
▪ memastikan shop drawing telah lengkap dan telah melalui approval oleh
pihak-pihak berkompeten, misalnya Engineer, Konsultan pengawas dan MK.
▪ Dianjurkan kepada kontraktor untuk mengerjakan pekerjaan perkuatan baja
dimulai secara berurutan dari lantai yang paling bawah hingga paling
atas.
▪ memastikan semua Jenis Alat Fabrikasi Baja Konstruksi telah lengkap dan
dalam kondisi baik.
▪ Membersihakan permukaan bahan dari kotoran yang menempel misalnya debu,
air, minyak, gumpalan logam kasar dan sebagainya. Pembersihan juga
harus kita lakukan pada lokasi/area kerja akan kita laksanakan
fabrikasi, antra lain:
▪ Mengukur bahan sesuai ukuran yang telah ada dalam shop drawing dan
memberi garis dengan kapur besi atau spidol warna putih,
▪ Memastikan sisa bahan yang kita ukur tersebut dapat kembali kita
pergunakan untuk bahan (tidak terbuang),
▪ Sebelum menuju proses selanjutnya, pengendalian kita lakukan oleh
pengawas/engineer fabrikasi untuk memastikan Lokasi kerja telah benar-
benar bersih, Pengukuran pada bahan sudah tepat.
▪ Pemotongan bahan kita lakukan dengan mempertimbangan kemungkinan
terjadinya kontraksi/deformasi pada bahan yang akan kita potong. Untuk
mendapatkan hasil yang baik pada bahan tersebut, kita lakukan dengan
cara Garis batas pemotongan bahan telihat dengan jelas, Posisi
permukaan bahan tegak lurus terhadap mesin/alat potong, tidak puntir
atau miring, Bekas irisan benar-benar lurus, rata atau tidak kasar
▪ Lobang yang dibuat pada bahan berguna untuk sambungan dengan mur baut.
Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada sambungan mur baut,
dipengaruhi oleh diamter lobang yang tersedia pada bahan serta jarak
[15]
lobang apakah sudah sesuai dengan shop drawing. Beberapa langkah kerja
membuat lobang pada bahan:
▪ Perakitan bahan guna memperoleh bentuk yang sesuai dengan shop drawing.
Jika bahan yang dirakit tidak sesuai dengan shop drawing, kemungkinan
kesalahan terjaddi mulai dari Marking, Cutting dan Drilling.Untuk
mengantisipasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi, peran
pengawas/engineering saat fabrikasi sangat penting.
▪ Untuk medapatkan hasil las yang baik dan maksimal perlu menerapkan
teknik pengelasan yang benar. Dan beberapa syarat yang perlu
diperhatikan diantaranya permukaan bahan harus benar-benar bersih,
menyesuaikan jenis dan tebal las dengan bahan yang akan dilas, posisi
bahan yang akan dilas apakah miring atau dapat berobah. Jika bahan yang
akan dilas tidak stabil maka perlu dibuat Jig, yang berfungsi membatu
tukang memegang/menjepit bahan selama proses pengelasan dilaksanakan.
Pengelasan bahan dilakukan dengan langkah-langkah sebagi berikut:
a. Langkah I: melakukan Tack weld, yaitu membuat titik-titik las pada
bahan. Tack weld dilakukan bersamaan dengaan Assembling.
b. Langkah II: jika semua Tack weld telah dilakukan dengan benar pada
bahan, maka selanjutnya dapat dilakukan pengelaan (full welding)
c. Langkah III: membersihkan kerak atau bekas las
▪ Semua Pekerjaan Besi Baja di finishing menggunakan Cat menie Besi.
L. Pekerjaan Pembersihan Akhir
Sebelum diadakan Serah Terima pertama pekerjaan, kontraktor pelaksana
wajib membersihkan semua bagian pekerjaan, terutama pada sisa pekerjaan
pembongkaran dan lain-lain. Kontraktor Pelaksana juga harus membersihkan
barang bekas/peralatan yang diperlukan. Semua sisa material yang digunakan
harus dibawa ke luar dari lingkungan pekerjaan, sehingga halaman benar-benar
bersih dan rapih
Demikian uraian singkat mengenai metode pelaksanaan pekerjaan untuk dapat dikerjakan
saat pekerjaan fisik telah dimulai.
[16]