| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0010000131093000 | Rp 10,955,390,310 | - | |
| 0024850083036000 | - | - | |
| 0610219800411000 | - | - | |
PT Biznet Gio Nusantara | 07*1**0****22**0 | Rp 7,903,688,400 | Tidak menlampirkan sertifikat ISO 22301 tentang business continuity management BCM yang masih berlaku. |
Intertech Scientia Utama | 04*0**0****07**0 | Rp 8,461,800,000 | tidak melampirkan ISO 22301 dan ISO 27001 |
Batara Guna Sekawan | 01*8**0****07**0 | Rp 9,402,000,000 | tidak melampirkan ISO 27001 dan ISO 22301 |
PT Paramesti Reswara | 03*7**1****29**0 | - | - |
Ninetynine Digital Niaga | 04*8**5****27**0 | - | - |
| 0439254962401000 | - | - | |
| 0024272197014000 | - | - | |
| 0023895303432000 | - | - | |
| 0026279646015000 | - | - | |
| 0737238642122000 | - | - | |
PT Fatin Griya Waas Lestari | 10*0**0****39**6 | - | - |
| 0015966120029000 | - | - | |
| 0016286619008000 | - | - | |
Naura Permata Nusantara | 08*5**3****43**0 | - | - |
PT Arupa Cloud Nusantara | 08*4**8****15**0 | - | - |
PT Mega Akses Persada | 06*2**3****35**0 | - | - |
| 0030792121009000 | - | - | |
| 0704511484063000 | - | - | |
PT Trans Telekomunikasi Indonesia | 09*4**2****64**0 | - | - |
| 0210094488028000 | - | - |
Ruang Lingkup Pekerjaan
Sewa Platform dan Sistem Pendukung DRC
(Disaster Recovery Center)
Produk / solusi yang dihasilkan dari dari pengadaan sEWAPlatform dan Sistem
Pendukung Disaster Recovery Center (DRC) sebagai berikut:
1. Penyedia melakukan instalasi, konfigurasi, dan replikasi sistem serta data dari DC
Utama ke DRC yang berlokasi di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atau
lokasi Data Center lain sesuai kaidah Business Continuity Management dengan
sistem pendukung yang disiapkan oleh penyedia.
2. Menyediakan infrastruktur DRC dengan kapasitas processor minimal 108 core /
216 vcpu, memory 1,2 TB, dan storage 100 TB. Seluruh perangkat dalam bentuk
sewa managed services yang didukung sepenuhnya dengan Service Level
Agreement (SLA) 24/7 dalam pelaksanaan failover DC-DRC.
3. Melakukan instalasi koneksi / jaringan berikut konfigurasinya agar semua proses
replikasi dan managed service DC-DRC yang dapat diakses melalui IP Publik
dengan AS Number yang telah dimiliki oleh Kementerian Kesehatan, pada saat
terjadi gangguan pada Data Center utama, berupa:
a. Menyediakan koneksi P2P Data Center Utama ke DRC Badan Siber dan Sandi
Negara (BSSN) atau lokasi data center lain sebesar 1 Gbps digunakan saat
replikasi sistem dan data di awal pekerjaan;
b. Menyediakan koneksi P2P Data Center Utama ke DRC Badan Siber dan Sandi
Negara (BSSN) atau lokasi data center lain sebesar 500 Mbps digunakan
sebagai jalur replikasi data saat managed service layanan berlangsung;
c. Menyediakan koneksi Internet Dedicated sebesar 500 Mbps (1:1) di DRC
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atau lokasi data center lain agar pada
saat terjadi gangguan pada Data Center utama, semua server dapat di akses
seluruhnya menggunakan jalur fisik dengan kabel fiber optik;
d. Menyediakan IP Publik sesuai dengan kebutuhan aplikasi;
4. Sistem DC – DRC dan operasional, terdapat 3 (tiga) sistem terkait
terselenggaranya DC dengan DRC yang harus disediakan Penyedia. 3 sistem
tersebut adalah :
a. Sistem pertama yang perlu dipersiapkan adalah sistem virtualisasi di DRC. Hal
ini diperlukan untuk integrasi antara DC-DRC dengan menggunakan platform
virtualisasi yang sama. Besarnya kapasitas minimal yang diperlukan adalah
untuk 75 VM di DRC Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atau lokasi data
center lain. Platform yang digunakan merupakan platform yang sama dan
memiliki support dari principle.
b. Sistem kedua yang diperlukan agar terselenggaranya system DC-DRC adalah
orchestrator DC-DRC. System ini diperlukan untuk mempermudah orkestrasi
perpindahan DC-DRC, dengan menjadi single console yang melakukan
perpindahan, seperti pengecekan kondisi DC-DRC, melakukan pengurutan
perpindahan VM, hingga fungsi check dan fail back dari DRC ke DC. System
ini harus mampu mengakomodir untuk perpindahan hingga 75 VM untuk DRC.
c. Sistem ketiga yaitu menyediakan sistem offload SSL di DRC untuk
memastikan semua aplikasi dapat berjalan dengan aman dan lancar saat berada
di DRC yang mampu menjalankan semua VM yang berada di DRC
5. Menyediakan layanan dedicated firewall di DRC sebagai sistem keamanan
dengan kapasitas throughput yang mencukupi.
6. Menyediakan event & log management sebagai keamanan aplikasi dan
infrastruktur di DRC.
7. Menyediakan endpoint protection untuk keamanan endpoint dengan jumlah 75
endpoint.
8. Melakukan upgrade versi pada infrastruktur virtualisasi di Data Center Utama
sehingga memiliki versi yang sama dengan virtualisasi di DRC.
9. Menyediakan fasilitas backup on site dan off site untuk 75 VM dengan total data
minimal 100 TB dan retensi selama 3 (tiga) hari lengkap dengan fasilitas
pendukungnya berupa software berlisensi dan infrastruktur server dan storage
yang berlokasi di Data Center Utama / DRC dan Data Center penyedia dengan
jarak minimal 100 km dari Data Center Utama.
10. Melaksanakan penjadwalan pengaktifan layanan DRC sebagai Data Center
Utama (fail over test) dilakukan minimal 1 (satu) kali dan maksimal 4 (empat)
kali dalam masa kontrak yang pelaksanaannya masing-masing 1 lokasi per test,
yaitu Luar Pulau Jawa, Jawa Timur, dan Jakarta sebagai lokasi pengetesan di luar
keadaan Disaster;
11. Membuat mekanisme/prosedur pengaktifan layanan DRC;
12. Menyusun Business Impact Analysis dan Disaster Recovery Plan (DRP) pada
aplikasi yang berada di DRC;
13. Mengadakan alih pengetahuan teknologi atas pekerjaan sehingga tim Pusat Data
dan Teknologi Informasi memahami teknologi yang diimplementasikan, kepada 6
orang tim sebanyak minimal 2 kali selama masa sewa.
14. Menyediakan solusi fail over untuk memastikan jika sistem di DC mati/tidak
berfungsi, maka otomatis akan ditangani oleh sistem yang lainnya yang berada di
DRC (dibuktikan dengan copy dokumen penanganan fail over).
15. Menyediakan solusi fail over terpisah pada setiap VM / aplikasi.
16. Menjelaskan/menerangkan metode pelaksanaan yang akan dilakukan terhadap
replikasi dan sinkronisasi serta manage service sistem DRC yang ditawarkan ke
Kementerian Kesehatan RI.
17. Menyediakan/membuat laporan pelaksanaan pekerjaan perbulan beserta SLG.
18. Melaksanakan prosedur eskalasi penanganan gangguan secara cepat, termasuk
contact person dan nomor yang bisa dihubungi untuk tiap eskalasinya (dibuktikan
dengan copy dokumen prosedur eskalasi).
19. Melaksanakan alih pengetahuan terhadap teknologi yang digunakan kepada
sejumlah 6 orang sebanyak 2 kali selama masa sewa.
20. Aktivasi layanan dilakukan setelah testing atau uji fungsi / User Acceptance Test.
Jika User Acceptance Test telah dilakukan maka layanan telah masuk dalam masa
manage service.
21. Pemeliharaan dimulai setelah layanan di aktivasi dan dilakukan secara terus-
menerus sampai berakhirnya masa kontrak agar layanan berjalan dengan baik dan
memberikan layanan yang optimal. Laporan tentang kondisi dan DRC harus
dibuat setiap bulan.
22. Tenaga ahli melaporkan setiap aktifitas perpindahan Infrastruktur Data Center
menuju DRC dan Backup Data.
23. Tenaga ahli melakukan proses uji fungsi setelah semuanya berjalan di DRC dan
Backup Data.
24. Penyedia sanggup menjamin Service Level Agreement (SLA) terhadap
penyediaan tenaga ahli dengan persyaratan sebagai berikut:
a. Tenaga Ahli dapat di hubungi selama 24 jam sehari 7 hari seminggu sesuai
kebutuhan sebagai bagian dari prosedur eskalasi terhadap kebutuhan
perpindahan DC-DRC .
b. Respon time engineer on site maksimal 10 menit setelah indikasi disaster
dilaporkan.
c. Service di DRC dapat diakses dalam waktu maksimal/Recovery time Objective 1
jam sejak disaster dilaporkan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi.
d. Toleransi data yang di berada pada DRC atau Recovery Point Objective sesuai
dengan mekanisme serta teknologi yang ditawarkan| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 18 January 2022 | ,Penyediaan Jasa Jaringan Komunikasi Data (Kontrak Payung) | Kementerian Dalam Negeri | Rp 451,740,696,000 |
| 28 November 2022 | Pengembangan Platform Digital Pendidikan 2023 | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 424,535,600,000 |
| 7 December 2022 | Penyediaan Layanan Komputasi Awan Pusat Data Nasional Sementara | Kementerian Komunikasi Dan Informatika | Rp 357,590,000,000 |
| 3 June 2015 | Penyediaan Jasa Jaringan Komunikasi Data | Rp 298,927,000,000 | |
| 26 December 2023 | Penyediaan Layanan Komputasi Awan Pusat Data Nasional Sementara | Kementerian Komunikasi Dan Informatika | Rp 287,684,863,000 |
| 1 December 2021 | Sewa Komunikasi Data Intranet Kementerian Keuangan Ta 2022 | Kementerian Keuangan | Rp 277,679,364,000 |
| 28 November 2024 | Sewa Komunikasi Data Intranet Kementerian Keuangan Ta 2025 | Kementerian Keuangan | Rp 266,147,224,000 |
| 7 June 2016 | Pengadaan Penyediaan Jasa Jaringan Komunikasi Data | Sekretariat Jenderal | Rp 254,902,420,000 |
| 5 December 2022 | Sewa Komunikasi Data Intranet Kementerian Keuangan Ta 2023 | Kementerian Keuangan | Rp 245,068,646,000 |
| 22 November 2023 | Sewa Komunikasi Data Intranet Kementerian Keuangan Ta 2024 | Kementerian Keuangan | Rp 240,741,636,000 |