Pengadaan Jasa Pengiriman Logistik Dan Spesimen Kegiatan Survei Kesehatan Indonesia Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan Dan Sumber Daya Kesehatan Ta 2023

Tender Ulang
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 46253047
Status: Tender Ulang
Date: 5 July 2023
Year: 2023
KLPD: Kementerian Kesehatan
Work Unit: Sekretariat Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Tender Cepat - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 3,396,288,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 3,379,063,278
RUP Code: 43677353
Work Location: Jl. Percetakan Negara No.29 - Jakarta Pusat (Kota)
Participants: 4
Applicants
0539749622443000-
0869429597216000-
0631296860421000-
0023060288085000-
Attachment
KERANGKA  ACUAN  KEGIATAN                             
  Pengadaan Jasa Pengiriman Logistik dan Spesimen Kegiatan Survei     
  Kesehatan Indonesia, Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan     
              dan Sumber Daya Kesehatan TA 2023                       
                                                                      
                                                                      
                                                                      
A. Pendahuluan                                                        
        Badan Litbangkes setiap lima tahun sekali melakukan pengumpulan
                                                                      
  data berbasis komunitas di seluruh Indonesia, dengan tujuan menilai capaian
  hasil pembangunan kesehatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Riset
  Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan penelitian bidang kesehatan berbasis
  komunitas yang indikatornya dapat menggambarkan tingkat nasional sampai
  dengan tingkat kabupaten/kota. Pelaksanaan lima tahun sekali dianggap interval
                                                                      
  yang tepat untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor
  risiko, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan.               
        Hasil Riskesdas 2007 dan 2013 telah dimanfaatkan oleh pelaksana
  program Kementerian Kesehatan, termasuk pengembangan rencana kebijakan
                                                                      
  pembangunan kesehatan jangka menengah (RPJMN 2010-2014 dan RPJMN    
  2015-2019) oleh Bappenas, dan beberapa kabupaten/kota juga telah    
  menggunakan data Riskesdas untuk perencanaan, pemantauan, dan       
  mengevaluasi program-program kesehatan dengan berbasis bukti (evidence-
  based planning). Komposit beberapa indikator Riskesdas 2007 dan Riskesdas
                                                                      
  2013 juga telah digunakan menyusun Indeks Pembangunan Kesehatan     
  Masyarakat (IPKM) di Indonesia. Nilai IPKM menghasilkan gambaran peringkat
  Kabupaten/Kota dalam bidang kesehatan sehingga dapat melihat disparitas
  pembangunan kesehatan yang terjadi di Indonesia.                    
                                                                      
        Saat ini Badan Litbangkes telah bertansformasi menjadi Badan  
  Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), yang salah satu fungsinya adalah
  merekomendasikan kebijakan terkait kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
  Kebijakan yang memiliki nilai tinggi adalah kebijakan yang diambil berdasarkan
  data dan fakta di lapangan. Oleh sebab itu diperlukan kegiatan pengumpulan
                                                                      
  data yang sama atau bahkan lebih kompleks seperti kegiatan Riskesdas,
  kegiatan tersebut adalah Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kegiatan SKI
  2023 adalah kegiatan yang hampir identik dengan kegiatan Riskesdas yang
  telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan SKI 2023 ini memiliki
                                                                      
  parameter yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan Riskesdas    
  sebelumnya, oleh karena itu hasil analisisnya akan lebih kompleks. Contohnya
  pada kegiatan Riskesdas sebelumnya pemeriksaan Diabetes hanya       
  menggunakan alat Point of Care Test (POCT) yaitu glucometer sedangkan pada
  SKI 2023 alat yang sama juga masih digunakan namun didukung dengan  
                                                                      
  pemeriksaan HbA1C sehingga penegakkan diagnostic akan lebih akurat dan
  analisis yang dilakukan dapat lebih tajam jika dibandingkan dengan Riskesdas
  sebelumnya. Selain itu kegiatan SKI ini tidak hanya berisi survei kesehatan
  riskesdas sebelumnya namun didalamnya juga ada gabungan parameter yang
  digunakan pada survei-survei lainnya seperti, stunting, kesehatan ibu dan Anak,
  SSGI, TB, ISPA, penyakit menular dan penyakit tidak menular serta survei-
  survei lainnya.                                                     
                                                                      
        Kegiatan SKI 2023 kali ini meliputi 2 metode yaitu wawancara dan
  metode pengukuran serta pemeriksaan Biomedis. Metode wawancara akan 
  dilakukan analisis oleh tim Kesehatan Masyarakat (Kesmas) sedangkan metode
  pengukuran dan pemeriksaan Biomedis akan dilakukan analisis oleh tim
  Biomedis. Pengukuran atau pemeriksaan Biomedis dilakukan pada 2 tempat
                                                                      
  yaitu pada laboratorium Lapangan dan Laboratorium Nasional Prof. Dr. Sri
  Oemijati. Parameter pemeriksaan yang dilakukan pada laboratorium lapangan
  meliputi Pemeriksaan Haemoglobin (Hb), Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test
  (RDT) Malaria, Pemeriksaan Glukosa Puasa dan Pasca Pembebanan,      
                                                                      
  Pemeriksaan Antropometri, Lingkar Lengan Atas, Lingkar perut, dan   
  Pemeriksaan Gigi. Parameter pemeriksaan di Laboratorium meliputi    
  Pemeriksaan Kimia Klinis dan Serologi. Pemeriksaan Kimia klinis yaitu
  pemeriksaan parameter HbA1C, Pemeriksaan Kolesterol, Trigliseride, HDL,
  LDL, dan Kreatinin. Dan Pemeriksaan Serologi yaitu pemeriksaan Difteri,
                                                                      
  Pertusisi, Tetanus, Campak (Measles), Rubella, dan HBsAg, anti HBc, dan Anti
  HBs.                                                                
        Kegiatan SKI ini dilakukan pada 38 Propinsi di Indonesia yang dilakukan
  dengan metode sampling. Metode sampling terbagi atas 2 yaitu sampling
                                                                      
  kesmas dan sampling Biomedis. Sampling kesmas terdiri atas 35.000 Blok
  Sensus (BS) sedangkan sampling Biomedis terdiri atas 2500 BS. Setiap BS
  terdapat 10 Rumah Tangga (RT) dan setiap RT terhitung rata-rata 4 Anggota
  Rumah Tangga (ART), sehingga berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka
  sample Biomedis diperkirakan mencapai 100.000 penduduk Indonesia. Kegiatan
                                                                      
  SKI ini dilakukan selama kurun waktu 6 bulan.                       
        Kegiatan SKI 2023 tersebut diperlukan beberapa pengambilan sampel
  di lapangan dan pemeriksaan laboratorium dalam jumlah yang cukup besar oleh
  sebab itu diperlukan rencana pengadaan yang cepat dan efisien. Pengadaan
                                                                      
  yang tepat waktu sangat diperlukan agar bahan akan digunakan di lapangan
  sudah dalam posisi tersedia. Perlu menjadikan pertimbangan bahwa    
  dikarenakan jumlahnya sangat besar maka waktu tunggu produksi atau waktu
  kirim yang kemungkinan akan membuat waktu semakin lama.             
        Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan pada kegiatan SKI 2023 ini
                                                                      
  memerlukan bahan Pengumpulan data. Bahan pengumpulan data adalah bahan
  yang digunakan untuk peralatan pengambilan spesimen SKI 2023 yang berisi
  paket Tim dan paket Responden. Paket Tim terdiri atas bahan yang akan dibawa
  per masing- masing Tim enumerator, sedangkan paket Responden adalah 
                                                                      
  bahan yang digunakan untuk pengambilan spesimen per Responden.      
                                                                      
B. Sumber Pendanaan                                                   
         Pengadaan Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk
  kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menggunakan pendanaan
  DIPA Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.                         
                                                                      
                                                                      
C. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan                                 
                                                                      
        Pengadaan Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk
   kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ini memiliki jangka waktu
   pengerjaan sejak penandatanganan kontrak sampai dengan tanggal 15  
   Oktober 2023                                                       
                                                                      
                                                                      
  1. Pengiriman Alat dan Bahan Puldat : bulan Juli 2023               
  2. Pengiriman kembali Alat dan Spesimen : antara bulan September s.d.
     Oktober 2023                                                     
  Jadwal dapat berubah menyesuaikan kedatangan bahan puldat serta kesiapan
                                                                      
  spesimen dan alat dari daerah yang akan dikirimkan kembali ke Jakarta.
                                                                      
D. Spesifikasi                                                        
        Kebutuhan Pengadaan Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis  
   pakai untuk kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 terlampir.
                                                                      
                                                                      
E. Lingkup Pekerjaan                                                  
                                                                      
   1. Menyediakan pelayanan Jasa Pengiriman Alat dan Bahan Habis Pakai
     (BHP) dari Jakarta ke tempat tujuan.                             
                                                                      
   2. Menyediakan layanan penjemputan Alat dan Spesimen  dari         
     kabupaten/kota sesuai daftar untuk dikirimkan kembali ke Jakarta,
     Laboratorium Nasional Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan
     Sumber Daya Kesehatan, Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta Pusat.
                                                                      
   3. Melakukan penanganan barang terutama spesimen sesuai dengan     
     spesifikasi teknis selama dalam penanganan jasa ekspedisi. Harus 
     dipastikan spesimen tidak rusak selama proses transportasi dengan suhu
     tetap dalam keadaan dingin.                                      
                                                                      
                                                                      
F. Metode Pelaksanaan                                                 
        Untuk Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk    
  kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 akan mengirimkan :   
                                                                      
  1. Bahan pengumpulan data Paket terdiri dari Paket Tim dan Paket    
    Responden. Paket-paket tersebut dikirimkan sesuai dengan tujuan masing-
    masing sesuai list alamat yang diberikan. Paket menggunakan paket expres
    yang tiba di tujuan dengan cepat mengingat waktu pelaksanaan yang sudah
                                                                      
    akan dimulai pada Bulan Juli 2023.                                
  2. Spesimen serum yang diakan diambil di lokasi berbagai macam kota /
    kabupaten di Indonesia sesuai yang ditentukan. Spesimen serum akan di
    taruh di dalam coolbox dan diisi icepack yang membeku sehingga masuk
    dalam kriteria dengerous good, sehingga perlu diperhatikan dalam  
    penanganannya. Paket spesimen harus segera tiba di laboratorium rujukan
    nasional untuk menjamin spesimen serum tidak rusak.               
                                                                      
                                                                      
                                                                      
G. Keluaran                                                           
       Keluaran yang diminta dari penyedia adalah terpenuhinya Jasa   
  Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk kegiatan Survei Kesehatan
  Indonesia (SKI) 2023 sesuai jumlah, kualitas dan waktu yang ditentukan.
                                                                      
                                                                      
H. Penutup                                                            
       Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan pedoman standart yang 
  harus dipenuhi oleh penyedia barang/jasa.                           
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                 Pejabat Pembuat Komitmen             
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                 Aris Hadi Indiarto, M.Sc             
                                                                      
                                 NIP. 197602031998031002