KERANGKA ACUAN KEGIATAN
Pengadaan Jasa Pengiriman Logistik dan Spesimen Kegiatan Survei
Kesehatan Indonesia, Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan
dan Sumber Daya Kesehatan TA 2023
A. Pendahuluan
Badan Litbangkes setiap lima tahun sekali melakukan pengumpulan
data berbasis komunitas di seluruh Indonesia, dengan tujuan menilai capaian
hasil pembangunan kesehatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan penelitian bidang kesehatan berbasis
komunitas yang indikatornya dapat menggambarkan tingkat nasional sampai
dengan tingkat kabupaten/kota. Pelaksanaan lima tahun sekali dianggap interval
yang tepat untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor
risiko, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan.
Hasil Riskesdas 2007 dan 2013 telah dimanfaatkan oleh pelaksana
program Kementerian Kesehatan, termasuk pengembangan rencana kebijakan
pembangunan kesehatan jangka menengah (RPJMN 2010-2014 dan RPJMN
2015-2019) oleh Bappenas, dan beberapa kabupaten/kota juga telah
menggunakan data Riskesdas untuk perencanaan, pemantauan, dan
mengevaluasi program-program kesehatan dengan berbasis bukti (evidence-
based planning). Komposit beberapa indikator Riskesdas 2007 dan Riskesdas
2013 juga telah digunakan menyusun Indeks Pembangunan Kesehatan
Masyarakat (IPKM) di Indonesia. Nilai IPKM menghasilkan gambaran peringkat
Kabupaten/Kota dalam bidang kesehatan sehingga dapat melihat disparitas
pembangunan kesehatan yang terjadi di Indonesia.
Saat ini Badan Litbangkes telah bertansformasi menjadi Badan
Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), yang salah satu fungsinya adalah
merekomendasikan kebijakan terkait kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Kebijakan yang memiliki nilai tinggi adalah kebijakan yang diambil berdasarkan
data dan fakta di lapangan. Oleh sebab itu diperlukan kegiatan pengumpulan
data yang sama atau bahkan lebih kompleks seperti kegiatan Riskesdas,
kegiatan tersebut adalah Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kegiatan SKI
2023 adalah kegiatan yang hampir identik dengan kegiatan Riskesdas yang
telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan SKI 2023 ini memiliki
parameter yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan Riskesdas
sebelumnya, oleh karena itu hasil analisisnya akan lebih kompleks. Contohnya
pada kegiatan Riskesdas sebelumnya pemeriksaan Diabetes hanya
menggunakan alat Point of Care Test (POCT) yaitu glucometer sedangkan pada
SKI 2023 alat yang sama juga masih digunakan namun didukung dengan
pemeriksaan HbA1C sehingga penegakkan diagnostic akan lebih akurat dan
analisis yang dilakukan dapat lebih tajam jika dibandingkan dengan Riskesdas
sebelumnya. Selain itu kegiatan SKI ini tidak hanya berisi survei kesehatan
riskesdas sebelumnya namun didalamnya juga ada gabungan parameter yang
digunakan pada survei-survei lainnya seperti, stunting, kesehatan ibu dan Anak,
SSGI, TB, ISPA, penyakit menular dan penyakit tidak menular serta survei-
survei lainnya.
Kegiatan SKI 2023 kali ini meliputi 2 metode yaitu wawancara dan
metode pengukuran serta pemeriksaan Biomedis. Metode wawancara akan
dilakukan analisis oleh tim Kesehatan Masyarakat (Kesmas) sedangkan metode
pengukuran dan pemeriksaan Biomedis akan dilakukan analisis oleh tim
Biomedis. Pengukuran atau pemeriksaan Biomedis dilakukan pada 2 tempat
yaitu pada laboratorium Lapangan dan Laboratorium Nasional Prof. Dr. Sri
Oemijati. Parameter pemeriksaan yang dilakukan pada laboratorium lapangan
meliputi Pemeriksaan Haemoglobin (Hb), Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test
(RDT) Malaria, Pemeriksaan Glukosa Puasa dan Pasca Pembebanan,
Pemeriksaan Antropometri, Lingkar Lengan Atas, Lingkar perut, dan
Pemeriksaan Gigi. Parameter pemeriksaan di Laboratorium meliputi
Pemeriksaan Kimia Klinis dan Serologi. Pemeriksaan Kimia klinis yaitu
pemeriksaan parameter HbA1C, Pemeriksaan Kolesterol, Trigliseride, HDL,
LDL, dan Kreatinin. Dan Pemeriksaan Serologi yaitu pemeriksaan Difteri,
Pertusisi, Tetanus, Campak (Measles), Rubella, dan HBsAg, anti HBc, dan Anti
HBs.
Kegiatan SKI ini dilakukan pada 38 Propinsi di Indonesia yang dilakukan
dengan metode sampling. Metode sampling terbagi atas 2 yaitu sampling
kesmas dan sampling Biomedis. Sampling kesmas terdiri atas 35.000 Blok
Sensus (BS) sedangkan sampling Biomedis terdiri atas 2500 BS. Setiap BS
terdapat 10 Rumah Tangga (RT) dan setiap RT terhitung rata-rata 4 Anggota
Rumah Tangga (ART), sehingga berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka
sample Biomedis diperkirakan mencapai 100.000 penduduk Indonesia. Kegiatan
SKI ini dilakukan selama kurun waktu 6 bulan.
Kegiatan SKI 2023 tersebut diperlukan beberapa pengambilan sampel
di lapangan dan pemeriksaan laboratorium dalam jumlah yang cukup besar oleh
sebab itu diperlukan rencana pengadaan yang cepat dan efisien. Pengadaan
yang tepat waktu sangat diperlukan agar bahan akan digunakan di lapangan
sudah dalam posisi tersedia. Perlu menjadikan pertimbangan bahwa
dikarenakan jumlahnya sangat besar maka waktu tunggu produksi atau waktu
kirim yang kemungkinan akan membuat waktu semakin lama.
Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan pada kegiatan SKI 2023 ini
memerlukan bahan Pengumpulan data. Bahan pengumpulan data adalah bahan
yang digunakan untuk peralatan pengambilan spesimen SKI 2023 yang berisi
paket Tim dan paket Responden. Paket Tim terdiri atas bahan yang akan dibawa
per masing- masing Tim enumerator, sedangkan paket Responden adalah
bahan yang digunakan untuk pengambilan spesimen per Responden.
B. Sumber Pendanaan
Pengadaan Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk
kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menggunakan pendanaan
DIPA Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
C. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Pengadaan Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk
kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ini memiliki jangka waktu
pengerjaan sejak penandatanganan kontrak sampai dengan tanggal 15
Oktober 2023
1. Pengiriman Alat dan Bahan Puldat : bulan Juli 2023
2. Pengiriman kembali Alat dan Spesimen : antara bulan September s.d.
Oktober 2023
Jadwal dapat berubah menyesuaikan kedatangan bahan puldat serta kesiapan
spesimen dan alat dari daerah yang akan dikirimkan kembali ke Jakarta.
D. Spesifikasi
Kebutuhan Pengadaan Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis
pakai untuk kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 terlampir.
E. Lingkup Pekerjaan
1. Menyediakan pelayanan Jasa Pengiriman Alat dan Bahan Habis Pakai
(BHP) dari Jakarta ke tempat tujuan.
2. Menyediakan layanan penjemputan Alat dan Spesimen dari
kabupaten/kota sesuai daftar untuk dikirimkan kembali ke Jakarta,
Laboratorium Nasional Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan
Sumber Daya Kesehatan, Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta Pusat.
3. Melakukan penanganan barang terutama spesimen sesuai dengan
spesifikasi teknis selama dalam penanganan jasa ekspedisi. Harus
dipastikan spesimen tidak rusak selama proses transportasi dengan suhu
tetap dalam keadaan dingin.
F. Metode Pelaksanaan
Untuk Jasa Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk
kegiatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 akan mengirimkan :
1. Bahan pengumpulan data Paket terdiri dari Paket Tim dan Paket
Responden. Paket-paket tersebut dikirimkan sesuai dengan tujuan masing-
masing sesuai list alamat yang diberikan. Paket menggunakan paket expres
yang tiba di tujuan dengan cepat mengingat waktu pelaksanaan yang sudah
akan dimulai pada Bulan Juli 2023.
2. Spesimen serum yang diakan diambil di lokasi berbagai macam kota /
kabupaten di Indonesia sesuai yang ditentukan. Spesimen serum akan di
taruh di dalam coolbox dan diisi icepack yang membeku sehingga masuk
dalam kriteria dengerous good, sehingga perlu diperhatikan dalam
penanganannya. Paket spesimen harus segera tiba di laboratorium rujukan
nasional untuk menjamin spesimen serum tidak rusak.
G. Keluaran
Keluaran yang diminta dari penyedia adalah terpenuhinya Jasa
Pengiriman Spesimen dan bahan habis pakai untuk kegiatan Survei Kesehatan
Indonesia (SKI) 2023 sesuai jumlah, kualitas dan waktu yang ditentukan.
H. Penutup
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan pedoman standart yang
harus dipenuhi oleh penyedia barang/jasa.
Pejabat Pembuat Komitmen
Aris Hadi Indiarto, M.Sc
NIP. 197602031998031002