| Reason | |||
|---|---|---|---|
PT Sewarna Cipta Kreasi | 00*2**3****61**0 | Rp 15,667,650,000 | - |
PT Sarimakarti Sukses Mandiri | 00*9**0****16**0 | - | - |
| 0954191185009000 | - | - Tidak memiliki sertifikat ISO 9001:2015 yang masih berlaku - Tidak melampirkan surat dukungan dari production house | |
| 0028817542071000 | - | Tidak memenuhi ambang batas evaluasi teknis | |
| 0902421551013000 | - | Tidak memenuhi ambang batas evaluasi teknis | |
| 0314297573034000 | - | Surat dukungan dari production house tidak dilengkapi dengan portofolio | |
| 0030149751407000 | - | Tidak memenuhi ambang batas evaluasi teknis | |
| 0824485072015000 | - | - Tidak melampirkan surat dukungan dari production house - Tidak memiliki nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir sebesar paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS/Pagu Anggaran | |
Nusantara Adhi Daya | 03*4**0****24**0 | - | - Tidak memiliki sertifikat ISO 9001:2015 yang masih berlaku - Tidak memiliki nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir sebesar paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS/Pagu Anggaran |
PT Reyn Evimeria Indonesia | 06*8**8****68**0 | - | - |
| 0316547967015000 | - | - | |
| 0927127126061000 | - | - | |
| 0661756429017000 | - | - | |
| 0022208615019000 | - | - | |
PT Indokreasi Daya Eka Anugerah | 06*8**5****47**0 | - | - |
| 0926443409061000 | - | - | |
| 0029071529015000 | - | - | |
| 0768297962416000 | - | - | |
| 0025049016013000 | - | - | |
| 0315042820071000 | - | - | |
| 0425426624823000 | - | - | |
| 0022505374003000 | - | - | |
Paksi Eka Sentosa | 06*0**4****55**0 | - | - |
| 0030649859015000 | - | - | |
| 0610219800411000 | - | - | |
| 0838519957643000 | - | - | |
| 0029070620015000 | - | - | |
PT Bhinneka Orion Sinergi | 09*7**1****13**0 | - | - |
Tinhen Intow Silian | 04*5**3****21**0 | - | - |
| 0726226251432000 | - | - | |
PT Lampung Cerdas Mendunia | 04*3**8****23**0 | - | - |
| 0013280938061000 | - | - | |
Samudera Cipta Sejahtera | 06*8**3****45**0 | - | - |
PT Pojok Celebes Mandiri | 00*8**7****05**0 | - | - |
| 0810570325013000 | - | - | |
| 0929782084036000 | - | - | |
| 0824411375021000 | - | - | |
| 0316296573034000 | - | - | |
| 0312908734542000 | - | - | |
| 0313827685411000 | - | - | |
PT Cayapata Global Solusi | 08*9**4****61**0 | - | - |
Sri Chrisna Comunication | 00*8**3****77**0 | - | - |
CV Riungan Jaya Abadi | 0317040624006000 | - | - |
| 0017904616542000 | - | - | |
| 0839668662021000 | - | - | |
| 0723407474019000 | - | - | |
| 0766288021112000 | - | - | |
PT Semiotica Indonesia | 00*0**7****16**0 | - | - |
| 0021850383062000 | - | - | |
Mahakarya Adi Indonesia | 00*0**3****72**0 | - | - |
| 0854283876432000 | - | - |
1.1 Gambaran Umum
Pemerintah Indonesia telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu
penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diharapkan dapat
meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan
wisatawan nusantara, peningkatan penerimaan devisa dari sektor
pariwisata, penyerapan tenaga kerja pariwisata, dan kenaikan indeks
daya saing pariwisata Indonesia di ranah global. Sebagaimana
tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan, tujuan pariwisata yaitu meningkatkan pertumbuhan
ekonomi, kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi
pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, serta
memajukan kebudayaan.
Saat ini, tren perjalanan wisatawan mengalami perubahan yaitu dari
wisata massal (mass tourism) ke arah wisata alternatif (alternative
tourism). Perubahan ini mengarah pada jenis kegiatan wisata yang
berorientasi pada wisata alam atau budaya lokal dengan tujuan untuk
meningkatkan wawasan, petualangan, dan pengalaman. Perubahan dari
wisata massal menjadi wisata alternatif ini memberikan keuntungan
bagi desa untuk menjadi pilihan dalam pengembangan pariwisata. Desa
wisata umumnya memiliki keragaman produk yang ditawarkan kepada
wisatawan dengan produk utama yaitu kehidupan sehari-hari
masyarakat desa. Pengalaman yang diberikan kepada wisatawan berupa
keragaman budaya, keunikan alam dan karya kreatif di desa.
Salah satu program pengembangan kepariwisataan yang saat ini sedang
digalakkan oleh Pemerintah termasuk oleh Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu terkait
pengembangan desa wisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen untuk
mendukung pengembangan desa wisata yang menjadi salah satu agenda
pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Berdasarkan hal tersebut,
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif menyelenggarakan program “Anugerah Desa Wisata
Indonesia (ADWI) sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan
potensi desa wisata di Indonesia sebagaimana amanat yang tercantum
dalam RPJMN 2020-2024, dimana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan sebanyak
244 pengembangan desa wisata.
Adapun, maksud dan tujuan dari pengembangan desa wisata ini yaitu
diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai
wahana sosialisasi/ promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa
wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan
mancanegara, mengembangkan potensi wisata dan kearifan lokal yang
ada di desa, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menerapkan
prinsip pariwisata berkelanjutan dan kelestarian lingkungan di desa
wisata. Selain itu, dengan adanya program ini diharapkan dapat
terkumpul database / update informasi terkait desa wisata yang
mendaftar dan ikut berpartisipasi dalam Anugerah Desa Wisata
Indonesia (ADWI).
Pendaftaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ini dilakukan
melalui sistem Jejaring Desa Wisata (JADESTA) pada laman
www.jadesta.kemenparekraf.go.id. yang saat ini sedang dikembangkan
oleh Direktorat Tata Kelola Destinasi. Melalui database dalam jadesta,
akan didapatkan informasi dan data yang komprehensif terkait desa
wisata rintisan, berkembang, maju, maupun mandiri di seluruh
Indonesia. Selain itu, penilaian untuk mengkurasi desa wisata dan
menentukan desa wisata terbaik pemenang ADWI ini juga akan
dilakukan melalui sistem jadesta tersebut. Informasi terkait desa wisata
yang terdapat pada jadesta juga akan turut menentukan dukungan dan
intervensi yang dapat diberikan oleh Pemerintah Pusat, sehingga pada
jangka menengah dan panjang, data kolektif yang dihasilkan dapat
digunakan sebagai acuan tidak hanya untuk program-program yang
dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
melainkan database desa wisata ini juga dapat dimanfaatkan oleh
Kementerian/Lembaga lainnya dalam melakukan kegiatan fasilitasi
pengembangan desa wisata melalui program yang sesuai dengan tugas
dan fungsi masing-masing lembaga.
Program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ini merupakan
program pemberian apresiasi kepada masyarakat penggerak sektor
pariwisata dalam upaya percepatan pembangunan desa, mendorong
transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. ADWI ini menjadi
momentum semangat baru masyarakat untuk terus berprestasi dan
mengembangkan potensi daya tarik wisatanya guna pertumbuhan
ekonomi di desa wisata.
Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) telah dilaksanakan selama 3
(tiga) tahun. Pada tahun 2021 telah diikuti oleh 1.831 desa wisata.
Peningkatan yang signifikan terjadi pada tahun 2022 dengan total
peserta 3.419 desa wisata. Pada tahun 2023 telah mencapai angka yang
mengesankan, yaitu 4.573 desa wisata. Hingga saat ini sudah ada 175
desa wisata terbaik yang telah mendapatkan penghargaan.
Tahun 2024 ini, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) kembali
diselenggarakan dengan mengangkat tema “Desa Wisata Menuju
Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”. Ini bukan hanya sebuah tema,
tetapi sebuah visi untuk masa depan pariwisata di Indonesia. Pariwisata
Hijau bukan hanya tentang lingkungan, tapi juga pariwisata yang
berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi
juga meminimalkan dampak negatif, menjaga dan melestarikan
lingkungan dan budaya lokal.
Tahapan ADWI tahun ini yaitu dilakukan melalui pendaftaran pada
laman jadesta, selanjutnya desa wisata akan dikurasi menjadi 50 desa
wisata terbaik untuk divisitasi oleh Menparekraf dan dinilai langsung
oleh dewan juri. Desa Wisata akan dinilai bersasarkan 5 kategori
penilaian diantaranya yaitu 1) kategori daya tarik desa wisata yang
merupakan potensi utama desa wisata yang memiliki keunikan,
keautentikan, dan kreativitas yang menjadi daya tarik wisata berupa
produk wisata (wisata alam, buatan, budaya) & produk ekonomi kreatif
(kriya, kuliner, fesyen) ; 2) kategori amenitas yaitu peningkatan
standar kualitas amenitas pariwisata dengan standar CHSE melalui
fasilitas homestay, toilet, serta fasilitas penunjang pariwisata lainnya
(restoran, tempat ibadah, dan parkir) untuk pemenuhan sarana dan
prasarana kenyamanan wisatawan; 3) kategori digital yaitu akselerasi
transformasi digital melalui pelayanan infrastruktur dan menciptakan
konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata melalui media digital;
4) kategori kelembagaan & SDM yaitu pemberdayaan SDM di desa
wisata untuk meningkatkan lapangan kerja, dampak ekonomi, serta
mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di desa wisata; 5)
kategori resiliensi yaitu pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan
dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen
risiko.
Tahapan visitasi dan penilaian pada kegiatan Anugerah Desa Wisata
(ADWI) 2024 ini merupakan tahap untuk menilai desa wisata sesuai
dengan kategori penilaian yang telah ditentukan tersebut. Visitasi dan
penilaian ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang
diberikan oleh desa wisata adalah akurat dan sesuai dengan kondisi
sebenarnya di lapangan.
1. TUJUAN DAN SASARAN
2.1 Tujuan
Secara umum, tujuan kegiatan Visitasi dan Penilaian Anugerah Desa
Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2024 bertujuan sebagai ajang penilaian
desa wisata pada kompetisi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)
Tahun 2024 yang mampu menjadi:
- Wahana promosi potensi desa wisata di Indonesia kepada wisatawan
domestik maupun mancanegara
- Menginspirasi kualifikasi baru standar internasional sebuah desa
wisata
- Adanya database terupdate terkait desa wisata yang melakukan
pendaftaran pada sistem jejaring desa wisata (jadesta)
- Mewujudkan visi “Indonesia sebagai tujuan pariwisata berkelas
dunia, berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu mendorong
pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat”.
2.2 Sasaran
Sasaran dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk terkumpulnya hasil
penilaian dari 5 (lima) kategori penilaian dan tersusunnya profiling 50
Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari
proses Visitasi dan Penilaian yang dikunjungi oleh Dewan Juri dan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
2. PENERIMA MANFAAT
Penerima manfaat dari kegiatan Visitasi dan Penilaian Anugerah Desa
Wisata Indonesia (ADWI) 2024 ini antara lain adalah:
a. Pengelola desa wisata
b. Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pariwisata;
c. Kementerian / Lembaga lainnya;
d. Pengusaha industri pariwisata dan ekonomi kreatif;
e. Wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara; dan
f. Para pihak yang ingin berkecimpung dalam pengembangan desa
wisata (dukungan pembinaan masyarakat, lingkungan dan
pelaksanaan).