Pengadaan Manage Cyber Security Services

Tender Batal
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 41502011
Status: Tender Batal
Date: 28 November 2024
Year: 2025
KLPD: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi
Work Unit: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak Dan Gas Bumi
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 954,700,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 954,700,000
RUP Code: 53565645
Work Location: Wisma Mulia Lantai 35 - Jakarta Selatan (Kota)
Participants: 25
Applicants
Perum Lkbn Antara
0013653222093000-
PT Viscus Media Dharma
08*9**7****41**0-
PT Royal Mitra Teknologi
06*0**8****44**0-
PT Asseta Internasional
00*0**0****11**0-
0019558469035000-
PT Nayaka Pratama
00*9**0****23**0-
0017645896062000-
0821010295447000-
0928210392444000-
0024272197014000-
PT Global Media Utama Teknologi
03*3**4****26**0-
0759821218411000-
PT Mega Akses Persada
06*2**3****35**0-
PT Siggap Teknologi Internasional
08*5**1****86**0-
PT Noosc Security Global
08*2**2****71**0-
Wijaya Bakti Tanimbar
09*8**6****23**0-
0615841426543000-
0940635147011000-
Tridaya Bakti Nusa
03*8**8****17**0-
PT Trans Telekomunikasi Indonesia
09*4**2****64**0-
PT Informatika Media Pratama
09*7**7****05**0-
0704511484063000-
PT Aneka Sinergi Mandiri
04*8**3****36**0-
0032301772031000-
PT Esefa Krida
00*3**6****61**0-
Attachment
Uraian singkat pekerjaan Pengadaan Manage Cyber Security Services      
                                                                       
A. Melakukan maintenance perangkat milik SKK Migas yang tertera dalam tabel spesifikasi
  teknis dengan ketentuan berikut :                                    
  1. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan jasa pemeliharaan dan support perangkat
     yang tercantum dalam KAK ini.                                     
  2. Pembuatan dan me-maintain dokumentasi lengkap konfigurasi perangkat aktif yang
     dinamis sesuai kondisinya / perubahan yang ada.                   
  3. Pelaksanan Corrective dan Preventive Maintenance per bulan.       
  4. Menjamin layanan fungsi perangkat 99,5%, menjaga update dari signature perangkat.
  5. Menyediakan support personel sesuai spesifikasi teknis tenaga kerja yang diminta
     dengan ketersediaan yang selalu siap saat diminta.                
  6. Melakukan upgrade dan update versi major / minor software perangkat ke versi yang
     didukung principal.                                               
  7. Perbaikan dan eskalasi ke principal untuk mempertahankan layanan dengan
     spesifikasi dan ketentuan waktu :                                 
     o  15 menit call support                                          
     o  1 jam remote support                                           
     o  4 jam on site support                                          
  8. Update skill / knowledge yang dibutuhkan dalam menjalankan operasional perangkat
     ini.                                                              
B. Manage Service Security Operation Center (SOC)                      
   Fase Inisiasi                                                       
                                                                       
    1. Menyiapkan prosedur SOC, menentukan escalation process SOC serta
       membentuk Basic SOC Knowledge / SOC Playbook untuk minimal 5 knowledge
       based cyber security incident response                          
    2. Melakukan Threat Modeling untuk mendapatkan model skenario monitoring yang
       sesuai                                                          
    3. Melakukan assessment, laporan assessment, dan melaksanakan rekomendasi
       asessment kepada SKK Migas terhadap seluruh perangkat Arcsight system
       (Smart-connector, Logger dan Express) yang sedikitnya memiliki informasi:
        o  Diagram arsitektur jaringan perangkat sistem Arcsight (Connector, Logger
           dan Express dan log source yang sudah di monitor)           
        o  Utilisasi penggunaan sistem Arcsight.                       
        o  Konfigurasi arcsight & setting pada masing-masing perangkat dan system
           (Smart-connector, Logger dan Express).                      
        o  Rekomendasi teknis untuk mengoptimalkan kinerja system Arcsight.
        o  Melakukan review terhadap log source yang ada dan memberikan
           rekomendasi terhadap log source yang akan diambil selanjutnya.
        o  Logger (Storage Aging and configuration, Event Archives, configuration
           Backup dan lain-lain).                                      
        o  Mempersiapkan produk SIEM agar dapat berfungsi dengan baik untuk
           melakukan monitoring. Diantaranya:                          
              Memastikan proses pengambilan log berjalan dengan baik, meng-
               configure connector untuk mengumpulkan log yang diperlukan
              Mengumpulkan log dari, perangkat security (Firewall, IDS, AntiVirus,
               WAF, dan lain lain), 50 Kritikal server (linux, unix, windows), serta jika
               diminta termasuk service pada kritikal server (oracle, tomcat, Ms
               Exchange, DNS, DHCP)                                    
              Melakukan custom parsing dari log yang belum dikenal oleh SIEM jika
               diperlukan.                                             
              Membuat kategorisasi log pada SIEM dan memperbaiki jika kategori
               tidak sesuai                                            
              mengecek rule yang berjalan pada SIEM dan memperbaiki rule jika
               tidak sesuai dengan kondisi di SKK Migas                
              Mempersiapkan monitoring security pada SIEM mencakup perangkat
               yang dimiliki SKK Migas yang tidak terbatas pada : firewall (Fortinet,
               Cisco ASA), IDS/IPS (Fortinet, Cisco Firepower/Sourcefire)
               AntiVirus/AntiMalware (Kaspersky, Fortinet), WAF (F5), Authentication
               System/Identity management (Cisco ISE, AD), Server linux, Server
               Windows, Services: (Exchange, DNS, DHCP, Tomcat, Oracle, dll)
    4. Penyedia jasa Menyiapkan konfigurasi perangkat Vulnerability Assessment (VA
       Tools yang disediakan SKK Migas) serta tools lain yang dibutuhkan oleh penyedia
       jasa selama fase operasional seperti IDS, Honeypot dan perangkat lain yang
       dibutuhkan (dengan effort dari penyedia jasa), kebutuhan resources server VM
       dapat disediakan dengan diskusi dengan SKK Migas.               
    5. Menyiapkan dashboard monitoring, format reporting yang akan digunakan dalam
       fase operasional dengan memenuhi seluruh kebutuhan yang tertuang dalam
       dokumen ini.                                                    
    6. Melakukan vulnerability assessment awal dan melakukan pendampingan
       hardening dimana hasil reportingnya akan menjadi Baseline yang akan terus di
       monitor dan di update selama fase operasional                   
   Fase Operasional                                                    
     1. Log Monitoring pada existing Security Information and Event Management yang
        sudah dimiliki oleh SKK Migas (Arcsight) dengan kapasitas average 1500EPS
     2. Berkomunikasi dan Berkolaborasi dengan penyedia jasa lain jika support
        warranty SIEM Arcsight / VA Tools Fortify/Webinspect yang tidak menjadi scope
        pekerjaan ini                                                  
     3. Melakukan korelasi terhadap vulnerability yang ditemukan dengan log yang ada
        sebagai bahan acuan                                            
     4. Melakukan vulnerability scanning dan monitoring dengan tools yang disebutkan
        di KAK minimal 1x setiap bulan dan ad hoc setiap terjadinya change / deployment
        pada suatu layanan, serta memberikan rekomendasi hardening / remediasi detail
        teknis (yang jelas hingga dapat dieksekusi) yang harus dilakukan oleh tim lain
        yang memegang layanan ataupun yang akan dilakukan sendiri oleh penyedia
        jasa (yang masuk dalam scope perangkat yang dihandle oleh penyedia jasa
        dalam KAK ini)                                                 
        Dalam Memberikan hasil report VA agar dapat ditindak lanjuti dengan tim yang
        berkepentingan serta memberikan prioritas risiko terhadap temuan VA, termasuk
        menghitung risk terhadap asset dan infrastruktur/topologi yang dimiliki SKK
        Migas                                                          
     5. Global Zero-Day / Security Issues Awareness                    
     6. Membuat standar security configuration dan mendampingi pelaksanaan
        hardening untuk seluruh OS yang dijalankan di SKK Migas        
     7. mengintegrasikan hasil vulnerability scanning dan vulnerability assessment ke
        SIEM                                                           
     8. Melakukan deep monitoring terhadap critical server SKK Migas sebanyak
        minimal 50 Endpoint seperti File Integrity Monitoring, Registry monitoring, System
        Inventory,Hardisk, CPU, Memory, Critical Service, bandwidth, I/O dan
        sebagainya. Server-server lainnya menggunakan monitoring standar yang
        didapatkan dari VA Scan, Security Perimeter ataupun dari SIEM  
       jika event yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi yang ada di SKK migas,
       maka melakukan perbaikan pada system misalnya perbaikan rule, perbaikan
       kategori, atau menyempurnakan parsing.                          
                                                                       
        Penanganan critical event yang dihasilkan oleh SIEM dan pemeriksaan false
        positive dari event berdasarkan kondisi di SKK Migas.          
     9. Memimpin penanganan semua Cyber Security Incident yang terjadi di SKK
        Migas :                                                        
          o  Detection : penyedia jasa melakukan monitoring,mendeteksi potensi
             ataupun insiden yang terjadi hingga melakukan root cause &
             contamination analysis terhadap insiden tersebut          
          o  Containment, Eradication & Recovery : Penyedia jasa memimpin proses
             containment, eradication dan recovery terhadap insiden dan memberikan
             rekomendasi detail teknis (yang jelas hingga dapat dieksekusi) yang
             harus dilakukan oleh tim lain yang memegang layanan ataupun yang akan
             dilakukan sendiri oleh penyedia jasa (yang masuk dalam scope perangkat
             yang dihandle oleh penyedia jasa dalam KAK ini)           
          o  Membuat laporan dan lesson learned dari insiden yang terjadi
     10. Melakukan Deep Incident Forensic (merupakan tambahan dari penanganan
        insiden biasa, untuk proses ini melalui permintaan / persetujuan SKK Migas)
        terkait insiden yang kompleks maksimal 24 kali dalam satu tahun. Yang dimaksud
        dalam Deep Incident Forensic adalah melakukan digital forensicforensik ke suatu
        endpoint seperti dump memory, traffic, file dan sebagainya yang dibutuhkan
        untuk dapat menemukan suatu akar masalah dari suatu critical incident. Adapun
        hal-hal yang diangap perlu dalam hasil deep incident forensic adalah sebagai
        berikut:                                                       
          o  Executive summary dari suatu incident                     
          o  Technical documentation yang berisikan cara serangan, tactic and
             procedure (TTP), aktifitas serangan, compromised system,  
             compromised account, attack diagram, timeline, dan indicator of
             compromise                                                
          o  Melakukan presentasi hasil incident forensic              
     11. Tim SOC bekerja selama 24x7 non stop                          
     12. Melakukan Pembuatan update usecase baru sebanyak maksimal 10 usecase
        seperti pembuatan filtering, rule, report, alert dan incident response (diluar
        usecase standar yang ada di SIEM dan yang disiapkan pada fase inisiasi)
     13. Melakukan optimalisasi perangkat VA dan SIEM                  
     14. SLA Penanganan Security Incident :                            
          o  Severity 1 (15 Menit Response and Action - Containment) : 
                 SIEM, log source, etc. service disruption            
                 Security Incident impact yang berhubungan dengan gangguan
                  layanan bisnis / reputasi utama SKK Migas            
          o  Severity 2 (30 Menit Response and Action - Containment) : 
                 Security Incident yang berhubungan langsung dengan applikasi
                  yang ada di SKK Migas seperti crosssite scripting, Buffer
                  overflow dan lain sebagainya yang sudah mengganggu layanan
                 Log source berhenti mengirimkan log                  
          o  Severity 3 (45 Menit Response and Action - Containment) : 
                 Security Incident yang berhubungan dengan applikasi yang ada
                  di skk migas seperti successful indication brute force yang mana
                  ditemukan kemungkinan security breach tetapi tidak   
                  mengganggu layanan yang ada.                         
          o  Severity 4 (60 Menit Response and Action - Containment) : 
                 Security incident yang tidak mengganggu bisnis atau layanan
                  applikasi seperti port scanning, brute force dll     
                                                                       
C. Manage Service Operator Security Device                             
                                                                       
                                                                       
   1. Melakukan Monitoring traffic IPS/NGFW yang sudah berjalan dengan throughput
     maximum 11.5 Gbps untuk lingkup keamanan                          
   2. Melakukan Monitoring WAF yang sudah berjalan dengan Maximum 100 host/site
     WAF                                                               
   3. validasi traffic / event log dari perangkat Detection Response untuk kebutuhan
     incident response.                                                
   4. Melakukan perubahan atau penambahan rule / containtment action yang bersifat
     operational sehari-hari sesuai kebutuhan SKK Migas dan berkordinasi dengan
     vendor/principal terkait untuk eskalasi                           
   5. Membuat regular report untuk kebutuhan teknis maupun management agar
     product yang telah terpasang tepat guna dan efisien               
   6. Melakukan monitoring dan memastikan product yang terpasang dalam keadaan
     baik serta memiliki update terbaru terutama updated signature.    
   7. Melakukan rekomendasi rule review terhadap IPS/NGFW dan WAF yang sudah
     berjalan secara regular 3 bulan sekali.                           
   8. SLA eksekusi request, serta eskalasi ke 3rd level support untuk mempertahankan
     layanan dengan spesifikasi dan ketentuan waktu :                  
        a. 15 menit call support                                       
        b. 1 jam remote support                                        
        c. 4 jam on site support