| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0032005415015000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0722869930013000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0025413436013000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0026236869013000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0722837234013000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0033185869013000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
PT Angkasa Rabbani Panen | 09*8**6****15**0 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pengalaman bidang Jasa konsultansi dalam kurun waktu 1 tahun terakhir dan tidak memiliki pengalaman pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir |
| 0021855986017000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0022582902542000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0010694743093000 | - | - | |
| 0021606967013000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0316100940013000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0027559095411000 | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi teknis karena tidak memiliki pekerjaan sejenis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir | |
| 0027103373617000 | - | - | |
Sampulu Sada Konstruksi | 03*8**3****02**0 | - | - |
| 0016286619008000 | - | - | |
| 0021210752002000 | - | - | |
| 0013943766017000 | - | - | |
| 0032544454017000 | - | - |
“VERIFIKASI KEMAMPUAN INDUSTRI DAN PENYUSUNAN DATA
KEBUTUHAN SERAT DAN BENANG FILAMEN TEKSTIL”
Industri tekstil merupakan pilar penting dalam perekonomian nasional Indonesia, tercermin dari
kontribusinya sebesar 6,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan.
Sektor ini juga merupakan penyerap tenaga kerja yang signifikan, dengan 3,97 juta pekerja, serta
penyumbang devisa yang cukup besar, yakni USD 11,96 miliar pada tahun 2024.
Namun, di balik potensi besar tersebut, industri hulu tekstil Indonesia, terutama dalam produksi
serat dan benang filamen, menghadapi tantangan serius. Beberapa pabrik besar, seperti PT Asia
Pacific Fibers Karawang, PT Sulindafin, dan PT Polychem Indonesia, mengalami penghentian
operasional, dan disubstitusi oleh impor serat dan benang filamen yang terus meningkat. Namun,
tantangan tidak hanya datang dari dalam negeri. Persaingan global, terutama dari Tiongkok
dengan produk-produk murah dan praktik perdagangan yang tidak adil, menjadi ancaman serius.
Overproduksi dan berbagai restriksi perdagangan yang diterapkan negara lain dapat memicu
persaingan yang tidak sehat di pasar domestik.
Dalam upaya melindungi industri dalam negeri, pemerintah telah menerapkan beberapa langkah,
seperti pemberian alokasi impor melalui pertimbangan teknis dan pengenaan Bea Masuk Anti
Dumping (BMAD) untuk serat stapel poliester. Komisi Anti Dumping Indonesia (KADI) juga
sedang melakukan penelitian terkait rencana pengenaan BMAD pada benang filamen poliester
(POY dan DTY). Namun demikian, kinerja industri ini tidak mengalami pertumbuhan signifikan
yang mengindikasikan adanya permasalahan struktural yang mendalam. Di sisi lain, industri hilir
yang menggunakan serat dan benang filamen mengeluhkan keterbatasan pasokan, spesifikasi,
kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan
antara penawaran dan permintaan di pasar domestik, yang dapat menghambat pertumbuhan
industri hilir. Dalam pandangan dua sisi, penting untuk mempertahankan industri hulu tekstil agar
pasokan bahan baku bagi industri hilir melalu perlindungan dan pengendalian impor. Namun disisi
lain proteksi yang berlebihan jugadapat berdampak negatif pada industri hilir, seperti industri
texturizing, pemintalan, dan pembuatan kain, karena bahan baku menjadi lebih mahal atau sulit
didapatkan.
Kompleksitas masalah ini bermuara pada satu isu krusial yaitu ketidakakuratan data terkait
kemampuan industri dalam hal pasokan serta data kebutuhan dari industri penggunanya. Data
mengenai kapasitas produksi, realisasi produksi, kondisi permesinan, teknologi yang digunakan,
serta spesifikasi produk yang dihasilkan, seringkali tidak akurat atau tidak tersedia secara
lengkap. Di sisi lain data-data kebutuhan dalam hal jumlah, spesifikasi dan kualitas dari industri
pengguna juga belum teridentifikasi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan yang
tepat antara perlindungan dan dukungan terhadap industri hulu dan hilir sebagai pemerintah
untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dalam mendukung perkembangan industri ini.
Untuk mengatasi permasalahan kompleks ini, diperlukan kegiatan "Verifikasi Kemampuan
Industri dan Penyusunan Data Kebutuhan Serat dan Benang Filamen Tekstil". Dengan data yang
akurat dan kebijakan yang tepat, diharapkan industri hulu tekstil Indonesia dapat kembali berdaya
saing, memenuhi kebutuhan pasar domestik, dan berkontribusi lebih besar terhadap
perekonomian nasional.
Maksud yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh gambaran komprehensif berupa data dan informasi terkait kondisi terkini industri
hulu tekstil, dengan melakukan survei dan identifikasi pada industri/perusahaan produsen
serat dan benang filamen; dan
2. Mengumpulkan data serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
industri hulu sebagai langkah strategis dalam merumuskan kebijakan untuk mengurangi
ketergantungan impor, mendorong peningkatan investasi, dan keberlanjutan pertumbuhan
industri hulu tekstil di Indonesia
Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kapasitas dan potensi produksi industri hulu, yang mencakup
penggunaan bahan baku, realisasi produksi, kapasitas produksi, teknologi yang
diterapkan, SDM, dan distribusi industri hulu tekstil di Indonesia.
2. Mengidentifikasi dan menganalisis jumlah perusahaan, kapasitas produksi, teknologi
yang digunakan, dan distribusi industri hulu tekstil serta data-data kebutuhan dalam hal
jumlah, spesifikasi dan kualitas dari industri pengguna di Indonesia.
3. Mengetahui faktor kendala dan tantangan yang dihadapi industri hulu tekstil di
Indonesia.
4. Melakukan analisa supply and demand dalam rangka ketersediaan bahan baku guna
mendukung pertumbuhan industri tekstil di Indonesia.
5. Menyiapkan usulan rekomendasi kebijakan baik berupa pemberian insentif investasi,
revitalisasi industri, perlindungan melalui alokasi impor dan tarif, serta peningkatan
konektivitas dan nilai tambah atau kebijakan lainnya.
Telaksananya Kegiatan ”Verifikasi Kemampuan Industri dan Penyusunan Data Kebutuhan Serat
dan Benang Filamen Tekstil” di Tahun Anggaran 2025 oleh Direktorat Industri Tekstil, Kulit, dan
Alas Kaki dengan target sasaran kegiatan adalah Perusahaan Industri Hulu Tekstil yang tersebar
di 4 Provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.