Verifikasi Kemampuan Industri Dan Penyusunan Data Kebutuhan Serat Dan Benang Filamen Tekstil

Seleksi Gagal
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10035869000
Status: Seleksi Gagal
Date: 21 May 2025
Year: 2025
KLPD: Kementerian Perindustrian
Work Unit: Direktorat Jenderal Industri Kimia Farmasi Dan Tekstil
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi
Method: Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 750,954,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 629,436,600
RUP Code: 59437066
Work Location: Jl. Gatot Subroto Kav. 52-53 Jakarta Selatan - Jakarta Selatan (Kota)
Participants: 19
Applicants
Reason
0032005415015000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0722869930013000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0025413436013000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0026236869013000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0722837234013000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0033185869013000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
PT Angkasa Rabbani Panen
09*8**6****15**0-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pengalaman bidang Jasa konsultansi dalam kurun waktu 1 tahun terakhir dan tidak memiliki pengalaman pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0021855986017000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0022582902542000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0010694743093000--
0021606967013000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0316100940013000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0027559095411000-Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
0027103373617000--
Sampulu Sada Konstruksi
03*8**3****02**0--
0016286619008000--
0021210752002000--
0013943766017000--
0032544454017000--
Attachment
“VERIFIKASI  KEMAMPUAN    INDUSTRI  DAN PENYUSUNAN    DATA              
                                                                          
      KEBUTUHAN    SERAT  DAN  BENANG   FILAMEN  TEKSTIL”                 
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Industri tekstil merupakan pilar penting dalam perekonomian nasional Indonesia, tercermin dari
kontribusinya sebesar 6,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan.
Sektor ini juga merupakan penyerap tenaga kerja yang signifikan, dengan 3,97 juta pekerja, serta
                                                                          
penyumbang devisa yang cukup besar, yakni USD 11,96 miliar pada tahun 2024.
Namun, di balik potensi besar tersebut, industri hulu tekstil Indonesia, terutama dalam produksi
                                                                          
serat dan benang filamen, menghadapi tantangan serius. Beberapa pabrik besar, seperti PT Asia
Pacific Fibers Karawang, PT Sulindafin, dan PT Polychem Indonesia, mengalami penghentian
                                                                          
operasional, dan disubstitusi oleh impor serat dan benang filamen yang terus meningkat. Namun,
tantangan tidak hanya datang dari dalam negeri. Persaingan global, terutama dari Tiongkok
                                                                          
dengan produk-produk murah dan praktik perdagangan yang tidak adil, menjadi ancaman serius.
Overproduksi dan berbagai restriksi perdagangan yang diterapkan negara lain dapat memicu
                                                                          
persaingan yang tidak sehat di pasar domestik.                            
Dalam upaya melindungi industri dalam negeri, pemerintah telah menerapkan beberapa langkah,
                                                                          
seperti pemberian alokasi impor melalui pertimbangan teknis dan pengenaan Bea Masuk Anti
Dumping (BMAD) untuk serat stapel poliester. Komisi Anti Dumping Indonesia (KADI) juga
sedang melakukan penelitian terkait rencana pengenaan BMAD pada benang filamen poliester
                                                                          
(POY dan DTY). Namun demikian, kinerja industri ini tidak mengalami pertumbuhan signifikan
yang mengindikasikan adanya permasalahan struktural yang mendalam. Di sisi lain, industri hilir
                                                                          
yang menggunakan serat dan benang filamen mengeluhkan keterbatasan pasokan, spesifikasi,
kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan
                                                                          
antara penawaran dan permintaan di pasar domestik, yang dapat menghambat pertumbuhan
industri hilir. Dalam pandangan dua sisi, penting untuk mempertahankan industri hulu tekstil agar
                                                                          
pasokan bahan baku bagi industri hilir melalu perlindungan dan pengendalian impor. Namun disisi
lain proteksi yang berlebihan jugadapat berdampak negatif pada industri hilir, seperti industri
                                                                          
texturizing, pemintalan, dan pembuatan kain, karena bahan baku menjadi lebih mahal atau sulit
didapatkan.                                                               
                                                                          
Kompleksitas masalah ini bermuara pada satu isu krusial yaitu ketidakakuratan data terkait
kemampuan industri dalam hal pasokan serta data kebutuhan dari industri penggunanya. Data
mengenai kapasitas produksi, realisasi produksi, kondisi permesinan, teknologi yang digunakan,
                                                                          
serta spesifikasi produk yang dihasilkan, seringkali tidak akurat atau tidak tersedia secara
lengkap. Di sisi lain data-data kebutuhan dalam hal jumlah, spesifikasi dan kualitas dari industri
pengguna juga belum teridentifikasi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan yang
                                                                          
tepat antara perlindungan dan dukungan terhadap industri hulu dan hilir sebagai pemerintah
untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dalam mendukung perkembangan industri ini.
                                                                          
Untuk mengatasi permasalahan kompleks ini, diperlukan kegiatan "Verifikasi Kemampuan
Industri dan Penyusunan Data Kebutuhan Serat dan Benang Filamen Tekstil". Dengan data yang
akurat dan kebijakan yang tepat, diharapkan industri hulu tekstil Indonesia dapat kembali berdaya
                                                                          
saing, memenuhi kebutuhan pasar domestik, dan berkontribusi lebih besar terhadap
perekonomian nasional.                                                    
                                                                          
                                                                          
Maksud yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:       
                                                                          
1. Memperoleh gambaran komprehensif berupa data dan informasi terkait kondisi terkini industri
  hulu tekstil, dengan melakukan survei dan identifikasi pada industri/perusahaan produsen
                                                                          
  serat dan benang filamen; dan                                           
2. Mengumpulkan data serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
                                                                          
  industri hulu sebagai langkah strategis dalam merumuskan kebijakan untuk mengurangi
  ketergantungan impor, mendorong peningkatan investasi, dan keberlanjutan pertumbuhan
  industri hulu tekstil di Indonesia                                      
                                                                          
                                                                          
Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:       
                                                                          
    1. Mengidentifikasi kapasitas dan potensi produksi industri hulu, yang mencakup
      penggunaan bahan baku, realisasi produksi, kapasitas produksi, teknologi yang
                                                                          
      diterapkan, SDM, dan distribusi industri hulu tekstil di Indonesia. 
    2. Mengidentifikasi dan menganalisis jumlah perusahaan, kapasitas produksi, teknologi
                                                                          
      yang digunakan, dan distribusi industri hulu tekstil serta data-data kebutuhan dalam hal
      jumlah, spesifikasi dan kualitas dari industri pengguna di Indonesia.
                                                                          
    3. Mengetahui faktor kendala dan tantangan yang dihadapi industri hulu tekstil di
      Indonesia.                                                          
                                                                          
    4. Melakukan analisa supply and demand dalam rangka ketersediaan bahan baku guna
      mendukung pertumbuhan industri tekstil di Indonesia.                
    5. Menyiapkan usulan rekomendasi kebijakan baik berupa pemberian insentif investasi,
                                                                          
      revitalisasi industri, perlindungan melalui alokasi impor dan tarif, serta peningkatan
      konektivitas dan nilai tambah atau kebijakan lainnya.               
Telaksananya Kegiatan ”Verifikasi Kemampuan Industri dan Penyusunan Data Kebutuhan Serat
dan Benang Filamen Tekstil” di Tahun Anggaran 2025 oleh Direktorat Industri Tekstil, Kulit, dan
                                                                          
Alas Kaki dengan target sasaran kegiatan adalah Perusahaan Industri Hulu Tekstil yang tersebar
di 4 Provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.