| 0725694020009000 | Rp 1,020,605,082 | |
| 0032769291009000 | Rp 1,080,000,000 | |
| 0021103346009000 | Rp 1,083,113,384 | |
| 0315387258403000 | - | |
| 0314950965071000 | Rp 1,176,637,126 | |
| 0639605104335000 | - | |
| 0750422420906000 | Rp 1,165,142,180 | |
PT Redjo Bangun Selaras | 09*9**1****32**0 | - |
PT Sendang Dakara Nusantara | 06*3**9****05**0 | Rp 1,235,173,745 |
| 0818064461432000 | Rp 1,263,080,061 | |
| 0030792436009000 | - | |
| 0424921559427000 | Rp 1,148,173,734 | |
| 0614948222009000 | Rp 1,260,550,000 | |
Cipta Multi Nusantara | 10*0**0****59**4 | - |
| 0316658343435000 | - | |
| 0031520950805000 | - | |
CV Pratama Karya Konstruksi | 09*4**9****01**0 | - |
CV Kristal Berlia | 00*8**1****03**0 | - |
| 0949070304444000 | - | |
PT Jitu Karya Sembada | 00*4**0****27**0 | - |
| 0905534970811000 | - | |
Trisaka Multi Karya | 0815508015411000 | - |
| 0013591243027000 | - | |
PT Sarana Multidimensi Indonesia | 06*7**0****35**0 | - |
| 0317870723445000 | - | |
CV Mulia Mandiri Sukses | 03*7**8****24**0 | - |
| 0944272145225000 | - | |
Hasea Benedict | 06*9**5****47**0 | - |
| 0021083670405000 | - | |
CV Tatar Sunda Project | 02*3**1****44**0 | - |
| 0711071829106000 | - | |
CV Basado Maszefalina | 07*2**5****28**9 | - |
| 0210166856407000 | - | |
| 0018071084005000 | - | |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - |
| 0700767767009000 | - | |
| 0210798070411000 | - | |
| 0013404249009000 | - | |
| 0944836097315000 | - | |
| 0019799089009000 | - | |
| 0539598318004000 | - | |
| 0211026885405000 | - | |
| 0317686566086000 | - | |
PT Naro Pewaris Megapolitan | 0030967897008000 | - |
| 0312543804043000 | - | |
Nurul Karya Mandiri | 00*8**1****08**0 | - |
| 0730211869626000 | - | |
| 0712660943419000 | - | |
| 0011316957439000 | - | |
| 0738315357003000 | - | |
| 0030154124009000 | - | |
PT Pra Bhas Koe | 09*0**9****06**0 | - |
| 0821262722418000 | - | |
CV Mandawe | 00*8**1****15**0 | - |
Perkasa Halomoan Pane | 03*5**9****22**0 | - |
| 0863594396009000 | - | |
| 0900510942322000 | - | |
| 0013218458008000 | - | |
| 0820351088418000 | - | |
| 0940880735003000 | - | |
Senja Permata Sejahtera | 01*6**0****04**0 | - |
| 0953518974212000 | - | |
| 0012169256422000 | - | |
| 0622750255443000 | - | |
CV Laksana Pilar Emas | 01*9**1****03**0 | - |
| 0814686010225000 | - | |
| 0317867521071000 | - | |
| 0912013349009000 | - | |
PT Jaya Konstruksi Indonesia | 06*9**9****08**0 | - |
| 0425413234401000 | - | |
| 0027487388009000 | - | |
| 0315562009435000 | - | |
| 0753129303009000 | - | |
PT Ghifari Konstruksi Inovasi | 09*2**0****22**0 | - |
| 0032152357009000 | - | |
| 0027483502008000 | - | |
| 0826811200811000 | - | |
CV Torgabe Artha Nugraha | 0818185761432000 | - |
LAMPIRAN A SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK
RUANG LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:
1. Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan interior Gedung BLBC Kelas I Jakarta Tahun Anggaran
2025 yang harus dilaksanakan oleh Jasa Pelaksana Konstruksi meliputi:
a. Pelaksanaan konstruksi sampai dengan serah terima pertama atau (Provisional Hand
Over) pekerjaan; dan
b. Pelaksanaan pemeliharaan pekerjaan konstruksi sampai dengan serah terima akhir
atau (Final Hand Over) pekerjaan.
2. Penyedia Pekerjaan Konstruksi dalam melaksanakan tugasnya harus mematuhi segala
peraturan terkait konstruksi yang berlaku dalam wilayah Republik Indonesia, baik yang
dikeluarkan oleh Kementerian Teknis terkait mapun peraturan, keputusan dan/atau
rekomendasi dari Pemerintah Daerah setempat.
3. Penyedia Pekerjaan Konstruksi dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab
secara kontraktual kepada Pejabat pembuat Komitmen.
4. Lingkup kegiatan pada tahap pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik terdiri atas namun
tidak terbatas pada :
a. Pekerjaan interior gedung
Pekerjaan interior gedung akan dilaksanakan pada area lobi, aula dan tangga dengan
estimasi luasan sekitar 420 m2. Pekerjaan konstruksi fisik dilakukan sesuai dengan
spesifikasi teknis hasil perancangan (DED, RKS dan dokumen lainnya sebagaimana
dalam kontrak.
Pembangunan interior gedung ini meliputi antara lain pekerjaan :
1. Pekerjaan persiapan/pendahuluan
Pekerjaan ini meliputi antara lain :
- Mobilisasi pekerjaan
- Buang sampah dan/atau puing bongkaran
- Demobilisasi pekerjaan
2. Pekerjaan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi SMKK, dengan
rincian sebagai berikut :
• Penyiapan RKK, RKPPL, dan RMLLP;
• Sosialisasi, promosi dan pelatihan;
• Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri;
• Asuransi dan Perizinan;
• Personel Keselamatan Konstruksi;
• Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan;
• Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu
lintas;
• Konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi
• Kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian Risiko Keselamatan
Halaman 1 dari 3
Konstruksi.
3. Pekerjaan lantai 1 (pekerjaan bongkaran, pekerjaan plafond, pekerjaan dinding,
pekerjaan area tangga, pekerjaan elektrikal dan pekerjaan lain-lain)
4. Pekerjaan lantai 3 (pekerjaan bongkaran, pekerjaan plafond, pekerjaan dinding,
pekerjaan elektrikal, pekerjaan elektronik dan pekerjaan lain-lain)
b. Melakukan pemeriksaan dan penilaian dokumen untuk pelaksanaan konstruksi
fisik, baik dari segi kelengkapan maupun segi kebenarannya;
c. Menyusun program kerja yang meliputi jadwal waktu pelaksanaan, jadwal
pengadaan bahan, jadwal penggunaan tenaga kerja dan jadwal penggunaan
peralatan berat;
d. Melaksanakan persiapan di lapangan sesuai dengan pedoman pelaksanaan;
e. Menghadirkan Personel Manajerial dan Tenaga Teknis dalam Rapat Persiapan
Pelaksanaan Pekerjaan (PCM) dan telah Menyusun dan mempresentasikan
dokumen Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) dan Rencana Keselamatan
Konstruksi (RKK) pada saat PCM;
f. Melaksanakan penjaminan dan pengendalian mutu secara keseluruhan terhadap
setiap pekerjaan yang dilakukan berdasarkan Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi
(RMPK);
g. Dalam pelaksanaan setiap tahapan pekerjaan konstruksi Penyedia Jasa harus
menerapkan SMKK sebagaimana ketentuan dan membentuk Unit Keselamatan
Konstruksi (UKK) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan SMKK dalam
Pekerjaan Konstruksi;
h. Mengurus perizinan yang diperlukan pada saat pelaksanaan konstruksi fisik, seperti
izin lingkungan, revisi IMB dalam hal terdapat perubahan atas gambar yang
diizinkan (jika ada) dan izin-izin lainnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan
pekerjaan konstruksi;
i. Menyusun gambar pelaksanaan (shop drawing) untuk pekerjaan-pekerjaan yang
memerlukannya;
j. Melaksanakan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan sesuai dengan dokumen
pelaksanaan;
k. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan konstruksi fisik, melalui rapat-rapat
lapangan, laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, laporan kemajuan
pekerjaan, laporan persoalan yang timbul/dihadapi dan surat-menyurat;
l. Membuat gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (as built
drawings) yang selesai sebelum serah terima pertama, setelah disetujui oleh
penyedia jasa manajemen konstruksi atau penyedia jasa pengawasan konstruksi dan
diketahui oleh penyedia jasa perencanaan konstruksi;
m. Memberikan manual operasi dan pemeliharaan bangunan gedung, termasuk
pengoperasian dan pemeliharaan serta garansi atau surat jaminan peralatan dan
perlengkapan mekanikal, elektrikal, dan sistem pemipaan (plumbing) kepada
pengguna jasa;
n. Melaksanakan perbaikan kerusakan-kerusakan yang terjadi di masa pemeliharaan
konstruksi pelaksanaan pekerjaan ini;
o. Membuat surat penjaminan atas kegagalan bangunan dari penyedia jasa
pelaksanaan konstruksi dan penyedia jasa pengawasan teknis;
p. Melakukan pemeriksaan kelaikan fungsi (commissioning test);
q. Memastikan penggunaan bahan material dan peralatan dalam pelaksanaan
pembangunan gedung kantor dan wajib memprioritaskan penggunaan tingkat
Halaman 2 dari 3
komponen dalam negeri dilengkapi dengan sertifikat TKDN atau surat pernyataan
TKDN.
dan berlaku untuk seluruh lingkup pekerjaan sesuai dokumen pelaksanaan.
5. Pelaksanaan pada masa pemeliharaan
a. Pelaksanaan pemeliharaan pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan menjaga
keandalan konstruksi bangunan gedung melalui pemeriksaan hasil pelaksanaan
konstruksi fisik setelah serah terima pertama (Provisional Hand Over).
b. Dalam pemeliharaan pekerjaan konstruksi tersebut, penyedia jasa pelaksanaan
konstruksi berkewajiban memperbaiki segala cacat atau kerusakan yang terjadi
selama masa konstruksi.
c. Masa pemeliharaan pekerjaan konstruksi diakhiri dengan serah terima akhir (Final
Hand Over) pekerjaan konstruksi yang dilampiri dengan berita acara pelaksanaan
pemeliharaan pekerjaan konstruksi.
6. Penyedia Jasa Pelaksanaan Konstruksi memastikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dapat
diterbitkan.
Halaman 3 dari 3